cover
Contact Name
Ahmad Subhan Yazid
Contact Email
aplikasiajournal@gmail.com
Phone
+6289512005330
Journal Mail Official
aplikasia@uin-suka.ac.id
Editorial Address
Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Jl. Marsda Adisucipto 55281 Yogyakarta Telp. 0274-550778, Fax. 0274-550776
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-Ilmu Agama is an online, open-access, peer-reviewed scientific journal that publishes original articles in the field of community service activities based on Islamic values. Aplikasia covers all disciplines including: - Dissemination of innovations, conceptual ideas, study and application of theory, and the development of community empowerment models; - Socio-economy and business, cultural and society, and educations based on Islamic values.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 24 No. 2 (2024)" : 9 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS QUIZIZZ DAN GOOGLE SLIDES Bahar , Afdi Fauzul; Dewi , Bella Tasya Kumala; Mansur, Ejah Said; Siregar, Maria Ulfah
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3611

Abstract

The COVID-19 pandemic has revolutionized the learning process, including online learning which requires educators to be more adaptive and innovative in teaching. Educators, especially teachers, must master the latest technology and learning methods, especially with the challenges in the post-pandemic era, where students tend to prefer the Learning by Doing approach. This community service activity is a Quizizz and Google Slides training for Teachers at SMA Abu Bakar IT Yogyakarta. The target of this activity is 22 educators who are community service partners. Activities are carried out offline or face-to-face consisting of presentation of materials and practices and evaluation of activities by providing training activity questionnaires. The research method used is Asset-Based Community Development (ABCD). This method can optimize organization, connect and utilize assistance from external institutions. The results of the questionnaire responses given to participants for this training activity showed positive results, this was felt because the teacher gained skills and knowledge in using the Quizizz and Google Slides platforms. ========================================== Pandemi Covid-19 telah membuat revolusi proses pembelajaran, diantaranya adalah proses pembelajaran daring yang mengharuskan para pendidik untuk lebih adaptif dan inovatif dalam pengajarannya. Tenaga pendidik khususnya guru perlu menguasai teknologi dan metode pembelajaran terkini, terutama dengan adanya tantangan di era pasca pandemi, siswa cenderung menyukai pendekatan Learning by Doing. Kegiatan pengabdian ini diwujudkan dalam bentuk pelatihan Quizizz dan Google Slides bagi para guru di SMA IT Abu Bakar Yogyakarta. Sasaran dari kegiatan ini adalah 22 Tenaga Pendidik yang merupakan mitra pengabdian. Kegiatan dilakukan secara luring yang terdiri dari pemaparan materi dan praktek serta evaluasi kegiatan dengan memberikan angket kegiatan pelatihan. Metode penelitian yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD). Metode tersebut mampu untuk mengoptimalkan pengorganisasian, menghubungkan serta memanfaatkan bantuan dari lembaga eksternal. Hasil respon angket yang diberikan kepada peserta pelatihan ini menunjukan hasil yang positif, para guru mendapatkan keterampilan dan pengetahuan dalam penggunaan Platform Quizizz dan Google Slides.
KREASI SABUN DAN LILIN DARI LIMBAH MINYAK JELANTAH SEBAGAI PELUANG BISNIS BAGI WARGA DESA NGASEM Lulu’ Choir Risalina; Ratna Nabila Permataningrum; Rio Martin; Laily Khasinatil Asror; Febriyanti, Alifia Putri
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3618

Abstract

There are 2,214 families in Ngasem Village who each produce 1 liter of cooking oil waste every month. From there, there is a need for the treatment of used cooking oil waste in the region so that the waste does not pollute the environment. The processing proposed in this research is the utilization into soap and candles. The implementation of activities uses the CBR (Community-based Research) method. In its stages, there are several series: Determining the target of the workshop, namely the women of PKK and Dasa Wisma of Ngasem Village; observing the condition of the village organization and the type of training that is often promoted; and following up the workshop with materials related to the utilization of used cooking oil waste into creations with business opportunities. Our workshop resulted in a good enthusiasm from the ladies. They were able to grasp the material well and were active in the discussion. Demonstrations were well followed, and participants were able to practice smoothly. This shows an indicator of success in delivering information, especially in terms of calculating prices as the next business opportunity. The price of soap and candle products from used cooking oil can be categorized as affordable with raw materials from daily cooking waste. =========================================== Terdapat 2.214 keluarga di Desa Ngasem yang masing-masing menghasilkan limbah minyak goreng 1 liter tiap bulan. Dari situ, ada kebutuhan akan pengolahan limbah minyak jelantah di wilayah tersebut agar limbah tidak mencemari lingkungan. Pengolahan yang diusulkan dalam penelitian ini adalah pemanfaatan menjadi sabun dan lilin. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode CBR (Community-based Research). Dalam tahapannya, terdapat beberapa rangkaian: penentuan sasaran workshop, yaitu Ibu-ibu PKK dan Dasa Wisma Desa Ngasem; observasi kondisi organisasi desa dan jenis pelatihan yang sering digalakkan; dan penindaklanjutan workshop dengan materi yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi kreasi yang berpeluang bisnis. Workshop kami menghasilkan sebuah antusias yang baik dari Ibu-ibu. Mereka dapat menangkap dengan baik materi yang disampaikan dan aktif dalam diskusi. Demonstrasi diikuti dnegan baik, serta peserta mampu mempraktikkannya dengan lancar. Hal tersebut menunjukkan indikator keberhasilan dalam penyampaian informasi, terutama dalam hal perhitungan harga sebagai peluang bisnis selanjutnya. Harga produk sabun dan lilin dari minyak jelantah dapat dikategorikan terjangkau dengan bahan baku limbah hasil olahan masak sehari-hari.
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PRODUK NUTRACEUTICAL NUGGET SINGKONG DI DUSUN BABAAN SELATAN, DESA NGASEM Aulan nadiya; Dina Nur Afida; Tsabitah Daffa' Aulia Akmal; Yustisia Sifaiyya; Alifia Putri Febriyanti
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3638

Abstract

Stunting is one of the serious problems related to child growth, one of the causes of which is the lack of nutritional intake in the form of food provided. The purpose of the activities carried out is preventive action through empowerment focused on three categories that are the main targets, namely mothers of toddlers, pregnant women, and breastfeeding mothers with a demonstration of making nutraceutical products as an effort to reduce the risk of stunting. The method used is CBR (community-based research) which focuses on problems that have occurred and the development of new solutions. The implementation of stunting education was carried out in the form of material presentations by three resource persons, application of cassava-based nutraceutical products, and questions and answers for participants who attended. The results of the activity showed an increase in participants' understanding of stunting and its prevention efforts. This can be seen from the enthusiasm when answering the speaker's questions. The implementation of activities also increases the ability to process surrounding food ingredients into stunting prevention products. The aspects of understanding and processing nutraceutical products are empowerment efforts that have been successfully carried out and are the objectives of the procurement of activities. ================================================ Stunting merupakan salah satu permasalahan serius terkait pertumbuhan anak yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi dalam bentuk makanan yang diberikan. Tujuan dari kegiatan yang dilakukan adalah tindakan preventif melalui pemberdayaan yang difokuskan kepada tiga kategori yang menjadi sasaran utama, yakni ibu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui dengan demonstrasi pembuatan produk nutraceutical sebagai upaya penurunan resiko stunting. Metode yang digunakan adalah CBR (community-based research) yang berfokus pada permasalahan yang pernah terjadi dan pengembangan solusi terbaru. Pelaksanaan edukasi stunting dilakukan dalam bentuk presentasi materi oleh tiga orang narasumber, penerapan produk nutraceutical berbahan dasar singkong, dan tanya jawab bagi peserta yang hadir. Hasil kegiatan menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman peserta terhadap stunting dan upaya pencegahannya. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme saat menjawab pertanyaan pemateri. Pelaksanaan kegiatan juga meningkatkan kemampuan pengolahan bahan pangan sekkitar menjadi produk preventif stunting. Aspek pemahaman dan pengolahan produk nutraceutical merupakan upaya pemberdayaan yang berhasil dilakukan serta menjadi tujuan dari pengadaan kegiatan 
SOCIALIZATION OF COCONUT SHELL LIQUID SMOKE AS A DEODORANT OF FOUR-LEGGED LIVESTOCK MANURE IN LOBANG, KARANGANYAR Nindi Dewi Istiqomah; Ibnu Raju Humam; Esti Mustafida; Nurroh Maya; Dwi Wahyu Priyodigdo
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3858

Abstract

This study aims to address the issue of unpleasant odors from cattle manure in Dusun Lobang, Karanganyar, Central Java, by applying liquid smoke derived from coconut shells. The primary problem identified is the ammonia odor that disrupts community comfort. The methods employed include observation, socialization, and practical training in liquid smoke production, followed by direct application to livestock shelters. The results indicate that liquid smoke effectively reduces unpleasant odors gradually, with 80% of residents demonstrating understanding and enthusiasm towards the technique. The benefits of this research include improved environmental quality and enhanced knowledge among farmers about waste management. The study's limitations include the gradual reduction of odor and the simplicity of the smoke production technology. Recommendations for future research include long-term studies and the development of more efficient production tools, as well as policy support for implementing similar technologies in other regions. ============================================= Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi masalah bau tidak sedap yang dihasilkan dari kotoran ternak sapi di Dusun Lobang, Karanganyar, Jawa Tengah, melalui pengaplikasian asap cair dari tempurung kelapa. Masalah utama yang diidentifikasi adalah bau amonia yang mengganggu kenyamanan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, dan praktik pembuatan asap cair, serta penyemprotan langsung ke kandang ternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asap cair efektif mengurangi bau tidak sedap secara bertahap, dengan tingkat pemahaman dan antusiasme warga mencapai 80%. Manfaat dari penelitian ini mencakup peningkatan kualitas lingkungan dan pengetahuan peternak tentang pengelolaan limbah. Keterbatasan penelitian meliputi variabilitas bau yang memerlukan waktu untuk menghilang dan teknologi alat pengolah yang masih sederhana. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya adalah kajian jangka panjang dan pengembangan alat yang lebih efisien, serta dukungan kebijakan untuk penerapan teknologi serupa di daerah lain.
IMPLEMENTASI MODERNISASI DAN DIGITALISASI DI PESANTREN NURUL ISLAM PUMEE WITYA SCHOOL, THAILAND Reina Syafia Salma Wonnink; Aep Kusnawan
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3871

Abstract

This study examines the implementation of modernization and digitalization at Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand which is a traditional pesantren institution to see the response to modern learning and the use of technology. Using the Sisdamas method, this study found an initial resistance to new teaching methods, such as games and songs in learning English, although on the student side they have an interest in this modern learning patterns. Digitization efforts, including the updating of the pesantren's Google Maps profile, aim to increase accessibility and visibility without compromising traditional values. The findings suggest that, despite the challenges of initial resistance, the implementation of modernization and digitalization within pesantren certainly offers opportunities to improve the quality of education and outreach of Pesantren Nurul Islam Pumee Witya in Pattani, Thailand. ============================================= Penelitian ini mengkaji tentang penerapan modernisasi dan digitalisasi pada Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand yang merupakan lembaga pesantren tradisional guna melihat respon terhadap pembelajaran modern dan pemanfaatan teknologi. Menggunakan metode Sisdamas, penelitian ini menemukan adanya resistensi awal dari pihak pesantren terhadap metode pengajaran baru, seperti permainan dan lagu dalam pembelajaran Bahasa Inggris, meskipun pada sisi siswa mereka memiliki ketertarikan terhadap pola pembelajaran modern. Upaya digitalisasi, termasuk pembaruan profil Google Maps pesantren, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan visibilitas tanpa mengorbankan nilai-nilai tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa, meskipun ada tantangan yakni penolakan di awal, penerapan modernisasi dan digitalisasi di lingkup pesantren tentu menawarkan peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan jangkauan dari Pesantren Nurul Islam Pumee Witya di Pattani, Thailand.
PENYIRAM TANAMAN OTOMATIS DENGAN SOLAR PANEL UNTUK MENDUKUNG ENERGI HIJAU BAGI PETANI DI DESA JUMPUT KECAMATAN SUKOSEWU KABUPATEN BOJONEGORO Wahyu Abryandoko, Eko; Yusuf Dawud, Moh.; Pamuji, Imam; Sifa Bimananda, Ikhwan
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3882

Abstract

Drought in agricultural lands in Jumput Village, Sukosewu District, Bojonegoro Regency, often occurs due to the lack of sufficient water sources, leading to crop failure. Green energy is now becoming a promising solution to address challenges in agriculture, energy, and the environment. One innovation introduced is an automatic plant watering system powered by solar panels and equipped with soil moisture sensors. To address these issues, a Community Service Program (PKM) was conducted. The PKM method involved several stages, starting with the socialization of the automatic watering technology. Next, technical training was carried out, involving both theoretical and practical sessions where farmers learned to operate the equipment. The evaluation method used pre-test and post-test questionnaires to measure the participants' improvements in knowledge, skills, and confidence. The evaluation results showed significant improvements, with a T-test statistic of 2.33 (p = 0.044) for knowledge and confidence and 4.71 (p = 0.0011) for skills and satisfaction. Participants expressed hope for similar training in the future. Ongoing training and technical support are recommended to ensure effective technology implementation and to increase agricultural productivity in the area. ==================================================== Kekeringan lahan pertanian di Desa Jumput, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro sering terjadi karena tidak adanya sumber air yang cukup memadai. Dampak kekeringan yang terjadi adalah gagal panen. Energi hijau kini menjadi solusi menjanjikan untuk menghadapi tantangan pertanian, energi, dan lingkungan. Salah satu inovasi yang dikenalkan adalah alat penyiram tanaman otomatis berbasis solar panel dan dilengkapi sensor kelembaban tanah. Untuk menjawab beberapa permasalahan terjadi, di lakukan program pengabdian Masyarakat (PKM). Metode PKM dilakukan dengan beberapa tahapan, pertama adalah sosialisasi mengenai teknologi alat penyiram otomatis. Selanjutnya, dilakukan pelatihan teknis yang melibatkan teori dan praktik langsung, di mana petani belajar mengoperasikan alat tersebut. Metode evaluasi dilakukan dengan kuisioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dengan uji T-statistik sebesar 2.33 (p = 0.044) untuk pengetahuan dan kepercayaan diri, serta 4.71 (p = 0.0011) untuk keterampilan dan kepuasan. Peserta mengungkapkan harapan agar pelatihan serupa diadakan di masa depan. Disarankan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan teknis untuk mendukung implementasi teknologi yang efektif, guna meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
IMPLEMENTASI APLIKASI DIGITAL TRASH MANAGEMENT DI TPS3R GO-SARI DENGAN METODE PARTICIPATORY ACTION RESEARCH Dhina Puspasari Wijaya; Ahmad Subhan Yazid; Dadang Heksaputra; Ragil Satria Wicaksana; Pipit Febriana Dewi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.3969

Abstract

Effective waste management is a challenge for the manager of the Go-Sari Reduce-Reuse-Recycle Waste Processing Station (TPS3R) in Guwosari Sub-district, especially in managing transaction data and waste-related activities. This research aims to develop and implement the Digital Trash Management application to improve the efficiency of waste management in the area. This research applies the Participatory Action Research (PAR) method that actively involves the community in every stage of the research, from identification of needs, application design, to implementation and evaluation. The application development process was carried out using the Waterfall model, which includes needs analysis, system design, development, testing, and implementation. The evaluation results show that this application is able to improve data recording accuracy and save report processing time. Questionnaire results showed a positive response from the community in implementing the application. The active participation of the community plays a significant role in the success of the implementation, especially in validating the application features to suit local needs. This study concludes that technology integration through a participatory approach is effective in supporting sustainable waste management. ==================================== Pengelolaan sampah yang efektif merupakan tantangan bagi pengelola Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Go-Sari di Kalurahan Guwosari, khususnya dalam pengelolaan data transaksi dan aktivitas terkait sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan aplikasi Digital Trash Management guna meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah di kawasan tersebut. Penelitian ini menerapkan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan penelitian, mulai dari identifikasi kebutuhan, perancangan aplikasi, hingga implementasi dan evaluasi. Adapun proses pengembangan aplikasi dilakukan dengan model Waterfall, yang mencakup analisis kebutuhan, desain sistem, pengembangan, pengujian, dan implementasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi ini mampu meningkatkan akurasi perekapan data serta menghemat waktu pengolahan laporan. Hasil kuisioner menunjukkan respon positif dari masyarakat dalam implementasi aplikasi. Partisipasi aktif masyarakat berperan signifikan dalam keberhasilan implementasi, terutama dalam memvalidasi fitur aplikasi agar sesuai dengan kebutuhan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi melalui pendekatan partisipatif efektif dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
PENDAMPINGAN PIRT DONAT SINGKONG UNTUK KOMUNITAS IBU-IBU DI KAMPUNG CAHAYA, JAKARTA Asep Maksum; Nadya Mara Adelina; Anggun Pratiwi; Aisyah Arsyad
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.4211

Abstract

In 2023, community service activities in Kampung Cahaya faced challenges in producing cassava donuts. Specifically, the donuts were not durable, lacked a distribution permit (P-IRT number), and were being marketed in a limited manner. To address these issues, it is essential to develop more standardized product innovations that are both feasible for production and suitable for sale. The proposed solution is to obtain a P-IRT permit for the women of Kampung Cahaya Village to standardize their cassava donut products. This initiative aims to assist these women in meeting product standards by using packaging labels that comply with regulatory requirements and ensuring that their production facilities meet all necessary inspection criteria. The implementation of this community service project involves two main stages: (1) Development of the knowledge and skills of women regarding effective processing systems and standards for frozen cassava donuts, and (2) Training on food safety and product permitting. The outcomes of these community service activities have led to improvements in the standardization of donut products, including the use of compliant packaging labels and enhancements in production techniques and facilities to meet established standards. ============================================================== Hasil kegiatan pengabdian masyarakat pada tahun 2023 pembuatan produk donat singkong di Kampung Cahaya terdapat kendala yaitu produk donat yang tidak tahan lama dan belum memiliki izin edar (nomor P-IRT) serta masih dipasarkan secara terbatas. Untuk itu diperlukan inovasi produk yang lebih terstandar untuk layak diproduksi dan layak dijual. Solusi yang ditawarkan adalah pembuata izin P-IRT donat singkong untuk Ibu-Ibu di Kampung Cahaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan kepada Ibu-Ibu di Kampung Cahaya dalam standarisasi produk donat singkong dengan penggunaan label kemasan yang telah memenuhi kriteria label serta hasil pemeriksaan sarana produksi yang telah memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan. Pelaksanaan abdimas pendampingan pengurusan P-IRT di Kampung Cahaya dilakukan dalam 2 tahap utama, yaitu (1) Pengembangan kualitas dan wawasan SDM Ibu-Ibu mengenai sistem dan standar pengolahan produk donat singkong frozen yang baik, (2) pelatihan keamanan pangan dan izin produk. Hasil pelaksanaan kegiatan Abdimas pendampingan pengurusan P-IRT memberikan perubahan standarisasi produk donat dengan penggunaan label kemasan yang telah memenuhi kriteria label dan perubahan teknik sertal sarana produksi yang telah memenuhi standar persyaratan yang ditetapkan.
PEMANFAATAN CANVA UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN GURU PAUD DALAM PENANAMAN NILAI MORAL AGAMA PADA ANAK USIA DINI Rohita, Rohita; Suwardi; Dody Haryadi
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v24i2.4110

Abstract

Instilling religious and moral values in early childhood education is a critical responsibility of educators. Teachers play a central role in presenting concrete and engaging media to help children comprehend these values effectively. However, the utilization of technology as a tool to develop learning media embedded with religious and moral content remains underutilized. This study addresses this gap by enhancing the ability of PAUD teachers to use the Canva application in creating storybooks with religious and moral themes. The activity employed a series of methods, including socialization, training, mentoring, assignments, and continuous support, to equip teachers with the necessary skills. The results demonstrated significant improvements in two key areas: (1) teachers' ability to create storybooks based on religious and moral values, as reflected in titles such as Allah is Most Merciful, Honesty is Cool, Helping Friends, and Rain of God's Grace, and (2) their proficiency in utilizing the Canva application for creative learning media development. This initiative highlights the potential for technology integration in fostering innovative and engaging methods of instilling moral and religious values. It is anticipated that this enhanced capability will contribute to more effective, technology-based pedagogical practices, making value-based learning enjoyable and impactful for children. ================================================= Menanamkan nilai agama dan moral kepada anak didik menjadi tanggungjawab pendidik. Guru memegang peranan penting dalam menghadirkan media konkrit dan menarik untuk membantu anak memahami berbagai materi secara efektif. Masalah yang teridentifikasi adalah rendahnya pemanfaatan teknologi sebagai alat untuk membuat media pembelajaran dengan konten nilai Agama dan moral. Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru PAUD dalam memanfaatkan aplikasi Canva dan meningkatkan kemampuan guru membuat cerita dengan konten nilai agama moral untuk anak usia dini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penugasan, dan keberlanjutan. Hasil yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru PAUD dalam dua (2) indikator yaitu peningkatan kemampuan membuat buku cerita berbasis nilai agama moral terlihat dari karya yang dihasilkan dengan judul: Allah Maha Penyayang; Jujur itu Keren; Menolong Teman; dan Hujan Karunia Allah; dan peningkatan kemampuan memanfaatkan aplikasi Canva yang dimiliki oleh seluruh peserta. Peningkatan kemampuan ini tentu diharapkan akan memberikan dampak pada kemampuan guru menghadirkan pembelajaran berbasis teknologi dalam menanamkan nilai-nilai agama moral dengan cara yang menyenangkan dan inovatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 9