cover
Contact Name
JURNAL AGRIBISAINS
Contact Email
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.agribisnis@unida.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
JURNAL AGRIBISAINS
ISSN : 24425982     EISSN : 25501151     DOI : -
Jurnal Agribisains adalah jurnal resmi yang diterbitkan oleh Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor sebagai media penyebarluasan, pertukaran informasi dan komunikasi yang dilakukan oleh para peneliti di lingkungan Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Djuanda Bogor dan di luar institusi. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun: April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 189 Documents
ANALISIS PENDAPATAN PETERNAKAN AYAM BROILER POLA KEMITRAAN DI KECAMATAN NANGGUNG KABUPATEN BOGOR Illahi, Nur Muhamad Akbar; Novita, Ita; Masithoh, Siti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.227 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i2.2320

Abstract

Dalam mengembangkan usaha ternak ayam broiler peternak melakukan usaha dengan menjalin pola kemitraan, sehingga peternak dibantu oleh perusahaan dalam menyediakan sapronak dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola kemitraan antara peternak dan perusahaan, biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, R/C dan Break Event Point (BEP) pada usaha ternak ayam broiler. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Maret 2019 di Kecamatan Nanggung.  Metode penelitian sampel menggunakan metode sesus dengan jumlah sampel 18 peternak mitra. Pengolahan dilakukan secara deskriptif dan kuantitatif (analisis pendapatan, analisis R/C ratio dan Break Event Point). Secara umum penelitian ini menunjukkan hubungan yang dilakukan antara peternak ayam broiler dan perusahaan yaitu pola Inti-Plasma dan kerjasama operasional agribisnis (KOA). Hasil analisis R/C ratio menunjukkan tidak terdapatnya peternak yang mengalami kerugian dengan nilai tertinggi rasionya 1,158 pada peternak skala IV. Hasil analisis Break Event Point (BEP) melebihi titik impas baik BEP produksi dan harga pada setiap skala. Peternak mitra memperoleh banyak manfaat seperti bantuan modal, penyuluhan serta pemasaran hasil.Kata Kunci : Ayam Broiler, Pola Kemitraan, Biaya, Pendapatan. 
PROSPEK PRODUKSI DAN PEMASARAN BERAS PANDANWANGI MURNI DI WILAYAH PEMASARAN KABUPATEN CIANJUR Lisarini, Endah; Mahdi, Hilmi
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 1 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.556 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i1.2168

Abstract

Tingkat produksi dan konsumsi beras baik di tingkat nasional, provinsi maupun kabupaten menunjukkan angka yang beragam dari sejumlah sumber yang berbeda. Berdasarkan observasi lapang tahun 2018 di daerah Indikasi Geografis Padi Pandanwangi Cianjur, kondisi tingkat produksi dan konsumsi beras mengalami fluktuasi. Hal ini yang mendasari dilakukan kajian mengenai prospek produksi dan pemasaran beras khususnya Pandanwangi murni di Cianjur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji: 1) peluang pengembangan produksi padi Pandanwangi di daerah Indikasi Geografis, 2) prospek pemasaran beras Pandanwangi.  Data tanggapan mengenai tingkat prospek dan besarnya hambatan pengembangan produksi dan pemasaran beras Pandanwangi diperoleh dari 5 petani dan 3 toko beras di Cianjur. Jumlah responden terbatas disebabkan sedikitnya jumlah petani yang terus menanam Pandanwangi hingga dua tahun terakhir ini, dan tidak semua toko beras menjual beras Pandanwangi murni Cianjur. Sampel diambil dengan teknik non probability purposive sampling dari populasi petani produsen dan pengecer beras yang ada di wilayah pemasaran beras Cianjur. Untuk menjawab tujuan penelitian pertama, dilakukan pengkategorian kelas tingkat prospek dan hambatan. Analisis dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Metode analisis yang sama juga dilakukan untuk menjawab tujuan penelitian kedua. Hasil penelitian menunjukkan  bahwa: 1) Tingkat prospek dan hambatan produksi padi Pandanwangi murni Cianjur, berturut-turut pada kategori prospek dan cukup ada hambatan. Nilai skor rata-rata tanggapan responden berturut-turut sebesar 4.08 dan 3.28 pada skala 1 – 4.  2) Tingkat prospek dan hambatan pemasaran beras Pandanwangi murni Cianjur, masing-masing adalah sangat prospek dan cukup ada hambatan dengan nilai skor rata-rata sebesar 4.24 dan 3.39 (skala 1- 4). Kata kunci : prospek, hambatan, produksi, pemasaran, beras Pandanwangi
STUDI KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PETAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SEMI INTENSIF Lutfiana, Fajar; Arsyad, Apendi; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 5 No. 2 (2019): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1134.775 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v5i2.2321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan, kelayakan dan sensitivitas usaha petambak udang vaname semi intensif. Metode penelitian menggunakan purposive dan simple random sampling. Jumlah responden yang digunakan yaitu sebanyak 34 orang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif melalui wawancara dan kuantitatif melalui analisis kelayakan finansial menggunakan kriteria penilaian investasi. Data diolah menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan usaha petambak udang vaname semi intensif di Desa Bumi Dipasena Agung adalah : Sumber modal terbesar yang digunakan adalah sendiri dan pinjaman dengan persentase sebesar 68%, padat tebar terbesar yaitu 11 – 20 ekor/m2 dengan persentase sebesar 71% atau rata-rata yaitu 19 ekor/m2 , usia tebar benur yaitu terbesar adalah post larva (PL) 10 dengan persentase sebesar 32% atau rata-rata yaitu PL 10, Lama pembudidayaan yaitu selama 75 hari, rantai pemasaran yaitu dari petembak kepada tengkulak, kelembagaan petambak yang diikuti adalah Perhimpunan Petambak Pengusaha Udang Wilayah (P3UW) Lampung, penentuan harga adalah ditentukan oleh tengkulak, proses pembayaran terbesar adalah tidak langsung dengan persentase sebesar 91%. Hasil analisis kelayak finansial menunjukkan bahwa usaha ini layak dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp.131.035.409 yang berarti layak yaitu lebih dari 0, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 36,5% yang berarti lebih besar dari bunga pinjaman yaitu 9%. Profiitability Index (PI)  sebesar 1,98 yang berarti setiap Rp.1 biaya yang dikeluarkan maka akan diperoleh keuntungan sebesar Rp.0,98, dan Discounted Payback Period (PP) selama 4 Tahun 3 Bulan yaitu layak sebab lebih kecil dari umur ekonomis usaha yaitu 7 Tahun dan berarti modal akan kembali setelah usaha berjalan selama 4 Tahun 3 Bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa maksimum penurunan jumlah produksi dan harga jual sebesar 22,37% serta maksimum kenaikan harga pakan sebesar 107,24%, dan benur sebesar 280,99%. Kata Kunci :, NPV, IRR, PI, DPP, Sensitivitas
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI USAHA TERNAK KAMBING PERAH PERANAKAN ETAWAH (Capra aegagrus Hircus) (KASUS DI KELOMPOK TERNAK DELIMA, DESA CIBALUNG KECAMATAN CIJERUK KABUPATEN BOGOR) Abbas, Sulaiman; Arsyad, Apendi; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.25 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan, kelayakan, dan sensitivitas usaha ternak kambing perah Peranakan Etawah (Capra aegagrus Hircus). Penentuan lokasi dilakukan secara purposive dengan pertimbangan bahwa Desa Cibalung Kecamatan Cijeruk merupakan salah satu daerah yang masih berpotensi untuk peternakan kambing perah.  Responden adalah pengurus dan anggota kelompok ternak Delima sejumlah 17 orang. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan pada kelayakan non-finansial, sedangkan analisis kuantitatif digunakan pada kelayakan investasi secara finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan usaha ternak kambing perah Peranakan Etawah di kelompok ternak tersebut adalah : a) sumber modal yang digunakan sebagian besar berasal dari modal sendiri yang dihimpun sebagai modal kelompok; b) sebagian besar anggota tidak berprofesi sebagai peternak melainkan hanya pekerjaan sampingan; dan c) saluran pemasaran yang dilakukan adalah sebagian besar produk susu kambing dijual ke tempat pengolahan. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa usaha ini dinyatakan layak dengan hasil kriteria penilaian investasi meliputi NPV sebesar Rp237.425.562, IRR sebesar 27,25 persen, PI sebesar 1,8, serta PP selama 4 tahun 4 bulan. Adapun kelayakan aspek non-finansial dinyatakan layak dengan persentase evaluasi jawaban 3,4, dan 5 lebih besar dari evaluasi jawaban 1 dan 2, yaitu pada aspek hukum 100 persen dinyatakan cukup layak, aspek pasar 57,6 persen dinyatakan layak, aspek teknis/operasional 79,5 persen dinyatakan layak, aspek manajemen 51,3 persen dinyatakan layak, aspek sosial 44 persen dinyatakan sangat layak, dan aspek dampak lingkungan 92 persen dinyatakan sangat layak. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa maksimum penurunan produksi susu kambing sebesar 93,83 persen, harga jual susu kambing sebesar 93,76 persen, dan harga jual kambing sebesar 80,5 persen.Kata kunci : NPV, IRR, PI, PP, Sensitivitas.
ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) PADA KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) CIBULAO HIJAU DI DESA TUGU UTARA KECAMATAN CISARUA KABUPATEN BOGOR Rohmah, Siti; Miftah, Himmatul; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.227 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2799

Abstract

ABSTRAKKopi merupakan tanaman perkebunan yang memiliki peranan cukup penting bagi negara Indonesia. Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao Hijau merupakan KTH yang melakukan pengolahan kopi spesialti salah satunya kopi robusta dari cherry merah sampai dalam bentuk green bean, roasted bean dan kopi bubuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan non finansial dan finansial serta sensitivitas pada usaha pengolahan kopi robusta. Metode penelitian menggunakan purposive sampling. Responden dalam penelitian berjumlah 6 orang. Data dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kelayakan menggunakan kriteria kelayakan investasi yang meliputi NPV, IRR, PI dan DPP. Hasil dari analisis non finansial menunjukan bahwa dari aspek pasar, teknis, manajemen dan sumberdaya manusia serta dampak sosial ekonomi lingkungan layak dijalankan. Hasil analisis kelayakan finansial pada penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria penilaian investasi yang meliputi NPV sebesar Rp 1.042.607.480 yang berarti layak dijalankan karena NPV lebih dari 0. IRR sebesar 301%. PI sebesar 16,19 yang berarti setiap pengeluaran Rp 1,00 maka keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 16,19. Discounted Payback Period (DPP) selama 1 tahun 4,2 bulan yang berarti layak dijalankan sebab lebih pendek dari umur ekonomis usaha yaitu sekitar 8 tahun. Analisis sensitivitas dengan pendekatan switching value menunjukkan bahwa maksimum penurunan jumlah produk dan harga jual sebesar 30%, serta maksimum kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 92%.  Berdasarkan aspek finansial dan nonfinansial usaha pengolahan kopi robusta dinyatakan layak untuk dijalankan serta sebaiknya harus ada pendampingan yang intensif baik oleh instansi akademisi atau pemerintah dalam upaya meningkatkan kinerja KTH Cibulao Hijau supaya dapat memaksimalkan produktivitas dalam usaha pengolahan kopi.Kata Kunci : Kopi, Spesialti, KTH, Analisis Kelayakan, Sensitivitas
STUDI KELAYAKAN INVESTASI KOPI ROBUSTA (COFFEA CANEPHORA) Sumantri, Sumantri; yusdiarti, Arti; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.3 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaan, kelayakan, dan sensitivitas usaha perkebunan kopi robusta. Metode penentuan sampel menggunakan stratified judgement sampling. Jumlah petani sampel yang digunakan yaitu sebanyak 34 orang yang dibagi ke dalam tiga strata berdasarkan luas lahan. . Data dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif. Analisis kualitatif diuraikan secara deskriptif untuk mengetahui kelayakan nonfinansial meliputi aspek pasar, teknis, sosial ekonomi, hukum, dan dampak lingkungan usaha perkebunan kopi robusta dengan menggunakan metode Top Two Boxes. Analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui kelayakan finansial usaha perkebunan kopi robusta dengan komponen ukuran kelayakan investasi yang digunakan yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Discounted Payback Period (DPP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan usaha perkebunan kopi robusta di Kecamatan Babakan Madang adalah : lahan yang dikelola milik Perhutani, modal awal yang digunakan keseluruhan modal sendiri, rantai pemasaran sebagian besar yaitu dari petani ke pedagang pengumpul, penentuan harga dilakukan oleh pedagang pengumpul, proses pembayaran dilakukan secara langsung, kelembagaan yang diikuti petani yaitu Kelompok Tani Putra Harapan II. Hasil Analisis kelayakan aspek non finansial dinyatakan layak dengan persentase evaluasi jawaban 4,5, dan 6 lebih besar dari pada jawaban 1, 2 dan 3 yaitu aspek pasar sebesar 78%, aspek teknis sebesar 92,7%, aspek sosial ekonomi sebesar 91%, aspek hukum sebesar 99,1%, dan aspek dampak lingkungan sebesar 80,3%. Analisis aspek finansial dibagi menjadi 2 bagian yaitu tingkat budidaya dan tingkat pengolahan. Dari hasil yang diperoleh pada skala I jumlah petani sebanyak 11 orang dengan luas lahan rata-rata 0,3 ha dinyatakan layak, skala II jumlah petani sebanyak 13 orang dengan luas lahan rata-rata 1 ha dinyatakan layak , dan skala III jumlah petani sebanyak 10 orang dengan luas lahan rata-rata 2,2 ha dinyatakan layak.
PENERAPAN GOOD AGRICULTURAL PRACTICES (GAP) JERUK PAMELO (Citrus maxima (Burm.) Merr.) Nahraeni, Wini; Masitoh, Siti; Rahayu, Arifah; Awaliah, Latifah
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.007 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2804

Abstract

Good Agricultural Practices (GAP) merupakan panduan cara budidaya yang baik, benar, ramah lingkungan dan aman dikonsumsi. Penerapan GAP dapat meningkatkan produktivitas, pendapatan maupun kesejahteraan petani. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa penerapan GAP belum diterapkan secara optimal karena membutuhkan biaya yang mahal, prosedur rumit sementara keadaan sosial ekonomi petani rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen GAP yang diterapkan petani, tingkat penerapan GAP, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat penerapan GAP dan alternatif strategi untuk menerapkan GAP. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bageng Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, dengan sampel petani  sebanyak 40 orang menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, korelasi rank spearman dan tingkat penerapan GAP menggunakan indikator Permentan No 48 Tahun 2009 dan SOP budidaya pamelo Madu Bageng Kabupaten Pati (2008) dengan uji skoring menggunakan Skala Likert 1 sampai 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan GAP jeruk pamelo di Desa Bageng berada pada kategori sedang (80%). Komponen GAP yang paling tinggi diterapkan petani adalah ketersediaan air, kesesuaian lahan, kesuburan lahan, pemberian pupuk dan perlakuan persiapan lahan. Komponen GAP dengan penerapan rendah  adalah fasilitas kebersihan, pelaksanaan pembinaan, ketersediaan formulir pengaduan, pencatatan dan pembuatan sertifikasi. Faktor internal yang berhubungan positif dengan tingkat penerapan GAP yaitu luas lahan, pendidikan dan sifat usahatani. Komponen GAP yang memiliki hubungan kuat yaitu penjarangan buah, kelengkapan alsintan dan kualifikasi tenaga kerja. Penerapan GAP jeruk pamelo dapat ditingkatkan dengan mengadakan pelatihan dan penyuluhan, perbaikan manajemen usahatani dan perbaikan teknik budidaya.Kata kunci : komponen GAP, kemiringan lahan, skoring skala likert.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI KELEMBAGAAN PERTANIAN PADI ORGANIK DAN ANORGANIK DI DESA LIMBANGAN KECAMATAN SUKARAJA KABUPATEN SUKABUMI Apriani, Mira; nahraeni, wini; Yusdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.369 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2797

Abstract

Padi organik menghasilkan beras yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan beras dari padi anorganik.  Keunggulan beras organik antara lain:  relatif aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung residu kimia, teksturnya lebih pulen, dan masa simpannya lebih lama, sehingga permintaan dan harga beras organik meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani padi organik dan anorganik, persepsi anggota terhadap kelompok tani dan menghitung biaya transaksi. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Juni 2019 di Desa Limbangan Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi. Jumlah petani  sampel sebanyak  20 orang petani padi organik (Kelompok Tani Ciloa)  dan 30 orang petani padi anorganik (Kelompok Tani Subur Tani) yang dipilih secara acak sederhana.  Metode analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, R/C, uji beda, skala Likert dan analisis biaya transaksi untuk mengukur efisiensi kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan padi organik lebih tinggi dari pendapatan padi anorganik dengan perbandingan R/C sebesar  1,48 dan 1,13. Persepsi petani baik padi organik maupun anorganik terhadap peran kelembagaan kelompok tani dinilai sudah baik terutama dalam hal menyelesaikan konflik, interaksi antar anggota kelompok tani dan bebas mengeluarkan pendapat. Namun dipersepsikan kelompok belum dapat berperan untuk dapat meningkatkan pendapatan setiap musim, dan akses informasi masih lemah. Rasio biaya transaksi terhadap penerimaan Kelompok Tani Ciloa dan Subur Tani sebesar 0,23 dan 0,51. Hal ini menunjukkan bahwa kelembagaan Kelompok Tani  Ciloa (untuk padi organic)  relatif lebih efisien.  Perlu peningkatan peran kelompok dalam hal akses terhadap informasi dan pasar, dan   mengurangi biaya transaksi untuk meningkatkan efisiensi kelembagaan kelompok tani. Kata kunci : R/C,  Skala Likert, Biaya Transaksi, Efisiensi Kelembagaan
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI DAN EFISIENSI PEMASARAN KUNYIT (Curcuma domestica Val) Kusnadi, Sidik; Novita, Ita; Miftah, Himmatul
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 6 No. 1 (2020): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.201 KB) | DOI: 10.30997/jagi.v6i1.2806

Abstract

Medicinal plants or biopharmaca plants are horticultural plants which are currently being developed to meet the needs of herbal medicinal raw materials that are experiencing high demand. One type of biopharmaca plant is turmeric (Curcuma domestica Val). Turmeric has many benefits as medicine and cooking spices. One of the turmeric producing regions is Sukabumi Regency, which is produced by Gapoktan Jaya Bakti farmers in Ciemas District. The objectives of this study are: (1) the income of Turmeric farming in Gapoktan Jaya Bakti, (2) the marketing channels (3) Analyzing the marketing efficiency of Turmeric. The research location is the area of Turmeric farmers who are members of Gapoktan Jaya Bakti in Sukabumi Regency, with the number of samples taken is 30 Turmeric farmers from 100 population of farmers in Gapoktan .The analysis used in this research is descriptive analysis and quantitative. The results showed that the income of Turmeric farmers on cash costs with an average land area of 4,269 m2 amounted to Rp1,477,511.11 and a total cost of Rp 1,373,877.78 with R / C of 1.20 and 1.18 for the total cost, this value shows the Turmeric farming in Gapoktan Jaya Bakti profitable. Tetrdapat 4 Turmeric marketing channels consisting of farmers, collector traders, village collector traders, wholesalers, retailers. The marketing function performed by each marketing institution is the exchange, physical and facility functions. Marketing efficiency can be seen in terms of farmers and traders, in terms of farmers marketing channel 4 is the most efficient channel and in terms of traders the most efficient marketing channel 1.Keywords : Medicinal Plants, Farm Income, Marketing Efficiency.
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PEPAYA CALIFORNIA (Carica papaya L.) Hidayat, Rian; Arsyad, Apendi; Yoesdiarti, Arti
JURNAL AGRIBISAINS Vol. 7 No. 1 (2021): Jurnal AgribiSains
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jagi.v7i1.4354

Abstract

Penelitian ini betujuan untuk mengetahui keragaan usaha, kelayakan finansial dan sensitivitas usahatani Pepaya California. Metode penentuan responden menggunakan Cluster Random Sampling. Jumlah petani responden yang digunakan yaitu 20 orang. Penelitian ini menggunakan analisis NPV, IRR, Net B/C, PP, dan uji sensitivitas. Hasil penelitian menunjukan keragaan usaha Pepaya California di kelompok tani Lugina yaitu: sumber modal yang digunakan petani sebesar 100% modal sendiri. Kriteria luas lahan usaha tani dibedakan menjadi dua yaitu skala I dengan luas lahan 0,5 ha, sedangkan skala II dengan luas lahan 1 ha. Adapun status kepemilikan lahan yang dimanfaatkan petani 100% milik sendiri. Hasil yang diperoleh pada usaha tani skala I dengan luas lahan 0,5 ha, sedangkan skala II dengan luas lahan 1 ha, hasil analisa usaha taninya dinyatakan layak. Hasil analisis finansial dilakukan melalui perhitungan cashflow. Hasil perhitungan NPV lebih besar dari 0 yaitu skala I sebesar Rp.10.560.290 dan skala II sebesar Rp.35.869.202. Nilai Net B/C lebih dari 1 yaitu skala I sebesar 1,55 dan skala II sebesar 2,49. Nilai IRR yang dihasilkan pada skala I sebesar 46% dan skala II sebesar 108% lebih besar dari discount rate yang digunakan yaitu suku bunga Bank BRI sebesar 7%. Perhitungan payback period menghasilkan waktu pengembalian usaha tani pada skala I yaitu 2 tahun 6 bulan dan skala II yaitu 2 tahun 8 bulan, hal ini dinyatakan layak secara finansial, sebab waktu pengembalian investasi dibawah umur bisnis yaitu 3 tahun. Adapun hasil analisis sensitifitas menunjukkan bahwa usaha tani Pepaya California tidak sensitif terhadap perubahan kenaikan harga pupuk sebesar 3%., dan usaha tani ini baru sensitif pada perubahan penurunan harga produksi sebesar 5% dan penurunan jumlah produksi sebesar 10%.

Page 10 of 19 | Total Record : 189