cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
PENATALAKSANAAN FISTULA ORONASAL MENGGUNAKAN TEKNIK PEDICLE ROTATIONAL FLAP DAN AUTOGRAFT DARI SIMPHISIS MANDIBULA Andries Pascawinata; Masykur Rahmat
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.16 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v5i2.158

Abstract

Pendahuluan : celah alveolar (gnatoschisis) merupakan salah satu molformasi kongenital yang terjadi pada struktur mulut dan wajah. Banyak permasalahan dapat terjadi bila penyakit ini tidak dilakukan perawatan seperti ketidakstabilan struktur tulang maksila, dukungan skletal yang kurang pada dasar hidung, fistula oronasal yang berulang, dukungan periodontal yang kurang sehingga terjadi retensi makanan dan diastema antara gigi dan region celah atau insisivus yang tidak erupsi. Tujuan: Melaporkan sebuah kasus penatalaksanaan fistula oronasal. Kasus dan penatalaksanaan : Seorang wanita berusia 43 tahun mengeluhkan celah pada gusinya yang berlokasi antara insisivus sentral dan insisivus lateral maksila kiri. Celah tersebut membuat makanan selalu masuk pada rongga hidung. Pasien pernah dilakukan operasi sebelumnya untuk penutupan celah bibir dan langit-langit. Pemeriksaan intra oral menunjukkan terdapat sebuah fistula oronasal pada bagian vestibulum pada regio 21 dan 22. Penatalaksanaan dari kasus ini adalah penutupan oronasal fistula pada vestibulum menggunakan teknik pedicle rotational flap dan autograft dari tulang simphisis mandibula. bedahan. Simpulan : Hasil perawatan menunjukkan penyembuhan dan tidak terdapatnya keluhan setelah perawatan. Pemeriksaan radigrafi menunjukkan terjadinya penyatuan antara tulang dan bonegraft pada darah alveolar regio 21 dan 22.
IDENTIFIKASI BAKTERI PADA 3 PERMUKAAN DENTAL UNIT (BOWL RINSE, DENTAL CHAIR, INSTRUMENT TABLE) DI RSGM UNIVERSITAS BAITURRAHMAH TAHUN 2018 Sachwiver, Bilham; Surya, Leny Sang; Elianora, Dewi
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 5, Nomor 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.311 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.140

Abstract

Penyakit infeksi masih merupakan penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu jenis infeksi adalah infeksi nosokomial. Infeksi ini menyebabkan 1,4  juta kematian setiap hari di seluruh dunia. Infeksi nosokomial itu sendiri dapat diartikan sebagai  infeksi yang diperoleh seseorang selama berada di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri yang terdapat pada permukaan dental unit yang diduga sering berkontaminasi dengan pasien di RSGM Baiturrahmah. Penelitian ini dilakukan di RSGM Baiturrahmah yang kemudian diidentifikasi di Laboratorium Mikrobiologi RSI Siti Rahmah dengan melakukan tiga usapan pada permukaan dental unit yang sering berkontak dengan pasien dan operator yaitu bowl rinse, instrumen table dan dental chair. Sampel di dapatkan sebanyak 17, pengambilan sampel menggunakan metode acak sederhana. Hasil penelitian ditemukan  bahwa terdapat 4 jenis bakteri Gram positif yaitu Staphylococcus epidermidis Sp, Staphylococcus aureus Sp, Bacillus Sp, Dipteroid basil Sp dan 1 Bakteri Gram negatif yaitu Pseudomonas Sp. Kesimpulan penelitian, bakteri yang paling banyak ditemukan pada permukaan dental unit yaitu bakteri Gram positif.
PERBEDAAN KEBOCORAN TUMPATAN RESIN KOMPOSIT NANOFILLER DENGAN KOMPOSISI YANG BERBEDA Oniel Syukma Pertiwi; Darmawangsa Darmawangsa; Widyawati Widyawati
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 4, Nomor 2, Desember 2017
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.99 KB) | DOI: 10.33854/JBDjbd.101

Abstract

Resin komposit merupakan salah satu bahan kedokteran gigi yang terus berkembang hingga saat ini. Pengerutan selama polimerisasi merupakan salah satu kekurangan dari resin komposit sehingga dapat menyebabkan kebocoran mikro. Perbedaan komposisi berpengaruh terhadap terjadinya kebocoran mikro. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan tingkat kebocoran tumpatan resin komposit nanofiller komposisi A dengan resin komposit nanofiller komposisi B. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan mengukur derajat kebocoran mikro pada gigi setelah diberi perlakuan kemudian membandingkan derajat kebocoran mikro antar kelompok. Analisa statistik menggunakan uji Mann-Whitney diperoleh nilai p= 0,014
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN OLAHRAGA DAN MASA KERJA DENGAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA DOKTER GIGI DAN MAHASISWA KEDOKTERAN GIGI DI SUMATERA BARAT Valendriyani Ningrum; Abu Bakar; Rifani Rifani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.78 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.143

Abstract

Prevalensi keluhan gangguan muskuloskeletal pada dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi memiliki tingkat yang tinggi. beberapa faktor telah dipertimbangkan menjadi penyebab dari MSD. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa olahraga dan masa kerja merupakan faktor terjadinya MSD. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan olahraga dan masa kerja terhadap gangguan muskuloskeletal (MSD) pada dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi di Sumatera Barat. Desain penelitian ini adalah observasional cross sectional study dengan 261 dokter gigi dan mahasiswa kedokteran gigi sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan adalah Cornell Musculoskeletal Discomfort Questionnaires (CMDQ). Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga dan MSD leher atas dan leher bawah (0,000) selanjutnya tidak ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan olahraga dan MSD pada pinggang, bahu kanan, dan pergelangan tangan kanan. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lama waktu kerja dan MSD pada pinggang, leher atas, bahu kanan, pergelangan tangan kanan, dan leher bawah
UJI EFEK ANALGETIK EKSTRAK ETANOL BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum) PADA MENCIT PUTIH GALUR SWISS WEBSTER Wanda Satopa; Eka Desnita; Citra Lestari
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.534 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.226

Abstract

Buah terong belanda merupakan salah satu tanaman yang tumbuh di Indonesia dan memiliki manfaat  sebagai antioksidan karena mengandung nutrisi dan senyawa kimia yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yaitu vitamin (A, B1, B2, B6, C dan E), karoten, flavonoid dan serat.  Flavonoid dapat mengurangi rasa nyeri dengan menghambat kerja enzim siklooksigenase. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek analgetik ekstrak buah terong belanda (Solanum betaceum) terhadap mencit putih galur swiss webster. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode writhing dengan menggunakan 25 ekor mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (CMC 1%), kelompok kontrol positif (asam mefenamat 1,3 mg/20grBB) dan kelompok ekstrak buah terong belanda (dosis 1 mg/20grBB, 2 mg/20grBB dan 4 mg/20grBB) pada mencit putih jantan. Analisa statistik menggunakan uji Oneway ANOVA dengan nilai p=<0,05. Hasil penelitian menunjukan bahwa  pada dosis  4 mg/20gr BB dan dosis 2 mg/20grBB memiliki efek analgetik yang berbeda secara bermakna jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Sedangkan dosis 1 mg/20gr BB tidak memiliki efek analgetik secara bermakna terhadap kontrol negatif. Pada dosis 4 mg/20gr BB memiliki efektifitas analgetik sebesar 116,9% yang melebihi persen efektifitas analgesik kontrol positif. Ekstrak etanol buah terong belanda berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat analgetik baru.
PENGARUH PENAMBAHAN ALUMINIUM OKSIDA PADA BAHAN BASIS GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK POLIMERISASI PANAS TERHADAP KEKERASAN DAN KEKASARAN PERMUKAAN Mahrizka Desi Ory Lubis; Dwi Tjahyaning Putranti
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.382 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.202

Abstract

Pendahuluan : Resin akrilik polimerisasi panas (RAPP) masih menjadi bahan basis gigi tiruan yang paling sering digunakan. RAPP memiliki estetis yang baik, proses pembuatan yang mudah diperbaiki, mudah dalam proses pembuatan, dan harga relatif murah. Meskipun demikian, RAPP memiliki sifat mekanis yang rendah yaitu kekerasan dan sifat fisis yang penting seperti kekasaran permukaan, sehingga diperlukan  modifikasi dengan menambahkan bahan penguat berupa aluminium oksida (Al2O3) atau alumina. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan RAPP terhadap kekerasan dan kekasaran permukaan. Metode : Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan 24 sampel berukuran 60 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10%, 15%. Kekerasan sampel kemudian di uji menggunakan Vickers Hardness Tester dan 24 sampel berukuran 80 mm x 10 mm x 3 mm dengan konsentrasi kontrol, 7,5%, 10, 15%  untuk kekasaran permukaan kemudian diuji menggunakan  Surface Roughness Tester. Data analisis dengan uji T independen Hasil : Nilai kekerasan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 15,551 VHN, 19,339 VHN, 25,505 VHN, dan 30,394 VHN; Sedangkan nilai kekasaran  permukaan kelompok kontrol dan ketiga kelompok perlakuan penambahan aluminium oksida 7,5%, 10%, 15% berturut-turut adalah 0,189 µm, 0,221 µm, 0,271 µm dan 0,308 µm. Penambahan bubuk aluminium oksida pada RAPP dapat meningkatkan kekerasan dan kekasaran permukaan secara signifikan (p=0,0001 (p<0,05)),  Simpulan : Penambahan aluminium oksida pada bahan basis gigi tiruan resin akrilik polimerisasi panas berpengaruh dalam meningkatkan kekerasan dan meningkatkan kekasaran permukaan yang masih dapat diterima pada konsentrasi 7,5%.
HUBUNGAN INDEKS SEVERITAS KARIES DENGAN PH SALIVA PADA PENYANDANG TUNAGRAHITA DI PANTI SOSIAL BINA GRAHITA (SBG) HARAPAN IBU KALUMBUAK KOTA PADANG TAHUN 2018 Yuhelmina Khamisli; Dewi Elianora; Intan Batura Endo Mahata
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.143 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.228

Abstract

Pendahuluan: Karies merupakan hilangnya ion-ion mineral secara terus menerus dari permukaan email atau permukaan akar gigi yang disebabkan oleh bakteri. Kerusakan ini ditandai dengan adanya white spot lesion atau bercak putih. Sebuah gigi dapat mengalami proses demineralisasi dan remineralisasi, ketika pH turun menjadi 5,5 proses demineralisasi menjadi lebih cepat dari pada proses remineralisasi. Penyandang tunagrahita memiliki risiko yang tinggi terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut daripada orang normal karena penyandang tunagrahita memiliki keterbatasan dalam merawat diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahita di Panti Sosial Bina Grahita (SBG) Harapan Ibu Kalumbuak Kota Padang. Metode: Jenis penelitian ini merupakan analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel 100 orang diperoleh dengan total sampling. Karies diukur menggunakan indeks DMF-T. Data dianalisis menggunakan uji chi – square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan indeks DMF-T berada pada kategori tinggi serta pH saliva asam. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapatnya hubungan indeks severitas karies dengan pH saliva pada penyandang tunagrahita
PEMANFAATAN BIOMATERIAL KITOSAN DALAM BIDANG BEDAH MULUT Fitriana Griselda Firdaus; Bambang Tri Hartomo
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.682 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.82

Abstract

Pendahuluan : Kitosan (poly-β-1,4-glucosamine) merupakan suatu biomaterial derivate kitin yang masih terus dikembangkan hingga saat ini, karena terbukti tidak toksik, biocompatibel, dan biodegrability dibandingkan dengan polimer lainnya, sehingga kitosan sangat berguna dalam bidang biomedis. Limbah laut yang cukup besar di Indonesia dapat dijadikan sebagai sumber kitin, sehingga kitosan menjadi polimer paling berlimpah kedua yang ditemukan di alam setelah selulosa. Kitosan juga memiliki sifat osteokonduktivitas tinggi yang baik untuk meningkatkan regenerasi tulang. Penelitian tentang efektivitas penggunaan biomaterial kitosan dalam menunjang proses penyembuhan luka di bidang kedokteran gigi telah banyak dilakukan dan dilaporkan. Tujuan : Literature review ini bertujuan untuk menjelaskan pemanfaatan biomaterial kitosan dalam bidang bedah mulut. Pembahasan : Telah banyak penelitian yang dilaporkan bahwa kitosan dapat menjadi akselerator atau dapat mempercepat proses penyembuhan luka dengan cara meningkatkan sel-sel inflamasi seperti makrofag, sel leukosit polimorfonuklear (PMN), osteoblas, dan fibroblas. Pada penelitian yang menggunakan hidrogel kitosan disebutkan bahwa aplikasi hidrogel kitosan dapat mengurangi rasa nyeri, kemerahan, pembengkakan, serta perdarahan yang signifikan pada pasien pasca pembedahan gigi molar ketiga. Pada tahun 2018 juga dilakukan penelitian yang menyebutkan bahwa kitosan yang dikombinasikan dengan spirulina dapat meningkatkan angiogenesis secara efektif pada soket tikus wistar dalam kondisi non diabetes maupun diabetes terkontrol. Simpulan : Kitosan dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan dapat ditoleransi dengan baik oleh fibroblas gingiva disertai respon sinergis dari faktor pertumbuhan seperti platelet derivate growth factor (PDGF) yang memainkan peranan penting dalam proses angiogenesis dan menstimulasi proliferasi sel fibroblas
PERBEDAAN PENYERAPAN AIR DAN STABILITAS WARNA BASIS GIGI TIRUAN POLIAMIDA 6 DAN POLIAMIDA MIKROKRISTALIN SETELAH PERENDAMAN TEH Ayu Wanzura; Siti Wahyuni
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1336.704 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.203

Abstract

Pendahuluan : Poliamida merupakan bahan yang disarankan sebagai alternatif dari resin akrilik. Poliamida memiliki kelemahan yaitu penyerapan air yang tinggi sehingga berdampak terhadap stabilitas warna poliamida. Pada penelitian ini poliamida yang digunakan adalah poliamida 6 (Bioplast) dan poliamida mikrokristalin (Lucitone FRS). Poliamida Mikrokristalin merupakan poliamida generasi baru yang diciptakan untuk menanggulangi kelemahan – kelemahan pada poliamida sebelumnya. Metode : Jenis penelitian ini adalah experimental laboratoris dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Gigi USU, FMIPA USU dan Fakultas Farmasi USU. Sampel terdiri dari 24 silinder dengan  berukuran diameter 15 mm ± 1 mm dan ketebalan 0.5 mm ± 0,1 mm (ISO 4049) dan terbagi menjadi empat kelompok (kelompok A poliamida 6 untuk pengujian penyerapan air, kelompok B poliamida mikrokristalin untuk pengujian penyerapan air, kelompok C poliamida 6 untuk pengujian stabilitas warna dan kelompok D poliamida mikrokristalin untuk pengujian stabilitas warna). Data dianalisis dengan uji T Independen. Hasil : Berdasarkan uji T Independen hasil menunjukkan perbedaan yang signifikan diantara kelompok A dan B (p=0,0001, p<0,05) dan diantara kelompok C dan D (p=0,012, p<0,05) Simpulan: Poliamida Mikrokristalin memiliki penyerapan air yang lebih rendah dan stabilitas warna yang lebih baik dibandingkan Poliamida 6
ANALISIS KOMPARATIF SEBAGAI PENENTU SWOT PADA RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT BAITURRAHMAH PADANG Hanim Khalida Zia; Rima Semiarty; Ratni Prima Lita
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 1, Juni 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.277 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i1.125

Abstract

Pada tahun 2017 pendapatan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang meningkat 5,8% dan pada tahun 2018 pendapatan menurun sebanyak 23,5%. Situasi perkembangan zaman yang selalu berubah-ubah dapat menjadikan peluang peningkatan usaha atau bahkan menjadi ancaman bagi rumah sakit. Salah satu upaya untuk mengetahui strategi pemasaran yang tepat bagi rumah sakit adalah dengan analisis SWOT. Analisis SWOT dapat dimulai dengan memahami strengths (kekuatan) dan weaknesses (kelemahan) pada aspek internal serta mengenali opportunities (peluang) dan threats (ancaman) yang terkandung dalam lingkungan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis komparatif sebagai penentu SWOT pada Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Jenis penelitian adalah kualitatif. Informan terdiri dari Pemilik, Direktur, Wakil Direktur, Karyawan, Mahasiswa, Pasien dan Masyarakat yang tinggal di sekitar Rumah Sakit Gigi dan Mulut Baiturrahmah Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utamanya yaitu memiliki izin operasional RSGM. Kelemahan utamanya yaitu belum terakreditasi. Peluang utamanya yaitu perkembangan teknologi yang semakin maju. Sedangkan, ancaman utamanya yaitu media sosial sehingga promosi pesaing lebih gencar.

Page 11 of 28 | Total Record : 271