NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH
NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah is a journal published by the Sharia Banking Study Program. NISBAH is published to support the development of Islamic Banking which will contain articles on Islamic Banking both empirical, theoretical and practical studies. The editor accepts the manuscript with provisions according to the guidelines for the author. The Journal is published twice a year on June and December
Articles
194 Documents
KEMUNGKINAN PENERAPAN PROFIT EQUALIZATION RESERVE (PER) PERBANKAN SYARIAH DALAM TINJAUAN FIQIH DI INDONESIA
M Rofi Udin N.F.;
Rully Trihantana
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 1 No. 1 (2015): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.897 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v1i1.234
ABSTRAKSehubungan dengan upaya Bank Syariah mengatasi terjadinya “fund flight”, maka saat ini telah beredar isu mengenai sebuah instrumen yang digunakan untuk mengatasi kerugian tersebut yaitu Profit Equalization Reserve (PER).Tujuan yang ingin dicapai adalah Mengetahui penerapan PER (Profit Equalization Reserve) pada perbankan syariah dalam tinjauan fiqih. Mengetahui kemungkinan penerapan PER (Profit Equalization Reserve) pada perbankan syariah di Indonesia.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang berhubungan dengan penerapan PER (Profit Equalization Reserve) di perbankan syariah. Berdasarkan hasil penelitian, bahwa instrumen PER (Profit Equalization Reserve) ini termasuk pada mashlahah mursalah karena belum ada dalil yang memerintahkan dan melarangnya namun bermanfaat dan tidak bertentangan dengan dalil syar’i. sehingga instrumen PER (Profit Equalization Reserve) ini dapat dimungkinkan untuk diterapkan namun bank syariah harus mendapat persetujuan nasabah terlebih dahulu sebelum menciptakan PER (Profit Equalization Reserve) dan diakhir periode bank syariah harus mendistribusikan dana tersebut kepada nasabah dengan adil.Kata Kunci : Profit Equalization Reserve, kontrak Mudharabah
IMPLEMENTASI ASSET PROTECTION LENDING RATIONALE PADA PEMBIAYAAN KORPORASI DI BANK SYARIAH STUDI BANK SYARIAH MANDIRI
Rani Alfiani;
Rully Trihantana;
T Rifqy Thantawi
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 4 No. 1 (2018): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (649.849 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v4i1.843
Penilaian terhadap calon debitur pada dasarnya dilakukan tidak hanya terhadap calon debitur Asset Protection Lending Rationale (APLR) merupakan penilaian bank syariah terhadap kapasitas calon debitur terhadap pembiayaan korporasi yang bersifat permanen yang akan diberikan pembiayaan korporasi saja namun dilakukan pada seluruh pembiayaan yang diajukan debitur pada bank karena merupakan cara yang dilakukan bank syariah dalam menerapkan manajemen risiko pembiayaan. APLR dilakukan berdasarkan sistem analisis yang sama pada umumnya namun memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi karena skala pembiayaan yang besar dan bersifat permanen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yurids empiris. Hasil Akhir dari penelitian ini menjelaskan mengenai standar serta implementasi APLR pada pembiayaan Korporasi di bank syariah. Kata Kunci: Asset Protection Lending Rationale, Manajemen Risiko, Pembiayaan Korporasi
PERSEPSI MASYARAKAT KOTA BOGOR TERHADAP SKIM PEMBIAYAAN KPR SYARIAH
Arief Hidayatullah;
Tubagus Rifqy Thantawi
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 3 No. 1 (2017): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2371.553 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v3i1.783
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat Kota Bogor terhadap skim pembiayaan KPR pada bank syariah. Pada penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan menggunakan analisis metode Skala Likert dan Chi Kuadrat. Data primer diambil menggunakan metode kuesioner dengan pengambilan sampel menggunakan metode Slovin sebanyak seratus (100) sampel dari populasi masyarakat Kota Bogor. Adapun hasil dari perhitungan dengan metode Chi Kuadrat diperoleh nilai sebesar 84.100. Maka nilai dari Chi Kuadrat hitung lebih besar dari Chi Kuadrat tabel yaitu 84.100 >13.277 sehingga Ho dalam penelitian ini ditolak dan Ha diterima atau dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara KPR Syariah dan KPR Konvensional berdasarkan persepsi masyarakat Kota Bogor.
MODEL PEMANTAUAN PRINSIP KEHATIAN-HATIAN ATAS FUNGSI KEPATUHAN PADA PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Irma Yuliani
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 5 No. 1 (2019): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (531.139 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v5i1.1783
Penerapan terhadap prinsip kehati-hatian merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan pemenuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki penerapan pemantauan terhadap prinsip kehati-hatian pada perbankan syariah di Indonesia. Selanjutnya penelitian ini dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menyelidiki beberapa fakta yang diperoleh dari laporan tata kelola perbankan syariah. Penelitian ini mengambil 10 sampel perbankan syariah untuk dijadikan objek dan diselidiki implementasi pemantauan prinsip kehati-hatiannya. Dari hasil penyelidikan diperoleh hasil bahwasannya hanya terdapat beberapa perbankan yang mengimplementasikan pemantauan terhadap prinsip kehati-hatian. Diantara perbankan yang menerapkan pemantauan tersebut yaitu BNI Syariah, Panin Bank Syariah, MayBank Syariah Indonesia, Bank Mega Syariah, Bank Muamalat Indonesia, serta BSM syariah. Selain ke enam bank tersebut, hampir sebagian besar melaporkan aktiftias pemenuhan kepatuhan syariah secara simpel dan kurang memisahkan masing-masing unit kerja.
STUDI KELAYAKAN PEMBUKAAN CABANG BANK SYARIAH DI KOTA BOGOR PROVINSI JAWA BARAT (STUDI DI BANK SYARIAH MANDIRI)
Maryanto Maryanto;
Ating Sukma
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 2 No. 2 (2016): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (579.77 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v2i2.289
ABSTRAKPenelitian ini difokuskan untuk mengetahui proses studi kelayakan pembukaan cabang bank syariah di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tentang kelayakan pembukaan cabang bank syariah, yang meliputi prosedur pembukaan cabang bank syariah, standarisasi pembukaan cabang dan kendala-kendala dalam pembukaan cabang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan teknik analisis Miles and Huberman. Studi kelayakan merupakan hal terpenting yang harus dilakukan sebuah perusahaan sebelum menjalankan usahanya. Dengan studi kelayakan perusahaan akan mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dengan menggunakan analisis teknik Miles and Huberman diketahui bahwa prosedur dan standarisasi pembukaan cabang bank syariah sudah sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI), dan Rencana Bisnis Bank (RBB). Dengan menggunakananalisis SWOT diketahui letak posisi perusahaan dimasa yang akan datang berada padaposisi kuadran I yang artinya posisi perusahaan kuat dan berpeluang.Kata Kunci : studi kelayakan pembukaan cabang bank syariah
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA BPRS AMANAH UMMAH
Muhammad Hamdani;
Tubagus Rifqy Thantawi
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 4 No. 1 (2018): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (614.521 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v4i1.1145
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan pelaksanaan serta pengawasan pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan perekonomian melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) oleh BPRS Amanah Ummah dan sejauh mana keberhasilan program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dilakukan oleh BPRS Amanah Ummah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif dengan sampel lembaga keuangan syariah di Kabupaten Bogor. Hasil dalam penelitian ini adanya ketidak jelasan antara penyaluran dana CSR (Corporate Social Responsibility) dan dana ZIS yang ada di BPRS Amanah Ummah, sehingga belum diketahui sejauh mana keberhasilan program pemberdayaan masyarakat melalui program CSR (Corporate Social Responsibility) BPRS Amanah Ummah.
ANALISIS PENERAPAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BANK UMUM SYARIAH BERDASARKAN PERATURAN BANK INDONESIA NO.11/33/PBI/2009
Siti Wadiah;
Rully Trihantana
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 1 No. 2 (2015): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (606.031 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v1i2.235
ABSTRAKPenerapan praktik tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG) bagi Bank Umum Syariah bukan semata mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku namun juga berarti upaya inovasi dan penyempurnaan pengelolaan secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas penerapan prinsip-prinsip GCG. Bank Umum Syariah melaksanakan tata kelola perusahaan dengan berpedoman pada Peraturan Bank Indonesia No.11/33/PBI/2009 tanggal 7 Desember 2009 dan Surat Edaran Bank Indonesia No.12/13/DPbs tanggal 30 April 2010 tentang pelaksanaan GCG bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah yaitu penerapan lima prinsip dasar Keterbukaan (Transparency), Akuntabilitas (accountability), Pertanggung jawaban (Responsibility), Profesional (Professional) dan Kewajaran (Fairness).Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan kuesioner, wawancara, dan analisis dokumen-dokumen perusahaan yang terkait dengan GCG. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa implementasi prinsip–prinsip GCG telah dilaksanakan pada seluruh tingkatan atau jenjang organisasi dan telah sesuai dengan landasan pelaksanaan GCG pada Bank Umum Syariah yaitu Peraturan Bank Indonesia No. 11/33/PBI/2009.
PERAN SERTA DAN MEKANISME BANK SYARIAH PADA PEMBIAYAAN SINDIKASI DI BANK SYARIAH MANDIRI PUSAT
Mardiana Yose;
Rully Trihantana
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 3 No. 2 (2017): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1088.252 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v3i2.814
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peranan bank syariah pada pembiayaan sindikasi serta mengetahui bagaimana mekanisme sindikasi di BSM. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data primer pada penelitian ini berupa dokumen-dokumen terkait pembiayaan sindikasi, sedangkan untuk data sekunder berupa informasi yang diperoleh dari internet, buku, jurnal, artikel, dan literatur lainnya. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa peran serta bank syariah pada pembiayaan sindikasi tidak hanya untuk meningkatkan asset perbankan syariah saja, melainkan untuk menjaga likuiditas dan ikut berkontribusi dalam pembangunan nasional di Indonesia. Hal tersebut mengharuskan bank syariah meningkatkan prudential banking dalam memberikan pembiayaan sindikasi dengan cara menerapkan mekanisme sindikasi dengan proses analisa yang mendalam agar pembiayaan yang disalurkan dapat kembali dengan aman
PENGARUH PENERAPAN ETHIC (EXCELLENCE, TEAMWORK, HUMANITY, INTEGRITY, CUSTOMER FOCUS) PEGAWAI BANK SYARIAH MANDIRI TERHADAP LOYALITAS NASABAH (STUDI PADA NASABAH BANK SYARIAH MANDIRI KOTA BOGOR)
Irfan Hoerudin
NISBAH: Jurnal Perbanka Syariah Vol. 5 No. 1 (2019): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (679.575 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v5i1.1967
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan ETHIC BSM berpengaruh terhadap loyalitas nasabah di Bank Syariah Mandiri Kota Bogor, dan faktor mana yang paling dominan mempengaruhi loyalitas nasabah. Metode penelitan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis faktor. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disebarkan kepada nasabah Bank Syariah Mandiri yang berdomisili di Kota Bogor. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan ETHIC BSM berpengaruh terhadap loyalitas nasabah dengan persentase sebesar 73,041 persen sisanya ada faktor lain, dan faktor kepuasan pelanggan, amanah, cerdas, maslahat, peduli, saling menguntungkan, kerja keras, ikhlas, dan taat merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi loyalitas nasabah Bank Syariah Mandiri Kota Bogor.
ANALISIS PENERAPAN HEDGING DI PERBANKAN SYARIAH INDONESIA
Lina Ade Chusmita;
Tubagus Rifqy Thantawi
NISBAH: JURNAL PERBANKAN SYARIAH Vol. 2 No. 2 (2016): NISBAH: Jurnal Perbankan Syariah
Publisher : Sharia Banking Study Program, Faculty of Islamic Economics, Djuanda University, Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (537.537 KB)
|
DOI: 10.30997/jn.v2i2.224
ABSTRAKPenelitan ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hedging di Perbankan Syariah Indonesia dalam memitigasi risiko pasar akibat dari fluktuasi kurs valas. Peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan teknik Model Miles and Huberman. Adapun obyek dari penelitian ini adalah instrumen hedging syariah yang diadopsi dari produk Perbankan Konvensional, lalu disyariahkan dan dikemas dalam ketentuan Fatwa DSN-MUI No. 96/DSN-MUI/IV/2015, PBI No. 18/2/PBI/2016 dan Opini DPS No. 17/26/DPS/XII/2015 tentang Rencana Transaksi Lindung Nilai (Hedging) Syariah. Dari tujuan dan obyek yang menjadi perhatian peneliti, kemudian peneliti murni mengambil sampel di PT.Bank Syariah Mandiri (BSM) yang telah menerapkan hedging syariah melalui kontrak forward agreement. Hasil dari penelitian ini, secara sederhana dapat disimpulkan, bahwa penerapan hedging yang telah diterapkan oleh BSM telah sesuai dengan ketentuan, baik ketentuan dari Fatwa DSN-MUI, PBI maupun DPS. Akan tetapi disisi lain ada hal yang harus menjadi pertimbangan lebih serius bagi bank untuk menerapkan intrumen hedging syariah. Hal ini dikarenakan terdapat sifat yang melekat diinstrument hedging tersebut yang memang sulit untuk dihindari dan dihilangkan.Kata kunci : Hedging, Contract Forward Agreement.