Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika focusing on submission of field research results, systematic Theology, and practical theology, the study of Evangelical Theology and Community Development is not only internal of STT Tawangmangu but also external intitution with ratio 40:60. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika published twice a year is the month of June (the limits of acceptance of the script in March) and December (the limits of acceptance of the script in September).
Articles
150 Documents
Gereja Dan Pengaruh Teknologi Informasi “Digital Ecclesiologyâ€
Yahya Afandi
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (470.198 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.12
Gereja sebagai komunitas beriman yang mengembara, yang berdimensi spasial sekaligus temporal tidak pernah sepi dari tantangan yang berasal dari konteks di mana ia ada dan berteologi. Kemajuan di bidang teknologi-informasi, pengaruh media sosial tak luput dari area di mana gereja juga harus berurusan dan mengambil peran sebagai garam dan terang. Dalam situasi seperti saat ini, gereja kembali diuji untuk tetap menjalankan fungsinya. Dari waktu ke waktu, oleh topangan rahmat Tuhan, gereja telah menunjukkan keteguhan eksistensi kontekstualisasinya sebagai perwujudan tugas dan panggilan: persekutuan, pelayanan dan kesaksian. Gagasan tentang gereja digital adalah sebuah tawaran kehidupan menggereja pada masa kini. Dunia virtual meskipun di satu sisi memiliki potensi untuk disalah gunakan untuk kepentingan-kepentingan tertentu; namun di sisi lain dapat menjadi peluang di mana gereja memiliki cara pandang baru dalam memandang realitas Allah yang transenden. Ketimbang melihat realitas pemanfaatan media sosial dengan segala ancamannya, sudah waktunya gereja memberikan manfaat baru bagi pembangunan komunikasi, komunitas dan pemuridan.Â
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen Sebagai Fasilitator Dalam Pelaksanaan Pembelajaran Literasi
Sarah Andrianti
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.104 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.13
Perubahan kurikulum yang terjadi berdampak pada proses belajar mengajar. Guru dituntut harus mampu mengikuti perkembangan kurikulum dan mengaplikasinya dalam proses belajar mengajar. Tuntutan profesionalisme berlaku pada semua guru pendidikan, termasuk guru Pendidikan Agama Kristen. Literasi sangat erat hubungannya dengan Bahasa yaitu kemampuan Bahasa tulis dan lisan. Tujuan penelitian ini adalah medeskripsikan peran guru Pendidikan agama Kristen sebagai fasilitator dalam pelaksanaan pembelajaran literasi di kelas. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Adapun proses pembelajaran yang dilakukan seorang guru dalam peran nyata sebagai fasilitator di lingkungan belajar yang berbasis literasi adalah: (1) Mempersiapkan sarana prasarana yang menunjang kegiatan belajar dan mengajar;  (2) Menyediakan alat-alat bantu (audiovisual aid) dan literatur yang relevan; (3) Menciptakan kondisi emosional serta sosial yang bermanfaat dalam proses belajar; serta (4) Merencanakan kegiatan belajar yang lebih efektif. Hasil penelitian ini berupa sebuah pendapat yang diharapkan mampu memberikan solusi bagi permasalahan literasi yang sedang dihadapi. Kesimpulannya peran guru PAK sebagai fasilitator dalam pembelajaran literasi merupakan hal yang sangat penting untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Kualitas Kepemimpinan Yosua
Petrus Yunianto
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (311.852 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.7
Pemimpin tidak dilahirkan, pemimpin dibentuk. Demikianlah ungkapan dari beberapa orang ketika berbicara tentang kepemimpinan. Sekalipun hal tersebut masih menjadi pertentangan, tetapi orang menilai bahwa kelahiran seorang pemimpin merupakan hasil dari proses. Proses menjadi pemimpin menentukan kualitas dari pemimpin tersebut. Seseorang bisa menjadi pemimpin karena pembentukan. Jika ia memiliki keinginan yang kuat, sekalipun ia tidak dilahirkan sebagai seorang pemimpin, ia bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Pemimpin yang baik mengembangkan dirinya melalui proses tiada henti baik dalam belajar mandiri, pendidikan, pelatihan, dan pengalaman.Kualitas seorang pemimpin terlihat pada saat pemimpin tersebut merespon setiap kejadian yang terjadi dalam hidupnya. Contoh pemimpin yang bisa dipelajari di Perjanjian Lama salah satunya adalah Yosua. Panggilan Yosua sebagai pemimpin Israel tidak terjadi secara instans. Kepemimpinannya teruji dengan waktu dan kesetiaannya ketika mengikuti Musa pemimpinnya. Dikemudian hari, pada saat Yosua menggantikan Musa, disitulah terlihat kualitas dari kepemimpinan Musa. Seperti apakah kualitas dari kepemimpinan Yosua? Pada makalah ini akan dibahas tentang kualitas kepemimpinan Yosua.
Mengimplementasikan Pelayanan Yesus Dalam Konteks Misi Masa Kini Menurut Injil Sinoptik
Kalis Stevanus
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (465.572 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.21
Gereja sebagai bagian dari masyarakat juga terpanggil untuk terlibat dalam upaya mengatasi permasalahan yang sedang terjadi di sekitarnya. Makalah ini bertujuan untuk memperlihatkan bahwa pelayanan kristiani secara komprehensif yaitu pelayanan holistik adalah sangat relevan dan dibutuhkan sebagai jawaban untuk mewujudkan Injil Yesus Kristus menjadi realitas dan sekaligus dapat mengentaskan persoalan atau kondisi masyarakat di mana gereja berada. Pelayanan holistik adalah sebuah paham akan peranan gereja dalam lingkup sosial, yakni pengontekstualisasian Injil Yesus Kristus pada masalah konkret yang terjadi di sekitar gereja. Pelayanan holistic sebagai upaya untuk merealisasikan pengajaran Alkitab ke dalam praksis, yang tentunya hal ini berlaku di tengah-tengah kondisi dan situasi masalah konkret di sekitar gereja.Berdasarkan kajian biblika khususnya pemberitaan Injil Sinoptik mengenai pelayanan Tuhan Yesus, tampak sangat jelas bahwa Ia tidak memisahkan (dualisme) antara Pemberitaan Injil dan kepedulian social. Pelayanan-Nya tidak hanya focus pada Pemberitaan Injil semata, yaitu penobatan seseorang menjadi murid-Nya untuk memperoleh keselamatan jiwa, namun bersifat holistik, yakni juga memerhatikan kebutuhan sosial. Seyogyianya pelayanan gereja masa kini pun juga holistic (utuh; menyeluruh) seperti yang telah dilakukan oleh Tuhan Yesus.Â
Eksistensi Wanita Dan Sistem Patriarkat Dalam Konteks Budaya Masyarakat Israel
Elkana Chrisna Wijaya
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (313.026 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.11
Eksistensi wanita dalam konteks budaya masyarakat Israel.Isu utama dalam pembahasan penelitian ini adalah adanya dugaan yang kuat bahwa budaya atau sistem patriarkat dalam masyarakat Israel memberikan belenggu bagi keberadaan dan keterlibatan kaum wanita Israel pada masa tersebut dalam berbagai bidang. Pemahaman tersebut, menjadi dasar bagi beberapa sarjana Alkitab maupun kelompok tertentu untuk menentang dan memberikan batasan bagi kaum wanita di masa kini untuk berperan secara lebih luas dalam berbagai kegiatan maupun berbagai bidang dalam posisi-posisi strategis, khususnya yang berhubungan dengan dengan kaum pria.Perspektif dan pemikiran tersebut, perlu untuk dikaji kembali, mengingat adanya kemungkinan terjadinya kesalahpahaman atau kekeliruan dalam memahami bagian-bagian Alkitab yang secara khusus berbicara tentang wanita.Itulah sebabnya subyek penelitian perlu untuk mendapat kajian yang lebih serius dari berbagai pandangan atau perspektif para pakar dalam menginterpretasi dan memahami kebenaran Firman Tuhan, sehubungan dengan subyek tersebut.Dengan demikian, diharapkan melalui penelitian ini tidak ada pihak atau golongan, baik wanita maupun pria yang disudutkan kesalahpahaman yang berkepanjangan.
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Membentuk Karakter Siswa
Arozatulo Telaumbanua
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 1, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (377.912 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v1i2.9
Kondisi yang tidak dapat dibendung saat ini, di mana perkembangan terus terjadi tanpa memperhatikan etika, moral dan karakter manusia, maka sangatlah diperlukan peran dari berbagai pihak termasuk dan teristimewa guru Pendidikan Agama Kristen dalam mengontrol siswa yang terbawa arus oleh perkembangan tersebut. Tentu hal ini, diperlukan peran guru yang sangat serius untuk membentuk karakter siswa yang baik dan terpuji. Kita sadar bahwa saat ini sebagian besar siswa kita mengalami masalah krisis karakter, di mana mereka tidak terkontrol oleh pengaruh perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Namun, besar harapan kita bahwa dengan peranan guru Pendidikan Agama Kristen maka kekuatiran itu akan terjawab. Oleh karena itu, Guru Pendidikan Agama Kristen diharapkan agar melaksanakan tugasnya dengan sungguh-sungguh sesuai dengan tujuan pendidikan dan pembelajaran yakni membentuk dan menciptakan generasi yang berakhlak mulia, bertanggungjawab dan memiliki karakter Kristus.
Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan
Yusup Rogo Yuono
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (392.493 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v2i1.40
Etika lingkungan memfokuskan diri pada bagaimana perilaku manusia yang seharusnya terhadap lingkungan. Dalam etika ini makluk non-manusia mendapatkan perhatian. Etika lingkungan sekaligus merupakan kritik atas etika yang selama ini dianut manusia yang membatasi diri pada komunitas sosial. Dalam dimensi ekoteologi melihat bahwa krisis lingkungan yang sekarang ada tidak lepas dari sikap dan perspektif manusia terhadap alam. Manusia modern memandang alam sebagai obyek yang harus dieksploitasi demi tercukupinya kebutan tanpa memikirkan dampaknya. Penelitian ini hendak menggali pandangan kekristenan terhadap alam. Kekristenan percaya bahwa alam merupakan ciptaan Tuhan. Manusia diberi mandat untuk menguasai dan mengusahakan. Pemahaman yang keliru sering kali menimbulkan perilaku salah dalam pemanfaatan alam. Kekristenan perlu memberikan pandangannya sebagai usaha preventif maupun represif, bagaimana seharusnya perilaku manusia terhadap alam.
Peranan Guru Pendidikan Agama Kristen Terhadap Perilaku Siswa-Siswi
Lilis Ermindyawati
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (345.533 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v2i1.27
Pengajaran pendidikan Agama Kristen mempunyai peran penting dalam membantu pertumbuhan kerohanian siswa dalam lingkup pendidikan, pengajaran Pendidikan Agama Kristen pada dasarnya sangat dibutuhkan dan memiliki pengaruh yang besar terhadap perilaku siswa-siswi. Pengajaran pendidikan Agama, sangatlah penting dalam kehidupan umat manusia, terlebih khusus umat Agama Kristen. Pendidikan Agama, lebih khususnya pendidikan Agama Kristen sangatlah penting untuk diterapkan dalam peningkatan potensi spiritual, sehingga membantu peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan taat kepada Tuhan. Berdasarkan hasil dari koefisien determinasi melalui perhitungan dengan SPSS 23 menghasilkan, 29,8 % artinya Pengaruh Pengajaran Pendidikan Agama Kristen memberi sumbangan yang cukup besar, atau ,29,8 % terhadap Perilaku Siswa-siswi kelas III-VI di Sekolah Dasar Negeri 01 Ujungwatu Jepara. Sisanya (100 – 29,8 % = 61,2 %) di pengaruhi oleh faktor yang lain. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka guru perlu memperhatikan setiap perilaku siswa-siswinya sehari-hari dan selalu bijak dan bertindak terlebih dalam hal memberi Pengajaran Pendidikan Agama Kristen.
Fenomena Sosial Climber Ditinjau Dari Perspektif Etika Kristen
Simon .
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.149 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v2i2.55
Social climber adalah orang yang memerankan dirinya sebagai kaum sosialita melalui aksesoris yang menempel di tubuhnya, tetapi keberadaan materinya tidak mendukung. Bagi mereka kepuasan hidup utamanya bertumpu pada hal material, akibatnya mereka pun kerap bersikap pamer dalam kehidupan sehari hari maupun di media sosial, dengan tujuan agar mendapatkan sanjungan. Corok kehidupan seperti ini harus diwaspadai karena berpotensi membuat pelakunya mengenyampingkan Tuhan. Adapun pendekatan metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah metode lingkaran pastoral dan studi literatur.Pelaku social climber cenderung hanya berfokus pada kenikmatan duniai. Kehidupan yang hanya mementingkan unsur-unsur materialis bagian dari keinginan duniawi sebagaimana Alkitab kemukakan. Apabila sudah menjadi pelaku social climber akan merusak jati pribadi yang bersangkutan karena ia tidak bisa menerima keadaan dirinya, akibatnya hal yang salah akan dilakukan guna tuntunan menjadi social climber. Dampak yang bisa mengakibatkan pelakunya korupsi, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu, dan tentunya ini bertentangan dari perspektif etika Kristen yang mengajaran  untuk hidup jujur dan bersyukur akan apa yang dimiliki.
Ibadah Jemaat Kristen Kontemporer Abad 21 dan Tinjauan Kritis-Liturgis
Firman Panjaitan;
Marthin Steven Lumingkewas
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 2, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (321.541 KB)
|
DOI: 10.34081/fidei.v2i1.49
Fenomena liturgi dewasa ini begitu dikuasai oleh berbagai macam bentuk ibadah yang bersifat ‘kekinian’, atau yang dikenal dengan istilah ibadah kontemporer. Jenis ibadah ini sudah merebak dengan sangat jauh dan bahkan menjadi ibadah yang begitu disukai oleh setiap anak muda (tidak menutup kemungkinan orang tua juga), sehingga muncul anggapan bahwa jenis ibadah ini adalah jenis ibadah yang perlu untuk terus dipertahankan dan dikembangkan.Tulisan ini hendak mencoba melihat dengan kritis bentuk ibadah kontemporer dan sekaligus membedahnya dengan pisau analitis-teologis yang cukup tajam untuk menemukan apa saja yang harus dikembangkan dan diupayakan dalam menjalankan ibadah kontemporer ini. Jangan sampai ibadah kontemporer menjadi sebuah ibadah yang hanya mengutamakan kepuasan jasmaniah saja tetapi melupakan pertumbuhan dan perkembangan iman. Oleh sebab itu, dalam tulisan ini disajikan sebuah ulasan kritis yang hendak membenahi bentuk ibadah kontemporer sehingga dapat menjadi bentuk ibadah yang benar-benar sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dan sekaligus menyenangkan hati Tuhan.