cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
EFEKTIVITAS PIJAT REFLEKSI TERHADAP PENGENDALIAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Musiana Musiana; Titi Astuti; Ratna Dewi
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.536 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.576

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1109 tahun 2007 tentang penyelenggaraan pengobatan komplementer-alternatif di fasilitas pelayanan kesehatan menyebutkan terapi komplementer dapat dilaksanakan secara sinergi, terintegrasi, dan mandiri di fasilitas pelayanan kesehatan. Hasil survey pendahuluan di Puskesmas Kedaton penyakit DM termasuk dalam 10 besar penyakit terbanyak dan menduduki urutan ke-4 setelah faringitis, hipertensi dan common cold dan terjadi peningkatan jumlah penderita DM dari tahun 2012 (1.131 penderita) menjadi 1.873 penderita pada tahun 2013. Hipotesis penelitian yaitu pijat refleksi efektif dalam mengendalikan kadar glukosa darah penderita DM. Manfaat penelitian adalah mengintegrasikan terapi komplementer dalam pelayanan keperawatan  penderita DM.  Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen, metode pengambilan data Pre and Post Test Control  Group Design. Hasil penelitian didapat rata-rata kadar glukosa darah penderita DM sebelum melakukan pijat refleksi adalah 199,76 mg/dl sedangkan pada kelompok kontrol 183,18 mg/dl. Rata-rata kadar glukosa darah penderita DM sesudah melakukan pijat refleksi adalah 159,14 mg/dl sedangkan pada kelompok kontrol 170,43 mg/dl. Hasil uji statistik, ada perbedaan kadar glukosa darah penderita DM pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,021 sedangkan pada kelompok kontrol tidak (nilai p = 0,400). Saran bagi Puskesmas Kedaton agar mengintegrasikan terapi komplementer khususnya pijat refleksi dalam pelayanan keperawatan penderita DM  dengan mengoptimalkan sarana pijat refleksi berupa taman pijat refleksi yang sudah tersedia di puskesmas Kedaton.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMAKAIAN KONDOM DALAM UPAYA PENCEGAHAN HIV-AIDS PADA PSK El Rahmayati; Ririn Sri Handayani
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.319 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.313

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome atau AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya system kekebalan tubuh oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus. Perkembangan  kasus HIV-AIDS di Indonesia seperti fenomena gunung es dimana kasus yang dilaporkan jumlahnya lebih sedikit dibanding kondisi yang sebenarnya terjadi. Salah satu kelompok masyarakat yang berisiko terinfeksi HIV AIDS adalah kelompok Pekerja Seks Komersial (PSK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kondom sebagai upaya pencegahan HIV AIDS di kalangan PSK di Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan di eks lokalisasi pantai pemandangan dan Pantai Harapan. Dari hasil uji statistik diketahui bahwa usia responden rata-rata 31 tahun. Hasil analisis bivariat didapatkan  tidak ada hubungan antara usia responden (ρ value 0,073), tingkat pendidikan responden (ρ value 0,768), tingkat pengetahuan tentang HIV AIDS dan pencegahannya (ρ value 0,580) dan dukungan mucikari (ρ value 0,093) dengan perilaku penggunaan kondom. Sebaliknya ada hubungan antara lama bekerja sebagai PSK (ρ value 0,022 ), dukungan teman seprofesi (ρ value 0,016, dukungan klien/pelanggan (ρ value 0,000), dan ada hubungan yang signifikan antara dukungan petugas kesehatan dengan perilaku penggunaan kondomρ value 0,027 (< α 0,05). Hasil analisis multivariate menyimpulkan variabel dukungan petugas kesehatan adalah variabel yang paling berhubungan dengan perilaku penggunaan kondom. Hasil uji statistik juga mendapatkan nilai OR sebesar 1,128 yang berarti responden yang mendapatkan dukungan secara konsisten dari petugas kesehatan mempunyai peluang 1,128 kali untuk konsisten dalam melakukan upaya pencegahan HIV AIDS melalui penggunaan kondom.. Kesimpulan tersebut didapatkan setelah beberapa tahap uji multivariate dengan regresi logistic dilakukan hingga didapatkan model terakhir dari hubungan variabel independen dan dependen dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN POLA PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 6-24 BULAN PADASALAH SATU DESA DI WILAYAH LAMPUNG TIMUR Damayanti Damayanti; Siti Fatonah
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.673 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.608

Abstract

Status gizi balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat.Masalah gizi menjadi salah satu faktor penyebab kesakitan dan penyebab kematian paling sering pada anak diseluruh dunia.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk diketahui hubungan pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita usia 6-24 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan survei analtik menggunakan desain Cross sectional yang hasilnya disajikan dalam distribusi frekuensi dan uji Chi-suquare. Teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Populasi dalam penelitian adalah ibu-ibu yang memiliki balita usia 6-24 bulan di Desa Pugung Raharjo Wilayah Kerja Puskesmas Rawat Inap Pugung Raharjo Kabupaten Lampung Timur yang berjumlah 64 orang. Penelitian dilakukan pada tanggal 09 Mei – 04 Juni 2016. Hasil penelitian di dapat hasil responden berdasarkan pola pemberian MP-ASI tidak baik sebanyak 15 orang (27,3%), pola pemberian MP-ASI baik sebanyak 40 orang (72,7%) dan berdasarkan status gizi balita didapat hasil gizi baik sebanyak 39 orang (70,9%) serta gizi kurang sebanyak 16 orang ( 29,1%). 15 responden dengan pola pemberian MP-ASI tidak baik didapat 13 responden (86,7%) berstatus gizi kurang dan 2 responden (13,3%) berstatus gizi baik serta dari 40 responden dengan pola pemberian MP-ASI baik didapat 38 responden (95,0%) berstatus gizi baik dan 2 responden (5,0%) berstatus gizi kurang. Hasil uji statistik di peroleh p value = 0,000 (0,000 < 0,05), maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pola pemberian makanan pendamping ASI dengan status gizi balita. Dari hasil analisis di peroleh pula nilai Odds Ratio (OR)= 123,5. Bagi petugas kesehatan disarankan agar dapat mempertahankan dan meningkatkan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan status gizi balita dan peningkatan progam mutu MP-ASI serta kepada peneliti selanjutnya hendaknya dilakukan penelitian lanjutan tentang mutu ASI dan kejadian penyakit infeksi berhubungan dengan status gizi balita.
PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN TANJUNGKARANG DAN PRODI DIPLOMA III KEPERAWATAN KOTABUMI Sono Sono
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.559 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.337

Abstract

Indeks prestasi adalah salah satu alat ukur terhadap keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendikan khususnya pada bidang akademik. Tujuan penelitian ini adalah  Mengetahui Perbandingan  Prestasi Akademik mahasiswa Prodi DIII Keperawatan Kotabumi dengan Prodi  DIII Keperawatan Tanjungkarang  Tahun 2011 – 2014. Rancangan penelitian ini deskriptif analitik, Variable penelitian ini adalah :Program Studi DIII Keperawatan sebagai variabel independen dan Nilai indeks prestasi kumulatif   mahasiswa sebagai variabel dependen. Sebagai Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Keperawatan Kotabumi dan mahasiswa Program Studi Keperawatan Tanjungkarang satu angkatan tahun akademik 2011/2012 s/d 2013/2014.Sampel pada penelitian adalah keseluruhan populasi, 106 mahasiswa Prodi Keperawatan Tanjungkarang dan 75 mahasiswa prodi keperawatan kotabumi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengambilan data sekunder, yang didapat dari dokumentasi nilai  bagian akademik pada kedua prodi yang diteliti. Setelah data dikumpulkan, dilakukan pengolahan data dan analisis menggunakan analisis t test dengan bantuan program SPSS. Hasil Penelitian menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara IPK mahasiswa Prodi Keperawatan Tanjungkarang dengan Kotabumi, dalam pembahasan IPK yang merupakan hasil belajar yang berbeda dapat ditinjau dari perbedaan komponen pembelajaran antara kedua Prodi, dimana dari aspek kemampuan awal mahasiswa (input) dan aspek proses pembelajaran dalam hal ini dosen memiliki perbedaan yang cukup besar antara prodi keperawatan Tanjungkarang dengan Kotabumi. Penelitian ini merekomendasikan untuk mengusulkan penambahan tenaga dosen dan peningkatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru pada Prodi Keperawatan Kotabumi. 
Dimensi Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan Armen Patria; Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.638 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.861

Abstract

Tuntutan akan pelayanan kesehatan yang berkualitas semakin meningkat. Unit rawat jalan puskesmas merupakan salah satu sarana pemberi pelayanan kuratif . Pelayanan kuratif yang berkualitas akan menghasilkan tingkat kepuasan tinggi terhadap pasien yang akan berdampak peningkatan kredibilitas masyarakat terhadap puskesmas. Sehingga upaya kuratif memiliki wilayah strategis untuk menjalankan upaya promotif dan preventif yang merupakan upaya prioritas program puskesmas . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dimensi kualitas layanan dengan kepuasan pasien rawat jalan di UPT  Puskesmas Branti Raya Kabupaten Lampung Selatan tahun 2011. Variabel independen pada penelitian ini adalah faktor emphati, tangibility, assurance, reliability, dan responsivess. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional dengan menggunakan 100 sampel penelitian. Analisis yang digunakan pada penelitian ini analisa gap dan uji t,  analisa univariat dengan distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan  uji kai kuadrat . Hasil analisis gap dimensi kualitas pelayanan secara keseluruhan menunjukkan tingkat kepuasan pasien dalam kategori rendah. Hasil analisa bivariat terdapat hubungan yang signifikan antara emphati, tangibility, assurance, reliability, dan responsivess terhadap kepuasan pasien rawat jalan. Disarankan perlu ditingkatan rasa perhatian, sikap sopan dan ramah, rasa percaya diri, ketelitian, kecermatan , jadwal yang sesuai janji , rasa ikhlas petugas pemberi pelayanan kesehatan  saat memberikan pelayanan serta pengawasan dan pembinaan manajemen yang terus menerus terhadap kualitas layanan kesehatan.
EDUKASI DAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES Jasmani Jasmani; Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.463 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.371

Abstract

Hasil survei oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2011 jumlah penderita diabetes mellitus di dunia 200 juta orang, Indonesia adalah yang terbesar keempat. Pada tahun 2011, ada sekitar 5,6 juta orang di Indonesia yang menderita diabetes mellitus. Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2007, prevalensi nasional DM di Indonesia sebanyak 5,7%. Beberapa faktor yang berhubungan dengan diabetes dan kadar glukosa darah adalah obesitas, riwayat keluarga dan gaya hidup kurang aktif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan edukasi oleh perawat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes mellitus secara keseluruhan pada bulan Januari-Februari 2014 sebesar 36 pasien, sedangkan sampel yang diambil dari seluruh populasi 36 responden (total populasi). Analisis univariat digunakan untuk mengetahu distribusi frekuensi dan persentase, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil peneliian menjelaskan bahwa pelaksanaan edukasi DM oleh perawat sebagian besar kurang baik, yaitu sabanyak 19 (52,78%), sedangkan kadar glukosa darah pada pasien diabetes yang edukasinya kurang baik oleh perawat rata-rata 283,77 mg/dl, sedangkan pada pasien diabetes yang edukasinya baik oleh perawat rata-rata 258,825 mg/dl. Hasil analisis lanjutan menunjukan ada hubungan edukasi oleh perawat dengan kadar glukosa darah pada pasien diabetes dengan nilai p value: 0,044. Berdasarkan hasil tersebut disarankan agar perawat meningkatkan kualitas edukasi pada pasien diabetes melalui kegiatan pelatihan khusus edukator DM.
Kebutuhan Perawatan Periodontal pada Anak Berkebutuhan Khusus Desi Andriyani
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.887 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1012

Abstract

Penyebab utama penyakit periodontal adalah iritasi bakteri plak. Lapisan ini terbentuk dan melekat erat pada permukaan gigi bila seseorang mengabaikan kebersihan gigi dan mulutnya.Pembentukan plak gigi dipengaruhi oleh faktor predisposisi yang terdapat secara lokal pada lingkungan rongga mulut atau standar PH dimana kalkulus yang mempengaruhi kalsifikasi dari plak gigi berhubungan dengan lepasnya perlekatan periodontal pada individu dengan oral hygiene yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perawatan Periodontal pada anak berkebutuhan khusus di SLB Dharma Bakti. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan jumlah sampel sebanyak 52 anak.Pengambilan data dilakukan dengan pemeriksaan menggunakan kaca mulut dan probe menggunakan CPITN, kemudian daata dicatat pada lembaran pemerikasaan CPITN. Hasil penelitian menunjukan kategori status penyakit periodontal dari 52 anak terdapat kondisi karang gigi 33 anak ( 63,46 % ) dan hasil ini menunjukan kategori kebutuhan perawatan dimana dengan kotegori tersebut harus dilakukan pembersihan karang gigi (scalling) dan pemberian pendidikan tentang kesehatan gigi dan mulut berupa penyuluhan. 
PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANGMANAJEMEN LAKTASI Soraya Rika Sari; Anita Puri; El Rahmayati
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.901 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.251

Abstract

Manajemen laktasi diperlukan untuk mendukung keberhasilan pengelolaan menyusui. Kegagalan proses menyusui sering disebabkan oleh beberapa ibu yang tidak mengerti cara yang benar untuk menyusui. Berdasarkan data UNICEF hanya 30% perempuan yang memberikan ASI eksklusif, hal ini menunjukkan bahwa bayi di Indonesia masih menerima ASI tidak eksklusif dan berdampak pada 13,9% angka kejadian kejadian diare pada bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu postpartum tentang manajemen laktasi yang terdiri dari rasa menyusui, manfaat menyusui, posisi menyusui yang benar, mengukur menyusui yang benar, teknik dan waktu makan yang benar di rumah sakit bersalin kartini Bandar lampung. Desain penelitian ini menggunakan metode deskriptif, variabel penelitian, yaitu pengetahuan tentang manajemen laktasi. Sampel dalam penelitian ini dilakukan semua ibu post partum yang dirawat pada 10 Juni 2014- 1 Juli 2014. Penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk menggambarkan distribusi pengetahuan hasil untuk setiap frekuensi. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mayoritas responden berusia 20-35 tahun (80%), kelahiran anak pertamanya (43,3%), sebagian besar pendidikan sekolah tinggi (66,7%), dan sebagian besar ibu nifas bekerja sebagai ibu rumah tangga (43,3%). Hasil penelitian tentang identifikasi pengetahuan responden adalah kurang sebanyak 14 orang (46,7%), sedangkan untuk kategori cukup baik 13 (43,3%), dan kategori baik hanya 3 orang (10%).
PENGETAHUAN IBU TENTANG KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI DASAR (KIPI) PADA BAYI Nazwah Masiah; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.055 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.566

Abstract

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi nasional yang paling serius diperkirakan terjadi pada anak sebanyak 50% kasus dari 1 juta kelahiran balita. Presentase angka kejadian ikutan pasca imunisasi sendiri di Puskesmas Sukarame terjadi sebesar 16,3% kasus,dan angka drop out sebesar 10 %,hal tersebut akan berdampak buruk bagi bayi ibu apabila kurangnya pengetahuan dan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu di Puskesmas Sukarame Kelurahan Way Dadi Sukarame Bandar Lampung Tahun 2014.Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif. Populasi pada penelitian ini sebanyak 163 orang,teknik sampling yang digunakan adalah metode purposive sampling dengan jumlah responden 62 orang. Analisa data pada penelitian ini dilakukan secara univariat dalam bentuk penyajian tabel distribusi frekuensi.Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti diperoleh bahwa pengetahuan ibu tentang kejadian ikutan pasca imunisasi dasar pada bayi,di Puskesmas Sukarame kelurahan Way Dadi tahun 2014 dalam kategori cukup baik, yaitu 29 responden. (46,8%),tetapi ada juga kategori baik sebanyak 12 responden (19,4%), dan kategori kurang baik sebanyak 21 responden (33,9%).Diharapkan  Puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan kesehatan dapat menentukan langkah-langkah promotif dan preventif guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan pada bayi.
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA DENGAN MAKANAN TRADISIONAL SERWIT LAMPUNG Djelita Rickum
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.893 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.300

Abstract

Seorang tenaga kerja dengan keadaan gizi yang baik akan meningkatkan kapasitas kerja dan ketahanan fisik. Salah satu makanan tradisional penduduk asli Tulang Bawang Lampung adalah serwit. Serwit mempunyai potensi kandungan gizi yang  mudah didapat, namun serwit  belum dimanfaatkan dengan optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tradisional serwit  terhadap produktivitas kerja karyawan Petik Bibit Nanas I PT.Great Giant Pineapple Terbanggi Besar di Provinsi Lampung. Rancangan penelitian non randomized pretest- posttest control group design, dengan sampel sebanyak 18 responden. Uji statistik yang digunakan adalah uji t berpasangan dan uji F    (analisis varian dan analisis kovarian). Hasil uji F menunjukkan bahwa kondisi sebelum perlakuan produktivitas dari responden di tiga kelompok tidak berbeda (p=0,195). Demikian juga pada kondisi sesudah perlakuan produktivitas responden di tiga kelompok tidak berbeda ( p=0,104 ). Hasil uji t menunjukkan ada perbedaan produktivitas sebelum dan sesudah perlakuan pada ke tiga kelompok (p<0,05 ). Hasil penelitian,  serwit dapat menjadi menu alternatif bagi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja karyawan petik bibit nanas I PT GGP Terbanggi Besar di Provinsi Lampung, Serwit merupakan makanan tradisional yang kaya akan kandungan gizi dan bebas bahan pengawet. Aspek sosial dari pemanfaatan makanan tradisonal serwit dapat dicapai karena makanan tradisional lebih meningkatkan kecintaan pada makanan asli Indonesia.

Page 10 of 33 | Total Record : 321