cover
Contact Name
Mokhamad Fakhrul Ulum
Contact Email
ulum@apps.ipb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arshivetlett@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ARSHI Veterinary Letters
ISSN : -     EISSN : 25812416     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
Penanganan Panleukopenia pada Kucing Domestik di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Hasanuddin Dwijaya, Melkiedek Jeffry; Rell, Fedri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.41-42

Abstract

Feline panleukopenia virus (FPV) merupakan penyakit viral dengan agen utamanya adalah virus dengan family Parvoviridae yang sangat menular dan mampu menyerang terutama terhadap kucing muda yang secara klinis dapat ditandai dengan adanya leukopenia, muntah, depresi, dehidrasi, dan diare. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan adanya dehidrasi , muntah berwarna kuning yang disertai dengan diare berdarah. Pemeriksaan penunjang berupa Rapid test menunjukan hasil positif terinfeksi feline panleukopenia virus. Penanganan pada kasus FPV dilakukan dengan terapi suportif selama 7 hari dan diisolasi. Kondisi kucing mengalami peningkatan yang signifikan dan merespon baik terhadap penganan yang diberikan. Pasien dipulangkan pada hari ketujuh dengan kondisi tubuh yang kembali normal.
Penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular Boa constrictor di Lombok Wildlife Park, Nusa Tenggara Barat Satvika, Fadhila; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.67-68

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat dengan salah satu satwa liar yang ditangani adalah ular. Tulisan ini melaporkan penanganan spectacular dysecdysis pada seekor ular boa (Boa constrictor). Ular bernama Boly, berumur sekitar 1.5 tahun dengan bobot badan 8 ons mengalami eye caps stuck atau spectacular dysecdysis setelah proses pergantian kulit yang tidak sempurna. Terjadi kebengkakan pada jaringan di kedua mata dan boa kehilangan nafsu makan. Pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik dan anti inflamasi untuk 3 hari pertama dan dilanjutkan dengan supplemen pendukung berupa zat besi dan vitamin B12 intramuskular selama 3 hari berikutnya. Jaringan bengkak pada mata kiri pecah dan menyebabkan kerusakan pada organ mata, sedangkan jaringan yang telah mengering pada mata kanan dikelupas secara manual. Nafsu makan ular sudah kembali membaik dan sudah mau makan dengan sendirinya.
Pengobatan myasis pada musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) di lembaga konservasi ex-situ Putri, Fatimatus Sa’diyah; Maulana, Gilang Kala; Satyaningtijas, Aryani Sismin; Ekastuti, Damiana Rita; Maheshwari, Hera; Santoso, Koekoeh; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.47-48

Abstract

Lombok Wildlife Park merupakan lembaga konservasi ex-situ dalam bentuk taman satwa untuk menyokong keselamatan spesies satwa liar. Salah satu satwa liar yang dipelihara adalah musang Lombok (Paradoxurus hermaphroditus) dalam kandang bersama dengan musang bulan betina (Paguma larvata). Musang Lombok ditemukan mengalami vulnus pada pangkal ekor dan berlanjut dengan myiasis. Musang Lombok tersebut kemudian diobati dengan pemberian antibiotik dan antiinflamasi untuk penyembuhan luka. Myiasis diterapi dengan pemberian larvasida dan pengambilan larva secara manual. Setelah 5 hari pengobatan, vulnus masih belum sembuh total, larva lalat sudah tidak kelihatan, nafsu makan masih kurang baik.
Resistensi Escherichia coli dari ulas kloaka burung hantu pemangsa ikan (Ketupa ketupu) terhadap beberapa antibiotik Ismahyuningsih, Revita; Afiff, Usamah; Agungpriyono, Srihadi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.59-60

Abstract

Resistensi Escherichia coli terhadap antibiotik telah menjadi permasalahan dalam dunia kesehatan, meskipun E. coli berperan sebagai flora normal, akan tetapi ada beberapa strain bersifat patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola resistensi isolat E. coli dari swab kloaka buffy fish owl (Ketupa ketupu) dari penangkaran burung terhadap streptomisin, tetrasiklin, gentamisin, asam nalidiksat, ampisilin, dan doksisiklin dengan uji difusi cakram Kirby-Bauer. Zona hambat yang terbentuk, dibandingkan dengan Clinical Laboratory Standards Institute (CLSI) 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat telah mengalami resistensi terhadap antibiotik ampisilin, namun masih sensitif terhadap gentamisin. Dua isolat masih sensitif terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat, doksisiklin, dan streptomisin. Satu isolat menunjukkan intermediet terhadap streptomisin dan menunjukkan resistensi terhadap tetrasiklin, asam nalidiksat dan doksisiklin.
Penggunaan kateter intravena untuk penanganan distensi urin pada kasus feline lower urinary tract disease Triyatjaya, Yoga; Hermawan, Firda Aisyah; Ratu Asyfa; Ratnaningsih, Tiara; Waskita, Pranyata Tangguh; Widianti, Ranny Indah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.43-44

Abstract

Urolithiasis merupakan penyakit yang umum menyerang organ perkemihan akibat sumbatan batu kristal pada saluran kemih pada kucing jantan. Seekor kucing berjenis kelamin jantan dengan ras campuran domestik berumur 3.5 tahun diperiksa di Klinik Royal Purple Vet dengan keluhan tidak nafsu makan, demam, dan muntah. Hasil pemeriksaan fisik didapatkan suhu tubuh 39.6°C, terjadi distensi kandung kemih, dan terdapat respon nyeri ketika dipalpasi. Distensi urin ditangani dengan pemasangan kateter intravena nomor 26G dalam kondisi gawat darurat. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan berupa urinalisis dan pemeriksaan mikroskopis pada urin. Hasil pemeriksaan urinalisis menunjukkan adanya sel darah merah, sel darah putih, dan protein dalam urin. Sedangkan hasil pemeriksaan mikroskopis menunjukkan terdapat endapan partikel kristal kalsium oksalat. Kucing didiagnosis mengalami urolithiasis dengan prognosis fausta. Pengobatan yang diberikan berupa terapi cairan, antibiotik, antiinflamasi, suplemen, dan obat herbal. Kucing mengalami perubahan setelah diterapi selama empat hari, ditandai dengan urinasi normal dan tidak ditemukan darah pada urin.
Penanganan fraktur simfisis os mandibula pada kucing domestik bunting Gustina, Dianita; Adni, Izza Nurul; Iseki, Ernesta Quevara; Muhana, Sulthon Aqil; Baihaqie, Riefky Pradipta; Hiroyuki, Andi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.49-50

Abstract

Kucing domestik bunting ditemukan mengalami kecelakaan dan dibawa ke Rumah Sakit Hewan Cikole di Bandung. Pemeriksaan fisik menunjukkan suhu tubuh kucing 35,6℃ dan ditemukan adanya pendarahan pada bagian mata, hidung, dan mulut. Hasil pemeriksaan palpasi pada os mandibula dexter dan sinister menunjukkan tulang yang longgar dan palpasi pada bagian abdomen menunjukkan fetus yang masih bergerak. Hasil pemeriksaan radiografi kepala menunjukkan pada posisi dorsoventral terlihat tulang mandibula tepat pada bagian simfisis mandibula dexter dan sinister terpisah oleh tampilan batas yang radiolucent. Diagnosis kucing ini adalah fraktur simfisis os mandibula. Terapi dilakukan dengan tindakan bedah ortopedi melalui pemasangan kawat atau surgical wire untuk penyambungan kedua tulang mandibula dexter dan sinister. Pasca bedah, kucing diberikan antibiotik, antiinflamasi, dan multivitamin dengan pertimbangan khusus terhadap kondisi kebuntingan. Tulang mandibula dexter dan sinister sudah terfiksasi pada hari ke-8 pasca bedah.
Memasang jahitan tarsorrhaphy untuk bulbus oculi proptosis pada anjing Pomeranian Cikita, Diah Ayu; Yulianto, Maria Elita Reynara Novena; Rachmawati, Maulinda; Subagio, Reza Taufiq; Waskita, Pranyata Tangguh; Widianti, Ranny Indah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.45-46

Abstract

Proptosis bulbus oculi adalah kelainan berupa keluarnya bola mata dari rongga mata yang umumnya terjadi akibat trauma. Tulisan ini melaporkan penanganan proptosis bulbus oculi pada anjing Pomeranian dengan tarsorrhaphy. Tarsorraphy merupakan tindakan bedah untuk menyatukan sebagian atau seluruh kelopak mata atas dan bawah sehingga menutup sebagian atau seluruh mata. Pasca-tarsorrhaphy anjing diberikan antibiotik kombinasi penicillin dan streptomycin, sediaan antiradang sekaligus analgesik meloxicam, serta terapi cairan menggunakan Ringer’s Lactate. Antibiotik amoxicillin/clavulanic acid dan obat penambah darah Fufang E'jiao Jiang® diberikan secara per oral selama 14 hari pasca tarsorrhaphy sebagai pengobatan profilaksis. Metilprednisolon juga diberikan secara per oral selama 3 hari pasca tarsorrhaphy sebagai antiradang. Rawat inap dilakukan selama 24 jam dan teramati adanya discharge pada area tarsorrhaphy. Pemantauan mingguan di klinik disarankan kepada pemilik untuk melihat kondisi mata dan jahitan tarsorrhaphy.
Prevalensi Penyakit oleh Parasit Darah Anjing di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia Ying, Megan Chan Zhi; Wijaya, Agus; Afiff, Usamah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.71-72

Abstract

Penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (penyakit yang ditularkan melalui kutu), adalah suatu kondisi ketika anjing digigit oleh kutu yang membawa patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai prevalensi penyakit yang disebabkan oleh parasit darah anjing (Anaplasmosis, Babesiosis, dan Ehrlichliosis) di Klinik Hewan Sahabat, Melaka, Malaysia dari Agustus 2020 hingga Juli 2022. Data sekunder dari 103 anjing yang terinfeksi diambil dari rekam medis. Anjing pada tahap anak anjing lebih sering didiagnosis yaitu sebesar 26,21%. Baik jantan maupun betina menunjukkan prevalensi yang hampir sama yaitu 52,43% dan 47,57%. Anjing kampung memiliki prevalensi yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan anjing ras, tetapi tidak ada kecenderungan ras. Kasus infeksi ganda lebih sering terjadi dibandingkan dengan kasus infeksi tunggal. Penyakit yang ditularkan melalui kutu anjing menunjukkan prevalensi yang lebih tinggi di antara musim pancaroba di Malaysia. Tanda-tanda klinis yang paling umum yang ditunjukkan oleh anjing adalah anoreksia, tidak aktif, dan diatesis pendarahan. Untuk mendukung diagnosa, anemia dan trombositopenia dapat diamati dari hasil hitung darah lengkap pasien, alat tes akan menunjukkan hasil positif ketika antibodi atau antigen terdeteksi dan parasit juga dapat diamati di bawah mikroskop dengan menggunakan apusan darah. Prevalensi penyakit yang ditularkan melalui kutu akan dipengaruhi oleh faktor intrinsik (usia, jenis kelamin) dan faktor ekstrinsik (cuaca).
Efektifitas terapi antibiotik salep dan tetes mata untuk pengobatan chlamydiosis pada kucing Raisatulhaq, Raida; Hiroyuki, Andi; Lestari, Nurul Aeni Ayu
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.53-54

Abstract

Chlamydophila felis merupakan salah satu agen patogen yang paling umum menyebabkan konjungtivitis pada kucing dan biasa disebut sebagai chlamydiosis. Tulisan ini melaporkan efektifitas pengobatan topikal menggunakan anti-biotika berupa salep mata dan tetes mata pada seekor kucing dengan kasus chlamydiosis. Tanda klinis pada kucing berupa konjungtivitis, adanya ocular discharge mucopurulent diikuti dengan nasal discharge. Pengobatan diawali dengan pemberian salep mata hingga kondisi membaik dalam 6 hari dan pengobatan beralih menggunakan tetes mata. Hasil pengobatan menunjukkan bahwa pemberian obat topikal berupa salep memberikan hasil persembuhan yang cukup baik dalam 6 hari, sedangkan obat tetes mata tampak tidak efektif dimana konjungtivitis menjadi semakin parah setelah 3 hari pengobatan. Kucing kemudian ditangani dengan enukleasi dihari ke-9 karena kondisi penyakit memiliki prognosis infausta.
Kematian fetus dalam uterus pada seekor kucing ras campuran: Kematian fetus dalam rahim kucing Rizal, Gina Nuryustika; Mihardi, Arief Purwo; Tampubolon, Dinda Septiana Br; Sovinar, Malni
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.3.51-52

Abstract

Pemeriksaan hewan kesayangan merupakan tindakan yang sering dilakukan pemilik hewan untuk tindakan pencegahan maupun pengobatan hewan salah satunya pada kejadian gangguan reproduksi. Tujuan studi kasus ini untuk mengevaluasi kematian fetus pada seekor kucing mix breed. Kucing betina bernama Kuro dibawa pemiliknya datang ke klinik dengan keluhan adanya leleran berwarna merah dari vulva selama lima hari. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya pembesaran pada area mesogastrikus, puting yang membesar dan tidak ada kelainan pada vesika urinaria. Pemeriksaan penunjang radiografi telah dilakukan di klinik sebelumnya dan ultrasonografi di klinik Bobon and Vet. Hasil radiografi menunjukkan adanya massa yang terletak di bawah vesica urinaria sedangkan ultrasonografi menunjukkan adanya dua fetus sudah tidak bergerak dan tidak terdapat denyut jantung. Berdasarkan hasil pemeriksaan penunjang dan gejala klinis, Kuro mengalami kematian fetus didalam dikandungannya, selanjutnya dilakukan ovariohysterectomy dan terapi post-operasi yang diberikan berupa antibiotik, antiradang dan sediaan topikal untuk persembuhan luka sayatan.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025 Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021 Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020 Vol. 4 No. 3 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020 Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019 Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019 Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018 Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017 More Issue