cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
Analisis Situasi Masalah Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular di Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta Tahun 2016 Rimawati Aulia Insani Sadarang; Sugiarto Sugiarto; Hari Kusnanto
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3523

Abstract

Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PPTM) telah diimplementasikan di Kulon Progo sejak tahun 2010 namun prevalensi PTM mengalami peningkatan dari 2013 ke 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah, menentukan masalah priotas dan memberikan rekomendasi pada pengimplementasian program PPTM. Penelitian ini adalah studi observasional. Identifikasi masalah dilakukan melalui studi dokumen laporan pelaksanaan program PPTM tahun 2011-2015 dan melalui wawancara dengan Pemegang Program PTM dan Kepala Seksi Pengamatan Penyakit dan Imunisasi. Penetapan masalah prioritas dengan metode Hanlon menggunakan kuesioner yang diberikan kepada informan kunci (kepala dan sekretaris dinas kesehatan, empat kepala bidang, kepala seksi pengamatan penyakit dan imunisasi, dan pemegang program PTM). Pendekatan teknik pohon masalah untuk mengidentifikasi akar masalah prioritas. Terdapat sebelas masalah dengan rentan score Hanlon 60-109. Masalah prioritas utama adalah belum terjalinnya koordinasi untuk sinergitas antar program di dinas kesehatan dalam jejaring PTM. Akar masalah prioritas adalah ketidakhadiran seluruh (pemegang) program pada pertemuan rutin mingguan. Koordinasi untuk sinergitas antar program dalam jejaring PTM yang belum terjalin mengakibatkan pemegang program kurang memahami kontribusi program lain terhadap pengendalian PTM dan kontribusi PTM terhadap masalah kesehatan lainnya. Regulasi formal dari kepala dinas kesehatan diperlukan sebagai dasar aturan tertulis bagi seluruh program untuk menghadiri pertemuan rutin. Direkomendasikan penyelenggaraan pertemuan rutin antar program sehingga seluruh pegawai dapat memperoleh informasi terkini terkait PTM.
PENGARUH ASUPAN VITAMIN D TERHADAP TEKANAN DARAH SISTOLIK TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN. Dessy Hermawan; Sri Kadarsih; Sunarti Sunarti; Indwiani Astuti; Zainal Arifin Nang Agus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i3.334

Abstract

Hipertensi masih merupakan penyakit yang mengancam kehidupan manusia. Angkakejadian hipertensi di Indonesia masih tinggi dan cenderung meningkat. Penelitiantentang hipertensi melaporkan bahwa ada korelasi antara jarak dari katulistiwa dengantekanan darah, semakin jauh tinggalnya dari katulistiwa maka akan cenderung terjadipeningkat tekanan darah, hal ini karena tubuh kekurangan kadar vitamin D akibatkekurangan paparan sinar matahari. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruhpenghilangan dan pemberian asupan vitamin D terhadap tekanan darah.Rancangan penelitian ini adalah eksperimen laboratorik dengan pre-post test groupdesign. Subeyek penelitian ini adalah 20 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan usia2 bulan. Subyek dibagi menjadi lima kelompok perlakuan, yang masing-masingmendapat perlakuan berupa: diletakkan dalam kandang gelap dan diberi pakan tanpavitamin D selama 1 – 13 hari. Kemudian subyek diletakkan dalam kandang terang dandiberi asupan vitamin D 0,25 μg/Kg BB selama 1 - 5 hari. Data berupa tekanan darahsistolik sebelum dan sesudah perlakuan dikumpulkan dan dianalisis denganmenggunakan uji t berpasangan.Penghilangan asupan vitamin D dengan meletakkan di dalam kandang gelap danmemberi pakan bebas vitamin D menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan darahsistolik secara bermakna. Peningkatan tekanan darah sistolik akan sangat bermakna (p0,01) setelah 7 hari penghilangan asupan vitamin D. Sedangkan pemberian kembaliasupan vitamin D 0,25 μg/Kg BB menyebabkan terjadinya penurunan tekanan darahsejak hari pertama pemberian. Namun demikian penurunan tekanan darah sistolik akansangat bermakna (p 0,001) setelah hari keempat pemberian asupan vitamin D.Kesimpulan penelitian ini adalah penghilangan dan pemberian asupan vitamin Dsangat berpengaruh terhadap tekanan darah sistolik hewan coba.Kata Kunci : Hipertensi, Vitamin D, Tekanan Darah Sistolik
HUBUNGAN KEBIASAAN KELUAR PADA MALAM HARI DAN MEMAKAI OBAT NYAMUK DENGAN KEJADIAN MALARIA DI DESA LEMPASING KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN PESAWARAN 2015 Melisah Melisah; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i2.462

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan daerah endmis malaria. Kasus di Kecamatan Hanura 2013 sebanyak 1.988, Padang Cermin 63 kasus, dan Pedada 262 kasus. Lempasing salah satu desa di Wilayah kerja Kecamatan Teluk Pandan merupakan salah satu desa endemis malaria, Tahun 2014 Lempasing terjadi kasus malaria Teriana, Tropica dan Mix Malaria. Tujuan penelitian diketahui hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dan memakai obat nyamuk dengan kejadian malaria di Desa Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran.Rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 92 orang dipilih dengan random sampling sederhana. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil Penelitian ini memunjukkan bahwa ada hubungan kebiasaan keluar pada malam hari dengan kejadian malaria (p=0,000), kebiasaan memakai obat nyamuk (p=0,000) dengan kejadian malaria. Disarankan bagi masyarakat desa Lempasing jika harus ada kegiatan di luar rumah pada malam hari harus menggunakan obat anti nyamuk atau menggunakan pakaian yang menutup badan.Kata Kunci : Malaria, keluar, obat nyamuk.
Hubungan Teman Sebaya dengan Perilaku Penggunaan Rokok Elektrik di Kalangan Mahasiswa Karmelia Nova Diana; Maulidya Dirgandiana; RR Anis Illahi; Indisa Titaniea Ishal; Siti Mariam; Sri Sunarti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3077

Abstract

akan dihisap asapnya. Faktor lain yang mempengaruhi perilaku merokok diantaranya seperti faktor dalam diri dan faktor dari luar diri seperti teman sebaya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis hubungan teman sebaya dengan perilaku penggunaan rokok elektrik di kalangan mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat UMKT. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional dengan populasi yang ada di penelitian ini adalah mahasiswa/i di S1 Kesehatan Masyarakat  UMKT dengan jumlah responden sekitar 214 orang, serta menggunakan teknik stratified random sampling untuk menentukan jumlah respondennya. Pada variabel independen ini adalah perilaku penggunaan rokok elektrik, sementara variabel dependennya adalah teman sebaya. Untuk instrumen penelitian ini menggunakan google form sebagai kuesionernya. Hasil kuesioner tersebut akan di analisis dengan uji chi square. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah ada hubungan yang signifikan antara perilaku penggunaan rokok elektrik dengan teman sebaya (p-value <0.001).
KINERJA TENAGA PELAKSANA GIZI : PUSAT KESEHATAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MESUJI Reni A. Febrida; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i2.430

Abstract

Tercapainya target RPJMN 2010-2014 telah ditetapkan target kinerja yang harus dicapai, akan tetapi indikator tersebut masih terjadi kesenjangan. Target kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji 2011, dari delapan target indikator kinerja, masih lima target belum tercapai. Sedangkan 2011-2013, 11 indikator program gizi, terdapat empat target tidak mencapai target.Penelitian kualitatif, dengan melibatkan sembilan orang petugas gizi (utama), pimpinan puskesmas dan bidan desa sebagai triangulasinya. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, juga dilengkapi dengan obeservasi terhadap hasil laporan tahunan kinerja informan. Analisa data dengan metode content analisys.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas gizi masih rendah, disebabkan : latar belakang pendidikan yang tidak sesuai, insentif relatif tidak memadai, pimpinan puskesmas kurang mendukung program gizi, serta adanya double job. Sedangkan yang menunjang kinerja adalah informan memiliki motivasi yang baik. Selain itu pelatihan hanya akan menambah beban pekerjaan dan akan sia-sia bila tidak didukung komitmen pimpinan.Kata kunci : kinerja, pendidikan, insentif, pimpinan, motivasi, pelatihan.
Aplikasi Pemanfaatan Buku Kia Menggunakan Media Lembar Balik Dengan Metode Diskusi Dan Ceramah Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Karang Anyar Lampung Selatan Nova Muhani; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i2.1453

Abstract

gggjj
ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN INFORMED CONSENT PERSFEKTIF HUKUM DI RS PROVINSI LAMPUNG 2013 Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i2.357

Abstract

Rumah Sakit (RS) sebagai penyelenggara pelayanan kesehatan dituntut untukmemberikan pelayanan kesehatan bermutu dan adanya jaminan kualitas (Samino danDina, 2008). Pelayanan informed consent merupan instrumen penting dalam pelayanankesehatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelengkapan pengisian dokumeninformed consent di RS Provinsi Lampung 2013.Pengumpulan data dengan melakukan pengkajian dokumen informed consent di masingmasingRS. Hasil penelitian menunjukkan dari 77 lembar dokumen informed consenttidak ada satu pun yang diisi dengan lengkap. Dari 22 variabel, hanya 7 (9,1%) yangdiisi dengan lengkap, lebih banyak yang tidak lengkap 70 (90,9%). Sedangkan dari 13variabel utama nama dan tanda tangan dokter yang terisi dengan lengkap baru 60(78%).Secara hukum dokumen informed consent yang tidak diisi dengan lengkap, tidakmemenuhi aspek hukum dan lemah sebagai alat bukti. Disarankan pimpinan RSmengevaluasi pelaksanaan informed consent di institusinya masing-masing.Kata Kunci : Informed consent, Hukum dan Dokumen
HUBUNGAN STATUS IMUNISASI, ASI EKSLUSIF, DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS REJOSARI Rika Andriyani; Octa Dwienda Ristica
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i2.485

Abstract

Pnemonia merupakan proses peradangan pada parenkim paru-paru, yang biasanya dihubungkan dengan meningkatnya cairan pada alveoli. Penyakit ini lebih rentan terjadi pada bayi dan anak kecil karena respon imunitas mereka masih belum berkembang dengan baik. Puskesmas Rejosari merupakan puskesmas dengan jumlah pneumonia tertinggi yaitu dengan proporsi kejadian pneumonia pada tahun 2011 sebanyak 8,5%, pada tahun 2012 proporsi pneumonia sebanyak 8,3% dan pada tahun 2013 sebanyak 8,03%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, asi ekslusif dan status imunisasi dengan kejadian pneumonia pada balita. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rejosari. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh balita yang berkunjung ke Puskesmas Rejosari pada tahun 2014-2015 yakni 10647 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian balita yang berkunjung ke Puskesmas yang berkunjung berjumlah 115. Jenis penelitian analitik kuantitatif dengan desain case control. Kasus adalah balita yang terkena pneumonia yang berkunjung ke puskesmas Rejosari, demikian kontrol adalah balita yang berkunjung ke Puskesmas tersebut. Analisa yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil uji statistik dapat diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kejadian pneumonia pada balita (p value 0,001, OR=3,28 (1,06-6,27)). Sedangkan status imunisasi (p value 0,341) dan status asi ekskutif (p value 0,152) tidak berhubungan dengan kejadian pnemonia. Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk dapat memberikan informasi atau pengetahuan tentang pemenuhan nutrisi pada balita khususnya pada ibu yang berpotensi memiliki balita yang status gizinya kurang baik.Kata Kunci : Status gizi, Asi ekslusif, status Imunisasi dan Pneumonia
Faktor Underweight Pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Sulistri Atmasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3782

Abstract

ABSTRAKUnderweight merupakan permasalahan gobal, termasuk Indonesia. Underweight merupakan gabungan gizi kurang dan gizi buruk yang dapat mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kasus underweight di wialayah kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu masih cukup tinggi,  terbanyak menyerang usia 24-59 bulan. Tujuan penelitian diketahui faktor underweight pada balita 24-59 bulan.Desain penelitian case control dengan sampel 117 responden (39 kasus dan 78).  Pemilihan sampel kontrol dengan purposive sampling, analisis menggunakan uji chi square, dengan convident interval (CI) 95%.Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pola konsumsi (0,001, OR 6,46), penyakit infeksi (0,001, OR 6,03), pola asuh (0,002, OR 5,07), menimbang berat badan (0,029, OR 2,662) dengan underweight. Tidak ada hubungan antara sanitasi dengan underweight (0,332). Dapat disimpulkan bahwa variabel pola konsumsi makan, penyakit infeksi, pola asuh, dan perilaku menimbang berat badan menjadi faktor penyebab underweight, sedangkan variabel sanitasi bukan menjadi faktor underweight. Disarankan petugas kesehatan aktif memberikan informasi mengenai PMT pabrikan, edukasi gizi seimbang kepada ibu balita, serta pentingnya melakukan penimbangan berat badan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian faktor risiko  underweight.Kata Kunci : faktor underweight
HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI KB SUNTIK DENGAN GANGGUAN SIKLUS HAID DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTAU TIJANG KECAMATAN PUGUNG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN 2012 Vera Lesmana; Gunawan Irianto; Khoidar Amirus
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i2.325

Abstract

Salah satu pasal dari Millenium Development Goals (MDGs) yang disepakati oleh 189negara termasuk Indonesia adalah peningkatan kesehatan dan kesejahteraan ibusepanjang siklus kehidupan ibu termasuk dalam hal kontrasepsi serta efek kontrasepsitermasuk gangguan siklus haid. Kontrasepsi suntik terdiri dari kontrasepsi suntik 3 bulandan kontrasepsi suntik 1 bulan. Masalah yang sering timbul disebabkan kontrasepsisuntik 3 bulanan yaitu: amenore 60%, oligomenore 20%, dan polimenore20%,sedangkan kontrasepsi suntik 1 bulanan 85% dari akseptor KB tidak mengalamimasalah atau gangguan siklus haid. Tujuan penelitian adalah ingin mengetahui hubunganpenggunaan alat kontrasepsi KB suntik dengan gangguan siklus haidJenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan. Populasiadalah semua akseptor KB Suntik yang berjumlah 347 orang ibu dengan sampel 186orang diambil dengan tehnik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakankuisioner yang dianalisis dengan menggunakan uji chi square.Hasil penelitian menemukan ada sebanyak 67 (36,0%) responden yang mengalamigangguan siklus haid dan terdapat jumlah pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan yaitu140 (75,3%) responden, sedangkan responden dengan kontrasepsi suntik I bulanadalah sebanyak 46 (24,7%) responden. Ada hubungan yang bermakna penggunaan alatkontrasepsi KB suntik dengan gangguan siklus haid di wilayah kerja Puskesmas RantauTijang Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Tahun 2012 dengan p vallue : 0,005.Nilai OR = 2,78 artinya yang menggunaan alat kontrasepsi KB suntik 3 bulan berpeluang2,78 kali lebih tinggi untuk mengalami gangguan siklus haid dibandingkan respondenyang menggunaan alat kontrasepsi KB suntik 1 bulan. Saran yang dapat diberikankepada akseptor KB suntik yang mengalami gangguan siklus haid agar menggunakanalat kontrasepsi KB non hormonal untuk menghindari efek samping yang berat.Kata Kunci : Kontrasepsi, Gangguan Haid, KB Suntik

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue