cover
Contact Name
Mokhamad Fakhrul Ulum
Contact Email
ulum@apps.ipb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arshivetlett@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ARSHI Veterinary Letters
ISSN : -     EISSN : 25812416     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
Abortus idiopatik superfetasi alami pada sapi Pasundan Widyastuti, Rini; Setiawan, Rangga; Hilmia, Nena; Ulum, Mokhamad Fakhrul
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.63-64

Abstract

Abortus pada sapi merupakan kondisi ketidakmampuan fetus untuk bertahan hidup di dalam rahim hingga saat akan dilahirkan. Tulisan ini merupakan laporan pertamakali kasus abortus idiopatik superfetasi dari perkawinan alami yang terjadi pada induk sapi Pasundan primipara. Sapi-sapi awalnya dipelihara dengan sistem kandang koloni dan bercampur antara jantan (n=10) dan betina dara (n=18) selama 2 minggu pascapemindahan sapi dari kandang ternak di Kabupaten Ciamis. Terjadi kebuntingan oleh perkawinan alami pada sapi dara tanpa diketahui usia dan riwayat kebuntingan. Seekor induk sapi teramati menunjukkan gejala perdarahan pervagina, mengejan dan disertai pengeluaran fetus berukuran kecil (panjang ~25 cm, usia fetus ~120 hari) beberapa jam kemudian, sebelumnya sapi telah mengalami abortus dengan ukuran fetus yang besar (panjang ~36 cm, usia fetus ~150 hari). Induk sapi Pasundan primipara yang mengalami abortus kemudian dipisahkan ke kandang individu untuk mengurangi stress dan untuk observasi lebih lanjut. Terapi yang diberikan adalah dengan pemberian antibiotik dan multivitamin.
Pengobatan flu kucing menggunakan suplemen tunggal berbahan dasar kolostrum, probiotik dan prebiotik (Felostrum) Budiono, Dwi; Nugraha, Ivan Taufiq; Calista, Pradnya; Rahmat, Kukuh Amru Dhiya; Zonathan, Hendri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.11-12

Abstract

Flu pada kucing merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh virus dan bakteri dari berbagai usia. Pencegahan dan pengendalian vaksinasi masih belum banyak dilakukan. Salah satu alternatifnya adalah dengan memberikan suplemen tunggal kolostrum, probiotik, dan prebiotik. Tulisan ini melaporkan penanganan kasus flu pada 2 ekor kucing umur enam bulan (Cio) dan delapan bulan (Kaori) di Klinik Pet Center Depok dengan menggunakan suplemen berbahan dasar kolostrum, probiotik, dan prebiotik. Pemberian suplemen kolostrum, probiotik, dan prebiotik tunggal dilakukan selama tujuh hari, dan kondisi kedua kucing menunjukkan perubahan. Kondisi kucing Cio membaik pada hari ketiga, sedangkan kucing Kaori menunjukkan penurunan frekuensi bersin dan penurunan konsentrasi dan volume. Pada hari ketujuh, kedua kucing dalam kondisi baik.
Diagnosis dan penanganan Anaplasma centrale pada seekor kucing domestik di Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin Makassar Valensie, Vannesa; Monica, Wa Ode Santa; Fatmawati, Dian; Sissiri, Aniza Putri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.7.4.65-66

Abstract

Anaplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri obligat intraseluler gram-negatif. Anaplasma pada kucing umumnya terinfeksi oleh Anaplasma phagocytophilum, akan tetapi sangat terbatas laporan Anaplasma bovis seperti Anaplasma marginale maupun Anaplasma centrale dilaporkan menginfeksi pada kucing. Tulisan kasus ini merupakan laporan pertama kali kejadian anaplasmosis oleh Anaplasma centrale pada kucing. Kucing betina domestik berumur setahun dibawa pemilik ke Rumah Sakit Hewan Universitas Hasanuddin Makassar dengan kondisi tidak mau makan, lemah, lesu, dehidrasi, dan tidak buang air besar. Metode diagnosis dilakukan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan klinis, pemeriksaan laboratorium berupa hematologi dan ulas darah. Hasil pemeriksaan ditemukan infestasi kutu, ulas darah teridentifikasi Anaplasma centrale dengan ciri yaitu adanya morula bagian ditengah dalam eritrosit, dan darah rutin menunjukkan anemia yang terlihat pada parameter MCV mengalami peningkatan dan nilai MCHC yang turun. Penanganan berupa pemberian obat antibiotik, antiinflamasi, dan terapi suportif. Kucing menunjukkan hasil yang baik dengan gejala sudah mulai hilang dan hewan terlihat aktif.
Diagnosis penyakit saluran kemih bagian bawah pada kucing ras campuran Persia jantan steril yang gemuk Rahmiati, Dwi Utari; Balasubramaniam, Gayathiri; Sovinar, Malni; Tampubolon, Dinda Septiana Boru; Priyatna, Ernestine Sisca; Yusrinabilla, Yusrinabilla; Azizah, Ananda Sarah Nur
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.7-8

Abstract

Penyakit saluran kemih bagian bawah pada kucing (FLUTD) terjadi karena disfungsi kandung kemih dan uretra pada kucing. Penelitian ini melaporkan bahwa FLUTD terjadi pada kucing jantan yang dikebiri dan mengalami obesitas. Diagnostik penunjang yang digunakan untuk memastikan diagnosis adalah tes dipstik, observasi mikroskopis urin, dan USG. Hasil pemeriksaan menunjukkan piuria, proteinuria, hematuria, kristal struvite, dan sistitis. Patofisiologi FLUTD dalam hal ini diawali dari kondisi jantan yang dikebiri, cenderung kurang beraktivitas dan mengalami obesitas. Obesitas meningkatkan risiko infeksi ascending yang menjadi salah satu penyebab terbentuknya kristal di saluran kemih.
Suspek dermatofitosis pada ayam Sentul Debu di peternakan ayam di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Hermawan, Firda Aisyah; Triyatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.1-2

Abstract

Dermatophytosis in chickens or avian ringworms is a zoonotic disease caused by fungi in the Dermatophyta group. This article reports a case of suspected dermatophytosis in Sentul Debu chickens on a chicken farm in Majalengka Regency, West Java. Three 11 month old male Sentul Debu chickens in one of the postal system rearing cages showed clinical symptoms in the form of white scales on their head, comb, and wattles. Diagnosis and treatment are based on clinical symptoms and visible lesions. Treatment uses an ointment with the active ingredient sulfur which is given 1-2 times/day for 7 days. The results of the treatment showed healing, with the head, comb, and wattle appearing to be clean from white scales.
Diagnosis infectious bronchitis pada seekor ayam lokal Triyatjaya, Yoga; Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Pratiwi, Unita; Khairani, Shafia
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.15-16

Abstract

Bronkitis menular merupakan penyakit pada ayam yang disebabkan oleh virus avian dengan genom virus RNA positif beruntai tunggal dan termasuk dalam genus Gammacoronavirus. AI adalah penyakit pernafasan akut yang mempengaruhi sistem reproduksi ayam, ginjal, saluran pencernaan, dan sistem pertahanan. Artikel ini melaporkan seekor ayam petelur Debu Sentul berusia 13 bulan ditemukan mengalami gangguan postur berdiri. Pemeriksaan fisik menunjukkan ayam memiliki postur berdiri seperti Penguin, mulut selalu terbuka, dan sesak napas. Hewan-hewan tersebut di-eutanasia untuk nekropsi dan pemeriksaan post-mortem. Nekropsi menunjukkan temuan patologi berupa airsacculitis, splenomegali, regresi ovarium, enteritis, perdarahan rongga tonsil, dan kista berisi cairan pada saluran telur. Ayam didiagnosis menderita Bronkitis Menular berdasarkan gejala klinis dan temuan patologi anatomi pada organ.
Gambaran patologi anatomi pada DOC yang mengalami omphalitis Hermawan, Firda Aisyah; Zega, Defornatasya Indah Sinta Nadania; Triatjaya, Yoga; Khairani, Shafia; Pratiwi, Unita
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.53-54

Abstract

Omphalitis, infeksi yang disebabkan oleh berbagai bakteri yang masuk melalui umbilikus yang terbuka atau aliran darah, secara signifikan berkontribusi pada kematian anak ayam dalam minggu pertama setelah menetas, sering kali akibat praktik kebersihan yang kurang optimal selama proses penetasan. Studi kasus ini bertujuan untuk mengkarakterisasi dampak omphalitis pada anak ayam umur sehari (DOC) dengan memeriksa perubahan anatomi dan patologi. Nekropsi dilakukan pada empat DOC di Pusat Pengembangan Pembibitan Unggas Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa anak ayam yang terinfeksi memiliki ukuran tubuh kecil, bulu kusam, kantung kuning telur membesar, dan umbilikus yang belum sembuh. Patologi anatomi mengungkapkan distensi abdomen, tangkai kuning telur nekrotik, serta kantung kuning telur yang berwarna kehijauan dan berbau busuk.
Diagnosa dan penanganan Ehrlichiosis pada seekor anjing Pug Dewanti, Desak Gede Bintang Pradnya; Arjentinia, I Putu Gede Yudhi; Suartha, I Nyoman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.13-14

Abstract

Infestasi caplak pada anjing selain merusak kulit, menimbulkan reaksi inflamasi, dan anemia, caplak juga merupakan vektor parasit darah seperti Ehrlichia spp. sebagai Ehrlihciosis.Tulisan ini melaporkan kasus seekor anjing Pug betina berumur 5 tahun dengan kondisi tubuh dipenuhi caplak. Hasil pemeriksaan klinis ditemukan infestasi caplak pada wajah, telinga, punggung, abdomen, kaki dan interdigital. Pemeriksaan penunjang yang dilakukan yaitu pemeriksaan complete blood count (CBC), buffy coat smear dan test kit. Hasil pemeriksaan CBC menunjukkan anjing kasus mengalami leukositosis, neutrofilia, anemia mikrositik hipokromik dan trombositopenia. Pemeriksaan buffy coat smear menunjukkan adanya morula Ehrlichia dalam sitoplasma monosit anjing dan hasil test kit positif mengandung antibodi Ehrlichia sehingga anjing didiagnosis menderita Ehrlichiosis. Penanganan dilakukan dengan pemberian antibiotika Doxycycline, Intervetta Dr. Choice Ferro-B dan Fu Fang Ejiao Jiang, PO selama 21 hari. Pasca penanganan, parameter hematologi berupa leukosit, neutrofil, eritrosit dan trombosit sudah kembali dalam rentang normal.
Penyakit tetelo pada ayam lokal – Laporan kasus Hartaputera, I Nyoman Surya Tri; Kencana, Gusti Ayu Yuniati; Adi, Anak Agung Ayu Mira; Sudipa, Putu Henrywaesa; Sulabda, I Nyoman
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.1.9-10

Abstract

Peternakan ayam lokal tradisional, dibandingkan dengan peternakan unggas komersial, menghadapi banyak tantangan terkait penyakit, dengan salah satu ancaman utama adalah virus penyakit tetelo. Laporan kasus ini menggambarkan ayam lokal berumur 8 minggu yang terinfeksi virus Newcastle disease terdeteksi melalui pemeriksaan aspek epidemiologi, patologi, dan virologi. Angka kesakitan di peternakan ini adalah 65%, dengan angka kematian 20% dan angka kematian 30,7%. Hasil pemeriksaan anatomi dan histopatologi menunjukkan adanya perubahan patologis pada berbagai organ. Uji laboratorium menggunakan uji Haemmaglutination-Inhibition dan Haemmaglutination memastikan adanya virus penyakit tetelo. Berdasarkan gejala klinis, temuan patologi anatomi, analisis histopatologi, isolasi virus, dan identifikasi, disimpulkan bahwa ayam yang terkena penyakit tersebut terinfeksi penyakit Newcastle velogenik viscerotropik.
Clinical diagnosis and therapeutic approach for stomatitis in an albino-reticulated python (Malayopython reticulatus) at Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia Panggalih, Ketawang Enggar; Dewantara, Ragaluh; Khairani, Shafia; Kusuma, Randy
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.49-50

Abstract

Laporan kasus ini menyoroti strategi pengobatan yang efektif untuk stomatitis pada ular sanca kembang, memberikan wawasan berharga tentang perawatan veteriner dalam upaya konservasi reptil. Ular sanca kembang albino (Malayopython reticulatus) memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi sebagai predator, sehingga kesehatannya menjadi sangat penting dalam upaya konservasi. Seekor ular sanca albino di Gembira Loka Zoo, Yogyakarta, Indonesia, dilaporkan oleh penjaga kebun binatang tidak mau makan selama sekitar 1-2 bulan. Dokter hewan yang bertugas dari unit reptil melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan adanya peradangan pada mulut dan jaringan mukosa, serta gigi yang hilang. Gigi yang bermasalah dicabut untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian semprotan antiseptik yang mengandung 0,2% klorheksidin diglukonat dan Oxyfresh Dental Gel pada area mulut yang meradang. Selain itu, terapi suportif dengan Hematodin juga diberikan. Setelah sembilan hari pengobatan, ular sanca tersebut menunjukkan perbaikan yang signifikan, dengan peradangan yang berkurang dan pemulihan bertahap.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025 Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021 Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020 Vol. 4 No. 3 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020 Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019 Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019 Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018 Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017 More Issue