cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
editor.wms.undiksha@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Ganesha Jl. Udayana no. 11, Singaraja, Bali 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Wahana Matematika dan Sains
ISSN : 18580629     EISSN : 25496727     DOI : -
Core Subject :
Wahana Matematika dan Sains merupakan jurnal yang menampung tulisan hasil penelitian atau kajian pustaka dalam bidang MIPA atau pendidikan MIPA yang belum pernah atau tidak dalam sedang proses untuk dipublikasikan pada jurnal lain. Tulisan bisa dalam bahasa Indonesia ataupun bahasa Inggris.
Arjuna Subject : -
Articles 202 Documents
Etnoscience Study in Basic Science Course I Nyoman Selamat; Luh Mitha Priyanka
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v17i1.60837

Abstract

Learning difficulties experienced by students in basic science learning are basic science topics are still very textual. Students become confused and difficult to solve contextual problems. One way to link science topics through contextual learning is by integrating local wisdom into science content. One study related to local wisdom is ethnoscience. Ethnoscience is an attempt to reconstruct indigenous knowledge in society (indigenous science) into scientific knowledge (scientific knowledge). This reconstruction process will be useful in supporting the achievement of science concepts in learning. Therefore, it is considered important to research to identify the original scientific concepts in Balinese people which can be included in Basic Science learning. This research is qualitative research that aims to identify and analyze Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning. The subjects of this research were students and expert lecturers who were taken through purposive sampling technique. Data on student learning difficulties were obtained through observation and interviews, while data on the relevance of Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning were obtained through questionnaires, interviews, and literature studies. The results of this study indicate that there are Balinese ethnoscience studies in Basic Science learning, especially in separating mixtures, diversity of living things, heat, material changes, and biotechnology. With this result, basic science learning will be more contextual using Balinese ethnoscience study as an example. Furthermore, the difficulties in learning science experienced by students can be overcome. Keywords: contextual learning; ethnoscience; basic science
The Comparison Of Students’ Critical Thinking Skill By The Implementation Of Think Pair Share And Student Teams Achievement Division Cooperative Learning Model In Biology Instruction At SMAN 2 Singaraja I Wayan Sukra; Ni Luh Putu Manik Widiyanti; Mimin Yeli Sholekah; i gede aris gunadi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Critical thinking skills are very useful for students to enter the world of work, so it really needs to be trained in the learning process. This research aims at analyzing the differences of students’ critical thinking skills through implementation of Think Pair Share (TPS) and Student Teams Achievement Division (STAD) Cooperative Learning Models in Biology Instruction at SMA Negeri 2 Singaraja. To achieve that purpose, it has been done a quasi-experiment research which used Nonequivalent Pretest Posttest Control Group Design. The population of this research were all of class XI MIPA (7 classes) at SMA Negeri 2 Singaraja. The research’ samples were class XI MIPA 3 and XI MIPA 4 which is determined by simple random sampling technique by lottery. By these two classes, one class was taught by TPS, there were 32 students. Another one class was taught by STAD, there were 33 students. The data is analyzed by using the descritive analysis and the use of Anacova statistic. By the Anacova testing, it was obtained a statistical value of F = 8,776 with a significance of 0.004. It indicated that (1) there were differences in the critical thinking skills of the students who were taught by TPS with the students who were taught by the STAD and (2) the average value obtained by the group of students who were taught by the TPS cooperative learning model (75.31) was higher than the average value of groups of students who were taught by the STAD cooperative learning model (68.67).
Optimasi Biaya Pemupukan Tanaman Kelapa Sawit Menggunakan Metode Branch And Cut Safitri, Elfira -; Sri Basriati; Mohammad Soleh; Nikmatul Aufa
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i1.52154

Abstract

Kelapa sawit merupakan tanaman yang menghasilkan produk utama yaitu minyak sawit (CPO) dan minyak inti sawit (KPO) yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Untuk menunjang pertumbuhan tanaman kelapa sawit, maka dibutuhkan pupuk agar kebutuhan unsur hara kelapa sawit tercukupi. Tetapi umumnya para petani kurang memperhatikan penggunaan pupuk sehingga menyebabkan kurang optimalnya pemberian jumlah pupuk dan pemborosan biaya yang dikeluarkan untuk pemupukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi optimal dalam menentukan jumlah pupuk agar mendapatkan biaya yang efisien pada perkebunan kelapa sawit di Desa Siabu, Kabupaten Kampar dengan metode yang digunakan adalah metode Branch and Cut yang merupakan penggabungan antara metode Branch and Bound dan metode Cutting Plane sebagai pendekatan model Integer Programming. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh solusi optimal yaitu pemilik perkebunan harus menyediakan pupuk jenis Urea sebanyak 9 karung, pupuk jenis TSP sebanyak 6 karung, pupuk jenis KCL sebanyak 9 karung, pupuk Dolomite sebanyak 8 karung, dan tidak perlu menyediakan pupuk jenis NPK Yaramila Winner agar mendapat biaya minimum sebesar Rp. 11.460.000 untuk setiap hektarnya dalam satu tahun. Kata kunci: Integer Programming, kelapa sawit, metode branch and cut, pupuk
Analisis model VSIQR pada penyebaran COVID-19 di Indonesia Nazihah, Dia Ayu; Nusantara, Toto
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v17i2.52648

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular dari novel coronavirus SARSCoV-2. COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan pada sistem pernapasan seperti flu, infeksi saluran pernapasan yang berat seperti pneumonia, hingga kematian. Hingga 17 maret 2021, pemerintah Republik Indonesia telah melaporkan 1.437.283 orang terkonfirmasi covid-19. Terdapat 38.915 kematian dan 1.266.673 pasien pulih dari penyakit tersebut. Penularan COVID-19 dapat dihambat dengan mengetahui penyebaran penyakit tersebut. Suatu penyebaran penyakit dapat diketahui melalui pemodelan. Penyebaran suatu penyakit dimodelkan secara matematis dengan sistem persamaan diferensial yang menyatakan laju perubahan populasi terhadap waktu. Penelitian ini memiliki tujuan menganalisis model matematis penyebaran COVID-19 yang berupa sistem persamaan diferensial dengan membagi populasi manusia menjadi lima subpopulasi terdiri dari subpopulasi individu vaccinated, susceptible, infected, quarantined dan recovered (model VSIQR). Analisis model dilakukan dengan menentukan titik ekuilibrium, bilangan reproduksi dasar, menganalisa kestabilan titik ekuilibrium dan simulasi numerik model dengan software maple 18 menggunakan data kuantitatif dari berbagai sumber. Menurut analisis yang telah dilakukan, diperoleh titik ekuilibrium bebas penyakit dan titik keseimbangan endemi. Titik ekuilibrium bebas penyakit stabil asimtotik jika R0 < 1 . Menggunakan data penyebaran COVID-19 di Indonesia, didapatkan nilai R0 = 0.19 < 1 yang menunjukkan bahwa model stabil asimtotik menuju titik ekuilibrium bebas penyakit dan penyebaran COVID-19 di Indonesia akan berhenti seiring berjalannya waktu. Kata kunci: Pemodelan; COVID-19; Titik Ekuilibrium; Bilangan Reproduksi Dasar; Kestabilan
Mikroba : Dalam Perspektif Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Widiyanti, Ni Luh Putu Manik; Karyasa, I Wayan; Pertiwi, Ni Putu Dian; Citrawathi, Desak Made; Bestari, Ida Ayu Purnama
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v17i2.52891

Abstract

Mikroba merupakan bentuk kehidupan yang tersebar paling luas dan terdapat paling banyak di bumi. Mikroba yang ada di bumi, ada yang menguntungkan dan merugikan. Mikroba patogen yang menyebabkan penyakit, adalah mikroba yang merugikan. Mikroba yang menguntungkan banyak dimanfaatkan dalam bioteknologi. Tujuan penulisan adalah mengkaji mengenai mikroba yang berhubungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hasil studi pustaka, didapatkan hasil peran mikroba dalam pembangunan terutama dalam bidang bioteknologi yang meliputi : bidang pangan, bidang kedokteran, farmasi dan kesehatan, pertanian, industri dan bidang lingkungan yang sesuai dengan pelaksanaan SDGs (Sustainable Development Goals (SDGs)/Pembangunan Berkelanjutan yang merupakan peluncuran dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pada bulan September 2015 dan berakhir pada tahun 2030. SDGs merupakan kelanjutan dari program internasional yang disepakati oleh PBB untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan antara tahun 2000-2015 adalah Millennium Development Goals (MDGs). Millenium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015 masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dengan meluncurkan SDGs. Pembangunan berkelanjutan di Indonesia pada dasarnya mencakup tiga dimensi yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan. Kata kunci : mikroba, tujuan pembangunan berkelanjutan
Pengembangan E-Modul Pembelajaran IPA Berbasis Mind Mapping Terintegrasi Konteks Budaya Lokal untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas VII SMP putra dwipayana, putu agus; Suardana, I.N; Tika, I.N
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i1.57176

Abstract

Penelitian ini bertujuan menghasilkan E-modul IPA SMP kelas VII berbasis mind mapping terintegrasi konteks budaya lokal yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengakomodasi model ADDIE (Analyse, Design, Development, Implementation, and Evaluate). Data yang dikumpulkan dalam bentuk data kualitatif dan kuantitatif melalui kuisioner validitas ahli, kepraktisan guru dan siswa, serta tes hasil belajar siswa. Uji efektivitas dilakukan dengan rancangan pre-experimental one group pre-test-post-test design. Hasil penelitian yang diperoleh, yaitu (1) E-modul dikemas dengan mind mapping terintegrasi konteks budaya lokal yang dilengkapi ilustrasi fenomena alam sekitar, budaya Bali, video, audio, dan kuis interaktif. (2) E-modul IPA sangat valid dari segi materi dengan koefesien validasi Gregory 1,00, sangat valid dari segi media dengan nilai rata-rata 95,00, sangat valid dari segi bahasa dengan nilai rata-rata 99,20. (4) E-modul sangat praktis oleh guru dan peserta didik dengan nilai rata-rata berturut-turut 94,61 dan 91,89. (5) E-modul dinyatakan efektif meningkatkan hasil belajar siswa dengan nilai <gain score> 0,53 kualifikasi sedang. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa E-modul IPA berbasis mind mapping terintegrasi konteks budaya lokal dinyatakan valid, praktis, dan efektif meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci: E-modul, Hasil Belajar, Mind Mapping, Konteks Budaya Lokal.
Profil Self-Efficacy pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas X SMK Negeri 4 Yogyakarta Jana, Padrul; Khotimatun, Dita Dwi
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 17 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v17i2.57667

Abstract

Pentingnya memiliki sikap self-efficacy  siswa akan berdampak pada lebih aktif pelaksanaan kegiatan belajar mengajar. Selain itu siswa berpikir lebih positif tentang kemampuan memecahkan masalah dalam pembelajaran khususnya mata pelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat self-efficacy siswa kelas X di SMK N 4 Yogyakarta dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode deskriptif. Subjek yang digunakan adalah siswa kelas X Kuliner 5 dengan sampel sejumlah 33 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen non-tes berupa angket self-efficacy . Instrumen dibuat berdasarkan empat indikator self-efficacy  yaitu: 1) Dapat menyelesaikan tugas tertentu; 2) Dapat memotivasi diri untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas; 3) Mampu berusaha dengan keras, gigih dan tekun; 4) Mampu bertahan menghadapi hambatan dan kesulitan. Pada indikator penyataan 1 menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mampu menyelesaikan tugas tertentu yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran matematika. Pada indikator 2 menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mampu memotivasi diri untuk melakukan tindakan yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru pada saat pembelajaran matematika. Pada indikator 3 menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mampu berusaha dengan keras, gigih dan tekun pada saat mengerjakan tugas dan pembelajaran matematika. Pada indikator 4 menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa mampu bertahan menghadapi hambatan dan kesulitan pada saat mengerjakan tugas yang diberikan guru dan pada saat pembelajaran matematika. Kata-kata kunci:  Pembelajaran Matematika, Self-Efficacy,  Siswa SMK.
Penentuan Jumlah Cluster pada K-Means Cluster Menggunakan Metode Welch Powell (Studi Kasus Kab. Boyolali) Niken Retnowati; Windarti, Mariana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i1.59349

Abstract

Algoritma cluster sering digunakan dalam pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan ini tentu akan sangat menentukan kebijakan dari suatu hal. Sehingga peran algoritma cluster sangat penting disini. Algoritma cluster yang paling sering digunakan adalah K-means Cluster. Yang Paling utama dalam K-means cluster tentunya adalah menentukan jumlah cluster. Ada beberapa metode untuk menetukan cluster terbaik salah satunya adalah metode Elbow. Dalam Penelitian ini, Peneliti menentukan jumlah kluster pada K-means Cluster dengan salah satu metode pewarnaan graf yaitu Metode Welch Powell. Penelitian ini mengambil kasus di Kabupaten Boyolali, dimana langkah awal menentukan jumlah warna minimal yang dihasilkan Welch Powell kemudian jumlah warna minimal tersebut digunakan sebagai jumlah kluster dalam K-means Cluster. Kabupaten Boyolali sendiri terdiri dari 19 kecamatan, dari 19 kecamatan inilah berdasarkan peta Boyolali akan dicari warna minimal graf yang bisa digunakan. Selanjutnya warna minimal ini akan dijadikan jumlah kluster pada K-menas Cluster dan di aplikasikan data jumlah penduduk, luas wilayah, jumlah sekolah, dan jumlah desa yang ada di wilayah Boyolali. Dari welch powell dihasilkan jumlah warna minimum pewarnaan graf adalah 3, sehingga kluster yang diambil adalah 3. Dengan K-means Cluster dan jumlah kluster 3 didapat anggota kluster 1 adalah 16 kecamatan, anggota kluster 2 adalah 2 kecamatan dan anggota kluster 3 adalah 1 kecamatan. Kata Kunci : K-means Cluster, Graf, Welch Powell
Performa Reproduksi Indukan Lalat Tentara (Hermetia illucens) pada Media Pemeliharaan yang Berbeda Martini, Ni Nyoman Dian
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i1.67257

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas larva dan performa reproduksi indukan lalat tentara (Hermetia illucens) dengan memanfaatkan media pemeliharaan berupa pelet ikan lele, pelet ayam, serta media campuran (pelet ayam dan limbah sayuran, buah). Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan media pemeliharaan yang tepat dalam budidaya larva calon induk lalat tentara (H. illucens). Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) perlakuan yang berbeda yaitu media kultur menggunakan pelet ayam (PA), media kultur menggunakan pelet ikan lele (PL), media kultur menggunakan campuran limbah sayuran, buah serta pelet ayam (PC). Hasil uji One Way Anova diperoleh hasil nilai probabilitas p (0,000) < α (0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan nilai rata-rata jumlah individu larva yang dihasilkan oleh indukan serangga H. illucens antara perlakuan PL (784 ind./cluster), PC (168 ind./cluster), dan PA (109 ind./cluster). Media kultur menggunakan pakan ikan lele efektif dalam meningkatkan performa reproduksi H. illucens jika dibandingkan dengan media lainnya. Hasil pertumbuhan larva H. illucens terbaik juga diperoleh pada perlakuan media kultur pakan (pelet) ikan lele (PL). Pemeliharaan larva calon indukan H. illucens menggunakan media pakan ikan lele dapat digunakan untuk memperoleh produktivitas larva serta performa reproduksi lalat tentara (H. illucens) yang lebih baik. Kata kunci: H. illucens, media_kultur, pelet_ikan_lele, pelet_ayam
Penggunaan Model STAD Berbantuan Media Bianglala terhadap Pemahaman Konsep Matematika pada Siswa SD Dwi Dian Andriyani; Masfuah, Siti; Riswari, Lovika Ardana
Wahana Matematika dan Sains: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya Vol. 18 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/wms.v18i1.67409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan seberapa pengaruh penggunaan model pembelajaran STAD berbantuan media Bianglala terhadap pemahaman konsep matematika pada materi luas bangun datar kelas IV SD 01 Kalipucang Wetan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yaitu Pre-Exprerimental Design dengan one group pretest-postest. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 01 Kalipucang Wetan dengan populasi 27 siswa kelas IV SDN 01 Kalipucang Wetan. Teknik pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan menggunakan jenuh. Adapun teknik pengumpulan data yaitu tes tertulis, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data menggunakan uji normalitas data dan uji paired t-test untuk uji hipotesis penelitian. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sedangkan hasil tiap indikator yaitu: (1) Kemampuan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari dengan skor 61,23 meningkat menjadi 78,15; (2) Kemampuan mengklasifikasikan objek-objek berdasarkan dipenuhi atau tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut dengan skor 80,86 meningkat menjadi 90,30; (3) Kemampuan menerapkan konsep secara algoritma dengan skor 52,22 meningkat menjadi 87,41; (4) Kemampuan memberikan contoh dan bukan contoh dari konsep yang telah dipelajari dengan skor 42,59 meningkat menjadi 68,15; (5) Kemampuan menyajikan konsep dalam berbagai bentuk representasi matematika dengan skor 41,11 meningkat menjadi 62,59. Dari hasil tersebut diketahui terdapat peningkatan dalam pemahaman konsep siswa. Pemahaman konsep yang diajarkan dengan model student teams achievement division lebih berpengaruh dibandingkan dengan menggunakan model konvensional, hal ini terjadi karena dalam proses pembelajaran siswa saling berdiskusi bantu-membantu untuk menyelesaikan tugas bersama. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa adanya ada pengaruh model STAD berbantuan Bianglala terhadap pemahaman konsep matematika kelas IV SDN 1 Kalipucang Wetan. Kata Kunci : STAD, Bianglala, Pemahaman Konsep Matematika