cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Hubungan Merokok dengan Kebersihan Gigi dan Mulut Siswa SMK di Bandar Lampung Desi Andriyani
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.622 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.856

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut dipengaruhi oleh deposit yang melekat pada permukaan gigi, deposit tersebut meliputi stain, plak, dankarang gigi (calculus). Faktor yang mempengaruhi pembentukan plak, stain dan calculus adalah rokok. Perokok di Indonesia tahun 2010 yang tercatat oleh Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencapai 34,7%. Tiga dari empat laki–laki di Indonesia merupakan perokok. Prevalensi tertinggi usia mulai merokok 15-19 tahun sebesar 43,3%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan merokok dengan  kebersihan gigi dan mulutsiswa SMK di Bandar Lampung. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi Siswa SMK di  Bandar Lampung yang berjumlah 155 siswa dengan sampel 112 siswa. Variabel yang diteliti adalah  variabel kebersihan gigi dan mulut melalui pemeriksaan dan data perokok dikumpulkan melalui wawancara. Data dianalisis secara univariat  merokok dan kebersihan gigi dan mulut, Data Bivariat hubungan antara merokok dan kebersihan gigi dan mulut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa  ada hubungan katagori perokok dengan kebersihan gigi dan mulut (p-value=.000). Pentingnya penerapan program anti merokok melalui konseling, media, program asuhan  kesehatan gigi dan mulut di sekolah melalui Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), penelitian lebih lanjut terhadap faktor fisiologis, diet makanan, dan faktor lingkungan yang mempengaruhi kebersihan gigi dan mulut.
SENAM LANSIA DAN KEKAMBUHAN NYERI SENDI PADA LANSIA PENDERITA ARTHRITIS Sevilla Rain Dinianti; Tori Rihiantoro; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.765 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.364

Abstract

Perubahan kondisi fisik pada lansia diantaranya adalah menurunnya kemampuan muskuloskeletal ke arah yang lebih buruk. Penurunan fungsi muskuloskeletal menyebabkan terjadinya perubahan secara degeneratif yang dirasakan dengan keluhan nyeri, kekakuan, hilanganya gerakan dan tanda-tanda inflamasi seperti nyeri tekan, disertai pula dengan pembengkakan yang mengakibatkan terjadinya gangguan mobilitas. Salah satu upaya untuk mengurangi keluhan nyeri sendi adalah dengan terapi non farmakologis yaitu senam lansia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan senam lansia terhadap kekambuhan nyeri sendi pada lansia penderita arthritis. Manfaat penelitian adalah menjadi bahan masukan bagi petugas panti dalam perencanaan program meningkatkan derajat kesehatan penghuni panti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, menggunakan metode korelasi dengan pendekatan  cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah lansia penderita arthritis baik pria mapun wanita yang tinggal di Unit Pelaksana Teknis Dinas Panti Sosial Lanjut Usia Tresna Werda Provinsi Lampung Tahun 2013, dengan jumlah 40 orang. Sampel diambil dengan teknik total populasi. Alat pengumpul data dalam penelitian ini menggunakan daftar wawancara dengan teknik pengumpul data menggunakan metode wawancara. Hasil penelitian menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa nilai signifikansi p-value = 0,000 yang berarti sig <α=(0,05). Disimpulkan bahwa ada hubungan senam lansia terhadap kekambuhan nyeri sendi lansia penderita arthritis di UPTD PSLU Tresna Werdha Provinsi Lampung tahun 2013 dan diharapkan lansia dapat terus melakukan senam lansia secara teratur.
Pengaruh Susu Kedelai dalam Meringankan Gejala Sindrom Premenstruasi pada Remaja Puteri Nora Isa Trinovelda; Elvia Marita
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.863 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1007

Abstract

Angka kejadian PMS di Indonesia sendiri berkisar antara 70-90%, sedangkan di Lampung didapatkan data bahwa proporsi kejadian PMS pada remaja putri sebesar 31,5% (39) dari 124 responden. Berdasarkan hasil pra survey, didapatkan hasil sebanyak 4 dari 10 remaja puteri mengalami premenstruasi sindrom berat (>5 gejala yang dirasakan), dan 5 dari 10 remaja puteri mengalami 1-4 gejala PMS.Sedangkan jumlah siswa puteri yang tidak merasakan gejala PMS sangat sedikit sekali, yaitu 1 dari 10 orang responden.Desain penelitian ini adalah Eksperimental dengan rancangan Pra Eksperimen berupa OneGroup Pretest-Posttest.Populasi dalam penelitian ini adalah remaja puteri yang mengalami gejala Premenstruasi Sindrom di Kabupaten Lampung Barat yang berjumlah 247 orang.Teknik pengambilan sampel adalah Purposif Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang.Analisa data secara univariat dan analisa bivariat dengan dependen t test.Hasil penelitian yang diperoleh dari 20 responden, semua responden (100%) mengalami penurunan gejala Sindrom Premenstruasi setelah dilakukan intervensi dengan rata-rata penurunan gejala sebanyak 4,5 gejala. Hasil uji statistik didapatkan nilai P value=0,000 sehingga P<0,05yang berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan antara jumlah gejala PMS yang dirasakan sebelum dan setelah dilakukan intervensi. Adapun saran dalam penelitian ini agar setiap remaja puteri yang mengalami gejala Sindrom Premenstruasi untuk mencoba mengkonsumsi susu kedelai yang telah terbukti dapat menangani gejala Sindrom Premenstruasi yang dirasakan.
MASSAGE DALAM PENATALAKSANAAN NYERI DAN LAMANYA KALA I PERSALINAN IBU PRIMIPARA Titi Astuti; Rohayati Rohayati
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.542 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.160

Abstract

Proses persalinan selalu berhubungan dengan rasa nyeri, cemas, dan ketidaknyamanan yang dirasakan ibu. Di RB Kartini setiap bulannya rata-rata terdapat 90 persalinan, yang melahirkan anak pertama 25% dan risiko kejadian komplikasi persalinan 5% (medical record RB Kartini, 2010). Perawat maternitas dibutuhkan untuk membuat persalinan aman, nyaman dan efektif dengan memberikan asuhan,  pendidikan kesehatan tentang teknik nonfarmakologik mengurangi nyeri dengan pijatan (massage) untuk membantu ibu dalam menghadapi proses persalinan dalam mengurangi nyeri dan mempercepat lamanya kala 1 persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh massage terhadap rasa nyeri, dan lamanya kala I persalinan pada ibu primipara. Metode penelitian yang digunakan Kuasi Eksperimen dengan rancangan post test only. Sampel yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi sejumlah 64 responden yang terdiri dari 32 responden kelompok intervensi dan 32 responden kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah mengukur observasi nyeri dengan FPRS, lembar observasi lamanya kala I dan kuesioner untuk karakteristik responden. Analisis data menggunakan univariat dan bivariat dengan menggunakan uji T-independent. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan rasa nyeri persalinan antara ibu primipara kelompok intervensi dengan ibu primipara kelompok kontrol (P Value 0,000; α 5%), dan ada perbedaan rata-rata lamanya kala I persalinan antara ibu primipara kelompok intervensi dengan ibu primipara kelompok kontrol (P Value 0,000; α 5%). Disarankan agar Rumah Bersalin dapat memberikan pendidikan kesehatan pada ibu antenatal trimester tiga dengan mempersiapkan ibu mendapatkan pengetahuan tentang massage untuk mengurangi nyeri persalinan dan lamanya kala I persalinan
HUBUNGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DENGAN KEJADIAN DIARE PADA MAHASISWA Efa Trisna
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.884 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.533

Abstract

Penyakit yang berhubungan dengan rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah diare.Diare adalah buang air besar dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya, dengan tinjaberbentuk cairan atau setengah cair. Tingginya kasus diare di Jurusan Keperawatan Poltekes KemenkesTanjungkarang disebabkan ada kaitan dengan rendahnya PHBS, berdasarkan data dari pengawas asramadi Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang tahun 2012 sebesar 50 orang mahasiswayang menggalami kejadian diare, dan meningkat pada tahun 2013 menjadi sebesar 72 orang . Tujuanpenelitian ini adalah Untuk diketahui hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengan kejadian diare pada mahasiswa di Jurusan Keperawatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang. Desainpenelitian atau desain dalam penelitian ini analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu desain penelitian dimana eksposure dan out come terjadi bersamaan.Analisa Data pada penelitian ini analisa univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi square. Hasil penelitian didapatkan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) pada mahasiswa lebih pada kategorikurang baik sebesar sebesar 41 orang (55,4%). Kejadian diare pada mahasiswa lebih tinggi pada kategoritidak diare sebesar 50 orang (67,6%). Ada hubungan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) dengankejadian diare pada mahasiswa (p value = 0,009 < 0,05). Saran Diharapkan Jurusan Keperawatan lebihmeningkatkan sosialisasi PHBS dengan cara penyedian fasilitas cuci tangan yang standar dan menambah jumlah wc/toilet bagi mahasiswa. Tetap mengingatkan kembali tentang PHBS dan kontroling terhadapmahasiswa khususnya yang berhubungan dengan PHBS di lingkungan kampus sehingga pola hidup bersih dan sehat terjaga selalu di lingkungan sekitarnya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA Farich Jaya A; Rohayati Rohayati
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.422 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.293

Abstract

Pencegahan gizi kurang merupakan hal yang harus dilakukan supaya tidak berdampak pada penyakit yang lebih berbahaya/ gizi buruk, namun masih terdapat beberapa ibu balita yang tidak melakukan pencegahan gizi kurang tersebut. Hasil studi pendahuluan di Puskesmas Pekalongan angka kejadian gizi kurang cukup tinggi yaitu 32 balita (34,7%). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap pencegahan gizi kurang pada ibu balita di Puskesmas Pekalongan Lampung Timur tahun 2014.Penelitian ini bersifat survey analitik dengan desain cross-sectional dilakukan pada bulan Juli 2014 terhadap 32 orang responden. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes.Hasil penelitian yang diperoleh bahwa yang terbanyak adalah ibu dengan pengetahuan kurang baik yaitu 19 orang (59,4%), sikap negatif 21 orang (65,6%) dan melakukan pencegahan gizi kurang yaitu 18 orang (58,6%). Uji chi square didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan pencegahan gizi kurang (p-value=0,473), tidak ada hubungan antara sikap dengan pencegahan gizi kurang (p-value=0,684).Ada kemungkinan bahwa terdapat faktor lain yang mendorong ibu balita melakukan pencegahan gizi kurang tersebut. 
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN POSYANDU LANSIA DI PUSKESMAS KOTA BANDAR LAMPUNG Nyimas Aziza
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.043 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.594

Abstract

Posyandu lansia salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan masa tua yang sehat dan bahagia dan merupakan program Puskesmas melalui kegiatan peran serta masyarakat yang ditujukan pada lansia. Kegiatan posyandu lansia yang berjalan dengan baik akan memberi kemudahan bagi lansia dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas hidup masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Pemanfaatan Posyandu lansia ternyata hanya ramai pada awal pendirian saja, selanjutnya di Indonesiahanya 60% lansia memanfaatkan posyandu sebagai tempat pemeliharaan kesehatan dan pengobatan.Puskesmas Simpur  dengan jumlah lansia 2.532 jiwa, dimana hanya 17,9% yang memanfaatkannya dan masih di bawah target Standar Pelayanan Minimal 80%. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posyandu lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung tahun 2015. Pendekatan penelitiancross sectiona,populasi lansia periode Juli 2015 dengan sampel 96, metodestratified random sampling Hasil univariat posyandu lansia lebih tinggi pada kategori kurang baik (69,8%), kategori negatif(76,0%), tidak mendukung(66,7%), jarak tempuh ke posyandu kategori jauh,(54,2%), pemanfaatan posyandu lansia(62,5%). Analisis bivariat ada hubungan pengetahuan dengan pemanfaatan posyandu lansia, ada hubungan dukungan keluarga, ada hubungan jarak tempuh.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kehadiran Ibu Hamil Pada Kelas Ibu Di Satu Kecamatan Kabupaten Lampung Selatan Risneni R; Helmi Yenie
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.122 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.846

Abstract

Berdasarkan hasil kajian kualitas pelayanan kesehatan ibu tahun 2012 didapatkan data bahwa penggunaan buku KIA di fasilitas kesehatan masih sangat kurang. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan dari 248 Desa yang ada yang melaksanakan kegiatan kelas ibu hanya 30 %. Berdasarkan data di wilayah kerja Puskesmas Karang AnyarKecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan tahun 2016 yang mempunyai 12 Desa binaan, kegiatan kelas ibu baru dapat dilaksanakan secara rutin setiap satu bulan sekali di 5 desa binaan (41,6 %) sedangkan 7 Desa lainnya (58,4 %) belum dilakukan secara rutin hal ini dikarenakan sedikitnya jumlah ibu hamil yang hadir mengikuti kegiatan kelas ibu sehingga menjadi hambatan bagi petugas kesehatan untuk melaksanakan kegiatan kelas ibu hamil.Dari 248 Desa yang ada di kabupaten Lampung Selatan, hanya 30% yang melaksanakan kegiatan kelas ibu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Mengetahui Faktor – Faktor Yang Berhubungan Dengan Kehadiran Ibu Hamil Pada Kelas Ibu Di Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun  2016. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross  sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu hamil yang ikut kelas ibu dengan usia kehamilan 23-32 minggu yang ada di Wilayah Puskesmas Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016 berjumlah 105 orang. sampel kasus yang digunakan adalah dengan tehnik total sampling yaitu sebanyak 105 ibu hamil yang ikut kelas ibu dengan usia kehamilan 23-32 minggu. Dari hasil analisis univariat diperoleh bahwa 61,9 % (65 responden) yang memilki pengetahuan kurang baik. 51,4% (54 responden) yang memilki tempat tinggal dekat. 82,9% (87responden) tidak bekerja. 65,7 % (69 responden) yang mendapat dukungan dari suami. 56,2 % (59 responden) yang memilki buku KIA. 60% (63 responden) yang memiliki anak kurang dari 1 anak. 63,8% (67 responden) yang patuh dalam mengikuti kelas ibu. Dari hasil analisis bivariat Terdapat hubungan yang  bermakna antara pengetahuan dengan kehadiran,  jarak tempat tinggal, pekerjaan, dukungan suami, kepemilikan buku KIA, dan paritas ibu hamil pada kelas ibu.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM MELAKUKAN AKTIVITAS SEHARI-HARI Kodri Kodri; El Rahmayati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.455 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.355

Abstract

Jumlah lansia yang berada di wilayah Puskesmas Wates Kabupaten Lampung Tengah sebesar 2.647 jiwa terdiri dari kemandirian A berjumlah 1.035 jiwa, kemandirian B berjumlah 1.584 dan  kemandirian C berjumlah 28 jiwa. Hal ini di karena faktor kondisi kesehatan, kondisi sosial, dukungan keluarga dan kondisi ekonomi lansia yang mempengaruhi kemandirian lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor kondisi kesehatan, kondisi sosial, dukungan keluarga dan kondisi ekonomi dengan kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari di Puskesmas Wates Lampung Tengah.Jenis penelitian adalah kuantitatif. Desain penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua lansia yang berjumlah 157 lansia. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner dan dianalisa dengan menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kondisi kesehatan, kondisi sosial dan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia sedangkan kondisi ekonomi tidak ada hubungan kemandirian lansia. Analisa peneliti dapat menyimpulkan ada bahwa faktor kesehatan, sosial, dan dukungan keluarga mempengaruhi kemandirian lansia. Saran bagi instansi kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan pada masyarakat tentang lansia guna membantu meningkatkan angka harapan hidup pada lansia. 
Pengaruh Tehnik Relaksasi Guide Imagery terhadap Tingkat Kecemasan Pasien Preoperasi Katarak Antoro, Budi; Amatiria, Gustop
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.105 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.938

Abstract

Jumlah penderita katarak di dunia tahun 2013 sebesar 17 juta orang. Prevalensi katarak di Indonesia tahun 2013 adalah 1,8 %, di Provinsi Lampung prevalensi katarak adalah 1,5%. Penatalaksanaan yang sering dilakukan pada katarak adalah dengan pembedahan. Di Indonesia, sekitar 80% dari pasien yang akan menjalani pembedahan melaporkan mengalami kecemasan. Teknik relaksasi yang biasanya digunakan adalah teknik relaksasi dengan imajinasi terbimbing (guided imagery). Tindakan operasi katarak di Rumah Sakit Mata Permana Sari meningkat jumlahnya dari tahun 2015 sebanyak 725 orang menjadi 952 orang pada tahun 2016. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh teknik relaksasi guide imagery dengan teknik relaksasi nafas dalamterhadap tingkat kecemasan pasien preoperasi katarak.Rancangan penelitian ini adalah pretest-postest with control group design, jenis penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien preoperasi katarak  di RS. Permana Sari Bandar Lampung, dengan sampel sebanyak 42 responden. Uji hipotesis digunakan analisis uji T (Dependen Sample T-Test). Hasil penelitian diperoleh ada pengaruh teknik relaksasiguide imagery dalam penurunan tingkat kecemasan (p-value =0,000).Saran bagi tenaga kesehatan untuk dapat menerapkan teknik relaksasi guide imagerydalam asuhan keperawatan untuk menurunkan tingkat kecemasan pasien pre operasi katarak.

Page 8 of 33 | Total Record : 321