cover
Contact Name
Tori Rihiantoro
Contact Email
toririhiantoro@poltekkes-tjk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkeperawatan@poltekkes-tjk.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. lampung selatan,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik
ISSN : 19070357     EISSN : 26552310     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Fokus jurnal adalah informasi tentang penelitian dan kajian di bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan setiap 6 bulan (April dan Oktober) dalam Bahasa Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 321 Documents
Pengetahuan dan Sikap Tentang Penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) pada Ibu Rumah Tangga di Puskesmas Tulang Bawang Barat Nurmala, Nurmala; Idawati, Idawati
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 2 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.72 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i2.928

Abstract

Data Pasien Puskesmas Kibang Budi Jaya pada tahun 2015 menunjukkan terdapat sebanyak 4 (3,17%) kasus kasus IMS. Kejadian IMS di salah satu Puskesmas Tulang Bawang Barat memiliki prevalensi kejadian IMS yang lebih tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap tentangpenyakitIMS pada Ibu Rumah Tangga di Puskesmas Tulang Bawang Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan menggunakan desaincrossectional. Subjek penelitian ini adalah ibu rumah tangga yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Kibang Budijaya. Teknik sampling menggunakan accidental sampling sehingga jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 69 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan proporsi responden didominasi responden yang berusia>16 tahun, berpendidikan rendah, berstatus menikah, berpengetahuan kurang tentang IMS dan sebagian besar memiliki sikap yang negatif tentang IMS. Penelitian ini menyarankan agar meningkatkan akses pelayanan dalam bentuk konseling kesehatan seksual di tempat-tempat atau kegiatan yang sudah umum ada, baik di Posyandu, maupun pemeriksaan VCT, dan pada saat pemeriksaan IVA, bidanjuga dapat mengambil peran aktif dalam rangka memberikan informasi IMS kepada ibu rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Kabupaten Tulang Bawang Barat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PETUGAS PROGRAM TB PARU TERHADAP PENEMUAN KASUS BARU DI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Ratna Dewi Husein; Tumiur Sormin
Jurnal Keperawatan Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.712 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v8i1.143

Abstract

Penemuan kasus penderita TBC Paru (BTA positip) di Kabupaten Lampung Selatan masih dibawah target, pada hal di daerah diperkirakan bahwa kasus TBC Paru BTA positip sangat tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui Faktor-faktor yang berhubungan gengan kinerja petugas program tuberkulosis paru terhadap  penemuan kasus baru BTA positip di Puskesmas Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2011 dengan  jumlah responden  38 orang. Penelitian bersifat kuantitatif dengan desain korelasi dan pendekatan cross sectional. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa 21 orang petugas  (55,3%) kinerja baik, 31 orang petugas (81,6%) perawat, 20 orang petugas (52,6%) pengetahuan baik, 20 orang petugas  (52,6%) pelatihan kurang, 23 orang petugas (60,5%) ≥ 3 tahun bekerja, 20 orang petugas (52,6%) laki-laki, 22 orang petugas (57,9%) sudah kawin, 27 orang petugas 971,1%) ada alat transportasi, 22 orang petugas (57,9%) insentif ≥ Rp. 700.000, 26 orang petugas (68,4%) sering supervisi, 22 orang petugas (57,9%) kepemimpinan baik, 22 orng petugas (57,9%) sarana lengkap dan 21 orang petugas (55,3%) dekat geografis. Dengan Uji Multiple Regression Logistic  ada 3 variabel yang berhubungan signifikan, yaitu pelatihan, lama kerja dan status perkawinan.  Variabel yang paling dominan berhubungan dengan kinerja  petugas program tuberkulosis paru adalah pelatihan ( P-value  0,012 dengan OR 11,474). Peneliti mengusulkan kepada Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan agar meningkatkan pelatihan kepada petugas yang masih kurang kinerjanya; petugas yang baru dan belum menikah perlu menyadari pentingnya meningkatkan kinerjanya.
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN STRESS DENGAN KEJADIAN PRE MENSTRUAL SYNDROME PADA MAHASISWA JURUSAN KEBIDANAN POLTEKKES TANJUNGKARANG Novita Rudiyanti; Nurchairina Nurchairina
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 1 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.125 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i1.516

Abstract

 PMS (PMS) merupakan masalah kesehatan umum yang paling banyak dilaporkan oleh wanita usia reproduktif. Di dunia sedikitnya 85% dari wanita menstruasi mengalami minimal satu dari gejala PMS, di Indonesia kejadian  PMS antara 23-24%. Hasil pre survey di Jurusan Kebidanan menunjukan angka kejadian PMS sebesar 70%.  Penyebab PMS belum dapat diketahui secara pasti. Namun ada beberapa teori yang menyebutkan bahwa PMS disebabkan salah satunya oleh faktor status gizi wanita dan stress. Masalah dalam penelitian ini adalah masih tingginya kejadian PMS yaitu 70% pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang Tahun 2014. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dan stress dengan Kejadian PMS pada mahasiswa di Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Tanjungkarang tahun 2014. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional, dilakukan pada bulan September – Oktober  2014, populasi adalah 157 mahasiswa,  sampel  adalah total populasi, alat pengumpulan data adalahkuesioner dengan tehnik angket. Analisis data adalah univariat, bivariat menggunakan Chi square.Hasilpenelitian menyimpulkan dari 157 responden, status gizi mahasiswa dalam batas normal yaitu 54,8%, reponden memiliki stress yaitu 76,4%, responden yang mengalami PMS yaitu 68,2%. Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan PMS (P- value=0,014 dan OR=2,562).Ada hubungan yang signifikan antara stress dengan PMS (P- value=0,000 dan OR=11,387). Peneliti menyarankan bagi remaja untuk menjaga kondisi psikologis dan mengatur pola makan agar berat badannya tetap stabil sehingga status gizinya normal.
USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI Amrina Octaviana; R. Pranajaya
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.656 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i2.266

Abstract

Di Indonesia, kasus mioma uteri ditemukan di 2.39 -11,7% pada semua pasien dalam perawatan obstetrik (Wiknjosastro, 2010). Terjadi peningkatan kejadian mioma uteri dari tahun ke tahun dan tiga tahun berturut-turut masih menempati urutan ke tiga setelah abortus dan kanker serviks di RSAM Bandar Lampung Tahun 2013. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan usia dan paritas dengan kejadian mioma uteri di RSAM Bandar Lampung Tahun 2013. Penelitian ini merupakan analitik. Desain penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh wanita penderita penyakit ginekologi yang pernah dirawat di ruang Delima RSUD Dr.Hi. Abdoel Moeloek Bandar Lampung, tahun 2013. Sampel penelitian ini 29 sampel kasus dan 29 sampel kontrol. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang digunakan adalah data sekunder. Analisis penelitian ini adalah univariat berupa prosentase dan bivariat dengan uji chi square. Kejadian mioma uteri paling banyak terjadi pada wanita usia berresiko (20-50 tahun) sebanyak 65,7% dan Paritas berresiko (0-1)  sebanyak 64,7%. Hasil analisis bivariatdidapatkan usia (pvalue = 0,007) dan paritas (pvalue = 0,249). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara usia dan kejadian mioma uteri.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI SUNTIK Dewi Astuti; Holidy Ilyas
Jurnal Keperawatan Vol 11, No 2 (2015): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.483 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v11i2.577

Abstract

Program pelayanan Keluarga Berencana ( KB ) mempunyai arti penting dalam mewujudkan manusia Indonesia yang sejahtera, disamping program pendidikan dan kesehatan. Jenis kontrasepsi yang paling banyak digunakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia yaitu metode suntik. Berdasarkan data BKKBN tahun 2014, persentase peserta KB aktif di Indonesia menggunakan metode suntikan adalah yang terbanyak (46,87%), sedangkan data Klinik Pratama Sartika tahun 2014 sebanyak 217 ibu memilih alat kontrasepsi suntik (91,17%). Tujuan penelitian ini adalah Diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan alat kontrasepsi suntik di Klinik Pratama Sartika Bandar Lampung tahun 2015. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang berkunjung ke Klinik Pratama Sartika, sampel sebanyak 75 orang,  teknik pengambilan sampel accidental sampling. Uji statistik menggunakan chi square. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 62 orang (82,7%) menggunakan metode kontrasepsi suntik, 37 orang (49,3%) pengetahuan cukup baik, 57 orang (76%) berumur 20-35 tahun, 46 orang (61,3%) tergolong multipara, 42 orang (56%) pengambilan keputusan dilakukan bersama, 38 orang (50,7%) alasan pemilihan dari segi ekonomis, 37 orang (49,3%) tingkat pendidikan menengah. Ada hubungan antara pengetahuan, umur, paritas, peran pengambilan keputusan, alasan pemilihan, tingkat pendidikan dengan penggunaan kontrasepsi suntik dengan masing-masing p-value  0,021, p-value 0,008,   ρ-value 0,007,  ρ-value 0,004,  ρ-value 0,026,  ρ-value 0,013. Disarankan agar Klinik Pratama Sartika meningkatkan pelayanan dan memberikan penyuluhan kesehatan tentang alat kontrasepsi lain yang lebih efektif kepada pasangan usia subur sehingga pengetahuan pasangan meningkat.
TINGKAT KEPARAHAN KARIES DAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH USIA 7 – 8 TAHUN Ratnasari Ratnasari; Erni Gultom; Desi Andriyani
Jurnal Keperawatan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.079 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v10i1.314

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang sangat luas dan paling sering dijumpai di masyarakat, terutama pada anak-anak. Berdasarkan survey kesehatan rumah tangga (SKRT,2004), prevalensi karies di Indonesia mencapai 90,05%. Hasil penelitian sasiwi (2004) juga dikatakan bahwa akibat dari karies gigi adalah terganggunya fungsi pengunyahan (mastikasi). Dengan demikian diduga adanya gangguan pengunyahan tersebut dapat berpengaruh terhadap status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat keparahan karies dengan status gizi pada anak-anak sekolah usia 7-8 tahun. Desain penelitian menggunkan pendekatancross sectional. Dalam penelitian ini populasi dan sampel adalah seluruh anak-anak usia 7-8 tahun di SDN 5 Jatimulyo berjumlah 91 orang.Analisa data yang digunakan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat keparahan karies gigi (MF-T) masih sangat tinggi (+ 8,7). Beradasarkan status gizi persentase gizi yang terbesar adalah gizi baik 61 anak (73,6%), 14,3% gizi sedang dan 12,1% gizi kurang. Hasil analisis selanjutnya menyimpulkan Tidak ada hubungan tingkat keparahan karies dengan status gizi pada anak sekolah usia 7-8 tahun di SDN 5 kec.Jatimulyo kab. Lampung Selatan. Berdasarkan hasil penelitian maka saran yang bisa disampaikan adalah perlu penelitian lebih lanjut untuk mengkaji yang lebih mendalam tentang hungan karies dengan status gizi, dengan melihat analisa statistik yang paling tepat untuk melihat hubungan antara tingkat keparahan karies dengan status gizi. Dengan tingkat keparahan karies yang sangat penting disarankan agar anak-anak SDN 5 melakukan pengobatan secara intensif ke Puskesmas dan lebih meningkatkan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut untuk menjaga kesehatan giginya. 
HUBUNGAN POLA ASUH KELUARGA DENGAN KEPRIBADIAN ANAK KELAS 8 DI BANDARLAMPUNG Rizki Marta Diana Amasda; El Rahmayati
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 2 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.412 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i2.609

Abstract

Jumlah remaja di dunia saat ini mencapai ± 1,2 milyar dan satu dari lima orang di dunia ini adalah remaja (World Health Organization, 2009). Remaja adalah generasi penerus yang mempunyai peranan penting dalam kemajuan bangsa. Remaja tidak hanya dituntut dalam kepintaran otak tetapi juga kemampuan mengendalikan emosi yang membentuk kepribadian. Hasil wawancara yang dilakukan kepada 8 orang siswa di SMPN 19 Bandar Lampung didapatkan hasil bahwa 6 siswa orang tuanya memberikan kebebasan untuk berpendapat, sedangkan 2 siswa orang tuanya selalu memaksakan kehendak kepada mereka. Enam siswa mengatakan bahwa mereka lebih suka menceritakan masalahnya kepada orang lain, sedangkan 2 siswa mengatakan lebih suka memendam ceritanya sendiri. Pada dasarnya sikap remaja yang berbeda-beda tersebut merupakan bentuk kepribadian yang dihasilkan dari pola asuh yang diterapkan oleh orang tua kepada anak mereka.Tujuan dari penelitian ini untuk diketahui hubungan pola asuh keluargadengan kepribadian pada anak kelas 8 di Bandar Lampung.Rancangan penelitian ini menggunakan rancangan analitik dengan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Proportional Random Sampling. Berdasarkan hasil perhitungan sampel yang digunakan berjumlah 86 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner, dan dianalisa menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden terbanyak adalah memiliki kepribadian introvert sebanyak 57%. Setelah dilakukan uji statistik Chi Square dengan derajat kepercayaan 90% dengan nilai α (0,1) dihasilkan perhitungan p value (0,000) < (0,1) yang menunjukan bahwa ada hubungan antara antara pola asuh orang tua dengan kepribadian. Diharapkan pada pihak sekolah untuk melakukan sosialiasi kepada orang tua dan siswa fungsi bimbingankonseling sebagai tempat berkonsultasi terutama tentang kepribadian.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PERPUSTAKAAN PADA PROGRAM STUDI KEBIDANAN Nurlaila Nurlaila
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (54.392 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.338

Abstract

Perpustakaan memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan yaitu terciptanya budaya baca, tersedianya sumber informasi yang cepat, tepat dan akurat, dan tersedianya tenaga perpustakaan yang profesional.Masalah dalam penelitian ini adalahadanya penurunan (54,6%) yang berkunjung keperpustakaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan perpustakaan program studi kebidanan politeknik kesehatan kementerian kesehatan tanjungkarang tahun 2015.Rancangan penelitian inianalitik. Populasi dalam penelitian ini adalahseluruh mahasiswa prodi DIII kebidanan politeknik kesehatan kemenkes tanjung karang yaitu sebanyak  261 mahasiswa, sampel dalam penelitian ini berjumlah 72 orang dengan tekhnikproporsi random sampling. Pengumpulan data menggunakan data primer dilakukan dengan cara angket. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dengan persentasi dan bivariat dengan fisher exact test. Hasil Penelitian, memanfaatkan perpustakaan ada 32(44,4%), minatnya baik ada 41(56,9%), koleksi perpustakaan yang lengkap  ada 35(48,6%), sarana dan prasarana perpustakaan yang lengkap  ada 43  (59,7%). Ada hubungan minat mahasiswa denganpvalue=0,05 dan OR = 0,37. Ada hubungan motivasi mahasiswa dengan p value=0,01 dan OR = 0,25. Ada hubungan koleksi perpustakaan diperoleh p value=0,05 dan OR = 0,34. Ada hubungan sarana dan prasarana diperoleh p value=0,04 dan OR = 0,4. Saran meningkatkan motivasi belajar kepada mahasiswa lebih ditingkatkan lagi untuk dapat berkunjung keperpustakaan minimal dua kali dalam seminggu sehingga dapat menunjang prestasi mahasiswa lebih baik.Untuk mahasiswa yang efektif dalam memanfaatkan perpustakaan, pihak pendidikan hendaknya dapat memberikan reward sehingga dapat menimbulkan motivasi bagi mahasiswa yang lain untuk berlomba- lomba dalam memanfaatkan perpustakaan, dan koleksi buku- buku yang terbaru lebih diperbanyak, sarana meja, rak buku, rak penitipan barang mohon disediakan. 
Pengaruh “Booklet” dalam Meningkatkan Persepsi dan Sikap Keluarga untuk Mendukung Lansia Memanfaatkan Posyandu Lansia Abdul Halim; Dwi Agustanti
Jurnal Keperawatan Vol 13, No 1 (2017): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (355.699 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v13i1.862

Abstract

Meningkatnya UHH menyebabkan peningkatan jumlah lanjut usia, dimana pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 28,8 juta jiwa. Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 menyebutkan bahwa upaya untuk meningkatkan dan memelihara kesehatan masyarakat termasuk lanjut usia dilaksanakan berdasarkan prinsip non diskriminatif, partisipatif dan berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk  mengetahui  pengaruh pemberian Booklet dalam meningkatkan persepsi dan sikap lansia memanfaatkan Posyandu lansia. Jenis penelitian kuantitatif, pengambilan sample dengan  purposive sampling dan didapatkan sampel sebanyak 100 orang, yang terbagi menjadi  2  kelompok   50 orang diberikan booklet, sedang  50 orang  lainnya  tidak diberi.   Pada analisis bivariat dilakukan menggunakan uji t dependen dan t independent. Hasil analis bivariat persepsi responden dengan pemberian booklet dengan rata-rata 0,74 dengan SD 1,209, sedangkan yang tidak diberikan booklet dengan rata-rata skor persepsi 0.10 dengan SD 0.303. Dari hasil uji T test independen diproleh p value = 0.001, berarti disimpulkan ada pengaruh rata-rata skor persepsi pada kelompok responden yang diberikan booklet. Kesimpulan ada pengaruh pemberian Booklet terhadap sikap responden dalam mendukung lansia memanfaatkan posyandu lansia. Hasil penelitian menyarankan untuk mengembangkan penyampaian informasi kesehatan pada masyarakat dengan menggunakan booklet.
KEPATUHAN WARGA TERHADAP PERATURAN KAWASAN TANPA ROKOK DI LAMPUNG SELATAN Siti Fatonah; Gustop Amatiria
Jurnal Keperawatan Vol 12, No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.456 KB) | DOI: 10.26630/jkep.v12i1.372

Abstract

Kepatuhan peraturan adalah mengikuti suatu spesifikasi, standar, atau hukum yang telah diatur dengan jelas yang biasanya diterbitkan oleh lembaga atau organisasi yang berwenang dalam suatu bidang tertentu.Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah di cacah. Kawasan Tanpa Rokok (KTR)adalah ruangan atau area yangdinyatakan dilarang untuk Kegiatan merokok, Kegiatan memproduksi, Menjual,Mengiklankan, dan/ataumempromosikan produk tembakau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Mengetahui kepatuhanwarga terhadap peraturan Kawasan Tanpa Rokok dilingkungan Dusun Al-Muhajirin, Desa Negararatu, Kecamatan Natar, kabupaten Lampung Selatan.Rancangan penelitian ini menggunakanteknik pengambilan Simple RandomSampling. Dengan Populasi 200, Berdasarkanhasil perhitungan sampel yang digunakanberjumlah 66 responden. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan lembar observasi.Hasil penelitian didapatkan kepatuhan terhadap larangan menjual dan mempromosikan rokok (pada warung atau toko) didapatkan data dari 6 warung yang berada dalam kategori patuh sebanyak 5 warung (83,33%), sedangkan untuk kategori tidak patuh sebanyak 1 warung (16,66%). Dan didapatkan data tentang kepatuhan warga terhadap larangan mengenai kegiatan merokok, dari 66 responden yang berada dalam kategori patuh sebanyak 47 orang (71,21%), sedangkan untuk kategori tidak patuh sebanyak 19 orang (28,78%). Saran bagi warga dusun Al-Muhajirin agar mempunyai kesadaran penuh untuk tidak terpengaruh oleh lingkungan sekitar yang merokok, dan Perlu menambah pengetahuan mengenai bahaya kandungan rokok dan pengetahuan mengenai peraturan Kawasan Tanpa Rokok. Serta dengan selalu mengingatkan warga tentang peraturan kawasan tanpa rokok pada saat kegiatan pengajian dan kegiatan lainnya. Kata kunci :