cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
LINGKUNGAN BIOLOGIS DAN PSIKOSOSIAL DENGAN PERTUMBUHAN PERKEMBANGAN BAYI TIGA TAHUN Rohayati Rohayati; Purwati Purwati
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.121 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.252

Abstract

Gangguan tumbuh kembang pada anak batita di Indonesia tahun 2010 adalah 53,3%, tahun 2009 adalah 58,7%. . Hasil pra-survei di Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabubaten Lampung Selatan, terdapat 10 keluarga dengan anak batita yang berusia 1-3 tahun, dari data tersebut 4 anak batita atau 40% belum bisa memakai sepatunya sendiri, tidak bisa memakai baju, tidak bisa menggosok gigi dan tidak bisa menggambar. Tujuan penelitian diketahuinya hubungan lingkungan biologis dan faktor psikososial dengan pertumbuhan dan perkembangan batita. Desain Penelitian survey analitik, populasi seluruh keluarga yang memiliki anak usia 1-3 tahun (batita) yang berjumlah 112 keluarga di Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan Tahun 2012. Besar sampel 71 responden teknik proporsional random sampling. Analisis data menggunakan uji Chi Square (X²). Hasil penelitian didapatkan tidak ada hubungan jenis kelamin dengan pertumbuhan dan  perkembangan batita ( p-value=0,000), ada hubungan umur dengan pertumbuhan dan perkembangan batita (p-value=0,000), ada hubungan status gizi dengan pertumbuhan dan perkembangan batita  (p-value=0,00), ada hubungan stimulasi dengan pertumbuhan dan perkembangan batita di Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2012.Saran bagi Dinas  kesehatan agar memperhatikan masalah tumbuh kembang anak batita dengan mengeluarkan suatu kebijakan dalam hal deteksi dini tumbuh kembang batita di setiap posyandu di seluruh Wilayah  Kabupaten  Lampung selatan dan bagi keluarga responden agar keluarga mampu memenuhi kebutuhan batita baik secara bio, psiko, sosial, dan spiritual agar batita mampu berkembang dengan baik dan menjadi generasi yang berguna bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara.
KEJADIAN DYSMENORRHEA PRIMER PADA MAHASISWA YANG MENGALAMI STRESS DAN ANEMIA Nyimas Aziza
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.657 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.567

Abstract

Angka kejadian dysmenorrhea di Indonesia sebesar 64.25 % yang terdiri dari 54,89% dysmenorrhea primer dan 9,36 % dysmenorrhea sekunder. Etiologi dysmenorrhea primer diantaranya faktor psikologis, faktor endokrin, kelainan organik, faktor alergi dan faktor konstitusi. Adanya perbedaan latar belakang sosio demografi, tingkat aktivitas dan tingkat kemampuan adaptasi diduga akan menyebabkan adanya keluhan stress. Tujuan penelitian, mengetahui hubungan stress dan anemia terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada mahasiswa tingkat I DIII Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang.Rancangan penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Seluruh populasi dalam penelitian digunakan sebagai sampel sebanyak 108 orang. Pengumpulan data menggunakan alat ukur kuesioner, memeriksa Hb serta melakukan wawancara untuk mengetahui kejadian dysmenorrhea primer. Analisis data yang digunakan univariat dan bivariat dengan chi-square.Berdasarkan hasil penelitian, proporsi stress dalam kategori stress sedang yaitu sebesar 50,93%, anemia sebesar 39,81% dan kejadian dysmenorrhea sebesar 30,55%. Hubungan antara stress dengan kejadian dysmenorrhea primer, hasil uji chi-square diperoleh p value 0,005 dan OR=3,7. Hubungan antara anemia dengan kejadian dysmenorrhea primer, hasil uji chi-square diperoleh p value  0,000 dan OR=6,3. Simpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan stress dan anemia terhadap kejadian dysmenorrhea primer pada mahasiswa tingkat 1 DIII Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang. Peneliti menyarankan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan tentang dysmenorrhea,  mengendalikan stress, menjaga pola makan, istirahat yang cukup serta olahraga secara teratur untuk mengurangi resiko dysmenorrhea
HUBUNGAN UMUR DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN PLASENTA PREVIA PADA IBU BERSALIN Diana Metti
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.456 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.367

Abstract

Insiden atau kejadian plasenta previa di dunia adalah satu dari 250 kehamilan.(Irga, 2009). Sedangkan insiden kejadian plasenta previa di Indonesia berkisar antara 2,4 - 3,65 % dari seluruh kehamilan (Wijayanegara,2003). Plasenta previa ditemukan kira-kira dengan frekuensi 0,3 – 0,6% dari seluruh persalinan. Prevalensi plasenta previa di negara maju berkisar antara 0,26 - 2,00 % dari seluruh jumlah kehamilan. Sedangkan di Indonesia dilaporkan oleh beberapa peneliti berkisar antara 2,4 - 3,56 % dari seluruh kehamilan. (Sabarudin, 2003). Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah Hubungan Umur dan Paritas dengan Kejadian Plasenta Previa pada Ibu Bersalin.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Umur dan Paritas dengan kejadian Plasenta Previa pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015.Desain penelitian ini berjenis korelasi dengan pendekatan crossectional. Data yang digunakan adalah data sekunder berdasarkan catatan medik ibu bersalin di ruang kebidanan RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015 yang berjumlah 96 orang. Teknik pengambilan sampel, secara purposive sampling. Teknik  analisa data secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistic Chi Square. Variabel independent penelitian ini adalah umur dan paritas, sedangkan variabel dependent penelitian ini adalah kejadian plasenta previa.Hasil penelitian ini diperoleh yaitu terdapat 32 orang (33,3%) yang mengalami kejadian plasenta previa, berdasarkan proporsi usia ibu <20/>35 tahun 64 orang (66,7%), sedangkan berdasarkan paritas multipara terdapat 76 orang (79,2%). Ada hubungan bermakna antara umur ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa yaitu dari uji statistik p value = 0,018 dan OR = 3,941 dan ada hubungan bermakna antara paritas ibu bersalin dengan kejadian plasenta previa yaitu dari uji statistik p value = 0,026 dan OR = 5,870 terbukti secara statistik di RSUD Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2015. Saran diharapkan bagi tempat penelitian terutama tenaga kesehatan agar dapat mendeteksi kasus-kasus plasenta previa secara dini sehingga dapat memberikan pelayanan secara prima dan penatalaksanaan yang tepat dan akurat. 
HUBUNGAN KEPATUHAN AKSEPTOR KB PIL DENGAN KEGAGALAN KONTRASEPSI PIL DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Helmi Yenie
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.046 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.600

Abstract

Prevalensi kegagalan KB pil di Provinsi Lampung mencapai 1,07% dengan jumlah peserta KB pil 33,79% dari peserta aktif. Di Kecamatan Rajabasa kegagalan pil mencapai 7,17% dan hasil survey diperoleh angka kegagalan mencapai 33,3% yang mayoritas disebabkan karena ketidakteraturan dalam mengkonsumsi pil.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah kegagalan pemakaian alat kontrasepsi pil dan hubungan kepatuhan akseptor terhadap kegagalan kontrasepsi pil diKecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Rahun 2016.Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian seluruh akseptor KB pil di Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2016 sebanyak 1115 orang dan sampel sebanyak 96 orang yang diambil dengan tehnik systematic sampling. Variabel penelitian ini variabel dependen dan independent. Untuk pengumpulan data digunakan pedoman wawancara dan analisa dengan menggunakan analisa univariat dan bivariat.Dari hasil penelitian diperoleh 69,8% akseptor mengalami kegagalan, 67,7% akseptor tidak patuh dalam mengkonsumsi pil dan nilai pvalue= 0,004 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan akseptor terhadap kejadian kegagalan kontrasepsi pil. Dengan diperolehnya hasil tersebut,diharapkan kepada tempat penelitian dapat melakukan berbagai upaya untuk meningkatan kualitas pelayanan KB berupa pertemuan dan pembinaan bagi pemberi layanan KB, meningkatan ketrampilan bidan dalam melakukan konseling KB dan melakukan kejasama lintas sektoral antara BKKBN dan PLKB agar dapat mengantisipasi terjadinya kegagalan kontrasepsi terutama pil.
Gambaran Kualitas Pelayanan Kb Oleh Bidan Puskesmas Kabupaten Pringsewu Riyanti Imron
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.221 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.852

Abstract

Kabupaten Pringsewu memiliki 11 puskesmas, 10 puskesmas rawat inap, dan 1 puskesmas rawat jalan dan memberikan pelayanan KB. Jumlah seluruh bidan yang ada di Kabupaten Pringsewu saat ini sebanyak 267 bidan dan  yang memberikan pelayanan KB pada 11 puskesmas sebanyak 133 orang dan semuanya di ambil responden pada penelitian ini. Hasil pre survey pada bulan Februari 2016 yang telah dilakukan di  Puskesmas Pringsewu Kabupaten Pringsewu dengan cara wawancara bebas dari 14 akseptor KB, terdapat 5 akseptor KB mengatakan sangat puas dalam pelayanan KB,  6 orang mengatakan cukup puas dalam pelayanan KB, dan 3 orang mengatakan kurang puas. Pada tahun 2015 ditemukan pula data kegagalan penggunaan KB pil yang mengakibatkan ibu menjadi hamil. Tujuan penelitian  untuk mengetahui gambaran kualitas pelayanan KB oleh Bidan di wilayah kerja puskesmas  Pringsewu Tahun 2016, (umur, pendidikan, lama masa kerja, kualitas pelayanan KB, sarana dan prasarana, keterampilan Bidan dalam Pelaksanaan  Pelayanan KB  pada akseptor baru, Pil, Suntik, Inplant dan IUD,).  Jenis penelitian adalah deskriptif, jumlah  populasi sebanyak 133  responden, sedangkan sampel yang  di ambil 133 bidan, teknik pengambilan sampel adalah total populasi sampling, data yang di kumpulkan data primer dengan teknik observasi menggunakanchecklist dengan 3 kali observasi, di bantu oleh 10 orang enumerator.  Analisis yang di gunakan dengan univariat  prosentase. Hasil penelitian  didapatkan dari 133 responden yang memiliki pendidikan tinggi sebanyak 100 responden (75,18%),  berusia ≥25 tahun sebanyak 100 responden (75,18%), masa kerja terbanyak ≥  10 tahun   115   responden (81,8%),  kualitas pelayanan KB dengan kategori baik sebanyak 113 responden (72,7%),  sarana prasarana  yang lengkap 10 puskesmas ( 90,9 %), ketersediaan alat dan obat yang lengkap sebanyak 10 puskesmas (90.9%), pelayanan terbanyak dengan kategori baik pada akseptor KB baru (90,9%)., pelayanan pada KB Pil terbanyak dalam kategori kurang baik (90,9%), pada akseptor KB suntik yang kurang baik (69,9%),  pada akseptor KB implant yang kurang baik (66,7%), akseptor KB IUD dengan kategori baik(72,9%).Untuk itu peneliti menyarankan kepada Dinas Kesehatan  agar bekerjasama dengan instansi terkait yaitu BKKBN, dalam memberikan bantuan sarana prasarana, alat-alat kontrasepsi dan pelatihan KB bagi bidan terutama tentang konseling dengan penggunaan ABPK dan keterampilan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD dan Inplant). Bagi  Puskesmas  kota Pringsewudapat memberikan himbauan pada bidan agar lebih meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar (SOP, kepada akseptor KB,  Konseling/penyuluhan pada pasangan usia subur (PUS)/ masyarakat  terutama tentang MKJP, (IUD dan Inplant), bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga sehingga cakupan KB meningkat.
HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KINERJA PEGAWAI Hernawilly Hernawilly; Anita Puri
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 2 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.86 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i2.361

Abstract

Budaya organisasi merupakan suatu sistem dari simbol-simbol dan interaksi-interaksi unik dari masing-masing organisasi. Budaya organisasi sangat berperan penting dalam menciptakan kinerja yang bermutu. Tujuan penelitian untuk mengetahui persepsi pegawai terhadap budaya organisasi dan kinerja pegawai, serta hubungan budaya organisasi dengan kinerja pegawai Poltekes Depkes Tanjungkarang. Jenis penelitian kuantitatif, desain penelitian ini analitik dengan pendekatan cross sectional. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian terhadap 168 pegawai diketahui 78% pegawainya mempersepsikan budaya organisasi di Poltekes Depkes Tanjungkarang adalah baik dan 75% pegawainya mempersepsikan kinerjanya baik. Berdasarkan analisis bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara budaya organisasi dengan kinerja pegawai dengan p-Value=0,024. Disarankan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam menjaga mutu pelayanan melalui kinerja yang baik dan dukungan dari tempat bekerja.
Ankle Brachial Index (ABI) Pada Penderita DM Tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara Pratomo, Imam Budi; Apriyani, Heni
Jurnal Keperawatan Vol 14, No 1 (2018): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.64 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v14i1.1004

Abstract

International DiabetesFederation (IDF) menyatakan bahwa lebih dari 371 juta orang di dunia yangberumur 20-79 tahun menderita diabetes. Indonesia merupakan negara urutan ke-7 dengan prevalensi diabetes tertinggi di dunia.Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran nilai Ankle Brachial Index (ABI) penderita DM tipe 2 di Puskesmas Kabupaten Lampung Utara. Penelitian dengan rancangan deskriptif dilakukan selama 2 minggu. Penelitian melibatkan 98 responden penderita diabetes mellitus tipe 2 yang terdaftar di Puskesmas Kotabumi Kabupaten Lampung Utara. Teknik pengambilan sampel adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik penderita DM tipe 2 di Puskesmas Kotabumi yaitu perempuan sebanyak 62 orang (63,3 %), laki-laki 36 orang (36,7%), dan responden berusia >60 tahun sebanyak 37 orang (37,9%). Sedangkan klasifikasi nilai ABI menunjukkan bahwa 77,5% responden adalah normal, sedangkan 22,5% responden adalah borderline perfusion.Saran bagi Puskesmas diharapkan dapat menerapkan pemeriksaan ABI terhadap penderita DM guna diagnosis awal sirkulasi bagi penderita DM. Pada pasien yang memiliki ABI nornal diharapkan untuk dilakukan penyuluhan tentang diet dan aktivitas guna mempertahankan bahkan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes. Pasien dengan ABI borderlineperfusion, diharapkan untuk dilakukan penyuluhan tentang diet,pengaturan aktivitas, konsultasi gizi, dan terapi aktivitas fisik (olahraga) guna mengurangi / mencegah komplikasi lebih lanjut.
PERILAKU MEROKOK PADA SISWA SMP Sarino Sarino; Mei Ahyanti
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 2 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.123 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i2.157

Abstract

Di  Indonesia pada tahun 2007,  rokok menyebabkan 9,8% kematian karena penyakit paru kronik dan 5% dari kematian akibat stroke. Prosentase nasional merokok setiap hari pada penduduk umur lebih dari 10 tahun adalah 23,7%, untuk Provinsi Lampung prosentase penduduk umur lebih dari 10 tahun yang merokok tiap hari adalah 28,8% dan di Kabupaten Way Kanan terdapat 28,8% anak usia 10 tahun  keatas sudah merokok. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada Siswa SMP. Menggunakan dua rancangan penelitian, yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan kualitatif untuk lebih menjelaskan kondisi yang ada. Dalam menentukan sampel menggunakan teknik systematic random sampling  sehingga diperoleh 195 sampel, tetapi yang dapat diwawancarai hanya 190 siswa. Hasil dalam penelitian ini menyatakan ada hubungan antara jenis kelamin, pengetahuan, sikap, nilai-nilai dalam keluarga, iklan,  uang saku, pengaruh orang tua dan pengaruh teman dengan perilaku merokok pada siswa. Menyikapi hasil tersebut peran guru sangat penting, disebabkan siswa pada siang hari banyak beraktifitas disekolah sehingga guru akan lebih mudah mengawasi siswa, dan ketika berada dirumah menjadi tanggungjawab orang tua untuk memberikan pengawasan. Kegiatan konseling di sekolah perlu ditingkatkan baik kepada siswa bermasalah maupun siswa yang tidak bermasalah.
PERBEDAAN TINGKAT NYERI HAID (DYSMENORRHOEA) SEBELUM DAN SESUDAH SENAM DYSMENORRHOEA Desi Siagian; Yuniastini Yuniastini; Sunarsih Sunarsih
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.191 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.530

Abstract

Dysmenorrhoea adalah nyeri saat haid yang terasa di perut bagian bawah dan muncul sebelum, selama atau setelah menstruasi.Nyeri dapat bersifat kolik atau terus menerus. Di Indonesia angka kejadian dysmenorrhoea sebesar 64,25%. Sedangkan di Lampung sebanyak 58,2% mengalami dysmenorrhoea Dari data yang didapat hampir 90% aktifitasnya terganggu karena dysmenorrhoea seperti sulit berkonsenterasi dan absen dari mata pelajaran akibat nyeri hebat.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat nyeri haid (dysmenorrhoea) sebelum dan sesudah senam pada mahasiswi tingkat 1 Prodi D III Keperawatan di Asrama Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang tahun 2014.Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen (one group pre test-post test design) dengan sampel sebanyak 52 orang. Hasil penelitian menunjukan penurunan skala nyeri haid setelah senam dysmenorrhoea dan hasil bivariat dengan Wilcoxon Test didapat nilai p value = 0,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pengukuran pertama (sebelum dilakukan senam) dan kedua (sesudah dilakukan senam).Hasil penelitian menyarankan mahasiswi yang memgalami nyeri haid rutin melakukan senam dysmenorrhoea agar terhindar dari nyeri haid.
FAKTOR–FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA SEKOLAH (6-12 TAHUN) Bertalina Bertalina
Jurnal Keperawatan Vol 9, No 1 (2013): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.419 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v9i1.289

Abstract

Anak sekolah merupakan salah satu kelompok rawan gizi yang perlu mendapatkan perhatian keadaan  gizinya, agar di kemudian hari mereka menjadi sumber daya manusia yang berkualitas. Prevalensi stunting pada anak usia sekolah di Provinsi Lampung hasil Riskesdas tahun 2010 sebesar 40,8 %, masih cukup tinggi dibandingkan angka nasional (35,6%) dan begitu juga dengan asupan energi kurang sebanyak 55,2%, sedangkan nasional 44,4%.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi anak usia sekolah di Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran. Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional  dengan populasi keluarga yang memiliki anak usia sekolah dengan jumlah sampel 200 orang.   Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung dan kemudian diolah secara statistik : univariat dan bivariat dengan  analisis Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan  responden status gizi pendek 27,5 %. hasil bivariat didapat variabel yang berhubungan dengan status gizi anak usia sekolah adalah pengetahuan ibu (p value =0,024), konsumsi energi (p value=0,0000) dan konsumsi protein (p value=0,0000).  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka saran yang diberikan adalah petugas gizi  sebaiknya memberikan penyuluhan atau konseling kepada orang tua dan guru, sehingga ibu dapat memberikan makanan yang seimbang untuk anaknya dan guru dapat memberikan motivasi pada muridnya agar dapat memilih makanan yang sehat serta dapat memberikan penyuluhan pada pedagang makanan di sekolah agar menjual makanan yang aman untuk dikonsumsi.