cover
Contact Name
Ganjar Fadillah
Contact Email
ganjar.fadillah@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijca@uii.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA)
ISSN : 26227401     EISSN : 26227126     DOI : -
IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis) is a chemistry journal published by Chemical Analysis Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Islam Indonesia. IJCA publishes original research articles or review articles on aspect all of the chemistry fields especially in analytical methods, procedures, and principles. IJCA has the vision to become a reputable journal and can publish good quality papers. We aim to provide lecturer, researchers both academic and industries, and students worldwide with unlimited access to publishing in our journal.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Penggunaan Indikator Kubis Ungu Pada Analisis Asam Lemak Bebas dengan Metode Titrasi Riniati Riniati; Dewi Widyabudiningsih; Ahya Sularasa
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art3

Abstract

Penggunaan indikator alami dalam titrasi asam-basa dapat dijadikan  salah satu materi pengenalan senyawa kimia bahan alam dalam metode analisis kimia. Kubis ungu (Brassica oleracea) merupakan salah satu alternatif bahan pembuatan indikator asam basa alami karena memiliki senyawa antosianin yang memberikan warna berbeda pada  derajat keasaman (pH) yang berbeda. Tujuan penelitian ini untuk mengekstrak antosianin yang terdapat dalam kubis ungu selanjutnya diaplikasikan sebagai indikator titrasi asam-basa. Penelitian diawali dengan preparasi bahan baku kubis ungu, dilanjutkan dengan ekstraksi metode sokletasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang didapat didistilasi pada suhu titik didih pelarutnya hingga kepekatan ekstrak 50%. Ekstrak kubis ungu selanjutnya diaplikasikan sebagai indikator dalam menentukan asam lemak bebas menggunakan sampel asam oleat. Sebagai standar  pembanding indikator digunakan indikator fenolphtalein. Perubahan warna indikator kubis ungu dari merah muda ke hijau toska dengan kisaran pH 6 – 9. Penggunaan indikator kubis ungu dengan pelarut metanol dalam penentuan asam oleat menunjukkan hasil yang mendekati indikator fenolphtalein, yaitu nilai koefisien korelasi (R) adalah 0,9996. Pengujian % recovery menggunakan indikator ekstrak kubis ungu dapat diterima, yaitu 100,47%. Dengan demikian indikator ini layak digunakan sebagai indikator asam-basa pada analisa asam lemak bebas seperti halnya indikator fenolftalein sintetik yang biasa digunakan.
Pengaruh Jenis Sumber Nitrogen Pada Produksi Biosurfaktan Oleh Bakteri Halofil Mieke Alvionita; Rukman Hertadi
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art2

Abstract

Bakteri halofil merupakan bakteri yang membutuhkan NaCl untuk pertumbuhannya. Salah satu potensi bakteri halofil adalah dapat menghasilkan biosurfaktan yang aktif pada konsentrasi garam yang tinggi. Oleh karena itu, biosurfaktan tersebut dapat diaplikasikan dalam industri minyak terutama pada bidang enhanced oil recovery (EOR). Selain itu, biosurfaktan diketahui secara luas diaplikasikan dalam industri farmasi dan makanan. Sifatnya yang lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan surfaktan sintetis menyebabkan ketertarikan untuk produksi biosurfaktan dalam skala besar semakin meningkat. Salah satu cara untuk meningkatkan produksi biosurfaktan adalah dengan melakukan optimasi sumber nitrogen pada medium produksi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber nitrogen terbaik yang dapat digunakan untuk produksi biosurfaktan secara optimal. Penelitian ini menggunakan lima jenis sumber nitrogen antara lain urea, NH4Cl, NaNO3, (NH4)2SO4, dan KNO3 sedangkan jenis bakteri halofil yang digunakan adalah Halomonas elongata BK-AG18. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa urea merupakan sumber nitrogen terbaik yang digunakan untuk medium produksi biosurfaktan. Hal ini ditunjukkan dari hasil yang diperoleh dari diameter penyebaran minyak sebesar 3 cm.
Pengambilan Sampel Air Sungai Gajah Wong di Wilayah Kota Yogyakarta Rahmi Ahdiaty; Dewi Fitriana
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art4

Abstract

Sungai Gajah Wong, salah satu sungai di Kota Yogyakarta dimana penggunaan air sungai Gajah wong untuk keperluan sehari-hari masih sangat banyak ditemui di bantaran sungai ini, dikhawatirkan terpapar pencemaran air akibat pembuangan limbah rumah tangga, industri, rumah sakit maupun hotel yang masuk ke dalam alirannya. Hal ini menyebabkan penurunan kualitas air sungai dan menimbulkan dampak negatif bagi makhluk hidup yang memanfaatkannya. Pemantauan DAS (Daerah Aliran Sungai) sangat penting dilakukan karena berkaitan dengan air atau sungai sebagai sumber kehidupan bagi makhluk hidup. Salah satu cara untuk pemantauan DAS yaitu dengan cara melakukan pengambilan sampel air sungai pada 5 (titik) sungai Gajah Wong yang ada di wilayah Kota Yogyakarta. Pengambilan sampel air dilakukan untuk mengetahui kualitas air sungai dengan meliputi pengukuran debit air, pengujian parameter insitu (pH, TDS, daya hantar listrik, suhu dan Dissolved Oxygen) dan perlakuan pengawetan sampel untuk parameter yang diuji di laboratorium. Hasil pengukuran untuk paremeter insitu pH dan DO pada GW 1 ada di bawah baku mutu yang dipersyaratkan. Sedangkan parameter suhu, DHL dan TDS masih memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan.
Pengaruh Variasi Dosis Kapur Terhadap Penurunan Kadar COD dan Fosfat Pada Limbah Usaha Laundry Siti Prihatin; Agung Sugiharto
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art2

Abstract

Usaha laundry merupakan usaha yang banyak ditemukan di Indonesia, usaha ini memiliki dampak negatif bagi lingkungan. Dampak negatif dari usaha laundry berupa limbah buangan deterjen yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah usaha laundry yang mengandung COD (Chemical Oxygen Demand) dan fosfat yang tinggi melebihi baku mutu yang telah ditetapkan sehingga akan menyebabkan kerusakan pada ekosistem air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh koagulan kapur yang paling efektif dengan dosis 1,8 g, 2,2 g, 2,8 g, 3,2 g, dan 3,5 g waktu pengadukan 20 menit menggunakan metode koagulasi dalam menurunkan parameter COD dan fosfat pada limbah laundry sehingga memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa penurunan kadar COD yang efektif pada air limbah laundry terdapat pada penambahan dosis 3,5 gram koagulan kapur dengan presentase penurunan sebesar 88,89% dan untuk penurunan kadar fosfat yang efektif pada air limbah laundry terdapat pada penambahan dosis 1,8 gram  koagulan kapur dengan presentase penurunan 99,66% karena pada dosis tersebut sudah mampu menurunkan kadar COD dan fosfat sesuai syarat baku mutu Perda Prov. Jateng No. 5 Tahun 2012 tentang baku mutu limbah industri deterjen.
Analisis Senyawa Bioaktif Ekstrak Metabolit Sekunder Serratia marcescens strain MBC1 Yusifa Arsy Variani; Endah Setyaningrum; Kusuma Handayani; Nismah Nukmal; Achmad Arifiyanto
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art3

Abstract

Serratia marcescens strain MBC1 merupakan bakteri gram negatif yang dapat menghasilkan beberapa senyawa bioaktif. Berdasarkan penelitian sebelumnya, diketahui bahwa bakteri ini mampu mendegradasi berbagai macam enzim dan memiliki berbagai macam aktivitas biologis seperti antibakteri, antikanker, biosurfaktan dan sebagai bahan obat-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa bioaktif yang terdapat pada ekstrak metabolit sekunder Serratia marcescens strain MBC1. Pada penelitian ini dilakukan beberapa uji yaitu, uji fitokomia dan uji FT-IR. Hasil uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak Serratia marcescens strain MBC1 mengandung senyawa golongan alkaloid dan saponin. Hasil uji FT-IR menunjukkan adanya kemiripan gugus fungsi yang dimiliki oleh ekstrak S.marcescens strain MBC1 dengan senyawa golongan alkaloid. Namun, perlu adanya penelitian lebih lanjut mengenai kandungan senyawa metabolit yang terkandung dalam ekstrak S. marcescens dan aktivitas biologisnya sebagai antimalaria, antibakteri, antifungi dan sebagai bahan obat-obatan. 
Karakterisasi Karbon Aktif Kulit Singkong (Manihot esculenta Crantz) Berdasarkan Variasi Konsentrasi H3PO4 dan Lama Waktu Aktivasi Fahmi Puteri Perdani; Cucun Alep Riyanto; Yohanes Martono
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art4

Abstract

Unsur karbon yang cukup tinggi pada kulit singkong membuat peneliti memanfaatkannya sebagai karbon aktif. Tujuan penelitian ini adalahmenentukan karakteristik karbon aktif kulit singkong (KASP) berdasarkan konsentrasi H3PO4 dan lama waktu aktivasi pada suhu 600 °C. Sintesis KASP menggunakan tahap karbonisasi pada suhu 500 °C, impregnasi menggunakan karbon:H3PO4 1:5 (b/b) dengan variasi konsentrasi yaitu pada 10-50%, aktivasi pada suhu 600 °C selama 2 jam. KASP dengan konsentrasi optimal kemudian diaktivasi menggunakan variasi waktu 1-3 jam pada suhu 600 °C. Selanjutnya KASP dikarakterisasi menggunakan FTIR, XRD, dan SEM-EDX. Morfologi permukaan KASP menunjukkan permukaan yang berongga yang dominasi oleh unsur  C(55,20%), O(28,86%), N(8,00%), P(6,22%), dan Na(1,72%).
Pengaruh Penambahan Ekstrak Kulit Nanas dan Gula pada Karakteristik Nata de Soya dari Limbah Cair Tahu Aurelia Urbaninggar; Siti Fatimah
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art5

Abstract

Nata termasuk makanan yang mempunyai morfologi dengan tekstur kenyal, warna putih, agak transparan, aromanya asam dan memiliki rasa tawar atau sedikit manis. Nata terbentuk dari aktivitas bakteri Acetobacter Xylinum pada medium berupa cairan dengan kandungan gula yang cukup tinggi. Gula akan ditransfigurasi menjadi nata melalui proses fermentasi. Penamaan produk nata disesuaikan dengan bahan apa yang digunakan, Nata de Soya adalah nata yang dibuat dari limbah cair tahu. Kandungan protein dan karbohidrat dari air limbah tahu (whey) sangat tinggi sehingga dapat dijadikan media pertumbuhan yang menunjang bakteri Acetobacter Xylinum dalam proses pembuatan nata. Penambahan ekstrak kulit nanas bisa dijadikan pilihan sebagai media pertumbuhan Acetobacter Xylinum. Kulit nanas dapat dijadikan sebagai media untuk pertumbuhan Acetobacter Xylinum karena memiliki air, karbohidrat dan mineral dalam substrat sebagai nutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengolah limbah cair tahu menjadi Nata de Soya dengan metode fermentasi dan mengetahui pengaruh konsentrasi gula dan ekstrak kulit nanas pada karakteristik Nata de Soya. Variasi penambahan konsentrasi sukrosa adalah 28 g dan 42 g dengan ekstrak kulit nanas sebesar 30 mL dan 40 mL. Hasil Nata de Soya dilihat dari tingkat kadar air yang maksimal diperoleh 99,24 % dengan konsentrasi gula 28 g dan ekstrak kulit nanas 30 mL. Kualitas Nata de Soya terbaik adalah pada konsentrasi gula 42 g dan ekstrak kulit nanas 40 mL dengan kadar serat 1,32 %, vitamin C 13,80 mg/100 g, rendemen 49,09 %, tebal 1,5 cm dan berat 527,27 g.
Karakteristik Nata De Soya Dari Limbah Cair Tahu dengan Pengaruh Penambahan Ekstrak Jeruk Nipis dan Gula Adeline Novianti Putri; Siti Fatimah
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 2 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss2.art1

Abstract

Banyaknya produksi tahu di Indonesia menyebabkan melimpahnya pula limbah cair tahu. Limbah tersebut jika tidak diolah akan mencemarkan lingkungan sekitar yang nantinya akan menimbulkan dampak yang buruk bagi masyarakat. Salah satu pengolahan limbah cair tahu adalah dengan membuat Nata de Soya. Artikel ini merupakan hasil penelitian mengenai pengolahan limbah cair tahu menjadi Nata de Soya dengan penambahan ekstrak jeruk nipis dan gula dari bakteri Acetobacter xylinum. Selama proses fermentasi, metabolisme Acetobacter xylinum dipengaruhi oleh keasamaan media. Penambahan asam yang digunakan yaitu asam sitrat yang terdapat dalam jeruk nipis. Asam sitrat ini juga digunakan untuk membentuk asam glukonat dengan bantuan bakteri. Selain penambahan ekstrak jeruk nipis, adanya penambahan gula pada pembuatan Nata de Soya akan berpengaruh terhadap karakteristik ketebalan, berat dari Nata de Soya, kadar air, kadar serat, kadar vitamin C dan rendemennya. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa Nata de Soya dengan konsentrasi jeruk nipis 10 mL dan gula 28 (g/L) mempunyai kadar air tertinggi sebesar 98,86%, pada uji kadar serat hasil tertinggi yaitu pada kadar gula 42 (g/L) dan jeruk nipis 10 mL dengan perolehan kadar serat sebesar 1,18%, uji kadar vitamin C tertinggi yaitu pada kadar gula 42 (g/L) dan ekstrak jeruk nipis 30 mL sebesar 7,40%. Pada hasil berat nata didapatkan hasil tertinggi yaitu pada ekstrak jeruk nipis 10 ml dan kadar gula 42 (g/L) sebesar 0,55 mm dan untuk uji berat nata didapatkan hasil tertinggi sebesar 44,87 cm untuk konsentrasi jeruk nipis 10 mL dan gula 42 (g/L). Untuk hasil uji rendemen tertinggi diperoleh sebesar 7,40% pada konsentrasi jeruk nipis 10 mL dan gula 42 (g/L).
Pengaruh Media Pertumbuhan dan pH Terhadap Aktivitas Biosurfaktan dari Bakteri Serratia marcescens strain MBC 1 pada Minyak Jelantah Berliana Damayanti; Sumardi Sumardi; Achmad Arifiyanto; Kusuma Handayani; M. Kanedi; Meishy Handerlin Putri; Cindy Lukyta Ratih Riyanto
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol5.iss1.art1

Abstract

Campuran minyak dan bahan kimia pada surfaktan yang dibuang langsung ke lingkungan akan mengakibatkan penurunan kesuburan tanah sertamenghambat proses degradasi oleh mikroorganisme. Oleh karena itu dibutuhkan senyawa alami yang mampu mampu meningkatkan kelarutan minyak jelantah dalam air seperti biosurfaktan. Salah satu bakteri penghasil biosurfaktan yaitu Serratia marcescens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas biosurfaktan bakteri dari Serratia marcescens strain MBC 1 yang ditumbuhkan di media fermentasi tryptone water, limbah cair jagung dan limbah cair singkong dengan pH 6,7 dan 8. Uji yang dilakukan diantaranya uji emulsifikasi, oil displacement dan drop collapse. Hasil penelitian menunjukan biosurfaktan Serratia marcescens strain MBC 1 mampu meningkatkan kelarutan minyak jelantah dalam air. Hasil produksi pada media limbah jagung dengan pH 7 menunjukan aktivitas emulsifikasi paling optimum yaitu sebesar 49,26%.
Analisis Kandungan Mineral dari Lumpur Panas Sidoarjo sebagai Potensi Sumber Silika dan Arah Pemanfaatannya Endang Ciptawati; Mohammad Hilfi Azra Dzikrulloh; Maya Oki Septiani; Viska Rinata; Deni Ainur Rokhim; Nabilah Azfa Fauziyyah; Dinda Sribuana
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 5 No. 1 (2022): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol5.iss1.art3

Abstract

Lumpur panas Sidoarjo merupakan salah satu bencana luapan lumpur panas yang memiliki dampak signifikan di Indonesia terhitung sejak 29 Mei 2006. Adanya bencana ini banyak menimbulkan kerugian kesehatan, lingkungan hingga ekonomi. Akan tetapi,dibalik kerugian tersebut ternyata terdapat banyak kandungan mineral dalam lumpur luapan yang dapat dimanfaatkan sebagai contoh silika. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandunganmineral terutama silika dalam lumpur panas Sidoarjo yang dapat berpotensi sebagai sumbersilika sintesis. Sampel diambil pada permukaan lumpur panas Sidoarjo dengan radius 500 m, 1000 m, dan 2000 m dari pusat semburan. Instrumen yang digunakan adalah XRF (X-Ray Fluorescence) dan XRD (X-Ray Diffraction) dimana sampel ditempatkan dalam sampleholder dan diradiasi menggunakan sinar-X. Berdasarkan uji XRF, pada masing-masing radius diperoleh kandungan silika sebesar 45,0% (radius 500 m), 45,3% (radius 1000 m), dan 43,3% (radius 2000 m) yang merupakan senyawa oksida dengan kandungan terbesar. Hasil uji XRD juga menunjukkan kesesuaian dengan hasil uji XRF, dimana fase yang paling dominan dalam lumpur panas Sidoarjo pada semua radius adalah fase kuarsa (SiO2). Berdasarkan kedua hasil ini, dapat disimpulkan bahwa kandungan mineral lumpur panas Sidoarjo pada 3 radius berbeda memiliki kandungan yang relatif sama dan dapat berpotensi sebagai sumber silika yang bermanfaat dalam bidang pangan, industri, hingga dalam bidang katalis.

Page 4 of 11 | Total Record : 109