cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
PENGARUH MODEL PROJECT BASED LEARNING(PjBL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS X TIK SMK NEGERI 3 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2013/2014 ., Putu Wisma Artha Diputra; ., Drs. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4007

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi experiment), dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari model Project Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah the posttest only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa Kelas X TIK semester genap SMK Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2013/2014 sebanyak 185 orang yang berdistribusi ke dalam 7 kelas dengan 4 kelas keahlian teknik komputer dan jaringan(TKJ) dan 3 kelas multimedia(MM). Sampel penelitian ditentukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh 2 kelas yaitu X TKJ 2 dan X MM2 satu. Dengan pengundian diperoleh kelas X MM2 Sebagai Kelas Eksperiment dan kelas X TKJ 2 sebagai kelas Kontrol. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay kemampuan pemecahan masalah matematika. Selanjutnya, data dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang diberi Model Project Based Learning lebih tinggi daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mendapat Model pembelajaran konvensional. Dengan kata lain ada pengaruh positif Model Project Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Kata Kunci : Model Project Based Learning, pemecahan masalah matematika. This research is a quasy experiment which aims at describing the effect of Project Based Learning Model to students' mathematical problem solving ability. This research design used was posttest only control group design. Research population was the second semester students in grade X of SMK Negeri 3 Singaraja that consists of 185 students. This population research was distributed into 7 classes such as 4 classes of computer and network engineering expertise (TKJ) and 3 classes of multimedia (MM). Research sample was determined by simple random sampling technique. Based on the random sampling, it was got two classes; they are Class X MM2 as experiment class and class X TKJ 2 as control class. Data of research was collected using essay tests of mathematical problem solving ability. Furthermore, the data were analyzed using one tailed t-test (right tail) at significance level of 5%. The results shows that the mathematical problem-solving ability of students who learned through Project Based Learning model is higher than those who learned through conventional learning models. In other words, there is a positive effect of Model Project Based Learning on students' mathematical problem solving ability.keyword : Project Based Learning model, problems solving mathematical
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED DISCOVERY-INQUIRY TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMPN 1 SUKASADA ., I Putu Hendra Widiartana; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.4975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Guided Discovery-Inquiry lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu (quasi eksperimen) yang menggunakan rancangan penelitian post-test only control group design. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas VII SMPN 1 Sukasada tahun pelajaran 2014/2015 dengan populasi Kelas VII yang berjumlah 262 siswa yang tersebar kedalam 8 kelas. Setelah dilakukan uji kesetaraan maka dipilih dua kelas sebagai sampel penelitian dengan teknik random sampling. Data kemampuan penalaran matematika siswa dikumpulkan dengan tes kemampuan penalaran matematika berupa tes uraian yang telah valid dan reliabel setelah diujicobakan. Setelah dilakukan analisis data diperoleh bahwa ttest=3,464 dan ttable=1,670 sehingga berdasarkan kriteria pengujian hipotesis dapat disimpulkan bahwa kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Guided Discovery-Inquiry lebih baik daripada kemampuan penalaran matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Model Pembelajaran Guided Discovery-Inquiry, Kemampuan Penalaran Matematika This research was aimed to investigate the students’ competence on mathematical reasoning which implemented Guided Discovery-Inquiry teaching Model better than students’ competence on mathematical reasoning with conventional teaching Model. This research was quasi experimental research that used post-test only control group design it was conducted in VII class of SMPN 1 Sukasada in academic year 2014/2015. The population was 262 students in eight classes. The sample of this research is chosen by random sampling. The data of students’ mathematical reasoning competence was collected used comprehension test in form of essay which already valid and reliable and had been tried out. The data had been analysed and gain that ttest=3,464 and ttable=1,670, and then according to the criteria of hypothesis testing can be concluded that the students’ competence of mathematical reasoning on students who were taught using Guided Discovery-Inquiry Model was better than students’ competence of mathematical reasoning who were taught using conventional Model.keyword : Guided Discovery-Inquiry teaching Model, competence on mathematical reasoning
PENGARUH PELAKSANAAN STRATEGI PEMBELAJARAN EXPERIENTIAL TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SAWAN ., I Dewa Gede Purwa Diastra; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., I Made Suarsana, S.Pd., M.Si.
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Experiential lebih tinggi daripada pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sawan tahun ajaran 2014/2015 yang terdiri dari 13 kelas yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D, VIII-E, VIII-F, VIII-G, VIII-H, VIII-I, VIII-J, VIII-K, VIII-L, VIII-M. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling dengan tidak mengikutsertakan kelas unggulan yaitu VIII-A dari populasi sebagai sampel sehingga didapatkan kelas VIII-G dan VIII-H sebagai sampel. Sampel yang telah didapat kemudian dipilih secara acak dan kelas VIII-G menjadi kelas eksperimen dan kelas VIII-H menjadi kelas control. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post-test Only Control Group Design. Data dianalisis dengan menggunakan uji t. Hasil analisis diperoleh nilai rata-rata post test kelas eksperimen adalah 46,95 dan kelas control adalah 35,58. Uji-t kedua kelas sampel untuk post test dengan α = 0,05 diperoleh thitung = 1,78 sedangkan nilai ttabel adalah 1,68. Karena thitung> ttabel maka dapat dikatakan bahwa Strategi Pembelajaran Experiential memliki pengaruh positive terhadap pemahaman konsep siswa SMP Negeri 2 Sawan.Kata Kunci : Strategi Pembelajaran Experiential, pemahaman konsep This research aim was investigating whether the mathematical reasoning skills of students who attend Experiential Learning Strategy were higher than students who attend conventional learning. Population of this study were all of stundents of grade VIII in SMP Negeri 2 Sawan at 2014/2015 that consist of 13 class, those were VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D, VIII-E, VIII-F, VIII-G, VIII-H, VIII-I, VIII-J, VIII-K, VIII-L, VIII-M. Sampling was taken by random sampling technique. This sample then were chosen randomly and VIII-G class as an experiment class and VIII-H as a control class. The design of this research is Post-test Only Control Group Design. The data were analyzed by using t-test. The analysis result showed that the post test mean value of the experiment class was 46,95 and the control class was 35,58. T-test of both sample classes with α = 0,05 showed that t_score was 1,78 and t_table was 1,68. This implies tscore> ttable and can be concluded that Experiential Learning Strategy has a positive effect on students' understanding of the concept of SMP Negeri 2 Sawan.keyword : Experiential Learning Strategy, understanding concepts
PENGARUH STRATEGI KWL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 5 SINGARAJA ., Gusti Ayu Kusumaningrum; ., Drs. I Nyoman Gita, M.Si; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif strategi Know-Want-Learn (KWL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain Post-test Only Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja tahun ajaran 2014/2015 yaitu sebanyak 350 orang siswa. Sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII J dan VII H. Siswa kelas VII J sebagai kelompok eksperimen sedangkan siswa kelas VII H sebagai kelompok kontrol, dimana masing-masing kelompok terdiri dari 28 orang siswa. Pengambilan sampel pada penelitian menggunakan teknik cluster sampling. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang berbentuk soal uraian sebanyak lima butir. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dianalisis menggunakan uji-t satu ekor. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nilai t_hitung = 2,503 lebih tinggi dari nilai t_tabel = 2,005. Berdasarkan hal tersebut, siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan strategi KWL mempunyai kemampuan pemecahan masalah lebih tinggi dibandingkan daripada siswa yang dibelajarkan dengan menerapkan pembelajaran konvensional. Dengan kata lain, strategi KWL berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja.Kata Kunci : Strategi Know-Want-Learn, Pembelajaran Konvensional, Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika This research was aimed to know positive effect of Know-Want-Learn (KWL) strategy on mathematical problem solving ability of seventh grade students of SMP N 5 Singaraja. The research design used in this research was Post-test Only Control Group Design. The population of this research consisted of all seventh grade students at SMP N 5 Singaraja in academic year 2014/2015 which is consist of 350 students. Samples are VII J class and VII H class, where each class consist of 28 students. Samples were selected using cluster sampling technique. Data of students’ mathematical problem solving ability were collected through mathematical problem solving test consisting of five items. The data of students’ mathematical problem solving ability were analysed by using one-tailed t-test. The results showed that t_observation = 2,503 greater than t_table = 2,005. So it might be concluded that the students who were learned through KWL strategy had mathematical problem solving ability higher than those who learned through process. The other word, KWL strategy give positive effect on mathematical problem solving ability of seventh grade students of SMP N 5 Singaraja.keyword : Know-Want-Learn Strategy, Conventional Learning, Mathematical Probelm Solving Ability
PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN METAKOGNITIF BERORIENTASI PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA OTENTIK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA KELAS VIII SMP DI KAPUPATEN BULELENG ., Ni Luh Made Martini; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., Dr.I Wayan Sadra,M.Ed
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.5991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perangkat pembelajaran model metakognitif berorientasi pemecahan masalah matematika otentik yang relevan dan valid untuk meningkatkan kompetensi matematis tingkat tinggi siswa. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berupa buku siswa dan buku petunjuk guru. Pengembangan perangkat pembelajaran tersebut menggunakan prosedur pengembangan teori Plomp, yang terdiri dari lima tahap yaitu: (1) Investigasi Awal, (2) Desain, (3) Realisasi, (4) Tes, Evaluasi, dan Revisi, (5) Implementasi. Namun dalam penelitian ini prosedur pengembangan hanya sampai pada tahap keempat. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa SMP kelas VIII di Kabupaten Buleleng. Proses pengembangan yang dilakukan diawali dengan mendeskripsikan karakteristik perangkat pembelajaran berdasarkan pengembangan kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi, pembelajaran inovatif serta kebutuhan guru di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan penyusunan perangkat yag berupa buku siswa dan buku petunjuk guru sesuai dengan deskripsi perangkat pembelajaran yang dirumuskan berdasarkan karakteristik di atas. Terakhir kualitas perangkat pembelajaran diukur berdasarkan tingkat validitasnya. Rata-rata Skor validitas yang diperoleh untuk buku siswa adalah 3,35 dan buku guru adalah 3,4 dengan kategori valid karena berada pada interval 2,5≤RS
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBENTUK GAME EDUKASI PADA SUB POKOK BAHASAN REFLEKSI DAN TRANSLASI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ., I Nengah Adi Mahendra; ., Dr. I Gusti Ngurah Pujawan,M.Kes; ., Drs.I Putu Wisna Ariawan,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 4, No 1 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v4i1.6884

Abstract

Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan desain produk multimedia berbentuk game edukasi yang dikembangkan sebagai multimedia pembelajaran matematika pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama; dan (2) mengetahui kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan multimedia yang dikembangkan pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi di sekolah menengah pertama. Model pengembangan yang digunakan yaitu Model 4-D yang terdiri dari define, design, develop, dan disseminate, tetapi penelitian ini terbatas sampai tahap develop. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil uji validitas, diperoleh rata-rata skor dari ahli perangkat pembelajaran dan ahli materi adalah 2,6 dan 2,83 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan memiliki kriteria layak atau valid. Guru dan para siswa memberikan tanggapan terhadap penggunaan multimedia yang dikembangkan dengan skor 4,5 dan 4,73 yang menunjukan multimedia yang dikembangkan sangat prkatis. Analisis hasil belajar siswa menunjukan 80% siswa memperoleh hasil belajar di atas KKM yang menunjukan multimedia yang dikembangkan efektif sebagai multimedia pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa multimedia yang dikembangkan dapat diterima sebagai multimedia pembelajaran dan diharapkan dapat digunakan sebagai multimedia pembelajaran pada sub pokok bahasan refleksi dan translasi baik oleh siswa maupun guru.Kata Kunci : multimedia, game edukasi, refleksi, translasi This developmental research was aimed to: (1) describe the design of multimedia product in form of educational game which was developed as multimedia of mathematic learning especially in the sub-topic reflection and translation in junior high school; and (2) determine the validity, practicability and effectiveness of the multimedia which was developed in the sub-topic reflection and translation in junior high school. 4-D model was used in this developmental research which consists of define, design, develop and disseminate, but this research was conducted until the development stage only. Descriptive qualitative and quantitative data analyses were used in this research. Based on the result of validity test, the average score of the learning tools’ expert and materials’ expert were 2.6 and 2.83 which showed that the developed multimedia was valid. The score of teacher’s and students’ response to the use of developed multimedia was 4.5 and 4.37 which showed that it was highly practical. The analysis of students’ achievement showed that 80% students could pass the passing grade. Based on the result of this research, it can be concluded that the developed multimedia can be accepted as learning multimedia and expected to be used as learning multimedia in the sub-topic reflection and translation by both students and teachers.keyword : multimedia, educational games, reflection, translation
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII 5 SMPN 2 AMLAPURA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH BERBANTUAN LKS OPEN-ENDED ., Putri Oktalinda Muttaqina; ., Dra.Ni Nyoman Parwati,M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui besarnya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, dan (3) mengetahui respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran pemecahan masalah berbantuan LKS open-ended. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek penelitian yaitu siswa kelas VIII 5 SMP Negeri 2 Amlapura sebanyak 36 orang. Data proses peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan menggunakan jurnal kegiatan pembelajaran. Data kemampuan pemecahan masalah matematika dan respon siswa berturut-turut dikumpulkan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan angket. Data penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase banyaknya siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika yang berada pada kategori minimal tinggi meningkat dari siklus ke siklus, pada siklus I, siklus II, dan siklus III berturut-turut yaitu: 41,67%, 63,89%, dan 86,11%. Peningkatan ini tercapai karena adanya upaya-upaya perbaikan yang dilakukan setiap siklusnya sehingga siswa berpartisipasi lebih aktif dalam pembelajaran, lebih memanfaatkan pengetahuan dan keterampilan matematika secara komprehensif, sering mengekspresikan idenya, serta merespon permasalahan dengan cara mereka sendiri dalam mendiskusikan permasalahan dalam LKS open-ended, sehingga meningkatkan kreativitas berpikir siswa yang bermuara pada peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Persentase banyaknya siswa dengan respon yang berada pada kategori minimal positif adalah 94,45%.Kata Kunci : model pembelajaran pemecahan masalah, LKS open-eEnded, kemampuan pemecahan masalah matematika This research was aimed to: (1) describe the improvement process of students’ mathematical problem solving skills, (2) know the increase of students’ mathematical problem solving skills, and (3) know the students’ respond towards the implementation of problem solving learning model assisted by an open-ended student’s worksheet. This research was classroom action research which was conducted in three cycles. The subjects of this research were students of VIII 5 class in SMP Negeri 2 Amlapura which consists of 36 students. The data of improvement process of students’ mathematical problem solving skills were collected by using journal of learning activities. The data of mathematical problem solving skills and students’ responses were collected respectively by using mathematical problem solving tests and questionnaire. The data were analyzed descriptively. The results of this research show that the percentages of students in mathematical problem solving skills which belongs to high minimum category, are increased from one cycle to another. The percentages on the first, second, and third cycle are respectively 41,67%, 63,89%, and 86,11%. These improvements are due to improvement efforts in each cycle so that students participate more active in the learning, more utilize the knowledge and math skills in a comprehensive manner, often express their ideas, and respond the problem in their own way in discussing problems of open-ended student’s worksheet, thereby enhancing the creativity of the student’s thinking that led to the improvement of students’ mathematical problem solving skills. The percentage of students which belong to positive minimum category respond is 94,45 %.keyword : problem solving learning model, open-ended student’s worksheet, mathematical problem solving skills
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN APRESIASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING ., I Made Arya Gunawan; ., Prof. Dr.I Gusti Putu Suharta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan apresiasi matematika serta bagaimana tanggapan siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran setelah diterapkannya model pembelajaran penemuan terbimbing. Jenis penelitan yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas VII-1 SMP Laboratorium Undiksha Singaraja. Data dikumpulkan menggunakan metode lembar observasi, angket, dan tes. Berdasarkan analisis data yang dilakukan secara deskriptif diperoleh hasil bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VII-1 meningkat dari siklus I dalam kategori rendah, siklus II dalam kategori cukup, hingga siklus III dalam kategori tinggi. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menekankan proses pembelajaran pada tahap memahami persoalan, mengumpulkan informasi serta tahap menyusun penemuan yang membantu siswa pada perencanaan pemecahan masalah matematika. Hasil observasi terhadap apresiasi matematika yang dilakukan diperoleh peningkatan dari siklus I dalam kategori cukup, siklus II dalam kategori cukup dan siklus III dalam kategori baik. Tanggapan siswa terhadap penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dalam kategori positif. Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, kemampuan pemecahan masalah, apresiasi matematika This research aims to determine how an increase in problem solving skills and an appreciation of mathematics and how students' responses to the implementation of learning after the implementation of guided discovery learning model. The type of research conducted is Classroom Action Research (CAR), which was implemented in three cycles. Subjects of this study were students of class VII-1 junior Undiksha Laboratory Singaraja. Data were collected using the method of observation sheets, questionnaires, and tests. Based on the data analysis that the results obtained by descriptive problem solving abilities of students of class VII-1 increased from the first cycle in the low category, the second cycle in enough categories, until the third cycle in the high category. This can be done by emphasizing the learning process at the stage of understanding the problem, gathering information and preparing stage discoveries that help students in planning mathematical problem solving. The results of the observations made math appreciation obtained an increase of the first cycle in enough categories, the category of the second cycle and third cycle enough in either category. Student responses to the application of guided discovery learning model in the positive category.keyword : model of guided discovery learning, problem solving skills, mathematical disposition
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONCEPTUAL UNDERSTANDING PROCEDURES TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIKA SISWA SMK ., Komang Putra Astrawan; ., Drs.I Made Sugiarta,M.Si; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4002

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan penerapan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian semu dengan desain penelitian Post-test Only Control Design. Populasi dalam penelitian merupakan siswa SMKN 2 Singaraja yang tersebar ke dalam 3 kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling sehingga didapatkan 2 kelas sampel yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen merupakan kelompok yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan menggunakan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan pembelajaran matematika secara konvensional. Data dalam penelitian ini merupakan skor kemampuan komunikasi matematika yang dikumpulkan melalui tes esai. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan uji-t satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures lebih tinggi daripada yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures berpengaruh positif terhadap kemampuan komunikasi matematika siswa.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematika, Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures, pembelajaran konvensional This study aimed to determine the difference of application of Conceptual Understanding Procedures Learning concerning students mathematical communication ability. This research is a quasi-experimental with Post-test Only Control Design. Population in this research are the students of SMKN 2 Singaraja spreads in 3 classes. Sampling was determined by random sampling to obtain 2-sampling classes, experimental group and control group. The experimental group is the learning group by using Conceptual Understanding Procedures learning model, while the control group using mathematical conventional learning. The data in this research is mathematical communication ability scores that collected through essay test. The data were analyzed using one tailed t-test with a significance level about 5%. The result showed that the mathematical communication ability of students who learned by using Conceptual Understanding Procedures learning is higher than the students who learned by using conventional learning. It can be conclude that the Conceptual Understanding Procedures learning provide positive effect on the students mathematical communication ability.keyword : mathematical communication ability, Conceptual Understanding Procedures learning, mathematical, conventional learning
KONSTRUKSI BARISAN HITUNG SERAGAM SEIMBANG BERBASIS BARISAN TRANSISI KODE GRAY ., Ni Luh Dewi Sintiari; ., Prof. Dr.I Nengah Suparta,M.Si; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.4034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan konstruksi barisan hitung seragam seimbang φ(n,t) untuk beberapa pasangan terurut (n,t) dimana n > t, t ganjil, dan faktor persekutuan terbesar dari n dan t, yang dilambangkan dengan FPB(n,t) lebih dari 1. Barisan hitung seragam φ(n,t) adalah barisan hitung n-bit dimana banyaknya perubahan bit diantara setiap dua katakode berurutan adalah t. Barisan hitung seragam dibutuhkan dalam menguji sirkuit-sirkuit listrik dan sistem informasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, dengan mencermati dan menelaah pengetahuan dalam berbagai sumber pustaka yang menunjang penelitian ini. Selain itu juga digunakan kerja laboratorium dengan menggunakan perangkat lunak Excel. Untuk mencari konstruksi barisan hitung seragam, langkah pertama adalah menentukan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah kedua adalah mentransformasi barisan transisi kode Gray n-bit menjadi barisan transisi dari barisan hitung seragam φ(n,t) dengan menggunakan matriks sirkulan biner nonsingular. Langkah ketiga adalah menganalisis distribusi barisan transisi dari φ(n,t) apakah dapat menghasilkan barisan hitung seragam seimbang. Hasil penelitian ini adalah beberapa konstruksi barisan hitung seragam dengan karakteristik yang tertentu yang unik. Barisan yang ditemukan antara lain barisan hitung φ(n,t) dengan FPB(y,t)=1, dan y=n/FPB(n,t) , barisan hitung φ(2^m t,t), dengan m∈N, dan barisan hitung φ(2t,t), yang dikonstruksi berdasarkan matriks sirkulan biner nonsingular yang berbeda. Beberapa konstruksi tersebut merupakan barisan hitung seragam seimbang. Kata Kunci : kode Gray, matriks sirkulan biner, barisan hitung seragam, barisan hitung seragam seimbang This research aimed to find some constructions of balanced uniform counting sequence φ(n,t) for some ordered pairs (n,t) where n > t, for odd number t, and the greatest common divisor of n and t, which is denoted by gcd(n,t) is greater than 1. A uniform counting sequence φ(n,t) is an n-bit counting sequence where the number of bit changes between any two successive codewords in the sequence is equal to t. Uniform counting sequence is used in testing the electricity circuits and the information system. The method used in this research was literature review by observing and analyzing the content of various literatures which support the current research. It also used laboratory work by using software Excel. In order to construct a uniform counting sequence, the first step is determining the binary nonsingular circulant matrices. The second step is transforming the transition sequence of n-bit Gray code into transition sequence of uniform counting sequence φ(n,t) by using the binary nonsingular circulant matrix. The third step is analyzing the transition count distribution of φ(n,t) whether it possible to build balanced uniform counting sequence. The results of the research were constructions of uniform counting sequences that have certain properties. The uniform counting sequence founded were uniform counting sequence φ(n,t) where gcd(y,t)=1, and y=n/FPB(n,t) , uniform ccounting sequence φ(2^m t,t), where m∈N, and uniform counting sequence φ(2t,t), which were constructed based on different nonsingular binary circulant matrices. Some of these constructions are balanced uniform counting sequences.keyword : Gray code, binary circulant matrices, uniform counting sequence, balanced uniform counting sequence

Page 9 of 56 | Total Record : 554


Filter by Year

2014 2025