cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Curricula : Journal of Teaching and Learning
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 55 Documents
PROFESIONALISME GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA MA, Dr. Yusutria
Jurnal Curricula Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.99 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2017.v2i1.1472

Abstract

Abstract               The quality of human resources (SDM), among others, determined by the quality and level of education. The quality of education is low causing low quality of human resources; the higher the education level, the higher the quality of human resources that will affect the way of thinking, reasoning, insight, breadth and depth of knowledge.               The professionalism of teachers in improving the quality of human resources will be reflected in the implementation of the tasks that are marked with expertise both in material and methods. With his expertise, a teacher is able to demonstrate its independence, both personal as well as professional stakeholders. In addition to their expertise, professional figure teacher demonstrated through its responsibility in implementing all professional dedication should be able to assume and carry out the responsibility as a teacher to the students, parents, community, nation state, and religion. Teacher professional social responsibility, intellectual, moral, and spiritual. Keywords: professionalism, improve human resources. Abstrak            Kualitas sumber daya manusia (SDM) antara lain ditentukan oleh mutu dan tingkat pendidikan. Kualitas pendidikan yang rendah menyebabkan kualitas SDM rendah; makin tinggi tingkat pendidikan maka makin tinggi pula kualitas SDM yang akan berpengaruh terhadap cara pikir, nalar, wawasan, keluasan dan kedalaman pengetahuan.            Profesionalisme guru dalam meningkatkan kualitas SDM akan tercermin pada pelaksanaan tugas-tugas yang ditandai dengan keahlian baik dalam materi maupun metode. Dengan keahliannya itu, seorang guru mampu menunjukkan otonominya, baik pribadi maupun sebagai pemangku profesinya. Di samping dengan keahliannya, sosok profesional guru ditunjukkan melalui tanggung jawabnya dalam melaksanakan seluruh pengabdiannya profesional hendaknya mampu memikul dan melaksanakan tanggung jawab sebagai guru kepada peserta didik, orang tua, masyarakat, bangsa negara, dan agamanya. Guru professional mempunyai tanggung jawab sosial, intelektual, moral, dan spiritual. Kata kunci: profesionalisme, meningkatkan, sumber daya manusia.
HUBUNGAN MINAT TERHADAP BENTUK TES DAN GAYA BELAJAR SISWA DENGAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI DI SMA NEGERI KABUPATEN TANAH DATAR Tanamir, Momon Dt.
Jurnal Curricula Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.152 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2016.v1i2.987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan, menganalisis, dan menggambarkan data minat terhadap bentuk tes dan gaya belajar siswa serta hasil belajar Geografi di SMA Negeri Kabupaten Tanah Datar. Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X, Kelas XI IS dan Kelas XII IS yang mengikuti mata pelajaran Geografi tahun ajaran 2012/2013, yaitu sebanyak 350 siswa SMA Negeri 1 Salimpaung, 467 siswa SMA Negeri 1 Sungai Tarab, 616 siswa SMA Negeri 1 Lintau Buo dan 405 siswa SMA Negeri 1 Rambatan. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 326 siswa dengan menggunakan teknik penarikan sampel yaitu dengan teknik cluster proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket. Analisis data digunakan dengan dua cara yaitu: (1) analisis deskriptif, dan (2) analisis inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Terdapat hubungan signifikan antara minat siswa terhadap bentuk tes dengan hasil belajar Geografi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,337. (2) Terdapat hubungan signifikan antara gaya belajar siswa dengan hasil belajar Geografi dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,261, dan (3) Terdapat hubungan signifikan antara minat terhadap bentuk tes dan gaya belajar siswa secara bersama-sama dengan hasil belajar Geografi dengan koefisien korelasi ganda (R) sebesar 0,394.
Students’ Perception Of Learning Efficiency and Creativity Towards Students Learning Achievement Lussianda, Erfa Okta
Jurnal Curricula Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.848 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2018.v3i2.2795

Abstract

The purpose of this study is to determine the extent to which the students' perceptions of the efficiency of learning and creativity of learning to give effect to the student learning precedence STIE Persada Bunda. This research was conducted at the School of Economics Persada Bunda Pekanbaru. Techniques and data analysis is a descriptive analysis technique. Population amounted to 328 students STIE Persada Bunda with sample of 77 samples. To examine the instruments of this study using questionnaires to obtain analysis of validity, reliability, descriptive analysis, and use statistical analysis of multiple regression analysis as well as testing the hypothesis of T test and F test. The results of this study showed that the hypothesis proposed in this study had a significant effect between perceptions students about the efficiency of learning and learning creativity toward the achievement index. The value of T arithmetic for student perception variable about learning efficiency (X1) is 3,066 significant at level 0,059. Thus it can be seen that T arithmetic <t table is -3.066> 1.992 (sig 0.059 <0.05). For learning creativity variable (X2) The value of t table in α  = 0.05 is 1.992. t value is 5,044. so it can be seen that t count> t table, that is 5,044> 1,992. (sig 0.015 <0.05).
IMPLEMENTATION OF TASK BASED – LEARNING IN TEACHING SPEAKING AT STKIP PGRI SUMBAR analido, belinda
Jurnal Curricula Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.55 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2016.v1i1.234

Abstract

AbstrakStudents’ ability in expressing ideas is still far from expectation. It is found that several students have lack of vocabulary and grammar understanding.  The purpose of the research is to analyze how well the participant implements task - based learning. This research was case study. The researcher collected the data through observation and used observation checklist and field note. Findings of the research is the participant applies various tasks in teaching speaking and integrates all of skills. Keywords: Task Based-Learning, Teaching Speaking
Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Viii Smp ikhlas, al
Jurnal Curricula Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.909 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2018.v3i1.1706

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berbasis masalah dan gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa, korelasi  antara gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika siswa, dan pengaruh interaksi antara penggunaan model pembelajaran dan gaya kognitif siswa terhadap hasil belajar matematika siswa di kelas VIII (Delapan) SMP Negeri 7 Kerinci tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian eksperimen semu dengan menerapkan desain faktorial 2 × 2. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 7 Kerinci Kelas VIII Semeseter genap tahun pelajaran 2016/2017. Sampel penelitian terdiri dari kelas eksperimen berjumlah 32 orang siswa dan kelas kontrol berjumlah 31 orang siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua macam instrumen yakni intrumen Group Embedded Figures Test (GEFT) untuk mengukur gaya kognitif siswa dan instrumen tes hasil belajar matematika siswa dalam bentuk essay. Hasil analisis data dan uji statistik menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah  dan  gaya  kognitif  berpengaruh terhadap hasil belajar matematika, terdapat  korelasi  antara  gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika, tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya kognitif terhadap hasil belajar matematika  siswa. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan kepada guru, khususnya guru matematika agar penerapan model pembelajaran berbasis masalah  dikembangkan sebagai satu inovasi dalam proses belajar mengajar.
ANALISIS PENGARUH LATAR BELAKANG SOSIAL EKONOMI ORANG TUA TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI SISWA SMA N 5 PADANG stevani, stevani
Jurnal Curricula Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.304 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2017.v2i2.1529

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh latar belakang sosial ekonomi orang tua terhadap hasil belajar siswa ekonomi siswa SMA N 5 Padang, khususnya pada kelas X. populasi penelitian ini adalah sebanyak 156 orang siswa dengan sampel penelitan sebanyak 95 orang siswa. Alat analisa yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan angket. Penulis menganalisis bahwa, hasil belajar siswa di sekolah mempunyai korelasi yang tinggi dengan latar belakang sosial ekonomi orang tua, karena segala kebutuhan anak yang berkenaan dengan pendidikan selalu membutuhkan sosial ekonomi keluarga, dengan artian secara umum bahwa sekolah membutuhkan uang untuk mendapatkan hasil belajar yang baik, membutuhkan sarana dan prasarana tergantung pada jumlah uang yang ada. Latar belakang sosial ekonomi orang tua, meliputi pendidikan, pendapatan dan pekerjaan orang tua. Jadi orang tua yang memiliki latar belakang sosial ekonomi yang tinggi, akan lebih mampu menyediakan berbagai kebutuhan belajar anaknya sehingga hasil belajar anak juga akan tinggi.
PENERAPAN BELAJAR MELALUI BERMAIN DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI Fauziddin, Moh; Asni, zulfah
Jurnal Curricula Vol 1, No 3 (2016)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.348 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2016.v1i3.1277

Abstract

Learning through play are believed by many as the most appropriate way to promote creativity and fine motor skills of early childhood through games beam unit. This study uses a quasi experimental design with "Nonequivalent Control Group Design", involving 23 children as a control group and 21 children as the experimental group. Results of the study showed that data processing before being given the treatment of the results of the pre-test in the control group and the experimental group did not differ significantly. After the application of learning through play beam unit applied to the experimental group, the creativity of children increased significantly compared with the control group. This shows that the application of learning through play beam unit significantly affect the increase creativity, whereas the conventional approach does not affect the development of the creativity of young children. Furthermore, researchers recommend that the application of learning through play beam unit at Khadija Al Kubro TKIT Bangkinang particular and TK / RA in Kampar regency in general need to be developed in a way to learn while playing by using the tools of educational games are more varied
PENGARUH PENERAPAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULER (VO2MAX) DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA PS BINA UTAMA Rahmad, Hari Adi
Jurnal Curricula Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.182 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2016.v1i2.1009

Abstract

Kondisi fisik memegang peranan penting untuk pencapaian sebuah prestasi yang baik, karena kondisi fisik merupakan dasar utama bagi atlet untuk bisa bermain dengan baik dan memperoleh kemenangan. Tingkat kondisi fisik yang baik diperlukan dalam permainan sepakbola karena untuk bisa bermain selama 2 x 45 menit permainan harus memiliki daya tahan kardiovaskuler (VO2Max) yang baik. Kelentukan diperlukan untuk meluaskan gerak, daya ledak saat melakukan tendangan seperti shooting ke gawang lawan atau melakukan long passing. Kelincahan diperlukan untuk menggiring bola dan melewati lawan, kecepatan diperlukan untuk melakukan sprint dalam melakukan dribbling, sedangkan kekuatan merupakan pondasi melakukan lompatan, heading bola atau saat perebutan bola. Penerapan daya tahan kardiovaskuler (vo2max)  untuk daya tahan aerobik diukur dengan bleep test. Hasil analisis diperoleh bahwa tingkat daya tahan aerobik atlet 0% kategori baik sekali, 30,4% kategori baik, 30,4% kategori sedang,39,1% kategori kurang, 0% kategori kurang sekali.  Berdasarkan hasil penelitian ini, kondisi fisik atlet sepakbola PS Bina Utama Mungka Kabupaten 50 Kota berada pada kategori sedang,  oleh sebab itu perlu ditingkatkan lagi daya tahan pemian terutama pada kemampuan kekuatan otot tungkai dan daya tahan aerobiknya.
Pengaruh Metode Drill terhadap Keterampilan Bermain Bolavoli Mini pada Siswa Sekolah Dasar astuti, yuni
Jurnal Curricula Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5045.76 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2018.v3i1.1928

Abstract

Sports activities on the younger generation has the objective to finalize the change or human resources. This sport consists of sports education, sports recreation, sports achievement, amateur sports, professional sports and sports persons with disabilities. In this case the author discusses sports education means the physical education and sport carried out as part of the educational process of regular and continuing to acquire knowledge, personality, ability, health and physical fitness of the students who take part in the sport. Drill method is better. The method was applied to students of State Elementary School 14 Jambak District of Koto Kampung Padang Kota Tangah and more effective than the method of playing the mini volleyball playing skills.
STUDENTS’ ABILITY IN USING PREFIX suharni, suharni
Jurnal Curricula Vol 2, No 3 (2017)
Publisher : Kopertis Wilayah X (Sumbar, Riau, Jambi, dan Riau Kepulauan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.361 KB) | DOI: 10.22216/jcc.2017.v2i3.2006

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menggunakan prefix. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sumber data didapatkan dari 40 orang mahassiswa angkatan ketiga tahun ajaran 2015/ 2016 STKIP PGRI Sumatera Barat dengan menggunakan random sampling teknik. Peneliti menggunakan tes vocabulary prefix berbentuk pilihan berganda. Hasil analisis data penelitian menunjukkan persentase kemampuan skor mahasiswa dengan klasifikasi kemampuan baik berjumlah 25%, kemampuan cukup baik berjumlah 41,7% dan kemampuan kurang berjumlah 16,7%. Persentase kemampuan mahasiswa yang sudah mampu menggunakan prefix berjumlah 16,7%. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa menggunakan prefix tergolong cukup baik. This research was aimed at finding out students’ ability in using prefix. This was a descriptive research. The source of data of this research was taken from 40 students of STKIP PGRI West Sumatra at the third year registered in 2015/2016 academic year by using random sampling technique . The researcher used prefix vocabulary test in multiple choice form. The result of this research showed that the percentage of students’ score in good category 25%, fair 41.7%,  poor 16.7%. The percentage of students who were able to use prefix was 16.7%. So, it can be concluded that students’ ability in using prefix was fair.      Key words: students’ ability, prefix