cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM KEBIASAAN MENCUCI TANGAN PADA ANAK USIA 6-8 TAHUN Tori Rihiantoro
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.627 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.377

Abstract

Kebiasaan mencuci tangan adalah suatu perilaku sehat yang dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan seseorang. Mencuci tangan sebelum makan memakai air dan sabun dapat mengurangi penularan infeksi bakteri. Berdasarkan Profil Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2012, angka kesakitan penyakit pada sistem pencernaan seperti diare untuk semua umur di Provinsi Lampung dari tahun 2005-2012 cenderung meningkat, yaitu dari 9,8 per 1000 penduduk menjadi 18,24 per 1000  penduduk. Data yang didapat dari Puskesmas Pembantu Desa Sindang Sari tahun 2013 kunjungan paling banyak dengan kasus sistem pencernaan, seperti diare sebanyak 45 kasus, typoid 30 kasus, ispa 40 kasus, disentri 25 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak usia 6-8 tahun di Desa Sindang Sari Tanjung Bintang Lampung Selatan tahun 2014. Metode penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni 2014. Dengan sample 60 keluarga yang mempunyai anak usia 6-8 tahun. Tehnik pengambilan dengan simple random sampling. Hasil penelitian yang diperoleh sebagian besar peran ibu berkategori baik dengan jumlah 42 responden (70,0%). Dan peran ayah sebagian besar berkategori baik dengan jumlah 41 responden (63.3%). Pelaksanaan cuci tangan sebagian besar berkategori baik dengan jumlah 42 orang reponden (70,0%). Dari hasil uji statistik didapatkan nilai p Value = 0,00 dan nilai α = 0,05 maka nilai p Value < α, dan nilai OR = 104 dengan demikian  disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran ibu dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak. Dan dari hasil uji statistik didapatkan nilai p Value = 0,00 dan nilai α = 0,05 maka nilai p Value < α, dan nilai OR = 160 dengan demikian  disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara peran ayah dengan kebiasaan mencuci tangan pada anak usia 6-8 tahun di Desa Sindang Sari Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan Tahun 2014. Dari hasil penelitian disarankan kepada setiap orang tua yang memiliki anak usia 6-8 tahun untuk memberikan contoh dan fasilitas untuk mencuci tangan.      
HUBUNGAN PENGETAHUAN WANITA PEKERJA SEKSUAL DENGAN KEJADIAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL Anggia Suci W; Tori Rihiantoro; Titi Astuti
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.508 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.257

Abstract

Infeksi Menular Seksual (IMS) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia baik di Negara maju maupun di Negara  berkembang (Kemenkes RI, 2013 :1). STBP tahun 2011 sifilis pada waria (25%) sedangkan pada WPS (10%), gonorrhea pada WPS (38%) LSL (21%) waria (29%), klamidia pada WPS (41%) waria (28%) dan LSL (21%). Hasil laporan triwulan I tahun 2013 dari Dinas Kesehatan Provinsi melaporkan jumlah komulatif kasus HIV dan AIDS serta infeksi menular seksual (IMS) di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2013 menunjukan Kota Bandar Lampung memiliki angka kejadian tertinggi untuk jumlah komulatif IMS HIV/AIDS sepanjang tahun 2013 sebanyak 426 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Wanita Pekerja Seksual dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual di Klinik Mentari Puskesmas Panjang Tahun 2014.Metode dan desain dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Popilasi dalam penelitian ini adalah WPS yang berkunjung ke klinik mentari Puskesmas Panjang pada bulan Juni 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan caraaccidental sebanyak 67 orang WPS. Teknik pengumpulan datanya menggunakan instrument test dan lembar observasi cecklist.Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat.Hasil penelitian mayoritas responden memiliki pengetahuan kurang tentang IMS yaitu sebanyak 36 orang (53,7%), mayoritas responden di diagnosa positif menderita IMS yaitu sebanyak 51 orang (76,1%). Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa hipotesa (Ha) di terima yaitu ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kejadian infeksi menular seksual di Klinik Mentari Puskesmas Panjang tahun 2014 dengan p Value = 0,000 < 0,05.Hasil penelitian ini menyarankan agar puskesmas panjang melakukan promosi kesehatan tentang infeksi menular seksual. Selain dilakukan penyuluhan tentang IMS ke WPS sebaiknya juga diberikan penyuluhan tentang IMS kepada pelanggan dengan dibagikan leaflet yang berisi informasi tentang IMS.
ANALISIS FAKTOR RISIKO GAGAL JANTUNG DI RSUD dr. H. ABDUL MOELOEK PROVINSI LAMPUNG Purbianto Purbianto; Dwi Agustanti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.322 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.571

Abstract

Masalah kesehatan dengan gangguan sistem kardiovaskular masih menduduki peringkat yang tinggi, menurut data WHO di laporkan bahwa sekitar 3000 penduduk Amerika menderita CHF. Di Indonesia pada Profil Kesehatan Indonesia 2011, penyakit gangguan sirkulasi  berada di urutan ke-tujuh pada 10 penyakit penyebab kematian terbanyak di rumah sakit di Indonesia dengan persentase yang mengalami kematian sebanyak 4,81%. Di Bandar Lampung pada triwulan ketiga tahun 2011 jumlah penderita gagal jantung sebanyak 155 orang dengan kasus meninggal sebanyak 14 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetetahui faktor-faktor risiko pada penyakit gagal jantung di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriftif korelasi dan metode pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien yang di rawat di ruang rawat jalan dan rawat inap penyakit jantung, ruang rawat jalan dan rawat inap penyakit dalam RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Teknik sampling Accidental Sampling, besar sampel dihitung dengan rumus estimasi satu proporsi dan didapatkan besar sampel sebanyak 97. Berdasarkan penelitian didapatkan faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian gagal jantung antara lain usia, jenis kelamin, riwayat keluarga penyakit jantung, kebiasaan merokok dengan diagnosis gagal jantung, riwayat tekanan darah tinggi, kadar gula dalam darah dan faktor risiko yang tidak berhubungan adalah kadar kolesterol dalam darah.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU HIGIENE PENGOLAH MAKANAN Roza Mulyani
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.843 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.309

Abstract

Perilaku penjamah makanan di rumah sakit, baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi kualitas makanan yang disajikan untuk pasien.  Pemeliharaan higiene dan sanitasi perorangan merupakan kunci dalam pemeliharaan higiene dan sanitasi makanan. Sebagian besar kejadian pencemaran makanan disebabkan oleh tidak terpeliharanya higiene dan sanitasi pekerja yang terlibat dalam proses pengolahan, pemasakan dan penyajian makanan. Dari hasil pemeriksaan angka kuman terhadap makanan matang setiap 6 bulan sekali di Instalasi Gizi RSUDAM Provinsi Lampung, selalu ditemukan lebih dari satu makanan mengandung angka kuman meskipun tidak pathogen, Tujuan penelitian  untuk mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap dengan   perilaku hygiene  pada pengolah makanan di Instalasi Gizi  RSUDAM Propinsi Lampung tahun 2013. Penelitian  menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi  adalah  tenaga pengolah  makanan yang bekerja dibagian produksi makanan di semua dapur pengolahan makanan di Instalasi Gizi RSUDAM Provinsi Lampung,  dan sampel adalah total populasi  sebanyak 42 orang.Hasil penelitian   adalah  responden dengan pengetahuan baik sebesar 59,5%, mempunyai sikap baik  57, 1% dan 52,4% berperilaku hygiene. Hasil analisa bivariat ada hubungan  antara pengetahuan  dengan perilaku hygiene  (p value 0,032) dan tidak ada hubungan antara sikap dengan perilaku hygiene  pengolah makanan (p value 0,562). Disarankan   bagi Instalasi Gizi, meningkatkan pengetahuan tenaga pengolahan makanan dengan rutin mengadakan penyuluhan hygiene sanitasi makanan , melengkapi sarana dan prasarana serta meningkatkan pengawasan   kinerja atau perilaku tenaga pengolah makanan. 
HUBUNGAN USIA MENARCHE DAN PARITAS DENGAN MIOMA UTERI Novita Rudiyanti; Riyanti Imron
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (244.894 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.604

Abstract

Di Indonesia, mioma uteri ditemukan 2.39%–11.7% pada semua penderita ginekologi yang dirawat. Bila mioma uteri bertambah besar pada masa post menopause harus dipikirkan kemungkinan terjadinya degenerasi maligna (sarcoma) dengan pertumbuhan mioma dapat mencapai berat lebih dari 5 kg (Indra, 2012). Data RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek menunjukan kejadian mioma uteri tahun 2013 sebesar 10,4% dan tahun 2014 naik menjadi 11,8%.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia menarche dan paritas dengan kejadian mioma uteri di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek tahun 2014.Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control,dilakukan pada bulan September – November 2015,   populasi adalah 941 responden,  kelompok populasi kasus yaitu pasien yang terdiagnosa mioma uteri sebanyak 99 kasus, kelompok populasi kontrol yaitu seluruh populasi yang terdiagnosis selain mioma uteri yaitu sebanyak 842, jumlah sampel 68 orang, alat pengumpulan data adalah ceklist dengan tehnik dokumentasi. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan Chi square.Hasil penelitian menyimpulkan dari 68 responden, usia menarche banyak pada usia dini yaitu 51,4%, multipara yaitu 58,8%.Ada hubungan yang signifikan antara usia menarche dengan kejadian mioma uteri (P- value=0,020 dan OR=4,418).Ada hubungan yang signifikan antara paritas dengan kejadian mioma uteri (P- value=0,027 dan OR=3,519). Peneliti menyarankan agar menjaga keseimbangan hormon tubuh agar pengeluaran estrogen yang menjadi penyebab mioma uteri dapat sesuai kebutuhan tubuh melalui pola makan yang baik dan mempunyai anak lebih dari satu.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN PRE EKLAMPSIA DAN EKLAMSIA PADA IBU BERSALIN Riyanti Imron; Nora Isa Tri Novadela
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.2 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.332

Abstract

Provinsi Lampung merupakan provinsi yang jumlah kasus kematian ibu masih cukup tinggi, pada  tahun 2010 dilaporkan jumlah kasus kematian sebanyak 144 kasus dengan penyebab kematian ibu yaitu perdarahan sebanyak 54 kasus dan eklampsi 89 kasus (Dinkes Provinsi Lampung, 2011). Pada tahun 2013 di dapatkan data persalinan dari bulan Januari sampai dengan Mei 1098 persalinan dan tercatat kasus preeklamsi  dan eklamsi sebanyak 154 (14,03%). Masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya  persalinan dengan pre-eklampsia dan eklampsia yang mengancam kematian pada ibu melahirkan maupun fetus dan belum diketahuinya faktor –faktor  terjadinya preeklampsia dan eklamsia pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2013.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor - faktor yang berhubungan dengan kejadian Pre Eklampsia dan Eklamsia pada ibu bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2013. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan  Casse Control,  dilakukan pada bulan September - Oktober 2013,   jumlah populasi 1098 ibu bersalin, sedangkan yang diambil menjadi sampel sebanyak 210 ibu bersalin dengan kasus berjumlah 105 dan kontrol 105. Data yang diambil adalah data skunder (medical record),  alat pengumpulan data ceklist. Analisis data yang digunakan univariat dengan persentase, bivariat dengan menggunakan Chi square.. Hasil penelitian menyimpulkan dengan 210 responden dari enam variabel yang di teliti di dapatkan hasil: umur (p value=0,000), paritas( p value=0,000), distensia rahim (p value=0,013), penyakit penyerta (p value=0,159), riwayat pre eklampsia/eklamsia pada keluarga (p value=0,013), riwayat hipertensi (p value=0,000). Peneliti menyarankan bagi petugas kesehatan agar terus menerus memberikan penyuluhan, melakukan deteksi dini dengan melakukan penjaringan resiko tinggi di lapangan dengan bekerjasama dengan dukun, kader dan BPM serta meningkatkan  kualitas pelayanan kegawat daruratan terutama pada ibu hamil dan bersalin dengan Pre Eklampsi dan Eklamsi sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat di cegah sedini mungkin. 
Hubungan Kadar Gula Darah Sewaktu dengan Nilai Anklebrachial Index pada Pasien Diabetes Mellitus Novia Asti Putri; Ririn Sri Handayani
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.946 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.857

Abstract

Diabetes mellitus merupakan suatu gangguan metabolik yang dihasilkan dari kekurangan insulin. Diabetes mellitus atau diabetes adalah salah satu dari tujuh penyakit kronis yang ada di dunia. Indonesia merupakan negara peringkat ke-4 dengan prevalensi diabetes tertinggi, di bawah India, Cina, dan Amerika Serikat. Berdasarkan presurvey yang dilakukan oleh peneliti pada bulan April 2016 di Puskesmas gem Sukarame, dari wawancara yang dilakukan pada 15 pasien menderita diabetes, 13 orang, termasuk pasien dengan diabetes melitus bebas-ulkus dan 2 pasien memiliki bisul, 13 pasien tidak tahu berapa lama telah terdiagnosis DM dan belum pernah diperiksa ABI. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kadar gula darah dengan nilai ABI pada pasien DM. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik survei dengan pendekatan cross sectional, dan jenis penelitian yang digunakan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 44 responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukan ada hubungan kadar gula darah dengan nilai ABI pada penderita DM, dengan nilai p: 0.033; dan nilai OR: 4,879. Saran untuk memberikan informasi dan masukan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan, terutama untuk mencegah komplikasi diabetes mellitus.
DETERMINAN PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI R. Pranajaya; Novita Rudiyanti
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (116.728 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.365

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan bayi sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI. Diperkirakan 80% dari jumlah ibu yang melahirkan ternyata mampu menghasilkan ASI dalam jumlah yang cukup untuk keperluan bayinya secara penuh tanpa makanan tambahan selama enam bulan pertama. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Determinan  produksi ASI pada pada ibu menyusui yang meliputi usia ibu, paritas, proses persalinan, proses persalinan, umur kehamilan saat persalinan,  pemberian makanan pralakteral, penggunaan alat kontrasepsi, inisiasi menyusui dini, perawatan payudara, frekuensi menyusui, dan status gizi ibu, Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah 379 orang ibu yang mempunyai bayi  dengan sampel sebanyak 196  yang diambil secara systematic Randome Sampling . Alat pengumpulan data adalah kuesioner dengan tehnik angket. Analisis data adalah univariat dengan persentase dan bivariat menggunakan Chi square. Hasil penelitian menggambarkan bahwa paritas (p-value 0,000), proses persalinan (p- value=0,000),  penggunaan alat kontrasepsi (p- value=0,029),  pemberian makanan pralakteral (p-value 0,000), perawatan payudara (p- value=0,001), frekuensi menyusui (p- value=0,001) dan gizi ibu (p- value=0,000) berhubungan dengan produksi ASI, sedangkan, usia ibu (p- value=0,147), umur kehamilan saat persalinan (p- value=0,586), dan Inisiasi menyusui dini (p- value=0,175) tidak berhubungan dengan produksi ASI. Kesimpulan penelitian ini dari 10 variabel yang diteliti terdapat 7 variabel yang berhubungan dengan produksi ASI, sehinga peneliti menyarankan bagi keluarga agar mendampingi ibu dan bagi petugas kesehatan agar meningkatkan konseling serta bimbingan bagi para ibu dimulai dari kehamilan untuk dapat melakukan manajemen laktasi agar produksi ASI menjadi meningkat.
PRELOADING DAN COLOADING CAIRAN RINGER LAKTAT DALAM MENCEGAH HIPOTENSI PADA ANESTESI SPINAL Ansyori, Ansyori; Rihiantoro, Tori
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.165 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.161

Abstract

Banyaknya kasus operasi dengan anestesi spinal dan tingginya frekuensi komplikasi hipotensi pada tehnik anestesi tersebut, serta adanya perbedaan cara mengantisipasi terjadinya komplikasi hipotensi pada anestesi spinal. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahuai perbedaan efektifitas preloading dan coloading cairan RL 15 cc/KgBB dalam mencegah hipotensi pada anestesi spinal. Penelitian ini berdesain kuasi eksperimen. Penelitian dilakukan di kamar operasi RSUD A.Yani Metro pada bulan Desember 2011 – Januari 2012.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang menjalani operasi dengan tehnik anastesi spinal yang sesuai dengan kriteria inklusi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik accidental sampling dengan jumlah sampel 30 orang pasien dengan preloading dan 30 orang dengan coloading yang memenuhi kriteria inklusi. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode observasi (pengamatan) dengan instrumen pengumpulan data berupa alat monitor tekanan darah dan MAP serta lembar observasi untuk mencatat hasil monitoring dalam tekanan darah dalam arti setiap 5 menit, dan terjadi hipotensi dan atau tidak hipotensi. Metode analisis data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan prosentase dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square (X2). Hasil penelitian menyimpulkan tidak ada perbedaan efektifitas antara preloading dan coloading dalam pencegahan hipotensi pada anastesi spinal (p value: 0, 210). Berdasarkan hasil tersebut Peneliti merekomendasikan kepada rumah sakit untuk dapat menggunakan preloading maupun coloading cairan ktristoloid bagi pasien yang akan dilakukan operasi dengan menggunakan teknik spinal anastesi. Namun demikian lebih disarankan untuk menggunakan preloading, karena angka hipotensinya lebih rendah dibanding coloading.
HUBUNGAN PAPARAN PORNOGRAFI DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA NEGERI BELALAU KABUPATEN LAMPUNG BARAT Trisna, Efa
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (74.043 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.534

Abstract

Seiring dengan pesatnya perkembangan technologi, ikut berkembang pula perkembangan remaja-remaja di Indonesia. Dampak negatifnya adalah pornografi. Tayangan media massa yang menonjolkan aspek pornografi diyakini sangat erat hubungannya dengan meningkatkan berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi pada remaja. Bentuk-bentuk prilaku seksual remaja pada umumnya adalah masturbasi (onani), berciuman, dan berhubungan seksual. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Hubungan Paparan Pornografi Dengan Prilaku Seksual Remaja diSMA Negeri 1 Belalau Kabupaten Lampung Barat. Desain penelitian yang digunakan yaitu Studi Korelasi. Sampel yang digunakan yaitu 81 siswa-siswi SMAN 1 Belalau dengan pendekatan Cross Sectional. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil uji statistik hubungan paparanpornografi melalui bacaan dengan prilaku seksual pada remaja didapatkan p-value = 0,010,handphone dengan prilaku seksual 0,010, film porno dengan prilaku seksual 0,004, internet dengan prilaku seksual 0,002 sehinggga (p-value < 0,05) yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkatpaparan pornografi dengan tingkat perilaku seksual remaja di SMAN 1 Belalau Lampung Barat. Saran diharapkan pada pihak sekolah dapat memfasilitasi para siswa-siswi dalam kegiatan ekstrakulikuler diantaranya olahraga yang meliputi : basket, futsal, tenis meja, takrau dan lain-lain, serta dapat memberikan kegiatan penyuluhan mengenai kesehatan reproduksi pada remaja.