cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN COLLEGE BOWL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS BELAJAR DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Pande Putu Sri Wandari .; Drs. I Nyoman Gita, M.Si .; Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan aktivitas belajar siswa, (2) mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa, dan (3) mengetahui tanggapan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran College Bowl. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa Kelas VIII A3 SMP Negeri 6 Singaraja sebanyak 26 orang. Data mengenai aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika, dan tanggapan siswa berturut-turut dikumpulkan melalui lembar observasi, tes pemahaman konsep matematika, dan angket. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase aktivitas belajar siswa yang berkategori minimal aktif meningkat dari siklus ke siklus dengan persentase pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 30,77%; 66,54%; dan 88,46%. Persentase pemahaman konsep matematika siswa yang berkategori minimal baik meningkat dari siklus ke siklus dengan persentase pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu 34,61%; 57,69%; dan 84,62%. Peningkatan ini tercapai karena adanya perbaikan dalam pelaksanaan tindakan yaitu siswa: (1) termotivasi untuk berani bertanya dan menyampaikan pendapat, (2) lebih aktif bekerjasama dan bertukar pendapat dalam diskusi kelompok, (3) lebih mampu menemukan dan menggunakan konsep dalam menyelesaikan soal, dan (4) lebih mampu menuliskan dan menjelaskan hasil dikusi sesuai dengan tahapan Bloom. Persentase tanggapan siswa yang berkategori minimal positif adalah 84,62%.Kata Kunci : strategi pembelajaran College Bowl, aktivitas belajar, pemahaman konsep matematika This research was aimed to: 1) describe the improvement of students’ learning activities, 2) describe the improvement of students’ mathematical concepts understanding, and 3) know the students’ responses towards the implementation of College Bowl learning strategy. This classroom action research was done in three cycles. The subjects of this research were students of VIII A3 class in SMP Negeri 6 Singaraja which consists of 26 students. Data of learning activities, mathematical concepts understanding, and students’ responses were collected respectively by using observation sheet, mathematical concepts understanding test, and questionnaire. The collected data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students’ learning activities which belongs to active minimal category increase on cycle to another cycle indicated by the percentages on the first cycle, second cycle, and third cycle which are respectively 30,77%; 66,54%; and 88,46%. The percentages of students’ mathematical concepts understanding which belongs to good minimal category increase on cycle to another cycle indicated by the percentages on the first cycle, second cycle, and third cycle which are respectively 34,61%; 57,69%; and 84,62%. These increasing are due to improvements in action implementation that students are: (1) motivated in asking and telling their opinions, (2) more active in cooperating and sharing opinions on group’s discussion, (3) able to find and use concepts to solve the questions, and (4) able to write and describe the discussion’s results based on Bloom steps. The percentage of students’ responses which belong to positive minimal category is 84,62%.keyword : College Bowl learning strategy, learning activities, mathematical concepts understanding
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ni Made Arri Sudani .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5989

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 dan sampel dari penelitian ini adalah semua siswa Kelas VIII yang diambil menggunakan teknik sampel sampling jenuh. Data kemampuan berpikir kritis siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data kemampuan pemecahan masalah dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunaan uji analisis varians dua jalur. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis diperoleh bahwa: (1) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) terdapat pengaruh interaksi antara pembelajaran (model Treffinger dan konvensional) dengan kemampuan berpikir kritis siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (3) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis tinggi, dan (4) terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran konvensional untuk siswa dengan kemampuan berpikir kritis rendah.Kata Kunci : Model pembelajaran Treffinger, berpikir kritis, pemecahan masalah matematika This research aimed to investigate whether affect of Treffinger learning model to the way of mathematical problem solving ability from the critical thinking ability of the student. The research design which used in this research was the post-test only control group design. The population in this study was all students of Class VIII SMP Negeri 7 Singaraja in academic year 2014/2015 and sample was chosen by using saturated sample sampling technique. Critical thinking ability data were collected from critical thinking ability test and problem solving ability data were collected from problem solving ability test that given to students in the form of essay test. Data of mathematical problem solving ability were analyzed by using two way variant analyses. The results of hypothesis testing showed that: (1) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning, (2) there is the effect of the interaction between learning (Treffinger model and conventional) with critical thinking ability of students to the mathematical problem solving abilities, (3) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with high critical thinking ability, and (4) there is difference of mathematical problem solving ability between the students who learned with Treffinger learning model and the students who learned with conventional learning for students with low critical thinking ability.keyword : Treffinger learning model, critical thinking ability, mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CORE TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BEBANDEM I Dewa Gede Agung Pratama Putra .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5990

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Bebandem tahun ajaran 2014/2015, yaitu sebanyak 180 orang yang terdistribusi ke dalam 7 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling untuk mendapatkan 2 kelas sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Design. Data skor tes kemampuan komunikasi matematis siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa thitung = 2,8302 > ttabel = 2,0086. Akibatnya ditolak. Hal ini berarti bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti model pembelajaran CORE lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif model pembelajaran CORE terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Hal ini beralasan karena didukung oleh fakta-fakta empiris bahwa siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran CORE aktif dalam belajar, melatih daya ingat siswa tentang suatu konsep/informasi, dan mampu mengkomunikasikan masalah matematika yang diberikan.Kata Kunci : Model CORE,Kemampuan Komunikasi Matematis This research was aimed to determine wether mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. The population in this study was all tenth grade students of SMA Negeri 1 Bebandem in academic year 2014/2015, as many as 180 students which distributed into seven classes. Sampling was done by cluster random sampling technique to obtain two sample classes. Design in this study was Post-test Only Control Design. The score data of mathematical communication ability of students test was analyzed by using t-test with the significant level of 5%. Hypotesis testing results showed that ttest = 2,8302 > ttable = 2,0086. Consecuently rejected. It means mathematical communication ability of students who studied with CORE learning model higher than mathematical communication ability of students who studied with conventional learning. In other words, there is positive influence from CORE model to mathematical communication ability of students. This is reasonable because it’s support by the empirical facts that learned with CORE learning model make students active in learning, memory train students about the concept/information, and is able to communicate a given mathematical problem.keyword : CORE Model, Mathematical Communication Ability.
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP DI KAPUPATEN BULELENG Ni Luh Made Martini .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran model metakognitif berorientasi pemecahan masalah matematika otentik yang relevan dan valid untuk meningkatkan kompetensi matematis tingkat tinggi siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut menggunakan prosedur pengembangan teori Plomp, yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Namun dalam penelitian ini prosedur pengembangan hanya sampai pada tahap keempat. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP kelas VIII di Kabupaten Buleleng. Proses pengembangan yang dilakukan diawali dengan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran berdasarkan pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, pembelajaran inovatif serta kebutuhan guru di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perangkat yag berupa buku siswa dan buku petunjuk guru sesuai dengan deskripsi perangkat pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan karakteristik di atas. Terakhir kualitas perangkat pembelajaran diukur berdasarkan tingkat validitasnya. Rata-rata Skor validitas yang diperoleh untuk buku siswa adalah 3,35 dan buku guru adalah 3,4 dengan kategori valid karena berada pada interval 2,5≤RS
PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MIND MAPPING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 3 SINGARAJA Ni Luh Suciari .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .; Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning dengan Mind Mapping terhadap hasil belajar siswa. Hasil belajar yang dimaksudkan adalah kemampuan pemahaman konsep matematika dan aktivitas belajar siswa. Desain penelitian ini adalah Post-Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Singaraja yang terdiri dari 305 siswa. Teknik pengambilan sampelnya adalah random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIIID sebanyak 35 siswa sebagai kelas ekseprimen dan siswa kelas VIIIL sebanyak 32 orang sebagai kelas kontrol. Data kemampuan pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemahaman konsep matematika siswa. Data hasil tes kemampuan pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilaithitung=3,514 lebih dari nilai ttabel=1,997. Sehingga kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning dengan Mind Mapping lebih baik dari kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model Problem Based Learning. Sedangkan data aktivitas belajar siswa diperoleh dari skor yang diberikan oleh observer selama proses pembelajaran. Sehingga secara kuantitatif, skor aktivitas belajar siswa dikelas eksperimen=73,44lebih dari skor aktivitas belajar siswa di kelas kontrol=71,33. Namun secara kualitatif memiliki kualitas yang sama yaitu termasuk dalam kategori tinggi. Kata Kunci : aktivitas belajar, hasil belajar, kemampuan pemahaman konsep, mind mapping, dan problem based learning The objective of this research is to investigate the effect of Problem Based Learning model with Mind Mapping towards students’ learning outcomes. Learning outcomes in this research were students’ understanding of mathematical concept and students’ learning activities. This research design was Post-Test Only Control Group Design. Population of this research was all eighth grade students in SMP Negeri 3 Singaraja which consists of 305 students. This research used random sampling technique. Sample of this research was all students in class VIIID as experiment class which consist of 35 students and all students in class VIIIL as control class which consist of 32 students. Data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through tests. These data were analyzed using one-tailed t-test. Hypothesis testing’s showed that the value of t-test= 3.514 which is greater than the value of t table = 1.997. Therefore the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model with Mind Mapping was better than the students’ understanding of mathematical concepts that learned through Problem Based Learning model. Data of students' learning activity were obtained from the scores that given by the observer during the learning process. Score of learning activity in experiment class=73.44 quantitatively were better than score of learning activity in control class=71.33. But qualitatively both have the same quality that is classified in the high categorykeyword : learning activity, learning outcomes, mind mapping,problem based learning, and understanding of mathematical
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN AKTIVITAS BELAJAR MATEMATIKA KELAS VIII MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TSOI Ni Nengah Mardiani .; Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5993

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika, serta mengetahui peningkatan aktivitas belajar matematika siswa melalui penerapan model pembelajaran TSOI. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang melibatkan subjek sebanyak 38 orang siswa Kelas VIII 14 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus yang masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi serta refleksi. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi dan tes. Keseluruhan data ini selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan aktivitas belajar matematika siswa meningkat. Rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa pada refleksi awal yaitu 38,33 pada siklus I rata-rata nilai kemampuan pemecahan masalah matematika meningkat menjadi 48,65 meningkat lagi menjadi 65,2 pada siklus II dan meningkat menjadi 78,2 pada siklus III. Rata-rata skor 41,73 meningkat lagi menjadi 49,43 pada siklus II dan meningkat menjadi 64,46 pada siklus III. Peningkatan tercapai setelah siswa melalui tahapan-tahapan pembelajaran dari penerapan model pembelajaran TSOI dengan beberapa penyemprunaan pada tindakan pembelajaran.Kata Kunci : model pembelajaran TSOI, kemampuan pemecahan masalah, aktivitas belajar matematika This study aimed at knowing students’ achievement of mathematics solving problem skill and learning activity through the implementation of TSOI learning model. This study is classroom action research which involving 38 students of class VIII 14 SMP Negeri 2 Singaraja in even semester in the academic year 2014/2015 as subject. This study was done in three cycles, in which each cycle consisted of planning, acting, observing, and reflecting. The data were collected by using interview, observation and test. Then, the data were analyzed descriptively. The results of the study show that the students’ achievement of mathematics solving problem skill and learning activity increase. The average of students’ mathematics solving problem score in the beginning reflection was 38,33. In the first cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 48,65. Then, in the second cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 65,2. Finally in the third cycle, the average of students’ mathematics solving problem score increased to 78,2. However, the average of students’ mathematics learning activity score in the beginning reflection was 28,81. In the first cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 41,73. Then, in the second cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 49,43. Finally in the third cycle, the average of students’ mathematics learning activity score increased to 64,46. The improvement achieved after the students passed the learning steps of TSOI with some perfections in the action learning. keyword : TSOI Learning Model, Solving Problem Skill, Mathematics learning Activity
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN JUST IN TIME TEACHING (JITT) BERBANTUAN FACEBOOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA I Gede Eka Artaguna .; Prof. Dr. Phill.I Gst. Putu Sudiarta, .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5994

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu ( quasi experiment ) dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design . Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII non Unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas VIII B3 dan VIII B4 yang diambil menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui tes prestasi belajar matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes objektif. Data hasil tes prestasi belajar matematika dianalisis menggunaan Uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa〖 t〗_hitung= 2,158 >〖 t〗_tabel=1,669. Ini berarti bahwa H_0 harus ditolak yang artinya bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih tinggi dari pada prestasi belajar matematika matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Hal ini terjadi karena adanya fakta-fakta yang menunjukan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model Just in Time Teaching (JiTT) berbantuan facebook lebih siap dan lebih bersemangat dalam dalam mengikuti pembelajaran dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Just in Time Teaching, facebook, prestasi belajar matematika This study is aimed at finding out whether students achievement of mathematics taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook was higher than the student achievement of mathematics taught by using conventional learning model. This study was a quasi experiment and used Post Test Only Control Group Research Design. The population of this research was the non seed of grade VIII of SMP Negeri 4 Singaraja, in academic year 2014/2015. The selected sample of this research was class of VIII B3 and VIII B4 which were taken by using cluster sampling technique. The data of this research was collected through mathematics achievement test which was gathered by multiple choices and analyzed using one tail independent t-test with the 5% of significance level. The study result showed that 〖 t〗_score= 2,158 >〖 t〗_table=1,669. It caused that the nul hyppthesis must be rejected. This indicated that students’ achievement of mathematics taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook was higher than students’ achievement of mathematics taught by using conventional learning model.. This result was supported by the findings that the students taught by using Just in Time Teaching (JiTT) model with Facebook are more ready and more enthusiastic in learning process than students who taught by using conventional learning model.keyword : Just in Time Teaching Learning Model, Facebook, mathematics learning achievement
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KO0PERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 12 SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Nyoman Tri Purnami .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Drs. Sariyasa,M.Sc., Ph.D .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5997

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja melalui model pembelajaran kooperatif dengan metode team quiz. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 38 orang siswa kelas VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja pada semester genap tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data keaktifan belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi dan data kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan keaktifan belajar dan peningkatan rata-rata kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematika serta ketuntasan belajar dari refleksi awal sampai siklus III. Peningkatan keaktifan belajar dari siklus I ke siklus II sebesar 13,37 dan siklus II ke siklus III sebesar 11,63 dengan katagori baik (skor aktivitas: 70,14). Peningkatan rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan ketuntasan belajar siswa dari tes awal ke siklus I sebesar 13,62 dan 26,32, siklus I ke siklus II sebesar 6,25 dan 23,68, dan siklus II ke siklus III sebesar 15,79 dan 3,36 dengan terpenuhi KKM dan ketentusan belajar yang diharapkan.Kata Kunci : model kooperatif, metode team quiz, keaktifan belajar, kemampuan pemecahan masalah matematika This research aimed at improving the active learning and problem solving skills of students of grade VIII 12 SMP Negeri 2 Singaraja trough cooperative learning model with team quiz method. The subjects of this study were 38 students at class VIII 12 of SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2014/2015. This research was conducted in three cycle in which each of the cycle contain of preparation stage, implementation, observation, evaluation, and reflection. The data of students active learning was collected by using observation sheet and the data of students problem solving in mathematic lesson was collected by using subjective questions about problem solving in mathematic lesson. The data which already collected were analyzed descriptively. The result of this study showed that there are some improvement in students active learning and their ability in problem solving in mathematic lesson, as well as the completeness of the study from the reflection until third cycle. The improvement of students active learning from cycle I to cycle II was 13.37 and from cycle II to cycle III was 11.63 with good category (active score : 70.14). The improvement of problem solving in mathematic lesson and the completeness of the study from the beginning test to cycle I was 13.62 and 26.32, from cycle I to cycle II was 6.25 and 23.68, from cycle II to cycle III was 15.79 and 3.36 which passed the minimum criteria of completeness of the study.keyword : cooperative learning, team quiz method, students’ active learning, the ability of problem solving in mathematic lesson
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PoWs TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SINGARAJA Ni Nengah Ari Partini .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Made Suarsana, S.Pd., M.Si. .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor(ekor kanan) dengan taraf signfikansi 5% dan dk 77. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs adalah 93,42 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 87,92. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,0691 dan ttabel = 1,9912. Jika dibandingkan thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Problem Based Learning, PoWs, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims to determine whether students abilities in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning model aided by PoWs is higher than the problem solving ability of students that learned with conventional learning. The research is a quasi-experimental, with the design of the research is the post-test only control group design. The research population was all regular students of Class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in the academic year 2014/2015. Sampling was determined by random sampling technique. Data of students ability in mathematical problem solving is obtained through the test of problem-solving that given at the end of the study. Data were analyzed using one-tailed t-test (right tail) with level of signficance 5% and df 77. Post-test results indicate that the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning aided by PoWs is 93.42 while the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with conventional learning is 87.92. From the data analysis, obtained tobservation = 4,0691 and ttable = 1,9912. It turns out tobservation > ttable so that H0 was rejected. Therefore, it can be concluded that the students ability in mathematical problem solving that learned using Problem Based Learning aided by PoWs higher than the students ability in problem solving that learned with conventional learning.keyword : Problem Based Learning, PoWs, Problem Solving Ability
CONTRIBUTION OF TEACHERS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS TO STUDENTS' UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS IN GRADE 3 ELEMENTARY SCHOOL IN BULELENG SUBDISTRICT Ni Made Aristya Dewi .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6310

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas III SD di Kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat ex-post facto. Populasi dari penelitian ini adalah kelas III SD di Kecamatan Buleleng yang jumlahnya 87 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik Cluster Random Sampling. Hal ini dikarenakan kelas III SD yang diteliti terbagi ke dalam 15 gugus. Dalam penelitian ini, ukuran sampel yang digunakan adalah 21 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan tes pemahaman konsep matematika guru dan tes pemahaman konsep matematika siswa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi sederhana dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemahaman konsep matematika guru tergolong baik dengan rata-rata skor 66,67. Pemahaman konsep matematika siswa tergolong cukup baik dengan rata-rata skor 47,87. Selanjutnya, kontribusi pemahaman konsep matematika guru terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah sebesar 25,3%. Artinya, sekitar 25,3% variasi dalam pemahaman konsep matematika siswa dijelaskan oleh pemahaman konsep matematika guru, sedangkan sisanya 74,7% ditentukan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : pemahaman konsep matematika guru, pemahaman konsep matematika siswa The main objective of this research was to determine the contribution of teachers’ understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts in grade 3 elementary school in Buleleng Subdistrict. This research is an ex-post facto research. Population of this research is all 3rd grade in Buleleng Subdistric consisting of 87 classes. Samples were determined by cluster random sampling technique. This is because the grade 3 which were observed divided into 15 clusters. In this research, the sample size used was 21 samples. Data was collected by using a test of conceptual understanding for teachers and for students. Then the data were analyzed using simple correlation analysis and simple linear regression analysis. The results showed that teachers' understanding of mathematical concepts is good with an average score of 66.67 and students' understanding of mathematical concepts is quite good with an average score of 47.87. Furthermore, the contribution of teachers' understanding of mathematical concepts to students' understanding of mathematical concepts is 25.3%. This means that about 25.3% of the variation in students' understanding of mathematical concepts can be explained by the teacher understanding of mathematical concepts, while the remaining 74.7% is determined by other variables that are not investigated.keyword : teachers’ understanding of mathematical concepts, students' understanding of mathematical concepts

Filter by Year

2014 2025