cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
DETEKSI DINI VIRUS DENGUE PADA SEDIAAN APUS DARAH TIPIS DAN TEBAL DENGAN METODE IMUNOSITOKIMIA Nurminha Nurminha
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.1 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.351

Abstract

Penyakit Dengue merupakan masalah kesehatan global di negara tropis dan subtropis. Manifestasi klinis infeksi virus Dengue pada manusia sangat bervariasi mulai dari asimtomatik sampai berat. Hingga saat ini vaksin yang protektif dan terapi spesifik untuk infeksi dengue belum ditemukan. Deteksi antigen virus Dengue pada sediaan apus darah tipis dan tebal menggunakan metode imunositokimia streptavidin biotin peroxidase complex (SBPC) merupakan salah satu alternatif untuk diagnosis infeksi Dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil deteksi dini antigen virus Dengue pada sediaan apus darah tipis dan tebal penderita infeksi virus Dengue dengan metode Imunositokimia SBPC di laboratorium RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung yang berjumlah 66 orang. Desain penelitian ini kuasi eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November dan Desember 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil deteksi dini antigen virus Dengue pada sediaan apus darah tipis didapatkan hasil positif 69,7% (46 orang) dan pada sediaan apus darah tebal didapatkan hasil positif  75,8% (50 orang). Disarankan perlu penelitian lebih lanjut pada penderita demam hari pertama dan kedua untuk mengetahui sensitifitas dan spesifisitas metode imunositokimia dalam mendeteksi virus Dengue.
Hubungan Overdistensi Uterus dengan Kejadian Atonia Uteri pada Ibu Post Partum di Sebuah Rumah Sakit di Provinsi Lampung Nurchairin, Nurchairina
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.363 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.933

Abstract

Atonia uteri  merupakan  penyebab  tersering  terjadinya perdarahan post partum. Salah satu faktor  predisposisi atonia uteri adalah overdistensi uterus. Masalah dalam penelitian ini adalah masih banyaknya kejadian atonia uteri. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan case control, yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara overdistensi uterus dengan kejadian Atonia uteri.  Populasi  penelitian  ini semua ibu perdarahan post partum, dengan  sampel  kasus sebanyak 32 kasus /semua kasus, sedang  sampel  kontrol  sebanyak  64 kasus (simpel random sampling). Pengumpulan  data dilakukan dengan  melihat catatan  yang ada di medical record/ data sekunder. Analisis data univariat  menggunakan prosentase dan bivariat dengan chi Square. Hasil penelitian  didapatkan, umur  beresiko pada kasus sebanyak 43,8 % (< 20 th dan > 35 th), sedang  kontrol  lebih sedikit yaitu 28,1 %.  Atonia banyak terjadi  pada multiparitas baik  kasus  maupun kontrol (75 %). Kondisi  over distensi uterus  (makrosomia , hidramnion, gamelli)  lebih banyak didapatkan  pada kasus  (atonia uteri) dibandingkan dengan  kelompok  kontrol  (bukan atonia uteri) yaitu 62,5 %.  Responden  yang mengalami  atonia uteri  ada sebanyak 31,2 %  ibu yang bayinya makrosomia, 31,2 %  ibu dengan hidramnion, 53,1% ibu yang melahirkan  bayi  gamelli  dan  62,5 %  ibu yang  overdistensi uterus , sedang  responden  yang  tidak  mengalami atonia uteri  ada sebanyak 7,8 %  ibu yang  bayinya  makrosomia, 10,9 % ibu dengan  hidramnion  21,9 %  ibu yang  melahirkan bayi gamelli dan 26,6 % ibu yang  overdistensi uterus.  Hubungan  antara overdistensi uterus dengan atonia uteri didapatkan  nilai p value 0,001 dan OR 4,608 (makrosomia p value  0,007 dan OR 5,364,  hidramnion  p value 0,030 dan OR 3,701, gamelli 0,004 dan OR 4,048),  maka dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara makrosomia, hidramnion, gamelli dan overdistensi uterus dengan kejadian atonia uteri (α < 0,05) Saran  kepada petugas kesehatan agar memberikan pelayanan secara intensif pada saat melakukan pertolongan persalinan dan memberikan pelayanan secara dini kepada ibu yang mempunyai resiko atonia uteri.
PENGARUH TERAPI TOKEN EKONOMI PADA KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI RS. JIWA PROVINSI LAMPUNG Idawati Manurung; Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.505 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.147

Abstract

Terapi token ekonomi adalah salah satu alternatif pengajaran yang dilakukan di rumah sakit jiwa karena selain mengajarkan, memberi contoh, juga mengamati dan mengevaluasi semua perilaku adaptif yang mengindikasikan bahwa klien sudah mampu mengontrol diri dari perilaku kekerasan. Oleh karena itu dilakukan metoda terapi token untuk membuat kemampuan mengontrol perilaku kekerasan dengan baik. Penelitian bertujuan mengetahui kemampuan mengontrol diri pasien gangguan jiwa kelompok intervensi terapi token ekonomi, diketahuinya kemampuan mengontrol diri pasien gangguan jiwa kelompok yang tidak mendapat  terapi token ekonomi dan diketahuinya perbedaan  kemampuan mengontrol diri pasien kelompok intervensi terapi token eknomi dengan yang tidak mendapat token ekonom.Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah “Quasi experimental” dengan intervensi terapi perilaku: Token ekonomi dengan survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil yang didapat adalah rata-rata nilai kemampuan mengontrol diri pasien gangguan jiwa kelompok intervensi terapi token ekonomi adalah 22,23, termasuk kategori meningkat.   Rata-rata nilai kemampuan mengontrol diri pasien gangguan jiwa kelompok yang tidak mendapat  terapi token ekonomi di RSJ. Provinsi Lampung adalah 11,87, termasuk kategori meningkat. Terdapat perbedaan yang bermakna kemampuan mengontrol diri dari perilaku kekerasan antara kemampuan mengontrol diri pasien kelompok intervensi terapi token eknomi dengan yang tidak mendapat token ekonomi di RSJ. Provinsi Lampung, (nilai p= 0.00).
HUBUNGAN INISIASI MENYUSUI DINI (IMD) DENGAN PENURUNAN TINGGI FUNDUS UTERI PADA PERSALINAN DI BIDAN PRAKTEK SWASTA Idawati Idawati; Helmi Yenie
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (104.994 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.520

Abstract

Pemberian ASI lebih dari satu jam dalam 24 jam pertama pada bayi lahir dapat menyelamatkan 22% bayi dari kematian. Bayi yang diberi kesempatan menyusui dini setidaknya satu jam, hasilnya dua kali lebih besar keberhasilan ASI Ekslusifnya. Dari studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti dalam halpelaksanaan IMD dari 98 persalinan hanya 59 (60 %) yang dikukan IMD, dan 39 (40%) persalinan tidak melakukan IMD : karena kurangnya kepedulian bidan terhadap IMD, kasus dirujuk, bidan terburu-buru menolong persalinan diwaktu jam kerja puskesmas. Penelitian ini bertujuan mengetahui Hubungan Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dengan Penurunan Tinggi Fundus Uteri pada Persalinan di BPS Desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada tahun 2014.Jenis penelitian analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kejadian penurunan tinggi fundus uteri, sedangkan variabel independen adalah inisiasi menyusui dini, Populasipenelitian yaitu seluruh persalinan di BPS desa Wiyono Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran pada tahun 2014 bulan Juli – September 2014, yaitu sejumlah 104 orang, Waktu pelaksanaan dilakukan pada selama bulan September – Nopember 2014. Pengumpulan data dengan menggunakanMetode Observasi dan Pengukuran Penurunan Tinggi Fundus Uteri. Analisis yang digunakan yaitu univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan bahwa Proporsi responden yang melakukan Inisiasi Menyusui Dini sebanyak 75 orang ( 72,1 %). Proporsi responden yang mengalami penurunan tinggi fundus uteri sesuai sebanyak 81 orang (77,9 %). Kesimpulan penelitian ada hubungan yang bermakna antara inisiasi menyusui dini terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada persalinan Di BPS Desa Wiyono kecamatan gedong tataan kabupaten pesawaran tahun 2014. Didapatkan pula nilai OR = 95,813
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU USIA 45-60 TAHUN DENGAN SINDROM KLIMAKTERIUM Nyimas Aziza
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.056 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.273

Abstract

Di propinsi Lampung presentase pelayanan kesehatan pra usila dan usila pada tahun 2008 mencapai 56,84%, dan pada tahun 2009 turun menjadi 17,12%, hal ini sangat jauh dari target yaitu 70%. Data dari kecamatan Rajabasa dari jumlah lansia 4.902, yang dilayani oleh petugas kesehatan sebanyak 3.348 (68,30%). Berdasarkan profil kesehatan Kota Bandar Lampung Puskesmas Rajabasa mempunyai cakupan pelayanan kesehatan tertinggi yaitu 66,11%. Di Puskesmas Rajabasa ada 16 Posyandu, dan Posyandu paling banyak kunjunganya yaitu Posyandu Anggrek, yaitu total ada 40 kunjungan. Dari hasil prasurvey di Posyandu Anggrek, ternyata dari 10 ibu usia 45-60 tahun didapat 7 orang (70%) mengalami gangguan susah tidur, 9 orang (90%) mengalami pikun (mudah lupa). Dan ketika ditanya tentang sindrom Klimakterium hanya 3 orang (30%) yang mengetahuidan sisanya 7 orang (70%) tidak mengetahui.Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu Usia 45-60 Tahun dengan Sindrom Klimakterium di Posyandu Anggrek Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung tahun 2012. Penelitian ini deskriptif  korelasi dengan pendekatan cross sectional, populasi wanita usia klimakterium di Posyandu Anggrek yang berjumlah 619 orang dan sampel sebanyak 96 orang. Hasil penelitian bahwa dari 96 responden terdapat 46.9% mengalami sindrom klimakterium sedangkan 40.6% responden berpengetahuan baik. Kemudian, data yang terkumpul dianalisa dengan uji chi square, di dapatkan hasil p value 0.005, berarti ada hubungan antara pengetahuan dengan sindrom klimakterium pada wanita usia 45-60 tahun di Posyandu Anggrek Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung tahun 2012. Untuk itu disarankan kepada tenaga kesehatan di Posyandu Anggrek Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampungagar dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan khususnya bagi menapouse. 
STUDI KUALITATIF ANCAMAN, KERENTANAN DAN KEMAMPUAN MITIGASI BENCANA MASYARAKAT DI PESISIR BANDAR LAMPUNG Musiana Musiana
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.449 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.581

Abstract

Bencana timbul karena  interaksi faktor ancaman, kerentanan  dan ketidakmampuan masyarakat. Provinsi  Lampung  dengan  ibukota Bandar Lampung  termasuk 15 besar daerah di Indonesia yang rawan bencana dikarenakan kondisi geografis, topografi  dan  klimatologinya. Data  Sistem Informasi Pusat Penanggulangan Krisis Departemen Kesehatan RI  menyebutkan jenis ancaman bencana di pesisir Bandar Lampung yaitu tsunami, banjir dan longsor. Penelitian bertujuan menganalisis faktor ancaman, kerentanan, dan kemampuan mitigasi bencanamasyarakat di daerah Pesisir Bandar Lampung  menggunakan pendekatan kualitatif kepada 20 informan. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Pengumpulan data dengan wawancara mendalam, FGD, studi dokumentasi dan observasi. Uji validitas menggunakan triangulasi sumber dan  metode sedangkan analisis datanya menggunakan analisis isi (content analysis) dan analisis taksonomi setelah diolah dengan open code.  Hasil penelitian, faktor ancaman bencana di pesisir Bandar Lampung adalah tsunami dengan kegiatan mitigasi terhadap faktor ancaman sesuai dengan karakteristik bencana. Mitigasi kerentanan sosial ditujukan untuk meningkatkan kesehatan kelompok rentan sedangkan mitigasi kerentanan lingkungan dengan gotong royong dan pengelolaan sampah. Kerentanan ekonomi menyebabkan masyarakat tidak dapat melakukan mitigasi dalam hal iuran kebersihan sampah. Saran bagi penelitian yaitu melanjutkan penelitian  dengan menggunakan analisis lebih lanjut terhadap faktor ancaman, kerentanan, kemampuan dan mitigasi bencana yang sudah teridentifikasi pada penelitian ini dan mengeksplorasi lebih lanjut aspek perilaku yang mendasari kerentanan, kemampuan dan  partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana  di pesisir Bandar Lampung.      
ANEMIA DAN KONTRAKSI RAHIM DALAM PROSES PERSALINAN Novita Rudiyanti; Diana Metti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.28 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.318

Abstract

Kejadian anemia di Indonesia relatif tinggi yaitu 63,5%. Pada wanita hamil, anemia meningkatkan frekuensi komplikasi pada kehamilan persalinan dan nifas. Komplikasi dalam persalinan  meliputi atonia uteri, inersia uteri, retensio plasenta, partus lama dan  perdarahan post partum, hal ini merupakan bentuk dari tidak baiknya kontraksi rahim. Data di Rumah Sakit Abdoel Moeloek Bandar Lampung tahun 2012 tentang komplikasi akibat kontraksi rahim yang tidak baik yaitu kejadian atonia uteri 0,99%, partus lama 5,1%, retensio plasenta 2,75%, perdarahan post partum 5,68%.  Masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya anemia pada ibu hamil yaitu 48% dan masih banyak kejadian gangguan kontraksi rahim yaitu 58% pada ibu bersalin dengan anemia di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek  Bandar Lampung tahun 2013.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia dengan kontraksi rahim dalam proses persalinan pada kala I-IV di Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek  Bandar Lampung tahun 2013.Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional,  dilakukan pada bulan September-Oktober 2013,   populasi adalah 227 orang ibu post partum,  sampel sebanyak 136  yang diambil secaraPurposive Sampling, jenis data yaitu data primer dan sekunder. Alat pengumpulan data adalah lembar observasi untuk kontraksi rahim dan anemia melihat dokumen dalam rekam medik. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan Chi square.Hasil penelitian menyimpulkan kejadian anemia sebesar 75% , kontraksi rahim pada kala I-IV dengan kontraksi rahim tidak adekuat sebesar 62,5%. Ada hubungan yang signifikan antara anemia dengan kontraksi rahim dalam proses persalinan (P- value=0,000 dan OR=4,615). Peneliti menyarankan bagi bidan untuk melakukan deteksi dini anemia melalui pemeriksaan Hemoglobin pada pemeriksaan kehamilan di trimester I dan III serta pengunaan partograf dalam persalinan untuk deteksi gangguan kontraksi rahim. 
FAKTOR RISIKO YANG MEMPERCEPAT TERJADINYA KOMPLIKASI GAGAL JANTUNG PADA KLIEN HIPERTENSI Merah Bangsawan; Purbianto Purbianto
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.752 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.342

Abstract

Studi berbasis masyarakat telah menunjukkan bahwa hipertensi dapat berkontribusi bagi perkembangan gagal jantung sebanyak 50-60% dari pasien. Pada pasien hipertensi, risiko gagal jantung meningkat sebesar 2 kali lipat pada laki-laki dan 3  kali lipat pada wanita (Said Alvin, 2011). Laporan angka kejadian penyakit di Bandar Lampung tahun 2011 pada triwulan ketiga, jumlah penderita gagal jantung sebanyak 155 orang dengan jumlah laki laki terbanyak dan meninggal 14 orang, sedangkan pada tahun 2010, pasien yang menjalani perawatan gagal jantung di RSUDAM  Provinsi Lampung sebanyak 504 orang, 39 pasien atau 46,43% mengalami gagal jantung akibat hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempercepat terjadinya komplikasi gagal jantung pada klien hipertensi di RSUDAM Provinsi Lampung.Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah klien hipertensi yang melakukan perawatan baik rawat jalan maupun rawar inap di RSUDAM Provinsi Lampung. Besar sampel dalam penelitian ini sebanyak 97 responden dengan teknik sampling yang digunakan adalah quota sampling.Hasil penelitian pada penelitian ini didapatkan bahwa tidak ada hubungan antara usia saat pertama menderita hipertensi dengan kecepatan timbulnya komplikasi gagal jantung pada klien hipertensi, tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan kecepatan timbulnya komplikasi gagal jantung pada klien hipertensi, tidak ada hubungan antara terkontrolnya hipertensi dengan kecepatan timbulnya komplikasi gagal jantung pada klien hipertensi. Sesuai dengan hasil penelitian tersebut, maka disarankan untuk penelitian selanjutnya untuk membandingkan jumlah risiko yang dimiliki oleh pasien terhadap timbulnya komplikasi gagal jantung.
Dukungan Keluarga dan Koping Stres pada Lansia yang Mengalami Masalah Kesehatan Fisik di Satu Desa pada Kabupaten Lampung Selatan Bangsawan, Merah; Murhan, Al; Widodo, Widodo
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.319 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.923

Abstract

Gangguan kesehatan yang dialami lansia menyebabkan stresor karena merasa menurunnya kesehatan menyebabkan lansia khawatir terhadap keselamatan jiwa, menjadi beban bagi keluarga karena harus mengurus dan merawat lansia ketika sakit serta menjadi beban bagi keluarga karena harus menanggung biaya pengobatan untuk membayar jasa medis saat berobat ke pelayanan kesehatan sehingga lansia merasa tidak berguna. Jumlah lansia di Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 46.140 lansia, di mana jumlah laki-laki sebanyak 22.898 lansia dan perempuan sebanyak 23.242 lansia. Masalah kesehatan fisik banyak yang menderita penyakit seperti hipertensi, rhematoid artritis, gastritis dan influenza (Badan Pusat Statistik, 2014).Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain atau rancangan penelitian cross sectional yaitu ingin mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih yakni hubungan antara dukungan keluarga dengan koping stres pada lansia yang mengalami masalah kesehatan fisikdi LKS. Al-Akhsan Desa Hajimena, Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang menjadi anggota LKS Al-Akhsan Desa Hajimena berdasarkan data dari pengurus LKS.Al-Ikhsan Desa Hajimena bulan Agustus 2016 yaitu sebanyak 80 orang lansia. Sampel penelitian ini adalah total populasi yang berarti seluruh populasi dalam penelitian dan dibatasi oleh kriteria inklusi sebanyak 58 orang lanjut usia. Hasil analisis dengan mengunakan uji chi squareterdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan koping stres pada lansia yang mengalami masalah kesehatan  dengan p value sebesar 0,000. Dari hasil penelitian ini disarankan untuk dapat dilakukan penyuluhan terhadap responden dan masyarakat mengenai perlunya gukungan keluarga terhadap koping stres.
MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN PADA RUANG RAWAT INAP DENGAN METODE TIM DI RUMAH SAKIT IMANUEL BANDAR LAMPUNG Musiana Musiana; Idawati Manurung
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.838 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.138

Abstract

Kepuasan pasien akan mutu pelayanan keperawatan tidak terlepas dari bagaimana metode asuhan keperawatan yang diterapkan di rumah sakit. Hampir sebagian besar rumah sakit swasta yang ada di Bandar Lampung masih menggunakan metode fungsional dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan keperawatan, Rumah Sakit Imanuel sudah mengembangkan metode asuhan keperawatan dari metode fungsional menjadi metode tim pada ruang inap dewasa wanita dan ruang rawat inap anak sebagai pilot project, sementara ruangan yang lain masih menggunakan metode fungsional. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan mutu pelayanan keperawatan antara ruang rawat inap yang sudah melaksanakan metode tim dengan ruang rawat inap yang belum melaksanakan metode tim di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung tahun 2011. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang dirawat di ruang rawat inap  RS Imanuel Bandar lampung   teknik pengambilan samel dengan cara purposive sampling diperoleh sampel sebanyak 200. Analisis univariat dalam bentuk distribusi frekuensi sedangkan analisis bivariat menggunakan uji T independen. Hasil penelitian diperoleh Rata-rata skor mutu pelayanan keperawatan pada ruang rawat inap yang sudah melaksanakan metode tim adalah 85,51 termasuk kategori baik. Rata-rata skor  mutu pelayanan keperawatan pada  ruang rawat inap yang belum  melaksanakan metode tim adalah 81,50 termasuk kategori baik. Terdapat perbedaan mutu pelayanan keperawatan antara  ruang rawat inap yang sudah melaksanakan metode tim dengan ruang rawat inap yang belum melaksanakan metode tim (p value = 0.003). Saran bagi Rumah Sakit agar mengembangkan pelaksanaan metode tim pada ruang rawat inap yang belum melaksanakan metode tim agar mutu pelayanan keperawatan yang diberikan kepada pasien dapat meningkat.