cover
Contact Name
JURNAL PERTANIAN
Contact Email
jp.lppm@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jp.lppm@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL PERTANIAN
ISSN : 20874936     EISSN : 25500244     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Pertanian yang diterbitkan sejak tahun 2010 ini merupakan penyempurnaan dari Buletin Penelitian UNIDA yang terbit sejak tahun 2004. Redaksi menerima naskah dengan ketentuan sesuai dengan Panduan bagi Penulis. Penulis dapat mengirimkan naskahnya dengan register atau mengirimkan e-mail ke jsh.lppm@unida.ac.id dan menyertakan Surat Pernyataan Orisinalitas dan Pemindahan Hak Cipta yang ditandatangani oleh semua penulis (materai 6000).
Arjuna Subject : -
Articles 313 Documents
Respon Tanaman Selada Romaine (Lactuca sativa L.) pada Berbagai Konsentrasi AB Mix dan Bakteri Fotosintetik pada Sistem Hidroponik Rakit Apung Fajri , Muhamad Nizarul; Yulianti, Nani; Fanani, Muhammad Zainal
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.15715

Abstract

While the demand for vegetables continues to increase every year, lettuce production has not been able to meet the high market demand due to shrinking productivity and available land due to conversion of agricultural land. This study aims to determine the response of romaine lettuce plants to various concentrations of AB mix, photosynthetic bacteria and the interaction between the two with a floating raft hydroponic system. The research design used a two-factorial completely randomized design (CRD). The first factor is the concentration of AB mix nutrients consisting of 5 treatment levels, namely 400 ppm, 600 ppm, 800 ppm, 1000 ppm and 1200 ppm. The second factor is the concentration of photosynthetic bacteria consisting of 3 treatment levels, namely 10 ml/L-1 15 ml L-1 and 20 ml L-1. The results showed that giving the concentration of AB mix nutrients 600 ppm can increase the growth of plant height and giving the concentration of photosynthetic bacteria 10ml L-1 can increase the number of leaves of romaine lettuce plants. Keywords: Nutrition, Lettuce, Productivity, Synechococus sp.
Pemanfaatan limbah produksi benih padi sebagai pupuk organik Muslim, Nizar Saeful; Wisnu Wardani, Paris; Sofiyanti Anugrah, Erika; Wahyuni, Andri
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.15845

Abstract

Benih padi memiliki peranan yang sangat penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman padi. Beberapa tahapan proses pasca panen dilakukan dalam memproduksi benih padi. Proses ini meliputi pengeringan (drying), pembersihan (blowering), pengawasan, pengujian benih (seed testing), dan pengemasan. Proses pembersihan calon benih padi menghasilkan limbah produksi berupa campuran butir hampa, sekam dan jerami yang kurang bermanfaat dan tidak memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan metode yang tepat untuk dapat memanfaatkan dan meningkatkan nilai ekonomis limbah produksi hasil pembersihan benih padi dalam bentuk pupuk organik. Metode yang digunakan dalam pengolahan limbah ini adalah metode ember tumpuk. Limbah difermentasi di dalam ember yang ditumpuk menggunakan larutan EM4 dengan 2 formulasi berbeda selama 6 minggu hingga limbah terurai menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan kemudian dijemur selama 3 jam guna menurunkan kadar air pupuk. Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh bahwa pupuk organik Formulasi 1 (F1) memiliki nilai kadar air 31,94%, derajat keasaman 6,86, kandungan unsur makro C-Organik sebesar 16,80%, N-Total sebesar 1,010%, Rasio C/N 16,63, P2O5 sebesar 0,357%, K2O sebesar 0,811% dan nilai mutu hedonik 5,0 (Cokelat kekuningan). Sementara itu, pupuk organik Formulasi 2 (F2) memiliki nilai kadar air 37,56%, derajat keasaman 7,19, kandungan unsur makro C-Organik sebesar 14,79%, N-Total sebesar 0,968%, Rasio C/N 15,28, P2O5 sebesar 0,271%, K2O sebesar 0,747% dan nilai mutu hedonik 6,2 (Cokelat-Cokelat kehitaman). Pupuk organik F2 telah memenuhi standar kualitas kompos SNI 19-7030-2004.
Enkapsulasi antioksidan ekstrak kelopak bunga kecombrang (Etlingera elatior) menggunakan maltodekstrin sebagai matriks Yessy rosalina; Rani Fajrin; Devi Silsia; Syafnil
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.15973

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat mencegah terjadinya oksidasi. Tumbuhan merupakan sumber antioksidan alami. Salah satu tumbuhan yang memiliki kandungan antioksidan tinggi adalah bunga kecombrang (Etlingera elatior). Enkapsulasi merupakan proses pelapisan suatu zat dengan bahan lain. Proses ini dilakukan untuk melindungi senyawa aktif yang sensitif terhadap panas. Salah satu jenis matrik yang banyak diteliti untuk melindungi bahan aktif adalah maltodekstrin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi matrik terhadap uji fisik dan kimia enkapsulasi antioksidan ekstrak kelopak bunga kecombrang dan mengetahui konsentrasi matrik terbaik pada proses enkapsulasi antioksidan ekstrak kelopak bunga kecombrang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu konsentrasi matrik yang terdiri dari 5 taraf perlakuan (5%, 10%, 15%, 20%, dan 25%). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 15 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, warna, vitamin C, polifenol, dan aktivitas antioksidan, serta menentukan konsentrasi matrik terbaik berdasarkan hasil perhitungan efisiensi enkapsulasi antioksidan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji ANOVA dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi matrik pada enkapsulasi antioksidan kelopak bunga kecombrang memberikan pengaruh yang nyata terhadap kadar air, warna, vitamin C, polifenol, dan aktivitas antioksidan. Peningkatan konsentrasi matrik menghasilkan penurunan kadar air (dari 6,67% menjadi 4,83%), warna yang lebih cerah (dari 54,41 menjadi 65,20), aktivitas antioksidan yang lebih kuat (dari 98,31 ppm menjadi 68,66 ppm), dan peningkatan vitamin C (dari 1,22 mg/100g menjadi 2,51 mg/100g) dan polifenol (dari 5,83 mg GAE/g menjadi 8,36 mg GAE/g). Berdasarkan perhitungan efisiensi enkapsulasi antioksidan, konsentrasi matriks terbaik diperoleh sebesar 25% dengan nilai efisiensi sebesar 91,67%.
Marketing Strategy of Presto Milkfish at UD Rindang Hj Suryati with Blue Ocean Strategy Approach Khoiryyah, Maftuhatul; Dwi Aulia Puspitaningrum
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.18776

Abstract

UD Rindang Hj Suryati is a presto milkfish producer in Juwana District. High competition followed by non-optimal social media management has an impact on the narrow market reach. This study aims to identify the internal and external factors of UD Rindang Hj Suryati to formulate a strategy that is in accordance with the company's position; analyze the best marketing strategy for UD Rindang Hj Suryati's presto milkfish products using the Blue Ocean Strategy approach. This type of research is quantitative with descriptive analysis through case studies. The method of determining respondents consists of purposive for internal business respondents and non probability sampling for external respondents. Data collection methods through observation, interviews, questionnaires, FGDs and documentation. The analysis techniques used, namely using IFE and EFE analysis, IE Matrix, and Blue Ocean Strategy. The results showed that UD Rindang Hj Suryati has the highest strengths, namely having MUI halal certification and using traditional production processes. The highest weakness is unstructured online marketing. The highest opportunity is the close and abundant availability of raw materials, and receiving orders directly or indirectly. The highest threat is that there is no expedition that supports the delivery of wet products. Based on the IE matrix, UD Rindang Hj Suryati is in quadrant 4 so the right strategy is an intensive strategy. The formulation of strategies with the Blue Ocean Strategy approach, namely increasing branding and engagement through Instagram; increasing labor competence in creating product and service innovations to consumers; improving visual packaging design; creating vacuum milkfish product innovations; and opening a market place as a means of selling products.
Stability Evaluation of Palm Oil Mill Effluent Treatment in a Single Feeding Systems Through Temperature, VFA, and Alkalinity Monitoring: Evaluasi Stabilitas Sistem Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit Single Feeding Melalui Pemantauan Suhu, VFA, dan Alkalinitas Renjani, Rengga Arnalis; Dwi Dharmawati, Nuraeni; Ramadhani, Sisca
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.18851

Abstract

Palm Oil Mill Effluent (POME) is one of the most critical environmental concerns in the palm oil industry due to its high organic load and strongly acidic nature. Improper management of POME poses significant risks to aquatic ecosystems and soil quality. This study aimed to evaluate the biological stability of a single feeding POME treatment system by monitoring temperature, pH, volatile fatty acids (VFA), and total alkalinity (TA) across a 21-day observation period at each treatment pond. Parameters were measured sequentially from the effluent outlet to the final sedimentation pond. The results showed a gradual decrease in temperature from 63°C to 27–30°C, with a corresponding increase in pH from 4.23 to 7.86, indicating successful neutralization. VFA concentrations ranged from 458–474 mg/L, while TA remained within 2.40–2.57, resulting in a VFA/TA ratio consistently below 0.4. These values confirmed that the system operated under biologically stable conditions. The study concluded that monitoring these parameters offers a simple, cost-effective method for assessing the operational performance of open-lagoon POME treatment systems. Scientifically, this research contributes to the development of practical tools for real-time wastewater monitoring in agro-industrial applications. Environmentally, it supports safer and more sustainable land application of treated POME, reducing the risk of pollution and promoting better resource recovery practices.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Ubi Kayu (Manihot esculenta) Nurhayati, Nurhayati; Lestari, Sri; Widhiono MZ, Imam; Darmawan, Budi
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19193

Abstract

Ubi kayu (Manihot esculenta) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting dalam ketahanan pangan dan ekonomi, baik sebagai bahan pangan utama maupun bahan baku industri. Meskipun memiliki potensi yang besar, produksi ubi kayu di Indonesia seringkali mengalami fluktuasi akibat berbagai faktor yang mempengaruhinya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis berbagai faktor yang mempengaruhi produksi ubi kayu, baik dari aspek teknis maupun eksternal. Faktor teknis yang dianalisis meliputi kualitas bibit, teknik budidaya, penggunaan pupuk dan pestisida, serta pengelolaan hama dan penyakit. Sedangkan faktor eksternal mencakup kebijakan pemerintah, kondisi pasar, dan dampak perubahan iklim. Penelitian ini mengacu pada kajian pustaka dan pendapat ahli, serta berbagai penelitian terdahulu yang relevan. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa faktor internal seperti pemilihan bibit unggul, teknik budidaya yang efisien, dan penggunaan pupuk yang tepat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil produksi. Selain itu, faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah yang mendukung, stabilitas harga pasar, dan adaptasi terhadap perubahan iklim juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan usahatani ubi kayu. Artikel ini menyimpulkan bahwa untuk meningkatkan produksi ubi kayu, dibutuhkan pendekatan yang komprehensif dengan memperhatikan semua faktor yang mempengaruhi, serta pemberian perhatian lebih terhadap kebijakan yang dapat mendukung petani dalam menghadapi tantangan yang ada. Rekomendasi yang diberikan mencakup peningkatan kualitas bibit, penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan, serta kebijakan yang lebih mendukung kesejahteraan petani.
Respon Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy (Brasicca rapa L.) Terhadap Kombinasi Pemberian POC Daun Gamal dan 50% NPK Amyu, Wina Dwi; Ibnusina, Fedri; Darnetti
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19641

Abstract

The pakcoy plant (Brassica rapa L) is an agricultural crop that is relatively short-lived and can be harvested in a short time. The high use of chemical fertilizers that have the potential to damage the soil is the main problem underlying this research because of this, it is important to find fertilizers that are not only effective but also environmentally friendly. This study aims to determine the effect of the combination of gamal leaf liquid organic fertilizer and 50% NPK fertilizer on the growth and production of pakcoy (Brassica rapa L) plants. The method used was Group Random Design with 3 treatments of 100% inorganic fertilizer, 150 ml of POC + 50% NPK gamal leaves, 170ml POC of gamal leaves + 50% NPK, repeated for 9 replications. Observations observed included leaf count, leaf width, leaf length, wet weight, crown weight, root weight, and root length. Based on the results of the study, significant results were obtained in the observation of leaf length (cm) and root length (cm), while insignificant results were obtained in the observation of the number of leaves (strands), leaf width (cm), fresh weight (g), crown weight (g), and root weight (g). This study showed that the application of gamal leaves and NPK liquid organic fertilizer in combination gave results that were not significantly different from the application of pure NPK fertilizer in the observation of leaf count, leaf width, fresh weight, crown weight, and root weight, but showed significant differences in leaf length and width. The results of this research can be used as a reference to improve soil conditions and support sustainable agriculture that is environmentally friendly. Keywords: Nutrient, critical land, sustainable agriculture, environmentally friendly
Integrasi Perencanaan Pertanian dan Pengembangan Pariwisata Wisnubroto, Erwin; Barrawiadi, Maurus
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 1 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19783

Abstract

Kota Batu, yang secara historis dikenal sebagai pusat pertanian hortikultura, saat ini menghadapi tantangan besar akibat urbanisasi yang cepat, perubahan penggunaan lahan, dan variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberlanjutan produksi pertanian di tiga kecamatan di Kota Batu—Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo, dan Kecamatan Bumiaji—dengan menggunakan metode PROMETHEE (Preference Ranking Organization Method for Enrichment Evaluation). Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussions (FGD), wawancara dengan pemangku kepentingan kunci, dan sumber data statistik sekunder. Lima indikator keberlanjutan yang dianalisis meliputi produksi sayuran hortikultura, tanaman biofarmaka, tanaman hias, tanaman buah, serta ketersediaan tenaga kerja petani kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kecamatan Bumiaji memiliki nilai aliran neto keberlanjutan tertinggi, diikuti oleh Junrejo dan Batu. Analisis spesifik komoditas menunjukkan bahwa Bumiaji unggul di berbagai sektor pertanian, sementara Batu menunjukkan performa yang menurun. Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk menyelaraskan pembangunan pertanian berkelanjutan dengan tujuan pembangunan wilayah Kota Batu, khususnya melalui pengembangan agrowisata dan integrasi pertanian perkotaan. Analisis berbasis PROMETHEE menawarkan pendekatan yang transparan dan berbasis bukti untuk perencanaan penggunaan lahan dan pengelolaan pertanian berkelanjutan. Penelitian di masa depan direkomendasikan untuk mengintegrasikan indikator dinamis seperti akses pasar dan adopsi inovasi guna memperkuat perencanaan pertanian strategis di kawasan peri-urban.
Optimalisasi Produktifitas Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Melalui Aplikasi Dolomit Pada Lahan Dataran Tinggi darudriyo, darudriyo; Yuliawati; Djazuli, Ahzami; Sulistyaningrum, Anna
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i2.18893

Abstract

Produktivitas kacang tanah masih relatif rendah dan perlu ditingkatkan. Salah satu strateginya adalah pemberian dolomit dan penggunaan varietas yang beradaptasi dengan baik terhadap kondisi agroekosistem tertentu. Dolomit berperan penting dalam memasok nutrisi penting untuk fotosintesis, pembentukan polong, dan pengisian polong. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh dosis dolomit dan aksesi kacang tanah terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan dengan tiga ulangan dan dua faktor: aksesi (Zebra, Merah, dan Putih) dan dosis dolomit (0, 0,25, 0,5, 1,0, dan 1,5 ton/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesi White mengungguli aksesi lainnya dalam beberapa parameter: jumlah daun (62), jumlah polong (26,53), jumlah polong berisi (25,87), berat polong segar total (116,71 g), berat polong kering (22,58 g), berat kering brangkasan (26,67 g), dan produktivitas (4,56 ton/ha). Pemberian dolomit 0,25 ton/ha secara signifikan meningkatkan berat kering brangkasan (30,86 g), ukuran polong (14,19 mm × 40,30 mm), dan menghasilkan produktivitas sebesar 3,83 ton/ha.
Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman Pucuk Merah (Syzygium oleana) Jannah, Nur; Pratama, Rahmat; Safitri, Ayu
Jurnal Pertanian Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jp.v16i1.19131

Abstract

Pucuk merah atau dikenal dengan red-tipped leaves memiliki nama latin Syzygium oleana dan termasuk kedalam family myrtaceae. Namun dalam budidayanya terdapat kendala dari penyakit tanaman. Penyakit yang menyerang pada tanaman pucuk merah adalah bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dari insidensi dan intensitas serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh Cercospora sp. pada tanaman pucuk merah di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan survei dan pengamatan secara langsung pada petani di Palembang, Provinsi Sumatra Selatan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan bahwa responden petani didominasi oleh jenis kelamin laki-laki 90% dan 10% berjenis kelamin perempuan. Umur responden petani dari umur 22 – 55 tahun dengan jenjang pendidikan di dominasi oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) yaitu 50%, Sekolah Menengah Atas (SMA) yaitu 40%, dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yaitu 10%. Pengamatan ini dilakukan 2 lokasi Ilir Barat I dan Alang-alang lebar dengan jumlah tanaman yang diamati dari setiap petani mulai dari 3 sampai 50 tanaman. Pada hasil wawancara terdapat media tanam yang digunakan oleh responden petani, umumnya menggunakan Tanah, Pupuk NPK baik PHONSKA maupun NPK Mutiara, dan Pupuk Kandang, hanya sedikit responden yang menggunakan Pupuk TSP dan sekam. Pengendalian penyakit yang digunakan oleh seluruh responden petani yaitu Dursban dan tidak ada pengendalian lainnya. Hasil penelitian menunjukkan terdapat insidensi penyakit mencapai 70%-100% dan intensitas penyakit mencapai 9%-34%. Insidensi dan intensitas penyakit pada petani 1, 2 dan 4 yaitu 100% dan 25%, pada petani 5 dan 10 yaitu100% dan 34%, pada petani 3 yaitu 100% dan 9%, pada petani 8 yaitu 100% dan 26%, pada petani 6 yaitu 90% dan 25%, petani 7 yaitu 80% dan 20% dan petani 9 yaitu 70% dan 11%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat insidensi tergolong tinggi mencapai 70%-100% dan intensitas serangan penyakit tergolong rendah mencapai 9%-34%.