cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL" : 7 Documents clear
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN CANGKANG TELUR DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Utami, Khofifah Dwi; Rahman Singkam , Abdul
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) berbahan cangkang telur dan ampas tebu terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian ini dilakukan di Desa Giri Kencana, Bengkulu Utara pada bulan Maret hingga April 2021. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi POC, dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Empat pelakuan yang digunakan adalah 0% (P0), 25% (P1), 50% (P2), dan 75% (P3). Parameter yang diukur adalah tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar, yang diukur pada hari ke-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada tinggi tanaman, jumlah daun dan panjang akar antar kelompok perlakuan. Perlakuan dengan dosis 25% (P1) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman dan panjang akar. Penambahan dosis tidak berbanding lurus dengan pertambahan tinggi tanaman (F1,2= 1.69, p= 0.32) dan panjang akar (F1,2= 0,002, p= 0.96), sedangkan pertambahan jumlah daun berbanding lurus dengan peningkatan dosis POC (F1,2= 31.30, p= 0.03). Tanaman tertinggi ditemukan pada P1 yaitu 16.3 cm ± SE 0,12, sedangkan terendah pada P3 yaitu 9.8 cm ± SE 0,12. Jumlah daun terbanyak ditemukan pada P3 yaitu 30 helai ± SE 0.15, sedangkan paling sedikit pada P0 (kontrol) yait 11 helai ± SE 0.58. Akar terpanjang ditemukan pada P1 yaitu 13.6 cm ± SE 0.70, sedangkan terpendek pada P0 (kontrol) yaitu 10.4 cm ± SE 0.44. Pemberian pupuk dengan dosis 25% (P1) menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan paling optimal.
PERBANDINGAN TOTAL MIKROBA DAN RESPIRASI TANAH PADA LAHAN APLIKASI DAN TANPA APLIKASI LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT SERTA KORELASINYA Fitriana, Dewi; Kusuma, Satria E Kusuma; Sakiah, Sakiah; Gunawan, Hari; O Y sitompul, Inggrid
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4861

Abstract

Oil palm initially produced Crude Palm Oil and Palm Kernel Oil as the main products of fresh fruit bunches, besides that currently the Indonesian palm oil industry utilizes the rest of the processing of fresh fruit bunches is waste as a soil enhancer. This study aims to determine the comparison of the total soil microbes, soil respiration, and the correlation between the two on the application. The research design used was a factorial randomized block design consisting of 2 factors. Factor I is the LCPKS application and factor II is the depth of soil sampling in the oil palm area. Parameters observed were total microbial and soil respiration. The results of observations are arranged in a variance table, if they are significantly different at the 5% level, then it is continued with the DMRT. The relationship between total microbes and soil respiration was analyzed by linear regression. The results showed that the total microbes were significantly different in the application land and without the POME application, the total microbes in the POME application area were higher than in the land without the application. but in the treatment of differences in soil depth there was no significant difference. The total microbial is positively correlated with soil respiration, the greater the total microbial, the higher the soil respiration.
THE ROLE OF AGRICULTURAL WASTE AND FERTILIZATION LEVEL NPK ON GROWTH AND RESULTS Shallots (Allium ascalonicum L.) IN THE LAND OF THE TIDEOVERLOAD TYPE D Hawayanti, Erni; Tri Astuti, Desi; Rizki Ananda, Dea; Ayu Sinta, Dela; Sebayang, Nico
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.5039

Abstract

Efforts to increase national food production include applying production technology through the use of organic fertilizers. These fertilizers can restore soil fertility. Various types of agricultural waste that can be used to make organic fertilizers are rice straw, banana weeds, water hyacinth, coconut fiber. This organic fertilizer is applied to the soil in solid form on shallot plants grown on tidal soil type D overflow, in Sukajadi village, sub-district. Talang Kelapa Banyuasin Regency. This study used a split plot design with 9 treatment combinations with 3 replications, 27 plots and 5 sample plants were obtained. The treatment factors are as follows: 1. Main Plot : fertilization rate of Compound NPK Fertilizer (N) N1 = 25% of Recommended Dose, N2 = 50% of Recommended Dose, N3 = 75% of Recommended Dose, 2. Sub-plots : Fertilizer Dose Agricultural waste (L) L1 = 5 tons/ha, L2= 0 tons/ha, L3 = 15 tons/ha. The data obtained were tested statistically using SPSS 26 software program. The variables observed in this study were plant height (cm), tuber weight per clump and tuber weight per plot. The purpose of the study was to obtain a dose of organic fertilizer from agricultural waste that could reduce the use of inorganic NPK fertilizer in tidal land, and it was hoped that it would be very useful for users as an applicative technology that was economically profitable and technologically easy to apply, for the government to overcome the problem of scarcity of fertilizers and for the community. especially farmers can increase production and standard of living. The results showed that the application of organic fertilizer from agricultural waste 15 tons/ha with 75% NPK fertilizer resulted in the best growth and yield of shallots at 11.30 tons/ha. Usaha untuk meningkatkan produksi pangan nasional antara lain dengan menerapkan teknologi produksi melalui penggunaan pupuk organik. Pupuk tersebut dapat mengembalikan kesuburan lahan.Berbagai jenis limbah pertanian yang dapat digunakan untuk membuat pupuk organik adalah Jerami Padi, Bonggol Pisang, enceng gondok, sabut kelapa. Pupuk organik ini diaplikasi ke tanah dalam bentuk padat pada tanaman bawang merah yang ditanam pada tanah pasang surut tipe luapan D, di desa Sukajadi kec. Talang Kelapa Kabupaten Banyuasin. Penelitian ini menggunakan rancangan split plot disign dengan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 ulangan didapatkan 27 petak dan 5 tanaman contoh. Adapun faktor perlakuan sebagai berikut : 1. Petak Utama : tingkat pemupukan Pupuk NPK Majemuk (N) N1 = 25 % Dari Dosis Anjuran, N2 = 50 % Dari Dosis Anjuran, N3 = 75 % Dari Dosis Anjuran, 2. Anak Petak : Dosis Pupuk Limbah pertanian (L) L1 = 5 ton/ha, L2= 0 ton/ha, L3 = 15 ton/ha. Data yang diperoleh diuji secara rganicc dengan menggunakan software program SPSS 26.Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), berat umbi per rumpun dan berat umbi perpetak. Tujuan penelitian untuk mendapatkan takaran pupuk organik limbah pertanian yang dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK anorganik di lahan pasang surut, dan diharapkan sangat berguna bagi pengguna sebagai teknologi aplikatif yang secara ekonomi menguntungkan dan secara teknologi mudah diterapkan, bagi pemerintah dapat mengatasi masalah kelangkaan pupuk dan bagi masyarakat khususnya petani dapat meningkatkan produksi dan taraf hidupnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk rganic limbah pertanian 15 ton/ha dengan pupuk NPK 75 % menghasilkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik yaitu 11,30 ton/ha.
PERTUMBUHAN DAN HASIL BABY CORN (ZEA MAYS) AKIBAT PENGGUNAAN NPK PHONSKA DAN PENGATURAN JARAK TANAM PADA LAHAN BERPASIR Murdaningsih, Murdaningsih; B. Katu, Albertus; I B Hutubessy, Josina
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.5200

Abstract

This study aims to determine the growth and yield of baby corn due to the use of NPK Phonska, to determine the growth and yield of baby corn due to the spacing of the plants and to see the interaction between the use of NPK Phonska and the regulation of plant spacing on the growth and yield of baby corn plants. The design used in this study was a factorial randomized block design (RAK) with two factors, namely P1 (350 kg/Ha) and P2 (700 kg/Ha) and the second factor was plant spacing, namely J1 (50cm X 15cm), J2 (50cm X 20cm,) and J3 (50cm X 25 cm) so that there are 6 treatment combinations, namely: P1J1, P1J2, P1J3, P2J1, P2J2, P2J3 and repeated 3 times. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves (strands), leaf area (cm2), cob length, ear diameter, cob weight per plot, and cob weight per hectare. The indication of the results of this study is the combination treatment of Phonska NPK Fertilizer Application and Planting Distance there is no significant interaction on all growth variables and baby corn yields. Treatment of NPK Ponska fertilizer application 700 kg/Ha showed plant height 105 cm, number of leaves 7.41 strands, leaf area 1079.79 cm2, length of ear 12.26 cm, diameter of ear 1.70 cm, weight of cob per plot 2.54 kg and the weight of the cobs per hectare is 3.82 tons. Likewise, setting a spacing of 50x20 cm for baby corn shows a plant height of 105.86 cm, number of leaves 7.67, leaf area of ​​1310.79 cm2, length of cob 12.25 cm, diameter of cob 1.64 cm, the weight of the cobs per plot is 2.65 kg and the weight of the cobs per hectare is 3.98 tons Keywords: Baby Corn, growth, Phonska NPK, Plant Distance, yield
PENGARUH INTENSITAS CURAH HUJAN BULAN OKTOBER NOVEMBER DAN DESEMBER TERHADAP PRODUKTIVITAS ASPARAGUS (Asparagus officinalis) Randi, Mohammad Jusuf
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4229

Abstract

    Permintaan asparagus pada saat pandemi ini mengalami  peningkat karena kesadaran masyarakat akan konsumsi sayuran tinggi nutrisi. Asparagus mengandung anti oksidan gluthatione yang bermanfaat menjaga imunitas tubuh dari berbagai penyakit. Faktor cuaca menjadi salah satu hal yang perlu di perhatikan dalam Budidaya asparagus. Curah hujan yang tinggi selain membuat kondisi tanah menjadi lembab, juga intensitas cahaya semakin berkurang. Asparagus menghendaki lingkungan tanah yang tidak terlalu basah, namun sejuk dan membutuhkan banyak sinar matahari. Tehnik budidaya dan perlakuan lahan dengan mengetahui faktor intensitas curah hujan di suatu wilayah yang tepat di musim penghujan diharapkan mampu memberikan produktivitas yang optimal. Penelitian ini merupakan percobaan perbandingan tiga bulan hasil produksi  penjumlahan dari dua lahan baik dari total hasil dan rata-rata harian serta total akhir bulan. Variabel penelitian berfokus pada komponen hasil dengan memperhitungkan nilai panen tiap hari selama 3 bulan. Variabel nilai dihitung dengan cara kegiatan panen dilakukan setiap hari, disortir yang masuk dalam panen diterima pasar, lalu dibersihkan dan disterilkan dengan air ozon. Data hasil pengamatan dianalisis dengan uji F untuk mengetahui keragamannya  tingkat kesalahan 5% dengan table anova dan untuk mengetahui perbedaan signifikan di antara group dilanjutkan dengan Uji DMRT. Penelitian ini mempunyai tujuan mengetahui pengaruh intensitas curah hujan terhadap produksi  asparagus. Hasil penelitian menunjukkan Angka curah hujan memberikan pengaruh terhadap hasil produksi asparagus. Semakin tinggi curah hujan akan mengurangi hasil panen asparagus dimana pada penelitian ini hasil panen terendah berada di bulan Desember yang angka curah hujannya paling tinggi dibandingkan bulan lainnya.
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI PADI BERAS MERAH VARIETAS INPARI ARUMBA PADA LAHAN KERING DAN LAHAN BASAH Garfansa, Marchel Putra; Iswahyudi; Maulidinar Rohmah; Ruly Awidiyantini
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.4485

Abstract

Dalam menjaga kesehatan dan imunitas di masa pandemic, beras padi merah banyak di gemari dan dikonsumsi masyarakat umum. Kebutuhan beras merah yang begitu tinggi, perlu adanya upaya peningkatan produksi beras harus dilakukan, baik upaya ekstensifikasi maupun upaya intensifikasi. Salah satunya yaitu mengetahui lingkungan optimum yang baik untuk pertumbuhan beras padi merah. Kondisi lingkungan tumbuh yang basah atau kering menjadi faktor utama yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman beras padi merah. Sehingga diharapkan dengan adanya penelitian ini akan didapatkan informasi lingkungan yang paling baik serta dampaknya kedua kondisi lingkungan tersebut bagi tanaman beras padi merah. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 11 September 2021 di Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan dengan menggunakan benih padi merah varietas Arumba. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 perlakuan yaitu lokasi tanam dengan kondisi air menggenang dan lokasi tanam dengan kondisi kering. Pengamatan aspek agronomi meliputi komponen pertumbuhan dan hasil serta panen, yang dilakukan secara non destruktif. Lahan basah memberikan hasil yang terbaik pada pertumbuhan dan hasil tanaman beras padi merah.
EFEKTIVITAS ZAT PENGATUR TUMBUH DARI EKSTRAK BAWANG MERAH PADA BUDIDAYA BAWANG DAUN (ALLIUM PORUM L) Mutryarny, Enny; Endriani, Endriani; Purnama, Indra
Jurnal Pertanian Vol. 13 No. 1 (2022): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v13i1.5332

Abstract

Leeks (Allium porum L.) have many health benefits for the human because the fiber, folic acid, calcium, potassium, and vitamin C content is relatively high in it. A study was conducted to determine plant growth regulators' (PGRs) response from shallot extract to leek crops. This study aimed to test the effectiveness of PGR from shallots at the best concentration on the growth and production of leeks. This research was performed experimentally using a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) with five treatment levels and four replications. Each plot consists of 4 (four) plants and 2 (two) samples. The treatments were: Z0= control (without PGR), Z1= 7.5 mL of PGR shallot extract, Z2= 15 mL of PGR shallot extract, Z3= 22.5 mL of PGR shallot extract, and Z4= 30 mL of PGR shallot extract. In this study, it was found that giving PGR shallots extract to leek crops had a significant effect on the parameters of plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh biomass. The best concentration was at a concentration of 30 mL of PGR shallot extract or Z4 treatment for all observation parameters, i.e., plant height 57.25 cm; the number of leaves 17.75 leaves; the number of tillers 5.75 tillers per hill; fresh biomass per clump 23.75 g. Z0 treatment without PGR shallot extract gave the lowest results for all parameters, such as plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh biomass.

Page 1 of 1 | Total Record : 7