JURNAL MAHASISWA BK AN-NUR : BERBEDA, BERMAKNA, MULIA
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia ini menyediakan akses terbuka yang pada prinsipnya membuat riset tersedia secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan global terbesar.
Articles
567 Documents
PERAN CHAT GRUP UNTUK MENGOPTIMALKAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING KELOMPOK ONLINE DI ABAD 21
Rudi Hariyadi;
Fauziatin Fauziatin;
Khairunisa Khairunisa
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i1.1677
ABSTRAK Penggunaan berbagai Aplikasi Teknologi Informasi dan Komunikasi semakin luas disegala bidang, salah satunya adalah bidang bimbingan dan konseling, yang dimana Bimbingan dan Konseling ini sudah dilakukan secara online. Perkembangan utama pada Teknologi Informasi dan Komunikasi ini meliputi peningkatan akses, peningkatan interaksi dan semakin meratanya sumber daya TIK pada berbagai macam organisasi maupun pada layanan Bimbingan dan Konseling secara online. Peran Teknologi Informasi dalam Bimbingan dan Konseling secara individu maupun secara kelompok dapat dilihat pada tiga cara yaitu sebagai alat, sebagai alternatif layanan BK secara online dan sebagai agen perubahan. Penggunan Chat grup pada bimbingan dan konseling kelompok online ini dapat menggunakan beberapa aplikasi yang ikut berperan dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling kelompok di abad 21 ini misalnya seperti WhatsApp, Line, Chat Rooms yang dimana setiap aplikasi tersebut berperan penting dalam kegiatan bimbingan dan konseling kelompok secara online. Kata Kunci: Chat grup BK Kelompok OnlineABSTRACT The use of various information and communication technology application is increasingly widespread in all fields, one of which is the field of guidace and counseling, where guidance and counseling has been done online. The main developments in information and access, increasing interaction and increasing the spread of ICT resources in various types of organizations and online counseling and guidance services. The role of information technology in individual and group guidance and counseling can be seen in three ways, namely as a tool, as an alternative guidance and counseling service, and as an agent of change. The use of group chats on online group guidance and counseling can use several applicationsn that play a role in the group’s guidance and counseling services in the 21st century such as WhatsApp, Line, Chat Rooms, where each application plays an important role in group guidance and counseling on line. Keywords: group chat for online group
STUDI LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING YANG DAPAT MENGATASI PERILAKU SELF-INJURY (MENYAKITI DIRI SENDIRI) PADA SISWA KELAS 8 DI SMP NEGERI 13 BANJARMASIN
riza riza;
kasyful anwar;
aminah aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 5, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (648.69 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v5i3.2268
Perilaku self-injury merupakan suatu perilaku yang menyimpang dikarenakan pelaku dengan sengaja menyakiti dirinya sendiri untuk melampiaskan emosi yang sedang dihadapi. Dalam menangani perilaku self-injury pada siswa peran guru BK sangatlah diperlukan melalui berbagai layanan yang terdapat dalam bimbingan dan konseling. Tujuan utama dalam Penelitian ini ialah untuk mengertahui bagaimana gambaran keseluruhan perilaku self-injury pada siswa kelas delapan serta untuk mengetahui layanan bimbingan dan konseling yang tepat dalam mengatasi perilaku self-injury. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengambilan data yang digunakan ialah teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Responden berjumlah delapan orang, tujuh orang siswa kelas delapan yang melakukan perilaku self-injury dan satu orang guru BK. Teknik keabsahan data menggunakan teknik ketekunan pengamatan di lapangan dan teknik Triangulasi. Hasil penelitian adalah siswa melakukan perilaku self-injury dikarenakan adanya permasalahan keluarga seperti orang tua yang suka marah marah, bercerai dan juga suka membangga-banggakan anak orang lain ketimbang anaknya sendiri serta layanan bimbingan dan konseling yang dapat mengatasi perilaku self-injury pada siswa ialah layanan konseling individual ditambah dengan surat panggilan orang tua. Kata Kunci: layanan bimbingan dan konseling, perilaku self-injury
BACKGROUND ORGANISASI MAHASISWA DALAM PEMBENTUKAN PERILAKU SOSIAL
Muhammad Khoiruzzadi;
Casmini Casmini
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (478.422 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3770
Latar belakang keikutsertaan mahasiswa magister dalam organisasi pada saat kuliah sarjana (S1) mempengaruhi perilaku sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa yang mengambil program magister saat berorganisasi masa S-1dalam membentuk perilaku sosial-akademik. Karakteristik organisasi kemahasiswaan yang pernah diikutinya selama menjadi mahasiswa S-1, pengalaman dan budaya organisasi yang membentuk perilaku sosialnya. Penelitian ini bersifat kualitatif-fenomenologis dengan partisipan 6 mahasiswa pascasarjana konsentrasi psikologi pendidikan Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam yang kemudian dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang organisasi mahasiswa membentuk karakter solidaritas kepada orang lain dan lingkungan, istiqomah dalam kebaikan dan sikap ketegasan dan kritis sesuai karakteristik dan budaya organisasi yang diikutinya. Pengalaman menyenangkan dan tidak menyenangkan selama berorganisasi menjadi pembelajaran kehidupan di masa sekarang sebagai implikasi nilai positif selama berorganisasi. Karakteristik dan budaya organisasi tidak secara penuh berpengaruh pada perilaku sosial, namun ada peran proses kognitif dalam menentukan perilaku sosialnya.
STUDI LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP PERILAKU SOPAN SANTUN SISWA PADA KELAS VIIIC SMP NEGERI 18 BANJARMASIN
Abd Syahid
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.615 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i4.3757
Salah satu masalah perilaku yang ada di SMP Negeri 18 Banjarmasin adalah masalah perilaku sopan santun siswa terhadap guru, maupun teman sebaya. Dalam membantu mengurangi masalah sopan santun dilakukan layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan layanan bimbingan kelompok, faktor pendukung dan penghambat serta perubahan perilaku sopan santun. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian yaitu Guru BK dan siswa kelas VIIIC. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Hasil penelitian adalah Layanan bimbingan kelompok sesuai dengan kebutuhan siswa. Faktor pendukung dari orang tua, pihak sekolah, dan sarana dan prasarana dalam kegiatan layanan bimbingan dan penghambat dari diri sendiri dan lingkungan luar sekolah. Kegiatan layanan bimbingan kelompok dapat membawa perubahan terhadap perilaku sopan santun siswa kearah yang lebih baik.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK BIBLIOTHERAPY UNTUK MENGURANGI SMARTPHONE ADDICTION PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 MARTAPURA
Salsabila Imtinani;
Muhammad Yuliansyah;
Ainun Heiriyah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (574.716 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v7i1.3318
Perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif kemajuan teknologi dapat memberikan kemudahan seperti akses data dan informasi, kursus online, buku elektronik, ujian online dan lain sebagainya. Namun di sisi lain, penggunaan teknologi secara berlebihan dapat memicu timbulnya efek samping seperti smartphone addiction. Dan salah satu cara untuk mengurangi hal tersebut yaitu dengan pengalihan fokus dari menggunakan smartphone ke aktivitas lain. Dalam hal ini, aktivitas tersebut adalah bibliotherapy atau terapi bacaan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat smartphone addiction yang dialami siswa sebelum diberikan perlakuan dan setelahnya, serta efektivitas bibliotherapy untuk mengurangi smartphone addiction. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre-experimental one group pretest posttest. Desain ini dipilih karena paling sesuai dengan variabel penelitian. Dari analisis hasil penelitian menggunakan metode wilcoxon signed rank test, diperoleh hasil negative rank N=3 dengan mean 3,67 dan positive rank N=5 dengan mean 5,00. Hasil tes statistik berdasarkan negative rank dengan Z=-0,981 dan signifikansi 0,326 >0,05 H1 ditolak dan H0 diterima. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan hasil bahwa konseling kelompok dengan teknik bibliotherapy yang telah dilakukan tidak efektif untuk mengurangi smartphone addiction pada siswa.
STUDI LITERATUR KENAKALAN REMAJA DI TINJAU DARI RELASI DI DALAM KELUARGA
Fikrie Fikrie;
Ceria Hermina
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (361.146 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i4.3766
Mempelajari apa yang diharapkan oleh kelompok dan membentuk perilaku untuk memenuhi harapan sosial merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dikuasai remaja. Kelompok sosial tentunya mengharapkan remaja berperilaku terhadap hal-hal yang positif, namun pada kenyataannya banyak permasalahan yang meresahkan di lingkungan sosial yang disebabkan oleh remaja. Kualitas hubungan remaja dengan orang tua dalam keluarga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keterlibatan remaja dalam berbagai permasalahan di lingkungan sosialnya. Makalah ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi hubungan remaja dalam keluarga yang berpotensi menyebabkan mereka terlibat dalam perilaku kenakalan remaja. Metode penulisan ini adalah studi literatur dengan menggunakan pendekatan tematik dalam menganalisis data. Hubungan yang berupa kehangatan, keamanan, kepercayaan, kasih sayang yang positif dan responsivitas dengan orang tua dalam keluarga dapat menghindarkan remaja dari masalah kenakalan remaja. Orang tua yang lembut, hangat dan penuh dukungan membuat remaja merasa percaya diri dan aman, sehingga anak akan mampu mengelola dan menyelesaikan masalah yang dialaminya. Selain itu, hubungan positif dari orang tua seperti empati, perhatian dan kasih sayang dapat membuat mereka belajar berperilaku dalam bentuk yang sama kepada teman sebayanya, sehingga anak tidak memiliki potensi untuk menjadi lebih agresif dan dapat diterima oleh teman sebayanya. Makalah ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang terlibat langsung dalam penanganan kenakalan remaja sehingga perlu diperhatikan faktor-faktor hubungan remaja dalam keluarga dalam penanganan kasus kenakalan remaja.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI PADA SISWA SMP NEGERI 1 PELAIHARI
Laelatul Anisah;
Eka Sri Handayani
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.417 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3771
Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek yang bisa mengantarkan siswa sukses dalam proses pembelajaran. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, siswa mampu mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Mengingat kepercayaan diri sangat penting bagi seorang siswa, maka guru bimbingan dan konseling atau konselor di sekolah menyediakan berbagai layanan bimbingan dan konseling agar dapat membantu siswa dalam meningkatkan kepercayaan diri, salah satu layanan yang dapat diberikan adalah bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Penelitian ini mempunyai tujuan antara lain: (1) mengetahui gambaran kepercayaan diri di SMP Negeri 1 Pelaihari, (2) mengetahui gambaran kepercayaan diri sebelum dan sesudah mengikuti bimbingan kelompok dengan teknik modelling pada siswa SMP Negeri 1 Pelaihari, (3) mengetahui kepercayaan diri siswa SMP Negeri 1 Pelaihari dapat diatasi melalui bimbingan kelompok dengan teknik modelling.Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental (non parametris). Penelitian ini termasuk jenis quasi-eksperimental design, dengan menggunakan one group pretest and posttest design. Dengan metode one group pretest and posttest design berarti sampel diberikan tes sebelum dan sesudah mendapatkan perlakuan tertentu, sehingga subyek dikenakan dua kali pengukuran.Hasil penelitian ini adalah (1) Kepercayaan diri siswa sebelum mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 101 termasuk dalam kategori rendah dan setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 197 termasuk dalam kategori tinggi, (2) Peningkatan kepercayaan diri siswa sebelum dan setelah mendapatkan treatment berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik modelling sebesar 96, (3) Hasil perhitungan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa t hitung (18,569) > t tabel (0,703), jadi Ho (Hipotesis Nol ditolak) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kepercayaan diri siswa antara sebelum dan sesudah dilaksanakan bimbingan kelompok dengan teknik modelling.
KONSELING PASCA PERKAWINAN
Sri Ayatina Hayati;
Winda Novaliany
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (335.519 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i4.3760
Kehidupan perkawinan dapat disebut menyatukan dua keunikan. Perbedaan watak, karakter, selera dan pengetahuan dari dua orang yang disatukan dalam rumah tangga, hidup bersama dalam waktu yang lama. Beberapa problema rumah tangga yang membutuhkan pembimbing atau konselor dalam pemecahan masalahnya antara lain; masalah ekonomi yang kurang tercukupi dapat menjadi pemicu ketegangan dalam keluarga, perbedaan watak dan karakter serta perbedaan kepribadian yang terlalu tajam antara suami isteri yang sulit menemukan titik temu, kesibukan suami istri yang lebih banyak berada di luar rumah dan perselingkuhan. Demikian pula kesenjangan pendidikan antara suami dan istri, kejenuhan rutinitas terutama istri yang tidak punya kegiatan di luar rumah dan yang utama adalah karena jauh dari agama. Tujuan dari konseling perkawinan dan keluarga islami adalah untuk memecahkan masalah yang tengah dihadapi sebuah keluarga apakah suami atau istri dan anak-anaknya dan klien dapat secara mandiri membuat keputusan terbaik menurut dirinyadan keluarganya.
PERAN KELUARGA DALAM PENGELOLAAN EMOSI ANAK USIA GOLDEN AGE DI DESA GAMBARSARI
Iqoh Maulina;
Alief Budiyono
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (40.65 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v7i1.3404
Keluarga merupakan lingkup utama yang mengajarkan anak berbagai emosi yang dapat diungkapkan ketika anak mengalami suatu peristiwa. Dalam usia golden age ini, anak dapat berkembang pesat dalam memperoleh informasi dan anak cenderung meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang tua anak. Orang tua sangat berperan penting dalam perkembangan emosional anak, agar supaya anak dapat terus berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar sesuai dengan peristiwa yang terjadi dan anak dapat mengaplikasikan emosinya secara tepat. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan teori Social learning theory merupakan teori yang menjelaskan sosialisasi dan pengaruhnya terhadap perkembangan kepribadian anak. Dengan menggunakan teori tersebut dapat disimpulkan bahwa peran orang tua sangat berpengaruh terhadap sosialisasi anak dan perkembangan kepribadian anak terutama dalam mengelola emosi anak, yang mana anak akan cenderung menirukan terlebih dahulu apa yang dia lihat dari sekeliling dia terutama dari orang tua dan keluarga terdekatnya.
BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK FOCUS GROUP DISCUSSION UNTUK MENGURANGI PERSEPSI NEGATIF SISWA TERHADAP BIMBINGAN KONSELING DI MTS PANGERAN ANTASARI
Siti Zainab;
Kasyful Anwar;
Aminah Aminah
Jurnal Mahasiswa BK An-Nur : Berbeda, Bermakna, Mulia Vol 6, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (336.337 KB)
|
DOI: 10.31602/jmbkan.v6i3.3767
Siswa kurang memahami akan pentingnya layanan Bimbingan dan Konseling sehingga peran guru Bimbingan dan Konseling dalam memberikan layanan sangatlah kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi persepsi negatif siswa terhadap Bimbingan dan Konseling di Sekolah Kelas VIII B MTs Pangeran Antasari dengan focus group discussion dalam layanan bimbingan kelompok. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yaitu pre-eksperimental design one-group pretest dan posttes. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 27 responden dan didapat 8 orang sebagai sampel penelitian melalui purposive sampling atau sampel bertujuan. Untuk menguji validas instrument peneliti menggunakan Validitas Konstrak dilakukan dengan Pearson Correlation (membandingkan r tabel dan r hitung). Teknik analisis data dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis Kuantitatif Statistik Uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan teknik focus group discussion dalam penggunaan layanan bimbingan kelompok rata-rata skornya adalah 198 (52%) dan sesudah diberikan focus group discussion dalam penggunaan layanan bimbingan kelompok maka diketahui hasilnya adalah sebanyak rata-rata 187 (49%). Untuk teman-teman peneliti lain, penelitian ini belum sempurna, kalian bisa menambah responden untuk memberikan treatment agar layanan bimbingan ini akan bertambah efektif.