cover
Contact Name
A.Zaenurrosyid
Contact Email
zaenurrosyid79@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
islamicreview@ipmafa.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman
ISSN : 20898142     EISSN : 26544997     DOI : -
Islamic Review merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Institut Pesantren Mathali'ul Falah (IPMAFA) Pati yang sebelumnya bernama Sekolah Tinggi Mathali’ul Falah Pati (STAIMAFA). Jurnal Islamic Review ini disingkat dengan “IR”. Dengan hadirnya jurnal “IR” ini diharapkan memberikan cakrawala baru mengenai keilmuan program studi (prodi) yang berada di bawah naungan IPMAFA, yaitu Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Perbankan Syari’ah (PS), Pengembangan Masyarakat Islam (PMI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Manajemen Zakat dan Wakaf (ZAWA), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), dan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Arjuna Subject : -
Articles 213 Documents
Moderasi Beragama Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam Konsep Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan Nasikhin Nasikhin; Raharjo Raaharjo; Nasikhin Nasikhin
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i1.371

Abstract

This study aims to determine the religious moderation teachings of Nahdlatul Ulama (NU) and Muhammadiyah in the concepts of Nusantara Islam and Progressive Islam and their relation to the verses of the Qur'an. The type of research is literature study with a qualitative approach that describes and analyzes library data, in the form of books, journals, magazines, and news relevant to the research theme. The results showed that; first, the teachings of religious moderation in NU are illustrated through the jargon of Islam Nusantara, while Muhammadiyah is through Progressive Islam. Second, the alternation of religious moderation between NU and Muhammadiyah is related to the Koranic verse, namely they both uphold an attitude of peace (Al Baqarah: 143), help each other (Al-Maidah: 2), and obey the leader (Annisa 59). Third, the symbol of religious moderation of NU and Muhammadiyah is more directed to pluralistic values ​​that are in accordance with the context of Islam in Indonesia which is plural so that it does not conflict with the contents of the QS. Al-Hujurat Paragraph 13. This research can be used as a means of expanding views so that people think more intelligently and clearly, and avoid acts of violence that are very contrary to Wasathiyah values.
Publication Trends of Journal Articles about Religious Moderation in Recent Years: Bibliometric Analysis Eko Harianto
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.375

Abstract

In recent years, religious moderation has piqued the interest of Indonesian experts. This research aims to conduct a bibliometric examination of multiple scientific generations over the last few years. The Scopus database was searched for publications, and six results were analysed with BibExcel software and visualised in VOSviewer. English is the principal language of publication. The year 2021 will see the most publications on religious moderation. As a result, a systematic review and meta-analysis of the content of the identified papers and the variables connected with this topic are required. It can serve as a starting point for future study in this field and a foundation for future reviews of its evolution and advancement.
Maksimalisasi Fungsi Rumah Ibadah Masyarakat melalui Peran Tokoh dan Pemuda Nagari Zainal Fadri; Mitria Candra
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui usaha tokoh masyarakat dalam mendorong pemanfaatan rumah ibadah di Jorong Tabek Sumatera Barat. Rumah ibadah masih difungsikan sebagai tempat dilaksanakan shalat wajib dan belum terdapat kegiatan keagamaan ataupun kegiatan sosial lainnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang menghasilkan data berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati dengan tujuan menggambarkan keadaan sasaran penelitian menurut apa adanya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi dalam bentuk gambar dan rekaman suara. Usaha-usaha yang dilakukan oleh Tokoh Masyarakat adalah melakukan koordinasi dan sosialisasi yang baik dan efektif terhadap masyarakat untuk melibatkan diri menyemarakkan masjid sebagai pusat sarana peribadatan dan sarana kegiatan keummatan. Usaha yang dilakukan oleh tokoh masyarakat salah satunya memprogramkan kegiatan tertentu untuk diikuti oleh masyarakat yang bertujuan untuk mengembangkan dan menambah ilmu. Dalam program kegiatan tersebut tokoh masyarakat ikut serta memfasilitasi masyarakat sebagai aktor penggerak, pendukung, dan pelaksana, sehingga terjalin pendekatan emosional spriritual yang baik antara tokoh masyarakat dengan masyarakat.
Konsep Kesejahteraan Sosial Lakatosian dalam Perspektif Maqashid Shariah Muhamad Fauzi; Awang Saputra; Encep Syarifudin
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.468

Abstract

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan tingkat kesejahteraan yang baik sehingga mendapatkan kebahagiaan. Tulisan ini bertujuan mengetahui paradigma program riset Lakatos tentang kesejahteraan sosial dalam perspektif Islam. Penelitian menggunakan jenis kualitatif dengan metode studi pustaka dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep kesejahteraan Lakatos sebagai penyedia manfaat sosial, ekonomi dan kesehatan dengan indikator peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup, pemulihan fungsi sosial, peningkatan ketahanan sosial, peningkatan kemampuan, kepedulian terlembaga dan manajemen kesejahteraan sosial. Sedangkan konsep kesejahteraan sosial perspektif Islam bersandar pada keseimbangan material dan spiritual mendapatkan kesejahteraan dunia dan akhirat bertujuan pada manfaat (maslahah), bahagia (al-falah), damai (salam) dan beruntung (muflihun) dengan indikator pelaksanaan shalat, puasa, zakat dan haji. Terdapat perbedaan antara konvergensi paradigma kesejahteraan Lakatosian bersifat positivisme materialisme duniawi, sedangkan paradigma Islam bersifat kebahagiaan dunia dan akhirat sehingga menguatkan teori-teori sosial. Implikasinya dengan kesejahteraan sosial yang dilandasi tujuan syariat (maqashid syariah) dan memperoleh peluang rahmat Allah yang tidak diperoleh dari kesejahteraan sosial Lakatos.
Potret Pribumisasi Islam Humanis dalam Babad Cirebon: Studi Analisis Wacana Kritis-Historis Ambar Hermawan
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.471

Abstract

Keberhasilan Islam masuk ke Indonesia –dan bahkan kini menasbihkan diri sebagai Negara dengan penduduk mayoritas muslimm terbesar di dunia- secara garis besar merupakan buah dari adanya pribumisasi Islam secara humanis-inklusif. Namun kini ada sebagian oknum umat Islam yang mencoba mengambil arah berlawanan dengan menyebarkan ajaran Islam secara ekslusif yang cenderung intoleran. Maka perlu bagi semua muslim di Indonesia untuk kembali belajar terhadap masa lalu tentang bagaimana Islam dibumikan di Negeri ini. Menggunakan jenis penelitian kualitatif dan bersifat library research (penelitian pustaka), serta menggunakan analisis wacana kritis-historis, penelitian ini mencoba menggali tentang bagaimana konsep dan implementasi pribumisasi Islam humanis dalam Babad Cirebon. Adapun hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tentang beberapa nilai Pribumisasi Islam Humanis yang terdapat di dalamnya. Hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap tawadhu’ atau sopan santun kepada semua manusia. Aspek ini diperlihatkan melalui pemaparan karakter santun pada Walangsungsang sebagai tokoh sentral dalam pengembaraannya dalam mencari ilmu agama dilakukan atas izin Sang Ayah Prabu Siliwangi, kendati berbeda agama dengannya. Permintaan izin dan restu tersebut adalah bagian dari konsep persamaan hak dalam humanisme religius sebagai salah satu indikator dalam pribumisasi Islam humanis.
Hermeneutika Farid Esack tentang Keadilan pada Konsep Masa Iddah bagi Perempuan Teguh Saputra
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.500

Abstract

Tindak kekerasan dan ketidakadilan terhadap perempuan masih banyak terjadi, salah satunya perempuan yang menghadapi gugatan cerai tidak mendapatkan keadilan sehingga bertentangan dengan konsep masa iddah dalam ajaran Islam. Tujuan penelitian ini yaitu membahas keadilan pada konsep masa iddah dengan menggunakan studi hermeneutika Maulana Farid Esack agar meminimalisir perceraian dan menghilangkan kekerasan sebab dalam konsep iddah terdapat kesempatan untuk mempertimbangkan keputusan yang lebih baik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan hermeneutika Farid Esack. Hasil penelitian menjelaskan hermeneutika yang digagas oleh Farid Esack yaitu hermeneutika pembebasan dengan menggunakan nalar kritis dan posisi wahyu (teks), realitas dan penafsiran saling berhubungan untuk menghasilkan sebuah penafsiran yang mengarah kepada keadilan. Cara kerja Hermeneutika Farid Esack dipengaruhi oleh beberapa tokoh seperti teori double movements Fazlur Rahman dan teori regresif-progresif Arkoun namun tujuannya sama yaitu mampu menjawab segala persoalan kontemporer. Contoh hermeneutika Farid Esack yaitu penafsiran tentang pembebasan perempuan dari tindakan penindasan dan ketidakadilan ketika hendak diceraikan dengan diperkenalkannya konsep iddah sebagaimana dalam al-Qur’an surah al-Baqarah ayat 228. Esack menjelaskan bahwa terdapat etika ketika menceraikan seorang istri dengan tetap memberikan tempat tinggal dan nafkah.
Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Islam melalui Pembiasaan dan Budaya Madrasah M Sofyan Alnashr; Zaenudin Zaenudin; Moh. Andi Hakim
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.504

Abstract

Nilai-nilai pendidikan Islam yang berpijak pada Al-Qur’an dan Hadis terkait Aqidah, Ibadah, dan Akhlak harus ditanamkan kepada anak-anak terutama melalui lembaga pendidikan formal seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI). Artikel ini bertujuan memaparkan bagaimana internalisasi nilai-nilai pendidikan Islam yang dilakukan oleh madrasah melalui pembiasaan dan budaya madrasah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui dokumen, observasi, dan wawancara mendalam. Subjek penelitian ialah Kepala MI Tarbiyatul Banin Pekalongan, MI Tarbiyatul Islamiyah Winong, dan MI Mansyaul Huda Sendangrejo. Hasil penelitian yakni program dan kegiatan keagamaan yang dikembangkan di MI ditujukan untuk mendidik anak dalam memperkuat aspek aqidah, ibadah, dan akhlak. Kegiatan tersebut dilakukan secara terus menerus setiap hari sebagai sebuah pembiasaan dengan tujuan menjadikannya sebagai budaya madrasah. Beberapa kegiatan tersebut antara lain pembiasaan pembacaan Alquran, Asmaul Husna, Sholat Dhuha berjamaah, Shodaqoh, peringatan hari besar Islam, mencium tangan guru, dan berbuat baik kepada semua. Oleh karena itu, pembiasaan dan budaya madrasah harus dilakukan dengan kerja sama semua elemen sehingga penanaman nilai keislaman dapat membentuk kepribadian anak sesuai ajaran Islam.
Strategi Konter Gerakan Islam Transnasional melalui Dakwah Struktural Siti Asiyah; Muh. Luthfi Hakim
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v11i2.507

Abstract

The majority of the Indonesian population who are Muslim with different understandings of Islam is one of the backgrounds for the emergence of new movements that "deviate" in the name of religion. The Transnational Islamic Movement is one of the new Islamic movements that have emerged in several parts of Indonesia, this movement has spread to the Jepara Regency area. Using the qualitative approach used and methods of documentation, interviews, and observations, this paper will describe the Transnational Islamic movement or organization and how the da'wah strategies were carried out in overcoming and dealing with the movement. The results of this study are the strategies used in an effort to overcome the Transnational Islamic movement through a structural approach and the intervention of various parties, both from the da'wah institutions in Jepara Regency, the Indonesian Ulama Council (MUI), Jepara Police, and Islamic Religious Counselors in Jepara Regency so that the organization or The transnational Islamic group, in this case, the Khilafatul Muslimin Ummul Quro group was successfully disbanded. Mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam dengan pemahaman Islam yang berbeda menjadi salah satu latar belakang munculnya gerakan-gerakan baru yang “menyimpang” dengan mengatasnamakan agama. Gerakan Islam Transnasional merupakan salah satu gerakan Islam baru yang muncul di berbagai wilayah Indonesia, gerakan ini telah menyebar ke wilayah Kabupaten Jepara. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode dokumentasi, wawancara, dan observasi, tulisan ini akan memaparkan gerakan atau organisasi Islam Transnasional dan bagaimana strategi dakwah yang dilakukan dalam mengatasi dan menghadapi gerakan tersebut. Hasil penelitian ini adalah strategi yang digunakan dalam upaya mengatasi gerakan Islam Transnasional melalui pendekatan struktural dan intervensi oleh berbagai pihak, baik dari lembaga dakwah di Kabupaten Jepara, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Jepara , dan Penasihat Agama Islam di Kabupaten Jepara sehingga organisasi atau kelompok Islam transnasional dalam hal ini kelompok Khilafatul Muslimin Ummul Quro berhasil dibubarkan.
Kontekstualisasi Nilai-Nilai Pancasila dan Hadis dalam Merespon Fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) Sarmida Hanum; Muhammad Sabri
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 12 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v12i1.506

Abstract

This study aims to contextualize the values of Pancasila and Hadith in responding to the phenomenon of LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, and Transgender) as a human unnaturalness. This article also seeks to reveal how the fundamental differences between Pancasila and Hadith in responding to LGBT as well as our attitude towards LGBT people in the current context. This research is a library research with data analysis techniques using content analysis. The data analysis technique in this research is done by collecting all materials related to LGBT through Google Scholar both in the perspective of Pancasila and Hadith. Then conducted a literature review of the content in depth. The findings are Pancasila and Hadith have the same perspective that LGBT cannot be legalized. Pancasila and Hadith limit freedom of expression and not unlimited freedom. Our attitude towards LGBT people in the context of today is to embrace, rehabilitate, and provide education, not to judge, discriminate, and segregate them.
Kajian Sains terhadap Keharaman Bangkai sebagai Makanan dan Dampaknya bagi Kesehatan Agus Fakhruddin; Mohammad Rindu Fajar Islamy; Amalia Putri Salsabila; Nabila Erma; Zaki Fahreza Sururi
Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 12 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) IPMAFA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35878/islamicreview.v12i1.569

Abstract

This study aims to analyze the prohibition of carrion for consumption through a scientific approach. A comprehensive understanding of this is expected to be an important foothold for Muslims to adhere to religious principles. The research method uses qualitative with a literature study approach. Data were collected from various credible sources such as journals, books, books of turats, and others. Data analysis uses the Miles and Huberman framework which consists of three steps; 1) data display, 2) data reduction, and 3) conclusion. The results showed: 1) animals that have become carcasses are not 100% the same as the conditions when they were alive; 2) the phagocytosis process that plays a role in maintaining the leukocyte white blood cell system can stop in dead animals and eventually trigger the acceleration of the development of microbes in the body; 3) Microflora contained in carcasses include Salmonella, Campylobacter Jejuni, Listeria Monocytogenes and Escherichia Coli. These microbes are harmful to human health as they can cause diseases such as diarrhea, dysentery, and other clinical infections such as meningitis.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 2 (2025): Oktober 2025 Vol 14 No 1 (2025): April 2025 Vol 13 No 2 (2024): October 2024 Vol 13 No 1 (2024): April 2024 Vol 12 No 1 (2023): April 2023 Vol 11 No 2 (2022): Oktober 2022 Vol 11 No 1 (2022): April 2022 Vol 10 No 2 (2021): Oktober 2021 Vol 10 No 1 (2021): April 2021 Vol 9 No 2 (2020): Oktober 2020 Vol 9 No 1 (2020): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 8 No 2 (2019): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 8 No 1 (2019): Islamic Review: Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 7 No 2 (2018): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 7 No 1 (2018): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 2 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 6 No 1 (2017): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 5 No 2 (2016): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 5 No 1 (2016): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 4 No 2 (2015): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 4 No 1 (2015): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 3 No 2 (2014): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 3 No 1 (2014): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 2 No 2 (2013): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 2 No 1 (2013): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 1 No 2 (2012): Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman Vol 1 No 1 (2012): Islamic Review More Issue