cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADING REJO 2015 Rieseva Fitria; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.453

Abstract

Tuberkulosis Paru (Tb Paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis (Mycobacterium Tuberculosis), dapat menyerang siapa saja serta menyebabkan kematian, apabila tidak diobati. Kepatuhan terhadap anjuran minum obat anti tuberkulosis (OAT) adalah faktor penting yang berperan dalam proses penyembuhan Tb Paru dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course). Angka Konversi kasus terendah ketiga se-Kabupaten Pringsewu berada di Puskesmas Gading Rejo sebesar 75%. Angka keberhasilan pengobatan kasus Tb Paru BTA (+) terendah berada di Gadingrejo (79%), dimana berdasarkan survey pada 10 orang pasien didapatkan hasil 40% pasien patuh terhadap pengobatan Tb Paru.Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional dan objek penelitian berjumlah 85 orang penderita Tb Paru di Puskesmas Gading Rejo yang terdata di tahun 2014. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dari bulan Februari-Juni 2015 berlokasi di 15 Pekon wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo, analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil analisis secara univariat menunjukkan bahwa (75,3%) responden patuh minum OAT, (57,6%) responden mendapat dukungan emosional kategori tinggi, (64,7%) responden mendapat dukungan penghargaan kategori tinggi, (56,5%) responden mendapat dukungan instrumental kategori tinggi, (75,3%) responden mendapat dukungan informasional kategori tinggi. Secara bivariat menunjukkan ada hubungan dukungan emosional (p value = 0,004 ; OR= 5,1), ada dukungan penghargaan (p value= 0,031; OR= 3,4), ada dukungan instrumental (p value = 0,007; OR= 4,7), ada dukungan informasional (p value= 0,001; OR= 16,2) dengan kepatuhan minum OAT di wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo 2015.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan kepada keluarga untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan dukungannya terhadap penderita untuk selalu patuh minum OAT dengan cara selalu mengingatkan jadwal pengambilan OAT di Puskesmas, selalu mengingatkan jadwal harian minum OAT, selalu memastikan bahwa OAT telah diminum dengan benar, selalu mengingatkan jadwal pemeriksaan hasil pengobatan dan selalu memberi dukungan emosional bahwa penyakit Tb Paru dapat disembuh.Kata Kunci : Kepatuhan Minum OAT, Dukungan Keluarga, Tb Paru
Evaluasi Pengadaan Obat Secara E-Purchasing Berdasarkan E-Katalog Menggunakan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur Restina Sapta Risa; Dina Dwi Nuryani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2974

Abstract

Permasalahan yang terjadi di Puskesmas Sekampung yaitu jumlah realisasi obat yang tidak sesuai dengan Rencana Kebutuhan Obat yang telah diajukan dimana pada tahun 2017 hanya terealisasi sebanyak 38,7% dan tahun 2018 hanya terealisasi sebanyak 26,3%. Hal ini berdampak pada pasien karena akan terjadi kekosongan obat. Kesenjangan antara perencanaan dan realisasi pengadaan obat tersebut yang menyebabkan peneliti merasa tertarik melakukan penelitian dengan tujuan mengevaluasi proses pengadaan obat secara e-purchasing berdasarkan e-katalog menggunakan dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan informan penelitian meliputi pejabat Pengadaan Barang, Pejabat Pembuat Komitmen, dan Apoteker dan triangulasi sumber berupa dokumentasi pengadana obat. Analisis data menggunakan analisis isi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab terjadinya kesenjangan antara jumlah obat yang didapatkan dibandingkan dengan obat yang telah diajukan melalui RKO diantranya yaitu: 1) proses pengeluaran Surat Keputusan untuk setiap pihak yang terlibat dalam proses e-purchasing yang terlalu lama, 2) proses approve yang cukup panjang, 3) waktu pemasanan yang dilakukan diakhir tahun dan bersamaan oleh seluruh puskesmas yang membuat distributor tidak dapat memenuhi semua pesanan yang masuk berkaitan dengan stock barang yang sudah mulai habis. Penelitian ini menyarankan agar pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Timur  untuk dapat mempercepat proses pengeluaran Surat Keputusan tugas bagi pihak-pihak yang terkait dengan proses e-purchasing.
FAKTOR KEAKTIFAN PENDERITA TB PARU DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI KOTA METRO TAHUN 2014 Saleh Saleh; Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.421

Abstract

Tuberkolusis (TB) paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh basil mycobacterium tuberkolusis. Angka Succes Rate Kota Metro 89,04% (2013), dibawah target Nasional (>91%). Kendala yang dihadapi diantaranya terdapat penderita TB yang mangkir dan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit TB paru. Tujuan penelitian adalah diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi keaktifan penderita TB paru dalam menjalani pengobatan di Kota Metro tahun 2014.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan survei analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi adalah seluruh penderita TB (BTA positif) yang tercatat dan berobat di seluruh Puskesmas di Kota Metro pada tahun 2013 berjumlah 103 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner, teknik analisis data uji chi squareHasil penelitian menunjukkan responden aktif menjalani pengobatan (89%), memiliki pengetahuan baik (54%), pendidikan tinggi (56%), bekerja (64%), dukungan keluarga baik (68%), peran PMO baik (76%). Tidak ada hubungan pengetahuan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,112), tidak ada hubungan pendidikan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,204), ada hubungan pekerjaan dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,001), ada hubungan dukungan keluarga dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004), ada hubungan peran PMO dan keaktifan penderita TB dalam menjalani pengobatan (p=0,004). Saran untuk Penderita TB paru agar aktif menjalani pengobatan. Petugas kesehatan agar meningkatkan program penyuluhan kesehatan, konseling, meningkatkan pengetahuan PMO, melakukan jemput bola pada penderita mangkir.Kata Kunci : Keaktifan Penderita TB paru
Hubungan Kontrasepsi Hormonal Dengan kejadian Hipertensi Pada Wanita di Indonesia ( Analisis Data IFLS 5 tahun 2014 ) Eni Setiyowati; Sudarto Atmodjo
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i1.521

Abstract

Di Indonesia prevalensi hipertensi semakin meningkat, data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi hipertensi sebesar 25,8% meningkat menjadi 34,1% berdasarkan data Riskesdas tahun 2017. Berbagai faktor mempengaruhi terjadinya hipertensi salah satunya penggunaan kontrasepsi hormonal. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui besarnya hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kejadian hipertensi pada wanita di Indonesia. Desain penelitian adalah cross sectional yang menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey(IFLS) 5 tahun 2014. Sampel penelitian ini adalah wanita diatas 15 tahun yang terdaftar dalam data IFLS 5 dan mempunyai data lengkap tentang semua variabel yang dibutuhkan berjumlah 1471. Penelitian ini menggunakan analisis multivariat cox regression. Hasil analisis multivariat menyatakan adanya hubungan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan terjadinya hipertensi dengan nilai HR sebesar 1,43 (CI:95%:1,045-1,952) setelah dikontrol variabel indeks massa tubuh. Disimpulkan bahwa kontrasepsi hormonal merupakan faktor risiko terjadinya hipertensi. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal memiliki risiko mengalami hipertensi 1,43 kali lebih besar dibandingkan dengan wanita yang menggunakan kontrasepsi non hormonal. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan tekanan darah terlebih dahulu pada saat akan menggunakan kontrasepsi hormonal dan tidak dianjurkan bila diketahui hasil pemeriksaan tekanan darahnya tinggi.Kata kunci : Estrogen, kontrasepsi hormonal, hipertensi.
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) PADA TATANAN RUMAH TANGGA DI DESA MANDAH WILAYAH KERJA PUSKESMAS BRANTI RAYA KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Amri Wijaya; Lolita Sari; Lika Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.389

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat hakikatnya adalah dasar pencegahan manusia dariberbagai penyakit. Kesehatan merupakan dambaan dan kebutuhan setiap orang. Prinsipperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) ini menjadi salah satu landasan dan programpembangunan kesehatan di Indonesia. Tujuan penelitian adalah diketahuinya pengaruhpenyuluhan terhadap pengetahuan dan sikap tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) pada tatanan rumah tangga di Desa Mandah Wilayah Kerja Puskesmas BrantiRaya Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung tahun 2013Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan survei analitik dengandesain experiment dengan pendekatan random pre test and post test design. Populasiadalah seluruh batita di Desa Mandah Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya KecamatanNatar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung sebanyak 223 orang dan sampel 69orang, analisa menggunakan uji T dependen.Hasil uji statistik didapatkan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuantentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan pvalue= 0,000. Ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap tentang Perilaku Hidup Bersihdan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan p-value = 0,000.Saran, diharapkan petugas promosi kesehatan di Puskesmas Branti RayaKecamatan Natar untuk lebih meningkatkan atau mengintensifkan penyuluhan diwilayah kerjanya khususnya mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) padatatanan rumah tangga dengan rentang waktu 1 bulan sekali.Kata Kunci : Penyuluhan, Pengetahuan, Sikap, PHBS
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PEMAKAIAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA PETERNAKAN SAPI DAN KAMBING DI KECAMATAN CIKALON GKABUPATEN TASIKMALAYA Ringgo Alfarisi; Nucky Nurhikmah Rahman; Tusy Triwahyuni
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i4.1088

Abstract

ABSTRAKBerdasarkan laporan International Labour Organization(ILO) tahun 2017, diseluruh dunia terjadi lebih dari 317 juta kecelakaan dalam pekerjaan per tahun. Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada pekerja di lingkungan peternakan di Indonesia masih terbilang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan pemakaian APD pada pekerja peternakan sapidan kambing di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh populasi pekerja peternakan sapidan kambing di Kecamatan Cikalong Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 53 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gambaran pengetahuan pekerja paling banyak pada kategori baik (33 orang, 62,3%), sikap pekerja paling banyak pada kategori baik (32 orang, 60,4%), dan perilaku penggunaan APD pekerja paling banyak pada kategori baik (35 orang, 66,0%).Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pekerja (p=0,027) dan sikap pekerja (p=0,046) dengan pemakaian APD. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan pekerja dan sikap pekerja dengan pemakaian APD.
Pemanfaatan Jamban Umum Dan Buang Air Besar Sembarangan di Kelurahan Kaliawi Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung Evie Karmila; Fitri Ekasari; Vera Yulyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.3072

Abstract

Kota Bandar Lampung memiliki jumlah masyarakat yang BABS sebanyak 9.341 KK. Kelurahan Kaliawi merupakan penyumbang terbesar di Kecamatan Tanjung Karang Pusat yang jumlah penduduknya banyak melakukan BABS dengan menggunakan kantong plastik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali informasi lebih dalam mengenai pemanfaatan jamban umum dan perilaku BABS bagi masyarakat daerah Kaliawi.Penelitian kualitatif dengan rancangan studi fenomena. subyek dalam penelitian ini terdiri dari informan kunci yaitu lurah, petugas kesehatan program sanitarian dan kader kesehatan, informan pendamping yaitu masyarakat yang tidak melakukan BABS, dan informan utama yaitu masyarakat yang melakukan BABS. data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi tempat buang air besar. analisa data menggunakan content analysis dengan matriks wawancara.Hasil wawancara terdapat sebagian besar informan tidak memiliki jamban dan melakukan BABS, sebagian besar informan memiliki persepsi yang kurang baik, sebagian kecil informan menyatakan sikap yang positif, semua informan menyebutkan bahwa tidak peduli dengan pandangan orang lain terhadap perilaku BABS, sebagian informan menyatakan bahwa mereka tahu perilaku BABS tidak baik, sebagian besar informan tidak memiliki biaya dan tempat perizinan pembangunan yang sulit, sedangkan keberadaan jamban umum berada jauh dari jangkauan masyarakat.Diharapkan kepada pemerintah setempat untuk membangun jamban umum di lokasi yang strategis agar dapat dijangkau oleh masyarakat dan membuat aturan perundang-undangan untuk tidak melakukan BABS dan menjaga kebersihan jamban umum secara bersama. Kata Kunci : Buang Air Besar Sembarangan, Pemanfaatan Jamban, RANAS
FAKTOR PENULARAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS IMMUNOGLOBULIN M ANTI VIRUS DENGUE (Studi di Kabupaten Cirebon Jawa Barat) Lukman Hakim; Budi Santoso; Asep Jajang K
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i1.316

Abstract

Angka kesakitan demam berdarah dengue masih tinggi karena faktor penularannyabelum banyak diketahui, sehingga pemberantasan masih berdasarkan padaperkembangan kasus. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi tentang faktor yangberhubungan dengan status IgM anti virus dengue.Penelitian dilaksanakan di desa Klayan Kecamatan Gunungjati kabupaten Cirebon dengandesain cross sectional. Variabel penelitian meliputi 10 variabel independent yaitu 5variabel lingkungan dan 5 variabel pejamu dengan variable dependent status IgM antivirus dengue. Data yang dihasilkan dianalisis menggunakan bivariat dan multivariatuntuk mengetahui hubungan antara variabel independent dengan dependent.Dari 200 responden yang diteliti, diketahui 56% tinggal di rumah padat penghuni, 85%di rumah dengan pencahayaan tidak optimal, 41,5% di rumah positif kontainer air tidaktertutup, 96% di rumah dengan suhu udara optimal, 62% di rumah dengan kelembabanudara optimal, dan 23,5% di rumah dengan positif larva nyamuk Aedes spp. Respondendengan aktivitas di luar rumah kategori rendah sebesar 51,5%, status gizi tidak normalsebesar 34%, kelompok umur <5 tahun sebesar 10,5%, pernah sakit DBD sebesar 16%,dan positif IgM anti virus den mmmmubhbgue sebesar 17,5%. Analisis bivariatmenunjukkan 3 variabel independent signifikan berhubungan dengan variabel dependent,sedangkan analisis multivariat menghasilkan 2 variabel signifikan berhubungan denganvariabel dependent.Disimpulkan, variabel yang terbukti berhubungan dengan status IgM anti virus dengueadalah aktivitas penghuni di luar rumah, status gizi dan kelompok umur. Sedangkanpendugaan peluang terjadinya IgM anti virus dengue bisa dihitung berdasarkan nilaivariabel aktivitas penghuni di luar rumah dan status gizi.Kata kunci : IgM anti virus dengue, kepadatan hunian, gizi, umur.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BAYI BERAT LAHIR RENDAH (Studi Kasus Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung) Nurul Isnaini
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.444

Abstract

Angka kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia sangat bervariasi antara satu daerah dengan daerah lain, yaitu berkisar antara 9%-30%. Berdasarkan laporan tahunan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2010 kasus BBLR sebanyak 11%, tahun 2012 11% dan tahun 2012 sebanyak 11,9%. Data kejadiaan BBLR di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2010 sebanyak 17,1%, tahun 2011 sebanyak 17,3%, tahun 2012 kembali meningkat sebanyak 18,3%.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif, desain analitik dengan pendekatan case control. Populasi seluruh bayi dirawat diruang perinatologi tahun 2013 berjumlah 654. Sampel 212, terdiri dari 106 kasus dan 106 kontrol. Pengambilan sampel kontrol dilakukan dengan teknik purposive sampling, dan kasus total populasi kasus. Sedangkan analisis data univariat, bivariat (Chi Square) dan multivariat dengan menggunakan regresi logictik ganda. Derajat kepercayaan ditetapkan 95% dengan alpha 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa variabel yang berpengaruh terhadap kejadian BBLR, yaitu usia ibu (p-value = 0,008; OR = 2,18), jarak kehamilan (p value= 0,019; OR = 1,99), paritas (p-value = 0,005; OR = 2,28), penyakit ibu (p-value = 0,000; OR = 2,84), hidramnion (p-value = 0,034; OR = 1,91), perdarahan antepartum (p-value = 0,006; OR = 2,23), komplikasi kehamilan (p-value = 0,020; OR = 1,98), cacat bawaan (p-value = 0,05; OR = 1,81), infeksi dalam rahim (p-value = 0,013; OR = 2,07). Faktor dominan yang paling berpengaruh dengan kejadian BBLR yaitu komplikasi kehamilan (p value = 0,006 OR = 2,437). Disarankan ibu hamil mampu meningkatkan peran serta dinas kesehatan, bekerjasama dengan petugas kesehatan dan masyarakat dalam mencegah dan menangani kejadian BBLR.Kata Kunci : Faktor-Faktor yang mempengaruhi, kejadian BBLR
Analisis Hubungan Ketuban Pecah Dini (KPD) dan Paritas dengan Partus Lama Yunida Haryanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3030

Abstract

Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Mohammad Djoen Sintang selama 3 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus partus lama. Pada tahun 2017 sebanya 41 kasus dan pada tahun 2018 meningkat menjad 65 kasus. Dan pada than 2019  sebnyak 47 kasus.  Penyebab partus lama di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Mohammad Djoen Sintang diantaranya adalah inersia uteri, incoordinate uterin action, CPD (Cephalopelvik), kelainan letak janin (letak lintang dan sungsang) (Profil RSUD Ade Mohammad Djoen, 2019). Untuk mengetahui Analisis hubungan ketuban pecah dini (KPD) dan paritas dengan partus lama di rumah sakit umum daerah Ade mohammad djoen kabupaten sintang Tahun 2020. Desain pada penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang Tahun 2019 yang berjumlah 1.383 orang, jumlah sampel yaitu sebanyak 310. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Sampel penelitian menggunakan Lembar Ceklist. Analisis data menggunakan analisis Univariat dan bivariat. Adanya hubungan yang signifikan yaitu variabel KPD (OR= 2.8 ;95% CI= 2.5-3.3 ; P= 0.004), Hal ini berarti ibu yang mngalami KPD mempunyai peluang 2.802 kali lebih besar untuk mengalami partus lama dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami partus lama dan adanya hubungan yang signifikan yaitu variabel paritas OR= 2.9 ;95% CI= 3.6-5.2 ; P=  0.004).  Hal ini berarti, ibu yang memunyai paritas berisiko  mempunyai peluang 2,891 kali lebih besar untuk mengalami partus lama dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami partus lama. diharapkan kepada petugas kesehatan tetap mempertahankan pelayanan yang sudah ada dan bahkan lebih ditingkatkan lagi. Adapun pelayanan yang harus ditingkatkan adalah pemberian pendidikan kesehatan kepada ibu bersalin tentang partus lama dan akibat dari partus lama pada bayi dan ibu.

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue