cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Sosialisasi Pemanfaatan TOGA Dan Pembuatan Sabun Batang Alami (Sabun Aloe vera) Kepada Murid Yayasan Generasi Muslim Cendekia di Lombok Tengah, Indonesia Anggit L. Sunarwidhi; Dyke Gita Wirasisya; Nisa Isneni Hanifa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.61 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.513

Abstract

Yayasan Generasi Muslim Cendekia (Yayasan GMC) terletak di desa Puyung, Lombok Tengah, Indonesia, dan telah memiliki fasilitas TOGA, namun selama ini tumbuh-tumbuhan obat yang terdapat di fasilitas tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal. Minimnya pengetahuan murid yayasan GMC yang menjadi alasan terjadinya hal tersebut. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu program sosialisasi untuk mengedukasi murid di yayasan tersebut terkait hal ini. Selain itu, program sosialisasi juga melibatkan praktek pembuatan sediaan sederhana dengan pemanfaatan tanaman obat, yaitu pembuatan sabun batang alami dengan menggunakan aloe vera sebagai bahan utamanya. Sabun ini sangat bermanfaat terutama di masa pandemi COVID-19.Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi ini telah berjalan dengan baik, ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai posttest peserta yang signifikan dibandingkan dengan nilai pretest peserta. Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pengetahuan terkait pemanfaatan TOGA maupun cara pembuatan sabun bantang alami (sabun aloe vera). Peserta menunjukkan antusias yang tinggi pada saat praktek maupun diskusi. Diharapkan ke depannya sosialisasi seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga dapat terus meningkatkan kreatifitas murid-murid yayasan GMC dalam pemanfaatan TOGA, yang tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan tetapi juga dapat berpotensi meningkatkan taraf ekonomi warga desa tersebut.
Inovasi Mengajar Guna Membangkitkan Semangat Belajar Masyarakat Di Era New Normal Kelurahan Panji Sari Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Baiq Elfa Zuhrufillah; Wahyu Lailatul Hikmah; Nuriadi Nuriadi; Intan Dita Komalasari; Rega Anisa Theana
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.864 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.554

Abstract

Pengembangan inovasi mengajar merupakan hal yang harus dilakukan untuk di era new normal ini, sebagai sarana membantu pendidikan yang ada di masyarakat, yang selama pandemi mengalami kendala dalam segala hal.Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan mutu dan kualitas belajar walaupun dalam masa transisi era new normal, dengan menerapkan inovasi mengajar literasi dan numerasi yang diharapkan dapat membangkitkan semangat belajar di era new normal, serta mampu memperluas pengetahuan masyarakat di Kelurahan Panji Sari, dan membawa dampak positif dalam dunia pendidikan.Program ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan kualitatif deskriptif karena mampu menyajikan gambaran secara detail tentang suatu situasi. Pengambilan data pada program ini dilakukan dengan teknik observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi.Hasil dari program mengajar di desa ini adalah terbentuknya masyarakat berkualitasyang mampu meningkatkan mutu pendidikannya walau terhalang pandemi covid-19, dan sadar akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran virus.
Potensi Pengembangan Ekowisata Solusi Matapencaharian Berkelanjutan Masyarakat di Desa Ketapang Raya Lombok Timur Abdul Syukur; Agil Al Idrus; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.741 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.575

Abstract

Desa Ketapang Raya meskipun merupakan desa pemekaran tatapi telah mulai mengembangakan parawisata yaitu wisata pantai. Keberadaan wisata pantai di Desa Ketapang Raya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sebagai sumber ekonomi baru. Dalam waku dua tahun aktivias parawisata cukup memberikan harapan yang ditandai oleh jumlah masyarakat yang matapencahirannya dari kegiatan para wisata. Desa Ketapang Raya yang merupakan desa pantai memiliki objek wisata selain wisata pantai. Namun demikian belum dikembangkan sebagai objek wisata. Oleh karena itu dibutuhkan fasilitasi agar potensi lingkungan dapat dikembangkan sebagai objek wisata. Pengembangan objek wisata selain wisata pantai tentunya dapat menjadi sumber matapencaharian masyarakat di Desa Ketapang Raya. Pengembangan ekowisata di Desa Desa Ketapang Raya solusi dari permasalahan kapasias pengelolaan yang bersumber dari kelompok masyarakat. Beberapa metode yang akan digunakan adalah Sosialisai, pelatihan dan Fokus Group diskusi. Pada tahap sosialisasi tim pada tahap ini Tim mensosialisaikan tema program pada pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan stakehoulder lainnya. Metode yang digunakan adalah diskusi. Tujuan pada program sosialisai adalah untuk memperoleh pemahaman yang sama tentang pentingnya pengembangan ekowisata sebagai sumber matapencaharaian berkelanjutan masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu disampaikan luaran yang perlu dicapai dari tipa solusi permasalahan. Metode Pelatihan untuk pelatih (Training of Trainer), materi terdiri dari empat bagian yang terdiri dari: (a) langkah- langkah yaitu uraian yang menjelaskan langkah demi langkah yang dapat dilakukan oleh fasilitator dalam memfasilitasi kegiatan pelatihan pada tiap program, (b). bahan bacaan adalah materi bacaan yang dapat dijadikan referensi bagi fasilitator atau pelatih mengenai isi materi yang akan disampaikan dan (3) lembar kegiatan yang merupakan lembar aktivitas yang digunakan peserta dalam proses pembelajaran dan slide presentasi. 2. Fokus Group Diskusi (FGD) adalah metode yang digunakan berdasarkan relevansi tiap solusi, hal ini sangat penting untuk memperoleh informasi mengenai beberapa pertanyaan tentang bagaiamana dan mengapa kita butuhkan ekowisata sebagai sumber matapencaharian yang berkelanjutan bagi masyarakat di Desa Ketapang Raya. Selain itu dari program ini dihasilkan publikasi pada jurnal yang memiliki ISSN dan buku ekowisata desa yang memiliki ISBN.
Pembinaan Swamedikasi Yang Baik Dan Benar Pada Masyarakat Melalui Sosialisasi Program “Dagusibu” Di Desa Inderalaya Mulya Kecamatan Inderalaya Utara Fitrya Fitrya; Mokhamad Yusup Nur Khakim; Arya Prasetya Putra
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.727 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.597

Abstract

Swamedikasi adalah upaya awal yang dilakukan sendiri dalam mengurangi atau mengobati penyakit-penyakit ringan dengan menggunakan obat-obatan dari golongan obat bebas dan bebas terbatas. Fasilitas kesehatan yang terbatas seperti puskesmas, rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang tidak memuaskan, seringkali mendorong masyarakat melakukan swamedikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara mendapatkan, menggunakan dan membuang (“DAGUSIBU”) obat dalam praktek swamedikasi agar penggunaan obat tanpa resep dapat berjalan aman dan efektif sehingga masyarakat mampu melaksanakan beberapa fungsi yang biasanya dilakukan secara  profesional oleh tenaga kesehatan saat mengobati pasien dengan obat etikal. Kegiatan dilaksanakan di desa Inderalaya Mulya RT 10/RW 05 Kecamatan Inderalaya Utara diikuti oleh 30 orang ibu–ibu dan remaja putri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa selama ini pengetahuan masyarakat tentang golongan dan penggunaan obat masih terbatas. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan karena materi pembinaan yang diberikan memberikan pengetahuan dasar yang harus dimiliki oleh masyarakat untuk melaksanakan swamedikasi dengan tepat. Hasil tanya jawab diakhir sesi penyuluhan menunjukkan pengetahuan masyarakat tentang swamedikasi khususnya cara mendapatkan, menggunakan dan membuang obat semakin meningkat. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilaksanakan menambah wawasan dan pengetahuan masyarakt tentang tata cara  mengobati berbagai penyakit ringan melalui swamedikasi atau pengobatan sendiri secara tepat. Kegiatan ini juga sangat membantu masyarakat mengatasi berbagai penyakit dengan biaya yang terbatas.
Budidaya Dan Olahan Jamur Tiram Sebagai Penggerak Panti Asuhan Pada Masa Pandemi Covid-19 Narita Amni Rosadi; Baiq Dewi Lita Andiana; Mimi Cahayani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.857 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i1.626

Abstract

Pengabdian pada masyarakat merupakan kegiatan pengamalan ilmu pengetahuan kepada masyarakat dalam kegiatan ini adalah pada siswa/siswi di panti asuhan Hidayaturrahman. Panti asuhan ini lokasinya di Desa Turide Timur Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari dosen Fakultas Pertanian dan Fakultas Ekonomi Universitas Islam Al-Azhar. Dalam kegiatan Pengabdian ini para dosen pada Fakultas Pertanian dan fakultas Ekonomi Universitas Islam Al-azhar Mataram berbagi ilmu kepada siswa/siswi tentang bagaimana membudidayakan jamur tiram secara berkualitas dengan hasil yang maksimal. Hasil budidaya ini juga kami bantu untuk bisa diolah dengan memberikan skill cara pengolahan jamur tiram sehingga bisa menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi yaitu berupa keripik jamur crispy dan nugget yang kedepannya diharapkan dapat menjadi sumber perekonomian siswa/siswi. Pada tahap berikutnya kami memberikan pengetahuan tentang cara pembukuan sederhana supaya hasil penjualan dari jamur dan olahan jamur dapat diketahui dan tercatat rapi. Metode dalam penyampaian materi ini yaitu “Discussion and Coaching in action”. Metode ini diharapkan mampu menumbuhkan minat belajar siswa/siswi panti asuhan sehingga materi yang diberikan terserap dengan maksimal. Tujuan dari penelitian ini untuk menumbuhkembangkan Budidaya dan Olahan Jamur Tiram Sebagai Penggerak Panti Asuhan pada masa Pandemi adalah solusi yang ditawarkan dalam gerakan berbasis sumberdaya lokal dan pendapatan ekonomi di masa pandemi Covid-19.
Operasionalisasi IBM SPSS 21 untuk Meningkatkan Kemampuan dan Keterampilan Olah Data Penelitian Mahasiswa Jono Irawan; A.A. Ayu Trisna Handayani; Lalu Hasan Nasirudin Zohri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.656 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.660

Abstract

Program pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengoperasikan program IBM SPSS 21 kepada mahasiswa sebagai alat untuk mengolah data penelitian yang baik dan benar. Kegiatan dilakukan dengan metode diskusi bebas yang dimulai dengan penyampaian materi. Objek pelatihan adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Dan Mahasiswa Magister Pendidikan IPA Universitas Mataram. Data hasil angket dianalisis dengan Descriptive Statistics Explore IBM SPSS 21. Hasil analisis data pengabdian diperoleh persentase pemahaman sebesar 60,4% dan keaktifan dalam proses pembelajaran sangat tinggi dengan persentase sebesar 83,2%. Berdasrkan hasil analisis disimpulkan bahwa kegiatan pelatihan operasionalisasi program IBM SPSS 21 dan meningkatkan pemahaman dan keaktifan mahasiswa dalam menerapkan penggunaan program SPSS sebagai sarana mengolah data penelitian.
Ecobrick Sebagai Solusi Penanggulangan Sampah Non-Organik Rumah Tangga di Lingkungan Sayo Baru Wisnu Pratama Nuruzzaman; Marianti Marianti; Agisniati Zain; Desi Rosmaya Putri; Mitha Amara; I Made Sukerta; Vira Heryanto; Putri Jauhar Prihatini; Rr. Devi Delima Swiswidayati; Joni Rokhmat
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.296 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v4i2.730

Abstract

Tujuan dari diadakannnya program kerja “Ecobrick” ini adalah untuk mengedukasi masyarakat bagaimana cara mengelola sampah di Lingkungan Sayo Baru. Permasalahan sampah (khususnya sampah anorganik) sampai saat ini menjadi masalah yang sangat krusial di masyarakat. Jika permasalahan terkait sampah di lingkungan tersebut tidak segera ditangani, maka banjir yang kerap kali terjadi di beberapa tempat di lingkungan Sayo Baru  tidak dapat teratasi, selain banjir sampah non organik yang berserakan juga mengurangi keindahan lingkungan Sayo Baru. Maka dari itu kami dari tim KKN Tematik Universitas Mataram mengajak masyarakat untuk lebih peduli lagi dalam hal bagaimana cara mengelola sampah non organik menjadi benda yang lebih bermanfaat. Dengan adanya program kerja ini, Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram dapat membantu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah, mulai dari melakukan sosialisasi langsung di balai lingkungan dan pembagian brosur kepada masyarakat dan tentunya dapat mengurangi jumlah sampah harian di Lingkungan Sayo Baru, sehingga animo masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dari sampah anorganik menjadi lebih tinggi. Adapun hasil dari kegiatan ini adalah terciptanya tempat sampah dari sampah non organik serta masyarakat sekitar merespon dengan baik karena mereka tidak bingung untuk membuang sampah rumahan yang ada.
Pelatihan Pembuatan Masker peel-off Lidah Buaya (Aloe vera) Untuk Mengatasi Efek Sunburn Windah Anugrah Subaidah; Wahida Hajrin; Yohanes Juliantoni
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.801 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.511

Abstract

Tingginya angka pengangguran di kota Mataram diantaranya kurangnya pendidikan dan keterampilan dari tenaga kerja. Lulusan SMA membutuhkan keterampilan untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Salah satu peluang wirausaha adalah dengan membuat masker peel off lidah buaya (Aloe vera). Hal ini dilatar belakangi oleh intensitas matahari yang tinggi didaerah Indonesia yang cenderung menimbulkan efek negatif pada kulit terutama sunburn. Bahan baku lidah buaya yang mudah diperoleh dan mempunyai aktivitas sebagai antiinflamasi dari sunburn. Metode pelaksanaan pengabdian untuk memecahkan masalah mitra siswa SMAIT Anak Sholeh Mataram terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdiaan menunjukkan bahwa peserta memberikan tanggapan yakni peserta merasa pelatihan ini bermanfaat, proses pembuatan sediaan mudah dan pesesrta akan membuat masker lidah buaya. Tanggapan lainnya yakni penyajian materi menarik, materi yang disajikan mudah dipahami dan secara umum peserta puas terhadap kegiatan pengabdian masyarakat pembuatan masker lidah buaya ini
Aplikasi Kolom Kapur Untuk Mengurangi Pengembangan Tanah Ekspansif Di Desa Pengengat Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Muhajirah Muhajirah; Didi S Agustawijaya; Ismail H M; Shofia R
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (802.063 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.527

Abstract

The growing population has an impact on the increasing need for housing. A comfortable house can be made if the ground is fine. Pengengat Village in Pujut District has expansive soil which has high swelling-shrinkage properties. This activity aims to provide an understanding of the characteristics of expansive soil and how to improve it. This activity is divided into three stages, including: 1) site survey, 2) counseling, and 3) creating a lime column model. The survey results show that people in Pengengat village do not understand the characteristics of expansive soil and they also do not know how to improve the soil phenomenon. The floors and walls of the house were cracked and some were split. Poor drainage conditions also contributed to the damage to their homes. After carrying out these activities, the residents began to understand the characteristics of the expansive soil and how to improve it. We make three lime columns with a diameter of 25 cm and a depth of 75 cm. The distance between the lime columns is 1 m. For evaluation purposes, we take soil samples from each hole, the soil samples will be tested to determine the level of swelling
Pelatihan Batu (Baca Dan Tulis) Untuk Meningkatkan Budaya Literasi Di Pkbm Oi Rida Desa Nata Kecamatan Palibelo Kabupaten Bima Ainun Rahmadhani; Ahmad Raksun
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 2 (2020): .
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.315 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i2.572

Abstract

Semenjak adanya pandemi Covid-19, menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia telah memutuskan beberapa kebijakan. Salah satunya yaitu, penetapan belajar dari rumah (pembelajaran daring). Tetapi, sistem kegiatan pembelajaran daring ini memberikan banyak kesulitan bagi peserta didik maupun orang tua, apalagi yang berada di pedesaan. Masyarakat Desa Nata, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima menjadi salah satu daerah yang merasakan kesulitan dengan sistem pembelajaran daring ini, hingga menyebabkan minat belajar anak-anak menurun, bahkan masih banyak anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis. Menyikapi kenyataan tersebut, maka pengabdian pelatihan BATU (baca dan tulis) ini sangat diperlukan agar tidak semakin tinggi angka buta aksara di Indonesia dan pengabdian pelatihan BATU ini juga bertujuan untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat Indonesia. Adapun metode pelatihan membaca yang digunakan adalah GaSuKa. Sedangkan, metode pelatihan menulis yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi dan tanya jawab

Page 10 of 161 | Total Record : 1609