cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENERAPAN PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN REALISTIK BERBANTUAN JURNAL MINGGUAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI P1 SMKN 2 SINGARAJA ., Gede Yudi Sumertayasa; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3996

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa (2) mendeskripsikan tanggapan siswa Kelas XI SMK N 2 Singaraja terhadap penerapan pembelajaran matematika realistik berbantuan jurnal mingguan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa Kelas XI SMK N 2 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 37 orang. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan tanggapan siswa masing-masing dikumpulkan dengan tes berbentuk uraian dan angket. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa mengalami peningkatan dari kategori cukup baik pada siklus I menjadi kategori baik pada siklus III. Hal ini terjadi karena pembelajaran selalu diawali dengan masalah-masalah realistik yang bisa dibayangkan siswa dan melalui jurnal mingguan yang ditulis oleh siswa dapat menjadi informasi tentang kesulitan belajar yang dialami siswa. Selain itu, tanggapan siswa terhadap pembelajaran ini berada pada kategori positif.Kata Kunci : Pembelajaran matematika realistik, jurnal mingguan, pemecahan masalah. This study was aimed at: 1) increasing student’s mathematical problem solving ability, 2) describing the responses of grade eleven students in SMKN 2 Singaraja toward the implementation of realistic mathematicslearningwith weekly journal). This study was a classroom action research which was conducted in three cycles. Each cycle consisted of four stages i.e. planning, action, observation and evaluation, and reflection stage. The subjects of this research were the grade eleven students of SMK N 2 Singaraja in the academic year 2013/2014 which altogether consisted of 37 students. Data of student’s mathematical problem solving ability and students’ responses were respectively collected by using essay and questionnaire. Furthermore, the collected data were analyzed descriptively. The results of this research showed that the students’ mathematical problem solving ability increased from fair category on the first cycle to good category on the third cycle. It was caused by the learning process always started by realistic problems that could be imagined by students, and by applying the weekly journal that written by students showed the difficulty of students learning. Furthermore, students’ responses toward this learning were inpositive category.keyword : Realistic mathematics learning, weekly journal, problem solving.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KUASAI TERHADAP PENGHARGAAN DIRI DAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SMP ., Putu Intan Rossitha; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4028

Abstract

Penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Group Design. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) apakah penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional dan (2) apakah kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja semester genap tahun ajaran 2013/2014 yang merupakan kelas non-unggulan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Pengujian kedua hipotesis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf signifikansi 5%. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa (1) penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada penghargaan diri siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 2,144 >t_tabel=1,672) dan (2) kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran KUASAI lebih tinggi daripada kemampuan koneksi matematis siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional (dengan t_hitung= 3,760>t_tabel=1,672). Dengan demikian, model pembelajaran KUASAI berpengaruh positif terhadap penghargaan diri dan kemampuan koneksi matematis siswa.Kata Kunci : model pembelajaran KUASAI, penghargaan diri siswa, kemampuan koneksi matematis This research was a quasi-experimental research and the design research was Post-test Only Control Group Design. This research aimed at determining (1) whether the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning and (2) whether the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning. The population was all regular 7th grade students of SMP Negeri Singaraja 5 in the academic year 2013/2014. Sampling was taken by simple random sampling technique. Hypotheses were tested with one tailed t-test with a significance level of 5%. The results of hypotheses testing showed that (1) the students’ self-esteem who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ self-esteem who learned with conventional learning (with t_count= 2,144>t_table=1,672) and (2) the students’ mathematical connection ability who learned with KUASAI learning model was higher than the students’ mathematical connection ability who learned with conventional learning (with t_count=3,760>t_table=1,672). Thus, KUASAI learning model had a positive effect on students’ self-esteem and mathematical connection ability.keyword : KUASAI learning model, students' self-esteem, mathematical connection ability
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK KANCING GEMERINCING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD ., Made Adi Cahya Dewi; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa kelas VI SD No.1 Punggul terhadap penerapan pembelajaran kooperatif dengan Teknik Kancing Gemerincing. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Rancangan tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VI SD No.1 Punggul tahun pelajaran 2014/2015 yang berjumlah 33 orang. Metode pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I persentase siswa yang tergolong pada katagori aktif mencapai 18,18% menjadi 45,45% pada siklus II, dan menjadi 72,73% pada siklus III. Sedangkan persentase siswa yang tergolong pada katagori tuntas pada siklus I mencapai 69,70%, menjadi 72,72% pada siklus II ,dan menjadi 81,82% pada siklus III. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan teknik Kancing Gemerincing dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar matematika siswa.Kata Kunci : pembelajaran kooperatif, teknik Kancing Gemericing, keaktifan belajar, prestasi Belajar. This study aimed to describe the enhancement in activeness and learning achievement of student grade IV in SD No. 1 Punggul through the implementation of cooperative learning with Kancing Gemerincing technique. This classroom action research was conducted in three sessions. Each cycle consists of planing, action, observation/evaluation and reflection. 33 students of grade VI were involved in this study. Observation and test were used in collecting the data. The results showed that the percentages of student mathematics learning activeness which belong to active minimal catagory has reisen 18.18% in the first cycle, then 45.45% in the second cycle and 72.73% in the third cycle. While the percentages of value learning achievement which belong to pass minimal catagory has reisen 69.70% in the first cycle, then 72.72% in the second cycle and 81.82% in the third cycle. This indicated that the implementation of cooperative learning using kancing Gemerincing technique can enhance the activeness and achievement of the students in learning mathematics. keyword : coopertive learning, Kancing Gemerincing technique, learning activeness, learning achievement.
PENGARUH STRATEGI ACTIVE LEARNING TYPE FIRING LINE TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., A.A. Istri Diah Maharani; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., I Putu Pasek Suryawan, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5770

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika antara siswa dibelajarkan dengan strategiActive Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa dibelajarkan dengan strategi pembelajaran konvensional.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2014/2015, yaitu 405 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII I sebanyak 32 siswa dan seluruh siswa kelas VII J sebanyak 33 siswa. Kelas VII I merupakan kelas eksperimen dan kelas VII J merupakan kelas kontrol. Kelas tersebut ditentukan dengan menggunkan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika berbentuk soal uraian dengan jumlah lima butir soal. Data hasil tes dianalisis menggunakan uji-t. Hasil pengujian hipotesis mendapatkan thitung = 5,2082dan ttabel = 1,9983. Hasil pengujian hipotesis menujukan bahwa tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan strategi Active Learning Type Firing Line lebih tinggi daripada siswa yang mendapat pembelajaran konvensional. Ini berarti terdapat pengaruh strategi Active Learning Type Firing Lineterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : Strategi Active Learning Type Firing Line, kemampuan pemecahan masalah. This research is aimed to investigate whether the problem solving ability between students which are taught by using Active Learning Type Firing Linestrategy is higher than students which are taught by conventional learning strategy. The research is done in the design of Post-test Only Control Group Design. The population of this research is all 7th Grade students of SMPN 3 Singaraja in academic year 2014/2015, which there are 405 students. Samples are VII I class, with 32 students and all students of VII J Class, as much as 33 students. VII I Class takes place as experimental class and VII J is the control class. Those classes are determined by using random sampling technique. The students’ problem solving data are gathered through problem solving tests which are formed in 5 essay tests. The students’ problem solving data are analyzed by using t-test. The result of hypothesis testing gets taritmatic = 5,2082 dan ttable = 1,9983. The result of hypothesis testing shows the students ‘level of mathematics problem solving ability which is treated by Active Learning Type Firing Line is higher than treated with conventional learning strategy. Thus, it can be concluded that Active Learning Type Firing Line can influence students’ problem solving ability.keyword : Active Learning Type Firing Line Strategy, Problem Solving Ability.
Pengaruh Metode Resource Based Learning Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa Kelas VII SMP Laboratorium Undiksha ., Ni Wayan Ningsih Ratnasari; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode resource based learning terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Pada pengundian, diperoleh kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen dan VII-1 sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test only control group. Pada penelitian ini, kemampuan komunikasi matematika siswa yang diteliti hanya sebatas kemampuan komunikasi matematika tertulis. Data kemampuan komunikasi matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematika, yaitu berupa tes uraian yang diberikan pada akhir penelitian. Skor tes kemampuan komunikasi matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t ekor kanan. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning =30,3235 dan rata-rata skor kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional =23,9429. Nilai t_hitung=3,3546 lebih dari nilai t_tabel=1,6679, sehingga H_0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan metode resource based learning lebih tinggi daripada kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional, atau dengan kata lain penerapan metode resource based learning berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : Resource Based Learning, komunikasi matematika This research is aimed to know whether the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning. The population in this research was all of seventh grade students of SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. in the 2014/2015 academic year. The selecting sample process was done by the random sampling technique. The research design used in this research is the Post Test Only Control Group. In this research, the competence of student’s mathematics communication is researched only competence of written mathematics communication. The data of mathematics communication skill collected by using mathematics communication skill test, formed of essay test that given at last. The score of mathematical reasoning skill test were analyzed by using right tailed t-test. Based of analysis data results, obtainable the value of average score the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method =30,3235 and the students who learned with conventional learning =23,9429. The value of t_obs=3,3546 more than t_cv=1,6679, so H_0 is rejected. So that, the conclution is that the Resource Based Learning Method provided positive effect toward the competence of student’s mathematics communication, who is the competence of student’s mathematics communication who learned with the Resource Based Learning Method are higher than students who learned with conventional learning.keyword : Resource Based Learning, mathematics communication
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN PoWs TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SINGARAJA ., Ni Nengah Ari Partini; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6309

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah ekperimen semu dengan desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Adapun populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VII non unggulan SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2014/2015. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diperoleh melalui tes kemampuan pemecahan masalah yang diberikan di akhir penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Uji-t satu ekor(ekor kanan) dengan taraf signfikansi 5% dan dk 77. Hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs adalah 93,42 sedangkan rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional adalah 87,92. Dari hasil analisis data, diperoleh thitung = 4,0691 dan ttabel = 1,9912. Jika dibandingkan thitung > ttabel sehingga H0 ditolak. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan PoWs lebih tinggi dibandingkan dengan kemampuan pemecahan masalah siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Problem Based Learning, PoWs, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika. This research aims to determine whether students abilities in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning model aided by PoWs is higher than the problem solving ability of students that learned with conventional learning. The research is a quasi-experimental, with the design of the research is the post-test only control group design. The research population was all regular students of Class VII in SMP Negeri 4 Singaraja in the academic year 2014/2015. Sampling was determined by random sampling technique. Data of students ability in mathematical problem solving is obtained through the test of problem-solving that given at the end of the study. Data were analyzed using one-tailed t-test (right tail) with level of signficance 5% and df 77. Post-test results indicate that the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with Problem Based Learning aided by PoWs is 93.42 while the average score of students ability in mathematical problem solving that learned with conventional learning is 87.92. From the data analysis, obtained tobservation = 4,0691 and ttable = 1,9912. It turns out tobservation > ttable so that H0 was rejected. Therefore, it can be concluded that the students ability in mathematical problem solving that learned using Problem Based Learning aided by PoWs higher than the students ability in problem solving that learned with conventional learning.keyword : Problem Based Learning, PoWs, Problem Solving Ability
Pengaruh Evaluasi Diri Dalam Pembelajaran Terhadap Prestasi Belajar Matematika Dan Self Efficacy Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada ., Ni Made Rasminiati; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8164

Abstract

Penelitian semu ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan prestasi belajar matematika dan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan adalah post test only control group design. Populasi penelitan adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016. Sampel penelitian dipilih dengan teknik random sampling, sebelum memilih dua kelas secara acak dilakukan uji kesetaraan dengan menggunakan ANAVA satu jalur untuk mengetahui bahwa populasi setiap kelas setara. Data skor prestasi belajar matematika siswa diperoleh melalui tes yang berbentuk uraian dan skor self efficacy siswa diperoleh melalui angket. Analisis data menggunakan uji MANOVA. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: pertama, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika dan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); kedua, terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 77,183 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); ketiga, terdapat perbedaan self efficacy antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (F = 54,669 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05). Dengan demikian, pembelajaran dengan melakukan evaluasi diri berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika dan self efficacy siswa. Kata Kunci : Kata kunci: evaluasi diri, prestasi belajar matematika, self efficacy This quasi research was aimed to know the differences mathematics learning achievement and self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning. This research used post-test only control group design. The population of this research was students of VII of SMP Negeri 1 Sukasada in academic year 2015/2016. Samples was selected by random sampling technique, before choosing two classes of random testing should be performed using ANOVA one way equality test of the similar population. Data of mathematics learning achievement was collected through test and data of self efficacy was collected through questionnaires. The data was analyzed by using MANOVA test. The data analysis found that; first, there was differences mathematics learning achievement and self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); second, there was differences mathematics learning achievement between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 77,183 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05); third, there was differences self efficacy between students who learned with self evaluation and students who learned with conventional learning (F = 58,052 dan Sig = 0,000 ;p < 0,05). Therefore, can be concluded that learned with self evaluation give positive effect to mathematics learning achievement and self efficacy.keyword : Keywords: self evaluation, mathematics learning achievement, self efficacy
MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERORIENTASI KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP TERHADAP MATEMATIKA SISWA ., Ade Prajnawini; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2586

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemecahan masalah siswa (2) mendeskripsikan sikap siswa terhadap matematika, dengan menerapkan model pembelajaran pemecahan masalah berorientasi kearifan lokal masyarakat Bali. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang melibatkan subjek sebanyak 28 orang siswa kelas VIII A2 SMP Negeri 6 Singaraja pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi serta refleksi. Data kemampuan pemecahan masalah siswa dikumpulkan menggunakan tes uraian dan data sikap terhadap matematika siswa dikumpulkan menggunakan angket. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pemecahan masalah siswa dari refleksi awal ke siklus III adalah sebesar 78.5% yaitu terjadi peningkatan dari refleksi awal 42,38 dengan kategori cukup baik menjadi 75,65 pada siklus III dengan kategori baik. Peningkatan sudah optimal dan memenuhi indikator keberhasilan. Hal ini disebabkan oleh: (1) sejak awal pembelajaran siswa sudah dilatih untuk melakukan strategi pemecahan masalah, (2) masalah yang disajikan sebagian besar merupakan masalah sehari-hari, sehingga siswa belajar secara bermakna, dan (3) adanya nasehat-nasehat masyarakat Bali yang memotivasi siswa belajar sehingga membantu berkembangnya sikap positif siswa. Rata-rata skor sikap siswa terhadap matematika yang dilaksanakan setelah siklus III adalah 42,67 (kategori positif).Kata Kunci : Model Pembelajaran Pemecahan Masalah, Kearifan Lokal, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika, Sikap terhadap Matematika This research aimed at (1) describing the improvement of student’s problem solving ability (2) describing the student’s mathematics attitude resulted from the application of problem solving learning model with local genius orientation. This study was a classroom action research which involved subjects as many as 28 students at class VIII A2 SMP Negeri 6 Singaraja at the first semester of 2013/2014 academic year. This study is carried out in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and evaluation, as well as reflection. Student’s problem solving ability data was collected by using the essay test and student’s mathematics attitude data was collected by using observation sheets and analyzed descriptively. The results showed that the average scores of student’s problem solving ability has improved as high as 78,5% from the first reflection to the third cycles. This increased was optimum and full the success indicator. That improvement was caused by: (1) from the first action of research, students were trained to use problem solving strategy, (2) the problems have been presented as real-life problems so the students get the meaningful learning, and (3) the use of Balinesse proverbs have motivated students to study and envolving student’s mathematics attitude to be more positive. The average score of student’s mathematics attitude toward mathematics which had been collected in the third cycled was 42,67 (classified positive). keyword : Problem Solving Learning Model, Local Genius, Mathematics Problem Solving Abbility, Mathematics Attitude
PENGARUH ASESMEN FORMATIF BENTUK PROJEK TERHADAP KREATIVITAS DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII DI SMP LABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA ., Putu Ngurah Artha Pradnyana; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8395

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan rancangan post test only control group yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh asesmen formatif bentuk projek terhadap kreativitas dan pemahaman konsep matematika siswa. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Untuk uji kesetaraan populasi menggunakkan uji ANAVA satu jalur. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Data kreativitas siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket, sedangkan data pemahaman konsep dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep bentuk uraian. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji MANOVA satu arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, terdapat perbedaan kreativitas dan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti asesmen formatif bentuk projek dan siswa yang mengikuti asesmen konvensional (F=5,441a dan sig 0,007; ρ
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GENERATIF BERBANTUAN ICT TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS X MIPA SMA NEGERI 4 SINGARAJA ., I Wayan Dipta Samsidim; ., Dr.Gede Suweken,M.Sc; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbantuan ICT (Information, and Communication Technology) apakah lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIPA di SMA Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2013/2014, sebanyak 239 orang siswa yang terbagi dalam 6 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara acak (random sampling) dimana memilih secara acak dua kelas yakni satu sebagai kelompok eksperimen dan satu lagi sebagai kelompok kontrol. Data pemahaman konsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika yang berbentuk soal uraian dengan jumlah butir soal sebanyak 5 butir. Data hasil tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis dengan Uji-Z satu pihak yaitu pihak kanan. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai Z_hitung = 2,005 dan nilai Z_(α⁄2) = 1,960 dengan taraf signifikansi (α) yakni 5%. Diperoleh Z_hitung≥Z_(α⁄2) atau H_1 diterima yang berarti bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran generatif berbantuan ICT lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Hal ini berarti bahwa model pembelajaran generatif berbantuan ICT berpengaruh positif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran generatif, ICT, pemahaman konsep matematika siswa. This research aims to determine the effect of students’ mathematics concept understanding that learned with generative learning model of ICT-assisted (Information and Communication Technology) is better than the students’ mathematics concept understanding that learned with conventional learning model. The research design is post-test only control group design. The population was all tenth grade students of science class in SMA 4 Singaraja in the academic year 2013/2014, as many as 239 students were divided into 6 classes. Sampling was done by randomly selecting two classes where one as the experimental group and the other as a control group. The data of students' mathematics concept understanding collected by five items of mathematics concept understanding test and were analyzed by using right tailed Z-test. The result showed that Z_calculate= 2,005 and Z_(α⁄2) = 1,960 with α=5%. Therefore, Z_calculate is greater than Z_(α⁄2) or H_1 received means that students’ mathematics concept understanding that learned with generative learning model of ICT-assisted better than the students’ mathematics concept understanding that learned with conventional learning models. This means that the generative learning model assisted ICT has a positive effect on students’ mathematics concept understanding.keyword : generative learning model, ICT, students’ mathematics concept understanding.

Page 8 of 56 | Total Record : 554


Filter by Year

2014 2025