cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
KONSEP PEMBELAJARAN CODING DAN IMPLIKASINYA DALAM KURIKULUM NASIONAL: The Concept of Coding Learning and its Implications in the National Curriculum Dede Zubaidah; Syamsul Aripin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/09sw4x62

Abstract

The development of information and communication technology has brought major changes in various aspects of life, including in the field of education. One of the skills that is increasingly important in this digital era is programming (coding). This article discusses the urgency of including coding subjects into the education curriculum in Indonesia, the benefits that students can get, and the challenges in its implementation. Through literature studies and education policy analysis, this article shows that coding not only improves technical skills but also critical thinking, problem solving, and creativity of students. This policy has benefits that are much needed in the current era 4.0 and society 5.0. For educational, social, business and innovation needs in various fields. In addition to the benefits, there are challenges that must be faced by the government and society in implementing this policy, developing human resources, completing infrastructure, collaborating with the technology industry and others. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Salah satu keterampilan yang semakin penting di era digital ini adalah pemrograman (coding). Artikel ini membahas tentang integrasi pembelajaran coding ke dalam kurikulum nasional, manfaat yang bisa didapatkan murid, dan tantangan dalam implementasinya. Melalui studi literatur dan analisis kebijakan pendidikan, artikel ini menunjukkan bahwa coding tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis tetapi juga berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Kebijakan ini memiliki manfaat yang sangat dibutuhkan di era 4.0 dan masyarakat 5.0 saat ini. Untuk kebutuhan pendidikan, sosial, bisnis, dan inovasi di berbagai bidang. Selain manfaat, ada tantangan yang harus dihadapi pemerintah dan masyarakat dalam mengimplementasikan kebijakan ini, antara lain mengembangkan kualitas sumber daya manusia, melengkapi infrastruktur, berkolaborasi dengan industri teknologi dan lainnya. Kata Kunci :  Integrasi; Kurikulum Nasional; Pembelajaran Coding.
ANALISIS EFISIENSI ANGGARAN PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: Analysis of Education Budget Efficiency in an Islamic Perspective Firman Robiansyah; Annisa Nur Fadillah; Nuril Khairiyah; Siti Nurkholizah; Gavin Sangraha Rahmat
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/6b4qep60

Abstract

This study analyzes the efficiency of the education budget from an Islamic perspective by highlighting the principles of transparency, accountability, and resource optimization. In Islam, the efficiency of the education budget aims to avoid waste and ensure fair and sharia-compliant financial distribution. This study uses a literature study method by analyzing various relevant literature. The results of the study indicate that the principle of efficiency in Islam can be applied through funding sources such as zakat, waqf, and alms that are managed professionally. In addition, community participation in financing education can increase the effectiveness of budget use. However, the budget efficiency policy also faces challenges, especially in the context of government policies, such as cutting the education budget which risks reducing the welfare of educators and the quality of education. Therefore, the implementation of efficiency must consider the balance between savings and meeting the needs of quality education, by involving strict supervision and public participation to remain in line with the principles of justice in Islam. Penelitian ini menganalisis efisiensi anggaran pendidikan perspektif Islam dengan menyoroti prinsip transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi sumber daya. Dalam Islam, efisiensi anggaran pendidikan bertujuan menghindari pemborosan serta memastikan distribusi keuangan yang adil dan sesuai syariah. Studi ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip efisiensi dalam Islam dapat diterapkan melalui sumber pendanaan seperti zakat, wakaf, dan sedekah yang dikelola secara profesional. Partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pendidikan juga dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran. Namun, kebijakan efisiensi anggaran menghadapi tantangan, terutama dalam konteks kebijakan pemerintah, seperti pemangkasan anggaran pendidikan yang berisiko mengurangi kesejahteraan tenaga pendidik dan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, implementasi efisiensi anggaran harus mempertimbangkan keseimbangan antara penghematan dan pemenuhan kebutuhan pendidikan berkualitas, dengan melibatkan pengawasan ketat dan partisipasi publik agar selaras dengan prinsip keadilan dalam Islam. Kata Kunci : Anggaran Pendidikan; Efisiensi Anggaran; Kebijakan Pemerintah; Kualitas Pendidikan; Perspektif Islam.
ANALISIS MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SMA/SMK KELAS XI BAB ADAB MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL: Analysis of Islamic Religious Education Materials for High School/Vocational School Grade XI Chapter Adab Using Social Media Nyimas Nurul Afifah; Nur Dwi Kartika; Titin Sartika
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/8gmzvx27

Abstract

This study aims to analyze the material Adab in Using Social Media in the Islamic Religious Education (PAI) textbook for Grade XI Senior/Vocational High School under the Merdeka Curriculum. The method used is a literature review by examining relevant primary and secondary sources. The analysis reveals that the material contains core Islamic values such as honesty, courtesy, verification, and social responsibility. These values are presented in a communicative and accessible language, making them relevant to students in the digital era. The material contributes to shaping Islamic character; however, several shortcomings remain, such as the lack of real-life case studies, limited integration with modern digital literacy, and the absence of practical guidelines and engaging visual media. Therefore, future textbook development should be directed toward being more applicative, interactive, and contextual with teenagers’ digital lives. This study emphasizes the importance of integrating Islamic values and digital literacy to foster a wise, ethical, and responsible young generation in using social media. Penelitian ini bertujuan menganalisis materi Adab Menggunakan Media Sosial dalam buku teks Pendidikan Agama Islam (PAI) SMA/SMK Kelas XI Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil analisis menunjukkan bahwa materi PAI memuat nilai-nilai inti Islam seperti kejujuran, sopan santun, tabayyun, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut disajikan dengan bahasa komunikatif dan mudah dipahami sehingga relevan bagi peserta didik di era digital. Materi ini berkontribusi dalam pembentukan karakter Islami, namun masih ditemukan beberapa kekurangan, seperti minimnya contoh kasus aktual, keterbatasan integrasi dengan literasi digital modern, serta belum ada pedoman praktis dan media visual yang menarik. Oleh karena itu, pengembangan buku ajar di masa mendatang perlu diarahkan agar lebih aplikatif, interaktif, dan kontekstual dengan kehidupan digital remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai Islam dan literasi digital untuk membentuk generasi muda yang bijak, beretika, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial. Kata Kunci : Adab; Analisis Materi; Pendidikan Agama Islam; Media Sosial.
EVALUASI VALIDITAS, RELIABILITAS, DAN DAYA PEMBEDA INSTRUMEN UJIAN PAI KELAS XII MELALUI ANALISIS BUTIR SOAL: Evaluation of the Validity, Reliability, and Discriminating Power of Islamic Education Exam Items for Grade XII through Item Analysis Fahriana Nurrisa; Muhamad Sabirin; Nuril Huda
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/zw3wp278

Abstract

This study aims to evaluate the quality of a school exam instrument for the Islamic Religious Education (PAI) subject in Grade XII by analyzing the validity, reliability, and discriminating power of each test item. The study employed a descriptive quantitative approach. The research subjects consisted of 15 Grade XII students from a state vocational school (SMK) in South Kalimantan who took the PAI school examination. The instrument analyzed comprised 15 multiple-choice questions. Data were obtained through documentation, including test sheets, answer keys, and student response sheets. The item analysis was conducted based on Classical Test Theory (CTT). The results showed that only 2 out of 15 items met the validity criteria, with correlation values exceeding the critical r-table value (0.5324). The instrument’s reliability, calculated using the KR-20 formula, was 0.0227, indicating a very low level of internal consistency. Meanwhile, the discriminating power analysis revealed that most items were categorized as poor or rejected, although a few were classified as good to excellent. These findings suggest that the test instrument is not yet suitable for use in learning evaluation without significant revision and improvement of most test items. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas instrumen ujian sekolah mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas XII melalui analisis validitas, reliabilitas, dan daya pembeda butir soal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari 15 peserta didik kelas XII di salah satu SMK Negeri di Kalimantan Selatan yang mengikuti ujian sekolah PAI. Instrumen yang dianalisis terdiri dari 15 butir soal pilihan ganda. Data diperoleh melalui dokumentasi berupa lembar soal, kunci jawaban, dan lembar jawaban siswa. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis butir soal berdasarkan teori tes klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya 2 dari 15 soal yang memenuhi kriteria validitas dengan nilai korelasi di atas r tabel (0,5324). Reliabilitas instrumen berdasarkan perhitungan menggunakan KR-20 adalah sebesar 0,0227 dan termasuk kategori sangat rendah. Sementara itu, daya pembeda menunjukkan bahwa sebagian besar soal berada dalam kategori ditolak, meskipun terdapat beberapa soal dengan daya pembeda baik hingga sangat baik. Temuan ini menunjukkan bahwa instrumen secara keseluruhan belum layak digunakan dalam evaluasi pembelajaran tanpa melalui perbaikan dan revisi pada sebagian besar butir soal. Kata Kunci : Analisis Butir Soal; Daya Pembeda Soal; Evaluasi Pembelajaran; Reliabilitas; Validitas.
STRATEGI GURU DALAM MENGHADIRKAN NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA PEMBELAJARAN PAI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI KOTA PASURUAN: Teachers’ Strategies in Presenting Local Wisdom Values in Islamic Education Learning at Madrasah Aliyah Negeri Pasuruan City Ajrina Anugrah Syafira; Nurhasan; M Ma'ruf
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2thqvr87

Abstract

This article describes the strategies used by Islamic Education (PAI) teachers in developing PAI materials based on local wisdom at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) in Pasuruan City. This study uses a qualitative approach and case study method. The research subjects were PAI teachers at MAN Pasuruan City, while the principal, vice principal for curriculum, and students served as supporting informants. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed descriptively with triangulation of sources and methods to ensure data validity. The results showed that Islamic Education teachers at MAN Kota Pasuruan developed Islamic Education materials based on local wisdom through several strategies: First, identifying the cultural values and religious traditions of the Pasuruan community that are in line with Islamic teachings, such as respect for local scholars such as Mbah Hamid. Second, integrating these values into Islamic Education materials, particularly in the areas of faith, morals, and Islamic history. Third, linking learning to cultural practices and students' daily lives. Fourth, utilizing extracurricular activities and collaboration with local communities to strengthen contextual learning. Thus, this article emphasizes the importance of applying a contextual approach based on local wisdom in PAI learning to increase the relevance, understanding, and internalization of Islamic values for students in their daily lives. Artikel ini menjelaskan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengembangkan materi PAI berbasis kearifan lokal di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis studi kasus. Subjek penelitian adalah guru PAI di MAN Kota Pasuruan, sedangkan Kepala Madrasah, Wakil Kepala Bidang Kurikulum, dan siswa menjadi informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara deskriptif dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI di MAN Kota Pasuruan mengembangkan materi PAI berbasis kearifan lokal melalui beberapa strategi: Pertama, mengidentifikasi nilai-nilai budaya dan tradisi religius masyarakat Pasuruan yang selaras dengan ajaran Islam, misalnya penghormatan terhadap ulama lokal seperti Mbah Hamid. Kedua, mengintegrasikan nilai-nilai tersebut ke dalam materi PAI, khususnya akidah, akhlak, dan sejarah Islam. Ketiga, mengaitkan pembelajaran dengan praktik budaya dan kehidupan sehari-hari siswa. Keempat, memanfaatkan kegiatan ekstrakurikuler dan kerja sama dengan komunitas lokal untuk memperkuat pembelajaran kontekstual. Dengan demikian, artikel ini menegaskan pentingnya penerapan pendekatan kontekstual berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran PAI untuk meningkatkan relevansi, pemahaman, dan internalisasi nilai-nilai Islam bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci :  Kearifan Lokal; Madrasah Aliyah Negeri; Pendidikan Agama Islam; Strategi Guru.  
TRANSFORMASI JIWA MELALUI DZIKRUL MAUT: PENDEKATAN AL-GHAZALI DALAM KURIKULUM PENDIDIKAN AKHLAK ISLAM: Soul Transformation Through Dhikr al-Mawt: Al-Ghazali’s Approach in the Curriculum of Islamic Moral Education Santi Safitri; Hasna Farida
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/cwpp0f58

Abstract

Islamic moral education aims not only to shape good character but also to guide the soul toward spiritual perfection. One significant approach is dhikr al-mawt (remembrance of death) as taught by Al-Ghazali. This article examines the concept of dzikrul maut according to Al-Ghazali, its relevance to moral formation, and its potential integration into the curriculum of Islamic education. Using a qualitative library research method, the author analyzes Al-Ghazali’s seminal works and contemporary literature on spiritual education. The findings indicate that dhikr al-mawt is not a frightening form of pedagogy, but a means of cultivating self-awareness, sincerity, humility, and spiritual readiness for eternal life. This approach educates believers not only to fear the afterlife but also to long for the ultimate encounter with Allah. Therefore, dhikr al-mawn can serve as a foundational framework for a transformative Islamic moral curriculum that is relevant and responsive to the needs of the modern era. Pendidikan akhlak Islam tidak hanya bertujuan membentuk karakter baik, tetapi juga mengarahkan jiwa menuju kesempurnaan spiritual. Salah satu pendekatan penting adalah dzikrul maut (mengingat kematian). Artikel ini mengkaji konsep dzikrul maut menurut Al-Ghazali, relevansinya dengan pembentukan akhlak, dan potensinya untuk diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan Islam. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, artikel ini menganalisis literatur karya Al-Ghazali dan literatur kontemporer lain tentang pendidikan spiritual. Hasil kajian menunjukkan bahwa dzikrul maut bukanlah bentuk pendidikan yang menakutkan, tetapi sarana membangun kesadaran diri, ketulusan, kerendahan hati, dan kesiapan spiritual menghadapi kehidupan abadi. Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa takut pada akhirat, tetapi juga cinta perjumpaan dengan Allah SWT. Jadi, dzikrul maut dapat dijadikan fondasi kurikulum akhlak Islam yang transformatif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman modern. Kontribusi penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi nilai spiritual ke dalam kurikulum, serta membuka ruang kajian lanjutan bagi pendidikan Islam yang lebih humanis dan kontekstual. Kata Kunci : Al-Ghazali; Dzikrul Maut; Kurikulum Islam; Pendidikan Akhlak; Transformasi Jiwa
IMPLEMENTASI PERANGKAT DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN: Implementation of Digital Devices to Enhance Student Engagement in Learning Muhammad Azamuddin Syahapala; Yusrina Nur Amalia Sabila; Afif Alauddin; Sigit Dwi Laksana
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/8mf1ey67

Abstract

Collaboration between education and technology can support the advancement of learning systems. However, the implementation of technology in education still poses many problems. This study analyzes the implementation of digital devices in learning using a qualitative approach and a literature review. Data were obtained using documentation techniques from various literature relevant to the research theme. The results of this study show that the implementation of digital devices accompanied by appropriate learning strategies has been proven to increase student activity in learning. The strategy for developing digital devices in learning requires the participation and leadership of a good principal, the development of human resource competencies, the integration of technology into learning, and external support. The advantages of digital-based learning are: visualization, variety, interactivity, accessibility, creativity, and flexibility. Meanwhile, the disadvantages include: lack of confidence among educators, ignorance among educators, unequal digital access, external disturbances, differences in student learning styles, and cost and digital skills. Kolaborasi antara pendidikan dan teknologi dapat menunjang kemajuan sistem pembelajaran. Namun, implementasi teknologi dalam pendidikan masih menimbulkan banyak permasalahan. Penelitian ini menganalisis implementasi perangkat digital dalam pembelajaran dengan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi pustaka. Data diperoleh dengan teknik dokumentasi dari berbagai literatur yang relevan dengan tema penelitian. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa implementasi perangkat digital yang disertai strategi pembelajaran yang tepat, terbukti meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran. Strategi pengembangan perangkat digital dalam pembelajaran membutuhkan peran serta kepemimpinan kepala sekolah yang baik, pengembangan kompetensi SDM, integrasi teknologi ke dalam pembelajaran dan dukungan eksternal. Kelebihan pembelajaran berbasis digital adalah: Visualisasi, Varifatif, Interaktif, Aksesibilitas, Kreativitas dan Fleksibilitas. Sedangkan kelemahannya antara lain: Kurangnya kepercayaan diri pendidik, Ketidaktahuan pendidik, Ketidaksetaraan akses digital, Gangguan eksternal, Perbedaan gaya belajar siswa serta Biaya dan keterampilan digital. Kata Kunci : Digitalisasi Pendidikan; Perangkat Digital; Siswa Aktif; Strategi Pembelajaran.
EFEKTIFITAS DIFERENSIASI LEARNING DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KOGNITIF PESERTA DIDIK DI SDN 1 ASRIKATON KABUPATEN MALANG: The Effectiveness of Differentiated Learning Styles in Islamic Religious Education on Improving Students' Cognitive Understanding at SDN 1 Asrikaton Malang Regency Putri Wahyuni
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/4rc80v28

Abstract

Students at Asrikaton 1 Elementary School in Malang Regency exhibit diverse learning needs shaped by family background and environment, making learning style differentiation crucial. This study aims to analyze how learning style differentiation in Islamic Religious Education (PAI) influences students' cognitive understanding. A quantitative approach was used, correlating learning style differentiation with cognitive achievement. The population included 173 students, with 115 samples. Data were tested for validity and reliability, and analyzed through normality, linearity, and hypothesis testing using SPSS. The results indicate that differentiation has a positive impact on students' cognitive understanding. Hypothesis testing yielded a significance value below 0.05, meaning the alternative hypothesis—learning style differentiation is effective in PAI—is accepted while the null hypothesis is rejected. Cognitive understanding increased by an average of 26.3%, indicating that tailored instruction supports better understanding. This study highlights the importance of tailoring instruction to students' diverse learning styles for improved outcomes. However, there are several limitations, particularly the failure of the validity test that may have led to the underrepresentation of certain research indicators, requiring caution in interpreting the findings. Overall, this research supports the role of differentiation strategies in improving student performance, especially in subjects that require conceptual understanding such as Islamic Religious Education. Peserta Didik di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Asrikaton Kabupaten Malang, menunjukkan kebutuhan belajar beragam yang dibentuk oleh latar belakang keluarga dan lingkungan, sehingga diferensiasi gaya belajar menjadi penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana diferensiasi gaya belajar dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) memengaruhi pemahaman kognitif siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan, yang mengkorelasikan diferensiasi gaya belajar dengan pencapaian kognitif. Populasi mencakup 173 siswa, dengan 115 sampel. Data diuji validitas, reliabilitas, dan dianalisis melalui uji normalitas, linearitas, dan hipotesis menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa diferensiasi memiliki dampak positif pada pemahaman kognitif siswa. Pengujian hipotesis menghasilkan nilai signifikansi di bawah 0,05, yang berarti hipotesis alternatif—diferensiasi gaya belajar efektif dalam PAI—diterima sementara hipotesis nol ditolak. Pemahaman kognitif meningkat rata-rata 26,3%, yang menunjukkan bahwa pengajaran yang disesuaikan mendukung pemahaman yang lebih baik. Penelitian ini menyoroti pentingnya menyesuaikan instruksi dengan berbagai gaya belajar siswa untuk hasil yang lebih baik. Meskipun demikian, terdapat beberapa keterbatasan, terutama kegagalan uji validitas yang mungkin menyebabkan indikator penelitian tertentu kurang terwakili, sehingga memerlukan kehati-hatian dalam menafsirkan temuan. Secara keseluruhan, penelitian ini mendukung peran strategi diferensiasi dalam meningkatkan kinerja siswa, terutama dalam mata pelajaran yang membutuhkan pemahaman konseptual seperti PAI. Kata Kunci : Gaya Belajar; Pemahaman Kognitif; Pembelajaran Berdiferensiasi; Pendidikan Agama Islam.
LITERASI DIGITAL GURU DALAM KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM: ANALISIS SISTEMATIS ATAS KESIAPAN SDM DALAM MENGHADAPI ERA PENDIDIKAN 5.0: Teachers' Digital Literacy in the Context of Islamic Education: A Systematic Analysis of Human Resource Readiness in Facing the Era of Education 5.0 Syaharuddin, Syaharuddin; M. Anugrah Arifin; Fathurrijal, Fathurrijal; Rahmawati, Endang; Ishanan, Ishanan
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hf5wx931

Abstract

The transformation of education towards the Education 5.0 era requires human resources, especially teachers, to be prepared in mastering digital literacy that is in line with Islamic values. This study aims to systematically review literature discussing teacher digital literacy in the context of Islamic education, with a focus on the level of Human Resource (HR) readiness in responding to the challenges of the Education 5.0 era. Using a qualitative method with a Systematic Literature Review (SLR) approach, this study traces publications from the DOAJ, Scopus, and Google Scholar databases published between 2015 and 2025. The findings indicate that the readiness of Islamic education HR is still in a transitional phase and is not yet evenly distributed among individuals and institutions. Although there have been efforts to integrate digital technology in alignment with Islamic values by some teachers and institutions, its implementation is generally still limited to technical and administrative aspects. Digital literacy has not yet been fully internalized as part of strategic, reflective, and transformative pedagogical reform. These findings underscore the importance of strengthening digital literacy training based on Islamic values, as well as the need for institutional policies and visionary leadership that support the sustainable integration of technology in Islamic education. Transformasi pendidikan menuju era Pendidikan 5.0 menuntut kesiapan sumber daya manusia, terutama guru, dalam menguasai literasi digital yang selaras dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara sistematis literatur yang membahas literasi digital guru dalam konteks pendidikan Islam, dengan fokus pada tingkat kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam merespons tantangan era Pendidikan 5.0. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Systematic Literature Review (SLR), studi ini menelusuri publikasi dari database DOAJ, Scopus, dan Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil telaah menunjukkan bahwa kesiapan SDM pendidikan Islam masih berada pada fase transisional dan belum merata antar individu maupun lembaga. Meskipun terdapat upaya integrasi teknologi digital yang selaras dengan nilai-nilai keIslaman oleh sebagian guru dan institusi, penerapannya secara umum masih terbatas pada aspek teknis dan administratif. Literasi digital belum sepenuhnya diinternalisasi sebagai bagian dari reformasi pedagogis yang strategis, reflektif, dan transformatif. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelatihan literasi digital berbasis nilai Islam serta kebijakan kelembagaan dan kepemimpinan visioner yang mendukung integrasi teknologi dalam pendidikan Islam secara berkelanjutan. Kata Kunci :  Era Pendidikan 5.0; Literasi Digital Guru; Pendidikan Islam; Sumber Daya Manusia.
NEGARA DALAM PERSPEKTIF ISLAM: KAJIAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG PRINSIP DAN TUJUAN KENEGARAAN: The State from an Islamic Perspective: A Study of Qur’anic Verses on The Principles and Objectives of State Governance Rudi Iskandar
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 14 No. 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/hxe9ph14

Abstract

In the context of modern state governance, Islamic political values provide an ethical framework to strengthen the integrity of government and public policy. This study explores the principles and objectives of the state in the Qur’an and Hadith, supported by interpretations of classical and contemporary scholars. The aim is to identify the principles of governance and the objectives of the state from an Islamic perspective and to examine their relevance to modern administration. The method used is library research with primary sources from Al-Qur’an, Hadith, and Qur’anic interpretation, along with secondary sources from academic literature. The analysis applies a thematic exegesis approach and qualitative interpretation. The findings show that the principles of Islamic governance include trust (Surah al-Nisa’ [4]: 58), justice (al-Ma’idah [5]: 8), consultation (al-Shura [42]: 38), unity (Ali ‘Imran [3]: 103), and freedom of religion (al-Baqarah [2]: 256). The objectives of the state cover public welfare, the establishment of justice, and the development of a moral society. The implication of this study is that it reinforces previous findings on justice and consultation while adding a new perspective by highlighting the integration of human values and universal welfare in modern governance. The limitation lies in its normative-theological approach, which does not address empirical dimensions, so further research is needed to test the application of these principles in contemporary state governance. Di tengah tata kelola negara modern, nilai-nilai politik Islam memberikan kerangka etis untuk memperkuat integritas pemerintahan dan kebijakan publik. Kajian ini mengeksplorasi prinsip dan tujuan kenegaraan dalam Al-Qur’an dan Hadis, didukung penafsiran ulama klasik dan kontemporer. Tujuannya mengidentifikasi prinsip pemerintahan dan tujuan negara dalam perspektif Islam serta relevansinya dengan administrasi modern. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan sumber primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan tafsir, serta sumber sekunder dari literatur akademik. Analisis dilakukan melalui pendekatan tafsir tematik dan interpretasi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip pemerintahan Islam mencakup amanah (Surat al-Nisa’ [4]: 58), keadilan (al-Ma’idah [5]: 8), musyawarah (al-Syura [42]: 38), persatuan (Ali ‘Imran [3]: 103), dan kebebasan beragama (al-Baqarah [2]: 256). Tujuan negara meliputi kesejahteraan publik, tegaknya keadilan, dan terbentuknya masyarakat bermoral. Implikasi penelitian ini adalah memperkuat temuan terdahulu tentang keadilan dan musyawarah, serta menambah perspektif baru yang menekankan integrasi nilai kemanusiaan dan visi kemaslahatan universal. Limitasinya adalah pendekatan normatif-teologis yang belum menyentuh dimensi empiris, sehingga penelitian lanjutan perlu menguji penerapan prinsip-prinsip ini dalam tata kelola negara modern. Kata Kunci : Etika Politik; Negara Islam; Prinsip Pemerintahan; Tafsir Al-Qur’an; Tujuan Negara.