cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PURBALINGGA Fendi Nugroho; Pri Iswati Utami; Ika Yuni Astuti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.603

Abstract

ABSTRAK Pneumonia dapat terjadi sepanjang tahun yang merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi pada anak-anak dan orang dewasa. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakteristik pasien pneumonia yang meliputi umur dan jenis kelamin pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Purbalingga dan mengetahui gambaran penggunaan antibiotik serta kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia yang meliputi jenis antibiotik, ketepatan dosis antibiotik, cara pemberian antibiotik, dan lama pemberian antibiotik di Rumah Sakit Umum Daerah Purbalingga yang dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medik dari Rumah Sakit Umum Daerah purbalingga dan Standar Pelayanan Medik dari Ikatan Dokter Indonesia. Penelitian ini bersifat deskriptif non analitik, dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan menggunakan alat kartu rekam medik pasien dan diperoleh 132 kasus untuk pasien pneumonia. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah pasien anak lebih bayak dibandingkan dengan pasien dewasa yaitu 84 pasien anak (63,64%) dan 48 pasien dewasa (36,36%), untuk jenis kelamin pasien laki - laki lebih banyak dibandingkan pasien perempuan yaitu 70 pasien laki - laki (53,03%) dan 62 pasien perempuan (46,97%). Jenis antibiotik yang digunakan pada pasien pneumonia di Rumah Sakit Umum Daerah Purbalingga yaitu untuk ampisilin, amoksisilin, ciprofloksasin,sefadroxil, eritromisin, gentamisin, dan kotrimoksazol. Durasi rawat inap terbanyak yaitu 5 hari. Jenis antibiotik pada pasien anak tidak sesuai dengan Standar Pelayanan Medik Rumah Sakit Umum Daerah Purbalingga dan 65,48% sesuai dengan Standar Pelayanan Medik dari Ikatan Dokter Indonesia dan selanjutnya pada pasien dewasa 87,5 % sesuai dengan Standar Pelayanan Medik Ikatan Dokter Indonesia. Lama perawatan yang dibandingkan dengan Standar Pelayanan Medik Ikatan Dokter Indonesia yaitu 40,48 % sesuai standar prosedur serta untuk cara pemberian tidak dapat dianalisis kesesuaiannya. Kata kunci: Antibiotik, Pneumonia, Pasien Rawat Inap, RSUD Purbalingga ABSTRACT Pneumonia can occur throughout the year which is one of the highest cause of death in children and adults. The purpose of this study is to determine the characteristics of pneumonia patients that includes age and sex of patients at the Regional General Hospital Purbalingga and know the description of the use of antibiotics and the appropriateness of antibiotic usage in patients with pneumonia, including antibiotics, dosage precision of antibiotics, route of administration of antibiotics, and duration of antibiotics in Purbalingga Regional General Hospital are comparable to the Medical Care Standard from Purbalingga Regional General Hospital and Medical Service Standards from the Indonesian Doctors Association. This study is a non-analytical descriptive, and data collection was conducted retrospectively by using patient's medical record cards and 132 cases for the patient's pneumonia. From the results of this study indicate that the number of pediatric patients is more stout than the adult patient are 84 child patients (63.64%) and 48 adult patients (36.36%), for sex male patient - more male than female patients is 70 male patients - male (53.03%) and 62 female patients (46.97%). Types of antibiotics used for pneumonia patients in Regional General Hospital Purbalingga is ampicillin, amoxycillin, ciprofloksasin, sefadroxil, erythromycin, gentamicin, and cotrimoxazole. Duration of hospitalization most of 5 days. Type of antibiotics in child patients 100% not in accordance with Standards of Medical Care District General Hospital Purbalingga and 65,48% accordance within Indonesia Doctors Association and then 87.5% in adult patients within their Standards of Medical Service from the Indonesia Doctors Association. Length of treatment compared with the Standard of Medical Service from the Indonesian Doctors Association is 40.48% according to standard procedures, and procedures for how the provision can not be in conformance analysis. Key words: Antibiotics, Pneumonia, Inpatient, Hospital Purbalingga
Analisis In-Silico Senyawa Diterpenoid Lakton Herba Sambiloto (Andrographis Paniculata Nees) Pada Reseptor Alpha-Glucosidase Sebagai Antidiabetes Tipe II Rizky Arcinthya Rachmania; Supandi Supandi; Oetari Anggun Larasati
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Diabetes mellitus (DM) tipe II merupakan penyakit kronis dengan jumlah penderita jutaan orang di dunia. Diabetes mellitus tipe II disebabkan oleh hormon insulin yang tidak mencukupi atau tidak efektif, sehingga tidak dapat bekerja secara normal. Enzim α-glukosidase bekerja pada dinding usus halus, dimana α-glukosidase akan memecah oligosakarida atau polisakarida menjadi glukosa yang dapat diserap oleh usus halus sehingga terjadi peningkatan kadar gula dalam darah. Herba sambiloto memiliki banyak senyawa diterpenoid lakton yang mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah. Senyawa diterpenoid lakton dapat menghambat penyerapan glukosa melalui penghambatan enzim α-glukosidase dan α-amilase. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandidat obat yang berasal dari senyawa diterpenoid lakton herba sambiloto yang diharapkan mampu menurunkan kadar glukosa dalam darah dengan metode molecular docking. Sepuluh senyawa aktif diterpenoid lakton sambiloto akan dibandingkan dengan acarbose. Hasil dari penelitian ini, dua senyawa diterpenoid lakton yang memiliki energi bebas terendah dan residu asam amino yang sesuai adalah 14-deoksiandrografolida dengan nilai energi -8,0 kkal/mol dan 19-O-asetilanhidroandrografolida dengan nilai energi -8,7 kkal/mol, sedangkan acarbose memiliki nilai energi -7,6 kkal/mol. Bioavaibilitas oral menurut aturan Lipinski, ligan 14-deoksiandrografolida dan 19-O-asetilanhidroandrografolida juga memiliki bioavaibilitas oral yang tinggi dibandingkan acarbose. Dapat disimpulkan bahwa 14-deoksiandrografolida dan 19-O-asetilanhidroandrografolida dapat menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kata kunci: α-glukosidase, diterpenoid lakton, sambiloto. ABSTRACT Diabetes mellitus type II is a chronic disease with the high prevalence worldwide. Diabetes mellitus is caused by insulin insufficiency or infectivity, so it cannot work normally. Sambiloto herb is one of medicinal herbs used to prevent diabetes mellitus. Sambiloto herb contained many diterpenoid lactone compounds that is active in lowering blood glucose levels. A diterpenoid lactone compound inhibits the absorption of glucose through inhibition of α-glucosidase and α-amilase enzymes. This research aims to obtain drug candidate derived from diterpenoid lactone compounds of sambiloto with molecular docking method. Ten active diterpenoid lactone compounds of sambiloto will be compared to acarbose. The result, two diterpenoid lactone compounds have the lowest free energy and suitable residue of amino acid, they are 14-deoxyandrographolide and 19-O-acetilanhydroandrographolide with the value of energy are -8,0 kcal/mol and -8,7 kcal/mol, respectively. Acarbose has the value of energy -7,6 kcal/mol. Oral bioavailability according to Lipinski rules, 14- deoxyandrographolide and 19-O-acetilanhydroandrographolide are also have high oral bioavailability compared to acarbose. The conclusion is, 14-deoxyandrographolide and 19-O-acetylanhydroandrographolide can lower glucose blood levels. Key words: α-glucosidase, diterpenoid lactone, docking, sambiloto.
EFEK HEPATOPROTEKTIF EKSTRAK ETANOL DAUN SENDOK (Plantago major L) PADA TIKUS MODEL HEPATOTOKSIK : TINJAUAN ANATOMI DAN HISTOPATOLOGI Eman Sutrisna; Annisa A Fitriani; Setiawati Setiawati; Islimsyaf A Salim; Ani M Maskoen
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v10i1.771

Abstract

ABSTRAK Hepar merupakan organ yang berisiko mengalami kerusakan akibat berbagai obat maupun bahan kimia lingkungan yang masuk ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan gangguan metabolisme dan homeostasis sistemik. Daun sendok (Plantago major L.) mengandung senyawa aktif yang memiliki efek antiinflamasi, antiapoptosis, antiproliferatif, antioksidan dan hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian ekstrak etanol daun sendok terhadap penurunan volume, massa dan perbaikan gambaran histopatologi hepar tikus Wistar (Rattus norvegicus) model hepatotoksik. Penelitian berupa eksperimental dengan desain post test only with control group design. Sebanyak 21 ekor tikus wistar (Rattus norvegicus) dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol sehat (K0) diberi akuades, kelompok kontrol negatif (K1) diberi omeprazol dosis 10 mg/200 g BB tikus dan ciprofibrat 16 mg/200 gBB tikus/hari, dan kelompok intervensi (K2) diberi omeprazol dosis 10 mg/200 g BB tikus, ciprofibrat 16 mg/200 g BB tikus/hari, dan ekstrak etanol daun sendok 100 mg/200 g BB tikus. Derajat kerusakan hepar ditentukan menggunakan skor Manja Roenigk. Semua hewan coba dikorbankan dibawah pengaruh anestesi setelah perlakuan selama 2 bulan. Organ liver hewan coba diambil untuk pemeriksaan massa, volume dan histopatologi liver. Data massa dan volume hepar dianalisis secara statistika dengan Uji Kruskal- Wallis, dilanjutkan uji beda Mann-Whitney serta uji one way ANOVA untuk menganalisis perbedaan gambaran histopatologi hepar, dilanjutkan uji pos hoc. Terdapat perbedaan bermakna rerata massa hepar, volume dan skor Manja roenigk antar kelompok perlakuan (nilai p=0,000; 0,001; 0,000; α
Identifikasi Gelatin dari Anjing Berdasarkan Profil Asam Amino dan Kemometrik Wiranti Sri Rahayu; Abdul Rohman; Sudibyo Martono
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.131 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v14i2.2021

Abstract

Gelatin adalah protein yang diperoleh dengan memanaskan kulit, tendon, ligamen, dan tulang dengan air. Gelatin banyak digunakan di beberapa produk makanan dan industri farmasi. Beberapa agama seperti Islam melarang pengikutnya mengkonsumsi produk makanan yang mengandung keturunan babi dan anjing, termasuk gelatin. Deteksi adanya kandungan nonhalal dalam produk pangan telah menjadi studi penting di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk membedakan gelatin anjing dari kambing, sapi dan babi berdasarkan profil asam amino yang dikombinasikan dengan kemometrik dari komponen utama analisis (Principal Component Analysis/PCA). Pemisahan dan penentuan asam amino menggunakan liquid chromatography mass spectroscopy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima kandungan asam amino tertinggi dalam gelatin anjing adalah asam glutamat, glisin, alanin, arginin, dan metionin. Parameter persentase tinggi puncak masing-masing asam amino dari masing-masing sampel dianalisis dengan PCA. Berdasarkan PC1 dan PC2, gelatin dari anjing, kambing, sapi, dan babi bisa dibedakan. 
Isolasi Dan Identifikasi Primer Jamur Endofit Dari Tumbuhan Obat Nagasari (Mesua ferrea) Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuh isolat jamur endofit berhasil diisolasi dari daun dan ranting nagasari (Mesua ferrea) yang tumbuh di Kedungbanteng, Banyumas. Isolat jamur diidentifikasi berdasarkan morfologi koloni dan pengamatan spora menggunakan mikroskop cahaya. Salah satu isolat jamur diidentifikasi sebagai as Penicillium sp., dua isolat jamur endofit merupakan Aspergillus sp., dan empat isolat lain belum teridentifikasi. Kata kunci: Aspergillus sp., endofit, Mesua ferrea, Penicillium sp. ABSTRACT Seven isolates of endophytic fungi were collected from the leaves and stems of iron wood (M. ferrea) collected from Kedungbanteng, Banyumas, Indonesia. All isolates were identified based on their colony morphology and examination of spores using light microscopes. One isolate was identified as Penicillium sp., two isolates belonged to Aspergillus sp., and four strains were unidentified. Key words: Aspergillus sp., endophyte, Mesua ferrea, Penicillium sp.
Efektivitas-Biaya Penggunaan Ace-Inhibitor vs Calcium Channel Blocker pada Pasien Hipertensi dengan Diabetes Melitus Tri Murti Andayani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4035.966 KB)

Abstract

Suatu terapi pengobatan yang tepat akan sangat menguntungkan bagi pasien, terutama bagi pasien yang harus mengkonsumsi obat dalam waktu lama, bahkan seumur hidupnya, seperti penyakit hipertesis. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas-biaya penggunaan ACE-inhibitor (ACEI) dibandingkan dengan calcium channel bloker (CCB) pada pasien hipertensi rawat jalan. Penelitian yang bersangkutan merupakan suatu survei epidemiologik, data di ambil secara prospektif untuk mengetahui efektivitas terapi hipertensi dengan ACEI .Pasien hipertesis rawat jalan di RS.Dr.Sardjito Yogyakarta yang mendapatkan terapi dengan ACEI atau CCB, baik sebagai terapi awal maupun terapi tambahan atau pengganti, diobservasi selama 2 bulan. Observasi dilakukan pada kunjungan pertama, satu, dan dua bulan setelah di berikan terapi. Efektivitas ditentukan dengan mengukur perubahan tekanan darah setelah menggunakan ACE dan CCB. Parameter toleransi yang diukur adalah jumlah dan timbulnya efek obat yang tidak dikehendaki oleh pasien. Biaya yang di ukur adalah biaya medik langsung, meliputi biaya obat (test dan medikasi yang di lakukan), biaya kunjungan, dan biaya perawatan terkain dengan hipertesis, termasuk biaya efek samping. Hasil penelitian menunjukkan pada pasien hipertensi tanpa penyulit, calcium channel bloker lebih cost-effective, sedangkan pada pasien hipertensi dengan diabetes melitus, ACE- inhibitor lebih cost-effective.
PROFIL DISOLUSI TERBANDING TABLET RIFAMPISIN MEREK DAN GENERIK Mutiara Poetri Nurtanti; Anjar Mahardian Kusuma; Agus Siswanto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v7i1.546

Abstract

ABSTRAK Obat generik saat ini masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat karena alasan kualitas dari obat generik lebih rendah dibandingkan obat merek. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan profil disolusi rifampisin tablet merek (A, B, C) dengan tablet rifampisin generik (D, E). Parameter penting dalam menentukan mutu obat dalam bentuk tablet adalah penetapan kekerasan, penetapan waktu hancur dan uji disolusi. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan produk yang beredar di pasaran yaitu 3 sampel merek dan 2 sampel generik tablet rifampisin. Tablet rifampisin yang digunakan adalah tablet salut selaput dengan dosis 450 mg. Tablet diuji sifat fisik meliputi keseragaman bobot, kekerasan, waktu hancur dan uji disolusi. Uji disolusi tablet rifampisin dilakukan pada medium HCl 0,1 N sebanyak 900 ml dan digunakan alat disolusi tipe 2 dengan kecepatan putaran dayung 50 rpm. Berdasarkan hasil uji sifat fisik tablet yaitu keseragaman bobot, kekerasan dan waktu hancur tablet diperoleh bahwa tablet rifampisin merek dan generik memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Sedangkan untuk hasil uji disolusi tablet rifampisin merek dan generik memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pada Farmakope Indonesia IV. Tablet rifampisin merek dan generik memiliki sifat fisik dan disolusi yang tidak berbeda pada taraf kepercayaan 95%. Kata kunci : tablet rifampisin, merek, generik. ABSTRACT This time many of people still to contemn of generic drugs because they regard as quality of generic drugs low more than trademark drugs. This research was proposed to compare dissolution profile of rifampicine tablets trademark (A, B, C) and generic (C, D). Parameter of principle to showed quality drugs in tablets form is hardness assay, disintegration assay and assay of dissolution test. Each from tablets trademark and generic taked as many three samples for tablets trademark and two samples for tablets generic from circulated market. Used rifampicine coated film tablets with 450 mg doses. It used to research of physical characteristic tablet and dissolution test. Dissolution test of rifampisin tablets trademark and generic was performed in 900 ml liquid dissolution medium of HCl 0.1 N and used dissolution insrument type two with 50 rpm. Based on research of physical characteristics such as uniformity of weight, tablets hardness and disintegration test get that all of physical characteristics rifampicine trademark and generic tablets full fill in prescript qualify. And result for dissolution test full fill in Pharmacopenia Indonesian of edition IV. And between of trademark and generic tablets have to sameness in physical characteristics and dissolution with confidence standart 95%. Keyword: rifampicine tablets, trademark, generic.
PERBANDINGAN KADAR EUGENOL MINYAK ATSIRI DAUN CENGKEH (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) YANG TUMBUH DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH Ari Kurniawan; Wiranti Sri Rahayu; Retno Wahyuningrum
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v6i3.879

Abstract

ABSTRAK Minyak cengkeh diproduksi oleh para pengrajin penyuling daun cengkeh dan tangkai cengkeh di daerah-daerah yang banyak tanaman cengkehnya. Sama halnya dengan bunga cengkeh, daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry ) memiliki komponen utama yang sama yaitu Eugenol. Kadar eugenol dapat mencapai 70-90% dari minyak cengkeh, sehingga mendominasi sifat-sifat minyak cengkeh. Daun cengkeh yang disuling dapat diperoleh dari daun yang sudah gugur yang diambil pada dataran tinggi Desa Banjarsari wetan (800-900 mdpl) dan dataran rendah Desa Pringtali Kebarongan (200-300 mdpl). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kadar eugenol minyak daun cengkeh yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah. Dalam penelitian ini digunakan penyulingan dengan destilasi uap dan air. Hasil destilat yang didapat dianalisis menggunakan Kromatografi Gas Spektroskopi Massa (KGSM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar eugenol minyak atsiri daun cengkeh yang tumbuh di dataran tinggi yaitu 0,76% dan 0,69% pada dataran rendah yang terlihat pada satu puncak yang dominan pada kromatogram. Berdasarkan uji T dapat disimpulkan bahwa kadar eugenol minyak atsiri daun cengkeh yang tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah tidak berbeda bermakna. Kata kunci : Daun cengkeh (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry), Kromatografi Gas Spektroskopi Massa (KGSM) ABSTRACT Clove oil is produced by instrument to refine clove leaf and clove stem in the areas that many clove’s trees. Same with clove leaf, the clove leaf (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry) has main component is eugenol. Eugenol degree can attain 70 – 90 % from clove oil until dominate the characteristic of oil clove. Clove leaf which is distilled can got from the leaf fall that take in up land Desa Banjarsari wetan (800-900 mdpl) and low land Desa Pringtali Kebarongan (200-300 mdpl) . The aim of this research to know the compare eugenol degree in the clove leaf in the up land trees and low land. In this research used instrument to refine distillation vapor and water. The result of distillated which is got analyzed in using Chromatography Gas Spectroscopy Mass (GCMS). The result show that eugenol degree in the clove leaf that grown place in the up land 0,76% and 0,69% low land which is seen in one top dominant at chromatogram. Based on t test can concluded that eugenol degree in the clove leaf that grown place in the up land and low land are not significant deference. Keyword : The clove leaf (Syzygium aromaticum (L) Merr & Perry), Gas Chromatography Mass Spectroscopy (GCMS).
IDENTIFIKASI ETANOL HASIL FERMENTASI SENTE (Alocasia macrorrizha (L.)G.Don), SENTE WULUNG (Alocasia indica (Lour.) Koch) DAN KIMPUL (Xhantosoma nigrum (Vell.) Mansf) Shella Diana Oktaviani; Sabikis Sabikis; Dwi Hartanti
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v8i1.594

Abstract

ABSTRAK Sente, sente wulung dan kimpul banyak mengandung karbohidrat.Fermentasi sente, sente wulung dan kimpul dapat dijadikan salah satu alternatif bahan bakar nabati. Tujuan penelitian ini adalah produksi etanol secara fermentasi dengan bahan baku sente, sente wulung dan kimpul dan melakukan validasi metode identifikasi etanol secara spektrofotometri UV-Vis serta membandingkan kadar etanol yang dihasilkan masing-masing sampel. Penelitian ini menggunakan metode fermentasi anaerobik untuk menghasilkan etanol.Uji kualitatif terhadap hasil fermentasi sampel meliputi etanol, metanol, asetaldehid, aseton dan asam asetat.Kadar etanol hasil fermentasi ditetapkan secara spektrofotometri UV-Vis dengan mikrodifusi menggunakan alat cawan Conway.Metode spektrofotometri UV-Vis dilakukan validasi dengan mencari nilai presisi, akurasi, LOD, LOQ dan linieritas untuk memastikan identifikasi etanol dapat digunakan dalam menetapkan kadar hasil fermentasi sente, sente wulung dan kimpul. Penelitian ini menghasilkan etanol ditandai dengan uji kualitatif reaksi iodoform positif. Validasi spektrofotometri UV-Vis menyimpulkan metode ini valid digunakan untuk penetapan kadar etanol dengan alat cawan conway. Sente, sente wulung dan kimpul menghasilkan etanol yang sebanding. Kata kunci : Fermentasi, cawan Conway, Etanol, Sente, Sente Wulung dan Kimpul. ABSTRACT Sente, sente wulung and kimpul contains carbohydrates. Fermentation of sente, sente wulung and kimpul can be used as an alternative biofuel. The purpose of this research are to produce the ethanol by fermentation from sente, sente wulung and kimpul, validate the identification methods of ethanol by UV-Vis Spectrophotometry and compare the levels of ethanol produced each sample. This study uses an anaerobic fermentation to produce ethanol. Qualitative test of results of fermentation are ethanol, methanol, acetaldehyde, acetone and acetic acid. Determination of ethanol content used UV-Vis Spectrophotometry instrumens by microdiffusion with Conway dish. UV-Vis Spectrophotometric method is validated by finding the value of precision, accuracy, LOD, LOQ and linearity. The result will be used to ensure the identification of ethanol, and then determine fermentation levels of sente, sente wulung and kimpul. This research is producing ethanol marked by a positive iodoform reaction. Validation UV-Vis Spectrophotometry conclude this method is valid for determination of ethanol through Conway dish instrument. Sente, sente wulung and kimpul to produce ethanol equivalent. Keywords: Fermentation, Conway dish, Ethanol, Sente, Sente Wulung dan Kimpul .
EFEK EKSTRAK ETANOLIK DAUN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) TERSTANDAR TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERIKAN DIET TINGGI LEMAK SEBAGAI UPAYA PREVENTIF OBESITAS Cynthia Astiti Putri; Dimas Adhi Pradana; Qrio Susanto
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v13i02.1251

Abstract

Obesitas terbukti menyebabkan peningkatan resiko morbiditas dan mortalitas dari beberapa penyakit seperti diabetes melitus tipe-2. Terdapat korelasi positif antara kejadian obesitas dan peningkatan kadar glukosa darah. Bayam merah (Amaranthus tricolor L.) merupakan tanaman obat yang diketahui memiliki aktivitas preventif terjadinya obesitas. Salah satu upaya peningkatan kualitas obat herbal dapat dilakukan dengan pembuatan ekstrak herbal terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun bayam merah terstandar sebagai preventif obesitas berdasarkan parameter indeks massa tubuh dan kadar glukosa darah pada tikus galur Sprague Dawley jantan yang diinduksi diet tinggi lemak. Tiga puluh hewan uji dibagi 6 kelompok, yaitu kelompok kontrol normal, kontrol negatif, kontrol positif (Orlistat 10,8 mg/kg bb), dosis I (200 mg/kg bb), dosis II (400 mg/kg bb), dan dosis III (800 mg/kg bb). Ekstrak etanolik daun bayam merah secara oral diberikan hari ke-1 sampai hari ke-67, dilanjutkan induksi diet tinggi lemak hari ke-8 sampai hari ke-67 dua jam setelah pemberian terapi. Berdasarkan hasil uji aktivitas ekstrak etanolik daun bayam merah, dosis 200 dan 400 mg/kg bb memiliki aktivitas sebagai preventif obesitas berdasarkan parameter indeks massa tubuh dan kadar glukosa darah (p

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue