cover
Contact Name
I Made Oka Riawan
Contact Email
made.oka@undiksha.ac.id
Phone
+62362-23884
Journal Mail Official
jurdikbiologiundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jalan Udayana, Kampus Tengah Undiksha, FMIPA. Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha
Jurnal Pendidikan Biologi adalah adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Biologi Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan bagi masyarakat akademik.
Articles 658 Documents
KECEPATAN REGENERASI EKOR KADAL (Mabouya multifasciata) PADA SUHU LINGKUNGAN BERBEDA ., I Kadek Hartawan; ., Drs.I Ketut Artawan,M.Si; ., Ida Ayu Putu Suryanti,S.Si.,M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme regenerasi adalah kemampuan organisme untuk mengganti bagian-bagian tubuh yang hilang, baik karena luka, rusak maupun karena mengalami autotomi. Bangsa Lacertilia (cicak, tokek, dan kadal) melakukan mekanisme regenerasi ini pada bagian ekor. Proses regenerasi ekor bangsa Lacertilia (cicak, kadal, dan tokek) dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal salah satunya suhu lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap kecepatan regenerasi ekor kadal (Mabouya multifasciata). Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Eksperiment, dengan model Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. Subyek dalam penelitian ini menggunakan 30 ekor kadal berjenis kelamin jantan. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif berdasarkan hasil data kecepatan regenerasi ekor kadal pada suhu lingkungan berbeda. Data penelitian yang diperoleh, dapat terlihat rerata ukuran ekor regenerat kadal yang terbentuk pada suhu 22 0C, 27 0C, dan 32 0C berurutan adalah 0.06 cm/hari, 0.11 cm/hari, dan 0.18 cm/hari. Kadal melakukan proses regenerasi ekor lebih intensif pada 8-28 hari setelah terjadi amputasi. Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh variasi perlakuan suhu lingkungan terhadap kecepatan regenerasi ekor kadal (Mabouya multifasciata). Pada perlakuan pada suhu 32 0C menghasilkan kecepatan regenerasi yang maksimal yaitu dengan rata-rata pertumbuhan ukuran ekor 0.18 cm/hari.Kata Kunci : kadal, kecepatan regenerasi, suhu Regeneration mechanism is the ability of an organism to replace body parts missing, either because of injuries, damaged or because of a autotomi. Ordo Lacertilia (lizards, geckos, and lizards) perform this regeneration mechanism in the tail. The regeneration of the tail of the nation Lacertilia (lizard, lizard and gecko) is influenced by internal factors and external factors one of which is the temperature of the environment. This study aims to determine the effect of temperature on the speed of regeneration of the tail lizard (Mabouya multifasciata). The design of this study using a quasi experiment, with the model Posttest Only, Non-Equivalent Control Group Design. The subjects in this study using 30 male sex lizards. In this research using descriptive method based on the regeneration speed data lizards at different ambient temperatures. The research data obtained, it can be seen the average size regenerat lizard tail formed at a temperature of 22 0C, 27 0C and 32 0C sequence is 0.06 cm / day, 0.11 cm / day, and 018 cm / day. The process regeneration of Lizard tail is more intensive in 8-28 days after the amputation. Based on this study concluded that there are significant variations in the environmental temperature treatment to speed the regeneration of the tail lizard (Mabouya multifasciata). In the treatment at a temperature of 32 0C produces a maximum speed of regeneration that with an average growth of the tail size 0.18 cm / day.keyword : Lizard, regeneration speed, temperature
PENYUSUNAN ENSIKLOPEDIA SPESIES TUMBUHAN BAMBU DI DESA TIGAWASA KABUPATEN BULELENG BALI Febriani, Ismi Fitri; Arnyana, Ida Bagus Putu; Anton Santiasa, I Made Pasek
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 5, No 3 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pola distribusi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa, (2) proses penyusunan ensiklopedia spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksploratif. Adapun populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu di Desa Tigawasa. Sampel penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa yang tercover  oleh kuadrat pada masing-masing stasiun penelitian. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah metode kuadrat dan menggunakan Model Pengembangan ADDIE. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan bahwah hasil yang didapatkan (1) pola distribusi dari penelitian ini ialah pola sebaran mengelompok, adapun komposisi spesies yang ada di Desa Tigawasa adalah 12 spesies bambu yaitu Bambusa maculata, Bambusa vulgasris (Schrad. Ex Wendl), Dendrocalamus asper, (Schuult. Backer ex Heyne) , Gigantochloa apus (BI. Ex Schult.f.) Kurz , Gigantochloa atter (Hassk.) Kurz ex Munro , Gigantochloa baliana (Widjaja), Gigantochloa nigrociliata (Buse) Kurz , Gigantochloa sp1, Gigantochloa sp3., Schizostachyum castaneum (Widjaja), Schizostachyum  lima (Blanco) Merr., Schizostachyum zollingeri Stend. (2) proses penyusunan ensiklopedia spesies tumbuhan bambu dengan menggunakan model pengembangan ADDIE dengan tahap (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Pada tahap a). analisis mendapatkan komposisi spesies tumbuhan bambu yang ada di Desa Tigawasa dan melakukan penyusunan ensiklopedia, b). Melakukan perancangan penyusunan ensiklopedia dan perancangan desain, c). Tahap pengembangan dilakukan dengan uji kelompok kecil dan uji ahli, d) implementasi dilakukan dengan uji kelompok besar, e). Evaluasi dilakukan setelah uji kelompok besar dan melakukkan revisi dan menjadi produk akhir.
Perbedaan Hasil Belajar Antara Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan Siswa yang Belajar dengan Model Pembelajaran Cooperative STAD pada Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar ., Firda Alani Fitri; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang belajar dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan model pembelajaran Cooperative STAD terhadap hasil belajar siswa. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhammadiyah 2 Denpasar. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan rancangan penelitian non-equivalent pre-test-post-test group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Muhammadiyah 2 Denpasar yang berjumlah 125 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan simple random sampling dengan jumlah 60 siswa. Siswa kelas VII C sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan kelas VII D sebagai kelompok yang menggunakan model pembelajaran Cooperative STAD. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu tes untuk mengukur hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa berupa tes pilihan ganda yang diperluas sebanyak 20 soal. Data instrumen penelitian ini dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji anakova satu arah. Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS-PC 21.0 diperoleh bahwa angka signifikansi untuk perubah model adalah 0,048. Karena nilai Sig.< 0,05 maka H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada tingkat kepercayaan 95% ada pengaruh perbedaan model pembelajaran terhadap nilai yang diperoleh siswa. Kata Kunci : Model Pebelajaran Problem Based Learning (PBL), Model Pembelajaran Cooperative STAD, Hasil Belajar IPA This study purpose to known the differences in teaching and learning outcomes between students who studied science with Problem Based Learning (PBL) and students who studied with cooperative STAD. The method of this study is quasi experimental study which is used an experimental design of non-equivalent pre-test-post-test group design. Population of the study was all seventh grade students in SMP Muhammadiyah 2 Denpasar and its population is about 125 students. The samples is about 60 students were taken by using simple random sampling. The students class of VII C as the group with PBL model and the students class of VII D as group with cooperative STAD. The study instrument is used in this study is expanded multiple choice test which is consist of 20 test items. The data study instrument were analyze by using statistic analysis of covariance one way. Based on the following result by used SPSS-PC 21.0 the significant of the models is 0,048. Because the sifnificant value is < 0,05, so the H0 is decline. The conclusion about this study have 95% believed if there is a different in teaching and learning of the student result. keyword : Problem Based Learning (PBL), Cooperative STAD, and Sience Learning Outcomes
POLA KONSUMSI YANG TIDAK TERATUR MENGAKIBATKAN KELELAHAN DINI DAN PENINGKATAN BEBAN KERJA PEMATUNG DI DESA PELIATAN UBUD GIANYAR ., NI LUH PUTU MIA LESTARI DEVI; ., Prof. Dr. I Made Sutajaya,M.Kes.; ., Dr. Desak Made Citrawathi,M.Kes
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (a) mengetahui pola konsumsi pematung; (b) pola konsumsi yang tidak teratur yang dapat mengakibatkan kelelahan dini dan beban kerja pematung. Penelitian ini berupa penelitian eksperimental lapangan (field experimental) dengan rancangan randomized pre and post test group design dinilai: (a) peningkatan kelelahan dini pematung akibat pola konsumsi yang tidak teratur yang didata dengan 30 items of rating scale of general fatique dan (b) peningkatan beban kerja pematung di data dengan menghitung denyut nadi. Pendataan dilakukan sebelum dan setelah kerja terhadap 22 sampel selama 3 (tiga) hari. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji t paired pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kelelahan dini sebesar 45,12% dan beban kerja sebesar 37,67%. (p < 0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pola konsumsi yang tidak teratur mengakibatkan kelelahan dini dan peningkatan beban kerja pematung. Kata Kunci : Pola konsumsi, Kelelahan dini, Beban kerja The aims of research is to determine: (a) the pattern consumption of sculptors; (b) the pattern of irregular consumption increase of early fatigue and workload of sculptors. Through a field experiment with randomized pre and post test group design assessed: (a) increased early fatigue of sculptors due to irregular consumption patterns recorded by 30 items of rating scale of general fatigue; (b) increased workload of sculptors due to irregular consumption patterns recorded by calculating the working pulse. Data collection was done at 3 (three) days before and after working on 22 samples. The data obtained were analyzed by paired t test at 5% significance level. The results showed the fatigue was increase to 45.12% and workload increase to 37.67%. (p
PENINGKATAN PEMBERIAN KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN YANG BERBEDA DENGAN EKSTRAK DAUN TAPAK DARA (Catharanthus roseus) TERHADAP PERTUMBUHAN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) ., Juni Artawan I Kadek; ., Dr.I Gusti Agung Nyoman Setiawan,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan pemberian variasi konsentrasi menggunakan ekstrak daun tapak dara, (2) untuk mengidentifikasi perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan pemberian variasi lama perendaman menggunakan ekstrak daun tapak dara, (3) untuk mengetahui perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air akibat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dengan ekstrak daun tapak dara. Penelitian eksperimen ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Populasi dalam penelitian ini adalah benih tanaman pacar air. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah 36 benih tanaman pacar air yang sudah ditanam pada polybag. Dalam Tahapan metode pengumpulan data dilakukan dua jenis pengumpulan data yaitu pengumpulan data utama (berat kering tanaman) dan pengumpulan data pendukung (berat basah, tinggi dan jumlah daun tanaman). Hasil uji ANAVA menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan konsentrasi berbeda menggunakan ekstrak daun tapak dara. Konsentrasi yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah 0,75% (2) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air dengan variasi lama perendaman menggunakan ekstrak daun tapak dara. Lama Perendaman yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah 6 jam (3) Terdapat perbedaan pertumbuhan tanaman pacar air akibat interaksi antara konsentrasi dan lama perendaman dengan ekstrak daun tapak dara. Interaksi yang menghasilkan berat kering tertinggi adalah interaksi antara konsentrasi 0,75% dengan lama perendaman 6 jam. Kata Kunci : Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharanthus roseus), Interaksi, Pacar air (Impatiens balsamina L.), Pertumbuhan, Konsentrasi, Lama Perendaman. The aims of this research are (1) to identify differences in the growth rate of rose balsam by giving varying concentrations using the leaf extract of rose periwinkle (2) to identify differences in the growth rate of rose balsam by giving varying soaking time using the leaf extract of rose periwinkle (3) to know the difference growth rose balsam due to interaction between concentration and soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. The experimental research was used completely randomized design. The population used in the research was water plant seed. The sample in the research was 36 seeds of rose balsam which had previously been in polybags. In collecting the data, the researcher applied two different ways: (1) main data collection (the dry weight of plant) and supporting data collecting (wet weight, height and number of leaf of plants). The result of ANAVA test showed that (1) there are differences plant growth rose balsam with different concentration using the leaf extract of rose periwinkle. The concentration which resulted in the highest dry weight is 0,75% (2) there are differences plant growth rose balsam with different soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. The soaking time generating the highest dry weight is 6 hours (3) there are differences plant growth rose balsam due to interaction between concentration and soaking time using the leaf extract of rose periwinkle. Interaction that results in the highest dry weight is interaction between the concentration of 0, 75% to 6 hours soaking time. keyword : The Leaf Extract of Rose Periwinkle (Catharanthus roseus), Interaction, Rose Balsam (Impatiens balsamina L.), Gowth, Concentrations, Soaking Time.
KARAKTERISTIK BIOFISIKOKIMIA HABITAT PENELURAN PENYU LEKANG (Lepidochelys olivacea) DI SITUS KONSERVASI PENYU PANTAI PENIMBANGAN, KOTA SINGARAJA ., Mairista Oshi Damadi Putu; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd., M.Sc.; ., I Made Pasek Anton Santiasa, S.Pd.,M.Sc.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan karakteristik biofisikokimia habitat peneluran penyu lekang di Pantai Penimbangan Kota Singaraja, dan (2) mengetahui hubungan antara masing-masing parameter yang mempengaruhi penyu lekang betina untuk melakukan peneluran di pantai ini. Subjek dalam penelitian ini yaitu habitat peneluran penyu lekang di sepanjang daerah supratidal dan intertidal Pantai Penimbangan. Objek penelitian adalah unsur parameter pengukuran sebagai penentu karakteristik biofisikokimia habitat. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui metode observasi dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi habitat pendaratan yang disukai penyu lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Penimbangan untuk mendarat memiliki kemiringan 12,35°, panjang pantai 383 m dengan rata-rata lebar supratidal 17,20 m, intertidal 27,45 m dan lebar total 44,65 m dengan suhu perairan berkisar 28,070C, suhu substrat pasir 28,420C serta rerata pH pasir 7,73. Jenis substrat Pantai Penimbangan tergolong kategori pasir kasar sebesar 97,77 % (pasir 97,83%, debu 1,08% dan lempung 1,09%). Terdapat jenis vegetasi mendominasi Pantai Penimbangan adalah Terminalia catappa yang memiliki INP tertinggi sehingga disukai penyu lekang (Lepidochelys olivacea). Hubungan parameter jenis pasir dengan peneluran dan keberhasilan penetasan lebih erat dibandingkan dengan parameter klimatologi maupun parameter pantai sehingga jenis substrat pasir mempengaruhi induk penyu lekang melakukan peneluran. Telur yang berhasil menetas sebanyak 1449 butir, walaupun terdapat aktivitas antropogenik di sekitar pantai yang tinggi, namun penyu lekang tetap melakukan peneluran. Daerah yang paling potensial bagi lokasi peneluran di Pantai Penimbangan adalah Stasiun II.Kata Kunci : Karakteristik Biofisikokimia Habitat Peneluran, Pantai Penimbangan, Penyu Lekang The aims of this research were (1) to determine the biophysichemistry characteristics of turtle laying habitats in Penimbangan beach Singaraja City and (2) to know the correlation between each of the parameters affecting female turtles for laying on the beach. The subjects in this research are turtle laying habitat turtle along supratidal and intertidal area Penimbangan beach. The object of research is the measurement parameter element as the determinant of habitat biophysichemistry characteristic. This research was perfomed by qualitative approach through observation and documentation method which analyzed by descriptive analysis. Result of this research shows that the preferred landing habitat conditions of turtles (Lepidochelys olivacea) have sloping beaches of slope is 12,35°, 383 m coastal length with the wide average of 17,20 m, an intertidal of 27,45 m and a total width of 44,65 m with sea temperature of 28,070C, substrate temperature of 28,420C and sand pH of 7,73. Substrate types of Penimbangan beach is belong to categorized as coarse sand of 97,77% (97,83% of sand, 1,08% of dust and 1,09% of clay). There is a type of vegetation dominating Penimbangan beach is Terminalia catappa which has the highest INP so favored by olive ridley turtles (Lepidochelys olivacea). The correlation of sand type parameters with laying and hatching eggs are closer than climatological and coastal parameters, so the type of sand substrate affected the female turtle to laying. The hatchling as much 1449 eggs, although there is high anthropogenic activity around the beach, but olive ridley turtles continue to laying. The most potential area for laying locations at Penimbangan beach is Station II.keyword : Biophysichemistry Characteristic, Laying Habitat, Penimbangan Beach, Olive Ridley Turtles.
PENGGUNAAN ENZIM ALFA-AMILASE DAN WAKTU FERMENTASI DALAM PEMBUATAN BIOETANOL DARI TEPUNG BIJI BUAH DURIAN (Durio zibethinus) ., Ni Putu Oka Milarika; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Drs. Sanusi Mulyadiharja,M.Pd.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan energi alternatif bioetanol perlu dilakukan karena tingginya konsumsi dan ketersediaan bahan bakar terbatas. Untuk mengoptimalkan hasil bioetanol yang diperoleh maka diperlukan bahan baku alternatif serta optimalisasi dalam proses pembuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan volume bioetanol yang dihasilkan dari tepung biji buah durian (Durio zibethinus) dengan penggunaan enzim α-amilase, waktu fermentasi dan interaksi antara keduanya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan acak lengkap berdasarkan pola penyusunan faktorial 4x4. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi sedangkan variabel terikatnya adalah volume bioetanol. Pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali dengan total sampel 48. Tahapan dari penelitian ini adalah persiapan, pelaksanaan (pretreatment, hidrolisis, fermentasi, destilasi), observasi serta analisis data. Dari hasil uji hipotesis didapatkan bahwa penggunaan enzim α-amilase 0,20 ml menghasilkan volume bioetanol dengan rata-rata tertinggi yaitu 13,3 ml. Volume bioetanol yang dihasilkan tertinggi pada waktu fermentasi 48 jam, serta terdapat interaksi antara penggunaan enzim α-amilase dan waktu fermentasi.Kata Kunci : bioetanol, enzim α-amilase, tepung biji buah durian, waktu fermentasi Development of alternative energy bioethanol was necessary because of high consumption and limited fuel availability. To optimize the results of bioethanol necessary alternatives raw material and optimization process. This study was aims to determine the differences in the volume of bioethanol produced from durian (Durio zibethinus) seeds flour with the use of the α-amylase enzyme, fermentation time and the interaction between them. This study was an experimental study with a randomized complete design based on 4x4 factorial pattern. The independent variables in this study was the use of α-amylase enzyme and fermentation time while the dependent variable was the volume of bioethanol. Repetition done 3 times with a total sample are 48. The stages of this research was preparation, execution (pretreatment, hydrolysis, fermentation, distillation), observation and data analysis. From the results of hypothesis test show that the use of 0.20 ml α-amylase enzyme produces the highest bioethanol with an average 13.3 ml. The highest volume of bioethanol produce in the fermentation time of 48 hours, and there are an interaction between the use of α-amylase enzyme and fermentation time.keyword : bioethanol, α -amylase enzyme, durian (Durio zibethinus) seeds flour, fermentation time
DISTRIBUSI DAN DIVERSITAS SPESIES TUMBUHAN SIMBUL TUBUH (TRI ANGGA) MASYARAKAT BALI AGA PADA TRI MANDALA, DESA TENGANAN PEGRINGSINGAN, KABUPATEN KARANGASEM, BALI ., Gede Rendra Widyotama; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Prof. Dr.Ida Bagus Putu Arnyana, M.Si
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui : (1) Spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi spesies tumbuhan simbul tubuh (3) Diversitas tumbuhan simbul tubuh di Tri Mandala Desa Tenganan Pegringsingan, serta (4) Sosiosistem tumbuhan simbul tubuh oleh masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan. Jenis dan rancangan penelitian ini eksploratif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Banjar Tengah dan Banjar Kauh Desa Tenganan Pegringsingan, Sampel dalam penelitian ini meliputi parameter ekosistem dan parameter sosiosistem, sampel pada parameter ekosistem yaitu tumbuhan simbul tubuh yang terdapat pada 33 kuadrat dengan ukuran kuadrat 10x10 m2, dan parameter sosiosistemnya yaitu 15 orang dari tiga komponen masyarakat meliputi tokoh masyarakat 5 orang, tokoh agama 5 orang, dan masyarakat umum 5 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Data pola distribusi dianalisis menggunakan analisis Poison, Indeks keanekaragaman menggunakan analisis indeks keanekaragaman Simpson. Hasil penelitian ini adalah: (1) Desa Tenganan Pegringsingan memiliki 14 spesies tumbuhan simbul tubuh (2) Distribusi tumbuhan simbul tubuh pada pola distribusi ditemukan 1 spesies yaitu Beringin (Ficus Benjamina) memiliki pola distribusi teratur, sedangkan 13 spesies tumbuhan simbul tubuh lainnya memiliki pola distribusi mengelompok, serta persebaran spesies tumbuhan simbul tubuh sebanyak 3 spesies memiliki persebaran sedang, dan 11 spesies lainnya memiliki persebaran sempit (3) Keanekaragaman tumbuhan simbul tubuh menunjukkan keanekaragaman yang tinggi, dan Densitas tumbuhan secara keseluruhan termasuk kedalam kategori rendah (4) Masyarakat Bali Aga Tenganan Pegringsingan tidak mengetahui, dan tidak menggunakan tumbuhan simbul tubuh, tidak mengenal konsep Tri Angga, mereka juga tidak melakukan ngaben melainkan mendem, kendati demikian mereka mengetahui, melaksanakan dengan baik Tri Mandala dibuktikan dengan pola rumah mereka yang sesuai dengan Tri Mandala dan menggunakan jalan utama yang linear membagi desa sebagai hulu (utama mandala), pola ini berbeda dengan konsep Tri Mandala pada Bali Majapahit yang menggunakan kaja arah gunung sebagai hulu, dan kelod atau arah laut sebagai hilir.Kata Kunci : Bali Aga, Densitas, Edafik, Indeks Keanekaragaman, Klimatik, Komposisi, Persebaran Spesies, Pola Distribusi, Tri Mandala. The aim of this research were to determine: (1) Species plants of body symbols (2) Distributions plants of body symbols (3) Diversity plants of body symbols in Tri Mandala Tenganan Pegringsingan Village, and (4) Sosiosistem of plants of body symbols by Balinese Aga Tenganan Pegringsingan. The type of this research is descriptive explorative research. The research location is done in Tengah hamlet and Kauh hamlet in Tenganan Pegringsingan Village. The sample in this study includes ecosystem parameters and sociosystem parameters, samples on ecosystem parameters ie plants of body symbols contained in 33 squares with 10x10 m2 squares size, and sociosystem parameter of 15 people from three components of society include community leaders 5 people, religious leaders 5 people, and the general public 5 people. Sampling technique using stratified random sampling. Data distribution patterns were analyzed using Poison analysis, Diversity Index using Simpson diversity index analysis. The results of this study were: (1) There are 14 species plants of body symbols (24.66 % of body symbols of the entire plant community) (2) Distribution of plants includes distribution patterns found in 1 species, namely Beringin (Ficus benjamina) has a regular distribution pattern, while 13 species of other body symbols have a clustered distribution pattern, as well as the spread of plant species of body symbols as many as 3 species have medium distribution ie Coconut (Cocos nucifera L.), Teleng (Clitoria ternatea) and Eggplant (Solanum melongena), while the other 11 species have a narrow distribution (3) The diversity index of all plant and plants of body symbols shows a high diversity, while Plant density as a whole belongs to the low category (4) The Balinese Age Tenganan Pegringsingan people do not know, and do not use plants of body symbols, do not recognize the concept of Tri Angga, they also do not do ngaben or cremation but mendem, even though they know, properly implement Tri Mandala evidenced by the pattern of their house in accordance with Tri Mandala which uses the main road that linearly divides the village as the main headwaters of the mandala, slightly different from the Tri Mandala concept which uses the mountain direction as upstream.keyword : Bali Age, Climatic, Composition, Density, Distribution Pattern Diversity Index, Edaphic, Species Distribution, Tri Mandala.
Perubahan Densitas Seed, Seedling, Sapling, Dan Mature Spesies Tumbuhan Pakan Kera Di Hutan Wisata Monkey Forest, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar ., Ida Ayu Indra Putri Dewangkara; ., Prof. Dr. Nyoman Wijana,M.Si; ., Dr. I Wayan Sukra Warpala,S.Pd,M.Sc
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) seberapa besar densitas seed/fruit, seedling, sapling dan mature spesies tumbuhan pakan kera dan (2) pola perubahan seed/fruit, seedling, sapling dan mature spesies tumbuhan pakan kera. Penelitian ini dilakukan di Hutan Wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksploratif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh spesies tumbuhan yang ada di area Hutan Wisata Monkey Forest dengan luas area ± 27 hektar, sedangkan sampel pada peneltian ini adalah spesies tumbuhan yang termasuk kategori tumbuhan pakan alami kera yang berjumlah 6 spesies yaitu Antidesmus bunius, Ficus racemosa L, Pterospermium javanicum, Baccaurea racemosa, Glyricida sepium, dan Bachania arboresces. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan menggunakan sistematik sampling dengan menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 1x1 untuk seed/fruit dan seedling, 5x5 untuk sapling, dan 10x10 untuk mature sebanyak 35 kuadrat. Data dianalisis dengan menggunakan statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) besar densitas setiap tumbuhan pakan alami berbeda-beda, yaitu Ficus racemosa L (seed/fruit 24,5%, seedling 24,49%, sapling 21,43%, dan mature 16,66%), Antidesmus bunius (seed/fruit 22,6%, seedling 18,78%, sapling 18,57%, dan mature 16,67%), Baccaurea racemosa (seed/fruit 44,25%, seedling 43,88%, sapling 40,71%, dan mature 36,67%), Glyricida sepium (sapling 7,14% dan mature 11,67%), Pterospermium javanicum (seed/fruit 7,9%, seedling 8,16%, sapling 8,57%, dan mature 13,33%), dan Bachania arboresces (seed/fruit 1%, seedling 3,47%, sapling 3,57%, dan mature 5%). (2) terdapat 2 pola perubahan densitas yaitu pola struktur tidak seumur dengan tipe kurva L dan kurva J serta pola struktur bentuk cadangan. Kata Kunci : Densitas, Pakan Alami Kera, Stadia Pertumbuhan. This research was aims to determine (1) how much the density of seed/fruit, seedling, sapling and mature monkeys feed plant and (2) the pattern changes of seed/fruit, seedling, sapling and mature monkeys feed plant. The location this research at Monkey Forest, Ubud, Gianyar. This type of research is explorative research. The population in this research are all plant species that exist in the area of Monkey Forest with an area of ± 27 hectares, while the sample of this research is a plant species belonging to the category of natural feed of monkeys plants totaling 6 species that are Antidesmus bunius, Ficus racemosa L, Pterospermium javanicum, Baccaurea racemosa, Glyricida sepium, and Bachania arboresces. Data collection techniques of this research is to use systematic sampling, using squares method, with 1x1 to seed/fruit and seedling, 5x5 for sapling, and 10x10 for mature as much as 35 squares. Data were analyzed using statistical ecology, and descriptive. The results showed (1) a large density of every natural feed plants vary, that are yaitu Ficus racemosa L (seed/fruit 24,5%, seedling 24,49%, sapling 21,43%, dan mature 16,66%), Antidesmus bunius (seed/fruit 22,6%, seedling 18,78%, sapling 18,57%, and mature 16,67%), Baccaurea racemosa (seed/fruit 44,25%, seedling 43,88%, sapling 40,71%, and mature 36,67%), Glyricida sepium (sapling 7,14% and mature 11,67%), Pterospermium javanicum (seed/fruit 7,9%, seedling 8,16%, sapling 8,57%, and mature 13,33%), and Bachania arboresces (seed/fruit 1%, seedling 3,47%, sapling 3,57%, and mature 5%). (2) there are two patterns of density changes, namely uneven-age structural pattern with the type L curve and J curve and the reserve structural pattern.keyword : Density, Natural Feed of Monkey, Growth Stadia.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI JAMUR MIKROSKOPIS DARI RHIZOSPHERE TANAMAN ANGGUR BALI (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) DI DESA BANJAR, KECAMATAN BANJAR, BULELENG-BALI ., Ni Putu Hendrayani; ., Prof. Dr. Ni Putu Ristiati, M.Pd.; ., Ida Ayu Putu Suryanti, S.Si., M.Si.
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik genus jamur mikroskopis yang diisolasi dari rhizosphere tanaman anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle). Jenis penelitian ini yaitu deskriptif eksploratif. Tahapan dari penelitian ini terdiri dari tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap pengenceran sampel tanah, tahap purifikasi, tahap identifikasi dan analisis data. Subyek dalam penelitian ini yaitu seluruh jamur mikroskopis pada tanah rhizosphere tanaman anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) di desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Obyek dari penelitian ini yaitu isolat jamur mikroskopis yang diisolasi dari tanah rhizosphere tanaman anggur Bali desa Banjar, Kabupaten Buleleng. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur yang diisolasi dari rhizosphere tanaman anggur Bali memiliki karakteristik yang berbeda baik dari morfologi makroskopis maupun mikroskopis dan ditemukan 5 genus jamur yaitu genus jamur Trichoderma, Aspergillus, Fusarium, Penicillium dan Scytalidium.Kata Kunci : Desa Banjar, jamur, rhizosphere, anggur Bali (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) This study aim to know the characteristics genera of fungi microscopic isolated from the rhizosphere of Bali grapevine (Vitis vinifera L. var Alphonso Lavalle). The type of this study is descriptive explorative. Stages of this study consisted of preparation, implementation, dilution of soil sample, identification and analysis of the data. The subjects in this study were all microscopic fungi isolated from rhizosphere of Bali grapevine (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle) in Banjar village, Buleleng regency. Meanwhile, the object of this study is isolates of microscopic fungi from Bali grapevine in Banjar village, Buleleng regency. The results of this study is isolates of the genera fungi isolated from the rhizosphere Bali grapevine have different characteristics from macroscopic and microscopic morphology, base on identification found five genera of fungus that is genera of Trichoderma, Aspergillus, Fusarium, Penicillium and Scytalidium. keyword : Banjar village, fungi, rhizosphere, Bali grapevine (Vitis vinifera L. var. Alphonso Lavalle).