Articles
321 Documents
PERBEDAAN KADAR HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT BAYI BARU LAHIR ANTARA PENGKLEMAN TALI PUSAT SEGERA DAN TERTUNDA
Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (300.809 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.599
Anemia defesiensi besi sejak bayi dapat mengganggu tumbuh kembang yang berdampak negatif pada kualitas hidupnya. Berbagai penyebab anemia pada anak: penyebab umum dan penyebab yang langsung terjadi pada bayi salah satunya adalah akibat dari pengkleman tali pusat segera. Pengkleman tali pusat tertunda dapat menurunkan angka kejadian anemia pada bayi baru lahir. Masalah dalam penelitian ini dari 7 persalinan 5 diantaranya masih dilakukan pengkleman tali pusat segera, dari10 bayi 40% kadar hemoglobinnya di bawah normal.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar haemoglobin dan haematokrit bayi baru lahir antara pengkleman tali pusat segera dan tertunda di BPS Sumiyati dan BPS Husnawati Kota Bandar Lampung tahun 2015.Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional. Populasinya sejumlah 120 bayi. Teknik pengambilan sampel non random dengan teknik sampling purvosive sampling, sampel dalam penelitian ini sejumlah 60 bayi. Data yang digunakan adalah data primer. Pengumpulan data dengan cara observasi, alat pengumpulan data adalah lembar observasi/ check list dan pengukuran Hb. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan Uji T Independen (Independent T Test). Hasil penelitian dari 30 bayi yang dilakukan pengkleman tali pusat segera didapatkan nilai rata rata Hemoglobin bayi 15,543 gr% dan Hematokrit 44,900%. Sedangkan dari 30 bayi yang dilakukan pengkleman tali pusat tertunda didapatkan nilai rata rata hemoglobin 17,597 gr% dan Hematokrit 46,467%. Kesimpulan penelitian ini didapatkan bahwa ada perbedaan yang bermakna kadar hemoglobin ( p = 0,000) dan hematokrit bayi (p = 0,001) antara pengkleman tali pusat segera dan tertunda. Oleh karena itu peneliti menyarankan kepada tenaga penolong persalinan agar melakukan penundaan pengkleman tali pusat pada bayi baru lahir.
Efektivitas Sikat Gigi Orthodontik Dan Sikat Gigi Konvensional Terhadap Nilai Ohi-S Pada Pasien Fixed Orthodontic Appliance
RR. Ratnasari Dyah Purnomowati
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (209.093 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v13i1.851
Prosedur oral hygiene yang tepat sangat penting bagi pasien yang memakai Fixed Appliance Orthodontic, tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada perbedaan dalam penurunan indeks OHIS pada pemakai sikat gigi konvensional dan sikat gigi khusus orthodontic. Jenis penelitian pada penelitianiniya itu experimental dengan rancangan one grouppretest-postest design, Pengambilan sampel mengunakan teknik simpel random sampling. Lokasi penelitian dilakukan di klinik drg.EravitaSamil, MHSM dan klinik keluarga Sejahtera. Variabel penelitian ini adalah OHIS indeks, sikat gigi konvensional, sikat gigi khusus orthodontic. Analisis statistik adalah analisa univariat untuk mendeskripsikan tiap variabel penelitian dan analisis bivariat untuk melihat perbedaan yang signifikan antara ohis sebelum dan sesudah menyikat gigi menggunakan sikat gigi konvensional dan sikat gigi khusus orthodontic, analisis multivariate untuk melihat efektifitas sikat gigi orthodontic terhadap indeks OHIS denganujianova. Dapat disimpulkan bahwa sikat gigi khusus orthodontic memiliki peranan yang lebih baik dalam menurunkan indeks OHIS di bandingkan dengan sikat gigi konvensional
PENGARUH LATIHAN KANDUNG KEMIH (BLADDER TRAINING) TERHADAP INTERVAL BERKEMIH WANITA LANJUT USIA (LANSIA) DENGAN INKONTINENSIA URIN
M.Reza Pamungkas;
Nurhayati Nurhayati;
Musiana Musiana
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (127.243 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v9i2.360
Inkontinensia urin ialah kehilangan kontrol berkemih yang bersifat sementara atau menetap (Potter dan Perry, 2006). Salah satu penatalaksananaan keperawatan klien dengan inkontinensia urin adalah bladder training. Bladder Training adalah latihan kandung kemih yang bertujuan untuk mengembangkan tonus otot dan sfingter kandung kemih agar berfungsi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan kandung kemih (bladder training) terhadap interval berkemih pada lansia yang mengalami inkontinensia urin di UPTD PSLU Tresna Werdha Bakti Yuswa Provinsi Lampung. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen pada 26 lansia penderita inkontinensia urin. Teknik pengambilan sampel dengan cara accidental sampling. Hasil penelitian didapat rata-rata interval berkemih lansia sebelum latihan kandung kemih adalah 2,3154 jam dengan SD = 0,82580 sedangkan rata-rata interval berkemih lansia setelah latihan kandung kemih yaitu 2,4615 jam dengan SD = 0,83992. Hasil uji statistic didapat nilai P-value 0,000. Hal ini berarti ada perbedaan rata – rata interval berkemih pada lansia sebelum dan setelah latihan kandung kemih. Saran bagi institusi agar dapat melanjutkan terapi komplementer ini dengan pengawasan intensif pengasuh wisma sehingga lansia dapat memiliki kemampuan lebih lama dalam menahan urin
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tingkat Kecemasan Pasien Tuberkulosis Paru pada Satu Rumah Sakit di Kabupaten Garut
Hendrawati Hendrawati;
Iceu Amira Da
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.216 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1003
Tuberkulosis paru adalah masalah kesehatan masyarakat yang penting di dunia. Indonesia adalah urutan nomor 3 di asia dalam jumlah pasien dengan tuberculosis paru (WHO, 2009). Dari beberapa penyakit menular yang ditangani di RSUP Dr.Slamet Garut selama tahun 2013 kejadian pasien tuberkulosis paru masih tinggi sebanyak 2.100 pasien. Salah satu komplikasi tuberkulosis paru adalah gangguan psikologis seperti kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada pasien tuberkulosis paru di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. SlametGarut. Penelitian termasuk penelitian deskriptif korelatif dengan menggunakan cross-sectional dengan populasi 62 orang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling untuk memperoleh sampel sebanyak 54 orang. Teknik pengumpulan data dengan kuesioner. Analisis ini menggunakan uji Chi - Square univariat dan bivariat. Hasilnya menunjukkan; Ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang tingkat kecemasan (p-value = 0,008), Ada hubungan antara usia dan tingkat kecemasan (p-value = 0,002), Ada hubungan antara jenis kelamin dengan tingkat kecemasan ( p-value = 0,008), Ada hubungan antara tingkat pendidikan dan tingkat kecemasan (p-value = 0,001), Ada hubungan antara status ekonomi dengan tingkat kecemasan (p-value = 0,003). Berdasarkan hasil penelitian, yang perlu ditingkatkan pelayanan keperawatan; konseling tentang tuberkulosis, memberikan dukungan sosial kepada pasien yang lebih tua, memberikan motivasi kepada pasien wanita, dan kerjasama lintas sektoral.
MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN METODE TIM PADA RAWAT INAP
Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (110.535 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v8i2.156
Ketidak puasan pasien rawat inap dapat mengakibatkan efek jera kepada pasien untuk datang kembali meminta pelayanan keperawatan bila ia sakit. Kondisi ini akan dapat diatasi bila perawat dapat memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas dan bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah Mutu pelayanan keperawatan dengan metode tim dapat meningkatkan Kepuasan pasien pada rawat inap di RS. Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian adalah kualitatif dengan desain Cross Secsional. Populasi adalah semua pasien rawat inap di ruang dewasa pria dan dewasa wanita, dengan menggunakan metode sampel Purposive Sampling berjumlah 90 responden. Instrumen ukur menggunakan kuesioner dan metode angket. Pengolah data dilakukan analisis hasil dengan uji univariat dan uji bivariat Chi Square. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai pelaksanana metode tim diruangan (81,1) peningkatan nilai mutu pelayanan keperawatan (81,30) dan nilai rata-rata kepuasan (65,24). Aadanya hubungan yang bermakna antara mutu pelayanan keperawatan yang menggunakan metode tim terhadap kepuasan pasien rawat inap di RS. Imanuel Bandar Lampung (pV=0,0001). Dari lima dimensi mutu yang diukur ternyata hanya 3 (tiga) dimensi yang berhubungan yaitu Responsiveness, Assurance dan Emphati, sedangkan 2 (dua) dimensi yang tidak berhubungan adalah Tangiable dan Reability.
HUBUNGAN LAMAPENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK DMPA DENGAN SIKLUS HAID
Annisa K.A;
Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (103.257 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i1.529
Jumlah penduduk Indonesia tahun 2025 diperkirakan mencapai 273,7 juta jiwa, mengalami kenaikan 67,9 juta jiwa. Sementara Provinsi Lampung mengalami peningkatan selama tahun 2007 – 2012 sebanyak 477.545 jiwa. Pemerintah berupaya menekan laju penduduk dengan program Keluarga Berencana (KB). Pengguna KB di Indonesia lebih didominasi KB suntik.KB suntik memiliki efek samping diantaranya perubahan siklus haid, seperti tidak terjadi perdarahan, perdarahan bercak, perubahan dalam frekuensi, lama, dan jumlah darah yang hilang. Karena efek samping dari KB suntik yang paling menonjol adalah perubahan siklus haid, banyak sekali para akseptor berpindah ke metode kontrasepsi lainnya.Tujuan penelitia, untuk mengetahui hubungan lama penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan perubahan siklus haid di RB Kartini Bandar Lampung. Jumlah sampel untuk penelitian ini adalah 55 ibu.Teknik pengambilan sampel adalah teknik Accidental Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 orang (54,5%) yang mengalami amenorea dengan lama penggunaan >2 – 3 tahun, sedangkan 25 orang (45,5%) mengalami spotting. Hasil uji statistik Chi-Square dengan derajat kepercayaan 95% dengan nilai p value 0,007, menunjukan ada hubungan bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi suntik dengan perubahan siklus haid.Saran dari peneliti untuk perawat atau petugas kesehatan agar dapat memberikan informasi kepada calon akseptor KB yang baru tentang efek samping dan keuntungan dari kontrasepsi suntik.
PERBEDAANLAMA KERJA PERAWAT DENGANSIKAP KEPATUHAN TERHADAP STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
Arif Rahman Hakim;
Idawati Manurung;
Yuniastini Yuniastini
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (78.657 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v10i2.288
Salah satu pembinaan manajemen dengan membuat standar prosedur operasional (SPO) yang menjadi pedoman perawat bekerja, menjadi standar dalam bekerja, penilaian mutu dan penilaian kinerja prosedur operasional rumah sakit mengharapkan, semakin lama bekerja, semakin perawat patuh pada SPO, tetapi kecenderungan saat ini, perawat masih ada yang belum patuh terhadap SPO. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama kerja perawat dengan kepatuhan terhadap SPO di Rumah Sakit Mitra Husada Pringsewu. Desain penelitian cross sectional dengan uji statistik yang digunakan adalah uji t-Test dengan total populasi berjumlah 77 orang perawat. Hasil penelitian tidak ada hubungan antara lama kerja perawat dengan sikap kepatuhan terhadap SPO dengan hasil nilai p value=0,943.Kesimpulan penelitian tidak ada hubungan yang bermakna antara lama masa kerja dengan kepaturhan, disarankan pihak rumah sakit membuat program yang mampu membuat perawat patuh seperti supervisi dan penilaian kinerja yang lebih terstruktur.
PERBEDAAN KENAIKAN BERAT BADAN WANITA USIA SUBUR ANTARA PENGGUNA ALAT KONTRASEPSI PIL DAN SUNTIK
Rosmadewi Rosmadewi
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (124.39 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v11i2.590
Kegemukan sebagai salah satu masalah kesehatan masyarakat paling serius pada abad 21. Pada tahun 2013, orang dengan kegemukan di dunia berjumlah 2,1 miliar dan Indonesia masuk urutan 10 besar. Penggunaan alat kontrasepsi suntikan dan pil di Indonesia merupakan alat kontrasepsi yang menjadi pilihan utama oleh pasangan usia subur. Masalah dalam penelitian ini adalah terjadinya kenaikan berat badan pada akseptor alat kontrasepsi Pil dan Suntik di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Lampung Selatan sebesar 67,2% dan terdapat 12 orang yang drop out dari penggunaan alat kontrasepsi suntikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kenaikan berat badan wanita usia subur antara pengguna alat kontrasepsi pil dengan alat kontrasepsi suntik di Wilayah kerja Puskesmas Branti Raya Lampung Selatan tahun 2014. Jenis penelitian ini adalah analitik komparatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita pengguna alat kontrasepsi pil sebesar 135 orang dan alat kontrasepsi suntik sebesar 367 orang di Puskesmas Branti Raya Lampung Selatan sehingga besar populasi 472 orang, sampel yang digunakan 80 orang, pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder. Alat pengumpul data adalah lembar kuesioner dan observasi, analisa data yang digunakan univariat menggunakan persentase dan bivariat menggunakan uji t sampel independen. Dari hasil penelitian dan pembahasan perbedaan kenaikanan berat badan wanita pasangan usia subur antara pengguna alat kontrasepsi pil dengan alat kontrasepsi suntik di Wilayah kerja Puskesmas Branti Raya Lampung Selatan tahun 2014 maka dapat diambil rata – rata kenaikan berat badan pengguna alat kontrasepsi Pil sebesar 3,52 kg dan rata – rata kenaikan berat badan pengguna alat kontrasepsi suntik sebesar 5,15 kg. Ada perbedaan yang signifikan kenaikan berat badan wanita pasangan usia subur antara pengguna alat kontrasepsi pil dengan alat kontrasepsi suntik dengan p value 0,001. Disarankan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan tentang cara hidup sehat pada akseptor alkon Pil dan alkon Suntik yaitu dengan cara mengkonsumsi menu seimbang dan olah raga teratur untuk mengendalikan kenaikan berat badan.
KINERJA PELAYANAN BIDAN DALAM PELAKSANAAN UPAYA PERKESMAS DAERAH PEDESAAN
Yeyen Putriana
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (86.822 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v10i1.327
Penempatan bidan di desa merupakan salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan tugas utama bidan yaitu pelayanan kesehatan ibu hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan juga keluarga berencana, selain dari tugas utama tersebut bidan di desa juga mendapat tugas tambahan dari puskesmas yaitu melaksanakan upaya perawatan kesehatan masyarakat (perkesmas), karena bidan di desa yang bertempat tinggal di desa dianggap lebih mengetahui masalah kesehatan yang ada di desanya, selain itu karena keterbatasan tenaga perawat sebagai pelaksana perkesmas. Namun cakupan upaya perkesmas belum sesuai dengan target yang ada.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalis kepuasan atasan bidan dalam hal ini koordinator upaya perkesmas terhadap kinerja bidan di desa dalam melaksanakan upaya perkesmas. Pendekatan penelitian dengan cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah bidan di desa yang bertugas di Kabupaten Pesawaean, seluruh populasi dijadikan sampel, jumlah 159 bidan di desa yang berada di seluruh wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran. Responden yang menilai bidan di desa adalah koordinator upaya perkesmas yang bertugas di puskesmas induk dan puskesmas pembantu Pengambilan data dengan kuesioner dan analisis menggunakan univariat.Hasil menunjukkan tingkat kepuasan atasan terhadap kinerja bidan di dalam melakukan pelayanan perkesmas 88,79% sangat puas. Kepuasan terhadap kualitas 77%, kepuasan terhadap kuantitas 98%, dan kepuasan terhadap ketepatan waktu 96%. Saran untuk lebih meningkatkan cakupan upaya perkesmas pihak Dinas Kesehatan kabupaten Pesawaran hendaknya mengadakan pelatihan-pelatihan upaya perkesmas kepada bidan-bidan di desa baik yang baru bertugas maupun yang sudah lama.
HUBUNGAN PRODUKTIFITAS PERAWAT DENGAN PENDOKUMENTASIAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT
Maria Lily Hozana;
Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (375.64 KB)
|
DOI: 10.26630/jkep.v12i2.613
Produktifitas perawat yang rendah akan berdampak pada kepuasan pasien, kondisi kesehatan mereka tidak dapat terpantau dengan baik. Kinerja utama perawat adalah memberikan asuhan keperawatan (nursing care delivery). Menurut Depkes tahun 1998, standar pelayanan adalah pedoman pekerjaan agar dapat berhasil dan bermutu. Diperlukan usaha untuk meningkatkan produktifitas yang mempengaruhi tujuan perawatan dan kualitas dari asuhan keperawatan. Produktifitas keperawatan seharusnya dinilai tidak hanya sebagai keberhasilan dalam efisiensi tapi berhubungan juga dengan pengkajian tentang keefektifan, yaitu keselamatan pasien, mutu pelayanan, kepuasan pasien dan peningkatan status kesehatan pasien. Penelitian ini berjenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian analitik dengan pendekatan Cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Rumah Sakit Panti Secanti Gisting. Pengumpulan data menggunakan data primer (kuesioner) analisis data dengan analisisis univariat dengan distribusi frekwensi dan analisis bivariat dengan memnggunakan rumus chi square kai kuadrat. Hasil penelitian didapati sebagian besar produktifitas perawat rendah dan sebagian besar pendokumentasian berkas rekam medis tidak baik.Ada hubungan yang bermakna antara produktifitas perawat (p-value= 0.032dan OR 2,105) dengan pendokumentasian berkas rekam medis.