cover
Contact Name
Putu Indra Christiawan
Contact Email
indra.christiawan@undiksha.ac.id
Phone
+6281805329239
Journal Mail Official
-
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial, Jalan Udayana Singaraja Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Media Komunikasi FPIPS
ISSN : 14128683     EISSN : 27147800     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/mkfis
Media Komunikasi FPIPS publishes and disseminates lecturers’ research results and analyses, teachers, and academic community research from various colleges/universities in Indonesia. The results of research and study contained in the journal accommodate manuscripts on integrated elementary to high education in social sciences, history, economics, sociology, geography, and other relevant social sciences.
Articles 320 Documents
IMPLEMENTASI METODE PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MAHASISWA PADA MATA KULIAH ETIKA KOMUNIKASI DAN BISNIS DENGAN SUB POKOK BAHASAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN I Gusti Ayu Purnamawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1707

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi metode pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa pada mata kuliah Etika Komunikasi dan Bisnis dengan sub pokok bahasan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (Prodi Pariwisata) yang memprogram mata kuliah Etika Komunikasi dan Bisnis dan berjumlah 18 orang. Obyek penelitian ini adalah metode pembelajaran Problem Based Learning. Model penelitian ini menggunakan PTK dengan 2 siklus yang masing-masing memiliki empat tahapan yaitu: Perencanaan, Tindakan, Observasi/evaluasi, dan Refleksi. Data dikumpulkan melalui interview dan observasi. Teknik analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari pre-test dan post-test yang diberikan pada siklus ke-2 menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata mahasiswa sebesar 4,61% dengan peningkatan standar deviasi sebesar 0,42. Jumlah rata-rata nilai yang diperoleh oleh seluruh mahasiswa dalam suatu kelas mencapai 86,61% sehingga kelas tersebut dinyatakan berhasil. Dengan ketuntasan klasikal mencapai 88,89% maka kelas yang bersangkutan dianggap tuntas. Hal ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan metode PBL telah mencapai hasil yang diharapkan dengan adanya peningkatan pemahaman dan prestasi mahasiswa. Kata kunci: Metode Pembelajaran Problem Based Learning, Etika Komunikasi dan Bisnis, Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. ABSTRACT This study aims to determine the implementation of Problem Based Learning teaching methods to improve student understanding of the course on Business Ethics and Communication with sub subject of Corporate Social Responsibility. The subjects in this study were students majoring in Family Welfare Education ( Tourism Department) which program courses Communication and Business Ethics and numbered 18 people. Object of this study is the method of learning Problem Based Learning. This research model using PTK with 2 cycles each having four stages: planning, action, observation/evaluation, and reflection. Data were collected through interviews and observation. Analysis using descriptive qualitative method. The results showed that of the pre-test and post-test given at the 2nd cycle showed an increase in average student with an increase of 4.61% standard deviation of 0.42. Average number of grades earned by all students in a class reaches 86.61%, so the class is declared successful. With classical completeness reached 88.89%, the class in question is considered complete. This shows that the learning process by using the PBL method has achieved the expected results with an increase in student understanding and achievement. Keywords: Method of Learning Problem Based Learning, Communication and Business Ethics, Corporate Social Responsibility.
KASUS PELANGGARAN HAM ETNIS ROHINGYA : DALAM PERSPEKTIF ASEAN Dewa Gede Sudika Mangku
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1708

Abstract

ABSTRAK Dalam artikel ini membahas tentang pelanggaran hak asasi manusia terhadap etnis Rohingya oleh Pemerintah Myanmar. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif yang dilakukan dengan cara meneliti bahan-bahan kepustakaan seperti buku, majalah, perjanjian internasional (Piagam ASEAN), makalah-makalah, jurnal, artikel-arikel, surat kabar serta situs-situs internet yang berkaitan dengan objek yang ditulis. Berdasarkan hasi pembahasan dapat disimpulkan bahwa bentuk kekerasan apapun yang ditujukan kepada etnis Rohingya yang dilakukan oleh Pemerintahan Myanmar tidak dapat dibenarkan apalagi hal tersebut masih dalam lingkup kawasan Asia Tenggara, sebagai suatu negara anggota ASEAN sudah saatnya Myanmar tunduk terhadap Piagam ASEAN yang telah disepakati secara bersama oleh sepuluh negara angota ASEAN yang lainnya serta terbentuknya Badan HAM ASEAN digunakan sebagai suatu pedoman untuk meminimalkan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Asia Tenggara khususnya kepada Etnis Rohingya di Mynmar. Kata kunci : Hak Asasi Manusia, Etnis Rohingya, Piagam ASEAN dan Badan Hak Asasi Manusia ASEAN ABSTRACT In This article discusses the human rights violations against the Rohingya by the Government of Myanmar. The method used is the method by presenting descriptive literature and analyzed qualitative research done by library materials such as books, magazines, international treaty (the ASEAN Charter), papers, journals, article-arikel, newspapers as well as site-internet site associated with the object is written. Based on the discussion, it can be concluded that any form of violence aimed at ethnic Rohingya were conducted by the Government of Myanmar can not be justified moreover it is still within the Southeast Asian region, as an ASEAN member state Myanmar is time subject to the ASEAN Charter which has been mutually agreed by ten ASEAN countries as well as other members of the formation of the ASEAN human rights body is used as a guideline to minimize violations of human rights that occurred in Southeast Asia, especially the Rohingya in Myanmar. Keywords: Human Rights, Ethnic Rohingyas, the ASEAN Charter and the ASEAN Human Rights Body
THE ADMINISTRATOR’S PRODUCTION FUNCTION SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN PENILAIAN PRODUKTIVITAS PELAKSANAAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DOSEN PADA PERGURUAN TINGGI Kadek Rai Suwena
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1709

Abstract

ABSTRAK Perguruan tinggi melalui program-program studinya perlu memperoleh kepercayaan masyarakat dengan jaminan kualitas (quality assurance), pengendalian kualitas (quality control), perbaikan kualitas (quality improvement). Kekuatan utama perguruan tinggi dalam kehidupan di era pasar bebas dalam rangka mewujudkan jaminan kualitas, pengendalian kualitas dan perbaikan kualitas salah satunya terletak pada sumber daya dosen. Peran dosen berada pada posisi yang paling strategis. Dosen sebagai tenaga profesional harus memiliki kemandirian dalam keseluruhan kegiatan pendidikan baik dalam jalur perguruan tinggi maupun luar perguruan tinggi, dosen memegang posisi yang paling strategis. Pada tingkatan operasional, dosen merupakan penentu keberhasilan pendidikan melalui kinerjanya pada tingkat institusional, instruksional, dan eksperiensial. Karena itu dosen tidak boleh hanya memperhatikan komponen-komponen tertentu saja misalnya metode, bahan, dan evaluasi saja tapi ia harus mempertimbangkan komponen secara keseluruhan sehingga pelaksanaan proses belajar mengajar berjalan dengan produktif. Dosen dalam perannya mewujudkan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya berkaitan dengan pendidikan dan pengajaran. Customer service harus dijadikan core strategy untuk menciptakan produktivitas proses belajar mengajar dengan pendekatan The Administrator’s Production Function. Paradigma manajemen pembelajaran harus dirubah tidak cukup hanya dengan pembelajaran yang inovatif. Mengapa demikian? Karena paradigma merupakan mind- set yang ada di dalam suatu organisasi. Paradigma merupakan suatu mental frame of reference yang mendominasi cara orang dalam suatu organisasi untuk berfikir dan berperilaku. Kata kunci: The Administrator’s Production Function produktivitas, proses belajar mengajar. ABSTRACT Universities through study programs need to gain public confidence in the quality assurance (quality assurance), quality control (quality control), quality improvement (quality improvement). The main strength of college life in the era of the free market in order to achieve quality assurance, quality control and improvement of the quality of one of them lies in the faculty resources. Role of the lecturer is in the most strategic position. Lecturers as professionals should have independence in the overall educational activities both within and outside the university pathway college, most professors hold strategic positions. At the operational level, the lecturer is a determinant of educational success through its performance at the institutional level, instructional and experiential. Therefore, faculty should not only pay attention to certain components such as methods, materials, and evaluation but it should consider the components as a whole so that the implementation of the teaching and learning process running productively. Lecturer in realizing its role Tri dharma activities, particularly with regard to education and teaching. Customer service should be a core strategy to create productivity of the learning process with the approach of the Administrator's Production Function. Learning management paradigm must be changed is not enough just to innovative learning. Why is that? Because the paradigm is a mind-set that exist within an organization. Paradigm is a mental frame of reference that dominates the way people in an organization to think and behave. Keywords: The Administrator's Production Function productivity, teaching and learning process.
VIHARA DI TENGAH-TENGAH SERIBU PURA (STUDI KASUS TENTANG KONVERSI AGAMA DARI AGAMA HINDU KE AGAMA BUDHA DI DESA ALASANGKER, KECAMATAN BULELENG, KABUPATEN BULELENG-BALI). Ketut Sedana Arta; Ni Putu Rai Yuliartini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i2.1710

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui latar belakang adanya anggota masyarakat di Desa Alasangker yang beralih agama dari agama Hindu ke Agama Budha; (2) Untuk mengetahui proses konversi agama dan perkembangan Agama Budha di Desa Alasangker dari awal masuknya sampai sekarang; (3) Untuk mengetahui implikasi konversi agama terhadap keluarga dan desa pakraman Penelitian ini secara metodologis menggunakan pendekatan kualitatif, teknik penentuan informan dengan purposive sampling dan informan terus dikembangkan dengan teknik snowball. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan: (1) Wawancara mendalam dengan membuat pedoman wawancara; (2) Observasi partisipasi. (3) Studi dokumen. Dokumen yang dikaji antara lain data statistik yang tersedia di Kantor Kepala Desa, Desa Pekraman, arsif dan buku yang tersimpan di Vihara, foto-foto yang terkait dengan kehidupan desa dinas dan desa pakraman yang relevan dengan masalah penelitian,Untuk menjamin kesahihan data maka dilakukan triangulasi data, sedangkan teknik analisis datanya menggunakan model interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang konversi agama di Desa Alasangker disebabkan oleh faktor Interen:1) untuk memperbaiki citra diri, hal ini disebabkan masyarakat yang berkonversi agama pada zaman Orde Lama adalah anggota PKI dan Partindo, sehingga segala aktivitasnya dicurigai oleh masyarakat desa. 2) Kurangnya pemahaman terhadap ajaran agama Hindu, yang disebabkan sumber ajaran agama hanya berasal dari lontar dan buku-buku agama Hindu sulit didapatkan di awal tahun 1970-an ditambah pihak PHDI kurang mengadakan pembinaan ke desa-desa tentang agama Hindu. 3) Faktor kemiskinan, kepapaan disebabkan mereka kehilangan orang tua maupun saudara yang menjadi tulang punggung keluarga. Sedangkan faktor eksternal adalah adanya pengaruh ajaran tokoh-tokoh agama Budha yang mempunyai keahlian dan kharisma, kemiripan ajaran agama Hindu dan Budha seperti ajaran hukum karma, punarbawa, dan tujuan akhir agama hidup manusia, kemudahan-kemudahan yang diberikan dari lembaga agama Budha, seperti pemberian buku-buku secara gratis. Kata Kunci: Konversi Agama, Proses, sejarah, Implikasi Konversi. ABSTRACT Target of this research is ( 1) To know background of[is existence of society member in Countryside of Alasangker changing over religion of Hinduism to Buddhism; ( 2) To know religion conversion process and growth of Buddhism [in] Countryside of Alasangker from early entry of hitherto; ( 3) To know implication convert religion to countryside and family of pakraman. This research methodologically use approach qualitative, technique determination of informan with sampling purposive and informan continue to be developed with technique of snowball. In data collecting of researcher use: ( 1) circumstantial Interview by making guidance of interview; ( 2) Observation participation. ( 3) Study document. studied document for example available statistical [in] Office Lead Countryside, Countryside of Pekraman, on file book and arsif[in Shrine, photos which related to life of countryside on duty and countryside of pakraman relevant with problem of Research for guarantee validity of data hence to triangulat data, while technique analyse its data use model of interaktif. Result of this research indicate that background convert religion in Countryside of Alasangker because of factor of Interen:1). to improve;repair x'self image, this matter [is] caused by society which converting religion at Old Order epoch is member of PKI and of Partindo, so that all its activity is suspected by countryside society. 2). lack of the understanding of to Hinduism teaching, caused the source of religion teaching only coming from difficult Hinduism books and papyrus got by in early year 1970-an added by side of PHDI less is performing [of construction to countrysides about religion of Hindu.3). Factor Poorness, poppa caused by them losing of old fellow and also you becoming family backbone. While factor of eksternal is the existence of influence of religion figures teaching of Budha having charisma and membership, Hinduism teaching looking like and of Budha like teaching of hokum karma, punarbawa, and human life religion final purpose, given amenitys of religion institute of Budha like giving of books free of charge. Keyword: Conversion Religion, Process, history, Implication Conversion
ANALISIS KOMPETENSI PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DITINJAU DARI PERSPEKTIF PENGUSAHA DI KABUPATEN BULELENG Nyoman Trisna Herawati
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang ditinjau dari perspektif pengusaha, disamping itu pula ingin     diketahui apakah ada perbedaan kompetensi antara perusahaan yang bergerak     dalam bidang jasa, dagang, atau manufaktur. Dalam penelitian ini dianalisis pula     hambatan-hambatan yang ditemui dalam pengembangan usaha, yang nantinya     dapat dijadikan masukan untuk penyempurnaan pembelajaran kewirausahaan di     perguruan tinggi.      Penelitian ini menggunakan pendekatan expost facto dengan tiga alat     analisis yaitu, analisis faktor, deskriptif kuantitatif, dan deskriptif kualitatif.     Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Buleleng  yang melibatkan  80 orang     responden dalam hal ini pengusaha yang bergerak dalam bidang jasa, dagang,     maupun manufaktur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan menemui     langsung para responden dan melalui e-mail.       Hasil analisis menunjukkan, pertama, kompetensi pendidikan     kewirausahaan yang perlu dikembangkan antara lain: (1) kemampuan manajerial,     (2) sikap mental, (3) kreatifitas, yang ditunjang dengan teknologi, (4) kemampuan     prediktif. Kedua, mengenai perbedaan kompetensi dalam perusahaan jasa, dagang,     dan manufaktur. Dari hasil penelitian menunjukkan perusahaan jasa lebih     menekankan pada sikap mental (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas     (faktor 3), pada perusahaan dagang, kompetensi yang dominan adalah sikap mental     (faktor 2) yang didukung oleh sikap kreatifitas (faktor 3) , dan pada perusahaan     manufaktur (pabrik), kompetensi inti mencakup kemampuan manajerial (faktor1),     dan sikap mental (faktor2). Ketiga, hambatan-hambatan yang ditemui dalam     pengembangan usaha antara lain: masalah permodalan, permasalahan persaingan     antara perusahaan sejenis, permasalahan pemasaran, permasalahan tenaga kerja.     permasalahan dalam penentuan lokasi yang strategis, permasalahan mengenai     teknik pendekatan pada pelanggan.     
ANALISIS FAKTOR PENGARUH PERTUMBUHAN WILAYAH DI KABUPATEN TABANAN (TEORI BARU PERTUMBUHAN WILAYAH) I Putu Ananda Citra
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1817

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan secara singkat tentang faktor pengaruh     pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru     pertumbuhan wilayah. Metode yang digunakan yaitu metode kepustakaan dengan     penyajian secara deskriptif dan dianalisis secara kualitatif. Data diperoleh dari     berbagai sumber seperti buku, artikel, internet yang berupa data sekunder dari     instansi terkait.     Telah banyak teori yang dikembangkan para ahli guna memahami     fenomena wilayah, khususnya keterbelakangan dan ketimpangan wilayah.     Penyelesaian masalah kesenjangan antar wilayah akan kembali kepada konsep dan     implementasi dari masing-masing peran sektor/program-program yang     dilaksanakan di daerah. Tiap daerah memiliki sektor unggulan yang dapat     dikembangkan dan akan berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan wilayahnya.     Termasuk di Kabupaten Tabanan dimana sektor unggulan bukan di pariwisata     seperti Provinsi Bali, melainkan di sektor pertanian. Hal ini jelas sangat     mempengaruhi cepat lambatnya pertumbuhan wilayah di Kabupaten Tabanan.      Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan     wilayah Kabupaten Tabanan yang ditinjau dari teori baru pertumbuhan wilayah     maka faktor-faktor yang berpengaruh yaitu capital/ modal/ investasi, tenaga kerja,     sumberdaya alam, transportasi, teknologi dan sosial politik.  Secara umum terjadi     peningkatan dari masing-masing faktor tersebut, walaupun mengenai investasi     masih dalam perencanaan. Maka pertumbuhan kabupaten relatif lambat dimana     sektor pertanian penerimaan pendapatannya lebih lambat dibandingkan dengan     sektor industri dan jasa.      Kata kunci: Pertumbuhan Wilayah    
Efektivitas Model Lesson Study dalam Penerapan Pembelajaran Konstruktivisme pada SMA/MA Di Kabupaten Kutai Barat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2012 Zeni Haryanto
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1818

Abstract

Based on the mapping of the standard competence/basic competence of students in     each subject is mainly targeted at schools in West Kutai regency into the sample     obtained by the fact that over 50% of the standard of competence in each subject     cannot be reach by the UN students. It is necessary for improvement in the standard     of the learning process to conduct training on constructivist learning for teachers of     each subject and implemented through the lesson study model. The model consists     of lesson study phase of Plan, Do and See. The results of the learning observations     is then discussed in the reflection on the stage See to know what needs to be     improved in the teaching and learning activities of students at the time. Based on     the analysis of the instrument can be concluded that a guide of the lesson study     model is produced that can be applied to implement school-based lesson study in     West Kutai District with the effectiveness of the implementation by 91%, or can be     said to be very effective.      Keywords: Effectiveness, Lesson Study Model, Learning,  Constructivism    
KAUSALITAS KEMISKINAN TERHADAP PERBUATAN KRIMINAL (PENCURIAN) Prayetno Prayetno
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1819

Abstract

Kemiskinan dan perbuatan kriminal seperti pencurian laksana dua sisi mata uang yang     tidak bisa dipisahkan dan akan selalu berhubungan. Hal ini terjadi dikarenakan     berbagai permasalah sosial baik di lingkungan keluarga, sosial atau masyarakat, dan     Negara terjadi disebabkan oleh faktor kemiskinan. Meskipun bukan satu satunya     faktor penyebab, namun masalah kemiskinan menjadi salah satu sumber pemicu     gejolak atau permasalahan sosial.     Key word: Kausalitas, Kemiskinan, Kejahatan Pencurian    
TINJAUAN YURIDIS SAHNYA JUAL BELI HAK MILIK ATAS TANAH MENURUT HUKUM ADAT DAN UNDANG-UNDANG POKOK AGRARIA (UUPA) DI KABUPATEN KARANGASEM Ni Ketut Sari Adnyani
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1820

Abstract

Kabupaten Karangasem memiliki wilayah geografis yang didominasi oleh     fisiografi perbukitan secara keseluruhan terbagi atas 2 zona kawasan, yaitu zona     utara yang merupakan kawasan Pegunungan Abang, dan zona selatan yaitu     Pegunungan Agung. Zona tengah yaitu daratan yang terbagi atas 8 wilayah     kecamatan, yaitu: Rendang, Selat, Sidemen, Bebandem, Manggis, Karangasem,     Abang dan Kubu. Mengingat pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, maka     sudah sewajarnya peraturan mengenai pertanahan di Kabupaten Karangasem     khususnya diatur sedemikian rupa, sehingga dapat meminimalkan timbulnya     permasalahan di bidang pertanahan. Dengan digunakannya Hukum Adat sebagai     landasan dari pembentukan Hukum Agraria, maka akan menunjang kelanggengan     keberlakuan Hukum Adat. Menurut Undang-Undang Pokok Agraria, bahwa jual     beli hak milik atas tanah adalah didasarkan pula atas Hukum Adat yaitu merupakan     suatu perbuatan hukum yang mana pihak penjual menyerahkan tanah yang dijual     kepada pembeli untuk selama-lamanya (Penyerahan Yuridis). Adapun tujuan     penelitian ini adalah untuk (1) mendeskripsikan prosedur pemindahan hak milik     atas tanah karena perjanjian jual beli menurut UUPA, (2) mengungkapkan akibat     hukum daripada jual beli hak milik atas tanah menurut Hukum Adat. Bentuk data     dalam penelitian ini yaitu berbentuk informasi, baik yang berasal dari dokumen     maupun responden. Cara pengumpulan datanya adalah melalui data pustaka dan     data empiris. Responden dalam penelitian ini adalah para pejabat pembuat akta     tanah/PPAT yaitu Notaris di Kabupaten Karangasem. Lokasi Penelitian di tetapkan     di Kantor Badan Pertanahan dan Kantor PPAT Kabupaten Karangasem. Analisa     data penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dapat berupa pemindahan     hak milik atas tanah diatur dengan Peraturan Pemerintah. Prosedur pelaksanaan     jual beli hak milik atas tanah yang sudah dibukukan atau yang sudah terdaftar pada     kantor pertanahan dan akibat hukum yang ditimbulkan (1) hak dan kewajiban     pihak pembeli dan penjual dan (2) beralihnya hak milik atas tanah ke tangan     pembeli.    
PENGEMBANGAN SELANCAR (SURFING) DI KAWASAN WISATA PANTAI KUTA, KABUPATEN BADUNG MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (COMMUNITY BASED DEVELOPMENT) Ni Luh Henny Andayani; Ni Nyoman Yulianthini
Media Komunikasi FPIPS Vol. 12 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkfis.v12i1.1821

Abstract

Kuta merupakan salah satu kawasan wisata di Kabupaten Badung yang     dilengkapi dengan beragam fasilitas wisata, seperti restoran, bar, hotel, laundry,     money changer, dll. Keberadaan kawasan wisata Kuta tidak terlepas dari atraksi wisata     utama berupa keindahan pantai dengan pasir putihnya. Beragam aktifitas wisata     seperti berjemur, surfing, dll dapat dilakukan di Kuta. Penelitian ini bertujuan untuk     mengkaji strategi pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata pantai kuta,     kabupaten badung melalui pemberdayaan masyarakat (community based     development). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan     kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran serta dan keikutsertaan     masyarakat lokal dalam pengembangan selancar (surfing) di kawasan wisata Kuta     masih sedikit. Para pelaku dan investor mayoritas berasal dari luar wilayah kuta.     Berdasarkan analisis SWOT didapatkan strategi alternatif yang perlu dikembangkan di     Kuta antara lain: pengembangan surfing berbasis masyarakat lokal di kawasan Kuta,     pengembangan usaha jasa pelayanan surfing yang dimiliki dan dikelola oleh     masyarakat lokal, strategi peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan     yang melakukan kegiatan surfing di Kawasan Kuta, dan strategi pengembangan     kelembagaan terhadap kegiatan surfing.      Kata Kunci : strategi, pengembangan, surfing, pemberdayaan masyarakat    //