cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bagi Guru Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat Agus Ramdani; Lalu Muhaimi; Joni Rokhmat; Baehaqi Baehaqi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.667 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.357

Abstract

Abstract: Kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) merupakan salah satu kegiatan yang dirancang oleh pemerintah untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Permasalahan umum yang dihadapi sekolah/madrasah adalah belum tersosialisasinya konsep PKB dengan baik kepada para guru, termasuk yang dialami oleh guru sekolah mitra yaitu Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan kegiatan PKB termasuk didalamnya penyusunan Publikasi Ilmiah dan Karya Inovatif (PIKI). Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini berlangsung dalam tahap: a) Tahap Persiapan, terdiri atas: 1) Koordinasi awal dengan instansi guru sasaran (Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Yusuf Abdussatar Kediri Lombok Barat). 2) Koordinasi dengan Tim Pengabdian Masyarakat (Pembagian tugas), dan 3) Penyusunan materi presentasi dan media latihan). b) Tahap Pelaksanaan, terdiri atas: 1) Koordinasi lanjutan dengan Mitra kegiatan, 2) Pelatihan bagi guru-guru sasaran, 3) Pendampingan penyusunan draf proposal PIKI, 4) Diskusi dan Refleksi terhadap proposal yang telah disusun, dan 5) Perbaikan proposal. c) Tahap Evaluasi dan Pelaporan, terdiri atas: 1) Evaluasi kegiatan dan Rencana tindak lanjut, dan 2) Penyusuna artikel untuk publikasi. Hasil pelatihan yang dilakukan adalah: 1) Guru dapat memperbanyak pengetahuan tentang pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). 2) Guru dapat meningkatkan layanan pendidikan di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. 3) Guru dapat mempercepat proses pembuatan karya tulis ilmiah dalam pengembangan profesi guru. 4) Guru mempunyai keterampilan dalam membuat karya tulis ilmiah dan 5) Guru dapat meningkatkan kualitas penulisan ilmiah sebagai bahan untuk mempersiapakan kenaikan pangkatnya. Kata Kunci:  Pengembangan Kepropesian Berkelanjutan; Publikasi Ilmiah; Karya Inovatif.
Pengembangan Potensi Objek Wisata Alam Berbasis Konservasi di Desa Pijot Induk Kecamatan Keruak Lombok Timur Abdul Syukur; Karnan Karnan; Khairuddin Khairuddin; M. Yamin
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.032 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.369

Abstract

Abstrak: Desa Pijot adalah desa pantai yang memiliki potensi wisata alam di Kecamatan Keruak Lombok Timur. Potensi wisata alam di Desa Pijot adalah: (1) wisata pantai, (2) wisata mangrove dan (3) wisata pemandian Kebon Telage. Namun demikian potensi yang besar tersebut belum dikembangkan secara optimal untuk berkontribusi sebagai sumber ekonomi masyarakat masyarakat lokal. Tujuan program pengabdian ini adalah: (1) masyarakat desa pijot memiliki kelembagaan pengeloaan ekowisata, (2) ekowisata menjadi sumber baru matapencahraian masyarakat dan (3) program pengembangan ekowisata berbasis konservasi.  Hasil. Kata Kunci:  Ekowisata; Objek Wisata; Konservasi
Wirausaha Produktif Berbasis Sektor Unggulan Desa Senyiur Lombok Timur Sukardi Sukardi; Burhanuddin Burhanuddin; Lalu Ali Wardana; Hamidsyukrie ZM
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.65 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.350

Abstract

Pengabdian ini dilakukan karena berangkat dari tiga kondisi yang dihadapi kelompok sasaran (kelompok usia produktif, anak putus sekolah/tidak melanjutkan studi, buat aksara), yaitu: (1) lemahnya skill dalam menghasilkan produk berbasis keunggulan wilayah, padahal potensi keunggulan sangat potensial baik dibidang pertaninan, peternakan, perdagangan, kerajinan, jasa, dan lainnya; (2) belum memadainya kemampuan dalam pengelolaan usaha berbasis keunggulan wilayah, baik tata kelola keuangan, tata kelola kelembagaan, manajemen sumber daya, maupun lainnya; dan (3) belum memadainya kemampuan dalam memasarkan produk termasuk strategi bersaing. Kondisi ini berimplikasi terhadap pendapatan yang masih rendah, daya beli masyarakat, produktivitas, dan angka kemiskinan yang masih tinggi. Oleh karenanya, pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk memperkuat kompetensi kelompok sasaran dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif berbasis sektor unggulan wilayah.  Untuk mewujudkan tujuan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan wirausaha produktif pada tiga aspek sekaligus, yaitu: pengembangan produk, pengelolaan usaha, dan pemasaran. Pelaksanaan pelatihan dan pendampingan dilakukan melalui kaji tindak partisipatif dengan pendekatan andragogis yang mengedepankan brainstorming dan praktik. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kelompok sasarn memliki kompetensi yang memadai dalam mengembangkan wirausaha produktif, khususnya dalam bidang peternakan dan pengolahan makanan hasil pertanian.  Hasil pendampingan juga menunjukkan adanya ada 1 (satu) kelompok peternak yang sudah mengimplementasikan hasil pelatihan disamping 1 (satu) kelompok yang mengembangkan pengolahan makanan hasil pertanian. Dibalik capaian tersebut, hal yang perlu diapresiasi adalah adanya keinginan, semangat, dan motivasi kelompok sasaran untuk mengembangkan usaha produktif.Kata Kunci: Wirausaha Produktif, Unggulan Desa
Upaya Peningkatan Produksi Kentang Melalui Penggunaan Benih Bersertifikasi di Kawasan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur Muhammad Sarjan; Kisman Kisman; Farid Hemon
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.954 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.400

Abstract

Melalui kegiatan pengabdian pada Masyarakat ini Perguruan Tinggi ingin membantu diseminasi produksi benih kentang yang bermutu bersertifikat  dan menjadikan kelompok tani  sebagai  penangkar benih (Seed Grower) yang handal secara berkelanjutan. Keberadaan penangkar benih ini diharapkan dapat mensuplai benih pada budidaya kentang khususnya  ditingkat lokal kawasan Sembalun . Adanya penangkar Benih kentang  ini sekaligus dapat meningkatkan income generating dari Kelompok Petani penangkar dan permasahan penyediaan benih bermutu untuk petani di Kawasan Sembalun khususnya dan di Kabupaten Lombok Timur pada umumnya dapat diatasi. Selanjutnya penggunaan benih bermutu bersertifikasi  diharapkan juga dapat meningkatkan produksi kentang dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan petani.  Berdasarkan hasil kegiatan dan evaluasi yang dilakukan antara lain diperoleh bahwa Penyuluhan yang diikuti dengan demonstrasi Plot budidaya benih kentang bersertifikat  bagi Masyarakat Kelompok Tani Calon Penangkar Benih  di Desa Sembalun Bumbung- Lombok Timur dapat meningkatkan minat, pengetahuan dan keterampilan masyarakat petani dalam pengembangan benih Kentang bersertifikat, sehingga produksi dan kualitas kentang  yang dihasilkan menjadi lebih baik. Masyarakat desa Sembalun Bumbung  mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengusahakan tanaman kentang termasuk minat yang cukup tinggi untuk menjadi penangkar benih kentang.  Untuk keberlanjutan usaha perbenihan disarankan antara lain perlunya pengawasan dan bimbingan yang terus menerus kepada petani penangkar benih kentang di desa Sembalun Bumbung terutama dari pihak terkait seperti BPSB sehingga kelas atau mutu dan kualitas benih kentang yang dihasilkan menjadi lebih baik dan lebih profesional sebagai penagkar benih. Disarankan kepada para petani calon penangkar benih kentang agar terus meningkatkan kualitas benih yang dihasilkan dengan cara melengkapi sarana dan prasarana seperti penyiapkan gudang penyimpanan benih.Kata Kunci:  Benh Kentang; sertifikat;  Penangkar; Sembalun
Peningkatan Kapasitas Masyarakat dalam Pengolahan Sampah Sebagai Kompos di Kelurahan Dasan Geres Lombok Timur Arben Virgota; Baiq Farista; Dining Aidil Candri; Hilman Ahyadi; Ahmad Jupri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.145 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.376

Abstract

Abstract: Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah mengolah sampah menjadi kompos agar dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan memberikan nilai ekonomis sampah kota organik melalui penjualan kompos yang dihasilkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah: Ceramah, diskusi, pelatihan, praktek dan pendampingan. Ceramah dan diskusi dilaksanakan untuk penyampaian materi secara langsung pada masyarakat oleh narasumber yang kompeten dibidangnya sesuai kebutuhan. Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan tentang: Pengolahan sampah organik untuk pembuatan kompos/pupuk organik, dan pemanfaatan kompos untuk media budidaya taman vertikutur. Pelatihan dan Praktek dilaksanakan untuk ketrampilan masyarakat : Pengolahan sampah organik sebagai bahan dasar pembuatan kompos, sehingga masyarakat dapat membuat pupuk organik sendiri. Pendampingan dilaksanakan dalam rangka memotivasi masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan, memanfaatkan sampah organik sebagai kompos,  sehingga lingkungan permukiman menjadi bersih dan indah. Simpulan dari program pengabdian ini adalah masyarakat Dasan Geres, Lombok Timur dapat mengolah sampah organik untuk dijadikan sebagai pupuk kompos. Pengolahan sampah sebagai kompos sangat mudah dilakukan oleh masyarakat secara mandiri, tidak membutuhkan biaya yang besar, namun sangat mendukung upaya menjaga kebersihan lingkungan. Komitmen masyarakat untuk melanjutkan upaya pengembangan program ini sangat memungkinkan untuk mewujudkan Dasan Geres yang sehat dan indah di kemudian hari. Keywords: Kapasitas Masyarakat; Pengelolaan Sampah; Kompos.
Pelatihan Pembuatan Preparat Kromosom Dan Peyusunan Karyotipe di Fakultas Mipa Program Studi Biologi Universitas Islam Al-Azhar Mataram I Gde Mertha; Syamsul Bahri; Lalu Zulkifli; Agus Ramdani; Nur Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.037 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.358

Abstract

Abstract: Dalam upaya meningkatkan mutu penelitian dan pembelajaran genetika dan sitotaksonomi di perguruan tinggi diperlukan keterampilan teknik pembuatan sediaan kromosom. Sediaan kromososm tahap metafase yang menunjukkan bentuk morfologi yang jelas dan tersebar dengan baik (tidak tumpang tindih) sangat diperlukan dalam pembuatan karyotipe. Untuk mendapatkan gambaran kromosom tersebut diperlukan latihan yang intensif dalam preparasinya. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan teknik pembuatan preparat untuk pengamatan bentuk morfologi kromosom yang tersebar dengan baik dan teknik penyusunan karyotipe dalam bentuk karyogram dan idiogram di Program Studi Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Penyampaian materi pelatihan dilakukan dengan menggunakan beberapa metode, yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi, dan unjuk kerja berupa kegiatan praktek pembuatan preparat kromosom tahap metafase dengan perlakuan kolkisin, serta penyusunan karyotipe yang disajikan dalam bentuk karyogram dan idiogram. Berdasarkan hasil pengamatan selama pelatihan berlangsung dapat disimpulkan hasil yang dicapai dalam kegiatan pengabdian ini, yaitu: (1) Kegiatan pelatihan pembuatan preparat untuk pengamatan morfologi bentuk kromosom dan penyusunan karyotipe direspon positif oleh peseta pelatihan sebagai keterampilan yang sangat bermanfaat untuk menunjang kualitas pengajaran dan penelitian, (2) Minat yang tinggi peserta pelatihan dalam mengikuti praktikum meningkatkan kemampuan mikroteknik preparasi kromosom yang sangat berharga bagi pengembangan ilmu yang didalami dan penelitiannya, (3) Penuntun praktikum mikroteknik pembuatan sediaan untuk pengamatan morfologi bentuk kromosom yang telah disusun tim pengabdian dapat menjadi acuan ilmiah peserta pelatihan dalam praktikum dan penelitian. Kata Kunci: Kromosom; Preparat Squash; Karyotype; Idiogram
Workshop Teknik-Teknik Pemetaan Mutu Pendidikan di Satuan Pendidikan Bagi Guru-Guru di SMA Muhammadiyah Mataram Sudirman Wilian; Wildan Wildan; Nyoman Sridana; Dadi Setiadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.172 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.371

Abstract

Abstrak: Mutu pendidikan SMA swasta di Kota Mataram masih perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi stándar nasional pendidikan salah satunya adalah SMA Muhammadiyah Mataram. Sesuai dengan hasil studi pendahuluan bahwa para guru belum memahami dan melaksanakan bagaimana memetakan mutu sekolah dan menyusun program untuk bisa menjamin mutu di  SMA Muhammadiyah Mataram. Selain itu juga warga sekolah tersebut  belum melaksanakan bagaimana memetakan mutu sebagai dasar untuk pengembangan program mutu sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk memberikan pemahman kepada para guru secara komprehensfi terkait dengan bagaimana memetakan mutu sekolah; meniterpretasi hasil pemetaan mutu, menyusun program-progam mutu yang secara keseluruhan mengarah pada peningkatan mutu sekolah.  Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat  ini adalah dalam bentuk  pelatihan atau workshop yang lebih berbasis pada praktek  langsung menyusun instrumen pemetaan mutu, melaksanakan pemetaan mutu, menginterpretasi hasil dan menyusun tindak lanjut dari hasil tersebut berupa program mutu yang bisa menjamin peningkatn mutu di sekolah secara keseluruhan.  Data hasil pengabdian dikumpulkan melalui asesmen pengetahuan dan keterampilan mengenai pemetaan  mutu dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukan bahwa para peserta memiliki pemahaman komprehensif  tentang standar nasional pendidikan untuk pendidikan menengah;  indikator mutu untuk setiap standar nasional pendidikan,  definisi konsep operasional tentang standar nasional pendidikan; dan terampil dalam mendisain instrumen-instrumen untuk pemetaan mutu, melaksanakan pengukuruan mutu pendidikan, menginterpretasikan hasil pemetaan mutu pendidikan dan menyusun program mutu sebagai tidak lanjut dari hasil pemetaan mutu di satuan pendidkan menengah.Pemahaman tersebut merupakan aspek penting yang harus dimiliki guru dalam memetakan mutu pendidikan di sekolah tersebut. Kompetensi tersebut merupakan dasar dan utama yang dibutuhkan untuk mendisain instrumen pengukuran mutu dan penyusunan program-program mutu satuan pendidikan menengah. Namun demikian para guru masih perlu pembimbingan dari tim dalam konteks implementasi pemetaan mutu di sekolah agar palaksanaan pemetaan mutu terlaksana dengan baik .Keterampilan dalam mendisain instrumen-instrumen untuk pemetaan mutu, pelaksanaan pengukuruan mutu pendidikan, menginterpretasikan hasil pemetaan mutu pendidikan dan menyusun program mutu sebagai tidak lanjut dari hasil pemetaan mutu yang dimiliki para guru yang sudah baik menunjukan bahwa guru sudah  mampu mendisaian bagaimana melaksanakan pemetaan mutu satauan pendidikan menengah. Para guru peserta kegiatan pengabdian memiliki pemahaman yang baik terkait dengan pemetaan mutu dan keterampilan dalam mendisain instrumen dan tindak lanjut program mutu, sehingga para guru tersebut mampu melaksanakan pemetaan mutu secara baik di SMA Muhammadiyah Mataram sebagai dampaknya  mutu proses dan hasil belajar di sekolah tersebut bisa menjadi lebih baik. Kata Kunci : Workshop; Pemetaan Mutu Satuan Pendidikan.
Pendampingan Masyarakat dalam Pengolahan Limbah Peternakan Sapi untuk Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman Ahmad Raksun; Lalu Zulkifli; Mahrus Mahrus; Lalu Japa; Prapti Sedijani
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.587 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i1.351

Abstract

Pengabdian pada masyarakat ini telah dilaksanakan di Desa Jatisela Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Propinsi Nusa Tenggara Barat. Sebagian masyarakat Desa Jatisela yang bermatapencaharian sebagai petani, kuhusnya yang berdomisili di Dusun Ireng Daye memiliki usaha sampingan yaitu beternak sapi, kuda dan kambing. Mereka membentuk kelompok ternak yang disebut Kelompok Ternak Patuh Angen. Kegiatan peternakan sapi yang dilakukan oleh Kelompok Ternak Patuh Angen menghasilkan limbah berupa kotoran ternak dan sisa makanan ternak. Peternak sapi di Dusun Ireng Daye belum menemukan alternatif pemecahan masalah limbah peternakan sapi yang ada di sekitar tempat tinggal mereka. Pengolahan limbah peternakan sapi menjadi pupuk organik merupakan alternatif pemecahan masalah yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan yang mereka hadapi. Pupuk organik yang dihasilkan dapat dijadikan pupuk untuk meningkatkan hasil panen tanaman. Adapun tahapan kerja pengolahan limbah peternakan sapi menjadi bokashi dan pemanfatannya pada lahan pertanian adalah sebagai berikut: (1) sosialisasi kegiatan, (2) penyampaian materi tentang kebersihan lingkungan, cara pembuatan bokashi dan manfaat bokashi untuk pertumbuhan tanaman, (3) pembuatan bokashi, (3) penggunaan bokashi pada lahan pertanian.  Metotode yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, pelatihan dan pendampingan. Dalam pelaksanaan kegiatan ini nampak bahwa masyarakat yang menjadi mitra kegiatan telaah mengikuti kegiatan dengan baik mulai dari sosialisasi kegiatan sampai pada kegiatan terakhir pelaksanaan pengabdian. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta yang terkait dengan materi yang disampaikan tim pelaksana pada saat diskusi. Selain itu pada saat praktek pembuatan bokashi semua peserta ikut bekerja secara aktif sehingga kegiatan paraktek pembuatan bokashi dapat berjalan lancer. Kata Kunci: Pendampingan masyarakat; pengelolaan limbah; peternakan sapi; pertumbuhan tanaman.
Meningkatkan Kesadaran Bahaya Sampah Laut Melalui Pendampingan pada Masyarakat Lokasi Wisata Pantai Kuranji Sukib Sukib; Muti'ah Muti'ah; Jeckson Siahaan; Supriadi Supriadi
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.993 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v2i2.343

Abstract

Telah dilakukan kegiatan penyuluhan tentang bahaya sampah laut. Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi/kesadaran kepada masyarakat Pantai Kuranji (Siswa SMP N 17 Mataram) tentang: (1) bahaya sampah (terutama plastik), (2) cara menjaga kebersihan pantai. Kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan menggunakan media poster. Dari hasil kegiatan ini adalah: (1) Telah dibuat media untuk kegiatan penyuluhan berupa poster tentang pencemaran laut dan efeknya terhadap kehidupan, (2) Hasil observasi, diskusi dan tanya jawab, serta tes sikap siswa, menunjukkan bahwa melalui kegiatan penyuluhan ini pengetahuan siswa tentang bahaya sampah laut meningkat. (3) Kesadaran siswa terhadap bahaya sampah laut meningkat.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Pencegahan COVID-19 Kepada Anak-Anak di Panti Asuhan Alif Yanuar Zukmadini; Bhakti Karyadi; Kasrina Kasrina
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.742 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v3i1.440

Abstract

COVID-19 menyebabkan penyakit yang menyerang sistem pernapasan pada manusia. Virus ini telah menginfeksi jutaan orang sehingga menyebabkan angka kematian yang tinggi bagi penderitannya di seluruh dunia. Anak-anak termasuk juga anak-anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan sangat rentan terhadap penularan COVID-19. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada anak-anak panti asuhan Kasih Sayang Kota Bengkulu untuk menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari penularan  COVID-19. Kegiatan ini juga diikuti dengan pemberian sembako kepada anak-agar panti asuhan agar dapat memenuhi kebutuhannya selama pandemi COVID-19. Edukasi dilakukan menggunakan metode kaji tindak dengan pendekatan partisipatif. Materi edukasi yang diberikan kepada anak-anak panti asuhan diantaranya pengenalan COVID-19 dan gejalanya, cara mencuci tangan yang baik dan benar, cara menerapkan etika batuk, cara physical distancing, serta cara menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kegiatan edukasi dilakukan dengan memberikan penyuluhan terhadap PHBS dalam pencegahan COVID-19 dengan menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, dan demontsrasi. Penyampaian materi juga dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran berupa poster. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan lembar angket untuk mengetahui pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi. Hasil kegiatan menujukkan bahwa edukasi yang diberikan oleh fasilitator dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak panti asuhan terhadap perilaku hidup bersih dan sehat dalam pencegahan COVID-19. Hal ini dapat dilihat dari persentase pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi yaitu sebesar 74,48% yang kemudian meningkat menjadi 86,49% setelah diberikan edukasi. 

Page 8 of 161 | Total Record : 1609