cover
Contact Name
JURNAL AGRIBISAINS
Contact Email
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRIBISAINS
ISSN : 24425982     EISSN : 25501151     DOI : -
Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
ANALISIS KELEMBAGAAN USAHATANI JERUK PAMELO DI KABUPATEN MAGETAN Nahraeni, Wini; Rahayu, Arifah; Masithoh, Siti; Maharani, Fitria
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v6i2.3639

Abstract

Magetan mrupakan sentra produksi pamelo di Jawa Timur. Di Magetan, lemahnya posisi tawar petani Jeruk pamelo dicirikan dengan sistem pemasaran yang diijonkan ketika masih di kebun sehingga harga menjadi murah.  Salah satu cara mengembangkan ushatani jeruk pamelo adalah melalui  pemberdayaan kelembagaan petani.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penghambat, pendorong dan strategi penguatan kelembagaan untuk meningkatkan usahatani Jeruk Pamelo. Penelitian dilakukan di Kecamatan Sukomoro, Bendo, dan Takeran Kabupaten Magetan Provinsi Jawa Timur.  Pengambilan sampel petani dilakukan dengan metode simple random sampling berjumlah 37 orang petani, dan pengurus kelompok tani berjumlah 21 orang yang diambil secara purposive. Data dianalisis secara deskriptif eksplanatori dan analisis  medan kekuatan (Force Field Analysis). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 18 faktor penghambat dan 12 faktor pendorong faktor penghambat terdiri atas umur petai tua, pendidikan, penerapan teknologi, pemeliharaan, kualitas bibit, sistem tebasan, penentuan harga, sumber pemasaran, akses pasar, manajemen gapoktan, peran serta petani, kualitas buah tidak menentukan harga, rendahnya kerjasama dalam pengadaan saprodi, kurangnya informasi dan akses ke lembaga keuangan, kemarau panjang, tingginya serangan hama dan penyakit, dan pandemi. Faktor pendorong terdiri atas pengalaman petani, keberagaman aksesi, kepemilikan lahan, kemudahan menjual hasil, petani aktif berkomunikasi, aktif mencari informasi budidaya, adanya pedoman teknik budidaya, bantuan bibit, bimbingan, penyuluhan, APM, kios sarana produksi, dan kesuainya materi PPL. Strategi penguatan kelembagaan adalah meningkatkan akses informasi dengan lembaga penunjang, membuat kerjasama penyampaian informasi, bimbingan dan evaluasi, menjaga kelestarian berbagai aksesi, bekerja sama dengan lembaga pemasaran/ asosiasi yang dapat meningkatkan bergaining position petani, akses dan informasi pemasaran. 
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI CAMPURAN OLAHAN MAKANAN DAN MENGANTISIPASI VIRUS COVID-19 lubis, sitirahmadani; M. ALIF ALFARUQI; Aan Kriswana Fasha; Manurung, Nurul Intan
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4466

Abstract

Moringa leaves can be processed in various food and beverage products such as clear vegetables, juice, omelette, chips, nastar, donuts, bakwan and Moringa leaf noodles. In addition, Moringa leaves can be processed as herbal froods. Currently, with the covid-19 pandemic conditions around the world, many alternative herbal ingredients are consumed by the public to increase body nutrition in order to prevent transmission of the virus, one of which is Moringa leaves. Moringa plants are high in nutrients, such as vitamin C, calcium, vitamin A, potassium, and protein. The purpose of implementing this KKN activity is to provide information and, to provide assistance to the community in utilizing Moringa plants to prevent Covid-19, as well as to improve community skills in making Moringa herbal food to prevent Covid-19. This KKN was held at the in Air Joman Village, with a series of activities including the socialization of the importance of Moringa leaves, the preparation of raw materials for making herbal moringa foods, and the practice of manufacturing Moringa leaf herbal food products. The results of this activity were the socialization of the use of Moringa leaves as a way to increase immunity in order to prevent viruses and the practice of making Moringa leaf tea with village head, students and lecturers at Air Joman Village. Keywords: herbal food; moringa leaves; prevents covid-19
ANALISIS RISIKO USAHATANI JERUK PAMELO (Citrus maxima (Burm) Merr.) DI DESA BAGENG KECAMATAN GEMBONG KABUPATEN PATI JAWA TENGAH Hardiansyah, Radih; Masithoh, Siti; Nahraeni, Wini
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i2.4728

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pendapatan, sumber risiko, dan tingkat risiko usahatani jeruk pamelo. Penelitian dilakukan di Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati Jawa Tengah pada bulan April – Agustus 2019. Metode penarikan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 30 petani jeruk pamelo. Metode analisis data menggunakan analisis kualitatif yang diuraikan secara deskriptif dan analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis pendapatan dan tingkat risiko usahatani. Hasil penelitian usahatani jeruk pamelo menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan dengan pendapatan tertinggi tahun 2018 sebesar Rp44.842.134 dan terendah tahun 2014 sebesar Rp17.315.207 untuk luas lahan 1.000 m2. Sumber risiko produksi dengan skor tertinggi disebabkan oleh serangan hama penyakit, cuaca/iklim, dan produksi rendah. Risiko harga disebabkan oleh produksi jeruk pamelo yang fluktuatif, biaya input tinggi, dan permintaan jeruk pamelo yang rendah. Tingkat risiko yang diperoleh dalam usahatani jeruk pamelo diperoleh nilai CV<0,5 dan nilai L>0, artinya usahatani jeruk pamelo di Desa Bageng masih menguntungkan berapapun tingkat risiko yang dihadapi petani. Kata Kunci : Jeruk Pamelo Bageng, Pendapatan Usahatani, Sumber Risiko, Tingkat Risiko.
PENGARUH STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PEMBELIAN, BAURAN PEMASARAN PRODUK DAN TEMPAT TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (Studi Kasus di Toko Buah Berkah Jaya Cianjur) Lisarini, Endah; Septiani, Dian
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i2.4751

Abstract

Hubungan baik antara penjual dengan konsumen perlu dijaga dan dipelihara agar dapat menjadi pelanggan tetap atas produknya. Indikator seorang konsumen menjadi pelanggan dapat dilihat dari tingkat keseringan konsumen tersebut membeli produk yang sama di tempat yang sama. Apakah perilaku konsumen seperti itu menunjukkan adanya kepuasan. Untuk itu dilakukan penelitian dengan tujuan mengkaji pengaruh : 1) standar operating procedur pembelian terhadap kepuasan konsumen; 2) bauran pemasaran produk terhadap kepuasan konsumen; 3) bauran tempat terhadap kepuasan konsumen; 4) standar operating procedur pembelian, bauran produk, dan bauran tempat secara bersama-sama terhadap kepuasan konsumen toko buah usaha dagang Berkah Jaya Cianjur. Untuk mendapatkan data respon pelanggan dihimpun data primer penelitian dari 120 responden yang minimal setahun terakhir berbelanja buah di Toko Buah Berkah Jaya. Karakteristik responden secara umum adalah : didominasi perempuan (64.2%), sebagian besar berusia 15 – 64 tahun (98%), terbanyak berpendidikan S1 (43.3%). Karena jumlah populasi pengunjung tidak diketahui secara pasti, maka pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan teknik accidental sampling dan disesuaikan dengan persyaratan jumlah sampel minimal metode analisis jalur. Untuk menjawab tujuan penelitian, dilakukan analisis jalur terhadap data variabel standard operating procedur pembelian dengan indikator kemudahan, kerapian dan ketertiban berbelanja, bauran pemasaran produk dengan indikator keragaman jenis dan keragaman ukuran, bauran pemasaran tempat dengan indikator ketersediaan fasilitas, kemudahan akses, kenyamanan dan kepuasan konsumen dengan indikator kesesuaian dengan harapan dan keinginan. Diperoleh hasil penelitian yang menyimpulkan : 1) standard operating procedur pembelian berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan konsumen; 2) bauran pemasaran produk berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen; 3) bauran pemasaran tempat berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen; dan 4) standar operasional pembelian, bauran produk, dan bauran tempat secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kepuasan konsumen. Standard operating procedur pembelian secara parsial berkontribusi kecil dalam memberikan kepuasan konsumen. Hal ini disebabkan adanya pengaruh kebiasaan konsumen yang kurang mempedulikan adanya ketertiban, kerapian yang tujuannya untuk memudahkan dalam berbelanja. Konsumen pada umumnya memberikan respon puasnya pada produk dan tempat berbelanja. Keadaan seperti ini dapat menjadi perhatian bagi penjual dalam menertibkan konsumennya melalui pendekatan kebiasaan mereka atau budaya setempat, misalnya dengan membuat alur antrian. Kata kunci : Standard operating procedur, kepuasan konsumen
ANALISIS STRUCTURE, CONDUCT, PERFORMANCE (SCP) BUAH PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR Marfuah Zuher, Vigia; Yoesdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i2.4948

Abstract

Pepaya California merupakan buah yang banyak disukai oleh masyarakat Kota Bogor sehingga keberlanjutan pasokannya sangat diperlukan. Kinerja pasokan diantaranya dilakukan melalui analisis Structure Conduct Performance pelaku pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis stuktur, perilaku, kinerja pasar dan risiko rantai pasok beserta mitigasinya. Data yang diambil adalah data primer melalui wawancara langsung dengan bantuan kuisioner dan observasi. Data sekunder diperoleh dari literatur. Hasil penelitian menunjukan struktur pasar yang terbentuk ditingkat pedagang pengumpul desa dan pedagang besar adalah monopolistik dan ditingkat pedagang pengecer oligopoli. Lembaga pemasaran yang terlibat lemah dalam penentuan harga. Terdapat empat saluran pemasaran yang terbentuk. Saluran I Pedagang pengumpul desa Jember-pedagang besar Kramat Jati-pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran II Pedagang pengumpul desa Malang - pedagang besar Kramat Jati - pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor - konsumen akhir, saluran III Pedagang pengumpul desa Cianjur – pedagang besar kramat jati – pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor – konsumen akhir dan saluran IV Pedagang pengumpul desa Sukabumi – pedagang pengecer Pasar Tradisional Kota Bogor – konsumen akhir. Nilai marjin pemasaran dan farmer’s share pada analisis kinerja pasar menunjukan saluran pemasaran III merupakan saluran yang memiliki marjin pemasaran terendah yaitu Rp. 5.500,00 dan farmer’s share paling tinggi yaitu 45%. Kata Kunci : Farmer’s share, pepaya California, structure conduct performance, Pasar tradisional Bogor
IMPLEMENTASI MBKM (MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA) MENURUT PERSPEKTIF MAHASISWA AGRIBISNIS Masitoh, Siti; Miftah, Himmatul; nahraeni, Wini; Yoesdiarti, Arti; Novita, Ita
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i2.5036

Abstract

Tujuan program MBKM adalah mendorong mahasiswa agribisnis dalam menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan dengan bidang keahliannya, sehingga siap bersaing dalam dunia global. Kebijakan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang akan mereka tempuh berdasarkan keinginan sendiri. Pelaksanaan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi semakin otonom dan fleksibel. Pendidikan selalu mengupayakan terciptanya peserta didik yang selalu melakukan pembaharuan setiap waktu. Tidak hanya berpendidikan tinggi akan tetapi mampu menjadi agen perubahan dalam lingkup kecil maupun besar. Dari perubahan dan inovasi yang dihasilkan tersebut mampu memberikan kontribusi yang maksimal bagi kemajuan suatu bangsa yang memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Responden penelitian sebanyak 49 mahasiswa Prodi Agribisnis dari 181 mahasiswa aktif. Hasil penelitian menunjukkan implementasi Program MBKM pada Prodi Agribisnis menurut perspektif mahasiswa berada pada angka 60,2% (rata-rata dari 14 pertanyaan). Hal ini dilihat dari dilihat dari aspek kesiapan dokumen, dukungan program terdahulu, kesiapan mahasiswa menjadi bagian dalam program, perolehan ketrampilan dan kompetensi tambahan dalam penyelesaian permasalahan, kaitan program dengan masa studi, meluasnya perspektif dan bertambahnya kompetensi yang dibutuhkan dengan belajar di prodi lain, kesesuaian program dengan kebutuhan lulusan di masa mendatang, kaitan program dengan kompetensi ketrampilan lulusan setelah lulus dan bekerja, kaitan program dengan persiapan menghadapi masa pasca kampus (bekerja), dan kedalaman pengetahuan mahasiswa tentang program. Implikasi kebijakan baik bagi prodi, fakultas, dan universitas adalah memperkuat terkait penguatan kesiapan untuk memfasilitasi mahasiswa yang berminat mengambil MBKM Magang Industri melalui penguatan dengan mitra dunia industri dan membentuk Pusat Inkubasi Bisnis untuk kegiatan kewirausahaan. Kata kunci: MBKM, Perspektif, Magang Industri, Kewirausahaan
THE ADDED VALUE OF PURPLE SWEET POTATO INTO PROCESSED PURPLE SWEET MILK PIE IN HARAU DISTRICT, LIMAPULUH KOTA REGENCY: NILAI TAMBAH UBI JALAR UNGU MENJADI OLAHAN PIE SUSU UBI UNGU DI KECAMATAN HARAU, KABUPATEN LIMAPULUH KOTA Putri, Amelia; Walfindo, Ikhsan
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v8i1.5246

Abstract

Purple sweet potato is an agricultural commodity whose productivity is quite large, but currently the processing of purple sweet potato products is still not widely circulated. The calculation of added value and business feasibility based on purple sweet potato has never been done. This research was carried out with the aim of calculating whether processing purple sweet potato into purple sweet potato milk pie is feasible to be carried out on an ongoing basis. The results of the study explained that the added value and the ratio of added value obtained from changing purple sweet potato into purple sweet potato milk pie was Rp. 131.790.- with a value added ratio of 58,57%.
RESPON DAN TINGKAT ADOPSI PETANI TERHADAP PROGRAM CORPORATE FARMING DI DESA TRIMULYO KABUPATEN BANTUL, DIY Ismiasih, Ismiasih; Winda Adnanti, Mega; Yusuf, Ilma Fatimah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v8i1.5417

Abstract

The entry of new programs or innivations in society will certainly lead to new thoughts or knowledge in attitudes, behavoir in individuals. Thia study aims to determine the implementation of the corporate farming program, the response of farmers to the corporate farming program, and the level of farmer adoption of the corporate farming program in Trimulyo Village, Bantul Regency, DIY. The basic method in this research used a qualitative descriptive method. The research location was determined purposively, in Trimulyo Village, Bantul Regency, DIY which was implementing a corporate farming program. The sample was determined purposively with a total of 30 farmers. Data analysis used descripyive method and Likert scale. The results showed tha the implementation of the corporate farming program was carried out through socialization, consolidation, land preparation, seeding, planting, weeding, irrigation, fertilization, maintenance, and harvesting. The respon of farmer’s to the corporate farming program from a cognitive perspecyive is in the good category, from an affective perpective it is in the agree category and from a conative perspective it is in the medium category. The overall responses is included in the fairly good category. The level of farmer adoption of the corporate farming program is in the medium category.
HUBUNGAN ORIENTASI PASAR DENGAN INOVASI PRODUK SAYURAN DI KOTA BOGOR JAWA BARAT Nadita; Novita, Ita; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v8i1.5564

Abstract

Sayuran merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Potensi tersebut meliputi nilai ekonomi, kandungan nutrisi yang relatif tinggi dan kemampuan menyerap tenaga kerja yang relatif banyak. Salah satu penghasil sayuran terbesar di Jawa Barat yaitu Kota Bogor. Jumlah produksi sayuran di Kota Bogor cenderung mengalami fluktuasi, sedangkan konsumsi sayuran mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Banyaknya petani dan petani pendatang baru di Kota Bogor membuat persaingan tidak dapat dihindari. Untuk itu petani harus bisa meningkatkan kinerja pemasaran dengan melakukan inovasi agar dapat bertahan. Orientasi pasar menjadi penghubung dengan inovasi untuk meningkatkan penjualan sayuran. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui dan menganalisis orientasi pasar dan inovasi yang dilakukan produsen sayuran, serta hubungan orientasi pasar dengan inovasi sayuran di Kota Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive sampling). Data terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui observasi lapang dan wawancara dengan menyebarkan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai literatur dan instansi terkait. Responden dalam penelitian ini sebanyak 53 orang kelompok wanita tani, kelompok tani dewasa, kelompok taruna tani dan pelaku usaha hidroponik. Analisis data secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan uji korelasi rank spearman. Kesimpulan penelitian ini adalah (1) Pelaku usaha/petani telah melakukan orientasi pasar yang berkenaan dengan pelanggan, pesaing dan koordinasi antar fungsi, (2) Pelaku usaha/petani telah melakukan inovasi yang berkenaan dengan produk, proses dan output, dan (3) Terdapat hubungan orientasi pasar secara positif dan signifikan terhadap inovasi. Kata Kunci : Sayuran, Orientasi Pasar, Inovasi
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) LOKAL DI PASAR TRADISIONAL KOTA BOGOR Ahar, H Mario; Yoesdiarti, Arti; arsyad, Apendi
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v8i1.5601

Abstract

This study aims to analyze consumer characteristics, determine the process of making purchasing decisions and determine consumer preferences for local papaya attributes in traditional markets in Bogor City. 30 respondents were determined by using accidental sampling. The method of analysis used are descriptive analysis, Multi-attribute Fishbein and Importance Performance Analysis (IPA). The results showed that the characteristics of local Papaya consumers were quite varied, namely gender, age, education, occupation, number of dependents and monthly income. Purchasing decisions are influenced by five factors, namely need recognition, information search, evaluation of alternatives, purchases and outcomes. Consumer preferences can be identified through the attributes found in local papaya fruit such as taste, skin color, size, shape, water content (juiciness), flesh color, flesh thickness, flesh texture and papaya skin texture. The result of Fishbein's Multi-attribute analysis shows that the most influencing attributes for consumer in making purchasing decisions are the color of the meat and the taste attribute of the local Papaya fruit. IPA Matrix Analysis shows that the attributes that must be maintained are taste and color of the meat, and the attributes that need to be developed are the thickness of the meat and the texture of the meat. Keywords: Local Papaya attribute, Fishbein Multi-attribute, IPA Matrix, Consumer Preference, traditional market