cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
PENGARUH WAKTU KONTAK DAN KONSENTRASI REBUSAN DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) TERHADAP PERTUMBUHANBAKTERI Streptococcus pyogenes PENYEBAB INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) Marhamah Marhamah
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.327 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.295

Abstract

Saat ini masyarakat  dunia   dan  Indonesia  mulai  mengutamakan  pengobatan  secara alamiah (back to nature), karena penggunaan antibiotik yang sering dan tidak teratur, dapat menyebabkan bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, sehingga jika timbul infeksi kembali tidak dapat diobati dengan antibiotik yang sama, atau harus dalam dosis yang lebih tinggi. Selain  itu,  mahalnya harga obat  mendorong orang untuk mencari alternatif lain dalam pengobatan penyakit. Namun kebanyakan informasi yang ada, sebatas bukti empiris, sedangkan bukti ilmiah juga diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui lama waktu kontak dan konsentrasi air rebusan daun sirih merah  yang efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes penyebab ISPA, serta interaksi antara konsentrasi dan lamanya waktu kontak air rebusan daun sirih merah dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes  Jenis penelitian  eksperimen dengan rancangan Randomized Controlledtrial, variabel bebas konsentrasi dan lama waktu kontak, variabel terikat adalah pertumbuhan bakteri Streptococcus pyogenes. Hasil penelitian, didapatkan bahwa,  air rebusan daun sirih merah konsentrasi 50% sudah efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri   Streptococcus pyogenes penyebab ISPA, sedangkan lamanya waktu kontak yang efektif  adalah 300 detik. Interaksi antara konsentrasi dan lamanya waktu kontak air rebusan daun sirih merah yang  efektif dalam menghambat pertumbhan bakteri   Streptococcus pyogenes adalah konsentrasi 50% dengan lama waktu kontak 60 detik. 
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN MOLA HIDATIDOSA PADA SATU RUMAH SAKIT DI PROVINSI LAMPUNG Risneni Risneni
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.122 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.595

Abstract

Mola hidatidosa merupakan kondisi kehamilan yang tidak normal, komplikasi yang dapat terjadi perdarahan yang hebat sampai syok, perdarahan berulang yang dapat menyebabkan anemia, infeksi sekunder, perforasi karena keganasan dan karena tindakan, dan menjadi ganas (PTG), kira-kira 18-20% kasus akan menjadi koriokarsinoma. Kematian akibat mola hidatidosa  di negara berkembang masihberkisar 2,2 - 5,7%, disebabkan perdarahan, infeksi, eklampsi, payah jantung atau tirotoksikosis. Di Provinsi Lampung angka kejadian masih cukup tinggi, data di RS Tingkat IV.02.07.04 Bandar Lampung tahun 2014,  25 kasus dari 965 orang ibu hamil yang melakukan antenatal care(1:38). Di RSUD Liwa, Lampung Barat,  tahun 2015, 12 kasus dari 608 orang ibu hamil yang melakukan antenatal care (1:50). Di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung, tahun 2014, 53 kasus dari 1164 orang ibu hamil yang melakukan antenatal care (1 : 21). Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian mola hidatidosa di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Penelitian  korelasi dengan desain case control. Populasinya  seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di RSUD Dr. Hi. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. sampel 53 kasus ibu hamil dengan mola hidatidosa,  perbandingan 1:1 untuk kontrol. Analisis univariat diperoleh keterangan bahwa 31,1% responden yang berusia < 20 tahun atau >35 tahun dan 53,8% ibu hamil yang multipara. Analisis bivariat Ada hubungan antara faktor usia dengan kejadian mola hidatidosa di RSUD Dr. Hi.  Abdoel Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 ( p value = 0,036), Tidak ada hubungan antara faktor paritas dengan kejadian mola hidatidosa di RSUD Dr. Hi.  Abdoel Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 (p value = 1,000).
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PERILAKU PENCARIAN PENGOBATAN PASIEN TUBERKULOSIS PARU Sormin, Tumiur; Amperaningsih, Yuliati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.021 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.356

Abstract

Indonesia menduduki peringkat empat terbanyak di dunia untuk penderita tuberkulosis (TB) paru, pada tahun 2013 prevalensi sebanyak 297/100.000 penduduk, dimana kasus baru setiap tahun mencapai 460.000 kasus.Di Provinsi Lampung diketahui bahwa angka penemuan kasus baru tertinggi terjadi di Kabupaten Bandar Lampung, yakni di wilayah kerja Puskesmas Panjang.  Penjaringan suspek TB memegang peranan yang sangat penting pada upaya penanggulangan penyakit TB dalam rangka memutus mata rantai penularannya dan salah satu hal yang penting diperhatikan adalah pola pencarian pengobatan. Ketidaktepatan dalam pencarian pengobatan dapat mengakibatkan meningkatnya jumlah penderita TB kronis yang merupakan sumber penularan dimasyarakat. Hasil presurvei 10 orang penderita TB paru dan diperoleh hasil bahwa 4 orang mengatakan tidak rutin berobat, sedangkan 3 orang mengatakan tidak mengetahui akibatnya jika berobat tidak rutin ke tenaga kesehatan. Penelitian bertujuan mengetahui  hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencarian pengobatan pasien  TB paru di Puskesmas Panjang  Bandar Lampung. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian seluruh penderita TB paru yang datang berobat ke Puskesmas Panjang Bandar Lampung  sebanyak 60 orang. Pengambilan sampel dengan accidental sampling, uji statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 34  (56,70%) responden pengetahuan baik dan 26 (43,30%)  responden pengetahuan kurang, 34 (56,70%) responden (56,70) sikap positip dan 26 (43,30%) responden sikap negatif terhadap penyakit TB. Sebanyak 38 (63,30%) responden mencari pengobatan ke tenaga kesehatan dan 22 (36,70%) reponden mencari pengobatan ke non tenaga kesehatan.  Uji statistik pengetahuan dengan perilaku pencarian pengobatan dihasilkan ρ value (0,007) dan sikap dengan perilaku pencarian pengobatan dihasilkan ρ value (0,001), artinya ada hubungan antara pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencarian pengobatan. Disarankan Menyebarluaskan informasi tentang TB paru yang menarik (leaflet). 
Telehealth: Elektronik House Call System, Solusi Mengurangi Biaya Perawatan Kesehatan Lestari, Yuli; Subardiah P, Ida
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik Vol. 17 No. 1 (2021): Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
Publisher : Departement of Nursing, Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang, Bandar Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.394 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.939

Abstract

Tuntutan perawatan yang berkelanjutan di era modern semakin meningkat, untuk itu penyedia layanan kesehatan dituntut untuk dapat memberikan perawatan yang berkualitas. Perawatan transisi merupakan layanan yang dibuat untuk memanajemen pasien ketika di rumah atau saat rawat jalan. Bentuk layanan perawatan transisi yang sudah dikembangkan dalam bentuk system elektronik house call di beberapa Negara bagian dapat meningkatkan koordinasi dan kontinuitas perawatan, mengurangi pendaftaran kembali untuk rawat ulang, mengumpulkan umpan balik positif penyedia perawatan, dan menunjukkan manfaat keuangan melalui panjang pendek lama rawat, biaya lebih rendah dari rawat inap, dan dokumentasi yang lebih baik dari kompleksitas pasien.Program ini meningkatkan komunikasi antara penyedia perawatan primer berbasis rumah dan penyedia rawat inap dari semua disiplin ilmu dan memfasilitasi transfer tepat waktu dan akurat informasi pasien yang kritis sehingga biaya perawatan menjadi menurun.
FAKTOR RESIKO PADA KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) Indrasari, Nelly
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.239 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.152

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh  terhadap kematian neonatal. Studi pendahuluan di Ruang delima RSUD dr. H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2010. menunjukkan bahwa kasus BBLR dari tahun 2008 sampai dengan tahun 2010 mengalami peningkatan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kelahiran BBLR. Penelitian ini menggunakan desain kontrol kasus dengan menggunakan data ibu yang melahirkan di Ruang delima RSUD Dr. H.Abdoel Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2010. Populasi adalah ibu yang melahirkan bayi dalam kurun waktu 2010. Perbandingan sampel kasus:kontrol adalah 1:1, yaitu minimal 96:96. Analisis bivariat menggunakan uji chi square, sedangkan analisis multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kejadian BBLR adalah usia ibu beresiko (p = 0,014), paritas  p = 0,018, komplikasi kehamilan  p = 0,009, jarak kehamilan p = 0,011, penyakit ibu  p = 0,009, prilaku p = 0,003. Hasil analisis multivariat terdapat 7 faktor yang masuk dalam pemodelan akhir  yang berperanan terhadap terjadinya BBLR, yaitu faktor usia, paritas, jarak kehamilan, riwayat  melahirkan BBLR, penyakit yang dimiliki ibu, komplikasi yang disebabkan kehamilan ibu, jumlah janin yang dikandung, dengan faktor yang paling dominan adalah riwayat BBLR. Berdasarkan hasil tersebut peneulis menyaranakan agar dilakukan peningkatan ketrampilan petugas dalam upaya deteksi risiko ibu hamil, memberikan informasi kesehatan, pengisian buku KIA secara rutin. Ibu diharapkan segera melakukan pelayanan antenatal seawal mungkin. Hendaknya ibu hamil dan merencanakan persalinan pada kurun umur reproduksi sehat (20-34 tahun).
HUBUNGAN POLA KONSUMSI ENERGI, LEMAK JENUH DAN SERAT DENGAN KADAR TRIGLISERIDA PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER Muliani, Usdeka
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.685 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.525

Abstract

Indonesia saat ini menghadapi masalah penyakit degeneratif seperti penyakit kardiovaskuler.Salah satu faktor utama dalam mencegah penyakit jantung adalah dengan memperhatikan pola makan yang sehat.Makanan yang kita konsumsi harus mengandung zat gizi yang diperlukan tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.Naiknya trigliserida darah memiliki kaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung koroner.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energy, lemak jenuh, dan serat dengan kadar trigliserida darah pasien PJK di PoliJantung RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung  Tahun 2014? Penelitian dilaksanakan bulan juni 2014 dengan metode penelitian yang bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional, sampel berjumlah 51 responden.Data dianalisis secara univariat dan bivariat.Penelitian menyimpulkan responden terbanyak: (1)usia 40-60 tahun 82,9%; (2) jenis kelamin wanita 54,9%; (3) status gizi responden dengan status gizi normal 49%(4) Kadar trigliserida normal 60,8%; (5) Asupan energi kurang baik 72,5% ; (6) Asupan lemak jenuh yang baik 54,9%; (7) Asupan serat kurang baik 96,1%; (8) Tidak ada hubungan antara asupan energi, lemak jenuh, dan serat dengan kadar trigliserida darah responden. Sehubungan masih banyak responden dengan asupan energy, lemak jenuh, dan asupan serat yang kurang baik maka saran penulis perlu adanya peningkatan kerja sama antara tim medis agar merujuk semua pasien, terutama pasien baru ke poli konsultasi gizi, sebaiknya ditambahkan sarana informasi berupa poster maupun leaflet tentang pengaturan makan diet penyakit jantung, dan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui mengapa asupan serat pasien PJK masih sangat rendah dari yang dianjurkan
ANALISIS POLA PENGGUNAAN DAN PEMANFAATAN INTERNET OLEH MAHASISWA DI LINGKUNGAN POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNGKARANG Rahmayati, El; Handayani, Ririn Sri
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.417 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.281

Abstract

Internet telah menjadi bagian dari proses pencarian informasi oleh mahasiswa. Beberapa penelitian di lingkungan perguruan tinggi menunjukkan pola pemanfaatan jaringan internet oleh mahasiswa dengan variasi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pola penggunaan dan pemanfaatan internet oleh mahasiswa di lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Tahun 2010. Metodologi yang digunakan adalah Deskriptif Cross Sectional. Hasil penelitian pada sejumlah 274 sampel yang diambil secara stratified menunjukkan sebagian besar motivasi responden menggunakan internet adalah untuk mencari informasi dan komunikasi, tempat akses sebagian besar adalah warnet, frekuensi penggunaan internet rata-rata 1 – 7 kali seminggu, dengan lama penggunaan 1 – 2 jam, jenis informasi yang diakses oleh sebagian besar mahasiswa adalah artikel lepas dan jejaring sosial, fasilitas akses yang digunakan adalah www, dan search engine yang digunakan adalah Yahoo dan Google. Peneliti menyarankan agar memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menggunakan internet sebagai sarana penunjang belajar, dan meningkatkan fasilitas internet di lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang.
PENGARUH PEMBERIAN TABLET Fe DAN BUAH KURMA PADA MAHASISWI DI JURUSAN KEBIDANAN TANJUNGKARANG Novadela, Nora Isa Tri; Imron, Riyanti
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.783 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.586

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi yang menyatakan kadar hemoglobin dalam darah di bawah 12 gr% pada perempuan dan 14 gr% pada laki – laki, hal ini dapat mengakibatkan suplai darah keseluruh tubuh berkurang. Dalam penelitian ini yang di teliti adalah mahasiswa Kebidanan tingkat I  yang berada di asrama putri kebidanan tanjung karang di lingkungan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang dimana mayoritas aktivitas yang dilakukan, kegiatan yang ada dan asupan gizi yang di dapat mahasiswi yang tinggal di asrama adalah sama. Disamping itu juga banyak kegiatan di luar jadwal perkuliahan yang dilakukan di luar kampus ataupun asrama  yang  menuntut mahasiswa untuk selalu tampil prima. Ruang lingkup dalam penelitian ini adalah Mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang yang tinggal di Asrama Kebidanan Tanjung Karang tahun 2015., dengan jenis penelitian true eksperimen dengan rancangan pre dan post tes untuk membandingkan kelompok sesudah konsumsi tablet Fe dan buah kurma  Pada Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Tanjung Karang. Hasil penelitian diketahui rata-rata kadar Hb sebelum diberi Tablet Fe 10,8 gr%  dan sebelum diberi buah kurma 10,16 gr% pada Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Tanjung Karang Tahun 2015. Rata-rata kadar Hb sesudah diberi Tablet Fe 12,5 gr% dan sesudah diberi buah kurma 10,90 gr%  pada Mahasiswi Poltekkes Kemenkes Jurusan Kebidanan Tanjung Karang Tahun 2015. Diketahui ada perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sesudah diberi tablet Fe dan buah kurma pada Mahasiswi Politeknik Kesehatan Kemenkes Jurusan Kebidanan Tanjung Karang Tahun 2015. Dengan P value 0,00 < 0,5 dan rata- rata perubahan kadar hb sesudah diberi intervensi tablet Fe 1,7 gr% dan sesudah diintervensi dengan buah kurma yaitu 0,74 gr%.
PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI (P4K) PADA ANTENATAL CARE Aliyanto, Warjidin; Rosmadewi, Rosmadewi
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.184 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.323

Abstract

Pelayanan antenatal yang berkualitas mempunyai kedudukan penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan perinatal. Salah satu solusi terbaru untuk mempercepat penurunan AKI dan AKB adalah dengan melaksanakan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) melalui pemasangan stiker persalinan pada semua rumah ibu hamil. Masalah dalam penelitian ini adalah cakupan K4 nya belum mencapai target dan 60% ibu hamil belum mengetahui tentang P4K yang berkaitan dengan kehamilannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Antenatal Care di wilayah Puskesmas Natar tahun 2013.Desain penelitian ini berjenis analitik dengan pendekatan crossectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil trimester III yang ada diwilayah Puskesmas Natar tahun 2013 yang berjumlah 337 orang. Sampel dalam penelitian berjumlah 183 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan cara diundi. Data yang digunakan data primer. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan menggunakan chi square.Hasil penelitian ini didapatkan tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu hamil tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Antenatal Care (p value 0,787). Kesimpulan  dalam penelitian ini tidak ada hubungan pengetahuan ibu hamil tentang P4K dengan antenatal care di wilayah Puskesmas Natar Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2013. Saran yang penulis ajukan kinerja yang selama ini dilakukan oleh bidan lebih ditingkatkan terutama berkaitan dengan pemberian promosi kesehatan tentang Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). 
PERILAKU IBU DALAM MENGASUH BALITA DENGAN KEJADIAN DIARE Andreas A.N; Titi Astuti; Siti Fatonah
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.05 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.347

Abstract

Diare adalah frekuensi dan likuiditas buang air besar (BAB) yang abnormal, ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari biasanya (>3 kali/hari) disertai perubahan konsistensi tinja (menjadi cair), dengan/tanpa darah dan/lendir. Di Indonesia, diare masih merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat utama, terutama masih tingginya angka kesakitan dan menimbulkan  kematian terutama pada bayi dan balita bila tidak ditangani dengan segera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam mengasuh balita dengan kejadian diare di Puskesmas Rawat Inap Panjang tahun 2013. Jenis penelitian adalah Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi  kunjungan ibu yang membawa Balita berobat ke Puskesmas Rawat Inap Panjang perbulan 130, dan didapatkan sampel 60 responden. Pengumpulan data diperoleh dengan mengisi lembar kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan  ada hubungan yang signifikan antara perilaku ibu dalam mengasuh balita dengan kejadian diare, dengan (nilai p = 0.010, α < 0,005). Saran untuk petugas kesehatan memberikan penyuluhan kesehatan tentang PHBS dan penanganan Diare pada ibu-ibu yang memiliki Balita dan ibu yang memiliki Balita untuk lebih aktif ke Posyandu agar anaknya sehat terhindar dari penyakit diare.