cover
Contact Name
JURNAL AGRIBISAINS
Contact Email
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRIBISAINS
ISSN : 24425982     EISSN : 25501151     DOI : -
Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN RISIKO DISTRIBUSI MELON (Cucumis melo L.) YANG DIJUAL DI PASAR TRADISIONAL Ramadhan, Januar; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4364

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis efisiensi saluran pemasaran dan risiko distribusi Melon yang dijual di pasar tradisional Kota Bogor. Penelitian dilaksanakan di Pasar Jambu Dua dan Pasar Baru Bogor, pemilihan lokasi ini dilakukan secara purposive karena kedua pasar tersebut merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Bogor yang mendistribusikan buah dengan kuantitas terbanyak salah satunya yaitu Melon. Penentuan sampel dilakukan secara purposive untuk pedagang retail di pasar tradisional Kota Bogor dan snowball sampling untuk pelaku tataniaga yang menyuplai ke pedagang eceran. Hasil penelitian menunjukan terdapat dua saluran pemasaran yang terbentuk. Saluran I Pedagang pengumpul di Klaten dan Kulonprogo - pedagang besar Pasar Induk Kramat Jati-pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran II Pedagang pengumpul di Grobogan - pedagang besar Pasar Induk Kramat Jati - pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir. Nilai marjin pemasaran dan farmer’s share pada analisis efisiensi saluran pemasaran menunjukan saluran pemasaran I dan II memiliki nilai marjin total yang sama yaitu Rp. 10.000 dan farmer’s share paling tinggi yaitu pada saluran pemasaran II sebesar 23,08%. Hasil analisis risiko distribusi dengan pendekatan Enterprise Risk Management (ERM) menunjukan risiko paling tinggi adalah susut bobot tingkat pedagang pengumpul, rusak fisik di tingkat pedagang besar dan susut bobot di tingkat pedagang pengecer
ANALISIS USAHATANI PADI KONSUMSI DAN PENANGKAR BENIH Dinata, Maijar; Masithoh, Siti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4365

Abstract

Penelitian dilakukan di Desa Purwabakti Kecamatan Pamijahan, bertujuan untuk (1) mengetahui keragaan usahatani padi konsumsi dan penangkar benih,(2) mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi konsumsi dan penangkar benih, dan (3) mengetahui tingkat analisis revenue cost ratio pendapatan terhadap biaya usahatani padi konsumsi dan penangkar benih. Metode penelitian adalah analisa deskriptif dan kuantitatif (analisis pendapatan, R/C, titik impas/BEP, dan analisis uji t). Hasil penelitian menunjukan bahwa pendapatan usahatani padi penangkar benih dari luas lahan 1 Ha sebesar Rp 23.728.288 dengan total penerimaan sebesar Rp 35.641.000 dan total biaya sebesar Rp 11.912.712,-. Pendapatan usahatani petani padi konsumsi dari luas lahan 1 Ha sebesar Rp 16.516.678 dengan total penerimaan sebesar Rp 27.257.900 dan total biaya sebesar Rp 10.741.222. (3) Hasil analisis R/C usahatani padi penangkar benih dari luas lahan 1 Ha sebesar 2,99 dan titik impas/BEP (harga) sebesar Rp 2.261, titik impas/BEP (produk) diperoleh 886 per kilogram, serta titik impas/BEP (penerimaan) sebesar Rp 5.517.678,-. Sedangkan hasil analisis R/C usahatani padi konsumsi dari luas lahan 1 Ha sebesar 2,54 dan titik impas/BEP (harga) sebesar Rp 2.089, titik impas/BEP (produk) diperoleh 1.081 per kilogram, serta titik impas/BEP (penerimaan) sebesar Rp 5.707.444,-. Berdasarkan hasil analisis uji t, nilai t hitung lebih besar dari t tabel, dengan nilai probabilitas kurang dari 0,05 artinya H0 ditolak atau H1 diterima, karena ada perbedaan yang nyata antara rata- rata pendapatan penangkar benih dengan padi konsumsi.
ANALISIS RISIKO USAHATANI JERUK PAMELO Damayanti; nahraeni, Wini; Masithoh, Siti; rahayu, Arifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4366

Abstract

Jawa Timur merupakan provinsi penghasil jeruk pamelo terbesar kedua di Indonesia, setelah Sulawesi Selatan (Pangkajene dan Kepulauan). Produksi jeruk pamelo berfluktuasi, yang mengindikasikan adanya risiko produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber risiko produksi pada jeruk pamelo, tingkat risiko produksi dan merekomendasikan alternatif penanganan risiko jeruk pamelo. Penelitian dilakukan di Desa Tambakmas Kecamatan Sukomoro Kabupaten Magetan. Penarikan sampel menggunakan metode simple random sampling dengan jumlah petani sebanyak 50 orang. Metode analisis data menggunakan analisis variance, standard deviation dan coefficient variation. Sumber risiko dianalisis dengan skala likert 1-5 dan dianalisis secara statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani mempersepsikan sumber risiko yang paling tinggi adalah kerusakan akibat serangan hama dan penyakit, ketergantungan pada cuaca dan musim dan kurangnya curah hujan/kekeringan. Jumlah expected return berdasarkan produksi sebanyak 6.739,55 buah dengan tingkat risiko sebesar 0,64 artinya tingkat risiko yang dihadapi sebesar 64%. Nilai expected return berdasarkan penerimaan adalah sebesar Rp33.589.163,87 Penanganan yang dilakukan untuk mengurangi risiko adalah pengendalian hama dan penyakit dan pemeliharaan secara intensif seperti sanitasi kebun, pemeriksaan berkala buah yang terkena hama dan penyiraman.
ANALISIS EFISIENSI TATANIAGA SAYURAN DAUN DI PASAR TRADISIONAL Riadhotul huda, Wafi; Miftah, Himmatul; Yoesdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4553

Abstract

Vegetables can be in the form of plants or parts of plants that are consumed fresh or ripe as part of the diet. There are very diverse types of vegetables in the form of tubers, fruit, flowers or leaves. Leaf vegetables are the type most consumed. 97.29% of the Indonesian population consumes vegetables, the types of vegetables consumed by the Indonesian population are leaf vegetables such as kale, chicory and caisim. The purpose of this research is to analyze the efficiency of trading channels and marketing functions carried out by each marketing actor in the Bogor City Traditional Market by using trading margin, farmer share, profit ratio and R / C cost. This research was conducted on the trading channel actors in the Traditional Market in Bogor City. The number of respondents in the study were 15 farmer respondents and 42 merchant respondents from both markets. The data analysis used purposive method for lapak traders and snowball sampling from retailers to farmers. The results of this study were four leaf vegetable trading channels in the Traditional Market of Bogor City with the efficiency level of the three vegetables considered to be the most efficient, namely channel IV on kale vegetables, channel II on chicory and channel IV on caisim, with each having a margin of yield of 3500, 800, 700 and the highest farmer's share was 82.93%, 81.40% and 59.52%. Thus it is necessary to do more analysis related to the strategy of developing vegetable commodities of kale, chicory and caisim in traditional markets related to marketing activities.
STRATEGI PENGEMBANGAN POLA KEMITRAAN ANTARA PTPN XII KEBUN KALISANEN DENGAN MITRA DAN MITRA DENGAN PETANI Sitinjak, Kristina Br.; Soetriono, Soetriono; Kusmiati, Ati
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.1263

Abstract

The Kalisanen Plantation is one of the unit that is managed by PTPN XII who conducts the business in the fields of agribusiness as well as on the natural recources utilization optimizement. The resource that is optimized by Kalisanen Plantation is namely the use of the remaining company’s assets in the form of plantation land by means of partnership to a partner in the form of cooperation. The objectives of this study are: 1) to find out cooperation pattern between partners and PTPN XII Kalisanen Plantation and partners with the farmers, 2) to find out the income earned by farmers with PTPN XII Kalisanen Plantation in the pattern of partnership that is intertwined, 3) to find out the pattern of developmental strategy cooperated between partner and PTPN XII Kalisanen Plantation. The sampling collection method used quota sampling and expert judgment sampling. The data analysis method used descriptive analysis, revenue analysis, and the Analytic Hierarchy Process. The results showed that: 1) the partnership established by PTPN XII Kalisanen Plantation with partners is called the pattern of business cooperation, while the cooperation between the partners with farmers is called the operational partnership pattern. 2) partners with farmers of one hectare land in a period of one planting is profitable with an income of Rp 9.529.779. 3) priority criterion on partnership development strategy that exists between partner and PTPN XII Kebun Kalisanen is the criteria of land where as the priority alternative is to continue the Kerja Sama Usaha  activities of the land. Keywords: Cooperation Pattern, Revenue, Analytic Hierarchy Process
PREFERENSI KONSUMEN DALAM PEMBELIAN OBAT HERBAL KUNYIT PUTIH Novita, Ita; Miftah, Himmatul; Sunaryo, Muhammad Abdurohman
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3371

Abstract

Pemanfaatan tanaman obat tidak hanya dalam bentuk primer (bentuk langsung hasil panen), namun juga dalam bentuk sekunder/simplisia (hasil olah sederhana dari bentuk primer) dan ekstrak (hasil olah lebih lanjut). Pemanfaatan tanaman obat dalam bentuk primer maupun sekunder menjadikan konsumsi tanaman obat mengalami peningkatan. Salah satu jenis tanaman obat atau biofarmaka adalah kunyit (Curcuma domestica Val). Kunyit memiliki banyak manfaat sebagai obat dan bumbu masak. Salah satu perusahaan yang bergerak dalam industri pengolahan obat bahan alami ialah CV Toga Nusantara,  yang memproduksi berbagai jenis produk obat berbahan alami atau herbal. Produk CV Toga Nusantara yang beredar dipasaran salah satunya ialah extrak tanaman obat kunyit putih (Kaempferia rotunda L.) yang dikemas dalam bentuk kapsul agar mempermudah konsumen untuk mengkonsumsinya. . Munculnya berbagai macam produk olahan tanaman obat menuntut produsen/ perusahaan untuk lebih memahami perilaku konsumen. Konsumen memiliki banyak pilihan untuk menentukan jenis obat herbal apa yang hendak dibeli.  Berbagai merek obat herbal yang ditawarkan di pasaran membuat konsumen cenderung mempunyai preferensi tertentu sebelum melakukan proses pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan pembelian obat herbal kunyit putih,  dan untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap obat herbal kunyit putih. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan analisis konjoin, deskriptif dilakukan dengan wawancara langsung terhadap konsumen menggunakan kuisioner, sedangkan analisis konjoin digunakan untuk mengetahui atribut-atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam melakukan pembelian. Hasil penelitian menunjukkan: Proses pengambilan keputusan pembelian dilakukan melalui empat tahap, yaitu tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif pembelian, dan evaluasi pasca pembelian. Preferensi konsumen mengacu pada atribut khasiat, tanggal kadaluarsa, label halal, kemasan, dan harga.
ANALISIS PERAMALAN PRODUKSI DAN KELAYAKAN FINANSIAL PENGOLAHAN BIJI KAKAO SECARA FERMENTASI DI PROVINSI LAMPUNG Nurbaiti, Nurbaiti; Evarozani, S; Agrippina, FD
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.3413

Abstract

Peramalan produksi kakao di Lampung bertujuan untuk mengetahui ketersediaan kakao masa yang akan datang. Biji kakao yang dihasilkan dapat ditingkatkan dengan cara perbaikan proses yaitu menggunakan proses fermentasi. Analisis pengolahan biji kakao secara fermentasi dilakukan dengan analisis finansial. Penelitian dilakukan dengan studi literature dari berbagai sumber. Analisis data dilakukan menggunakan Software POM-QM for Windows Version 3.  Hasil dari penelitian ini adalah produksi kakao di Lampung mengalami peningkatan dari tahun 2021 hingga 2025. Pada tahun 2025 produksi kakao di Lampung mencapai 97.896ton. Analisis finansial pengolahan biji kakao menggunakan proses fermentasi menghasilkan nilai NPV Rp. 31166282.8, IRR 50.72%, PBP 2 tahun 9 bulan, dan B/C ratio 1,01. Hal ini berarti pengolahan biji kakao dengan cara fermentasi layak dilakukan berdasarkan analisis finansial.
ANALISIS PERSEPSI KONSUMEN BERAS ORGANIK DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA (Kasus Orang Tua Siswa Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Depok) Ar- Rozi, Muhammad Fakhrudin; Masitoh, Siti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3514

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2018, di Sekolah Alam Indonesia – Studio Alam, Sukmajaya, Kota Depok.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi karakteristik konsumen beras organik (2) Menganalisis persepsi konsumen terhadap beras organik (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen terhadap beras organic. Responden dalam penelitian ini berjumlah 58 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian terbagi menjadi dua yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif menggunakan Rank Spearman untuk melihat keeratan hubungan antara karakteristik responden dengan persepsi terhadap beras organic. Atribut beras organic dalam penelitian ini meliputi harga, rasa, aroma, warna, kandungan gizi, ketersediaan, keawetan, keaslian, dan sertifikasi produk. Variable karakteristik responden dalam penelitian ini meliputi, umur, Pendidikan, pengeluaran, dan tanggungan keluarga. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa karakteristik reponden berusia antara 26 – 47 tahun. Pendidikan terakhir yang ditempuh responden menengah sampai Pendidikan tinggi (98,27%). Rata-rata pengeluaran responden dalam satu bulan lebih dari Rp. 1.000.000 dengan mayoritas 75,86% lebih dari Rp 5.000.000. tanggungan responden berkisar antara 3 – 4 orang dan 5,17% diantaranya lebih dari 6 orang. Persepsi konsumen terhadap beras organic menunjukkan skor 69 atau termasuk dalam kategori cukup. Faktor usia berhubungan sangat kuat (0,814) dengan taraf signifikansi 99% serta factor Pendidikan (0,078) dan pengeluaran (0,332) dengan taraf signifikansi 95%.  
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PROGRAM SERIBU DESA MANDIRI BENIH DI KABUPATEN BOGOR (STUDI KASUS KELOMPOK TANI “MITRA TANI” DESA KAREHKEL, KECAMATAN LEUWILIANG-KABUPATEN BOGOR) Aisyah, Siti; Nahraeni, Wini; Arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3530

Abstract

Kegiatan “Seribu Desa Mandiri Benih” merupakan salah satu kegiatan yang diharapkan dapat mendukung pencapaian produksi benih dalam upaya pemecahan masalah pertanian tanaman pangan dari aspek pembenihan. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui keragaan petani penangkar pada Program Desa Mandiri Benih di kelompok tani Mitra Tani di Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dan mengetahui tingkat efektivitas program Seribu Desa Mandiri Benih tersebut, serta  menghitung seberapa besar pendapatan para petani penangkar benihnya. Sampel penelitian ini diambil di lokasi sebanyak 25 orang, dengan menggunakan Sensus untuk seluruh populasi. Sedangkan metode analisis yang digunakan secara kualitatif dan kuantitatif, yakni analisis deskriptif, analisis usahatani dan analisis efektivitas program. Skala yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala Likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur petani  berkisar 40 sampai 59 tahun dengan persentase 40 %,  berpengalaman sebagai penangkar benih selama 10 tahun, dan pendidikan  responden lulusan SD tetapi berstatus sebagai petani pemilik usaha. Program Seribu Desa Mandiri Benih di kelompok tani Mitra Tani menunjukan telah berjalan efektif dilihat dari beberapa indikator seperti: aspek pemahaman program 68 %  (tergolong tinggi), aspek ketetapan sasaran program 96%  (tergolong tinggi), dan aspek berdasarkan perencanaan program 100 %  (tergolong sangat tinggi). Penerimaan yang diperoleh petani penangkar benih untuk benih padi rata-rata sebesar Rp 3.722.300 dengan pendapatan yang merugi Rp -4.658.270 dengan R-C Ratio sebesar 0,44. Sedangkan penerimaan yang diperoleh petani untuk padi konsumsi lebih kecil lagi sebesar  Rp 192. 000 dengan pendapatan Rp -8.105.950 dan R-C ratio 0,39. Hal ini menunjukkan usaha penangkaran benih merupakan usaha sambilan, bukan meruakan penghasilan utama keluarganya.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP KOPI BOGOR DI TIGA KEDAI KOPI BOGOR Ruslan, Muhammad Robi; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3545

Abstract

Kopi Bogor memiliki prospek yang sangat baik mengingat tingginya minat masyarakat terhadap kopi dan gaya hidup untuk menikmati kopi di kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan konsumen, mengetahui tingkat kepentingan konsumen terhadap atribut Kopi Bogor serta bagaimana preferensi konsumen terhadap Kopi Bogor. Data diambil dari 62 responden di Kedai Mad Coffee, Kesan Siloka Coffee & Eatery dan Transit Coffee. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif, Multiatribut Fishbein, dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukan bahwa konsumen membeli Kopi Bogor karena memiliki citarasa yang khas. Rekomendasi teman merupakan sumber informasi pembelian Kopi Bogor. Pembelian Kopi Bogor dilakukan mendadak ketika diinginkan dan apabila tidak tersedia Kopi Bogor konsumen lebih memilih membeli kopi lain. Konsumen akan kembali membeli Kopi Bogor. Preferensi Kopi Bogor adalah jenis kopi robusta, rasa kopi pahit, aroma kopi khas, penyajian panas, ampas kopi tidak ada, dan efek setelah minum kopi terasa. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor robusta adalah citarasa dan penyajian. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas dianggap memiliki kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah kepahitan dan keasaman. Atribut yang dianggap penting dalam Kopi Bogor arabika adalah citarasa dan aroma. Atribut yang dinilai kurang penting adalah kondisi ampas dan keasaman. Citarasa dan kondisi ampas memiliki nilai kinerja yang sangat baik, atribut dengan kinerja kurang baik adalah keasaman dan kepahitan.

Page 11 of 19 | Total Record : 189