cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP KELAS III DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr.A.DADI TJOKRODIPO BANDAR LAMPUNG TAHUN 2014 Devy Septina Sari; Samino Samino
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i4.412

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapatmemuaskan setiap pemakai jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasanrata-rata penduduk, serta penyelengggaranya sesuai dengan kode etik dan standarpelayanan profesi yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahuihubungan mutu pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan pasien rawat inap kelasIII di Rumah Sakit Umum dr.A.Dadi Tjokrodiipo Bandar Lampung tahun 2014Jenis penelitian yang di gunakan adalah analitik dengan pendekatan cross sectoral.Populasinya adalah pasien rawat inap RSUD dr.A.Dadi Tjokrodipo dengan jumlah populasi474. Sample 200 orang. Analisa data menggunakan uji Chi-square (X2) dengan alpha0,05Hasil uji statistik didapatkan ada hubungan antara tangible (p-value=0,000)denganOR 29,000, reability (p-value =0,000)dengan OR 63,000, responsiveness ( pvalue=0,000)dengan OR 63,000, assurance (p-value=0,000)dengan OR 104,000 danempaty (p-value-0,000)dengan OR 108,818 dengan kepuasan pasienKesimpulan ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien. Disarankanagar dimensi mutu pelayanan kesehatan berdasarkan tangible yang menunjukanpengaruh signifikan yang lemah untuk menjadi perhatian dengan meningkatkankebersihan ruangan dengan cara memberikan pengarahan kepada tenaga kebersihanyang ada di ruang rawat inap.Kata kunci : Kepuasan pasien, tangible, reability, responsiveness,assurance, empaty
STUDY COHORT : ANALISIS SURVIVAL PADA PENYAKIT GINJAL KRONIK DENGAN KOMORBIDITAS DIABETES MELITUS DENGAN MENGGUNAKAN COX REGRESSION Nova Muhani; Nurhalina Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.1911

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan masyarakat global dengan prevalensi dan insidens gagal ginjal yang meningkat, prognosis yang buruk dan biaya yang tinggi. PGK merupakan penyebab kematian. Secara global, penyebab PGK terbesar adalah komorbiditas dengan  diabetes mellitus. Berdasarkan survei pendahuluan di unit hemodialisis dari tahun 2014-2017 masing-masing 165,172,238,306 kasus menunjukkan adanya peningkatan jumlah pasien baru dengan diagnosis PGK yang harus menjalani hemodialisis. Semakin meningkatnya pasien baru PGK di RSUDAM Bandar Lampung. Tujuan penelitian mengetahui satatus demografi (umur, jenis kelamin,) dan lama ketahanan hidup pasien PGK yang menjalani hemodialisis berdasarkan komorbiditas diabetes melitus, luaranya Mengetaui probabilitas dan besaran risiko kematian PGK. Desain kohort retrospektif, sampel sebesar 249 responden. Penelitian menggunakan data dari laporan  harian unit hemodialisis dan rekam medis Analisis yang digunakan analisis survival. sebanyak 249 responden bahwa terjadi kematian (Event) sebesar 46%, terdapat 27,3% pasien PGK dengan Komorbiditas Diabetes Melitus. Responden hemodialisa berdasrkan jenis kelamin presentasinya tidak jauh berbeda antara laki-laki (51%) dan perempuan (49%). Hasil uji statistik diperoleh nilai-p=0.001. Dengan α=0,05, (RR=1,9).
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DIMENSI KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KOTABUMI UDIK TAHUN 2013 wien wiratmoko; Marlinda agustina; yesi nurmalasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.380

Abstract

Survei Ekonomi Nasional tahun 2011 menunjukan bahwa pemanfaatan puskesmasoleh masyarakat masih rendah, hal ini mungkin disebabkan kurang puasnya masyarakatterhadap pelayanan di puskesmas. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasanantaralain adalah karakteristik pasien dan dimensi kualitas pelayanan. Berdasarkanlaporan SP2TP Puskesmas Kotabumi Udik diketahui bahwa 3 tahun terakhir (tahun 2009s/d 2011) kunjungan ke puskesmas tersebut mengalami penurunan, hal ini mungkindisebabkan adanya ketidak puasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan. Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan dimensikualitas pelayanan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kotabumi Udik tahun 2013.Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional terhadap 105pasien dari bulan Maret 2013. Pengumpulan data menggunakan kusioner tertutupdengan cara melakukan wawancara. Analisa data yang digunakanan adalah analisaunivariat, bivariat dan multivariate menggunakan ditribusi frekuensi, chi-square, danregresi logistic.Hasil analisa univariat diketahui bahwa 60% pasien puas, 41% berpendidikan SLTA,34,3% tidak bekerja dan ibu rumah tangga (IRT), 52,4%) status ekonomi rendah, 50,5%menilai handal, 74,3% menilai tanggap, 57,1% menilai ada jaminan, 58,1% menilai adaempati, 60% menilai bukti fisiknya baik. Analisa bivariat menunjukan faktor yangberhungan dengan kepuasan adalah reability (kehandalan) dan tangibles (bukti nyata)dan yang tidak berhubungan adalah pendidikan, pekerjaan, status ekonomi,responsiviness (daya tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati). Analisamultivariate menunjukan bahwa faktor yang paling dominan berhubungan dengankepuasan adalah reability (kehandalan).Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada pimpinan dan staf puskesmashendaknya melayani pasien sesuai dengan keinginan pasien, diantaranya kecepatan,ketepatan, kemampuan dan kesiapan pelayanan.Kata kunci : karakteristik pasien, dimensi kualitas pelayanan, dan kepuasanDinasKesehatan Kab Lampung Utara
FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN DEMAM BERDARAHDENGUE (DBD) DI KELURAHAN MANGSANG, KOTA BATAM Lisastri Syahrias
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v7i3.508

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan masalah kesehatan di Kecamatan Sei Beduk.Kasus DBD mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir, terutama di Kelurahan Mangsang.Penyebab utama DBD adalah kurangnya pengetahuan masyarakat yang berdampak sikap negatif terhadap pencegahan DBD, kurangnya informasi tentang penyakit DBD dan kurang aktifnya peran petugas kesehatan.Tujuan diketahuinya faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan DBD pada masyarakat di Kelurahan Mangsang Kecamatan Sei Beduk Kota Batam 2017. Jenis penelitian kuantitatif, rancangan analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional.Dilaksanakan pada Juli–Desember 2017, di Kelurahan Mangsang Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.Populasi semua KK yang ada di Kelurahan Mangsang, 298, dengan sampel 168 responden.Data diproses dengan, uji Chi Square dan uji Regresi LogisticGanda. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan baik (92,9%), bersikap positif (80,4%), ketersediaan informasi (93,5%), keaktifan peran petugas kesehatan (48,2%), berperilaku positif terhadap pencegahan DBD (73,2%). Ada hubungan bermakna pengetahuan (p=0,026), sikap (p=<0,001), ketersediaan informasi (p=<0,001), dan peran petugas kesehatan (p=<0,001) dengan perilaku pencegahan DBD. Variabel yang paling dominan adalah sikap. Semua variabel independen (pengetahuan, sikap, ketersediaan informasi, peran petugas kesehatan) berkaitan dengan perilaku pencegahan DBD di Kelurahan Mangsang Kecamatan Sei Beduk2017.Diharapkan masyarakat secara bertahap meningkatkan pengetahuan melalui penyuluhan, pemberdayaan masyarakat secara aktif dan melakukan gerakan 3M plus untuk mencegah terjadinya DBD, sehingga terbentuk perilaku hidup sehat
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA PERSENTASE PENCAPAIAN LAPORAN KESEHATAN IBU DI KABUPATAN TULANG BAWANG TAHUN 2012 Pramadya Pramadya; Ahcmad Farich; Herry Djoko Subandriyo
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i1.348

Abstract

Millenium Development Goals (MDGs) atau tujuan pembangunan millennium adalahupaya untuk memenuhi hak-hak dasar kebutuhan manusia. Tujuan MDG’s salahsatunyameningkatkan kesehatan ibu ( menurunkan kematian ibu dari 228/100.000 menjadi102/100.000 pada tahun 2015).Penelitian ini adalah penelitian kualitatif untuk mengetahui penyebab rendahnyapersentase pencapaian laporan kesehatan ibu di Kabupaten Tulang Bawang. Populasidalam penelitian ini adalah seluruh Koordinator Tim SIMPUS Seluruh Puskesmas yangada di Kabupaten Tulang Bawang, yaitu berjumlah 18 Orang, dan Bidan Koordinatorberjumlah 18 orang, dengan total informan 36 orang. Sedangkan yang menjadi subyekdalam penelitian ini adalah yang bersedia menjadi informan, yaitu lima bidan koordinatordan lima koordinator Tim SIMPUS.Secara umum diperoleh hasil pendataan melalui wawancara mendalam (indepthinterview) pada 10 informan, adapun hasil yang diperoleh bahwa Bidan KoordinatorPuskesmas dan Koordinator Tim SIMPUS belum menguasai seluruh laporan yang terkaitdengan kesehatan ibu. Bidan koordinator dalam bertugas mengumpulkan dan merekaplaporan kesehatan ibu tidak dibantu oleh pegawai puskesmas lainnya. Dalam penerapanmetode sumber data kesehatan ibu masih belum tepat, puskesmas belum menggunakandata sasaran riil berdasarkan capaian hasil kegiatan pada tahun sebelumnya, pada saatini masih menggunakan data sasaran proyeksi dengan sumber data penduduk yangbervariasi. Dalam penerapan metode pengumpulan data kesehatan ibu masih belummaksimal, belum seluruhnya mengirimkan data kesehatan ibu ke puskesmas.Pemanfaatan data Kesehatan ibu sudah sudah dilakukan oleh puskesmas, tetapi belummaksimal, belum ada sinkronisasi antara data laporan bulanan kesehatan ibu, SP2TP,RUK, RPK dan POA Puskesmas.Saran disampaikan Perlu ada perubahan kebijakan. Perlu dilakukan perubahanmanajemen. Perlu diadakan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas dan Penetapanindikator serta definisi operasional Standar Pelayanan Minimal. Bidang Kesehatan.Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menggunakan jenis penelitian kuantitatif.Kata Kunci : Bidan Koordinator, Koordinator Tim Simpus, PTP, LOKMIN, PKP
FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN INFERTILITAS SEKUNDER PADA WANITA USIA SUBUR (WUS) DI KECAMATAN RAWA PITU KABUPATEN TULANG BAWANG Cristin Angelina Febriani; Ririn Wulandari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i1.476

Abstract

Terdapat 20 WUS di Desa Andalas Cermin Kecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawang, sebanyak 6 orang (30%) berusia 20-35 tahun mengalami gangguan hormon yang menyebabkan tidak terjadi kehamilan 11 orang (55%), dan infeksi alat reproduksi wanita 3 orang (15%).Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yangmempengaruhi kejadian infertililtas sekunder pada WUS diKecamatan Rawa Pitu Kabupaten Tulang Bawangtahun 2015. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi wanita usia subur (WUS) di Kecamatan Rawa Pitu 5.666 orang, dengan sampel 98 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan chi square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,001), siklus haid (p= 0,000), infeksi alat reproduksi (p=0,017), status gizi (p=0,001) dan frekuensi hubungan seksual (p=0,001) dengan infertilitas sekunder.Faktor yang paling dominan yang mempengaruhi adalah usia dengan p=0,001. Disarankan, bagi keluarga muda, jika ingin segera memiliki anak, lakukan senggama 2-3 kali seminggu.Kata kunci: faktor infertilitas sekunder
Hubungan Karakteristik dengan Peningkatan Tekanan Darah di Sumbul, Sumatera Utara Pomarida Simbolon; Nagoklan Simbolon; Magda Siringo-ringo; Vinsensia A.Sihotang
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i2.2870

Abstract

Tekanan darah tinggi atau hipertensi sering terjadi di masyarakat yang setiap tahunnya meningkat. Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan hipertensi yaitu adanya gaya hidup dan dipengaruhi oleh karakteristik yang meliputi (umur, jenis kelamin dan pendidikan). Adapun tujuan penelitian ini, yaitu untuk mengetahui adanya hubungan karakteristik dengan peningkatan tekanan darah pada masyarakat Sumbul. Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik rancangan cross sectional dengan populasi masyarakat di Sumbul dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar kuesioner dan  observasi menggunakan sphygmomanometer. Analisa data menggunakan uji chi-quare. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan umur p-value 0,241 (p<0,05), jenis kelamin p-value 0,242 (p<0,05) dan pendidikan (0,874<0,05) dengan peningkatan tekanan darah pada masyarakat Sumbul. Diharapkan agar tenaga kesehatan memberikan promosi kesehatan terkait peningkatan tekanan darah dengan memperhatikan gaya hidup.
GAMBARAN KEBUTUHAN TENAGA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM BPJS KESEHATAN DI RUANG RAWAT INAP RUMAH Aris Mulato; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.403

Abstract

Pelayanan keperawatan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan yangmempunyai kontribusi yang besar terhadap pelayanan kesehatan, selain itu keperawatanmerupakan armada terbesar dalam pelayanan kesehatan di suatu rumah sakit sehinggapelayanan keperawatan mempunyai posisi yang sangat penting dan strategis dalammeningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian ini adalahpenelitian deskriptif untuk mengetahui gambaran kebutuhan tenaga perawat di RSUDPringsewu menggunakan metode klasifikasi.Diketahui kekurangan tenaga perawat terdapat pada bangsal yang memilikitempat tidur banyak seperti Ruang Penyakit Dalam dan Ruang Bedah, sedangkan padaruang perawatan yang lain masih mencukupi bahkan kelebihan tenaga perawat. RSUDPringsewu sudah menjalankan program pembiayaan kesehatan seperti Jamkesda,Jamkesmas dan ASKES sehingga saat ini dengan adanya program BPJS Kesehatan tidakbanyak peningkatan yang berarti dengan aktifitas perawat sekarang ini.Beberapa hal yang disarankan antara lain untuk manajemen RSUD Pringsewu,perlu diadakan rotasi perawat terutama untuk menambah kekurangan tenaga perawatpada ruang perawatan yang mempunyai tempat tidur banyak, supaya beban kerjaperawat dapat merata seperti di Ruang Penyakit Dalam, Ruang Bedah dan Ruangpaviliun Asri dan VIP Alamanda. Dengan adanya perawat yang tengah cuti sakit, cutitugas belajar, perawat dengan izin belajar, rencana pengoperasioan ruang ICU, sertarelokasi RSUD Pringsewu baru, maka manajemen RSUD Pringsewu disarankan untukmerekrut tenaga perawat yang baru agar Program BPJS Kesehatan yang tengahberlangsung dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah maupunmasyarakat banyak.Kata kunci : Kinerja, Beban kerja, Kebutuhan tenaga perawat.
HubunganTingkat Pendidikandan Usiadengan Kejadian HipertensidiWilayah Kerja Puskesmas Palaran Tahun 2019 Purwo Setiyo Nugroho; Yonita Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2261

Abstract

Hipertensi adalah kejadian peningkatan tekanan darah  sama dengan atau diatas  140 mmHg atau diatas 90 mmHg.Berdasarkan Data Sistem Informasi Kesehatan Daerah SIKDA tahun 2016/2017 dari 26 Puskesmas yang berada di Kota Samarinda, Puskesmas Palaran menempati nomor dua dengan kasus Hipertensi Esensial tertinggi. Menganalisis Hubungan antara Tingkat Pendidikan dan usia dengan kejadian Hipertensi. Dalam penelitian ini metode penelitian yang digunakan adalah Case Control, dimana populasi terbagi menjadi dua kelompok  yaitu sebanyak 66 kelompok  Case (kasus) responden yang memiliki riwayat hipertensi dan sebanyak 66 kelompok Control (kontrol) responden yang tidak memiliki riwayat hipertensi jadi total keseluruhan responden sebanyak 132 responden Tekniksampel pada kasus menggunakan Simple random sampling (Sampel acak sederhana) dan sampel pada kontrol menggunakan Proportional sampling. Di dapatkan hasil ada hubungan antara tingkat pendidikan (p value 0.010; OR 2.883) dan Usia (p value 0.006; OR 13.000) dengan hipertensi.Diantara dua variabel yang paling beresiko adalah Usia
HUBUNGAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEJADIAN MALAR IA DI DESA PULAU PAHAWANG KECAMATAN PUNDUH PEDADA KABUPATEN PESAWARAN TAHUN 2013 Yulianti Yulianti; Koidar Amirus; Rahma Eliya
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.371

Abstract

Penyakit malaria masih merupakan masalah kesehatanmasyarakat di Indonesia.Penyakit ini disebabkan oleh parasitPlasmodiumdan ditularkan melalui gigitan nyamukAnophelesbetina. Peningkatan angka kesakitan Malaria di beberapa wilayah di PropinsiLampung cukup tinggi, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Pedada khususnya di DesaPulau Pahawang Kecamatan Punduh Pedada. Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuihubungan perilaku masyarakat dengan kejadian malaria di Desa Pulau PahawangKecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran Tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metodeanalitikobservational, dengan rancangancase control. Populasi pada penelitian ini 1664 orangdan jumlah sampel 118 orang dengan perbandingan sampel kasus-kontrol 1:1, sehingga59 responden kasus dan 59 kontrol dengan menggunakan kuesioner.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden yang mempunyai kebiasaankeluar rumah pada malam hari 62,7% responden, yangtidak menggunakan kassa padaventilasi rumah 78% responden, yang tidak menggunakan kelambu saat tidur malamhari 58,5% responden, dan yang menggunakan obat anti nyamuk 68,6% responden.Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara kebiasaan keluar rumah padamalam hari (p-value = 0,002) dan OR 3,32 (95% CI :1,5-7,3), ada hubungan antarapenggunaan kassa pada ventilasi rumah (p-value = 0,000) dan OR 5,97 (95% CI : 2,1-17,2), ada hubungan antara pemakaian kelambu saat tidur malam hari (p-value =0,000) dan OR 3,99 (95% CI : 1,8-8,7), dan tidak ada hubungan antara penggunaanobat anti nyamuk (p-value = 0,074) dan OR 0,487 (95% CI : 0,22-1,08) dengankejadian malaria.Disarankan kepada masyarakat jika keluar rumah malam hari menggunakanpakaian panjang atau obat nyamuk oles (rappelent), tidur malam hari pakai kelambu,dan memasang kassa pada ventilasi rumah. Bagi institusi pendidikan hasil penelitian inimenjadi referensi untuk penelitian penyakit malaria.Kata Kunci : Perilaku Masyarakat, Kejadian Malaria

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue