cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
PERBEDAAN JENIS MIKROORGANISME PADA BAJU PELINDUNG DOKTER GIGI PADA TINDAKAN SKELING DAN ORAL SCREENING DI RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH Restu Humairoh; Eka Desnita; Valendriyani Ningrum
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.828 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.204

Abstract

Dokter gigi di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah menggunakan baju pelindung dokter gigi sebagai pakaian praktek sehari-hari, dengan baju pelindung tersebut berpotensi sebagai tempat transmisi bakteri patogen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling dan oral screening Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah. Jenis penelitian menggunakan pendekatan cross sectional, sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah baju pelindung Dokter gigi saat melakukan tindakan skeling dan oral screening Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturahmah dan teknik pengambilan sampel adalah random sampling. Hasil penelitian jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling ditemukan bakteri Bacillus sp, Streptococcus sp, Staphylococcus sp dan Staphylococcus aureus dan tindakan screening hanya ditemukan bakteri Bacillus sp dan Staphylococcus aureus. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara  jenis mikroorganisme pada baju pelindung Dokter gigi pada tindakan skeling dan oral screening
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN KOMPATIBILISASI PADA NILON DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN FLEKSURAL BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK Siti Wahyuni; Windy Putri Wijaya
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.407 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.129

Abstract

Pendahuluan : Nilon adalah nama generik dari salah satu tipe golongan termoplastik yaitu poliamida yang digunakan untuk pembuatan basis gigi tiruan fleksibel. Nilon dimanipulasi dengan proses injection moulding yang akan menghasilkan basis gigi tiruan dan nilon sisa. Nilon sisa (limbah nilon) dapat menyebabkan pencemaran lingkungan karena ketidakmampuan untuk terurai dalam jangka waktu yang singkat. Daur ulang merupakan salah satu cara untuk mengurangi limbah nilon tetapi akan menyebabkan penurunan sifat mekanis nilon termasuk kekuatan fleksural. Penambahan bahan kompatibilisasi diketahui dapat memperbaiki sifat mekanis dan pada penelitian ini bahan kompatibilisasi yang digunakan adalah nilon murni. Metode : Jenis penelitian ini adalah experimental laboratoris dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Gigi USU, FMIPA USU dan Magister Mesin USU. Sampel terdiri dari 27 batang berukuran 64x10x3,3 mm (ISO 20795-1) dan terbagi menjadi tiga kelompok (kelompok A 100% nilon murni, Kelompok B 100% nilon daur ulang dan kelompok C 60% nilon murni sebagai bahan kompatibilisasi dengan 40% nilon daur ulang). Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil : Berdasarkan uji Kruskal-Wallis hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara tiga kelompok. Post-hoc tes menggunakan Mann-Whitney menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara kelompok A dan B (p=0,001, p<0,05) sedangkan diantara kelompok A dan C tidak terdapat perbedaan yang signifikan (p=0,270, p>0,05) Simpulan : Penambahan nilon murni sebagai bahan kompatibilisasi pada nilon daur ulang dapat meningkatkan kekuatan fleksural nilon daur ulang
Chronic Ulcer Mimicking Oral Squamous Cell Carcinoma (A Case Report) Fitria Mailiza; Rifani Rifani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.155 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.211

Abstract

Introduction: Chronic ulcers are considered as the most common ulcerations and can be differentiated with oral squamous cell carcinoma (OSCC) by the presentation of its features. OSCC define as a malignant epithelial neoplasm and the most common neoplasm of the oral cavity. OSCC appears as a mixed white or reddish proliferative growth-like lesion from chronic trauma. Case and management: A 50 years old female came with a painful non-healing ulcer on the lateral right side of the tongue which had been exist since 6 months prior. There had been a gradual increase in the size of the ulcer over the past 6 months. The patient did not have any sistemic disease or bad habits such as chewing or smoking and did not consume alcohol either. Based on the examination, the right submandibular lymphnodes were palpable, tender, firmed and mobile.  And there was also a single oval-shaped ulcer with irregular border on the lateral aspect of the tongue in parallel with fractured and decayed lower first molar. The ulcer size was 2x1 cm in diameter, with the base covered by yellowish pseudomembran slough with indurated border. The grinding of the sharp cusp of the tooth was done, followed by the prescription of multivitamins, antibacterial mouthwash and topical corticosteroid. She was also referred to have routine blood test done. She came for the second visit after 14 days, showing improvement of the ulcer. The blood test showed no abnormal values. Discussion: Based on clinical features, the presented lesion was mimicking OSCC. According to the patient’s history taking, clinical examination and appropriate investigation, the patient was diagnosed with traumatic ulcer. Ulcer resolves and heals on the removal of causative factors. Conclusion: Chronic ulcer is one of the most common solitary ulcer presenting in the oral cavity that mimicking OSCC by the presentation of its features. In this reported case, the ulcer arises due to its constant contact with lateral right of the tongue Improvement during the treatment by eliminating suspected risk factors can ruled out the possibility of OSCC thus prevent the unnecessary treatment.
GAMBARAN KARAKTERISTIK KISTA RADIKULAR MENGGUNAKAN CONE BEAM COMPUTED TOMOGRAPHY (CBCT): LAPORAN KASUS Shinta Amini Prativi; Berty Pramatika
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.511 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.254

Abstract

Pendahuluan: Kista radikular merupakan kista yang paling umum terjadi pada rongga mulut yang berkaitan erat dengan terjadinya nekrosis pulpa dan infeksi yang terjadi pada saluran akar gigi. Kasus dan Penatalaksanaan: Laki-laki berusia 49 tahun datang ke praktek dokter gigi mengeluhkan pembengkakan disertai nyeri pada rahang kirinya, untuk melihat keadaan tersebut dokter gigi merujuk pasien ke laboratorium radiologi untuk dilakukan pemeriksaan radiografis 3D (CBCT). Dari gambaran CBCT gambaran lesi radiolusen berbatas jelas terkortikasi, bentuk oval, terletak di apikal gigi 35-36 disertai resorpsi akar, destruksi batas kanalis mandibularis dan batas kortikal bukal. Kista radikular merupakan kista inflamasi yang berkembang dari sisa sel epitelium malassez pada ligamen periodontal dari hasil inflamasi yang berasal dari gigi non vital. Laporan kasus ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik klinis dan radiologis dari kista radikular. Simpulan: Pemeriksaan radiologis seperti pencitraan CBCT menunjukan perluasan dari lesi kista radikular yang berukuran cukup besar sehingga sangat berperan untuk penegakan diagnosa dan rencana perawatan dari kista radikular.
LAPORAN KASUS : INFEKSI GIGI SEBAGAI PENYEBAB BAKTEREMIA PADA ENDOKARDITIS INFEKTIF Dian Puspita; Citra Kiki Krevani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.303

Abstract

Pendahuluan: Endokarditis infektif merupakan penyakit yang mematikan dengan angka mortalitas yang tinggi yaitu 20% dalam 30 hari. Penyebab terjadinya endokarditis infektif pada kasus ini adalah Streptococcus viridans yang merupakan flora oral. Pasien didiagnosis dengan endokarditis infektif definite berdasarkan keluhan, temuan klinis, dan pemeriksaan penunjang. Kasus dan Penatalaksanaan: Keluhan utama pasien adalah demam tinggi sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit. Demam juga disertai dengan munculnya bintik kemerahan pada kulit dan sesak nafas. Pasien juga mengeluhkan sakit gigi dan berlubang sejak 3 minggu ini, namun tidak berobat. Pada pemeriksaan gigi ditemukan infeksi pada gigi molar 1 dan 2 kanan atas yang berlubang. Pada jantung ditemukan bising pansistolik pada apeks jantung yang menjalar ke aksila. Pada ekokardiografi ditemukan severe mitral regurgitation et causa prolaps Anterior Mitral Leaflet (AML) dengan vegetasi menempel di AML. Pasien diberikan terapi vancomycin 2x500 mg(iv), Gentamicin 1x160 mg. Pemeriksaan kultur darah ditemukan Streptococcus viridans. Streptococcus viridans merupakan bakteri oral yang berkontribusi menimbulkan penyakit endokarditis infektif melalui menyikat gigi, pengunyahan, maupun prosedur gigi. Simpulan: Kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut sangat penting untuk dijaga. Selain pasien mempunyai riwayat endokarditis infektif sebelumnya, riwayat katup prostetik, atau penyakit jantung bawaan disarankan untuk diberikan profilaksis antibiotik sebelum dilakukan prosedur gigi. Introduction: Infective endocarditis is a life-threatening disease with an overall mortality rate of 20% at 30 days. The cause of endocarditis infective in this case is Streptococcus viridans which is an oral flora bacteriae. Patients was diagnosed as definitive infective endocarditis by anamnesis and clinical findings. Case and Management: The main complaint of this patient was a high fever from 2 weeks before admission. Fever was also accompanied by the appearance of reddish spots on the skin and shortness of breath. Patient also complained of toothache and cavities from 3 weeks ago, but did not seek treatment. Dental examination found a dental infection in the right upper first and second molar. Pansystolic murmur was heard at the apex of the heart and radiates to the axilla. Severe mitral regurgitation caused by prolapsed Anterior Mitral Leaflet (AML) with vegetation attached to  AML was identified by echocardiography. Patient was treated with vancomycin 2x500 mg (iv) and gentamicin 1x160 mg (iv). Blood cultures in this case found Streptococcus viridans. Streptococcus viridians is part of the normal flora of the mouth, usually responsible for infective endocarditis through tooth brushing, mastication, and dental procedures. Conclusion: Maintaining the good oral health and hygiene is very important. Patients with previous infective endocarditis, prosthetic valve, or untreated congenital heart disease who will undergo dental procedures should be considered to get antibiotic prophylaxis. 
PERBEDAAN JUMLAH KOLONI BAKTERI ASAM LAKTAT PADA KEADAAN SEHAT DENGAN PERIODONTITIS KRONIS Rheta Elkhaira; Nila Kasuma; Andani Eka Putra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.169 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.256

Abstract

Pendahuluan: Bakteri Asam Laktat (BAL) merupakan salah satu flora normal yang terdapat di dalam rongga mulut. Keberadaan BAL di rongga mulut sangat penting untuk menjaga kesehatan oral dan mencegah terjadinya penyakit periodontal. Kemampuan BAL antara lain menghasilkan antimikroba, mengatur respons imun host sehingga dapat menghalangi pertumbuhan bakteri patogen penyebab penyakit periodontal. Salah satu penyakit peridodontal adalah periodontitis kronis. Hal ini mendorong perlunya penelitian mengenai BAL yang terdapat di dalam rongga mulut sebagai alternatif terapi periodontitis kronis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan jumlah BAL pada keadaan sehat dengan periodontitis kronis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional comparative, kelompok sehat terdiri dari subyek dengan gingiva sehat sedangkan kelompok periodontitis kronis terdiri dari subyek yang menderita periodontitis kronis. Perbedaan jumlah koloni BAL kelompok sehat dengan kelompok periodontitis kronis dianalisis dengan Independent Sample T Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang signifikan (p< 0,05) pada jumlah koloni bakteri asam laktat antara kelompok sehat dengan kelompok periodontitis kronis. Simpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa BAL yang merupakan flora normal dalam rongga mulut dapat menjaga kesehatan gigi dan mulut.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN APLIKASI PASTA GIGI YANG DIFORMULASI ZINC DAN SUPLEMEN ORAL ZINC SETELAH SCALLING DAN ROOT PLANNING TERHADAP KADAR TISSUE INHIBITOR OF MATRIX METALLOPROTEINASE-1 SALIVA PADA GINGIVITIS Fildzah Nurul Fajrin; Haria Fitri; Nila Kasuma; Netti Suharti
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.323 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.266

Abstract

Pendahuluan: Terapi pertama gingivitis adalah scaling and root planning (SRP). Terapi ini berfungsi untuk menghilangkan plak dan kalkulus penyebab inflamasi gingiva, namun SRP memiliki keterbatasan yaitu tidak dapat mengeliminasi seluruh bakteri patogen periodontal pada area yang sulit diakses saat instrumentasi. Oleh karena itu dibutuhkan terapi tambahan seperti pemberian imunomodulator untuk meningkatkan keberhasilan SRP. Zinc telah dikenal sebagai imunomodulator. Unsur ini merupakan katalisator dari enzim yang berperan dalam proses degradasi kolagen dan penyembuhan gingivitis yaitu Tissue Inhibitor Matrix Metalloproteinase-1 (TIMP-1). Sebagai terapi penyembuhan gingivitis, zinc digunakan dalam bentuk suplemen (sistemik) dan sebagai bahan tambahan dalam pasta gigi (topikal). Penulis bertujuan untuk membandingkan efektifitas aplikasi zinc yang berbeda terhadap konsentrasi TIMP-1 pada saliva pasien gingivitis setelah scalling and root planning. Metode: Subjek penelitian adalah siswa siswa MAN 2 Padang yang menderita gingivitis sedang dan parah berdasarkan pemeriksaan Gingival Index dan bleeding on probing. Subjek terdiri dari 3 kelompok yaitu kelompok dengan aplikasi pasta gigi zinc citrate 2% setelah SRP (grup 1), kelompok SRP tanpa tambahan perlakuan (grup 2), dan kelompok suplementasi zinc sulfat 20 mg (grup 3) setelah SRP. Masing-masing kelompok terdiri dari 11 orang. Scalling and root planning dilakukan pada subjek yang terjaring. Pasta gigi dan suplemen zinc diberikan pada grup 1 dan 3 selama 14 hari. Setelah perlakuan, saliva subjek penelitian dikumpulkan dengan unstimulated method. Kadar TIMP-1 saliva dianalisis dengan metode ELISA di Laboratorium Biomedik FK UNAND. Analisa statistik dilakukan dengan software SPSS 17 dengan uji ANOVA dan Bonferroni.  Hasil: Terdapat perbedaan yang bermakna antar kelompok perlakuan (p<0.05). Kelompok yang paling menunjukkan peningkatan TIMP-1 yang signifikan adalah grup 1 (p< 0.05). Terdapat perbedaan signifikan antara grup 1 dengan grup 2. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara grup 2 dengan grup 3, dan grup 1 dengan grup 3 (p>0.05). Simpulan: Penggunaan zinc secara topikal lebih efektif meningkatkan penyembuhan gingivitis setelah SRP dari pada penggunaan zinc secara sistemik. Introduction: The first therapy of gingivitis is scaling and root planning (SRP). This therapy functions to remove plaque and calculus that cause gingival inflammation, but SRP has limitations that cannot eliminate all periodontal pathogenic bacteria in areas that are difficult to access when instrumentation. Therefore, additional therapy is needed such as immunomodulatory administration to increase the success of SRP. Zinc has been known as an immunomodulator. This element is a catalyst of enzymes that play a role in the process of collagen degradation and healing of gingivitis, namely Tissue Inhibitor Matrix Metalloproteinase-1 (TIMP-1). As a healing therapy for gingivitis, zinc is used as a supplement (systemic) and as an additive in toothpaste (topical). The authors aimed to compare the effectiveness of different zinc applications to TIMP-1 concentrations in the saliva of gingivitis patients after scaling and root planning. Methods: The research subjects were students of MAN 2 Padang who suffered from moderate and severe gingivitis based on gingival index and bleeding on probing examination. Subjects consisted of 3 groups, namely the group with the application of 2% zinc citrate toothpaste after SRP (group 1), SRP group without additional treatment (group 2), and zinc sulphate supplementation group 20 mg (group 3) after SRP. Each group consists of 11 people. Scaling and root planning were done on netted subjects. Toothpaste and zinc supplements were given in groups 1 and 3 for 14 days. After the treatment, the saliva of the research subjects was collected by an unstimulated method. TIMP-1 saliva content was analysed by the ELISA method in the Biomedical Laboratory of the UNAND FK. Statistical analysis was performed with SPSS 17 software with ANOVA and Bonferroni tests. Results: There were significant differences between treatment groups (p <0.05). The group that most showed a significant increase in TIMP-1 was group 1 (p <0.05). There were significant differences between group 1 and group 2. There were no significant differences between group 2 and group 3, and group 1 with group 3 (p> 0.05). Conclusion: Topical use of zinc is more effective at improving the healing of gingivitis after SRP than systemic use of zinc.
PERANAN PENAMBAHAN ZIRKONIUM OKSIDA PADA MAHKOTA PROVISIONAL RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANASPERANAN PENAMBAHAN ZIRKONIUM OKSIDA PADA MAHKOTA PROVISIONAL RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS Selamat Suhardi; Syafrinani Syafrinani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.319 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.253

Abstract

Pendahuluan: Resin akrilik polimerisasi panas merupakan bahan yang umum digunakan dalam bidang kedokteran gigi terutama pada bidang prostodonsia, salah satunya pada pembuatan gigi tiruan cekat sementara. Pemakaian resin akrilik polimerisasi panas secara estetis baik, namun memiliki sifat mekanik yang tidak ideal. Hal ini terjadi bila gigi tiruan mengalami gaya pengunyahan yang besar. Artikel ini bertujuan untuk membahas mengenai peranan penambahan nanopartikel zirconium oxida pada bahan provisional resin akrilik polimerisasi panas. Tinjauan: Restorasi provisional dikenal sebagai mahkota sementara atau gigi tiruan cekat sementara yang dipergunakan dalam jangka waktu pendek selama restorasi permanen dibuat. Pembuatan restorasi provisional bertujuan untuk melindungi jaringan oral, estetis dan menjaga fungsi pengunyahan sampai restorasi permanen dipasang. Restorasi provisional yang baik harus dapat memenuhi persyaratan biologis, estetis dan mekanis. Penelitian terdahulu, banyak diarahkan pada penggabungan nanopartikel anorganik untuk meningkatkan sifat dari resin akrilik polimerisasi panas. Hasil dari penelitian terdahulu menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada kekuatan impak ketika bahan nanopartikel zirconium oxide ditambahkan ke bahan resin akrilik polimerisasi panas. Pembahasan: Salah satu masalah yang berkaitan dengan tipe resin akrilik konvensional adalah sifat mekanisnya yang buruk. Perbaikan sifat mekanis tersebut dapat dicapai melalui penambahan penguat dengan struktur, ukuran, bentuk dan komposisi kimia yang berbeda, yang terdistribusi dalam matriks akrilik. Pada beberapa penelitian, penambahan nanopartikel zirconium oksida secara signifikan dapat meningkatkan kekuatan impak dan transversal dari resin akrilik polimerisasi panas. Simpulan: Restorasi provisional dari resin akrilik polimerisasi panas dengan penambahan nanopartikel zirconium oksida merupakan hal yang dapat dipertimbangkan pada prosedur gigi tiruan cekat.
HUBUNGAN PENDAPATAN ORANG TUA DENGAN ANGULAR CHEILITIS PADA ANAK SDN 13 TUAPEJAT DAN SDN 22 TUAPEJAT KECAMATAN SIPORA UTARA KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI Khairul Arham; Utmi Arma; Maulida Hayati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.53 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.257

Abstract

Pendahuluan: Angular cheilitis merupakan salah satu jenis penyakit mulut yang menyerang jaringan lunak rongga mulut yang ditandai dengan peradangan pada sudut bibir dapat menyerang pada anak-anak maupun dewasa. Angular cheilitis pada anak-anak biasanya dipengaruhi oleh nutrisi. Perkembangan ekonomi Kabupaten Kepuluan Mentawai masih jauh di bawah angka rata-rata nasional. Status ekonomi mempengaruhi tingkat kesehatan gigi dan mulut. Status ekonomi ditentukan oleh beberapa jenis pekerjaan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan orang tua dengan angular cheilitis pada anak SDN 13 Tuapejat dan SDN 22 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten kepulauan Mentawai. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data dilakukan dengan uji Fischer Exact. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan di SDN 13 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai didapat bahwa angular cheilitis sebesar 1,9% dan terjadi secara bilateral dan SDN 22 Tuapejat tidak terdapat angular cheilitis. Berdasarkan distribusi golongan pendapatan orang tua didapatkan hasil 2 orang terkena angular cheilitis pada pendapatan orang tua rendah, pada pendapatan pekerjaan orang tua sedang terkena angular cheilitis 2 orang, sedangkan pada pendapatan orang tua tinggi tidak ada terkena angular cheilitis. Hasil uji statistik orang tua terhadap angular cheilitis (p = 1,00 > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan pendapatan orang tua dengan angular cheilitis yang pada anak SDN 13 Tuapejat dan SDN 22 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten kepulauan Mentawai.Pendahuluan: Angular cheilitis merupakan salah satu jenis penyakit mulut yang menyerang jaringan lunak rongga mulut yang ditandai dengan peradangan pada sudut bibir dapat menyerang pada anak-anak maupun dewasa. Angular cheilitis pada anak-anak biasanya dipengaruhi oleh nutrisi. Perkembangan ekonomi Kabupaten Kepuluan Mentawai masih jauh di bawah angka rata-rata nasional. Status ekonomi mempengaruhi tingkat kesehatan gigi dan mulut. Status ekonomi ditentukan oleh beberapa jenis pekerjaan orang tua. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pendapatan orang tua dengan angular cheilitis pada anak SDN 13 Tuapejat dan SDN 22 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten kepulauan Mentawai. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasi dengan pendekatan cross sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik total sampling. Pengolahan data dilakukan dengan uji Fischer Exact. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penelitian yang dilakukan di SDN 13 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai didapat bahwa angular cheilitis sebesar 1,9% dan terjadi secara bilateral dan SDN 22 Tuapejat tidak terdapat angular cheilitis. Berdasarkan distribusi golongan pendapatan orang tua didapatkan hasil 2 orang terkena angular cheilitis pada pendapatan orang tua rendah, pada pendapatan pekerjaan orang tua sedang terkena angular cheilitis 2 orang, sedangkan pada pendapatan orang tua tinggi tidak ada terkena angular cheilitis. Hasil uji statistik orang tua terhadap angular cheilitis (p = 1,00 > 0,05). Simpulan: Tidak terdapat hubungan pendapatan orang tua dengan angular cheilitis yang pada anak SDN 13 Tuapejat dan SDN 22 Tuapejat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten kepulauan Mentawai.
PENGARUH PENYEMPROTAN EKSTRAK BUAH MENGKUDU DAN SODIUM HIPOKLORIT PADA CETAKAN POLIVINIL SILOKSAN TERHADAP STABILITAS DIMENSI MODEL KERJA Dinda Talitha; Mohammad Zulkarnain
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.247

Abstract

Pendahuluan: Polivinil siloksan (PVS) adalah bahan cetak elastomer yang sering digunakan di kedokteran gigi. Namun, lingkungan kerja dokter gigi terutama dalam hal pencetakan sangat memungkinkan terjadinya kontaminasi silang bakteri patogen. Oleh karena itu ANSI/ADA menganjurkan desinfeksi pada bahan cetak. Desinfektan kimiawi yang sering digunakan adalah sodium hipoklorit, dan bahan tradisional yang dapat digunakan sebagai desinfektan salah satunya adalah buah mengkudu. Salah satu teknik desinfeksi yang efektif adalah teknik penyemprotan, dimana teknik ini lebih disarankan untuk mengurangi resiko perubahan dimensi model kerja. Metode: Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyemprotan ekstrak buah mengkudu dan sodium hipoklorit pada cetakan PVS terhadap stabilitas dimensi model kerja. Sampel penelitian ini adalah hasil cetakan PVS yang telah diisi gips tipe IV yang diperoleh dari pencetakan model induk stainless steel berbentuk 2 mahkota yang dipreparasi dengan ukuran tinggi/oklusogingival 8,02 mm, diameter/bukolingual 6,33 mm, jarak antara 2 abutment/interpreparasi 28,25 mm. Jumlah sampel sebanyak 30 buah untuk 3 kelompok perlakuan, cetakan diisi dengan gips setelah 30 menit penyemprotan, masing-masing berjumlah 10 buah. Sampel diukur menggunakan kaliper digital kemudian dianalisis dengan uji t tidak berpasangan. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyemprotan cetakan PVS denganekstrak buah mengkudu 5% dan sodium hipoklorit 0,5% terhadap stabilitas dimensi model kerja dengan nilai p= 0,0001 (p<0,05), namun persentase perubahan dimensi yang dihasilkan masih dalam batas yang dapat ditolerir (<0,5%). Simpulan: Ekstrak buah mengkudu 5% dan sodium hipoklorit 0,5% masih dapat dijadikan bahan desinfektan padabahan cetak PVS walaupun menghasilkan perubahan pada stabilitas dimensi, karena perubahan yang dihasilkan masih dalam batas yang dapat ditolerir (<0,5%).