cover
Contact Name
I Gede Arjana
Contact Email
igede.arjana@undiksha.ac.id
Phone
+6287701436225
Journal Mail Official
jurnalpendidikanfisikaundiksha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha
ISSN : 25992554     EISSN : 25992562     DOI : 10.23887
As an international, multi-disciplinary, peer-refereed journal, the scope of this journal is in learning and instruction area which provides a platform for the publication of the most advanced scientific researches in the areas of learning, development, instruction and teaching of physic education in Ganesha University of Education(GUE). The journal welcomes original empirical investigation. The papers may represent a variety of theoretical perspectives and different methodological approaches. They may refer to any age level, from infants to adults and to a diversity of learning and instructional settings, from laboratory experiments to field studies. The major criteria in review and the selection process concerns the significance of the contribution to the area of learning and instruction. Instruction, learning and teaching, curriculum development, learning environment, teacher education, educational, technology, and educational development at physic Education
Articles 443 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED FLIPPED CLASSROOM TERHADAP KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH SISWA KELAS XI IPA Arnata, I.W.; Mardana, I. B. P.; Suwindra, I. N. P.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 10, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v10i1.26709

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbedaan keterampilan pemecahan masalah siswa antara siswa yang belajar dengan model Problem Based Flipped Classroom (PBFC), model Traditional Flipped Classroom (TFC), dan model Direct Instruction (DI). Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain post-test only control group design. Populasi penelitian ini berjumlah 357 siswa kelas XI IPA SMA Negeri 8 Denpasar dengan sampel penelitian berjumlah 107 siswa dan terdistribusi ke dalam tiga kelas. Data keterampilan pemecahan masalah siswa diperoleh melalui tes keterampilan pemecahan masalah dan dianalisis menggunakan analisis deskripsif dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan keterampilan pemecahan masalah siswa antara kelompok yang belajar dengan model PBFC, model TFC, dan model DI. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji hipotesis menggunakan ANAKOVA yang menunjukan nilai statistik F* = 1317.899 dengan angka signifikansi 0,001 (p < 0,05) yang berarti hipotesis penelitian diterima. Hasil uji LSD menunjukan bahwa keterampilan pemecahan masalah siswa yang belajar dengan model PBFC lebih tinggi dibandingkan dengan TFC dan DI Kata Kunci: Model PBFC, Model TFC, Model DI, Keterampilan Pemecahan Masalah
PENGARUH TINGKAT KECEMASAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR FISIKA ., Ani Dwi Lestari; ., Prof. Dr I Wayan Sadia,M.Pd; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5547

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis pengaruh tingkat kecemasan terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar, (2) Menganalisis pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar, dan (3) Menganalisis pengaruh tingkat kecemasan dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kausal komparatif. Penelitian kausal komparatif bersifat ex post facto. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar. Sampel diambil dengan teknik proportional random sampling. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 7 Sekolah dengan jumlah 377 responden. Data kecemasan dan motivasi belajar diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data prestasi belajar siswa diperoleh dengan tes objektif. Data dianalisis dengan teknik statistika deskriptif dan regresi linear berganda dua prediktor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh signifikan tingkat kecemasan terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar dengan sumbangan efektif 0,47%. (2) Terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar dengan sumbangan efektif 12,73%. (3) Terdapat pengaruh signifikan tingkat kecemasan dan motivasi belajar terhadap prestasii belajar fisika siswa kelas X SMA Negeri di Kota Denpasar dengan sumbangan efektif 13,2%.Kata Kunci : kecemasan, motivasi belajar, prestasi belajar siswa. This study aimed at (1) analyzing the influence of anxiety towards the physics learning achievement on the first grade students of all SMANs in Denpasar, (2) analyzing the influence of learning motivation towards physics learning achievement on first grade students of all SMANs in Denpasar, and (3) analyzing the influence of anxiety level together with learning motivation towards physics learning achievement on the first grade students of all SMANs in Denpasar. This type of research was causal comparative research. Causal comparative research is an ex post facto. The population of this study was all students on first grade of all SMANs in Denpasar. Samples were taken by proportional random sampling technique. Sample of this study consisted of 7 schools with 377 respondents. Anxiety and motivation were collected by using a questionnaire. Student achievement was obtained by using objective test. Data were analyzed by using descriptive statistics and multiple linear regression two predictors. The results of study show that: (1) There is a significant influence of anxiety level towards physiscs learning achievement on the first grade students of all SMANs in Denpasar with the amount of effective contribution is 0.47%, (2) There is a significant effect of learning motivation towards physics learning achievement on the first grade students of all SMANs in Denpasar with the amount of effective contribution is 12.73%. (3) There is a significant influence of anxiety levels and learning motivation toward physics learning achievement on the first grade students of all SMANs in Denpasar with the amount of effective contribution is 13.2%.keyword : anxiety, learning motivation, student’s academic achievement.
MISKONSEPSI SISWA DAN CARA PENANGGULANGANNYA DI XI MIA 3 SMA NEGERI 1 BANGLI ., I Komang Januariyasa; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.5646

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan miskonsepsi siswa, (2) mendeskripsikan penyebab miskonsepsi, (3) mendeskripsikan penanggulangan miskonsepsi, dan (4) menganalisis retensi siswa. Bentuk penelitian yang digunakan adalah pra-ekspermin. Jumlah sampel penelitian adalah 35 orang siswa. Miskonsepsi siswa dikumpulkan menggunakan tes miskonsepsi pada materi fluida dinamis. Pre-test dan post-test digunakan untuk melihat keefektifan penanggulangan miskonsepsi. Retensi siswa diperoleh dengan membandingkan skor post-test dan tes retensi. Pre-test, post-test dan tes retensi menggunakan tes yang sama pada materi teori kinetik gas. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variasi miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis sebanyak 58 miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi adalah diri siswa, buku dan pengalaman. Penanggulangan miskonsepsi dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran perubahan konseptual. Berdasarkan hasil analisis uji-t didapatkan signifikasi (0,000) < taraf (0,05). Hal tersebut menunjukkan penanggulangan miskonsepsi menggunakan model pembelajaran perubahan konseptual berpengaruh signifikan terhadap pemahaman konsep siswa. Penurunan persentase siswa yang miskonsepsi dari 55% menjadi 10%. Hal tersebut menunjukkan penanggulan miskonsepsi berhasil menurunkan miskonsepsi siswa. Hasil analisis tes retensi didapatkan persentase retensi (R) = 85,06%. Hal tersebut menunjukkan retensi siswa terhadap konsep fisika tergolong tinggi.Kata Kunci : miskonsepsi, fluida dinamis, retensi, teori kinetik gas This research aimed at: (1) describing the students’ misconceptions, (2) describing the causes of misconceptions, (3) describing the misconceptions overcome, and (4) analyzing the student’ retentions. The design of this research was pre-experiment. The samples of this research were 35 students. The students’ misconceptions were collected by misconception test on dynamic fluid mater. The pre-test and post-test were used to determine the effectiveness of misconceptions overcome. The students’ retention was obtained by comparing the score of post-test and score of test retention. The pre-test, post-test and retention test used the same test on the mater of kinetic theory of gases. The results show that the variation of misconceptions on dynamic fluid are 58 misconceptions. The causes of misconceptions are from their self, the books and their experiences. Misconceptions overcome is held by applying conceptual change learning model. From the t-test analysis, it is obtained that the value of significance (0.000) < level (0.05). It shows that the misconceptions overcome by conceptual change teaching model has a significant effect on students' concepts understanding. The decreasement on the percentage of misconception students is from 55% to 10%. It shows that the misconception overcome is successful in reducing students’ misconceptions. The retention test analysis results reveals that the retention percentage (R) is 85.06%. It shows that the retention of students towards the physics concepts is high.keyword : misconceptions, dynamic fluid, retention, kinetic theory of gases
ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU IPA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SMP NEGERI 1 BANJAR ., Kadek Hary Mahardika; ., Drs. Ida Bagus Putu Mardana,M.Si; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 2, No 1 (2015):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v2i1.6360

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kompetensi pedagogik yang dimiliki guru IPA dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran menggunakan Kurikulum 2013. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan pada semester ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Jenis penelitian ini penelitian kualitatif studi kasus. Subjek penelitian ini adalah dua orang guru IPA yang mengajar di kelas IX SMPN 1 Banjar, yang dipilih secara purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif, wawancara semiterstruktur, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan secara periodik selama dan setelah pengumpulan data melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, paparan data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Keabsahan data ditentukan melalui uji kredibilitas, transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut. (1) Pada perencanaan pembelajaran, guru menyiapkan RPP, LKS, dan media pembelajaran. Kompenen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dibuat mengikuti sistematika Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013. (2) Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sesuai dengan Kurikulum 2013, yaitu memuat kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Karakteristik pendekatan saintifik yang terlihat pada kegiatan inti pembelajaran belum proporsional. Pendekatan saintifik yang dominan terlaksana adalah aspek mengamati, mengumpulkan informasi, dan mengasosiasi. (3) Evaluasi pembelajaran guru sesuai dengan Kurikulum 2013, yaitu penilaian hasil belajar aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, program remedial, dan pengayaan. Namun demikian, sebagian besar penilaian tidak dapat dilakukan secara periodik. Permasalahan dan kendala yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum 2013 disebabkan oleh ketidaksesuaian antara banyaknya tugas guru dengan alokasi waktu pembelajaran yang tersedia.Kata Kunci : kompetensi guru, kompetensi pedagogik, kurikulum 2013. This study aimed at describing the pedagogic competence which science teachers had in planning, conducting, and evaluating learning result using Curriculum 2013. The study was conducted for three months in first semester of academic year 2015/2016. The study was designed as qualitative case study. Subjects of the study were two science teachers who taught at grade nine in SMPN 1 Banjar chosen by using purposive sampling. Techniques used in collecting data were partisipative observation, semi-structured interview, and document study. Data were analyzed periodically during and after collecting the data through 3 steps; data reduction, data description, and drawing the conclusion and verification. Results of this study are as follows. (1) in planning the lesson, teachers prepare lesson plans, student’s worksheet, and learning media. The components of lesson plan are as what in Curriculum 2013. (2) the learning activities done by the teachers are based on Curriculum 2013 in which there are introduction activity, main activity, and closing activity. The characteristic of scientific approach seen in the core activities of learning is not proportional yet. The implemented dominant scientific approach is the aspect of observing, collecting information, and associating. (3) learning evaluation done by the teachers is almost as what stated in Curriculum 2013, there are evaluation in cognitive, affective, and psychomotor domains, remedy program, and enrichment. The evaluation, however, could not be done periodically. Problems and obstacles faced by the teachers are caused by the disharmony between teachers’ duties and the available time allocation. keyword : teacher competence, pedagogic competence, curriculum 2013
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA KELAS X DAN UPAYA PENANGGULANGANNYA DALAM PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS DI SMA NEGERI 2 KUTA ., Ni Putu Septariani Sunia Dewi; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.7562

Abstract

Tujuan penelitian adalah (1) mendeskripsikan miskonsepsi fisika siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta pada materi listrik dinamis, (2) menganalisis penyebab timbulnya miskonsepsi yang dialami siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta pada materi listrik dinamis, (3) menganalisis cara menanggulangi miskonsepsi siswa kelas X SMA Negeri 2 Kuta, (4) mendeskripsikan keefektifan cara penanggulangan yang digunakan dalam upaya meremediasi miskonsepsi siswa, dan (5) menganalisis retensi miskonsepsi siswa kelas X terhadap konsep fisika. Desain penelitian yang digunakan adalah pra-eksperimen. Jumlah sampel penelitian adalah 35 orang siswa kelas X. Instrumen yang digunakan adalah (1) tes miskonsepsi materi listrik dinamis, (2) pedoman observasi, (3) pedoman wawancara, (4) pre-test dan post-test, (5) tes retensi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa variasi miskonsepsi siswa pada materi listrik dinamis sebanyak 27 miskonsepsi. Penyebab miskonsepsi adalah diri siswa, buku dan pengalaman. Penanggulangan miskonsepsi dilaksanakan dengan menerapkan model pembelajaran perubahan konseptual. Dari hasil analisis tes retensi diperoleh persentase retensi (R) sebesar 75,12%. Kata Kunci : miskonsepsi, retensi This research aimed at: (1) describing the students’ physics misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta in dynamic electicity matter, (2) analysing the causes of students’ misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta, (3) analyzing the way to overcome students’ misconceptions at grade X of SMA Negeri 2 Kuta, (4) describing the effectiveness of prevention methods used in efforts to remediate the students’ misconception, and (5) analyzing the students’ misconception retention at grade X towards physics concepts. The research design used in this study was pre-experiment. Samples used in this research were 35 students of grade X. Instruments used were (1) misconceptions test, (2) observation guide, (3) interviews guide, (4) pre-test and post-test, (5) retention test. The result shows that the variation of misconceptions on dynamic electricity are 27 misconceptions. The causes of misconceptions are from their self, books, and their experiences. The overcoming misconceptions is held by applying the conceptual change learning model. From the analysis test, it’s obtained that the retention percentage (R) is 75.12%. keyword : misconceptions, retentions
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU IPA YANG MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA DI SMP NEGERI 1 NEGARA ., Made Sri Astika Dewi; ., Prof. Dr. Ketut Suma, MS; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8148

Abstract

Permasalahan yang terjadi adalah bahwa penggunaan strategi pembelajaran guru untuk mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru yang mengembangkan keterampilan berpikir kreatif siswa, dan (2) mendeskripsikan keterampilan berpikir kreatif siswa. Sampel penelitian ini adalah dua orang guru serta 20 siswa kelas VIII A dan 20 siswa kelas VIII G. Metode yang digunakan adalah kualitatif, sedang Instrumen yang digunakan berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, dan tes keterampilan berpikir kreatif. Teknik analisis data pada penelitian ini ada tiga, yaitu reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan pada keterampilan berpikir kreatif kelas VIII A dilihat dari nilai rata-rata pre-test keterampilan berpikir kreatif siswa 60,18 dengan SD = 6,69, dan nilai rata-rata post-test 70,90 dengan SD = 7,20. Sedangkan keterampilan berpikir kreatif siswa kelas VIII G belum menunjukkan adanya perkembangan dilihat dari nilai rata-rata pree-test siswa 39,36 dengan SD = 7,41 dan nilai rata-rata post-test 45,94 dengan SD = 9,52. Kata Kunci : strategi pembelajaran, guru IPA, berpikir kreatif The problem occured in the field was that the use of learning strategy to develop creative thinking skills of the students was still not optimal. This study aimed at (1) describing the learning strategy which developed students’ creative learning ability, and (2) describing the creative thinking of the students. The samples of this study were two science teachers, 20 students of class VIII A, and 20 class VIII G class. The method used was qualitative method. The instruments used were interview, observation, and creativity test. The were three analysis techniques used in this study such as data reduction, data display, and conclusion. The result of this study shows that (1) there is a progress in creative thinking ability in class VIII A which is shown with the median score of students’ creativity pre-test of 60.18 with SD = 6.69, and the post test median score of 70.90 with SD = 7.20. While, the students’ creativity of class VIII G does not show a progress yet which is shown with the median score of pre-test 39.36 with SD = 7.41, and the post-test median score of 45.94 with SD = 9.52.keyword : learning strategy, science teacher, creative thinking
HUBUNGAN MOTIVASI BERPRESTASI DAN KEMAMPUAN METAKOGNITIF DENGAN PRESTASI BELAJAR FISIKA SISWA KELAS XI MIA SMAN Saraswati Dewi, Putu Erika; Rapi, Ni Ketut; Rachmawati, Dewi Oktofa
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 9, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v9i1.20644

Abstract

Masalah utama yang dikaji pada penelitian ini adalah rendahnya prestasi belajar fisika siswa SMA Negeri di Kecamatan Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika, 2) mendeskripsikan hubungan kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika, dan 3) mendeskripsikan hubungan motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika. Jenis penelitian ini adalah ex-post facto dengan metode kuantitatif korelasional. Jumlah populasi sebanyak 478 siswa. Sampel penelitian berjumlah 214 yang diambil dengan teknik proportional random sampling. Data motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data prestasi belajar dikumpulkan menggunakan tes esai. Nilai koefisien reliabilitas kuesioner motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif masing-masing sebesar 0,869 dan 0,842, sedangkan tes prestasi sebesar 0,711. Uji asumsi yang dilakukan meliputi uji normalitas, linieritas dan keberartian arah regresi, multikolinieritas, autokorelasi, dan heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif siswa masing-masing berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 104,08 dengan standar deviasi 13,87 dan 13,50 dengan standar deviasi 4,16. Selanjutnya, prestasi belajar fisika siswa berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 53,63 dan standar deviasi sebesar 12,68. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat 1) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,15 dan sumbangan efektif sebesar 0,50%, 2) hubungan positif dan signifikan antara kemampuan metakognitif dan prestasi belajar fisika dengan R = 0,24 dan sumbangan efektif sebesar 6,50%, 3) hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dan kemampuan metakognitif dengan prestasi belajar fisika dengan R = 0,26 dan sumbangan efektif sebesar 7,00%. Kata-kata Kunci: motivasi berprestasi, kemampuan metakognitif, dan prestasi belajar
MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN FISIKA SERTA DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA ., Nira Prakasita; ., Prof. Dr.I Wayan Suastra,M.Pd; ., Dewi Oktofa Rachmawati,S.Si,M.Si
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 4, No 2 (2016):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v4i2.8314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan model pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran fisika, (2) kemampuan berpikir kritis, dan (3) dampak secara kualitatif model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian adalah kualitatif. Penelitian dilaksanakan di kelas X.7 SMA Negeri 2 Banjar. Tekknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi, tes, dan triangulasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, pengujian keabsahan data, dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perencanaan model pembelajaran inkuiri berupa indikator, tujuan, langkah-langkah pembelajaran, sumber belajar, media dan evaluasi yang tertuang pada RPP sudah memfasilitasi komponen kemampuan berpikir kritis, (2) nilai rata-rata klasikal kemampuan berpikir kritis adalah 34,06 dengan standar deviasi 14,18 dan berkategori sangat rendah, (3) dampak secara kualitatif model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan bahwa pelaksanaan tahap-tahap inkuiri yang tidak utuh dapat mempengaruhi aspek identifikasi masalah, merumuskan hipotesis, analisis masalah, penarikan kesimpulan, dan evaluasi menjadi rendah.Kata Kunci : berpikir kritis, inkuiri, pembelajaran fisika This study aimed at describing (1) the inquiry learning strategy in physics learning, (2) critical thinking skills, and (3) the impact of qualitative inquiry learning modeles towards the students' critical thinking skills. The type of this research was qualitative. The study was conducted in class X7 of SMAN 2 Banjar. Data were collected by using observation, interviews, documentation, testing, and triangulation. Data were analyzed by using data reduction, data presentation, data verification, testing the validity of data, and qualitative descriptive. The results of the study are as follow: (1) the planning of inquiry learning modeles namely indicators, objectives, learning steps, learning resources, media, and evaluation contained in the RPP has facilitated the components of critical thinking skills, (2) the average value of classical critical thinking skills is 34.06 with a standard deviation 14.18 and is categorized very low, (3) the qualitatively impact of inquiry learning modeles towards the students' critical thinking skills shows that the implementation of the inquiry stages which are not intact can affect to become low the aspects of identifying problems, formulating a hypothesis and problem analysis, drawing conclusions, and evaluation.keyword : critical thinking, inquiry, learning physics
PENGARUH METODE LEARN TO THINK (LTT) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 SERIRIT TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Ni Kadek Suratini; ., Drs. I Made Wirta, M.Pd; ., Putu Artawan, S.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 1, No 1 (2014):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v1i1.3279

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan kemampuan berpikir kreatif antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posttest nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Seririt tahun pelajaran 2013/2014, yang terdiri atas 283 siswa. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 73 orang siswa yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan Anava satu jalur. Sebagai tindak lanjut dari Anava, digunakan Least Significant Difference (LSD) untuk menguji signifikansi perbedaan skor rata-rata tiap kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif yang signifikan antara kelompok siswa yang belajar menggunakan metode LTT dengan kelompok siswa yang belajar menggunakan metode direct instruction (F = 59,098; p
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU FISIKA: ANALISIS BERDASARKAN KOMPETENSI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 8 DENPASAR ., Tude Nugraha Mahantara; ., Prof. Dr. I Wayan Santyasa,M.Si; ., Dra. Ni Ketut Rapi, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Fisika Undiksha Vol 7, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpf.v7i2.11366

Abstract

Masalah yang diungkap dalam penelitian ini adalah strategi pembelajaran guru fisika kaitanya dalam mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial, dan prestasi belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika, 2) mendeskripsikan sikap spiritual siswa, 3) mendeskripsikan sikap sosial siswa, 4) mendeskripsikan prestasi belajar siswa dalam pembelajaran fisika, dan 5) mendeskripsikan strategi pembelajaran guru fisika dalam mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial, dan prestasi belajar siswa kelas XI di SMA N 8 Denpasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu dengan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi guru. Penelitian bertempat di SMA N 8 Denpasar. Jumlah guru fisika yang menjadi sumber data adalah 1 orang dan jumlah siswa yang menjadi sumber data adalah 10 orang. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data dengan cara reduksi, paparan, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan sebagai berikut. 1) Strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru fisika adalah dengan menggunakan metode tanya jawab, diskusi kelompok, pemberian tugas, eksperimen, mengkaitkan dengan kehidupan sehari-hari, dan pembentukan kelompok. 2) Sikap spiritual yang dimiliki siswa adalah sikap saling pengertian, saling menjaga, saling menghargai satu sama lain, menyayangi lingkungan, menghargai keberagaman, dan memiliki jiwa kebersamaan dengan orang lain. 3) Sikap sosial yang dimiliki siswa adalah sikap jujur, disiplin, tanggung jawab, toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dan kreatif. 4) Prestasi belajar yang dimiliki siswa dalam pembelajaran fisika adalah siswa dapat menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru, menginterprestasikan, menyimpulkan, menerapkan, menemukan melalui projek dan praktikum yang dilakukan, dan seluruh siswa sudah mampu mendapatkan nilai diatas KKM (>75). 5) Strategi pembelajaran yang diterapkan guru dapat mengembangkan sikap gotong royong, tanggung jawab, toleransi, kebersamaan, kreatif, jujur, santun, percaya diri, dan mengembangkan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan pengetahuan yang dimiliki. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa: 1) strategi pembelajaran yang diterapkan guru fisika adalah strategi pembelajaran kontekstual, 2) sikap spiritual yang dimiliki oleh siswa sudah berkategori baik, 3) sikap sosial yang dimiliki oleh siswa sudah berkategori baik, 4) prestasi belajar yang dimiliki oleh siswa sudah berkategori baik, dan 5) strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru mampu mengembangkan sikap spiritual, sikap sosial dan prestasi belajar siswa.Kata Kunci : strategi pembelajaran guru, sikap spiritual, sikap sosial, prestasi belajar siswa The problem revealed in this research is physics teacher learning strategy which relate to the develop spiritual attitude, social attitude, and student achievement. This research aimed at: 1) describing physics teacher's learning strategy, 2) describing students' spiritual attitudes, 3) describing students' social attitudes, 4) describing students' learning achievement in physics learning, and 5) describing physics teacher's learning strategy in developing spiritual attitude, social attitudes, and student achievement of grade XI in SMA N 8 Denpasar. The used research method was qualitative. The main instrument in this study was the researcher himself assisted by observation guides, interview guides, and teacher documentation. The research took place at SMA N 8 Denpasar. The number of physics teachers who become the source of data is 1 person and the number of students who become the source of data is 10 people. Data were collected through observation techniques, interviews, and documentation. Data analysis was performed during and after data collection by means of data reduction, exposure and verification. The results show that. 1) The learning strategy applied by the physics teacher is by using question and answer method, group discussion, assignment, experiment, to relate to daily life, and group formation. 2) The students' spiritual attitudes are mutual understanding, mutual care, mutual respect for each other, loving for the environment, respecting for diversity, and having the soul of being together with others. 3) Social attitudes that students have are honest, discipline, responsibility, tolerance, mutual assistance, courteous, confident, and creative. 4) Students' learning achievement in physics learning is that the students can answer questions asked by the teacher, interpret, conclude, apply, find something through project and practicum done, and get the value above KKM (> 75). 5) Teaching strategies applied by teachers can develop mutual cooperation, responsibility, tolerance, togetherness, creative, honest, courteous, confident, and develop students' ability to apply their knowledge. Based on the result of this research, it can be concluded that: 1) learning strategy applied by physics teacher is contextual learning strategy 2) spiritual attitude possessed by students have good category, 3) social attitude possessed by students already is categorized well, 4) learning achievement Owned by students is already categorized well, and 5) learning strategies applied by teachers is able to develop spiritual attitudes, social attitudes and student achievement.keyword : teacher learning strategy, spiritual attitude, social attitude, student achievement