cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha
ISSN : 26139677     EISSN : 25992600     DOI : https://doi.org/10.23887
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 554 Documents
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN GEOGEBRA TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMP Septiana, K. Riko Agus; Parwati, Ni Nyoman; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i1.19878

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional. Dari perbedaan tersebut diselidiki kelompok mana yang memiliki pemahaman konsep matematika lebih baik. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Seririt tahun pelajaran 2016/2017, sebanyak 216 siswa. Sampel dipilih 3 kelas dengan teknik random sampling dari 6 kelas. Data pemahaman konsep matematika dikumpulkan dengan tes pemahaman konsep matematika. Analisis data dilakukan dengan uji nonparametric Kruska-Wallis dan uji U Mann Whitney. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa: (1) terdapat perbedaan pemahaman konsep matematika antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra, pembelajaran dengan model penemuan terbimbing, dan pembelajaran dengan model konvensional; (2) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model penemuan terbimbing; (3) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing berbantuan Geogebra lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. (4) pemahaman konsep matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model penemuan terbimbing lebih baik daripada pembelajaran dengan model konvensional. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model penemuan terbimbing berbantuan GeoGebra terhadap pemahaman konsep matematika siswa.Kata Kunci : model pembelajaran penemuan terbimbing, GeoGebra, pemahaman konsep matematika
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PAIR CHECK TERHADAP KEMAMPUAN NUMERIK SISWA KELAS VII SMP NEGERI 3GIANYAR Melani, Ade Emelan T; Candiasa, I Made; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran Pair Check terhadap kemampuan numerik siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan post-test only control group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 3Gianyar tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 383 orang siswa dan tersebar dalam 10 kelas. Sampel ditentukan dengan teknik cluster random sampling setelah dilakukan uji kesetaraan kelas menggunakan uji ANAVA. Kelas VII B yang terpilih sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sebagai kelompok kontrol. Data kemampuan numerik siswa diperoleh melalui tes obyektif. Data dianalisis menggunakan uji U Mann-Whitney. Berdasarkan hasil pengujian dengan uji U Mann-Whitney, diperoleh rata-rata peringkat untuk siswa kelompok eksperimen adalah 43,62dan rata-rata peringkat kelompok kontrol adalah 33,38. Nilai U sebesar 527,500 dengan p value = 0,0188 dan α = 0,05 jadi p value<α yang berarti H0 ditolak dan menunjukkan bahwa kemampuan numerik siswa kelas VII SMP Negeri 3 Gianyar yang dibelajarkan dengan model pembelajaran pair check lebih tinggi daripada siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pair check berpengaruh positif terhadap kemampuan numerik siswaKata Kunci: Model pembelajaran pair check, kemampuan numerik
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MASTER BERBANTUAN MIND MAPPING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI 3 SINGARAJA Putri Wahyuni, Kadek; Sri Mertasari, Ni Made; Gita, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 2 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i2.19923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran MASTERberbantuan mind mapping terhadap kemampuan pemecahan masalah matematikasiswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan desain penelitian adalahPost Test Only Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XIMIPA SMA Negeri 3 Singaraja tahun ajaran 2018/2019. Sampel dalam penelitian iniadalah siswa kelas XI MIPA 2 dan XI MIPA 3 yang diambil menggunakkan teknikcluster random sampling. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan pemecahanmasalah matematika yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tes uraian dandiberikan di akhir penelitian. Data hasil tes kemampuan pemecahan masalahmatematika dianalisis menggunakan uji-t satu ekor dengan taraf siginifikansi 5%. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa thitung = 3,606938 > ttabel = 1,998341 sehingga 0 Hditolak. Ini berarti, kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yangdibelajarkan dengan model pembelajaran MASTER berbantuan mind mapping lebihbaik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang dibelajarkandengan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian, dapat disimpulkanbahwa terdapat pengaruh model pembelajaran MASTER berbantuan mind mappingterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci: model pembelajaran MASTER, mind mapping, pemecahan masalahmatematika
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR MATEMATIS TINGKAT TINGGI SISWA DI MTS NEGERI KARANGASEM ., Kurniawan Cahyanto; ., Dr. Gede Suweken, M.Sc.; ., Dr. I Wayan Puja Astawa, S.Pd., M.Stat.S
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v8i2.13743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan berpikir tingkat tinggi matematika yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalah. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental semu (quasi experimental research) dengan rancangan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh kelas VIII semester ganjil MTs Negeri Karangasem tahun ajaran 2017/2018 yang terbagi dalam 5 kelas yaitu kelas VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, dan VIII E. Pemilihan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas VIII A (kelas eksperimen) yaitu kelas yang akan mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran matematika dengan menggunakan model Pembelajaran Berbasis Masalah dan VIII B (kelas kontrol) yaitu kelas yang akan mendapatkan perlakuan yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan model konvensional di MTs Negeri Karangasem. Data penelitian diperoleh dari tes kemampuan berpikir matematis tingkat tinggi siswa (tes uraian yang terdiri dari 5 butir soal). Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji-t satu pihak. Pengujian dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Berdasarkan analisis data didapatkan nilai t hitung(3,915) > t tabel (2,000). Hal ini menunjukkan bahwa: terdapat pengaruh kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa yang dibelajarkan menggunakan pembelajaran berbasis masalahKata Kunci : eksperimen, kemampuan berpikir tingkat tinggi, PBM. This study aimed to know the influence of mathematic high order thinking skill students whit learned with ProblemBased Learning. This study was a quasi-experimental research with posttest-only control group design. The study population is all eight grade classrooms of MTs Negeri Karangasem academic year 2017/2018 which were divided into 5 classes; they are VIII A, VIII B, VIII C, VIII D, and VIII E. The sampling was done using cluster random sampling. The sample of this study was VIII A (experiment class) which is the class that got the treatment of mathematic learning with Problem-Based Learning and VIII B (control class) which is the class that got the treatment of mathematic learning with conventional learning in MTs Negeri Karangasem. The data was gathered from students high order thinking skill test ( 5 open-ended questions). The data analysis technique used is using Ttest one-tailed. The test was conducted on t-significance is 5%. Based on the result of data analysis, it was found t count > t table (3,915 > 2,000). There for: there is a influence of high order thinking skill students lerned by Problem-Based Learning.keyword : experiment, high order thinking, Problem-Based Learning.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBANTUAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIIID SMP NEGERI 2 SAWAN Agus Dipa Prayatna, I Putu; Sudiarta, I Gusti Putu; Gita, I Nyoman
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v9i2.19894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan prestasi bealajar matematikasiswa Kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan setelah diterapkan pembelajaran matematikaberbantuan video tutorial. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK)yang melibatkan subjek seluruh siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan padasemester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus,di mana masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,observasi dan evaluasi, serta refleksi. Data minat belajar siswa dikumpulkan denganmenggunakan angket dan data prestasi belajar siswa menggunakan tes berbentukuraian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara deskriptif. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor minat belajar siswa mengalamipeningkatan. Rata-rata skor minat belajar siswa dari 51,67 (kategori cukup positif)pada refleksi awal mengalami peningkatan menjadi 59,28 (kategori positif) padasiklus I, 64,71 (kategori sangat positif) pada siklus II, dan 66,53 (kategori sangatpositif) pada siklus III. Rata – rata skor minat belajar siswa pada siklus III beradapada kategori sangat positif. Untuk prestasi belajar matematika rata-rata skor prestasibelajar siswa dari 27,54 pada refleksi awal mengalami peningkatan menjadi 61,93pada siklus I, 69,67 pada siklus II, dan 77,66 pada siklus III. Ini menunjukkan bahwaprestasi belajar siswa sudah memenuhi indikator keberhasilan, yaitu pada siklus IIIskor siswa memenuhi minimal KKM 70 dan 75% siswa berada pada kategori tuntas.Peningkatan minat dan prestasi belajar siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawanterjadi karena siswa sudah mampu mengikuti setiap tahapan pembelajaran denganmenggunakan video tutorial. Selain itu, proses belajar siswa terhadap penerapanpembelajaran berbantuan video tutorial dalam setiap pertemuan mengalamipeningkatan. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapanpembelajaran matematika berbantuan video tutorial dapat meningkatkan minat danprestasi belajar siswa kelas VIIID SMP Negeri 2 Sawan.Kata kunci: Video Tutorial, Minat Belajar, Prestasi Belajar
PENGARUH STRATEGI COLLEGE BOWL TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS XI MIPA SMA NEGERI 3 SINGARAJA kertiani, wayan; Hartawan, I Gst Nyoman Yudi; Astawa, I Wayan Puja
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v10i1.19913

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi College Bowl terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post-test onlycontrol group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA SMA Negeri 3 Singaraja semester genap tahun ajaran 2017/2018 yaitu sebanyak 104 orang yang terdistribusi ke dalam 4 kelas. Dua kelas dipilih sebagai sampel penelitian dengan teknik cluster random sampling. Kedua kelas selanjutnya diundi untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas control.Dari hasil pengundian terpilih kelas XI MIPA1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI MIPA4 sebagai kelas kontrol. Data mengenai kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes essay dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukkan thitung = 2,77722 dan ttabel = 1,67528 yang berarti bahwa strategi College Bowl berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata kunci:pembelajaran konvensional, pemecahan masalah matematika, strategi College Bowl 
PENGARUH STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE PRACTICE-REHEARSAL PAIRS TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 SINGARAJA ., I Komang Sesara Ariyana; ., Prof. Dr.I Made Ardana,M.Pd; ., I Gusti Nyoman Yudi Hartawan, S.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 3, No 1 (2015):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v3i1.6314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan komunikasi matematis pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja yang dibelajarkan dengan Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Post Test Only Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Singaraja semester genap tahun ajaran 2014/2015 sebanyak 588 siswa yang tersebar dalam 15 kelas. Sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik random sampling dimana yang terpilih adalah kelas VIII.6 dan VIII.8. Selanjutnya dengan pengundian terpilih kelas VIII.8 sebagai kelompok eksperimen sebanyak 39 siswa, sedangkan kelas VIII.6 sebagai kelompok kontrol sebanyak 39 siswa. Data kemampuan komunikasi matematis dikumpulkan menggunakan tes esai dan kemudian dianalisis menggunakan uji-Z satu arah dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang dibelajarkan menggunakan strategi pembelajaran aktif tipe Practice-Rehearsal Pairs lebih tinggi daripada siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : kemampuan komunikasi matematis, Strategi Pembelajaran Aktif Tipe Practice-Rehearsal Pairs This study aimed at finding out whether the mathematics communication ability of eighth-grade students of SMP Negeri 2 Singaraja which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning. The study used a Post Test Only Control Group Design. The population was all of the eight graders of SMP Negeri 2 Singaraja semester 2 in academic year 2014/2015 which amounted to 588 students distributed in 15 classes. The samples of this study which were determined by using random sampling technique were Class VIII.6 and Class VIII.8. Then, by using lottery, Class VIII.8 were selected as the experimental group which amounted to 39 students, while Class VIII.6 were as the control group with the same amount. The data of mathematics communication ability was collected through essay test and then was analyzed by using One-Way Z-Test with level of significance 5%. The result showed that the students’ mathematics communication ability which was treated with Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs was higher than the students following conventional learning.keyword : mathematics communication ability, Active Learning Strategy Type Practice-Rehearsal Pairs
PENGARUH PEMBELAJARAN KOLABORATIF BERBASIS MASALAH TERHADAP LITERASI MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SINGARAJA ., Ni Wayan Arisujati; ., I Wayan Puja Astawa,S.Pd,M.Stat.Sci; ., Dra. Gst. Ayu Mahayukti,M.Si
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8327

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah literasi matematika siswa yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi daripada literasi matematika siswa yang dibelajarkan dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan eksperimen semu dengan disain penelitian Post Test Only Control Group Design. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang terdistribusi ke dalam 10 kelas. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster sampling yang mana terpilih masing-masing dua kelas pada kelas unggulan dan kelas non unggulan. Data literasi matematika siswa diperoleh menggunakan tes pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan teknik uji-t satu ekor pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa nilai thitung = 2,808 lebih dari nilai ttabel = 1,664 untuk sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, literasi matematika siswa kelas VII SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran kolaboratif berbasis masalah lebih tinggi dari pada literasi matematika siswa kelas SMP Negeri 1 Singaraja yang mengikuti pembelajaran konvensional. Kata Kunci : Pembelajaran Kolaboratif berbasis masalah, literasi matematika, pembelajaran konvensional The puspose of this research was to find out whether the mathematic literacy of students who studied with collaborative problem based learning is higher than mathematics literacy of students who studied with convensional learning. This reaserch was a quasi experiment with Post Test Only Control Group Design using Matched Sunject. The population of this research were the students of grade 7 of SMP Negeri 1 Singaraja in academic year 2015/2016 that divided into ten classes. Two classes of each superior class and non supperior class were selected as sample taken by using cluster sampling technique. The data in this research, the mathematics literacy, were gathered by multiple choice test. The data were analyzed by using one tail t-test with significance level at 5%. The data analysis result showed that the value of t test thitung = 2,808 was greater than t-table = 1,664 so that the null hypothesis is rejected. The conclusion is the mathematics literacy of SMP Negeri 1 Singaraja students who studied with collaborative problem based learning is higher than that students who studied with conventional learning.keyword : Collaborative problem based learning, mathematics literacy, conventional learning.
PENGARUH BENTUK ASESMEN FORMATIF TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP NEGERI 3 SINGARAJA ., Putu Christina Dharma Astuti p; ., Prof. Dr. I Made Candiasa,MI.Kom; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 2, No 1 (2014):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v2i1.2817

Abstract

Penelitian eksperimen ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh asesmen formatif bentuk kinerja terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Singaraja tahun pelajaran 2013/2014, yang mana sebanyak 48 siswa terpilih secara random sebagai sampel. Data kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes uraian. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji-t satu ekor (ekor kanan) yang sebelumnya dilakukan uji Lilliefors dan uji Bartlet untuk mengetahui normalitas dan homogenitas varians. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk kinerja adalah 78,47, sementara rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk uraian adalah 65,35. Untuk uji t satu ekor (ekor kanan) diperoleh besarnya thitung = 4,27 sedangkan t(46;0,05) = 1,67. Ternyata thitung > t(46;0,05), sehingga rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk kinerja lebih tinggi dari pada rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika siswa yang mengikuti pembelajaran dengan asesmen formatif bentuk uraian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh asesmen formatif bentuk kinerja terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.Kata Kunci : asesmen formatif, asesmen kinerja, kemampuan pemecahan masalah matematika This experiment research was aimed at knowing the influence of formative assessment in performance form towards mathematical problem solving ability of students. Population in this research are all of the 8 grade students at SMP Negeri 3 Singaraja school year 2013/2014, which 48 students are chosen by random as sample. Data of students’ mathematical problem solving abilities were collected by using essay. The collected data was analyzed by using one-tailed-t test (right tail) after doing Lilliefors test and Bartlet test to know normality and variance homogenity. The results of this research showed that the average of students’ mathematical problem solving abilities who were taught by formative assessment in performance form was 78,47, while the average of students’ mathematical problem solving abilities who were taught by formative assessment in narrative form was 65,35. The outcome of research by using one-tailed-t test (right tail) shows that value of t =4,27 and t(46;0,05)= 1,67. According to those results,it turned out t > t(46;0,05), it means that the average of students’ mathematical problem solving abilities who were taught by formative assessment in performance form higher than the average of students’ mathematical problem solving abilities who were taught by formative assessment in narrative form. So the conclusion is formative assessment in performance form makes an influence towards mathematical problem solving ability of students.keyword : formative assessment, performance assessment, mathematical problem solving ability.
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada ., Ni Putu Kersiana Apsari; ., Drs.Djoko Waluyo,M.Sc; ., Dra.Ni Made Sri Mertasari, M.Pd
Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Vol 5, No 2 (2016):
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpm.v5i2.8400

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition (AIR) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada tahun ajaran 2015/2016 yang terdiri dari 8 kelas dengan jumlah siswa keseluruhan sebanyak 260 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling, namun sebelumnya dilakukan uji kesetaraan terhadap populasi. Melalui proses pengundian diperoleh sampel Kelas VIII D sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Rancangan penelitian ini menggunakan post-test-only control group design. Data berupa skor kemampuan pemecahan masalah matematika siswa diambil dengan menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah bentuk uraian. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik Uji-t satu ekor diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,24 dengan t-tabel (dk = 62; = 0,05) sebesar 1,67 sehingga H0 ditolak. Dengan demikian diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Auditory Intellectually Repetition lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematika siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Sukasada yang mengikuti pembelajaran konvensional.Kata Kunci : Auditory Intellectually Repetition, Kemampaun Pemecahan Masalah Matematika This quasi experiment was aimed to know the effect of Auditory Intellectually Repetition (AIR) learning model application to the mathematical problem solving ability of 8th grade students of SMP Negeri 1 Sukasada. The population of this research was all 8th grade students of SMP Negeri 1 Sukasada in 2015/2016 academic year which was consist of 260 students which were distributed in 8 classes. The sample was determined by random sampling and obtained two classes i.e. VIII D as experiment group and VIII C as control group. The design of this research used a post-test-only control group design. The data about students’ mathematical problem solving ability score was collected by using the test of mathematical problem solving in essay form. The hypothesis testing used one tailed t-test and obtained the value of t is 2.24 where the value of t-table (df = 62; =0.05) is 1.67. Thereby, from that result can be concluded that the mathematical problem solving ability of the students of SMP Negeri 1 Sukasada who were learned with Auditory Intellectually Repetition (AIR) model was better than the mathematival problem solving ability of students of SMP Negeri 1 Sukasada who were learned with conventional learning.keyword : Auditory Intellectually Repetition, mathematical problem solving

Page 7 of 56 | Total Record : 554


Filter by Year

2014 2025