cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)
ISSN : 16933591     EISSN : 2579910X     DOI : -
Core Subject : Science,
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) is a scientific journal publishing original articles research in pharmaceutical science such as Pharmaceutical Technology, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Chemistry, Drug Discovery, Pharmacokinetics, Pharmaceutical Biology, Herbal Medicines, Pharmaceutics, Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, Community and Clinical Pharmacy, and Pharmaceutical Care.
Arjuna Subject : -
Articles 475 Documents
Penetapan Kadar Vitamin C pada Ekstrak Paprika (Capsicum annuum var. grossum Sendtn.) di Supermarket menggunakan Metode KCKT Mukhlis Sanuddin; Medi Andriani; Diah Suci Ramadhani
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.8586

Abstract

Paprika (Capsicum annuum var. grossum Sendtn.) telah dibudidayakan di banyak negara. Kandungan vitamin C yang terdapat di paprika lebih tinggi di bandingkan dengan vitamin C pada jeruk yang selama ini dikenal sebagai sumber vitamin C, dapat dilihat dari kadar vitamin C paprika yaitu 190mg/100g sedangkan pada jeruk 50mg/100g. Kebutuhan rata-rata manusia terhadap vitamin C tidak lebih dari 100 mg sehari dan vitamin C yang paling bagus didapat dari makanan sehari-hari, berupa buah atau sayuran. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kadar vitamin C pada paprika yang dijual di Supermarket penetapan kadar dari sampel paprika merah, kuning, hijau yang diolah menjadi ekstrak paprika dan selanjutnya dilakukan pengujian sampel vitamin C dengan menggunakan kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) pada panjang gelombang 264 nm. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, pada sampel Paprika yang diuji menggunakan alat KCKT ditemukan adanya kandungan vitamin C. Penetapan kadar vitamin C dalam ketiga sampel paprika menggunakan KCKT diperoleh hasil pada sampel paprika merah sebesar 2,0479 mg sampel paprika kuning sebesar 4,1305 mg, dan sampel paprika hijau 1,2153 mg. Hal ini menunjukkan bahwa semua sampel paprika yang diuji mengandung vitamin C.
Cover Vol. 18 No. 02 Desember 2021 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13261

Abstract

Cover Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Penapisan Senyawa Kimia Tumbuhan dan Daya Hambat Pertumbuhan Bakteri dari Fraksi n-Heksan Daun Pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis Ihsanul Hafiz; Dewi Pertiwi; Nurul Husna
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10750

Abstract

Tanaman pagoda (Clerodendrum paniculatum L.) termasuk ke dalam tanaman obat yang diketahui memiliki berbagai manfaat, termasuk dalam mengatasi permasalahan infeksi bakteri. Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis merupakan jenis bakteri yang menginfeksi dan mengakibatkan masalah Kesehatan pada kulit. Artikel ini membahas hasil dari uji antibakteri yang dimiliki oleh fraksi n-heksan dari daun pagoda terhadap kedua bakteri kulit tersebut. Fraksi daun pagoda yang diperoleh dilakukan skrining fitokimia dasar, kemudian diujikan aktivitas antibakterinya terhadap bakteri S. aureus dan S. epidermidis, dengan metode difusi cakram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa fraki n-heksan daun pagoda mengandung glikosida dan steroid/triterpenoid. Daya hambat terbaik fraksi terhadap bakteri S. aureus pada konsentrasi 10% (11,16+0,31) dan terhadap S. epidermidis pada konsentrasi 15% (8,33+0,23). Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan fraksi n-heksan daun pagoda memiliki aktivitas terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus dan S. epidermidis.
Kesesuaian Penggunaan obat Golongan Analgetik terhadap Formularium Nasional dan Formularium Rumah Sakit di RS Akademik UGM Yogyakarta Muhammad Israwan Azis; Dwi Endarti; Satibi Satibi; Taufiqurohman Taufiqurohman
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.10553

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 mengatur bahwa setiap tenaga farmasi rumah sakit yang memberikan pelayanan kefarmasian harus memenuhi standar pelayanan. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, penulisan resep seluruhnya harus mengacu pada formularium dengan standar 100%. Jika resep tidak sesuai dengan formularium maka akan mempengaruhi mutu pelayanan obat serta mampu meningkatkan biaya penggunaan obat di instalasi farmasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian penggunaan obat golongan analgetik dengan formularium nasional dan formularium rumah sakit di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional dan pengumpulan data secara retrospektif. Data penggunaan obat golongan analgetik yang telah diperoleh dari sistem informasi manajemen rumah sakit pada periode tahun 2013, 2016, dan 2019 kemudian diolah dan dianalisis menggunakan microsoft excel. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian penggunaan obat golongan analgetik terhadap formularium rumah sakit untuk tahun 2013 dan 2016 sebesar 100%, sedangkan untuk tahun 2019 yakni sebesar 98,84% dengan rata-rata sebesar 99,6%.  Sementara untuk persentase kesesuain penggunaan obat terhadap formularium nasional untuk tahun 2016 dan 2019 yakni sebesar 64,57% dan 86,25% dengan rata-rata sebesar 74,41%.  kesesuaian penggunaan obat terhadap formularium nasional dan formularium rumah sakit belum memenuhi standar yang ditetapkan yakni 100%, sehingga rumah sakit masih perlu melakukan upaya untuk meningkatkan persentase kesesuaian penggunaan obat di Rumah Sakit Akademik UGM Yogyakarta.
Cover Vol. 18 No. 01 Juli 2021 PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal Of Indonesia)
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i1.13229

Abstract

Cover Vol. 18 No. 01 Juli 2021
Accuracy of Oral Liquid Measuring Devices Used Among Caregivers at Hospital Dungun Nuraina Mohd Norizan; Erma Atika Laere; Nurul Ain Sarmo
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13319

Abstract

Oral liquid medications are common type of dosage form prescribed to children. Caregiver responsible to choose appropriate measuring device to measure intended dose and minimize dosing error. Objectives of this study were 1) To identify types of measuring devices used at home; 2) To determine dose error deviation across all the measuring devices. This cross-sectional study involved caregivers visiting outpatient pharmacy with oral liquid prescription that fulfilled inclusion and exclusion criteria. The caregivers were instructed to measure 4.8ml and 15.0ml liquid by using suitable devices provided, which were 4 types of syringes and 2 types of dosing cups. The measured liquid was read by investigator and any dose error deviation was calculated and reported as percentages. Data was analyzed descriptively using SPSS version 21. Out of 120 caregivers involved, 60% were female (n=72), aged between 31-40 years old (49.1%, n=59), and employed (62.5%, n=75). 82 caregivers (68.3%) received secondary education level. Most caregivers use standardized measuring devices at home, particularly syringes and dosing cups. For smaller dose, less dose error was detected if using syringe (13.3%) as compared to dosing cup (39.3%); while for larger dose, both syringe and dosing cups are acceptable (11.7% and 7.4% respectively). Syringe shows less dose error as compared to dosing cup for smaller dose. Pharmacist should participate in decision making of choosing right measuring device to improve accuracy of medication administration.
In-vitro Anti-tuberculosis Activity and Phytochemical Screening of Lantana (Lantana camara L.) Flower Ferna Indrayani; Reski Yalatri Wirastuty
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.9108

Abstract

This study aimed to determine the quality of raw materials, screen the phytochemicals, and evaluate the anti-tuberculosis activity of Lantana (Lantana camara L.) flower extract. The method used was direct observation in the laboratory. Lantana flower were processed into crude drugs and then extracted using 70% ethanol solvent. The extract obtained was evaluated for phytochemical screening and anti-tuberculosis activity assay. The in-vitro anti-tuberculosis activity assay was carried out using the Lowenstein-Jensen method. The results showed that the ethanolic extract of the Lantana flower was thick, dark brown with an aromatic odour and tasteless. The ethanolic extract of the Lantana flower showed a specific gravity of 1.0028 g/ml, the ethanol-soluble extractable of 1.15%, water-soluble extractable of 1.187%, the loss on drying of 8.21%, and total ash content of 9.40%. It contained chemical compounds such as alkaloids, flavonoids, tannins, saponins, steroids, and glycosides. The in-vitro results showed that extract at concentrations of 25, 50, and 100 µg/ml showed no colonies on the media from the 1st to the 6th week. Hence can be reported as susceptible. It can be concluded that the ethanol extract of the Lantana flower contains chemical compounds that potentially as anti-tuberculosis.
Persepsi Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan terhadap Pelaksanaan Interprofessional Education (IPE) Ana Hidayati; Imaniar Noor Faridah; Saefi Saefi; Ginanjar Zukhruf Saputri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.9707

Abstract

Interprofessional Education (IPE) merupakan pembelajaran yang interaktif, berbasis pembelajaran kelompok profesi, dengan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif sehingga antar profesi dapat melakukan interaksi untuk menyampaikan pemahaman tentang interpersonal, kelompok, organisasi sebagai proses profesionalisme profesi. IPE dapat terjalin jika terdapat dua atau lebih mahasiswa kesehatan dengan bidang yang berbeda untuk belajar bersama untuk meningkatkan kualitas kolaborasi tenaga kesehatan pada lingkungan praktik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh IPE terhadap persepsi mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Ahmad Dahlan (FFUAD) Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan one-group pre-test & post-test design. Pengambilan data menggunakan kuesioner pre-IPE dan post-IPE, kuisoner IEPS (Interprofessional Education Perception Scale) yang dimodifikasi. Sejumlah 114 mahasiswa yang mengikuti program IPE . Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas mahasiswa FFUAD memiliki persepsi yang lebih baik atau meningkat setelah mengikuti program IPE (83%) dibandingkan dengan sebelum mengikuti IPE (76%). Hasil uji paired sampel t-test pada signifikansi 95% menunjukan ada perbedaan rata-rata antara mahasiswa yang belum mengikuti IPE dengan mahasiswa yang sudah mengikuti IPE (P=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat pengaruh dari pelaksanaan program IPE terhadap persepsi mahasiswa FFUAD Yogyakarta.
Karakterisasi dan Aktivitas Antibakteri Minyak Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) terhadap Propionibacterium acnes Sinta Ratna Dewi; Deasy Nur Chairin Hanifa
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.7564

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle) merupakan tanaman berkhasiat obat dengan kandungan senyawa yang dimilikinya. Geraniol, sitronelal, dan sitronelol dalam minyak atsiri sereh wangi memiliki daya antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi kandungan dari minyak atsiri serai wangi dan mengevaluasi efektivitasnya sebagai antibakteri terhadap penyebab jerawat Propionibacterium acnes. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan tahap pengujian meliputi identifikasi minyak atsiri dengan kromatografi Gas Chromatography Mass Spectrometry (GC-MS) dan uji difusi mikrobiologi dengan metode sumuran pada berbagai variasi konsentrasi minyak, yaitu 10, 25, 50, 75, dan 100%. Hasil GC-MS menunjukkan adanya tiga komponen utama dalam minyak atsiri serai wangi, sitronelal (25,21%), geraniol (3,11%), dan cyclohexane, 1-ethenyl-1-methyl-2,4-bis(1-methylethenyl)- (1,18%). Hasil uji mikrobiologi minyak serai wangi terhadap bakteri P. acnes menunjukkan bahwa diameter daya hambat yang dihasilkan oleh masing-masing konsentrasi berbeda. Daya hambat terbesar diperoleh dari konsentrasi 100% dengan diameter penghambatan sebesar 17±2,64 mm, sedangkan daya hambat terendah dihasilkan oleh konsentrasi 10% (11,7±0,57 mm). Dapat disimpulkan bahwa minyak atsiri serai wangi yang digunakan memiliki aktivitas antibakteri terhadap P. acnes.
The Thromboembolism and Bleeding Event in Patients Receiving Warfarin, Dabigatran, or Rivaroxaban in Nonvalvular Atrial Fibrillation Nor Hazirah B; Siti Nuraidah M; Mahfuzah I; Nur Amal Liyana O; Nurul Aiman Z; Nor Syafiqah AM
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v18i2.13315

Abstract

Increasing in trend of Dabigatran and Rivaroxaban usage every year in Hospital Sultanah Nur Zahirah (HSNZ) has raised concerns regarding their effectiveness and safety compared to Warfarin. Therefore, we investigated the prevalence of thromboembolism (stroke or systemic embolism) and bleeding events in patients receiving Warfarin, Dabigatran or Rivaroxaban in our setting. This retrospective cohort study involved patients with nonvalvular atrial fibrillation who were started on Warfarin, Dabigatran or Rivaroxaban from January 1, 2014 to December 31, 2018. To fulfil inclusion criteria, patients must be on treatment for at least one year and for Warfarin group, at least 65% of Time in Therapeutic Range (TTR) should be achieved. Data were collected from Warfarin registration book, drug usage record card and Hospital Information System. 142 patients (Warfarin, n=98; Dabigatran, n=30; Rivaroxaban, n=14) with mean age of 68±8.7 years old were included in the study. Majority of them were male, Malay and non-smoker with 57.0%, 97.2% and 95.8% respectively. Upon study enrolment, all patients were at moderate risk of stroke (median CHA2DS2-VASc score=3) and low risk of bleeding (median HAS-BLED score=2). One Ischemic stroke was identified in each group of Rivaroxaban 15 mg and Dabigatran 150 mg. Four bleeding events occurred in all groups except for Dabigatran group that were hematuria, gum bleeding and upper gastrointestinal bleeding. Thromboembolism and bleeding events still occur in all groups. However, the prevalence is small in our setting with the percentage of 1.4% and 2.8% respectively. The events mostly attributed by the predisposed risk factors.

Filter by Year

2007 2021


Filter By Issues
All Issue Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 02 Desember 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 18 No. 01 Juli 2021 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 02 Desember 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 02 Desember 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 15 No. 01 Juli 2018 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 02 Desember 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 14 No. 01 Juli 2017 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 01 Juli 2016 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 02 Desember 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 12 No. 01 Juli 2015 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 02 Desember 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 02 Desember 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 10 No. 01 Juli 2013 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 03 Desember 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 02 Agustus 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 09 No. 01 April 2012 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 03 Desember 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 02 Agustus 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 08 No. 01 April 2011 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 03 Desember 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 02 Agustus 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 07 No. 01 April 2010 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 03 Desember 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 02 Agustus 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 06 No. 01 April 2009 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 03 Desember 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007 Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 01 April 2007 More Issue