cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA NON UNGGULAN SMA NEGERI 1 BANGLI Juliawati, N. K; Suharta, I Gusti Putu; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19898

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pemahaman konsepmatematika yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian iniadalah siswa kelas XI MIPA Non Unggulan SMA Negeri 1 Bangli pada semester II tahun ajaran2017/2018. Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Bangli tersebar ke dalam 7 kelas dan terdapat satukelas unggulan yaitu kelas XI MIPA 1 sehingga populasi dalam penelitian ini adalah kelas XIMIPA 2, XI MIPA 3, XI MIPA 4, XI MIPA 5, XI MIPA 6, dan XI MIPA 7. Sampel penelitianditentukan dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan sampel dilakukandengan pengundian terhadap 6 kelas yang merupakan populasi. Setelah dilakukan pengundian,terpilih 2 kelas yakni kelas XI MIPA 2 dan kelas XI MIPA 3 sebagai sampel penelitian. Berikutnya,dilakukan uji kesetaraan dengan uji-t terhadap kedua kelas tersebut. Hasil uji kesetaraanmenunjukkan bahwa kedua kelas dinyatakan setara. Kemudian, dilakukan pengundian kembaliterhadap kedua kelas sehingga diperoleh kelas XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen dan kelasXI MIPA 3 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini dikategorikan penelitian eksperimen semu dengandesain penelitian post-test only control group design. Data tentang kemampuan pemahamankonsep matematika siswa dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep matematika siswa.Selanjutnya skor tes pemahaman konsep matematika dianalisis dengan menggunakan uji-t satuekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan bahwa thitung = 1, 87sedangkan dengan gtaraf signifikansi 5% diperoleh ttabel = 1, 671. Nilai statistik ini memiliki maknabahwa pemahaman konsep matematika siswa yang dibelajarkan dengan model penemuanterbimbing lebih baik dibandingkan dengan pemahaman konsep matematika siswa yangdibelajarkan dengan pembelajaran konvensional.Kata Kunci: model pembelajaran penemuan terbimbing, pemahaman konsep matematika siswa,Lembar Kerja Siswa Penemuan Terbimbing.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN ICARE BERBANTUAN MASALAH MATEMATIKA TERBUKA TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIIISMPLABORATORIUM UNDIKSHA SINGARAJA Yasa, N.Yaditya Permana; Astawa, I Wayan Puja; Sudiarta, I Gusti Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran ICARE berbantuan masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Laboratorium Undiksha Singaraja tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 98 orang danterdistribusi ke dalam 4 kelas.  Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-1 dan VIII-4 yang diambil menggunakkan teknik cluster random sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian serta diberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf siginifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitun=3,3996>ttabel=2,0117sehingga H0 ditolak. Ini berarti, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran ICARE berbantuan masalah matematika terbuka lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran ICARE berbantuan masalah matematika terbuka terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci: model pembelajaran ICARE, masalah matematika terbuka, pemecahan masalah matematika
PENGARUH MODEL RECIPROCAL TEACHING TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 KEDIRI ., Ni Made Yuli Antari; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si; ., Prof. Dr. I Made Ardana, M.Pd.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13113

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh model Reciprocal Teaching terhadap prestasi belajar matematika ditinjau dari kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMA Negeri 1 Kediri tahun pelajaran 2015/2016. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Kediri sebanyak 472 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling yang mana sebanyak 4 kelas terpilih sebagai sampel dengan total sampel 72 siswa. Penelitian ini dikategorikan sebagai penelitian semu dengan desain penelitian menggunakan factorial design. Dalam penelitian ini data yang diperlukan adalah data tentang kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajat matematika. Data tentang kemampuan berpikir kritis diperoleh melalui tes kemampuan berpikir kritis dan data prestasi belajar matematika diperoleh melalui tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis secara deskriptif dan untuk pengujian hipotesis digunakan analisis varians (ANAVA) dua jalur melalui uji F. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) prestasi belajar matematika antara siswa yang pembelajarannya menggunakan model Reciprocal Teaching lebih baik dari siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau dari kemampuan berpikir kritis. F_(A Hit)=12,315 , sedangkan F_Tab=3,982, dan rata-rata skor prestasi belajar matematika pada siswa yang pembelajarannya menggunakan model Reciprocal Teaching lebih tinggi daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan pembelajaran konvensional (X Ì…_A1=70,61>X Ì…_A2=62,44); (2) terdapat interaksi antara pembelajaran (model Reciprocal Teaching dan konvensional) dan kemampuan berpikir kritis terhadap prestasi belajar matematika (F_(AB Hit)=67,438X Ì…_A2=62,44); (2) there is interaction between the learnings (Reciprocal Teaching and conventional) and critical thinking ability to mathematical achievement (F_(AB Hit)=67,438
PENGARUH STRATEGI CONCRETE REPRESENTATIONAL ABSTRACT (CRA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3 DAWAN Sri Widya Lestari, N. K; Suweken, Gede; Puja Astawa, I Wayan
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswayang mengikuti pembelajaran dengan strategi Concrete Representational Abstract (CRA)lebih baik daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajarandengan strategi pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruhsiswa kelas VII SMP Negeri 3 Dawan tahun 2017/2018. Pengambilan sampel dilakukandengan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelasVII A sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VII C sebagai kelompok kontrol.Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only ControlGroup Design. Data tes pemahaman konsep matematika siswa dianalisis denganmenggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesismenunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika siswa yang mengikutipembelajaran dengan strategi Concrete Representational Abstract (CRA) lebih baikdaripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran denganstrategi pembelajaran konvensional (thitung (2,9418) > ttabel (1,9996)). Dengan demikian,penerapan strategi Concrete Representational Abstract (CRA) memberikan pengaruhpositif terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata kunci: Concrete Representational Abstract (CRA), pemahaman konsepmatematika
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS VII.1 SMP N 2 SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) Arya Melyana Setiawati, Luh Putu; Sugiarta, I Made; Suharta, I Gusti Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i2.19912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dantanggapan siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS. Jenis penelitian iniadalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswakelas VII.1 SMPN 2 Singaraja sebanyak 32 siswa pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019. Datapemahaman konsep matematika siswa diukur menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk uraian.Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep dari siklus ke siklus berturutturut,yaitu 63,44 ; 74,69 ; dan 81,88 dengan rata-rata nilai mengalami peningkatan dari siklus ke siklussecara berturut-turut, yaitu 7,19 dan 11,25. Peningkatan pemahaman konsep matematika siswa terjadikarena guru memberikan pengawasan lebih intensif terhadap siswa dalam pengerjaan LKS denganmenggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS . Kegiatan pembelajaran yang dilakukanmemberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan sendiri konsep yang akan dipelajari. Selainitu, siswa merespon positif model kooperatif tipe TSTS.Kata Kunci : pemahaman konsep matematika, model pembelajaran kooperatif tipe TSTS(two stay twostray) , tanggapan siswa
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF MATERI PELUANG UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMPLB TUNARUNGU ., Surya Pujawan A. A. Gede; ., Prof. Dr. I Made Ardana, M.Pd.; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memperoleh media pembelajaran interaktif materi peluang yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan adalah Model 4-D yang terdiri dari tahap define, design, develop, dan disseminate, namun pada penelitian ini terbatas sampai tahap develop dan uji coba produk yang dilakukan adalah uji coba terbatas. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dapat diterima sebagai media pembelajaran dengan rata-rata skor dari ahli media, ahli materi, ahli desain pembelajaran, dan ahli bahasa adalah 2,3 dengan kriteria valid. Media yang dikembangkan juga memenuhi kriteria praktis dengan rata-rata skor angket respon siswa sebesar 4,3 dan skor total angket respon guru sebesar 4,65 dengan kriteria sangat tinggi. Persentase skor efektivitas dari siswa dalam kelas uji coba sebesar 80% dan telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Rata-rata skor tes awal siswa adalah 48 sedangkan rata-rata skor tes akhir setelah menggunakan media pembelajaran adalah 76 sehingga dapat dikatakan kemampuan pemahaman konsep siswa tunarungu meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, media pembelajaran yang dikembangkan memiliki kualifikasi yang baik dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Namun sebelum digunakan perlu melalui uji coba lapangan dan melalui tahap disseminate.Kata Kunci : media, tunarungu, peluang, pemahaman, 4-D, valid, praktis, efektif This research was aimed to develop and obtain the valid, practical, and effective interactive learning media of probability. The development model used in this development research was the 4-D model which consists of define, design, develop, and disseminate stages, nevertheless, this study was up only to the stages of develop and product trial which was done limitedly. The technique of data analysis used was qualitative and descriptive quantitative data. The result of this research shows that the developed learning media can be accepted as learning media with the average score from the expert of media, expert of material, expert of learning design, and expert of language is 2,3 with valid criteria. The developed learning media was also fulfill the practical criteria with the average score of students’ responses questionnaires is 4,3 and teachers’ responses questionnaires is 4,65 with very high criteria. The percentage score of effectiveness from students in the trial class is 80% and has fulfilled the criteria of classical completeness. The average score of pre test is 48 and average score of post test after students use learning media is 76. The result show there is increment of conceptual understanding of deaf children. Based on the result of the research that has been obtained, the developed interactive learning media has a good qualification and worthy used, but before it used the learning media must through trial widely and disseminate.keyword : media, deaf, probability, understanding, 4-D, valid, practical, effective
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TUTOR SEBAYA TERHADAP KEYAKINAN DIRI DALAM BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 3 MELAYA Yoga Wisudawati, Mas Ayu Putu; Candiasa, I Made; Pasek Suryawan, I Putu
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah keyakinan diri dalam belajar matematikasiswa yang mengikuti pembelajaran tutor sebaya lebih tinggi dari pada keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Penelitian ini dikategorikan sebagaieksperimen semu (quasi experiment) dengan desain penelitian post-test only control group design.Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Melaya semester ganjil tahunajaran 2017/2018 sebanyak 189 siswa yang terdistribusi ke dalam 5 kelas. Pengambilan sampeldilakukan dengan teknik cluster random sampling dan diperoleh dua kelas yaitu kelas VIII B sebagaikelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Data keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan angket keyakinan diri dalam belajarmatematika. Data keyakinan diri dalam belajar matematika dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney satu pihak pada taraf signifikan 5%, karena data keyakinan diri dalam belajar siswakelompok eksperimen tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keyakinan diridalam pelajaran matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Melaya yang mengikuti pembelajarandengan model pembelajaran tutor sebaya lebih tinggi daripada keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkanbahwa model pembelajaran tutor sebaya berpengaruh positif terhadap keyakinan diri dalam belajarmatematika siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Tutor Sebaya, Keyakinan Diri
PENGARUHMODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS X MIA SMA NEGERI 1 SUKASADA Aini, Qurrotul; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Treffinger terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan pendekatan kuantitatif deskriptif.Desain penelitian yang digunakan adalah post-test only control group design. Populasi penelitan ini adalah seluruh X MIA SMA Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 47 siswa dan tersebar ke dalam 2 kelas. Data kemampuan komunikasi matematis siswa diperoleh melalui tes uraian. Analisis data menggunakan statistik deskriptif yaitu dengan menghitung nilai rata-rata, varians,standar deviasi, dan konversi nilai. Berdasarkan hasil dengan pertitungan statistik deskriptif diperoleh nilai rata-rata kelas eksperimen sebesar 70,125 dan nilai rata-rata kelas kontrol sebesar 62,59 sehingga >,serta standar nilai dapat dikatakan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Treffinger lebih baik dari kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Treffinger berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.Kata kunci:model pembelajaran Treffinger, pembelajaran konvensional, kemampuan komunikasi matematis
PENERAPAN MODEL ELICITING ACTIVITIES (MEAs) BERBANTUAN MASALAH OPEN ENDED UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA Kusuma dewi, Luh Gede Ananda; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep matematika siswa dan mengetahui tanggapan siswa terhadap pembelajaran MEAs berbantuan masalah open ended. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPA 3 SMA Negeri 1 Baturiti sebanyak 34 siswa pada semester ganjil Tahun Ajaran 2018/2019. Data pemahaman konsep matematika siswa diukur menggunakan tes pemahaman konsep berbentuk uraian. Data tanggapan siswa diukur menggunakan angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai pemahaman konsep tiap siklusnya, yaitu 66,20; 69,70; 75,20 dengan ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan tiap siklusnya, yaitu 38,24%; 52,94%; 67,65% . Peningkatan ini tercapai karena adanya pengkolaborasian antara pembelajaran MEAs dengan masalah open ended yang membantu siswa mengembangkan kreatifitas dalam mengekpresikan ide ataupun gagasannya yang akan menjadikan peningkatan pemahaman konsep siswa optimal. Selain itu siswa merepon positif penerapan model eliciting activities (MEAs) berbantuan masalah open ended.Kata-kata Kunci: MEAs, open ended, pemahaman konsep matematika, tanggapan siswa
PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP BANGUN RUANG SISI DATAR SISWA KELAS VIII B5 SMP NEGERI 4 SINGARAJA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT ., Ni Putu Novia Krisna Dewi; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dr. I Wayan Puja Astawa, S.Pd., M.Stat.S
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar dan tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran setelah diterapkannya model pembelajaran Missouri Mathematics Project. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 39 siswa. Data dikumpulkan menggunakan metode observasi, angket dan tes. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar. Terjadinya peningkatan pemahaman konsep bangun ruang sisi datar disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : (1) Pembelajaran yang diterapkan menekankan pada pengembangan konsep, (2) Pembelajaran yang diterapkan menekankan pada prinsip belajar kooperatif dengan bimbingan guru, dan (3) Pembelajaran menekankan pada prinsip kemandirian dan tanggung jawab dalam menerapkan konsep. Rata-rata skor pemahaman konsep bangun ruang sisi datar pada siklus I sebesar 61,93, meningkat menjadi 67,49 pada siklus II dan meningkat lagi menjadi 72,22 pada siklus III. Pada siklus III, rata-rata skor pemahaman konsep bangun ruang sisi datar berada dalam kategori tuntas, sehingga indikator keberhasilan penelitian sudah tercapai. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Missouri Mathematics Project berada pada kategori positif dengan rata-rata skor sebesar 56,82. Kata Kunci : model Missouri Mathematics Project, pemahaman konsep, bangun ruang sisi datar This research was aimed to describe the improvement conceptual understanding of rectangular solid figure and students' responsed to the implementation of learning after applying the learning model of the Missouri Mathematics Project. The type of research conducted is Classroom Action Research which is implemented in three cycles. The subject of this research is the students of class VIII B5 SMP Negeri 4 Singaraja academic year 2016/2017 which amounted to 39 students. Data were collected by using observation method, questionnaire and test. The data that has been collected is then analyzed descriptively. The results showed that there is an increase of conceptual understanding of rectangular solid figure. The increase of conceptual understanding of rectangular solid figure is caused by the following : (1) The applied learning emphasizes the development of concepts, (2) The applied learning emphasizes cooperative learning principles with teacher guidance, and (3) The lesson emphasizes the principle of independence and responsibility for implementing concepts.The average score of conceptual understanding of rectangular solid figure in the first cycle of 61.93, increased to 67.49 in cycle II and increased again to 72.22 in cycle III. In cycle III, the average score of conceptual understanding of rectangular solid figure is in the category of completion, so that the success indicator of the research has been achieved. Student responses to the implementation of the learning model of the Missouri Mathematics Project are in the positive category with an average score of 56.82.keyword : Missouri Mathematics Project model, conceptual understanding, rectangular solid figure

Page 6 of 56 | Total Record : 554


Filter by Year

2014 2025