cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
AKTIVITAS ANTIFUNGI KRIM DAUN KETEPENG CINA (Senna alata L. Roxb.) TERHADAP Trichophyton mentagrophytes Tri Setyo Bayuaji; Ika Yuni Astuti; Binar Asrining Dhiani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i3.745

Abstract

ABSTRAK Salah satu obat tradisional yang digunakan sebagai obat kurap, obat kelainan kulit yang disebabkan oleh parasit kulit adalah ketepeng cina. Ekstrak etanol daun ketepeng cina diketahui memiliki aktivitas anti jamur secara in vitro terhadap Trichophyton mentagrophytes. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan pengaruh konsentrasi ekstrak daun ketepeng cina terhadap sifat fisik dan aktivitas anti jamur dalam sediaan krim. Penelitian dilakukan dengan membuat sediaan krim dengan 3 variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ketepeng cina. Krim kemudian diuji sifat fisik dan aktivitas anti jamurnya terhadap Trichophyton mentagrophytes. Hasil evaluasi daya sebar dan daya lekat sediaan krim menunjukan bahwa semakin besar konsentrasi ekstrak dalam formulasi sediaan, maka semakin menurun daya lekat dan daya sebarnya. Variasi konsentrasi ekstrak tidak memberi pengaruh pada viskositas krim. Variasi konsentrasi ekstrak memberikan pengaruh terhadap aktivitas anti jamur terhadap Trichophyton mentagrophytes, semakin besar konsentrasi ekstrak maka semakin besar zona hambat yang dihasilkan. Sebagai kesimpulan, variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ketepeng cina mempengaruhi sifat fisik dan aktivitas anti jamur sediaan krim. Formula krim yang menunjukan aktivitas anti jamur paling baik adalah formula yang mengandung ekstrak 1,5%. Kata kunci: krim, ketepeng cina, antifungi, Trichophyton mentagrophytes. ABSTRACT One of traditional medicine which can be used to treat ringworm and skin disorder caused by skin parasites is Senna alata. In vitro research showed that ethanolic extract of ketepeng cina’s leaves has antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. This research was aimed to determine the effect of varied concentration of ketepeng cina leaves extract on physical properties and antifungal activity of cream dosage form. Creams were formulated with 3 variation of concentration of Senna alata leaves extract, and then cream were determined the physical characteristic and its antifungal activity against Trichophyton mentagrophytes. The results showed that the adhesion and spreading activity of creams decreased as Senna alata leaves extract was added. Extract concentration was not affected the cream viscosity. Variation of extract concentration showed inhibition against Trichophyton mentagrophytes. Inhibition area was increased as the leaves extract added. Variation concentration of ketepeng cina leaves extract affected the cream spreading, adhesion and antifungal activity. Cream with 1.5% extract exhibited the highest antifungal activity. Key words: cream, Senna alata, antifungal, Trichophyton mentagrophytes.
Analisis Efektivitas Biaya dan Terapi Antipsikotik Haloperidol-Klorpromazin dan Risperidon-Klozapin pada Pasien Skizofrenia Fina Aryani; Ditta Heriani; Nofriyanti Nofriyanti; Septi Muharni; Husnawati Husnawati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.733 KB)

Abstract

Penggunaan jangka panjang terapi antipsikotik merupakan beban biaya yang ditanggung pasien skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas biaya dan efektivitas terapi kombinasi oral haloperidol-klorpromazin (tipikal) dibanding terapi kombinasi oral risperidol-klozapin (atipikal) pada pasien skizofrenia di ruang Unit Perawatan Intensif Psikiatrik (UPIP) di salah satu rumah sakit jiwa yang ada di Provinsi Riau. Penelitian dilakukan secara prospektif menggunakan rekam medik periode Februari hingga Mei 2016, dengan teknik accidental sampling. Dimana didapatkan yaitu nilai ACER (obat) kelompok terapi haloperidol-klorpromazin Rp 402,90 sedangkan terapi risperidon-klozapin Rp 4.848,53 dan nilai ACER (total) kelompok terapi haloperidol-klorpromazin Rp 302.073,43 sedangkan terapi risperidon-klozapin Rp 339.476,85. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi kombinasi haloperidol-klorpromazin lebih cost-effective.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KONTRASEPSI SUNTIKAN DENGAN KEJADIAN DROP OUT KONTRASEPSI SUNTIKAN PADA PASANGAN USIA SUBUR DI KECAMATAN BATURADEN KABUPATEN BANYUMAS Iskandar Soedirman; Elly Marlina
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v6i01.404

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk relatif masih tinggi sehingga untuk menekan laju pertumbuhan penduduk Pemerintah menerapkan program Keluarga Berencana, salah satunya program Kontrasepsi Suntikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian drop out kontrasepsi suntikan pada pasangan usia subur di Kecamatan Baturaden. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sampel yang berupa responden yang merupakan peserta KB Suntik di Kecamatan Baturaden dengan sampel sejumlah 370 responden, data dikumpulkan dari penyebaran kuesioner hasilnya dianalisis secara deskriptif non analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan tingkat pengetahuan dengan kejadian drop out kontrasepsi suntikan pada pasangan usia subur di Kecamatan Baturaden. Kata kunci: Kontrasepsi Suntikan, Drop Out¸ Kecamatan Baturaden Abstract The population growth is still high, to decrease it the government applies KB (Keluarga Berencana). One of the contraceptions is parental contraception. The aim of this research was to know the drop out accident had been invertigated PUS (pasangan usia subur) on Baturaden district. The research was done by taking the sample in Baturaden district. 370 randomized samples that were acceptor of parenteral KB in Baturaden district.The data were gather by quisioner, and the result were descriptif non analytic analized. The result of this research showed that there was relation between PUS knowledge level and drop out accident. Keywords: Parenteral contraception, drop out, Baturaden district.
ANALISIS SIKLAMAT PADA AGAR-AGAR YANG BEREDAR DI PASAR WAGE PURWOKERTO DENGAN METODE KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI Rizki Widyaningsih; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.433

Abstract

Telah dilakukan penetapan kadar siklamat dalam makanan kemasan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT). Sampel yang digunakan adalah agar-agar yang beredar di Pasar Wage Purwokerto. KCKT yang digunakan adalah fase terbalik dengan fase diam kolom shimpack octadesylsilane (ODS) dan fase gerak metanol:air (30:70) dengan kecepatan alir 1 mL/menit. Detektor yang digunakan adalah detektor UV dengan panjang gelombang pengukuran 220 nm. Penentuan linierita pada kurva kalibrasi menunjukkan hubungan yang linier antara luas area dengan konsentrasi siklamat. Persamaan kurva kalibrasi adalah y = 0,959 x + 0,003 (r=0,999). Nilai limit of detection (LOD) dan limit of quantitation (LOQ) berturut-turut sebesar 6,5 x 10-3 dan 0,022 mg/mL. Hasil uji presisi menunjukkan metode memiliki presisi yang baik dengan nilai relative standard deviation (RSD) sebesar 0,31%, namun ketepatan metode kurang memenuhi persyaratan. Berdasarkan hasil penetapan kadar, diperoleh bahwa kadar rata-rata siklamat dalam sampel agar-agar diperoleh sebesar 1,99 mg/mL. Kata kunci: siklamat, KCKT, pemanis buatan
OBAT DAN SUPLEMEN UNTUK OSTEOARTHRITIS Rina Herowati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.849

Abstract

ABSTRAK Osteoarthritis (OA) merupakan salah satu penyebab ketidakmampuan beraktivitas pada geriatri. Tujuan terapi OA adalah untuk mengontrol gejala, meminimalkan ketidakmampuan, dan meningkatkan kualitas hidup. Tata laksana OA meliputi terapi non farmakologi, terapi farmakologi, dan pembedahan. Terapi farmakologi lebih lanjut dibagi lagi menjadi terapi simptomatik dan terapi pemodifikasi penyakit. Asetaminofen merupakan terapi lini pertama, digunakan dengan mempertimbangkan resiko toksisitas saluran cerna dan kardiovaskuler, terutama pada geriatri. Injeksi glukokortikoid maupun asam hialurodonat intra-articular memberikan efek jangka pendek yang menguntungkan. Saat ini riset masih terus dilakukan terhadap obat pemodifikasi penyakit, seperti tetrasiklin, asam glikosaminoglikan polisulfat, pentosan polisulfat, diacerein, glukosamin dan lain-lain. Saat ini masih terus dilakukan riset target obat baru antagonis reseptor IL-1R (IL-1Ra), inhibitor mitogen-activated protein (MAP) kinases, maupun inhibitor NF-kappaB. Selain itu terapi gen, tranplantasi chondrocyte dan stem cell juga sedang dikembangkan. Berbagai suplemen sudah banyak digunakan untuk terapi OA, seperti glukosamin, chondroitin sulfate, ekstrak jahe, alpukat, dan kedelai, herba cakar kucing, dan tulang rawan hiu. Glukosamin dan chondroitin sulfate, merupakan nutraseutikal yang memberikan efek paling bermakna dalam terapi OA. Kata kunci: osteoarthritis, terapi farmakologi, suplemen. ABSTRACT Osteoarthritis (OA) is one cause of disability activities in geriatrics. The goals of OA therapy are to control symptoms, minimize disability and improve the quality of life. Management of OA include non-pharmacological therapy, pharmacological therapy, and surgery. Pharmacological therapy is further classified into symptomatic therapy and disease modifying therapy. Acetaminophen, the first-line symptomatic therapy, is used by consider the risk of gastrointestinal and cardiovascular toxicity, especially in geriatric. Intra-articular injection of glucocorticoid or hyalurodonic acids provided short-term benefit effects. Currently research is still conducted on disease modifier drugs, such as tetracycline, glycosaminoglycans polysulfuric acid, pentosan polysulphate, diacerein, glucosamine and others. Researchs of new drug targets such as Interleucine-1R receptor antagonist (IL-1Ra), inhibitors of mitogen-activated protein (MAP) kinases, NF-kappaB inhibitor, are also continuously conducted. In addition, gene therapy, stem cell and chondrocytes transplantation also being developed. Various supplements have been widely used for the treatment of OA, such as glucosamine, chondroitin sulfate, ginger extract, avocado and soy, herbs cat's claw, as well as shark cartilage. Glucosamine and chondroitin sulfate are nutraceuticals that provided the most significant effect in the treatment of OA. Key words: osteoarthritis, pharmacological therapy, supplements drug.
Uji Aktivitas Antifungi Anggur Laut (Caulerpa sp.) Asal Pulau Ambai Serui Terhadap Fungi Candida krusei dan Candida albicans Kristine Destrianita Siagian; Daniel Lantang; Sepriyanto Dirgantara; Eva Susanty Simaremare
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.574 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v15i1.3018

Abstract

Anggur laut (Caulerpa sp.) memiliki potensi sebagai bahan obat antifungi baru karena mengandung beberapa senyawa aktif seperti saponin dan flavonoid yang bekerja sebagai antifungi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji aktivitas antifungi ekstrak anggur laut (Caulerpa sp.) yang diekstraksi dengan 3 pelarut (dietil eter, etil asetat, dan etanol) terhadap fungi Candida krusei dan Candida albicans. Pengujian antifungi menggunakan metode difusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), 7 perlakuan, dan 3 kali pengulangan, dimana 7 perlakuan yang dimaksud adalah dengan menggunakan konsentrasi 100, 250, 500, 750, dan 1000 ppm, kontrol positif menggunakan flukonazol 5 μg dan kontrol negatif yaitu akuades steril. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pelarut dari ekstrak dietil eter, etil asetat, dan etanol dari anggur laut mampu menghambat pertumbuhan fungi Candida krusei dan Candida albicans pada konsentrasi 100, 250, 500, 750, dan 1000 ppm. Hasil uji menunjukkan konsentrasi efektif untuk menghambat fungi Candida krusei pada ekstrak etanol dan Candida albicans adalah pada ekstrak etil asetat adalah 1000 ppm.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL EKSTRAK LENGKUAS (Alpinia galanga) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis. Renny Amelia; Sudarso Sudarso; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i3.579

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri gel ekstrak lengkuas terhadap P. aeruginosa dan B. subtilis. Dalam penelitian ini ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi. Sifat fisik yang diuji adalah organoleptis, pH, dan viskositas. Senyawa minyak atsiri eugenol dan flavonoid diidentifikasi menggunakan KLT. Data viskositas dianalisis dengan uji anava dua arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Diameter zona hambat antibakteri dianalisis dengan uji anava satu arah dengan taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji BNT. Gel ekstrak lengkuas mempunyai sifat organoleptis dan pH yang stabil selama 28 hari, tapi viskositas gel menurun seiring bertambahnya hari. Gel ekstrak lengkuas memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. aeruginosa, tapi tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. subtilis. Kata kunci: ekstrak lengkuas, aktivitas antibakteri, minyak atsiri eugenol dan flavonoid. ABSTRACT A research on antibacterial activity of ginger extract gel was done to know antibacterial activity of gel of ginger extract against Pseudomonas aeruginosa and Bacillus subtilis. In this research extraction was done by maseration method with 70% ethanol as solvent. Antibacterial activity test used diffusion method. Gel was tested pHysical properties for organoleptic, pH, and viscosity. Volatile oil and flavonoid compound were identified by TLC method. The viscosity data was analyzed by two way anava test with 95% significance level continued by LSD. The diameter of clear zone was analyzed by one anava with 95% significance level continued by LSD. Ginger extract is stable organolepticcally and pH for 28 days storage, but viscosity of gels decreases by time. The result showes that ginger extract gel has antibacterial activity against P. aeruginosa, but does not have antibacterial activity against B. subtilis. Key words: ginger extract (Alpinia galanga), antibacterial activity, volatile oil eugenol and flavonoid.
ANALISIS CEMARAN TEMBAGA DALAM AIR SUMUR INDUSTRI PELAPISAN EMAS DI KOTA TEGAL DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM Listiowati Listiowati; Wiranti Sri Rahayu; Pri Iswati Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i03.1132

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang analisis tembaga dalam air sumur. Tujuan dari penelitian ini untuk menetapkan kadar tembaga dalam air sumur. Analisis menggunakan metode spektrofotometri serapan atom (SSA) dengan destruksi basah. Panjang gelombang untuk pengukuran tembaga adalah 324,8 nm. Hasil analisis menunjukkan bahwa logam tembaga pada semua sampel tidak terdeteksi. Hasil validasi metode analisis yang telah dilakukan meliputi akurasi, presisi, dan linearitas (0,2–1,0 ppm) memenuhi persyaratan yang ditentukan. Persamaan regresi linear kurva baku y = 0,034 x–1,76 . 10 -3 dan r = 0,998. Kata Kunci: analisis tembaga, air sumur, spektrofotometri serapan atom (SSA). ABSTRACT It had been done research about analysis of copper in ground water. The purpose of this research was to determine levels of copper in ground water. Analysis using atomic absorption spectrophotometry (AAS) method with wet destruction. Measurement wavelength was 324.8 nm for copper. The analysis showed that the concentration of copper metal was not detected in all samples. The results of the validation method of analysis has been conducted include accuracy, precision, and linearity (0.2 to 1.0 ppm) to meet the specified requirements. Standard curve linear regression equation y = 0.034x-1.76.10-3 and r = 0.998 Keywords: analysis of copper, ground water, atomic absorption spectrophotometry (AAS).
POLA TERAPI PADA PASIEN KANKER NASOFARING DI RSUD Prof. Dr. MARGONO SOEKARJO Laeli Mustajabah; Didik Setiawan; Sudarso Sudarso
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v9i2.707

Abstract

ABSTRAK Penanggulangan kanker nasofaring sampai saat ini menjadi suatu masalah, gejala yang tidak spesifik dan letak nasofaring yang tersembunyi mengakibatkan keterlambatan dalam diagnosa yang akan mempengaruhi keberhasilan terapi dan prognosis yang buruk. Keberhasilan terapi yang tinggi dan kelangsungan hidup jangka panjang hanya terjadi pada kanker stadium awal dibandingkan stadium akhir. Memberikan gambaran pola terapi pada pasien kanker nasofaring di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo (RSMS). Mendapatkan gambaran jenis obat kanker yang digunakan pada pasien kanker nasofaring di RSMS. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan penelitian adalah cross sectional deskriptif dan metode pengambilan data secara retrospektif melalui rekam medik pasien. Sampel penelitian 199 pasien dengan perbandingan laki-laki dan perempuan 2,6:1, rata-rata umur pasien kanker nasofaring adalah 49,06±1,49 tahun (kisaran : 5-82th). Pasien datang ke RSMS kebanyakan sudah stadium lanjut (III dan IV) (30,1%). Sebanyak 143(71,6%) pasien mendapat terapi kanker dan 56(28,1%) pasien tidak mendapatkan terapi kanker. Terapi yang digunakan pada setiap stadium berbeda. Terdapat 3 jenis terapi yang digunakan di RSMS yaitu radioterapi 89(62,2%), kemoterapi 33(23,1%) dan kemoradiasi 21(14,7%). Golongan obat kanker yang digunakan adalah golongan alkilator, taxan, antibiotik dan alkaloid vinka. Diketahui banyak pasien yang memiliki kelengkapan jumlah siklus dan penyinaran yang rendah. Penyakit penyerta yang paling banyak adalah anemia 11(22,5%) dan golongan obat lain yang paling banyak digunakan adalah golongan analgetik 107(74,6%). Berdasarkan stadium kanker radioterapi adalah terapi yang paling banyak digunakan. Obat yang paling banyak digunakan pada kemoradiasi dan kemoterapi adalah cisplatin. Kata kunci: kanker nasofaring, pola terapi. ABSTRACK Nasopharyngeal cancer prevention until now become a problem, because early symptoms are not spesific and hidden location of nasopharyngeal cause a delay to diagnosis that will affect therapeutic efficacy and poor prognisis. High therapeutic efficacy and long term survival only achieved for patient who have early stage than advanced stage. This research purpose to provide overview a treatment pattern of nasopharyngeal cancer patients in Prof. Dr. Margono Soekarjo hospital (RSMS) and provide overview of cancer drugs types used in patient with nasopharyngeal cancer in RSMS. The research is observational research with descriptive cross sectional research design and retrospective methods of data collection through the medical records of patients. The total study population was 199 patients with a ratio of male and female was 2,6:1, the average age of nasopharyngeal cancer patients was 49.06 ± 1,49 years old (range: 5-82th). Patients come to RSMS have advanced stage (III and IV) (30,1%). 143(71,6) patients received cancer therapy and 56(28,1%) patients without cancer therapy. Therapy used in each stage is different. Three types of therapy used in RSMS. There are radiotherapy 89(62,2%), chemotherapy 33(23,1%) and chemoradiation 21(14,7%). Class of cancer drugs used are alkilator, taxan, antibiotics and alkaloids vinca. The most of patient have low in completed chemotherapy cycle and number of radiotherapy. Patients with comorbidities most anemic 11(22,5%) patients and the drug classes most widely used analgesic 107(74,6%). Based on cancer stage, radiotherapy is more widely used. The most widely used drugs in chemotherapy and chemoradiation is cisplatin. Keywords: nasopharyngeal cancer, the pattern of treatment.
Uji Potensi Minyak Atsiri Daun Zodia (Evodia suaveolens Scheff) Sebagai Insektisida Nyamuk Aedes Aegypti L Dengan Metode Elektrik Eva Susanty Simaremare; Fitriani Diah Lestari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.86 KB)

Abstract

Aedes aegypti L merupakan nyamuk penyebab penyakit demam berdarah yang biasanya dibasmi dengan menggunakan insektisida. Zodia (Evodia suaveolens Scheff) adalah tanaman khas dari Papua yang biasa digunakan masyarakat secara tradisional untuk mengusir nyamuk. Kandungan yang terdapat di dalam daun zodia adalah linalool dan pinene yang telah diuji secara ilmiah yang mampu membunuh nyamuk. Minyak atsiri dari daun zodia akan dibuat sebagai insektisida dalam bentuk mat dengan metode elektrik. Tujuan penelitian ini adalah membuat mat obat nyamuk dari daun zodia dengan metode elektrik dan menguji potensi minyak atsiri dari daun zodia sebagai insektisida nyamuk Aedes aegypti L. Uji potensi insektisida minyak atsiri dilakukan dengan menggunakan kontrol positif (d-aletrin 0,01 g/l), kontrol negatif (air suling) dan sampel minyak daun zodia. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perolehan minyak atsiri dari proses distilasi uap sebesar 3,2 ml/kg. Proses karakterisasi linalool dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) positif didapatkan dengan warna biru setelah disemprotkan asam sulfat 10% dan nilai Rf 0,33. Minyak atsiri dari daun zodia dapat digunakan dalam bentuk mat dengan metode elektrik dan memiliki aktifitas membunuh nyamuk Aedes aegypti L dengan interval waktu sekitar 20-30 menit.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue