cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH PENILAIAN DIRI TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII NON UNGGULAN SMP NEGERI 2 SINGARAJA Ni Putu Nitha Santari .; Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si .; Dr.I Wayan Sadra,M.Ed .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mendapat pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa dengan pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Sampel dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII 4 sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII 3 sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa diperoleh melalui tes uraian sebanyak lima butir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Dari hasil analisis data, diperoleh t-hitung = 2, 725 dan t-tabel= 1,993. Hal ini berarti t-hitung > t-tabel, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran dengan melakukan penilaian diri lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, penilaian diri berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VIII non unggulan SMP Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci : Penilaian diri, pembelajaran konvensional, pemahaman konsep matematika This research was aimed to know whether the students’ understanding of mathematical concepts who were taught by self-assessment was better than the students’ understanding of mathematical concepts with conventional learning. The design of the research was post-test only control group design. The population of this research consist of all regular eight grade studentsat SMP Negeri 2 Singaraja in academic year 2015/2016. Random sampling was used as technique to select the sample from that process, the students of VIII 4 class has been chosen as the experimental group and VIII 3 class as control group. The data of students’ understanding of mathematical concepts were collected through mathematical concepts understanding test that consist of five items. Then, the data was analysed by using one-tailed t-test. The result of data analysis obtained t-observation = 2,725 and t-table = 1,993. It means t-observation > t-table so it can be concluded that the mathematical conceptual understanding of studentswho were taught by self-assessment is better mathematical conceptual understanding of students with conventional learning. In other words, self-assessment give positive effect to mathematical conceptual understanding of students of regular eight grade SMP Negeri 2 Singaraja. keyword : Self-assessment, conventional learning, mathematical concepts understanding
IDENTIFIKASI FAKTOR PENYEBAB KEKURANGTERTARIKAN SISWA KELAS X SMK NEGERI 1 SINGARAJA TERHADAP MATA PELAJARAN MATEMATIKA Ni Wayan Desi Maryawathi .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) merumuskan indikator siswa yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika, (2) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika, dan (3) merumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa kelas SMK terhadap mata pelajaran matematika. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan subjek penelitian adalah kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang berjumlah 268 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik Snowball Sampling dan terpilih 25 orang siswa sebagai sampel. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode angket, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator utama siswa kelas X SMK Negeri 1 Singaraja yang kurang tertarik terhadap mata pelajaran matematika adalah tidak mengetahui kegunaan dari mempelajari matematika dan siswa tidak memiliki minat maupun motivasi untuk belajar matematika. Faktor penyebab kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah karena pandangan negatif siswa terhadap mata pelajaran matematika, tidak memahami penerapan materi matematika, tidak memahami materi yang dijelaskan oleh guru, kurangnya waktu belajar siswa, kurangnya antusias siswa belajar matematika, pembelajaran yang kurang menarik, motivasi siswa masih rendah dan lingkungan belajar yang kurang kondusif. Dengan demikian dirumuskan solusi untuk mengatasi kekurangtertarikan siswa SMK terhadap mata pelajaran matematika adalah penjelasan lebih mengenai penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, pembelajaran yang lebih bervariasi, siswa harus mampu membagi waktu belajar, pemberian dukungan dan motivasi dari orang tua, mengurangi kesan guru yang galak dan jarang tersenyum, dan menumbuhkan motivasi belajar matematika pada diri siswa sendiri.Kata Kunci : Kekurangtertarikan, mata pelajaran matematika, dan sekolah menengah kejuruan This research aimed to (1) formulate the student indicator who uninterested with mathematics, (2) identify the uninterested factors of SMK Negeri 1 Singaraja students to mathematics, and (3) formulate the solution to overcome student’s uninterested. This research was a qualitative research and the research subjects were class X of SMK Negeri 1 Singaraja consist of 268 students. From 268 students, 25 of them were chosen as sample of this research by using snowball sampling technique. The data was gathered by using questionnaire method, observation, and interview. The result showed the main indicators of mathematics uninterested were because the students did not know the purpose of studying mathematics and the students also did not have interest or motivation to study mathematics. The result also showed that the uninterested factors to mathematics were because the students had negative outlook to mathematics, students did not understand the application of mathematics, students did not understand the teacher explanation, students did not have enough time to study, students less enthusiastic to study mathematics, learning was not interesting, students’ motivation is low and learning environment was not conducive. Therefore, the solutions to overcome student uninterested to mathematics are by explaining deeper about the application of mathematics in daily life, using more variation in learning method, helping student to manage study time, support and motivation from parent, decreasing teacher impression which usually grumpy and rarely smiling, and growing motivation to study mathematics to student him/herself.keyword : Uninterested, mathematics, and vocational high school
PENGARUH PEMBERIAN UMPAN BALIK DARI TEMAN SEJAWAT TERHADAP AKTIVITAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 1 KERAMBITAN Ni Komang Wira Andriati .; Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom .; Drs.Djoko Waluyo,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6313

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran dengan umpan balik dari guru. Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kerambitan tahun ajaran 2015/2016. Sampel ditentukan dengan teknik random sampling yang berjumlah 40 siswa. Data aktivitas dan prestasi belajar matematika siswa diperoleh dari pengamatan setiap pertemuan dengan lembar observasi dan tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji MANOVA. Hasil analisis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan aktivitas dan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari teman sejawat dan siswa yang mengikuti pembelajaran pemberian umpan balik dari guru(F=71,384 dan Sig.=0,000
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA I Komang Sesara Ariyana .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 588 siswa yang tersebar dalam 15 kelas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling dimana yang terpilih adalah kelas VIII.6 dan VIII.8. Selanjutnya dengan pengundian terpilih kelas VIII.8 sebagai kelompok eksperimen sebanyak 39 siswa, sedangkan kelas VIII.6 sebagai kelompok kontrol sebanyak 39 siswa. Data kemampuan komunikasi matematis dikumpulkan menggunakan tes esai dan kemudian dianalisis menggunakan uji-Z satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematis, Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs This study aimed at finding out whether the mathematics communication ability of eighth-grade students of SMP Negeri 2 Singaraja which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning. The study used a Post Test Only Control Group Design. The population was all of the eight graders of SMP Negeri 2 Singaraja semester 2 in academic year 2014/2015 which amounted to 588 students distributed in 15 classes. The samples of this study which were determined by using random sampling technique were Class VIII.6 and Class VIII.8. Then, by using lottery, Class VIII.8 were selected as the experimental group which amounted to 39 students, while Class VIII.6 were as the control group with the same amount. The data of mathematics communication ability was collected through essay test and then was analyzed by using One-Way Z-Test with level of significance 5%. The result showed that the students’ mathematics communication ability which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning.keyword : mathematics communication ability, Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs
PENGARUH MODEL KONTRUKSI KONSEP BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA PADA MATERI GEOMETRI I Ketut Agus Buda Sumiranata .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 3 No. 1 (2015)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6315

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra lebih baik daripada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Lab Undiksha Singaraja tahun ajaran 2015/2016. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas IX-4 sebagai kelas eksperimen dan IX-3 sebagai kelas control. Data skor prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis mengunakan Uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep berbantuan GeoGebra adalah 76,74, sedangkan rata-rata skor prestasi belajar siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional adalah 60,84. Hasil analisis data, diperoleh t_hitung=2,3751 dan t_((0,95)(61) )=1,67. Jika dibandingkan nilai t_hitung>t_((1-α)(dk)) sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang dibelajarkan dengan model Konstruksi Konsep lebih baik dari pada siswa yang dibelajarkan dengan model konvensional.Kata Kunci : model Konstruksi Konsep, GeoGebra, prestasi belajar matematika. This research was aimed to investigate whether learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra’s better than the students who learned with conventional learning model. This research was a quasi-experiment with Post-test Only Control Group Design. The population of this research was all of nine SMP Lab Undiksha Singaraja in the academic year 2015/2016. The selecting sample process was done by the cluster random sampling technique. Data of mathematics learning achievement mathematics were obtained from essay test that given to students at the end of the study. Data obtained were then analyzed by using t test. The result of post-test showed that the mean scores of students learned with concept construction learning model with GeoGebra’s is 76,74, while the mean scores of students learned with conventional learning model is 60,84. From the data analyzed, it was obtained that t(observed) = 2,3751 and t(critical value) = 1,67. Since, tobserved > t(critical value), H0 was rejected. Therefore, it concluded that learning achievement mathematics of the students who learned with concept construction learning model with GeoGebra better than the students who learned with conventional learning model.keyword : concept construction model, GeoGebra, learning achievement mathematics.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PDEODE TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 4 SINGARAJA Putu Priwitasari .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .; Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6853

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian eksperimen semu (quasi experiment). Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa Kelas X MIA SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 206 siswa yang terdistribusi ke dalam 6 kelas. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik cluster sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari enam kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan dengan ANAVA satu jalur untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Data kemampuan penalaran matematis siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan uji-t. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE adalah 82.75 dari skor maksimum 100, sedangkan rata-rata skor kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional dengan model kooperatif semu berbasis pendekatan saintifik adalah 75.88 dari skor maksimum 100. Dari hasil analisis data, diperoleh t_hitung = 2.95 dan t_tabel = 1.667. Jika dibandingkan maka nilai t_hitung > t_tabel yang berarti bahwa H_0 ditolak. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran PDEODE lebih baik dari siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model pembelajaran PDEODE, Kemampuan Penalaran Matematis This study aims at determining whether the mathematical reasoning abilities of students who use the PDEODE learning model are better than the students who apply the conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach. This study is categorized as a quasi-experimental research which used a post-test only control group design.The population was all of the 206 students of Class X MIA SMAN 4 Singaraja academic year 2015/2016. They are distributed into 6 classes. The data was collected by using cluster sampling technique. The sample is obtained by choosing two classes of six classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population use ANAVA one way. The data were taken by giving the test description given at the end of the research obtain trough a valid and reliable description test. The data then analyzed by using t-test. Post-test results showed that the average score of students who used the PDEODE learning model is 82.75 from maximum score 100, while the average score of students who apply conventional learning with cooperative model based pseudo scientific approach was 75.88 from maximum score 100. Based on the analysis, it is found that t_count = 2.95 and t_table = 1.667. Comparing those results, the value of t-count was better than t table ( t_count > t_table) which means that H_0 was rejected. It can be concluded the mathematical reasoning ability of students who use the PDEODE learning model are better than students who apply the conventional learning.keyword : PDEODE Learning model, Mathematical Reasoning Ability
PENGARUH METODE PEMBERIAN TUGAS DISERTAI UMPAN BALIK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA I Wayan Suardita .; Dr.Gede Suweken,M.Sc .; Drs.I Made Sugiarta,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Skor tes prestasi belajar matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata skor prestasi belajar kelas eksperimen adalah 80 sedangkan pada kelas kontrol adalah 71,6. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,62471 dan nilai ttabel adalah 1,68488 sehingga, thitung > ttabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik segera lebih baik daripada pembelajaran dengan menggunakan metode pemberian tugas disertai umpan balik tunda.Kata Kunci : Metode pemberian tugas, umpan balik, prestasi belajar matematika This study is aimed to determine whether the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with immediate feedback is better than the mathematics achievement of students who learned with the method of assignment with delayed feedback. The population of this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada 2015/2016 academic year, as many as 102 people. Sampling was done by random sampling techniques to obtain one control group and one experimental group. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. Mathematics learning achievement test scores of students were analyzed using one-tailed t-test. Based on the analysis it is obtained that average score of learning achievement experimental class is 80, while the control group was 71.6. Result of testing by t-test, it is obtained that tcount is 2,62471 and the values ttable is 1,68488 so that, tcount > ttable. So it can be concluded that the mathematics achievement of students who learned by using the method of assignment with immediate feedback is better than students achievement who learned by using the method of assignment with delayed feedback.keyword : The method of assignment, feedback, mathematics achievement
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA Made Dwi Savitri .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 SUKASADA Made Dwi Savitri .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016, yaitu sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling untuk mendapatkan satu kelas kontrol dan satu kelas eksperimen. Sampel diperoleh dengan memilih dua kelas dari lima kelas, sebelum memilih dua kelas secara acak harus dilakukan uji kesetaraan untuk mengetahui bahwa setiap kelas dalam populasi setara. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes uraian yang telah valid dan reliabel. Skor tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis dengan menggunakan uji-t satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian dengan uji-t diperoleh nilai thitung adalah 2,480 dan nilai ttabel adalah 1,685 sehingga, t_hitung > t_tabel. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe FSLC lebih baik dari kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Kooperatif tipe FSLC, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This study aims to know whether the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016, for about 102 people. They are distributed into 5 classes. The Sampling was conducted by simple random sampling technique to obtain a control class and an experiment class. The sample is obtained by choosing two classes of five classes, before choosing it randomly, an equivalence testing is a must to do to determine that each class in a similar population. The research design used in this study is the Post-test Only Control Group Design. The data of mathematics problem solving ability of students obtain trough a valid and reliable description test. Test scores of mathematics problem solving ability of students were analyzed using t-test of the party that is the right side. Results of testing by t-test is obtained tcount is 2.480 and ttable is 1.685, so t_count> t_table. So it can be concluded that the mathematical problem solving ability of students who take the FSLC cooperative learning model is better than the mathematical problem solving ability of students who take the conventional learning.keyword : The learning FSLC cooperative learning model, Conventional learning, The mathematical problem solving ability
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBENTUK GAME EDUKASI PADA SUB POKOK BAHASAN REFLEKSI DAN TRANSLASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA I Nengah Adi Mahendra .; Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes .; Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si .
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6884

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain produk multimedia berbentuk game edukasi yang dikembangkan sebagai multimedia pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama; dan (2) mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia yang dikembangkan pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor dari ahli perangkat pembelajaran dan ahli materi adalah 2,6 dan 2,83 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Guru dan para siswa memberikan tanggapan terhadap penggunaan multimedia yang dikembangkan dengan skor 4,5 dan 4,73 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan sangat prkatis. Analisis hasil belajar siswa menunjukan 80% siswa memperoleh hasil belajar di atas KKM yang menunjukan multimedia yang dikembangkan efektif sebagai multimedia pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia yang dikembangkan dapat diterima sebagai multimedia pembelajaran dan diharapkan dapat digunakan sebagai multimedia pembelajaran pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : multimedia, game edukasi, refleksi, translasi This developmental research was aimed to: (1) describe the design of multimedia product in form of educational game which was developed as multimedia of mathematic learning especially in the sub-topic reflection and translation in junior high school; and (2) determine the validity, practicability and effectiveness of the multimedia which was developed in the sub-topic reflection and translation in junior high school. 4-D model was used in this developmental research which consists of define, design, develop and disseminate, but this research was conducted until the development stage only. Descriptive qualitative and quantitative data analyses were used in this research. Based on the result of validity test, the average score of the learning tools’ expert and materials’ expert were 2.6 and 2.83 which showed that the developed multimedia was valid. The score of teacher’s and students’ response to the use of developed multimedia was 4.5 and 4.37 which showed that it was highly practical. The analysis of students’ achievement showed that 80% students could pass the passing grade. Based on the result of this research, it can be concluded that the developed multimedia can be accepted as learning multimedia and expected to be used as learning multimedia in the sub-topic reflection and translation by both students and teachers.keyword : multimedia, educational games, reflection, translation

Filter by Year

2014 2025