cover
Contact Name
Irfan Noor
Contact Email
albanjari@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
irfannoor@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman
ISSN : 14129507     EISSN : 25276778     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
AL-BANJARI merupakan Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman yang diterbitkan oleh Pascasarjana IAIN Antasari Banjarmasin sebagai media penuangan dan pengkajian karya ilmiah dalam bidang studi Islam. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun (Januari dan Juli)
Arjuna Subject : -
Articles 604 Documents
STRES SEKOLAH DAN STRATEGI PENANGGULANGANNYA (TINJAUAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN) Halimatus Sakdiah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 7, No 1 (2008)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v7i1.948

Abstract

The quality and the excellent ofan education is a hope and a step to reach in order to make come true the national education goal, especially in creating the quality and the competitively hutnan resources. But, subcorlsciously, the educational program developed by the government and private through the quality of school education institution had a high dcrnand and hope toward their student as their school label. A higher demand and hope may affect a stress for the studcnt, and so it needs a scrious treatment irt older tlu: quality o[ education as thc goal did not impact in contrary' ]'hcrc{brc, t.his writing purposely to discuss about school strcss and thc stratcgy to solution for it.
PENYELESAIAN SENGKETA DALAM KASUS SANDA PADA MASYARAKAT BANJAR Muhamad Rahmani Abduh; H.M. Hanafiah
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 20, No 1 (2021)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research is motivated by sanda transactions carried out by the Banjar community which are not free from disputes. This study aims to find out how the types of disputes that occur in sanda transactions are and how the settlement mechanism is. The method used in this research is descriptive method. The results of this study indicate that there are three cases of dispute in the sanda transaction, namely; disputes due to the party "menyandakan" in default, disputes due to the party "menyandai" in default, and disputes among heirs due to unclear status of sanda. The dispute resolution steps taken are through non-litigation channels by negotiating or by presenting village elders as judges. This kind of dispute resolution is in accordance with customary law, Islamic law, and positive Indonesian law. In addition, the dispute on the sanda transaction does not result in the cancellation of the first sale and purchase.AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh transaksi sanda yang dilakukan oleh masyarakat Banjar yang tidak luput dari masalah sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sebenarnya jenis-jenis sengketa yang terjadi dalam transaksi sanda dan bagaimana mekanisme penyelesaiannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada tiga tiga kasus sengketa pada transaksi sanda, yaitu; sengketa karena pihak yang menyandai wanprestasi, sengketa karena pihak yang menyandakan wanprestasi, dan sengketa di kalangan ahliwaris  karena tidak jelasnya status sanda. Adapun langkah penyelesaian sengketa yang diambil adalah melalui jalur non-litigasi dengan melakukan perundingan atau dengan menghadirkan tetuha kampung sebagai pengadil. Penyelesaian sengketa semacam ini sesuai dengan hukum adat, hukum Islam, dan hukum positif Indoensia. Selain itu, sengketa pada transaksi sanda tidak mengakibatkan batalnya jual beli pertama.
KHUSYU' DALAM AL-QUR'AN Ahmad Zakki Mubarak
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 2 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i2.968

Abstract

.1,. \nm8 ,rr oD's 'o d..uj, r_hF,obo, ofdevour ; ihF eu/,n wheD, -., ,- i , .r- ,o-.1ed (,r, ,n prflolfug rus relrgj*. *"U" Ll, *. a"".,,"a, (.od d h@e wjl ,eel Lhe du$. faime.q, nercv. ptaurud. ,na. ,"-. -\. . Fr. Dr or i humn.\ ohed",." ,, hi, c;--
ASTROLOGI DAN PENGOBATAN MELAYU: Telaah Atas Kitab T?j al-Mulk Wardani .
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.922

Abstract

Artikel ini menelaah identitas kitab T?j al-Mulk, yaitu suatu kitab ramalan dan pengobatan yang sudah lama menjadi bagian dari rujukan tradisi masyarakat Banjar. Dari analisis teks, kitab ini ternyata tidak ditulis Tuan Hasan B?s?t, melainkan ditulis oleh Syekh 'Abb?s dari beberapa karyanya yang kemudian dikompilasi oleh Haji 'Ism?'?l. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kepentingan yang sangat historis, yaitu tradisi meramal di Istana, untuk berbagai kepentingan, termasuk untuk ramalan kemungkinan menang-kalah dalam perang. Karya ini karena merupakan kompilasi tidak ditulis dengan sistematika yang baik, seperti adanya pengulangan dengan menggunakan sumber-sumber kitab ramalan yang sudah beredar, seperti Syams al-Ma'?rif al-Kubr? karya al-B?n?. Meski ditulis di Aceh pada abad ke-19 masa Sultan al-Mansh?r Bill?h, tapi kitab telah lama menjadi rujukan tradisi masyarakat Banjar, seperti dalam menentukan jodoh, mendirikan rumah, dan ramalan nasib.
PEMIKIRAN KEAGAMAAN MUHAMMAD BASUNI IMRAN Didik M Nur Haris; Rahimin Affandi Abd Rahim
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 2 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i2.1464

Abstract

Basuni Muhammad Imran (1883-1976) was a Indonesian reformer who live in Sambas, West Kalimantan, it has brought this area to reach the peak of science and modernity. The main patterns of Muhammad Basuni Imran thought is traditionalism, inklusifism and flexible in medium but strong in thawabit. This study revealed substantial contributions of Muhammad Basuni Imran in Islamic legal thought especially in purposes in Islamic laws (maqasid shari’ah) and Islamic politic (siyasah shar’iyyah), through the implementation of the concept tadarruj, Maslahah mursalah, al-Tahaluf al-Siyasi, and local wisdom of jurisprudence in adopting the opinion of the validity prayers Friday at least 40 people.
HUKUM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL BAGI WANITA DALAM MASA ‘IDDAH DAN IHDÂD (PERSPEKTIF QIYÂS) Affan Hatim
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 17, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v17i1.1567

Abstract

This literature study was conducted by reviewing library materials to find out how Islamic law’s perspective on the issue of social media used by women to upload photos featuring beauty in the 'iddah and ihdâd periods.  The result of this study showed that the use of social media in the form of uploading photos showing beauty in the period of 'iddah and ihdâd is prohibited and not justified by Islamic law. This law of prohibition is based on the qiyâs argument against the prohibition of going out from the house and wearing make up for women in the period of 'iddah and ihdâd. This is because there are similarities' illah, that is the ethics and politeness of the wife by showing grief and mourning over the death of the husband. The qiyâs form of this problem is qiyas al-sabr, jaly and aulawy. Dalam penelitian yang bersifat penelitian normatif atau penelitian kepustakaan ini, dilakukan penelitian dengan meninjau bahan pustaka untuk mengetahui bagaimana menurut hukum Islam tentang masalah penggunaan media sosial oleh wanita dalam 'iddah dan ihdâd dalam bentuk mengunggah foto yang menampilkan kecantikan, dengan melakukan qiyâs ke aktivitas unggah, hingga larangan keluar dari rumah dan berdandan. Hasil dari penelitian hukum ini adalah bahwa penggunaan media sosial dalam bentuk pengunggahan foto yang menunjukkan kecantikan oleh perempuan dalam masa 'iddah dan ihdd dilarang dan tidak dibenarkan dalam hukum Islam. Hukum larangan ini didasarkan pada argumentasi qiyas terhadap larangan keluar dan make up untuk wanita dalam masa 'iddah dan ihdâd karena ada persamaan' illah, yaitu etika dan kesopanan sang istri dengan menunjukkan kesedihan dan berkabung atas kematian sang suami. Bentuk qiyâs dari masalah ini adalah qiyas al-sabr, jaly dan aulawy.
PROTOTIPE TEORI HUKUM YUSUF QARADAWI Nashrullah .
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 6, No 1 (2007)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v6i1.963

Abstract

The study on the subsiance oflstamic Law (al-Fiqh) should always be relaled to thc stud)r on the mthodology (ushul al-fiqh). Many has done srudy on it ircluding Muhammad Hashim Kamali. Muhammad Hasyim Kamati stated thar lhc A.abic writers tend to explajn the hisrorical developmenr of fiqh and ushul fiqh separately, and their w ting in ushul fiqh is didecated merely for ltre jlridical maLerial of ushul fiqh. Muhammad l{asyim Kanali ;n his writing Ptihqnes af Islanic Jutisptudence (The Llanic Tects Society)oflets a crntn)ction of his law thought basd on ushul fiqh. His ideas actually are not dificrenl from those of the previous ulemas, only in develop;ng the methoCological liamework ushul fiqtl his thought combjnes th salaf and khalaf approach witch has been systematically, clearly, atrd weltrtassifeid. Meanwhile, h s ihougth in the substantial Islamic law is considered modm especia y in rhe lb n of modem lransac{ion.
NASKAH-NASKAH ISLAM ANONIM DI KALIMANTAN SELATAN Ahmad Syadzali
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 9, No 1 (2010)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v9i1.911

Abstract

Untuk beberapa waktu yang cukup lama, naskah-naskah keagamaan masa lalu di Kalimantan Selatan tampaknya luput dari perhatian. Paling tidak hanya terbatas pada karya-karya yang sangat populer seperti, Sabilal Muhtadin dalam bidang fiqh atau Durrun nafis dalam bidang tasawuf. Sedangkan teks-teks lainnya hanya sedikit yang tersentuh, apalagi sebagai objek penelitian. Jika ditelusuri, sebenarnya banyak teks-teks yang tersebar di masyarakat Kalimantan Selatan, sebagiannya bersifat anonim, teks-teks model ini biasanya identik dengan tasawuf. Penyebaran teks-teks tersebut biasanya tidak bersifat terbuka, tetapi terbatas pada kelompok-kelompok tertentu yang memiliki kesamaan faham.Terlepas dari berbagai kontroversi isi mengenai tasawuf yang ditawarkan, pada dasarnya keberadaan teks bisa menjadi bagian dari rekaman masa lalu. Oleh sebab itulah perlu ada upaya penyelamatan erhadap teks-teks anonim tersebut sebagai bagian dari dokumen sejarah , yang tentunya hal itu merefleksikan mata rantai kecenderungan masyarakat dari dulu hingga sekarang dalam merespon ajaran esoterisme Islam.
COMMERCIAL ACTIVITY AND BEGGARS AS IDENTITY MARKER OF COMMUNITY: THE CASE OF SACRED AURA IN PILGRIMAGE AREA Riza Saputra
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 18, No 2 (2019)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v18i2.3138

Abstract

Pada tahun 1812, pembangunan kubah di atas makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari di Astambul pada dasarnya merupakan penghargaan kepada ulama tersebut sebagai salah satu pemimpin Muslim yang berpengaruh. Namun, tujuan utama telah berubah sementara jumlah pengunjung telah meningkat. Kegiatan komersial tidak dapat dipisahkan dari orang-orang yang ingin menuai manfaat dan manfaatnya. Keberadaa sejumlah pengemis di desa ini  menjadikan situs ziarah ini dikenal sebagai desa dengan banyak pengemis. Artikel ini bermaksud untuk mengidentifikasi keterlibatan sakralitas dalam objek peziarah dan peran kesakralan dalam aktivitas komersial dan pengemis di area makam Syekh Muhammad Arsyad, kota Astambul. Kajian ini dilakukan dengan observasi fenomenologis, wawancara dengan jamaah haji dan masyarakat setempat yang menunjukkan objek ziarah religius dan sisi komersialnya untuk membawa manfaat bagi pelestarian situs ziarah agama. Dalam penelitian ini, penulis melihat bahwa pelestarian makam yang disucikan telah menjadi generator ekonomi bagi masyarakat lokal dan pemerintah. Selain itu, perilaku mengemis dari penduduk desa telah meningkatkan identifikasi di antara para peziarah untuk menandai tempat ziarah ini sebagai tempat dengan banyak pengemis. In 1812, the building of the dome on the grave of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari in Astambul city basically is a form of homage for the clergy as one of the influential Muslim. However, the main purpose changes in a row with an increasing number of visitors. Hence, commercial activities cannot be far from the people who want to gain the benefits and merits thereof. Moreover, a number of beggars in this village have made this pilgrimage site is well known as the village with a lot of beggars. This paper will focus on the shrine of Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari in Astambul city. The purpose of this paper is to identify the involvement of sacredness into the tourist object and to identify the role of government with commercial activity and beggars in the shrine of Syekh Muhammad Arsyad in Astambul city. In this respect, we carried out phenomenological observations, interviews with tourists and local people indicating religious tourist object and its commercial side to bring about benefits for the religious pilgrimage site preservation. In this study, the author sees that the preservation of sanctified tomb has become an economic generator for the local people and government. In another case, the begging behaviour of villagers has raised identification among the tourist to mark this pilgrimage place as the village with a lot of beggars.
DIMENSI SUFISTIK KITAB ASRÂR ASH-SHALAH MIN ‘IDDAH KUTUB MU’TAMIDAH Mumtaz Hakimi; Ahmad Syadzali
Al-Banjari : Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Keislaman Vol 16, No 1 (2017)
Publisher : Pascasarjana UIN ANTASARI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/al-banjari.v16i1.888

Abstract

The study examines the dimensions of Sufism in the book of Asrâr ash-Shalah Min 'Iddah Kutub Mu'tamidah written by Abdurrahman Siddiq Al-Banjari. The method used in this study is a qualitative approach that is an approach to generate descriptive data in the form of written words because this study seeks to describe elements of Sufism contained in the book of Asrâr ash-Shalah Min 'Iddah Kutub Mu'tamidah written by Abdurrahman Siddiq al -Barari. The results of this study indicate that the elements of Sufism contained in that book is ethical and philosophical Sufism.