cover
Contact Name
Mohammad Rizki Fadhil Pratama
Contact Email
mohammadrizkifadhilpratama@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lp2m@umpalangkaraya.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Jurnal Hadratul Madaniyah
ISSN : 24073865     EISSN : 26551993     DOI : -
Core Subject : Education,
The publication of Jurnal Hadratul Madaniyah certainly participates in disseminating the results of research and review of science and technology development conducted by lecturers and researchers especially from UM Palangkaraya and other universities. This edition contains 6 articles consisting of Islamic Studies and Islamic Law topics.
Arjuna Subject : -
Articles 144 Documents
PENGGUNAAN MEDIA ONLINE SEBAGAI SARANA PROMOSI PEDAGANG KAIN TRADISIONAL DI KOTA PALANGKA RAYA Mariya Ulfah; muslimah muslimah; abdul Helim
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3078

Abstract

Perdagangan dalam era globalisasi yang di iringi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin canggih, diantaranya penyebaran informasi serta akses komunikasi melalui media sosial begitu cepat dan efisien. Hal tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung berdampak terhadap perdagangan, termasuk perdagangan kain tradisional di kota Palangka Raya. Baik itu berdampak positif maupun dampak negatif, dampaknya pun tidak terbatas pada kalangan pedagang kain tradisional saja, namun telah meluas ke seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada pedagang kain tradisional di palangkaraya kalimantan Tengah, Pada observasi awal terdapat beberapa temuan yang menarik tentang pedagang kain tradisional ini, antara lain para pedagang ini dalam hal pendidikan ada beberapa yang hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) serta ada juga yang tidak lulus Sekolah SD, ada juga beberapa orang yang masih belum lancar membaca bahkan tidak bisa membaca. Akan tetapi dengan keterbatasan mereka tersebut, mereka mampu menggunakan media online, bahkan mampu menggunakan media online sebagai sarana promosi, dan menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui media online terebut. Penelitian ini termasuk penelitian yang menggunakan metode penelitian kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dialkukan penulis, maka dapat disimpulkan hasil penelitian sebagai berikut : 1. Bahwa cara yang digunakan pedagang menggunakan media online dalam mempromosikan barang dagangan bahan Kain Tradisional terkhusus di pasar besar Kota Palangka Raya yaitu melakukam cara jual beli di mana penjual dan pembelinya tidak harus bertemu untuk melakukan negosiasi dan transaksi. Kegiatan jual beli online di dalam forum internet, khususnya forum jual beli online seperti Facebook, Instagram Whattsapdan lain-lain. 2. Menggunakan media online dalam mempromosikan barang dagangannya di Kota Palangka Raya bagi para pedagang kain tradisional sangatlah membantu dan transaksi jual beli online juga memiliki dampak positif karena dianggap praktis cepat dan mudah.
FATWA MUI TENTANG NIKAH DIBAWAH TANGAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI HUKUM ISLAM Arisman Arisman
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3079

Abstract

Pernikahan dibawah tangan adalah pernikahan yang telah memenuhi unsur syarat dan rukun nikah, namun tidak dicatatkan pada lembaga resmi Pemerintah. Penulis sepakat dengan pendapat ulama klasik dan fatwa MUI. Perbedaan sikap antara Ulama Timur Tengah di Mesir dan Yordania dengan MUI, dilatarbelakangi berbagai faktor sosiologis di masing-masing Negara. Faktor sosiologis masyarakat Indonesia yang beragam adat-istiadat, budaya dan letak geografisnya tentunya memberi pengaruh terhadap interaksi sosial dan sikap keber-agamaan. Faktor sosiologis ini sesuai dengan kaidah fikih “taghaiyur al-fatwa bi taghaiyur al-azman wa al-makan” (berubahnya fatwa disebabkan perubahan zaman dan keadaan). Penulis berkesimpulan, bahwa pernikahan dibawah tangan di Indonesia hukumnya sah selama terpenuhi unsur syarat dan rukun nikah, karena masih banyak masyarakat muslim Indonesia yang berada di bahwa garis kemiskinan, hidup di daerah yang sangat terpencil, ditambah lagi aturan birokrasi perikahan dan poligami yang masih sulit. Namun dalam kondisi normal hukumnya haram, hal ini untuk menghindari mudharat yang berdampak negatif kepada pihak istri dan masa depan anak demi tercapainya kemashlahatan dalam kehidupan manusia. Maka pencatatan pernikahan menjadi sangat penting dan menjadi wajib dalam kondisi normal.
BELAJAR ALQUR’AN DENGAN HUKUM BACAANNYA BERSAMA MAJELIS TA’LIM IBU – IBU DESA JAYA KELAPA KECAMATAN MENTAYA HILIR SELATAN Rining Hastiningsih; normuslim normuslim; Ahmadi Ahmadi
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3080

Abstract

Penelitian ini bermula dari terbentuknya Majelis Ta’lim ibu –ibu komunitas arisan di Desa Jaya Kelapa yang berisi cara membaca Alqur’an dengan hukum bacaannya, dan dengan latar belakang belum bisa, tidak tahu, belum lancar dalam membaca Alqur’an maka keinginan, dan semangat untuk belajar agar bisa membaca Alqur’an dengan benar sesuai dengan hukum bacaannya membuat ibu – ibu sangat antusias dalam mengikuti kajian Aqur’an di Majelis Ta’lim tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif . Kesimpulan dari penelitian Majelis Ta’lim ibu-ibu komunitas arisan di Desa Jaya Kelapa adalah 1. Terbentuknya Majelis Ta’lim yang memfokuskan pada pembelajaran cara membaca Alqur’an dengan benar beserta hukum bacaannya, ternyata sangat berpengaruh pada cara membaca surah- surah di dalam Aqur’an terutama surah Alfatikhah yang sebagai bacaan wajib sahnya sholat. 2. Kebiasaan membaca Alqur’an akan membuat hidup lebih baik, karena setiap huruf yang dibaca terdapat kebaikan –kebaikan yang tak ternilai pahalanya.
PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS KEARIFAN LOKAL HUMA BETANG DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN ISMUBA KELAS X IPS DI SMA MUHAMMADIYAH KASONGAN Supriadi Supriadi; Halpi Halpi
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3082

Abstract

Penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan: (1) Bagaimana pendidikan karakter berbasis kearifan lokal huma betang pada kegiatan pembelajaran ISMUBA kelas X di SMA Muhammadiyah Kasongan?, (2) Bagaimana nilai karakter berbasis kearifan lokal huma betang dalam kegiatan pembelajaran ISMUBA kelas X IPS di SMA Muhammadiyah Kasongan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif kualitatif, adapun subjek dalam penelitian ini adalah 1 (satu) orang guru ISMUBA, sedangkan informan dalam penelitian ini adalah Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum dan Kepala SMA Muhammadiyah Kasongan. Sekolah. Data yang dicari dalam penelitian ini dikumpulkan melalui teknik observasi langsung, wawancara dan dokumentasi yang divalidasi dengan Triangulasi, kemudian dianalisis melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil di lapangan menunjukkan bahwa: (1). Pendidikan karakter di SMA Muhammadiyah Kasongan berjalan dengan baik ditandai dengan perubahan nilai-nilai filosofis Huma Betang seperti nilai kejujuran, kebersamaan, kerukunan, serta nilai taat hukum dan agama. (2) Nilai karakter yang muncul dari pendidikan karakter berbasis kearifan lokal huma betang dalam kegiatan pembelajaran ISMUBA kelas X IPS di SMA Muhammadiyah Kasongan adalah nilai karakter disiplin, religi, religi, sosial, rasa ingin tahu, gemar membaca, kerja keras, tanggung jawab, kreatif, jujur, ramah/komunikatif dan penghargaan prestasi. Tugas guru ISMUBA dalam pendidikan karakter berbasis kearifan lokal adalah menjadi pendidik, pengajar dan pelatih. Terkait perannya sebagai motivator, direktur/direktur, inisiator, mediator, fasilitator dan evaluator
PERAN SUPERVISOR PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Taufik Adji Sasono; Istiqlaliyah Istiqlaliyah
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3083

Abstract

Peran Supervisor Pendidikan dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru Pendidikan Agama Islam. Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan di dunia ini. Dikatakan demikian, karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Pendidikan adalah usaha sadar yang dengan sengaja dirancangkan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pendidikan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Salah satu usaha untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ialah melalui proses pembelajaran di sekolah. Supervisor menghadapi berbagai persoalan yang kompleks yang berhubungan dengan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Problem yang dihadapi guru terlebih lagi guru pendidikan agama Islam yang menjadi perhatian supervisor sangat beragam dan tidak dapat dipecahkan dalam satu kebijakan yang seragam, maka perlu ada interaksi antara supervisor dan guru. Guru profesional merupakan faktor penentu proses penentu pendidikan yang berkualitas. Pada dasarnya tugas supervisor sangat luas dan kompleks, namun dalam pelaksanaannya harus lebih terfokus pada pengembangan kemampuan guru, sebab mereka merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, umpan balik setelah pelaksanaan supervisi mutlak diperlukan agar guru bisa mengetahui kelebihan dan kelemahannya, sehingga mereka dengan segera dapat memperbaikinya. Indikator guru PAI yang profesional selalu dilihat dari perspektif kinerja dalam menjelaskan, memahamkan dan mengembangkan nilai nilai ajaran Islam kepada peserta didik dan masyarakat. Guru PAI yang profesional setidaknya memiliki tiga misi, yaitu misi dakwah Islam, misi pedagogik, dan misi pendidikan.
STRATEGI PENDIDIKAN ISLAM DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA PERSPEKTIF ZAKIAH DARADJAT Neng Ulya; Khalid Ramadhani
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v8i2.3084

Abstract

Realitas Pendidikan Islam saat ini bisa dibilang telah mengalami masa intellectual deadlock. Hal tersebut terjadi karena akibat dari minimnya upaya pembaharuan dan praktek pendidikan Islam sejauh ini masih memelihara warisan yang lama dan tidak banyak melakukan pemikiran kreatif, inovatif dan kritis terhadap isu-isu aktual. Selain itu, model pembelajaran pendidikan Islam terlalu menekankan pada pendekatan intelektualisme-verbalistik dan menegasikan pentingnya interaksi edukatif dan komunikasi humanistik antara guru-murid. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kepustakaan (library research). Data-data yang dikumpulkan berasal dari tulisan-tulisan Zakiah Daradjat sebagai data utama (primer) dan sumber-sumber lainnya yang relevan dengan pembahasan sebagai data sekunder, baik itu berupa buku, majalah, artikel, makalah, hasil-hasil penelitian ataupun buletin yang ada kaitannya dengan penelitian ini. Dari hasil penelitian pemikiran Zakiah Daradjat tentang strategi pendidikan Islam dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dapat di sederhanakan menjadi :Pertama, Konsep Strategi pendidikan Islam menurut Zakiah Daradjat untuk meningkatkan kualitas SDM terdiri dari dua model, yaitu strategi pendidikan yang bersifat makro dan strategi pendidikan yang bersifat mikro. Kedua, Manusia merupakan makhluk yang memiliki kemampuan istimewa di antara makhluk lainnya. Agar umat islam berperan aktif dan survive di era globaliasasi, Menpunyai keterampilan untuk melaksanakan peranan kemasyarakatan dengan baik, dan berakhlak mulia. dalam bidang sokial, politik, dan kemajuan iptek. Ketiga, Starategi pendidikan Islam yang digagas Zakiah Daradjat ,Potensi-potensi yang diberikan kepada manusia pada dasarnya merupakan petunjuk (hidayah) Allah yang diperuntukkan bagi manusia supaya ia dapat melakukan sikap hidup yang serasi dengan hakekat penciptaannya.
MAKNA ASAS KEADILAN SEBAGAI DASAR TRANSAKSI DALAM ISLAM Muhammad Rizali
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v9i1.3662

Abstract

Kegiatan transkasi merupakan salah satu kegiatan sehari hari yang dilakukan oleh manusia sebagai usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidup. Agar setiap manusia tidak memakan hak manusia yang lain dengan jalan yang batil, maka Islam menjadikan keadilan sebagai dasar dalam bertransaksi. Sekalipun keadilan menjadi asas yang melandasi kegiatan transaksi di dalam Islam, namun pada faktanya beberapa bentuk transaksi seolah menunjukkan adanya ketidaksamaan nilai atau hasil, seperti ketidaksamaan dalam nisbah bagi hasil antara nasabah dan bank syariah di dalam transaksi perbankan. Fakta ini kemudian seolah mempertanyakan apakah dasar legitimasi ketidaksamaan itu dan apakah hal itu dapat dinilai sebagai sesuatu yang adil ?Berdasarkan hal ini penting kemudian untuk menjelaskan apa makna asas keadilan yang menjadi dasar transaksi di dalam Islam.
REVOLUSI MENTAL: PEMUDA DAN HABIT BARUNYA DALAM PERSPEKTIF ISLAM SEBUAH UPAYA DALAM MENIMALISIR DAMPAK NEGATIF KECANDUAN MEDIA SOSIAL MASA KINI Ilhamsyah Ilhamsyah; Mitra Mitra
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v9i1.3663

Abstract

Penggunaan aplikasi di smartphone seperti youtube, whatsapp, instagram facebook, tiktok, twitter dll telah membuktikan tingkat kecanduan masyarakat Indonesia terhadap media sosial tersebut, pemakai aplikasi medsos banyak di gandrungi oleh kalangan milenial atau kalangan remaja generasi muda. Tidak cuma adanya dampak baik dari media sosial seperti penyederhanaan interaksi sosial yang tidak lagi berbatas waktu dan tempat, akan tetapi jika pengguna atau user smartphone itu kecanduan terhadap gadgetnya hal ini juga berpeluang untuk memberi dampak buruk terhadap user smartphone itu sendiri. Untuk itu diperlukan kebijaksanaan dalam penggunaan gadget smarphone supaya tujuan kebaikan tetap tersampaikan dengan pembiasaan atau dengan melakukan counter-counter positif terhadap konten negatif baik dari segi pengguna smarphonenya maupun isi didalam media sosial tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan revolusi mental pemuda dan kebiasaannya perpektif Islam terhadap fenomena penggunaan media sosial masa kini. Dengan memperoleh informasi penggalian data melalui studi kepustakaan terhadap kajian literatur yang relevan diharapkan menghadirkan solusi dari problematika kecanduan gadget smartphone, dan dengan menelaah literatur keislaman harapannya juga memberikan pandangan yang mencerahkan untuk mengcounter dampak negatif dari habit pemuda sehingga muncul generasi muda yang dapat memberikan harapan yang baik dalam memakai smartphone.
IMPLEMENTASI ETIKA BERMEDIA SOSIAL (WHATSAPP) MENURUT PRESEPEKTIF AL-QUR’AN DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DI MASA COVID-19 Sugiannoor Sugiannoor; Mitra Mitra
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v9i1.3696

Abstract

Seiring perkembangan zaman, penggunaan media sosial (medsos) semakin berkembang pesat dari tahun ke tahun, khususnya di Indonesia. Bahkan, media sosial saat ini dapat dikatakan menjadi suatu kebutuhan wajib bagi setiap masyarakat karena dengan tanpa adanya media sosial, mereka tidak bisa mengetahui berita-berita atau perkembangan terbaru. Telah banyak sekali manfaat Medsos bagi kemudahan komunikasi manusia modern. Dari mulai ngobrol, kirim info, hingga berbagi ilmu pengetahuan dan sarana dakwah. Tetapi tidak sedikit juga keburukan dan kejahatan yang meningkat pesat melalui medsos. Dari mulai menggunjing orang, membully, hingga penipuan dan bisnis pelacuran. Jadi Medsos ini adalah media yang bermata dua: mata kebaikan dan mata kejahatan. Bagaimana media sosial ini mempengaruhi kehidupan masyarakat terkhusus lagi di kalangan pelajar dimana media sosial digunakan sebagai sarana pembelajaran di masa Covid-19? Jika Indonesia sendiri memiliki pengguna media sosial, akan mencapai sekitar 202,6 juta pada tahun 2021. Apa pengaruh yang kuat! Jumlah pengguna media sosial di dunia mencapai 4,22 miliar pada tahun 2021. Ada lebih dari 1,3 juta pengguna baru di seluruh dunia setiap hari. Ini berarti bahwa orang-orang di seluruh dunia akan segera terhubung ke jaringan Internet, mengurangi jarak dan batas waktu antara negara dan benua hanya dalam beberapa detik. Suatu keadaan yang belum pernah dialami manusia di muka bumi dalam sejarah masa lalu. Sebagai pengikut media sosial, yang mempengaruhi kita adalah bagaimana kita melihat dan menanggapi interaksi media sosial. Apakah Anda memiliki panduan dalam agama kita yang mulia yaitu Al-Qur'an dan Sunnah, untuk itu perlu mempertimbangkan manfaat dan bahaya besar dari media sosial ini.
EFEKTIVITAS BERACARA SECARA E-LITIGASISAAT PANDEMI COVID-19 DI PENGADILAN AGAMA TAMIANG LAYANG Samsul Bahri; Sadiani Sadiani; Elvi Soeradji; Ardi Akbar Tanjung
Jurnal Hadratul Madaniyah Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Hadratul Madaniyah
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jhm.v9i1.3697

Abstract

Tersedianya layanan beracara secara elektronik di Pengadilan Agama Tamiang Layang bertujuan untuk memberikan layanan yang mudah, cepat dan biaya ringan serta sebagai solusi dalam pelayanan saat pandemi Covid 19. Berkenaan itu, maka penelitian ini dilakukan untuk mengetahui: (1) Bagaimana beracara secara e-Litigasi e-litigasi saat pandemi Covid 19 di Pengadilan Agama Tamiang Layang? (2) Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Pengadilan Agama Tamiang Layang untuk beracara secara e-Litigasi saat Pandemi Covid 19 agar berjalan efektif? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif. Sedangkan pedekatan dilakukan secara yuridis empiris dengan metode pengolahan data secara kualitatif dengan cara melakukan observasi dan wawancara kepada informan para aparatur Pengadilan Agama Tamiang Layang sebanyak 3 orang, yang terdiri dari Hakim dan pejabat kepaniteraan. Data yang diperoleh kemudian diverifikasi dan dianalisis dengan teori efektivitas hukum yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto untuk mengetahui tingkat efektivitas beracara secara elektronik di Pengadilan Agama Tamiang Layang. Hasil penelitian ini: (1) Layanan beracara secara elektronik di Pengadilan Agama Tamiang Layang saat Pandemi Covid 19 belum berjalan efektif. Hal ini dikarenakan hanya faktor hukum, faktor aparatur, dan faktor sarana saja yang bisa dikatakan efektif, sedangkan faktor masyarakat dan faktor budaya belum berjalan secara efektif. (2) Upaya Pengadilan Agama Tamiang Layang dalam memberikan layanan beracara secara elektronik melalui mempersiapkan aparatur yang profesional, pemenuhan sarana dan prasarana dan melakukan sosialisasi secara terus-menerus kepada masyarakat. Dari hasil penelitian berkesimpulan bahwa: (1) Perlu adanya perubahan terhadap Hukum Acara di Indonesia (KUHPerdata) agar bisa mengakomodir persidangan secara elektronik, (2) Adanya bimbingan teknik kepada aparatur peradilan terkait persidangan secara elektronik, dan (3) Sosialisasi yang dilakukan secara masif dan terukur tentang E-Court dan E-Litigasi agar masyarakat bisa menerima hingga menjadi sebuah budaya hukum yang baru di Indonesia.

Page 8 of 15 | Total Record : 144