cover
Contact Name
Citra Lestari
Contact Email
ceetradent@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
bdentjournal@unbrah.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
B-Dent, Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah
ISSN : 23015454     EISSN : 26547643     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal B-Dent (JBD) adalah jurnal kedokteran gigi yang mempublikasikan karya tulis ilmiah (berupa penelitian, laporan kasus dan tinjauan pustaka) yang berhubungan dengan seluruh bidang ilmu kedokteran gigi. Jurnal ini diterbitkan oleh Universitas Baiturrahmah, Padang, Sumatera Barat dan dikelola oleh Dewan Redaksi Fakultas Kedokteran Gigi. Terbit setiap dua kali dalam setahun, saat ini JBD terbit dalam bentuk cetak dan telah didistribusikan ke seluruh Fakultas Kedokteran Gigi di Indonesia, LIPI, Perpustakaan Daerah Sumatera Barat dan Kopertis Wilayah X.
Arjuna Subject : -
Articles 271 Documents
EVALUASI SITOTOKSISITAS SERAT DAUN NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DAN POLYETHYLENE SEBAGAI FIBER REINFORCED COMPOSITE Dendy Murdiyanto; Delta Sukma Andrian
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.937 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.263

Abstract

Pendahuluan: Fiber reinforced composite (FRC) adalah material yang terdiri dari matriks yang diperkuat dengan fiber. Polyethylene merupakan fiber yang sering digunakan dalam perawatan kedokteran gigi, karena memiliki sifat mekanis yang baik. Penggunaan serat daun nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) sebagai bahan biomaterial tambahan pada komposit merupakan salah satu inovasi baru dalam pembuatan komposit secara alami. Tanaman Nanas juga memiliki nilai ekonomis, mudah ditemukan dan biaya pengolahan serat nanas yang murah. Tujuan penelitian untuk mengetahui sitotoksisitas polyethylene dan serat daun nanas sebagai FRC terhadap sel fibroblas. Bahan yang digunakan penelitian ini adalah serat polyethylene (CONSTRUCT KerTM, USA), serat nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dan resin komposit (CubeFlow, Korea). Metode: Desain penelitian post test-only control group design, dengan dua kelompok perlakuan, kelompok pertama adalah polyethylene FRC dan kelompok kedua adalah serat daun nanas FRC dengan jumlah total sampel sebanyak 32 buah. Masing-masing bahan dimasukkan ke dalam cetakan berukuran 2x2x25mm yang diinkubasi selama 7 hari. Sitotoksisitas diuji dengan melihat Optical Density sel fibroblas (Vero cell) yang dihitung berdasarkan jumlah kristal formazan yang terbentuk menggunakan ELISA plate reader. Hasil: Rerata presentase viabilitas sel fibroblas pada kelompok polyethylene FRC sebesar 93,38 ± 0,92 dan kelompok serat daun nanas FRC sebesar 93,25 ± 0,93. Hasil Independent t-test menunjukkan tidak ada perbedaan  yang bermakna antara kedua kelompok perlakuan (p>0,05). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan jumlah sel hidup pada kelompok Polyethylene FRC dan kelompok serat nanas FRC. Polyethylene FRC dan serat nanas FRC tidak bersifat sitotoksik terhadap sel fibroblas.
Penggunaan Data Odontogram dalam Bentuk Format JSON dari Matriks Kondisi Gigi dan Performanya Pada Aplikasi Sistem Identifikasi Berbasis Web Fredy Rendra Taursia Wisnu; Sri Kusumadewi; Intan Ruspita
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 6, Nomor 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.147 KB) | DOI: 10.33854/jbd.v6i2.250

Abstract

Pendahuluan: Data odontogram sangat dibutuhkan dalam proses identifikasi dan merupakan salah satu data primer selain sidik jari dan DNA. Bentuk tipe data pada basis data sangat berpengaruh pada besar kecilnya ukuran ruang penyimpanan dan resource komputer yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan data odontogram berbentuk matriks kondisi gigi dalam format Javascript Object Notation (JSON) dan performanya dalam aplikasi identifikasi berbasis web. Metode: Penelitian ini menguji kinerja penggunaan data odontogram yang berbentuk matriks kondisi gigi dalam format JSON; yaitu dalam proses penyimpanan dan proses perbandingan saat melakukan identifikasi menggunakan aplikasi identifikasi berbasis web dan basis data PostgreSQL dengan melihat besar ruang penyimpanan terpakai dan lama waktu query yang dibutuhkan. Hasil: Hasil dari penelitian ini menunjukan rata-rata ukuran ruang penyimpanan yang dibutuhkan untuk menyimpan satu data matriks kondisi gigi odontogram antemortem dalam bentuk format JSON pada basis data sebesar 2,2 kiloBytes (kB) dan membutuhkan waktu query antara 0,3 – 07 milliseconds (ms) untuk menyimpan data kedalam basis data PostgreSQL dan waktu query yang dibutuhkan untuk satu kali perbandingan data odontogram postmortem dan satu data odontogram antemortem rata – rata selama 0,4 ms, sedangkan waktu yang diperlukan untuk melakukan rendering data JSON hasil pencarian dan pencocokan odontogram ke dalam antarmuka aplikasi berbasis web membutuhkan waktu 54,1 ms. Hasil uji usability dari aplikasi identifikasi berbasis web dengan menggunakan data odontogram berbentuk format JSON menunjukkan tingkat ketergunaan yang tinggi. Simpulan: Penggunaan data odontogram berbentuk matriks kondisi gigi dalam format JSON pada aplikasi identifikasi berbasis web memiliki performa yang baik dengan kebutuhan ruang penyimpanan yang kecil dan waktu yang singkat pada proses query.
ANTIBAKTERI HUMAN BETA DEFENSIN-3 DALAM TERAPI PERIODONTITIS ika Andriani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.478

Abstract

Pendahuluan: Resistensi antimikroba konvensional pada bakteri patogen merupakan masalah kesehatan dan ekonomi masyarakat, maka perlu adanya alternative antimikroba dalam menangani infeksi. Antimikroba peptide kationik Human beta defensin-3 (HBD-3) yang dihasilkan epitel gingiva,secara alamiah ditemukan di dalam sistem imun tubuh manusia yang  merupakan antibakteri spektrum luas dan jarang menimbulkan resistensi bakteri serta alergi. Aktivitas antibakteri HBD-3 berpotensi sebagai bakteriosid periodontopathogen. Tujuan dari penulisan studi pustaka ini menggali potensi antibakteri peptide Human beta defensin-3 (HBD-3) sebagai alternative antibakteri untuk perawatan periodontitis. Tinjauan: Periodontitis merupakan peradangan jaringan periodontal disebabkan bakteri polimikrobial, menyebabkan kerusakan  jaringan pendukung gigi. Keterlibatan bakteri penyebab kerusakan jaringan periodontal pada periodontitis, sehingga perawatan periodontitis memerlukan antiobiotik. Penggunaan antibiotic yang tidak teratur menyebabkan resistensi bakteri, sehingga diperlukan antibakteri yang jarang menimbulkan resistensi. Hasil penelitian sebelumnya human beta defensin merupakan antibakteri yang jarang menimbulkan resitensi   Pembahasan: Human beta defensin-3 (HBD-3) merupakan antibakteri peptid yang menghambat bakteri secara luas baik bakteri gram positif maupun gram negative. Beberapa macam mekanisme HBD-3 dalam membunuh bakteri antara lain memodulasi respon imun dan membunuh sel target spesifik tanpa mempengaruhi sel inang sehingga jarang menimbulkan resistensi obat. Selain sebagai antibakteri, HBD-3 berperan sebagai innate immune dan adaptive immune, immunomodulator, penyembuhan luka, regenerasi epitel gingiva dan periodontal,   remodeling tulang alveolar serta memicu perbaikan tulang pada pasien dengan periodontitis, sehingga tidaklah berlebihan apabila HBD-3 merupakan alternative utama antibakteri dalam perawatan periodontitis. Simpulan: Human beta defensin-3 (HBD-3) berpotensi diterapkan dalam pengobatan  periodontitis.
PENGARUH MINUMAN BERKARBONASI TERHADAP PERUBAHAN FORCE ANTARA CLOSED COIL SPRING DAN ELASTOMERIC CHAIN :STUDI IN VITRO Zulfan Muttaqin
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.469

Abstract

Closed coil spring dan elastomeric chain merupakan aksesoris ortodonti yang sering digunakan untuk menghasilkan force dalam menggerakan gigi. Dimana kedua aksesoris tersebut memiliki sifat degradasi struktur yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti pH, suhu dan flouride Minuman berkarbonasi merupakan minuman yang mengandung gas karbon dioksida. Karbon dioksida dan bahan acidifier menjadikan tingkat keasaman minuman sehingga meningkatkan tingkat keasaman rongga mulut. Adapun tujuan untuk mengetahui perubahan force antara elastomeric chain dan closed coil spring nikel titanium (NiTi) yang di rendam dalam minuman berkarbonasi. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 36 sampel. Sampel dikaitkan dalam 1 papan akrilik dan direndam dalam minuman berkarbonasi selama 24 jam, 72 jam, 168 jam dan 240 jam. Kemudian Force diukur menggunakan force gauge NK-500 dan dicatat. Uji statistik Kruskal Wallis (α= 0,05) menunjukkan bahwa minuman berkarbonisasi telah terbukti dapat menurunkan force, baik pada elastomeric chain maupun closed coil spring jika dilakukan perendaman dalam minuman berkarbonasi, dan penurunan force tersebut terbanyak terjadi pada closed coil.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN KOMPATIBILISASI PADA NILON DAUR ULANG TERHADAP KEKUATAN TRANSVERSAL BASIS GIGI TIRUAN NILON TERMOPLASTIK Azizah Nurur Rahmah; Haslinda Z Tamin
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.306

Abstract

ABSTRAK: PENDAHULUAN: Nilon termoplastik sebagai bahan basis gigi tiruan sangat diminati karena sifatnya yang fleksibel. Nilon dimanipulasi dengan teknik injection moulding. Teknik tersebut menghasilkan spru yang dapat didaur ulang akan tetapi menyebabkan penurunan sifat mekanis nilon termasuk kekuatan transversal. Upaya mengatasi penurunan sifat tersebut dilakukan modifikasi dengan penambahan bahan kompatibilisasi yaitu nilon termoplastik murni dan serat kaca, diharapkan dapat meningkatkan kekuatan transversal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan bahan kompatibilisasi pada nilon daur ulang terhadap kekuatan transversal basis gigi tiruan nilon termoplastik. METODE: Rancangan penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Sampel pada penelitian ini adalah nilon termoplastik berbentuk batang uji dengan ukuran 64 x 10 x 3,3 mm sebanyak 28 sampel untuk 4 kelompok kemudian dilakukan uji three point bending. Data dianalisis dengan uji ANOVA satu arah serta uji LSD. HASIL: Berdasarkan uji ANOVA satu arah menunjukkan tidak ada perbedaan diantara empat kelompok. Uji LSD menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok A dan C (p = 0,046, p < 0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan antara A dan D (p = 0,7, p > 0,05). SIMPULAN: Penambahan nilon termoplastik murni dan serat kaca sebagai bahan kompatibilisasi pada nilon daur ulang dapat meningkatkan kekuatan transversal nilon daur ulang.
PERHITUNGAN UNIT COST PELAYANAN KESEHATAN GIGI DI PUSKESMAS KURAITAJI DENGAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING PADA ERA JAMINAN KESEHATAN NASIONAL Febrian Febrian
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.276

Abstract

Pendahuluan: Menghitung unit cost pelayanan kesehatan gigi menjadi hal yang sangat penting karena hasilnya terkait dalam menentukan besaran kapitasi. Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan tigkat pertama (FKTP) yang memberikan pelayanan kesehatan gigi, namun besaran kapitasi pelayanan kesehatan gigi untuk puskesmas tidak disebutkan secara tegas oleh Permenkes no 59 tahun 2014. Untuk itu perlu dilakukan perhitungan unit cost di Puskesmas. Metode: Penelitian dilakukan dengan metode activity-based costing. Pemilihan lokasi pada penelitian ini dilakukan dengan teknik random sampling dari 7 puskesmas yang ada di kota Pariaman, sehingga didapatkan lokasi yaitu Puskesmas Kuraitaji. Hasil: Hasil penelitian dengan menggunakan metode activity-based costing menunjukkan bahwa unit cost pelayanan gigi di Puskesmas Kuraitaji untuk konsultasi gigi adalah sebesar Rp. 82.087, pencabutan gigi permanen sebesar Rp. 169.121, pencabutan gigi sulung sebesar Rp. 131.308, penambalan GIC sebesar Rp. 192.809, penambalan komposit sebesar Rp. 200.855 dan premedikasi sebesar Rp. 104.277. Rata-rata unit cost pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kuraitaji tahun 2018 didapatkan sebesar Rp. 146.735. Simpulan: Unit cost terbesar adalah tindakan penambalan komposit dan dapat diketahui bahwa biaya terbesar dalam pelayanan kesehatan gigi di Puskesmas Kuraitaji berasal dari biaya pegawai.
HUBUNGAN KUALITAS KOMUNIKASI DOKTER DAN DOKTER GIGI DENGAN LOYALITAS PASIEN Yashinta Octavian Setyanda; Rizanda Machmud; Abdi Setya Putra
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.594

Abstract

Era globalisasi telah menciptakan tantangan bagi semua jenis industri untuk berkompetisi, termasuk industri rumah sakit. Pembentukan hubungan yang kuat dengan pelanggan hingga terciptanya loyalitas merupakan faktor kunci bagi rumah sakit untuk dapat meningkatkan market share dan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Menurut beberapa literatur, loyalitas pelanggan rumah sakit dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, diantaranya komunikasi dokter. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan kualitas komunikasi dokter dengan loyalitas pasien di ruang rawat inap RS Izza Cikampek. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat analitik dengan desain penelitian berupa cross sectional kepada 400 orang pasien.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas komunikasi dokter dengan loyalitas pasien di RS Izza Cikampek (p=0,000, OR=9,503). Oleh sebab itu sangat penting bagi manajemen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas komunikasi dokter agar dapat menyelesaikan masalah penurunan  loyalitas pasien terhadap rumah sakit tersebut.
THE SALTY TASTE THRESHOLD AND TONGUE CLEANING HABITS IN HEALTHY YOUNG ADULT MALE SMOKERS Marcella bt Mohamad Azlin; Erna Herawati; Nanan Nur&#039;aeny
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.470

Abstract

Introduction: Smoking has adverse effects on the body such as various types of cancer, coronary heart diseases, stroke, peripheral vascular diseases, and oral changes including decreased taste sensation. There have been many studies on the effects of smoking on taste threshold, but specific studies in a group of young adult males and data on the frequency of tongue cleaning habits have not been reported. This study aims to determine the salty taste threshold and tongue cleaning habits in healthy young adult male smokers. Methods: This study was a descriptive cross-sectional study, and the subjects were taken by consecutive sampling. The criteria for the subjects were healthy males, aged 18-24 years old, who had a habit of smoking 10 cigarettes or more per day and had smoked for more than 1 year. A questionnaire was conducted including data on tongue cleaning habits before measuring the salt taste threshold using various concentrations of sodium chloride solution which are 0,012M, 0,014M, and 0,016M. Introduction: Smoking has adverse effects on the body such as various types of cancer, coronary heart diseases, stroke, peripheral vascular diseases, and oral changes including decreased taste sensation. There have been many studies on the effects of smoking on taste threshold, but specific studies in a group of young adult males and data on the frequency of tongue cleaning habits have not been reported. This study aims to determine the salty taste threshold and tongue cleaning habits in healthy young adult male smokers. Methods: This study was a descriptive cross-sectional study, and the subjects were taken by consecutive sampling. The criteria for the subjects were healthy males, aged 18-24 years old, who had a habit of smoking 10 cigarettes or more per day and had smoked for more than 1 year. A questionnaire was conducted including data on tongue cleaning habits before measuring the salt taste threshold using various concentrations of sodium chloride solution which are 0,012M, 0,014M, and 0,016M. Results: Subjects consisted of 76 healthy young adult male smokers for 3-8 years. There were 39%, 53%, and 8% of subjects with a salty taste threshold at concentration 0.012M, 0.014M and 0.016M respectively. Most subjects had a smoking habit for 4 years (36%), and the tongue cleaning habit was not found in the majority of subjects (46%).Conclusion: Most of the subjects had a salty taste threshold higher than normal and more subjects do not have the habit of cleaning the tongue.
MANAJEMEN KEGAWATDARURATAN TERTELAN BUR (STUDI KASUS) fitri isnaini
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 2, Desember 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v7i2.472

Abstract

Introduction: Emergency conditions of ingestion of foreign objects in dental practice may occasionally occur, one of which is ingestion of burs. In most cases, the foreign object passes through the digestive tract without difficulty, but some may require surgery. Immediate removal of the object may be necessary because long-term retention leads to complications and even death. Case and Management: 21 years old man underwent dental procedures, five minutes after preparation, the bur came off and then swallowed. The patient is referred to the radiology and nutrition department, given antipyretic, anti-inflammatory, laxatives, electrolyte fluids, high-fiber foods, multiply water. The bur is eliminated from the body after 4 days. Conclusion: Dentists and dental therapists should have the skills in emergency management of bur ingestion. Things that need to be considered to prevent the emergency are pre-action preparation (area isolation and double-check of the instruments), effective communication between patient and doctors (delivering instructions in case of emergency), informed consent, good coordination and preparedness between medical staff include radiology, nutrition, and nurses.
PENGARUH BAHAN POLES TERHADAP KEKERASAN PERMUKAAN BASIS NILON TERMOPLASTIK Sylvia Indriana; Syafrinani Syafrinani
B-Dent: Jurnal Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah Volume 7, Nomor 1, Juni 2020
Publisher : Universitas Baiturrahmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33854/jbd.v1i1.275

Abstract

Pendahuluan: Basis gigi tiruan harus memiliki kekerasan permukaan yang tinggi untuk memaksimalkan ketahanannya terhadap abrasi, goresan, dan daya kerusakan permukaan yang dapat mempengaruhi lama pemakaian suatu gigi tiruan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kekerasan permukaan adalah kekasaran permukaan. Oleh karena itu, proses penghalusan dan pemolesan pada basis menjadi tahapan yang penting. Bahan poles yang sering digunakan pada nilon termoplastik adalah pumis, selain itu ada bahan alternatif lain yang dapat digunakan yaitu pasta gigi dan cangkang telur karena memiliki sifat abrasif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan poles terhadap kekerasan permukaan basis nilon termoplastik dengan menggunakan bahan poles pumis, pasta gigi dan cangkang telur. Metode: Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris yang menggunakan sampel berbentuk kepingan silinder (Bioplast) dengan ukuran diameter 40 mm dan ketebalan 2 mm. Terdapat jumlah keseluruhan 30 sampel untuk 3 kelompok. Kekerasan permukaan diukur dengan Vickers Hardness Test (Future Tech FM800). Data yang diperoleh secara statistika diuji dengan uji one-way ANOVA. Hasil: Perbandingan nilai kekerasan permukaan nilon termoplastik setelah dipoles dengan pumis, pasta gigi, dan cangkang telur adalah 6,93: 7,1: 7,29 VHN. Hasil uji one-way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada nilai kekerasan permukaan antara ketiga kelompok dengan signifikansi p = 0,0001 (p<0,05). Simpulan: Penggunaan bahan poles yang berbeda pada basis nilon termoplastik memiliki pengaruh terhadap nilai kekerasan permukaannya. Basis nilon termoplastik yang dilakukan pemolesan dengan bahan poles cangkang telur memiliki nilai kekerasan permukaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang dipoles menggunakan bahan poles pumis dan pasta gigi.