cover
Contact Name
Ganjar Fadillah
Contact Email
ganjar.fadillah@uii.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
ijca@uii.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA)
ISSN : 26227401     EISSN : 26227126     DOI : -
IJCA (Indonesian Journal of Chemical Analysis) is a chemistry journal published by Chemical Analysis Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Islam Indonesia. IJCA publishes original research articles or review articles on aspect all of the chemistry fields especially in analytical methods, procedures, and principles. IJCA has the vision to become a reputable journal and can publish good quality papers. We aim to provide lecturer, researchers both academic and industries, and students worldwide with unlimited access to publishing in our journal.
Arjuna Subject : -
Articles 109 Documents
Butterfly Pea (Clitoria Ternatea L.) Extract as Indicator of Acid-Base Titration Bayu Wiyantoko; Astuti astuti
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 1 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss1.art4

Abstract

An anthocyanin color pigment result from butterfly pea flower maceration has been done. This study aims to determine the effect of time variation in the maceration of anthocyanin butterfly pea flower extract and the stability of butterfly pea flower extract as an indicator of acid-base titration. Color pigment levels were determined quantitatively with a UV-Visible spectrophotometer. The anthocyanin levels obtained during the duration of maceration 5 days in a row resulted from 4.3915%, 5.9869%, 7.3970%, 8.8995%, and 10.2864%. While the anthocyanin levels using a differential pH method were 14.2775 mg/L and 14.9455 mg/L with % RPD value was 4.57%. The results of the study stated that the indicators of the butterfly pea flower crown extract can be a substitute for the synthetic phenolphthalein indicator that has been used.
Sintesis dan Karakterisasi SiO2@APTES-IIP Sebagai Material Fungsional Penjerap Ion Kadmium(II) Indah Puspita Sari; Muhammad Bachri Amran
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art3

Abstract

Sintesis SiO2@APTES-IIP dan SiO2@APTES-NIP melalui proses sol-gel melibatkan 3-amounium propyl triethoxy silane (APTES) sebagai monomer fungsional, tetraethylorthosilicate (TEOS) sebagai crosslinker, Cd (II) sebagai cetakan dan SiO2 sebagai inti. Karakterisasi SiO2@APTES-IIP dan SiO2@APTES-NIP dilakukan dengan menggunakan FTIR. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan beberapa puncak penting pada bilangan gelombang 2939 cm-1 dan 1411 cm-1 yang berasal dari vibrasi gugus C-H serta pada bilangan gelombang 1564 cm-1 yang berasal dari vibrasi gugus N-H hal tersebut membuktikan bahwa silika gel telah berhasil terfungsionalisasi oleh monomer APTES. Morfologi dan komponen penyusun material SiO2@APTES-IIP dianalisis menggunakan SEM dan EDS. Berdasarkan metode batch SiO2@APTES-IIP memiliki kapasitas retensi sebesar 7,34 mg/g pada kondisi optimum pH 7 dan waktu kontak 90 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa, model isoterm adsorpsi mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir.
Asesmen logam berat sampel partikulat udara pada TSP di sekitar PLTU Pacitan Sri Murniasih; Kharistya Rozana; Devi Swasti Prabasiwi
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art5

Abstract

Telah dilakukan asesmen logam berat di enam lokasi untuk sampel Total Suspended Particulate (TSP) udara ambien di sekitar PLTU Pacitan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai kualitas udara yang berhubungan dengan partikulat udara dan logam berat serta mempelajari tren polutan pada musim kemarau, selain itu data penelitian ini digunakan untuk membuat database penggunaan dan ruang di masa yang akan datang. Tingkat TSP ditentukan oleh gravimetri dan identifikasi logam berat berbahaya (As, Cd, Cr, Cu, Sb, Zn), metaloid (Mg, V, Al, Mn, Fe, Co) dengan menggunakan teknik analisis aktivasi neutron.  Kandungan logam berat berbahaya dalam sampel filter TSP terendah As (arsen) rata-rata 0,349±0,04 ng/m3 dan konsentrasi terbesar adalah Zn (seng) dengan konsentrasi rata-rata 58,09±3,24 ng/m3.  Dibandingkan dengan standar kualitas udara primer standar ambang tahunan rata-rata yang ditetapkan oleh Uni Eropa maupun WHO untuk Cr, As, dan Cd masing-masing adalah 2,5 ng/m3; 6 ng/m3; dan 5 ng/m3, sedangkan hasil penelitian ini masing-masing mempunyai konsentrasi 0,367 ng/m3; 0,349 ng/m3; dan 0,243 ng/m3. Hal ini menunjukkan logam berat diudara di sekitar PLTU Adipala Pacitan dalam batas masih terkendali dengan jarak sekitar 0,6 km sampai 3 km dari cerobong pembuangan gas hasil sisa pembakaran
Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi Dewi Widyabudiningsih; Lina Troskialina; Siti Fauziah; Shalihatunnisa Shalihatunnisa; Riniati Riniati; Nancy Siti Djenar; Mentik Hulupi; Lili Indrawati; Ahmad Fauzan; Fauzi Abdilah
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art4

Abstract

Produksi olahan pangan dari buah-buahan selalu menghasilkan limbah kulit dalam pengolahannya. Limbah tersebut hanya dibuang dan dibiarkan menumpuk begitu saja oleh mansyarakat. Apabila tidak ditangani secara cepat akan menghasilkan bau yang tidak sedap sehingga akan mencemari lingkungan. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengolah limbah tersebut menjadi pupuk organik cair dengan proses fermentasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan hara makro dan kualitas dari pupuk organik cair, mengetahui waktu fermentasi optimum, harga pokok produksi dan BEP dari proses pembuatan pupuk organik cair. Penelitian ini dilakukan dengan cara menambahkan EM4, ragi, dan air gula ke dalam reaktor yang berisi limbah kulit buah yaitu kulit pisang, mangga dan nanas. Proses fermentasi dilakukan selama 34 hari dan dilakukan pengambilan sampel pada hari ke-7, 14, 24 dan 34 untuk dianalisis kandungan hara makro yang terdiri dari C-Organik, P, dan K dengan metode spektrofotometri UV/VIS, SSA dan N dengan metode Kjeldahl. Pada penelitian ini dihasilkan pupuk organik cair yang terbaik yaitu campuran limbah kulit pisang, mangga dan nanas dengan waktu fermentasi 7-14 hari dan kandungan unsur C-Organik, N-total, K2O, dan P2O5 masing-masing sebesar 17,4; 6,05; 2,50 dan 0,15 %. Pupuk organik cair yang dihasilkan sudah memenuhi baku mutu dari Permentan Nomor 261 tahun 2019 kecuali kandungan P2O5, walaupun demikian pupuk organik cair yang diperoleh ini memiliki kualitas yang lebih baik dibanding beberapa pupuk yang sudah dijual secara komersial. Biaya pokok produksi dari pembuatan POC ini sebesar Rp 770.554 dengan Break Event Point (BEP) pada 10 liter.
Diagram Kontrol Kadar Sitral dalam Minyak Sereh Dapur sebagai Jaminan Mutu Kestabilan Optimasi Alat GCMS Yusuf Habibi
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art6

Abstract

Telah dilakukan penelitian penentuan control chart kadar sitral dalam minyak sereh dapur sebagai jaminan mutu kestabilan optimasi alat Gas Chromatography Mass Spectrometry (GCMS). Metode GCMS merupakah salah satu metode yang cukup umum digunakan dalam analisis kandungan senyawa citral pada minyak sereh. Secara umum, minyak sereh dapur mempunyai 2 senyawa khas sitral, yaitu cis-sitral didapatkan pada waktu retensi 8,69 menit dan trans-sitral diperoleh pada waktu  retensi 9,14 menit. Rata-rata kadar cis-sitral diperoleh 34,36% dan trans-sitral diperoleh 57,56%. Masing-masing cis-sitral dan trans-sitral masuk dalam rentang atas dan rentang bawah control chart selama 8 minggu. Hal ini menunjukkan bahwa optimasi alat GCMS dalam kondisi stabil.
Pengaruh Tahap Kristalisasi pada Sintesis ZSM-5 Mesopori dari Kaolin Alam Abdul Hamid; Didik Prasetyo; Tri Esti Purbaningtias; Faizatur Rohmah; Ike Dayi Febriana
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art1

Abstract

Analisis Perbandingan Proses Pengolahan Ikan Lele terhadap Kadar Nutrisinya Endang Ciptawati; Ihsan Budi Rachman; Hanumi Oktiyani Rusdi; Mieke Alvionita
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art5

Abstract

Telah dilakukan riset pengaruh proses pengolahan bahan makanan terhadap kandungan nutrisi ikan lele. Tujuan dari riset ini adalah untuk mengetahui pengaruh proses pengolahan dalam hal ini pengukusan dan penggorengan terhadap kandungan nutrisi ikan lele. Penelitian ini difokuskan pada penentuan kadar air karena mempengaruhi keawetan makanan, kadar abu karena merepresentasikan kandungan mineral dalam ikan dan kadar protein karena ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang potensial. Prosedur yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengujian kandungan air dengan thermogravimetri, kandungan abu memakai dry ashing, dan kandungan protein menggunakan metode Lowry-Folin. Jika dibandingkan dengan ikan lele segar, pada ikan lele yang digoreng, terjadi penurunan persentase air sebanyak 32,64%, kandungan abu meningkat 1,40% dankandungan protein menurun sebanyak 112,97 mg/L. Sementara pada proses pengukusan, kadar protein menurun sebesar 99,58 mg/L jika dibandingkan dengan ikan lele segar. Penurunan kadar protein pada ikan yang diolah disebabkan karena terjadinya denaturasi protein pada ikan lele oleh pemanasan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberi gambaran kepada masyarakat mengenai pengaruh penurunan kadar nutrisi akibat proses pengolahan ikan lele. 
Utilization of Adsorbent Carbon Coconut Shell for Purification of Used Cooking Oil Siti Khuzaimah; Norma Eralita
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art7

Abstract

Cooking oil is one of the primary commodities people need to process food. Repeated use of cooking oil at high-temperature heating produces foul smell that reduces the quality and nutritional value of fried food. Decomposition consists of    negative affects quality, but it also results in unfavorable flavor and reduced nutritional value of fried food. An alternative method to treat used cooking oil is adsorption with carbon made of coconut shells. This research aims to lower the levels of acid and peroxide numbers of used cooking oil by purifying it with activated carbon. The acid number determined using the acidimetric and alkalimetric titration method, while the peroxide number measured using the iodometric titration method. These two methods used to analyze samples of fresh cooking oil, used cooking oil, and used cooking oil treated with activated carbon. Results showed a decrease in acid number 34.1449% the second, 29.4103% the fourth use, and 37.5092% on the sixth use of cooking oil. Meanwhile, acidity reduced by 34.1508% the second use, 29.3883% the fourth use, and 37.5066% the sixth use of cooking oil. It found that peroxide number experienced a decrease in 81.2836% the second use, 85.3674% the fourth use, and 62.2462% the sixth use of purified cooking oil.
Validasi Metode Penentuan Sitronelal dalam Minyak Atsiri Sereh Wangi secara Kromatografi Gas Yorfan Ruwindya
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 3 No. 2 (2020): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol3.iss2.art2

Abstract

Sitronelal merupakan salah satu komponen utama yang terdapat dalam minyak sereh wangi. Kadar sitronelal yang terdapat dalam minyak sereh wangi sangat penting untuk diketahui, karena menentukan kualitas dari minyak sereh wangi tersebut. Penentuan kandungan sitronelal dalam minyak sereh wangi salah satunya dapat menggunakan metode kromatografi gas seperti yang akan dilakukan pada penelitian ini. Metode ini merupakan salah satu metode yang dikembangkan berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya sehingga perlu dilakukan validasi metode. Kandungan sitronelal yang terdapat pada sampel minyak atsiri sereh wangi sebesar 60,610 % sampai 60,655 %. Hasil validasi metode yaitu nilai linieritas diperoleh sebesar 0,999, nilai persen relatif standar deviasi (%RSD) sebesar 0,0360%, nilai persen perolehan kembali (% recovery) sebesar 92,628%, serta nilai batas deteksi (LOD) sebesar 1,971% dan nilai batas kuantitatif (LOQ) sebesar 6,570%. Hasil validasi metode penentuan sitronelal pada minyak sereh wangi secara kromatografi gas menyatakan bahwa metode dapat digunakan pada kromatografi gas karena semua parameter validasi yang telah di lakukan memenuhi persyaratan.
Analisis Total Volatile Base (TVB) dan Uji Organoleptik Nugget Ikan Dengan Penambahan Kitosan 2,5% Darmawati Dalle; Hasnah Natsir; Seniwati Dali
Indonesian Journal of Chemical Analysis (IJCA) Vol. 4 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Chemical Analysis
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ijca.vol4.iss1.art1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kitosan 2,5% pada nugget ikan melalui analisis Total Volatile Base (TVB) dan uji organoleptik. Analisis TVB terdiri dari tahap ekstraksi, destilasi dan titrasi. Sedangkan uji organoleptik menggunakan beberapa parameter yaitu uji kenampakan, aroma, tekstur, dan cita rasa. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan kitosan 2,5% dapat memberi daya tahan pada nugget ikan hingga jam ke-24 dengan nilai TVB 21,79 mg-N/100g pada penyimpana suhu 27 °C. Sedangkan penyimpanan pada suhu 5 °C dapat memberi daya tahan hingga jam ke-72 dengan nilai TVB 13,43 mg-N/100g. Hasil uji organoleptik menunjukkan nugget ikan masih sangat disukai. Oleh karena itu, nugget ikan yang melalui proses pengawetan dengan penambahan kitosan 2,5% masih memenuhi syarat untuk dikonsumsi.

Page 3 of 11 | Total Record : 109