cover
Contact Name
Misbahul Munir
Contact Email
munirmisbahul1990@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltalimuna@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Ta`Limuna : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 20852975     EISSN : 26229889     DOI : -
Core Subject : Education,
TA`LIMUNA Journal of Islamic Education ISSN 2622-9889 (Print) and ISSN 2085-2975 (Online) is a journal published twice a year by STAI Ma’had Aly Al Hikam Malang. This journal emphasizes aspects related to Islamic Education, with special reference to applied research in Islamic education that can be focused on the components of learning including curriculum, methods, models, psychology, thought and several issues of Islamic education and its problems.
Arjuna Subject : -
Articles 275 Documents
Pengaruh Pendidikan Agama Islam dalam Ekstrakurikuler Rohis terhadap Kedisiplinan Peserta Didik di SMK Negeri 1 Karawang: The Influence of Islamic Religious Education in Islamic Spiritual (Rohis) Extracullicular on the Discipline of Students at SMK Negeri 1 Karawang Dinda Putri Somantri; Oyoh Bariah; M. Makbul
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/f7nnhz46

Abstract

This research aims to evaluate the influence of Islamic Religious Education (PAI) in Islamic Spiritual (Rohis) extracurricular on student discipline at SMK Negeri 1 Karawang. Using a quantitative approach and correlational methods, this research involved 54 Rohis members. The results show that 64.81% of students are in the medium category in PAI in the Rohis extracurricular and 61.11% of students are in the medium category in terms of discipline. Statistical analysis shows the calculated t of 7.148 is greater than the t table of 2.006, and the linear regression results Y' = 2.209 + 0.826X show that every one unit increase in PAI in Rohis extracurricular increases discipline by 0.826 units. The significance test produces a value of 0.000 < 0.05, so the alternative hypothesis is accepted. The R Square value of 0.496 shows that PAI in Rohis extracurricular influences student discipline by 49.6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam ekstrakurikuler Rohani Islam (Rohis) terhadap kedisiplinan peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional dan merupakan penelitian lapangan. Sampel penelitian terdiri dari 54 peserta didik anggota ekstrakurikuler Rohis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 35 peserta didik (64,81%) berada dalam kategori sedang terkait PAI dalam ekstrakurikuler Rohis. Kedisiplinan peserta didik yang mengikuti ekstrakurikuler Rohis menunjukkan 33 orang (61,11%) dalam kategori sedang. Hasil t hitung (7,148) > t tabel (2,006). Hasil regresi linear menunjukkan Y' = 2,209 + 0,826X. Artinya, setiap kenaikan satu satuan pada PAI dalam Rohis meningkatkan kedisiplinan peserta didik sebesar 0,826 satuan. Uji signifikansi menghasilkan nilai 0,000 < 0,05, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. Nilai R Square 0,496 menunjukkan 49,6% pengaruh PAI dalam Rohis terhadap kedisiplinan.  Keywords: Pendidikan Agama Islam, Ekstrakurikuler, Rohani Islam (Rohis), Kedisiplinan Peserta Didik.  
Implementasi Metode Demonstrasi dalam Meningkatkan Keterampilan Praktik Wudhu Siswa Kelas 2C di SDN Duren 3 Karawang: Implementation of Demonstration Method in Improving the Practical Wudhu Skills of Class 2C Students at SDN Duren 3 Karawang Winda Sri Rahayu; Rizqi Maulana; Novi Fadhilah Sopian; M. Makbul; Nur Aini Farida
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/2kh1m738

Abstract

This article aims to determine the effectiveness of using the demonstration method in improving students' ritual ablution (wudu) skills in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam or PAI) subjects at SDN Duren 3 Karawang. This article uses the Classroom Action Research (Penelitian Tindakan Kelas or PTK) method involving 30 Class II C students. The PTK used is Hopkins Model which includes several stages: Introduction, Planning, Action, Observation and Reflection. This PTK consists of two cycles, and each cycle consists of one session. In each cycle, researchers collect data through observation techniques, documentation, assessment instruments and field notes. The research results showed that Class II C students succeeded in improving their wudu practice skills. In Cycle I, students’ skills in performing wudu only reached 41%. After reflection and continuing to Cycle II, students’ skills increased to 88% or an increase of 47% compared to Cycle I. It can be concluded that the use of the demonstration method in Cycles I and Cycle II succeeded in improving students’ practical wudu skills, thus providing a positive impact on each individual’s learning. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metode demonstrasi dalam meningkatkan keterampilan wudhu siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Duren 3 Karawang. Artikel ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang melibatkan 30 siswa Kelas IIC. PTK yang digunakan adalah Model Hopkins yang meliputi beberapa tahapan: Pendahuluan, Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. PTK ini terdiri dari dua Siklus, dan masing-masing Siklus terdiri dari satu sesi. Dalam setiap Siklus, peneliti mengumpulkan data melalui teknik observasi, dokumentasi, instrumen penilaian dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas IIC berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu. Pada Siklus I, keterampilan siswa dalam berwudhu hanya mencapai 41%. Setelah refleksi dan dilanjutkan ke Siklus II, keterampilan siswa meningkat menjadi 88% atau meningkat 47% dibandingkan Siklus I. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode demonstrasi pada Siklus I dan Siklus II berhasil meningkatkan keterampilan praktik wudhu siswa, sehingga memberikan dampak positif terhadap pembelajaran setiap individu. Kata Kunci: Keterampilan Wudhu; Metode Demonstrasi; Penelitian Tindakan Kelas; SDN Duren 3 Karawang.
Studi Komparatif Indikator Toleransi Beragama di Indonesia dalam Perspektif Teori Multikultural Barat dan Pendidikan Agama Islam: Comparative Study of Religious Tolerance Indicators in Indonesia from the Perspective of Western Multicultural Theory and Islamic Religious Education Rosidin
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/dfrya232

Abstract

The low index of religious tolerance in Indonesia is still a problem that requires a solution. This article uses a qualitative approach and a type of literature study. The data studied is secondary data that is relevant to the themes of religious tolerance, multiculturalism and Islamic religious education. Then it was analyzed through data condensation, data display, and conclusion, until the following findings were obtained: 1) The establishment of non-Muslim places of worship in the perspective of Western multiculturalism related to integration (acceptance) such as in Kampung Sawah, Bekasi; and conflict (rejection) such as in Ciketing Asem, Bekasi. In Islamic religious education, there are different opinions, namely Haram (forbidden), Halal (permissible), Wajib (obligatory) and Tafshil (conditional). 2) The election of non-Muslim leaders in the perspective of Western multiculturalism is related to the principle of equal rights to be elected and hold power. In Islamic religious education, there are differences of opinion, namely firmly rejecting, accepting unconditionally, and accepting with certain conditions. 3) Organizing non-Muslim religious events in public spaces from the perspective of Western multiculturalism related to conflict transformation, namely turning violence into non-violence. In Islamic religious education, it is forbidden for Muslims to participate in religious ceremonies and wear non-Muslim religious attributes. 4) Non-Muslims are buried in public cemeteries in the perspective of Western multiculturalism regarding mechanical social solidarity which prioritizes repressive laws, and organic solidarity which prioritizes restitutive laws. In Islamic religious education, non-Muslims cannot be buried in the same place as Muslims, unless it is an emergency. Rendahnya indeks toleransi beragama di Indonesia masih menjadi problem yang membutuhkan solusi. Artikel ini memakai pendekatan kualitatif dan jenis studi pustaka. Data yang diteliti adalah data sekunder yang relevan dengan tema toleransi beragama, multikulturalisme Barat dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Lalu dianalisis melalui reduksi dan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, hingga diperoleh temuan berikut: 1) Pendirian rumah ibadah non-Muslim dalam perspektif multikulturalisme Barat terkait integrasi (penerimaan) seperti di Kampung Sawah, Bekasi; dan konflik (penolakan) seperti di Ciketing Asem, Bekasi. Dalam perspektif PAI, terdapat perbedaan pendapat, yaitu Haram, Halal mutlak, Wajib dan Tafshil (diperinci) sesuai kondisi. 2) Pemilihan pemimpin non-Muslim dalam perspektif multikulturalisme Barat terkait prinsip kesetaraan hak untuk dipilih dan memegang kekuasaan. Dalam perspektif PAI, terjadi perbedaan pendapat, yaitu tegas menolak, menerima tanpa syarat, dan menerima dengan syarat tertentu. 3) Penyelenggaraan acara keagamaan non-Muslim di ruang publik dalam perspektif multikulturalisme Barat terkait transformasi konflik, yaitu mengganti kekerasan menjadi anti kekerasan. Dalam perspektif PAI, umat muslim haram mengikuti upacara keagamaan dan memakai atribut keagamaan non-muslim. 4) Non-Muslim dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum dalam perspektif multikulturalisme Barat terkait solidaritas sosial mekanik yang mengedepankan hukum represif, dan solidaritas organik yang mengedepankan hukum restitutif. Dalam perspektif PAI, non-muslim tidak boleh dimakamkan satu lokasi dengan orang muslim, kecuali darurat. Kata Kunci: Studi Komparatif, Toleransi Beragama, Multikulturalisme Barat, Pendidikan Agama Islam (PAI)
Pengembangan Buku Ajar Biologi Terintegrasi Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam: Development of an Integrated Biology Textbook with Islamic Religious Education Values Salman Al Farisi; Abdurrosyid
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/spsmmj62

Abstract

This article discusses Research and Development (R&D) for Biology textbooks that are integrated with the values ​​of Islamic Religious Education (PAI) for class X at SMAN 01 Wongsorejo, Banyuwangi Regency. The method used is the R&D Model by Borg and Gall at Level 1, namely producing products ready for testing, not ready-to-use products. The results of the R&D are: First, making various efforts to integrate PAI values ​​into Biology textbooks, such as linking Biology theory with PAI values. Second, the strength and advantages of this Biology textbook lie in the material and layout aspects, such as pictures that are in line with PAI values. Third, the weaknesses and disadvantages of this Biology textbook lie in its limited readership, that it is only a textbook at SMAN 01 Wongsorejo. Artikel ini membahas tentang Research and Development (R&D) buku ajar Biologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk kelas X di SMAN 01 Wongsorejo Kabupaten Banyuwangi. Metode yang digunakan adalah R&D Model Borg and Gall pada Level 1, yaitu menghasilkan produk siap uji, bukan produk siap pakai. Hasil R&D yang peneliti lakukan adalah: Pertama, melakukan berbagai upaya integrasi nilai-nilai PAI ke dalam buku ajar Biologi, seperti mengaitkan teori Biologi dengan nilai-nilai PAI. Kedua, Kekuatan dan kelebihan buku ajar Biologi ini terletak pada aspek materi dan penyajian, seperti gambar-gambar yang selaras dengan nilai-nilai PAI. Ketiga, Kelemahan dan kekurangan buku ajar Biologi ini terletak pada keterbatasan jangkauan pembaca, yaitu hanya menjadi buku ajar di SMAN 01 Wongsorejo. Kata Kunci: Pengembangan Buku Ajar, Integrasi, Nilai-Nilai PAI.
Nilai-Nilai Pendidikan Islam dalam Grup Seni Hadrah Al-Banjari Al-Qur’aniyyah di Kampung Pulogebang Cakung Jakarta Timur: The Values of Islamic Education in the Art of Hadrah Al-Banjari Al-Qur'aniyyah Group in Kampung Pulogebang Cakung East Jakarta Fathur Rahman; Abdurrohim; Taufik Mustofa
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/e8227y30

Abstract

Globalization and modernization have changed people's patterns of life, as well as threatening the values ​​of Islamic education and morality, especially for Indonesia's young generation. The Art of Hadrah Al-Banjari, which contains religious poetry, can improve the quality of morality and piety, although it is rarely done by the young generation. This article uses a qualitative approach and a type of field research aimed at the Art of Hadrah Al-Banjari Al-Qur'aniyyah group in Pulogebang Cakung East Jakarta, which actively involves the young generation in preserving Islamic values ​​that are in harmony with local culture. The research results show that the Art of Hadrah Al-Banjari Al-Qur'aniyyah activities contain the values ​​of i'tiqadiyyah, khuluqiyyah and amaliyyah, and have a positive impact on the young generation, such as strengthening religious knowledge, discipline, responsibility and obedience to worship. The implications of the research show the urgency of preserving the Arf of Hadrah as a medium for Islamic education and character formation, as well as its potential application in other communities to face the challenges of globalization. Globalisasi dan modernisasi telah mengubah pola kehidupan masyarakat, serta mengancam nilai-nilai pendidikan Islam dan moralitas, khususnya generasi muda Indonesia. Seni Hadrah Al-Banjari yang memuat syair-syair keagamaan, dapat meningkatkan kualitas moralitas dan ketakwaan, meski jarang dilakukan generasi muda. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan yang ditujukan pada grup Seni Hadrah Al-Banjari Al-Qur’aniyyah di Kampung Pulogebang Cakung Jakarta Timur, yang aktif melibatkan generasi muda dalam pelestarian nilai-nilai Islami yang selaras dengan budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan Seni Hadrah Al-Banjari Al-Qur’aniyyah mengandung nilai i’tiqadiyyah (aqidah), khuluqiyyah (akhlak) dan amaliyyah (amal ibadah), serta memberikan dampak positif bagi generasi muda, seperti penguatan pengetahuan agama, disiplin, tanggung jawab, dan ketaatan beribadah. Implikasi penelitian menunjukkan urgensi pelestarian Seni Hadrah sebagai media pendidikan Islam dan pembentukan karakter, serta potensi penerapannya di komunitas lain untuk menghadapi tantangan globalisasi. Keywords: Seni Hadrah, Hadrah Al-Banjari Al-Qur’aniyyah, Nilai-Nilai Pendidikan Islam, Generasi Muda
Inovasi Pendidikan Melalui Penerapan Kurikulum Merdeka di SMK Al-Fathimiyah Karawang Nurlela; Amirudin; Muzaki, Iqbal Amar
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/ncm8qw22

Abstract

In the world of education, change and innovation will continue to go hand in hand. Changes can be considered as improvements to previous changes. Curriculum changes are an example of innovation in the world of education. This article discusses educational innovation in the Independent Curriculum at SMK Al-Fathimiyah Karawang. The results of the research are that SMK Al-Fathimiyah only applies the Independent Curriculum in Class 10, while Class 11 and 12 still use the Revised Curriculum 2013, based on adaptation considerations. In addition, the implementation of the Independent Curriculum at SMK Al-Fathimiyah is considered successful in improving the quality of educators and students, especially in the context of a learning process that is more active, effective and enjoyable for students. Dalam dunia pendidikan, perubahan dan inovasi akan terus berjalan beriringan. Perubahan dapat dianggap sebagai perbaikan terhadap perubahan sebelumnya. Perubahan kurikulum adalah contoh inovasi dalam dunia pendidikan. Artikel ini membahas tentang inovasi pendidikan dalam Kurikulum Merdeka di SMK Al-Fathimiyah Karawang. Hasil penelitian adalah SMK Al-Fathimiyah hanya menerapkan Kurikulum Merdeka pada Kelas 10, sedangkan Kelas 11 dan 12 masih menggunakan Kurikulum 2013 Revisi, berdasarkan pertimbangan adaptasi. Di samping itu, penerapan Kurikulum Merdeka di SMK Al-Fathimiyah dinilai berhasil dalam meningkatkan kualitas pendidik dan peserta didik, terutama dalam konteks proses pembelajaran yang lebih aktif, efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.  Keywords: Inovasi Pendidikan, Kurikulum Merdeka, SMK Al-Fathimiyah Karawang
Analisis Kompetensi Guru PAI dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran di SDI Kreatif Makkah Kota Padang: Analyzing the Competence of Islamic Religious Education (PAI) Teachers in the Implementation of Learning Evaluation at SDI Kreatif Makkah Padang City Junaidi Marbun; Mohamad Tabri; Muhamad Azmy; Zulka Efendi; Dedek Saputra; Ruri Albersa; Roganda; Muhammad Al Fathoni; Ahmad Faiz; Rozi Fitria
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/x8dz3a49

Abstract

This study aims to investigate the competence of Islamic Religious Education (PAI) teachers in conducting learning evaluations at SDI Kreatif Makkah Padang City. Effective learning evaluation is considered crucial in enhancing overall educational quality. The research seeks to address gaps in understanding PAI teachers' competencies specifically related to learning evaluation. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation studies with PAI teachers at the school under study. Findings indicate that PAI teachers' competencies in learning evaluation tend to vary. Despite possessing strong theoretical knowledge, there are weaknesses in the practical application of learning evaluation. The study concludes by emphasizing the importance of enhancing PAI teachers' practical evaluation skills through targeted training. It is anticipated that this approach can improve overall educational outcomes at SDI Kreatif Makkah Padang City, and potentially in similar contexts at other schools. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melakukan evaluasi pembelajaran di Sekolah Dasar Islam (SDI) Kreatif Makkah Kota Padang. Evaluasi pembelajaran yang efektif dianggap krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan dalam pemahaman mengenai kompetensi guru PAI dalam konteks evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap guru PAI di sekolah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAI dalam evaluasi pembelajaran cenderung bervariasi. Meskipun memiliki pengetahuan teoretis yang kuat, terdapat kelemahan dalam penerapan praktis evaluasi pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan keterampilan evaluasi praktis guru PAI melalui pelatihan yang ditargetkan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil pendidikan secara menyeluruh di SDI Kreatif Makkah Kota Padang dan mungkin juga di sekolah lainnya dengan konteks serupa. Keywords: Evaluasi Pembelajaran PAI, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam.
Problematika Evaluasi Pembelajaran PAI pada Kurikulum Merdeka di SDN 09 Tiumang Dharmasraya: Problems in Evaluating Islamic Religious Education (PAI) Learning in the Merdeka Curriculum at SDN 09 Tiumang Dharmasraya Ani Fitria Nurkhasanah; Nahdatul Khairunisa; Ummu Fitrah Widia; Amertya Azahra; Dinda Dwi Azizah; Rifdha Hayati; Debi Yandrizal; Seswi Derti; Zainal Asril
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 1 (2024): MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/d744gf74

Abstract

This study aims to investigate the competence of Islamic Education (PAI) teachers in conducting learning evaluations at SD Islam Kreatif Makkah in Padang City. Effective learning evaluation is considered crucial in enhancing overall educational quality. The research seeks to address gaps in understanding PAI teachers' competencies specifically related to learning evaluation. The research employs a qualitative descriptive method, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation studies with PAI teachers at the school under study. Findings indicate that PAI teachers' competencies in learning evaluation tend to vary. Despite possessing strong theoretical knowledge, there are weaknesses in the practical application of learning evaluation. The study concludes by emphasizing the importance of enhancing PAI teachers' practical evaluation skills through targeted training. It is anticipated that this approach can improve overall educational outcomes at SD Islam Kreatif Makkah in Padang City, and potentially in similar contexts at other schools. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam melakukan evaluasi pembelajaran di SD Islam Kreatif Makkah Kota Padang. Evaluasi pembelajaran yang efektif dianggap krusial dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengisi kesenjangan dalam pemahaman mengenai kompetensi guru PAI dalam konteks evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan studi dokumentasi terhadap guru PAI di sekolah yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru PAI dalam evaluasi pembelajaran cenderung bervariasi. Meskipun memiliki pengetahuan teoretis yang kuat, terdapat kelemahan dalam penerapan praktis evaluasi pembelajaran. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan pentingnya peningkatan keterampilan evaluasi praktis guru PAI melalui pelatihan yang ditargetkan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan hasil pendidikan secara menyeluruh di SD Islam Kreatif Makkah Kota Padang dan mungkin juga di sekolah lainnya dengan konteks serupa. Keywords: Evaluasi Pembelajaran PAI, Kurikulum Merdeka, Pendidikan Agama Islam.
Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam di Era Modern dalam Penggunaan Artificial Intelligence (AI): Challenges for Islamic Religious Education Teachers in the Modern Era in the Use of Artificial Intelligence (AI) Ahmad Choirun Najib; Darnoto
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/w4t8ae76

Abstract

In the modern era, the use of Artificial Intelligence (AI) technology has become an integral part of Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam; PAI) learning. However, PAI teachers face many challenges in using AI. The article was prepared using a qualitative approach and library research type of research. The article’s findings are divided into three. First, PAI teachers are required to carry out their roles as Mudarris, Mu'allim, Mu'addib and Murabbi. Second, AI has an important role in PAI learning, such as making it easier for teachers and students to access information. Third, there are six types of challenges for PAI teachers in using AI, namely digital literacy problems, lack of facilities and infrastructure, lack of preparation, problems related to ethics, theological problems and educational interaction problems. Therefore, PAI teachers are required to overcome these various challenges, so that the use of AI really has a positive impact on PAI learning. Di era modern, penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Namun, guru PAI menghadapi banyak tantangan dalam penggunaan AI. Artikel disusun menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi pustaka. Temuan artikel dibagi menjadi tiga. Pertama, guru PAI dituntut menjalankan perannya sebagai Mudarris, Mu’allim, Mu’addib dan Murabbi. Kedua, AI memiliki peran penting dalam pembelajaran PAI, seperti mempermudah guru dan siswa untuk mengakses informasi. Ketiga, ada enam jenis tantangan guru PAI dalam penggunaan AI, yaitu problem literasi digital, minimnya sarana-prasarana, kurangnya persiapan, problem terkait etika, problem teologis dan problem interaksi edukatif. Oleh sebab itu, guru PAI dituntut untuk menanggulangi berbagai tantangan tersebut, agar penggunaan AI benar-benar memberikan dampak positif bagi pembelajaran PAI. Kata Kunci: Guru PAI; Pendidikan Agama Islam; Era Modern; Artificial Intelligence (AI).
Pendidikan Agama Islam dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah dan Madrasah: Islamic Religious Education in the Implementation of Independent Curriculum at Schools and Madrasah Lailatul Afiyah; Anfa Regita Ayu Pratiwi; Maulidatuzzahro’
TA'LIMUNA: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 13 No. 2 (2024): SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/se4zz847

Abstract

The Minister of Education, Culture, Research and Technology (Mendikbudristek) addressed education problems in Indonesia by issuing the Independent Curriculum policy to replace the 2013 Curriculum. As a new policy, many academics and stakeholders do not fully understand the Independent Curriculum. This article was prepared based on a literature study, with a focus on studying Islamic Religious Education (PAI) in the Implementation of the Independent Curriculum in Schools/Madrasahs. There are four article findings. First, the Graduate Competency Standards (SKL) are divided into four levels: a) PAUD or RA; b) SD/MI; c) SMP/MTs; d) SMA/SMK/MA. Second, PAI Learning Outcomes (CP) must be used as a reference for preparing Learning Objectives (TP) and Learning Objective Flow (ATP) which include elements of the Al-Qur'an, Hadith, Aqidah, Akhlak, Fiqh and the History of Islamic Civilization (SPI). Third, The development of PAI Teaching Modules is structured based on components, principles and procedures that have been established by each educational institution. Permasalahan pendidikan di Indonesia disikapi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) dengan mengeluarkan kebijakan Kurikulum Merdeka sebagai ganti dari Kurikulum 2013. Sebagai kebijakan yang baru, maka banyak civitas akademika maupun stakeholders yang belum paham sepenuhnya mengenai Kurikulum Merdeka. Artikel ini disusun berdasarkan studi pustaka, dengan fokus kajian Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah/Madrasah. Ada empat temuan artikel. Pertama, Standar Kompetensi Lulusan (SKL) terbagi menjadi empat jenjang: a) PAUD atau RA; b) SD/MI; c) SMP/MTs; d) SMA/SMK/MA. Kedua, Capaian Pembelajaran (CP) PAI harus dijadikan sebagai acuan untuk penyusunan Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) yang meliputi elemen Al-Qur’an Hadis, Akidah, Akhlak, Fikih dan Sejarah Peradaban Islam. Ketiga, Pengembangan Modul Ajar PAI disusun berdasarkan komponen, prinsip dan prosedur yang sudah ditetapkan oleh masing-masing lembaga pendidikan.   Kata Kunci: Kurikulum; Kebijakan PAI; Merdeka Belajar.