cover
Contact Name
M. Yaser Arafat
Contact Email
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Phone
+6281370980853
Journal Mail Official
jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Editorial Address
1st Floor, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran IslamJalan Marsda Adisucipto Yogyakarta, 55281Telpon/Fax: +62274 512156/+62274512156 E-mail: jurnalsosiologiagama@gmail.com; jurnalsosiologiagama@uin-suka.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosiologi Agama
ISSN : 19784457     EISSN : 2548477X     DOI : https://doi.org/10.14421/jsa.
Jurnal Sosiologi Agama mengundang para ilmuwan, peneliti, dan siswa untuk berkontribusi dalam penelitian dan penelitian mereka yang terkait dengan bidang sosiologi agama, masyarakat beragama, masyarakat multikultural, perubahan sosial masyarakat beragama, dan relasi sosial antar agama yang mencakup penyelidikan tekstual dan lapangan dengan perspektif sosiologi dan sosiologi agama.
Articles 195 Documents
BANI ISRAIL SEBAGAI KUNCI UNTUK MEMAHAMI ERA POST-MODERN Andriani Andriani
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.238 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-06

Abstract

Artikel ini mengusulkan penyelidikan tentang sifat Bani Israil sebagai cara memahami perilaku orang modern di era Paska Kebenaran. Meskipun sejarawan memiliki banyak keraguan mengenai siapa sebenarnya Bani Israil yang berulang kali disebutkan dalam Al-Qur’an karena kurangnya bukti sejarah komunitas Yahudi pada masa-masa awal tudung Nabi Muhammad, nama Bani Isilil cukup banyak berwarna. kisah-kisah dalam Alquran, terutama kisah dialog mereka dengan para nabi yang menyampaikan kebenaran. Artikel ini akan menyelidiki Bani Israil sebagai sebuah komunitas dari sudut pandang psikologis: bagaimana mereka berperilaku dalam menanggapi kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan mengeksplorasi faktor-faktor yang mendorong pembentukan perilaku seperti itu sesuai dengan Alquran. Penyelidikan dilakukan dengan mencari kata kunci Bani Israil dalam ayat-ayat Alquran bersama dengan kata kunci terkait lainnya. Data awal dari Al-Qur’an akan dianalisis dalam tabel motif tindakan. Dengan demikian investigasi Bani Israil diharapkan untuk berkontribusi dalam upaya untuk memahami perilaku orang-orang modern di era Paska Kebenaran ketika prasangka memainkan peran yang lebih penting daripada fakta.Kata kunci: bani Israil, psikologi, perilaku, era pasca-kebenaranThis article proposes an investigation of the nature of Bani Israil as a way of understanding the behavior of modern people in the Post-Truth era. Although historians have many doubts as to who exactly is the Bani Israil who are repeatedly mentioned in the Qur’an because of the lack of historical evidence of Jewish community in the early days of Prophet Muhammad’s prophet hood, the name of BaniIsrail colored quite a number of stories in the Qur’an, especially the story of their dialogue with the prophets who convey the truth. This article will investigate Bani Israil as a community from a psychological point of view: how they behave in responding to the truth brought by the Prophets and exploring the factors that encourage the formation of such behavior according to the Qur’an. The investigation is done by searching the keywords of Bani Israil in the verses of the Qur’an along with other related keywords. Preliminary data from the Qur’an will be analyzed in the motive-state of action table. Thus the investigation of Bani Israil is expected to contribute in an attempt to understand the behavior of modern people in the Post-Truth era when prejudice plays a more important role than fact.Keywords : bani Israil, psychology, behavior, post-truth era
RASIONALISASI TINDAKAN SOSIAL MASYARAKAT SUKU SASAK TERHADAP TRADISI PERANG TOPAT (Studi Kasus Masyarakat Islam Sasak Lombok Barat) Suparman Jayadi
Jurnal Sosiologi Agama Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.189 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2017.111-02

Abstract

Traditions Perang Topat in Lingsar Village has done tens of years. The ritual of progress remains a tradition by the Sasak community consisted of religious understanding difference, namely the Sasak Muslim and Hindus performed simultaneously at one time and the same place. In this study discusses how the process of implementation of a tradition of Perang Topat, then the history of the tradition of Perang Topat and also forms the rationalization of social action. Research using the instrumental rationalization and value theory of Max Weber’s approach to qualitative case studies in the tradition of Perang Topat. The results of this study indicate that on the rationalization of the social action community Sasak is two Shapes in the implementation of a tradition of Perang Topat are: social value and sacred value. The form of social value is first, tying religious solidarity. Second, create value tolerance and bring peace. Third the form of local wisdom in Sasak. While the shape of the sacred is the first, this form of gratitude to the ancestral spirits are spirits of ancestors or the death (God Almighty) upon which it was holy water in Llingsar and Kemaliq. Second, a form of communication to the ancestral spirits or spirits of the ancestors of the death (God).Keywords: Rationalization, Social Action, Community Sasak, and Topat War Tradition.
GELIAT ORGANISASI PEMUDA LINGKUNGAN (OPL) DALAM RANAH GERAKAN LINGKUNGAN DI YOGYAKARTA Adityo Nugroho
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.879 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-07

Abstract

Gerakan sosial telah bertransformasi menjadi Gerakan Sosial Baru (GSB), salah satunya adalah gerakan lingkungan. Gerakan lingkungan merupakan salah satu bentuk kegelisahan umat manusia atas berbagai permasalahan lingkungan. Salah satu aktor penggerak dalam upaya gerakan lingkungan adalah Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL). OPL tumbuh dan berkembang di Indonesia untuk turut berperanserta aktif dalam kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai kharakteristik unik dimiliki oleh OPL membedakannya dengan organisasi pemuda ataupun organisasi lingkungan lain.Yogyakarta menjadi salah satu kota di Indonesia yang memiliki populasi OPL terbesar. Tercatat ada 21 OPL aktif berkegiatan di kota ini, dengan segala keterbatasan sekaligus kelebihannya. Berbagai cara dilakukan OPL di Yogyakartauntuk dapat ikut berkontribusi dalam gerakan lingkungan, mulai dari sekedar pengkreator konsep, agen perubahan, ataupun pelaksana aksi di lapangan. Target grup dari aksi lingkungan OPL di Yogyakarta beragam dari anak-anak, kaum muda, komunitas, hingga publik.Kata Kunci: Gerakan Lingkungan, Organisasi Pemuda Lingkungan (OPL), Yogyakarta
KONSTRIBUSI GLIDIG DI DALAM RUMAH TANGGA PETANI DUSUN SOMPOK DESA SRIHARJO YOGYAKARTA fitri ana tsany
Jurnal Sosiologi Agama Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2638.336 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2016.101-01

Abstract

Perubahan sosial yang terjadi pada desa, petani dan pertanian sudah berlangsung sejak awal kekuatan pasar memasuki pedesaan yang kemudian berdampak pada terjadinya proses monetisasi di pedesaan. Akibat dari distribusi penguasaan lahan pertanian dan sumber produksi lainnya yang tidak merata maka kesenjangan sosial semakin meningkatkan jumlah kelompok miskin. Perubahan sosial ekonomi menggiring kondisi petani pada keadaan yang semakin miskin. Adanya pembangunan infrstruktur yang terjadi di Desa Sriharjo ini kemudian mempengaruhi kepadatan penduduk dan perekonomian petani yang ada di desa tersebut.Penulis mengambil Dusun Sompok sebagai lokasi/setting dalam penelitian lapangan terkait dengan fenomena glidig. Fenomena glidig ini muncul ketika penduduk Dusun Sompok banyak yang bekerja di luar desa untuk mengais rejeki yang lebih besar dibandingkan dengan bekerja di sektor pertanian.  Hal ini terjadi ketika akses untuk keluar dibuka lebar oleh pemerintah diantaranya adalah akses transportasi dan infrastruktur yang lebih baik dibandingkan pada era orde baru. Transportasi lebih murah sehingga akses untuk keluar lebih mudah. Peneliti mengangkat tema tentang glidig dikarenakan pada orde baru Dusun Sompok menjadi wakil dari bagian desa yang kurang maju dikarenakan masalah kemiskinan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami dinamika glidig dan untuk memahami kemiskinan yang ada di Dusun Sompok Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dengan cara sensus, observasi dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah banyak cara yang ditempuh oleh penduduk Dusun Sompok untuk menjadi lebih maju yakni dengan meninggalkan sektor pertanian dan mulai memasuki sektor non pertanian. penduduk Dusun Sompok telah mengembangkan strategi bermacam jenis pekerjaan diantaranya adalah sebagai pekerja Huller dimana pekerjaan tersebut merupakan pekerjaan yang paling dominan dilakukan oleh penduduk Dusun Sompok. Kata Kunci : Kemiskinan, Perubahan Sosial, Alih Pekerjaan (glidig)
MENIKAHKAN KELUARGA BESAR: Konstruksi Relasi Sosial dalam Ritual Aruno Lahitolo Mananol Clara Monica Anakotta; Izak Lattu; Jacob Daan Engel
Jurnal Sosiologi Agama Vol 13, No 1 (2019)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.688 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2019.131-01

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisa bentuk ritual pernikahan adat Aruno Lahitolo Mananol di Negeri Amahai, Maluku yang menentukan hubungan sosial dan integrasi budaya. Ritual pernikahan berfungsi sebagai mekanisme sosial untuk mengintegrasi pengantin perempuan ke dalam keluarga besar pengantin laki-laki. Lebih dari itu, ritual aruno lahitolo mananol mengikat secara sosial keluarga besar kedua pengantin. Berdasarkan teori The Rites of Passage Vaan Gennep (1960) penelitian ini melihat ritual pernikahan sebagai transisi dari satu tahapan ke tahapan kehidupan yang lain. Tahapan pernikahan adalah penyatuan pengantin perempuan ke dalam keluarga besar baru. Penelitian ini juga dipengaruhi oleh teori identitas sosial dari perspektif sosiologi karya Steph Lawler (2014) yang berfungsi sebagai titik berangkat untuk memahami integrasi sosial dari dua klan. Data artikel ini diperoleh dari penelitian lapangan yang menggunakan metode kualitativ melalui wawancara dan observasi peneliti. Artikel ini berkesimpulan bahwa ritual aruno lahitolo mananol menciptakan perasaan terikat pada keluarga atau orang basudara (dibaca: bersaudara) yang melampaui ikatan keluarga biologis sebagai pusat dari integrasi sosial di Negeri Amahai dan Maluku secara umum.Kata kunci: Ritual Pernikahan Adat, Kekeluargaan, Integrasi SosialThis article explores forms of marriage ritual or aruno lahitolo mananol in the Village of Amahai, Maluku that construct social relationships and social integration in the area. The marriage ritual functions as social mechanism to integrate a bride to groom’ clan (mata rumah), but more than that, aruno lahitolo mananol opens avenue for the social integration for bride and groom extensive families. Based on Vaan Gennep (1960) rite of passage theory, the research perceives the marriage ritual as transition from one stage of life to another. The stage is the incorporation state as bride become the member of new clan. Steph Lawler (2014) theory on social identity from sociological perspectives functions as the milestone to understand the social integration of two clans. Data of this article come out from a field research employing qualitative method through interview, and participant observation. The article concludes that ritual of aruno lahitolo mananol creates the sense of kinship (orang basudara) beyond biological siblinghood that central to social integration the village of Amahai and Maluku in general.Keywords: Adat Marriage Ritual, Kinship, Social Integration.
POLITIK MODERAT: Studi Pemikiran Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthi Muhammad Wahdini
Jurnal Sosiologi Agama Vol 14, No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.079 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2020.141-04

Abstract

This paper discusses the thoughts of Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi in the political field. Al-Buthi is a figure that is considered by some to be controversial because it is close to the Al-Assad regime, which in fact the majority of scholars hate the Al-Assad regime which is considered wrong. This paper is the result of a study of several literary literature relating to Al-Buthi's political conception. In this case Al-Buthi places more emphasis on moderation which leads to the unity of a country. His socio-political experience in the struggle over political issues in Suriah led him to very moderate thinking. His rejection of the revolution and more agree with reform because of the comparative advantage of the two. Al-Buthi emphasizes more on how moderate politics he prioritizes the creation of unity in the state of the nation so that its benefits for citizens are met. In addition to his rejection of extreme ways of politics he also placed women's representation as part of a government
IMPLEMENTASI RESOLUSI MICRO CONFLICT BERBASIS ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION (Studi Peran Mediasi di Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak Korban Kekerasan ‘Rekso Dyah Utami’ Yogyakarta) Linda Evirianti
Jurnal Sosiologi Agama Vol 11, No 1 (2017)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.39 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2017.111-04

Abstract

Humans are social beings formed by mutual interests within the scope of the community. In relation to such reciprocity, social phenomena often arise in the form of violence or conflict arising from the existence of different interests, so that with the emergence of conflicts or disputes, the law plays an important role in resolving these conflicts, especially acts of violence against women and children. Through the Rekso Dyah Utami agency, there is an effort to minimize an act of violence. The way it is done is through the assistance of mediators in resolving cases that occurred at Integrated Service Center for Women and Children of Violence Victims (P2TPAKK) Rekso Dyah Utami through mediation practice.Keywords: communication transaction (transactional analysis), mediation, mediator.
K.H. Ahmad Dahlan (Muhammad Darwis) Nafilah Abdullah
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (433.616 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.091-02

Abstract

K.H.Ahmad Dahlan lahir di Kauman. Yogyakarta pada tahun 1868 M. Meninggal pada tahun 1923 di makamkan di Karangkajen Yogyakarta.Penggerak kebangkitan Islam di Jawa yang pertama-tama adalah perkumpulan Jamiat Khair yang berdiri di Jakarta pada tahun 1905. Dari perkumpulan inilah tokoh-tokoh baru Islam bermunculan dan mendirikan berbagai perkumpulan misalnya, Persyarikatan Ulama, di Majalengka tahun 1911, Organisasi Muhammadiyah didirikan di Yogyakarta pada 18 November 1912 atas saran-saran yang diajukan oleh murid-muridnya dan beberapa anggota Budi Utomo yang didirikan di Jakarta tanggal 20 Mei 1908 oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan beberapa orang pelajar sekolah dokter untuk mendirikan suatu lembaga pendidikan yang bersifat permanen.Oleh karena itu, Pemerintah Republik Indonesia mengangkat K.H. Ahmad Dahlan menjadi Pahlawan Kemerdekaan Indonesia dengan SK. Nomor 657 tahun 1961 (Samsu, 1996: 303)Key word: Gerakan Organisasi Muhammadiyah Kajian tentang Kontiunuitas dan Perubahan
HARMONI SOSIAL SUNNI DAN SYI’AH DI DUKUH CANDI DESA BANJARAN JEPARA: SEBUAH PENDEKATAN FUNGSIONALISME STRUKTURAL Ahmad Habiburrohman Aksa
Jurnal Sosiologi Agama Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.079 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2018.121-03

Abstract

This research takes objective of social life of two different religiouseness ideologies in Islam, those are Sunni and Syi’ah which in Candi, banjaran village. The research applies quantitative method by collecting data with technical observation. It is interview and documentary. Theory applied as approach is structural fungtionalism. So, reality of the connection between Sunni and Syi’ah that run harmonically in Candi, can be referred to aspect of their social valuesand contribution of institution inside.Social harmony connection between Sunni-Syi’ah in Candi is formed by traditional values that prevail and have a vital role of  public figures, which all this supported by all socuety elements. By considerating to a long-internaized norms in society, every part of society effort to maintyain the norms and values they have strongly as a manifestation of harmony in society. A role of public figure also supports to strengthen that condition, and society itself interacts each other to apply values consist of social values of religion, soico-cultural and mutual cooperation. Harmony in religious pluralism, flows by practice of silaturahmi betwen religious figure and society, through religious education with the purpose to support self awareness in society toward te defferenceKeywords: Social Harmony, Social Values, Role AbstrakPenelitian ini mengambil sasaran kehidupan sosial dua aliran kegamaan dalam Islam, yaitu: Sunni dan Syi’ah yang ada di dukuh Candi desa Banjaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan sebagai pendekatan adalah fungsionalisme-struktural. Sehingga potret hubungan antara Sunni dan Syi’ah yang berjalan secara harmonis di Dukuh Candi, dilihat dari aspek nilai-nilai sosialnya dan peran serta institusi sosial di dalamnya.Harmoni sosial hubungan antara Sunni-Syi’ah di Dukuh Candi, dibentuk oleh nilai-nilai tradisional yang berlaku serta peran vital tokoh-tokoh masyarakat, yang semua itu didukung penuh oleh semua elemen masyarakat. Dengan mempertimbangkan pada norma-norma yang telah lama terinternalisir di kalangan masyarakat, maka anggota masyarakat berupaya dalam mempertahankan norma dan nilai yang dimilikinya dengan kuat sebagai manifestasi rasa harmoni dalam masyarakat. Peran tokoh masyarakat turut mengukuhkan kondisi tersebut, dan masyarakat sendiri saling berinteraksi untuk mengaplikasikan nilai-nilai yang terdiri dari: nilai sosial keagamaan, sosial budaya dan gotong royong. Harmoni dalam pluralisme keberagamaan yang ada, berjalan dengan praktik silaturahmi antar tokoh kegamaan dan masyarakat, yaitu melalui pendidikan keagamaan dengan tujuan menumbuhkan kesadaran dalam masyarakat terhadap perbedaan yang ada.Kata Kunci: harmoni sosial, nilai-nilai sosial, peran.
Integrasi Sosial Muslim-Tionghoa Studi atas Partisipasi PITI DIY dalam Gerakan Pembauran Fahmi Rafika Perdana
Jurnal Sosiologi Agama Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.956 KB) | DOI: 10.14421/jsa.2015.092-06

Abstract

Agenda ethnic assimilation in Indonesia often take a lot ofattention, given the realities of multi-ethnic population.Assimilation pri and nonpri or between ethnic Chinese and theNatives have been made parties to create lasting socialintegration. One of them through the Islamization of the ethnicChinese. Associated with it, PITI who organized ethnic-ChineseMuslims, have a lot of work in the middle of complexchallenges. Various cases of ethnic violence in various cities, theMay case `98, discrimination administration services, as well asthe latent threat related to the socio-economic gap has provedthe magnitude of the challenge for assimilation movement.Apparently, humans live in a world narrowed ethnicity andgrim. This article photographing PITI organizational dynamicsand participation in the assimilation movement, accompaniedby an analysis of the drivers and internal and externalconstraints confronting. Laborious the ethnic assimilationagenda in Indonesia, the handling is one of the main pillars instrengthening national unityKeyword: Integrasi sosial, Muslim Tionghoa, Gerakan Pembauran

Page 6 of 20 | Total Record : 195