cover
Contact Name
Fitri eka sari
Contact Email
fitriekasari19@gmail.com
Phone
+6281379663738
Journal Mail Official
fitriekasari19@gmail.com
Editorial Address
http://www.ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/duniakesmas/about/contact
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Dunia Kesmas
ISSN : 23016604     EISSN : 25493485     DOI : DOI: https://doi.org/10.33024/jdk.v10i1
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Dunia Kesmas was published by the Faculty of Public Health, Malahayati University with a professional organization of Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat (PDKM). This journal contains articles from research, critical analytical studies in the field of public health (Epidemiology, Biostatistics, Environmental Health, Health Promotion, Reproductive Health, Public Health Nutrition, Administration and Health Policy, Occupational Safety Health).
Articles 519 Documents
HUBUNGAN PAPARAN MEDIA SOSIAL (INSTAGRAM) DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS PADA REMAJA DI SMA NEGERI 5 SAMARINDA Yuliani Winarti; Monica Andriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.1526

Abstract

Instagram di masa sekarang menjadi rutinitas setiap hari para remaja. Instagram adalah media yang membuat pengguna terhubung dengan orang-orang yang ada diseluruh dunia. karena itu dampak yang didapatkan remaja pada masa sekarang tentunya lebih beresiko menyebabkan perilaku seks bebas.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan paparan media sosial (Instagram) dengan perilaku seks bebas pada remaja di SMA Negeri 5 Samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional.Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan pendekatan studi “Cross Sectional”. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2019. Jumlah sampel sebanyak 75 responden yang didapatkan menggunakan tekhnik stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan statistik Chi Square (derajat kemaknaan 95%).Hasil penelitian didapatkan hasil ada hubungan antara paparan media sosial (instagram) dengan perilaku seks pranikah (p  0.027). Disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara paparan media sosial (Instagram) dengan perilaku seks bebas pada remaja di SMA Negeri 5 Samarinda.
HUBUNGAN LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN PENYAKIT PNEUMONIA PADA BALITA DI PUSKESMAS KOTABUMI II KECAMATAN KOTABUMI SELATAN KABUPATEN LAMPUNG UTARA TAHUN 2013 Reftia Warni; Fitri Ekasari; Wahid Tri Wahyudi
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.375

Abstract

Pola penyakit terbanyak di puskesmas Propinsi Lampung pada urutan pertamaadalah pneumonia. Pada tahun 2010 sebanyak 9.351 orang, dan pada tahun 2011sebanyak 63.806 orang (Dinkes Propinsi Lampung, 2011). Di wilayah kerja PuskesmasKotabumi II, kasus pneumonia pada tahun 2010 sebanyak 71 kasus. Tahun 2011meningkat sebanyak 83 kasus (14,46%), sedangkan pada tahun 2012 terjadi 99 kasus(16,16%) (Laporan Tahunan Puskesmas Kotabumi II 2010-2011). di Wilayah KerjaPuskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Lampung Utara didapatkan kondisiperumahan yang tidak memenuhi standar seperti lantai tanah dan berdebu, ruangventilasi yang tidak memenuhi standar sehingga udara dan cahaya tidak bisa masuksecara maksimal yang dapat menyebabkan ruangan menjadi lembab. Tujuan penelitiandiketahui hubungan lingkungan fisik rumah dengan kejadian penyakit pneumonia padabalita di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan Kotabumi Selatan Kabupaten LampungUtara tahun 2013.Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalampenelitian ini balita yang melakukan kunjungan di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara pada bulan Desember tahun 2012sebanyak 111 orang. Analisa data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian ada hubungan jenis lantai rumah dengan kejadian pneumonia padabalita (p-value = 0,000, OR = 13,810). Ada hubungan ventilasi rumah dengan kejadianpneumonia pada balita (p-value = 0,000, OR = 7,100). Ada hubungan pencahayaanalami dengan kejadian pneumonia pada balita di Puskesmas Kotabumi II KecamatanKotabumi Selatan Kabupaten Lampung Utara Tahun 2013 (p-value = 0,019, OR =2,806). Saran untuk lebih mengintensifkan lagi penyuluhan tentang rumah sehat dancara pencegahan penyakit pneumonia di Puskesmas Kotabumi II Kecamatan KotabumiSelatan Kabupaten Lampung Utara, misalnya dengan mengaktifkan kembali pelatihankader tentang pencegahan penyakit pneumonia, penyuluhan melalui posyandu dan lainlain.Kata Kunci : Lingkungan Fisik Rumah, Pneumonia pada balita
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU IBU BALITA DALAM PEMANFAATAN POSYANDU DI KELURAHAN KALIANDA KECAMATAN KALIANDA KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2017 Nurul Aryastuti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i4.503

Abstract

Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) adalah salah satu sarana pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita yang sangat penting dan memiliki peran strategis dalam upaya pembentukan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas. Pemanfaatan Posyandu oleh ibu balita di wilayah kerja Puskesmas Kalianda masih jauh dari yang diharapkan, dimana cakupan D/S Puskesmas Kalianda tahun 2016 hanya sebesar 50,6% dan tidak mencapai target Standar Pelayanan Minimal (SPM) yaitu sebesar 76,42%. Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan perilaku ibu balita dalam pemanfaatan posyandu di Kelurahan Kalianda Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2017 Studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah ibu yang mempunyai anak umur 12-59 bulan yang tinggal di Kelurahan Kalianda Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan sejumlah 518 ibu balita dan jumlah sampel 189.Teknik pengambilan sampel menggunakan proporsional sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat (chi-square) Hasil penelitian menyatakan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p value <0,001,OR: 9,6), sikap (p value <0,001,OR: 6,0), dan dukunga keluarga (p value <0,001,OR: 5,6) dengan perilaku Ibu balita dalam pemanfaatan posyandu. Sebaiknya ibu lebih aktif datang ke posyandu dan tenaga kesehatan di Puskesmas memberikan informasi dan edukasi tentang posyandu melalui media poster, brosur dan leafleat
GAMBARAN SIKAP AKSEPTOR MOP TERHADAP PEMAKAIAN KONDOM PASCA MOP DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS UPTD PANGALENGAN Sismeri Dona
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v1i4.343

Abstract

Wilayah kerja UPTD Puskesmas Pangalengan hampir setiap tahun memberikanlayanan MOP bekerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya Kepolisian dan BKKBN.Pangalengan adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Bandung dengan jumlahpenggunaan kontrasepsi MOP terbanyak. Tetapi, tidak semua penerima MOP mematuhiaturan tentang penggunaan kondom dan tidak menyadari pentingnya penggunaankondom pasca-MOP. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanagambaran sikap penerima MOP terhadap penggunaan kondom pasca MOP di wilayahkerja UPTD Puskesmas Pangalengan Tahun 2012.Alat yang digunakan terdiri dari alat kontrasepsi laki-laki, antara lain Kondom danMOP. Kondom merupakan selubung sarung karet yang dapat dibuat dari berbagai bahan;seperti, karet, plastik, atau bahan alami (produksi ternak) yang ditempatkan pada alatkelamin pria selama berhubungan seksual, sementara MOP merupakan alat kontrasepsipermanent melalui operasi kecil untuk mengikat atau memotong garis atau menutupsaluran sperma.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi adalah penerima MOP diwilayah kerja UPTD Puskesmas Pengalengan sebanyak 102 orang. Jumlah sampel adalah51 penerima. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Analisisunivariat menggunakan SPSS 16.0.Berdasarkan hasil penelitian, lebih dari setengah responden penerima MOPberdasarkan komponen kognitif, afektif dan konatif memiliki sikap positif terhadappenggunaan kondom pasca MOP dan kurang dari setengah responden memiliki sikapnegatif.Dari hasil di atas, dapat disimpulkan bahwa sikap penerima MOP di lingkunganPuskesmas Pangalengan akan penggunaan kondom pasca MOP adalah positif, dankurang dari setengah responden memiliki sikap negatif. Maka, untuk meningkatkan sikappositif terhadap penggunaan kondom pada penerima MOP dibutuhkan kerjasama antarapetugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang pentingnya menggunakankondom pasca MOP dan memberikan contoh bagaimana menggunakan kondom denganbaik dan benar sehingga penerima memiliki sikap positif terhadap penggunaan kondompasca MOP.Kata kunci: Sikap, Penggunaan Kondom
PENGARUH TERJADINYA RUPTURE PERINEUM PADA PERSALINAN NORMAL DI KAMAR BERSALIN RSUD DR.H. IBNU SUTOWO BATURAJA KABUPATEN OGAN KOMERING ULU 2016 Heriani Heriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i3.471

Abstract

Setiap tahun sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia mengalami kehamilan. Sebagian besar kehamilan ini aman, namun sekitar 15% menderita komplikasi berat, dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa ibu. Upaya penurunan AKI harus difokuskan pada penyebab langsung kematian ibu, yang terjadi 90% pada saat persalinan dan segera setelah pesalinan, yaitu perdarahan (28%), eklamsia (24%), infeksi (11%), komplikasi pueperium 8%, partus macet 5%, abortus 5%, trauma obstetrik 5%, emboli 3%, dan lain-lain 11%. Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua setelah atonia uteri. Rupture perineum dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu berat badab janim, jarak kelahiran, dan paritas. Berdasarkan data RS RSUD Dr. H. Ibnu Sutowo tahun 2015, jumlah ibu yang mengalami rupture perineum sebanyak 117 (6,8%) kasus dari 1724 persalinan. Tujuan penelitian diketahui faktor yang mempengaruhi terjadinya rupture perineum.Jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi seluruh ibu yang melahirkan dikamar bersalin RSUD Dr. Ibnu Soetowo Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu, periode Januari-Februari 2016. Jumlah sampel 76 orang, pemilihan sampel dengan metode acedental sampling. Alat ukur pengumpulan data dengan check list. Pengolahan data secara analisa univariat dan bivariat, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara berat badan janin dengan kejadian rupture perineum (p=<0,001), jarak kelahiran dengan kejadian rupture perineum (p=<0,001) dan paritas dengan kejadian rupture perineum (p=0,002).Kata kunci : rupture perineum, berat badan lahir, jarak kelahiran, paritas
Gambaran Persepsi Pasien Terhadap Implementasi Pelayanan Kesehatan selama masa Pandemik COVID-19 di Wilayah Kota Depok Tahun 2020 Alma Malika Idris; Mustakim Mustakim; Fini Fajrini; Noor Latifah
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i4.3212

Abstract

Coronavirus Diseases 2019 (COVID-19) adalah penyakit jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Virus penyebab COVID-19 dinamakan Sars-CoV-2. Kasus COVID-19 di Indonesia hingga tanggal 30 April 2020 mencapai 10.118 kasus dengan kematian mencapai 792 jiwa. Provinsi kasus COVID-19 tertinggi yaitu DKI Jakarta mencapai 4.175 kasus dengan kematian 371 jiwa. Kota Depok merupakan kota dengan pasien COVID-19 pertama di Indonesia dan tren perkembangan infeksi COVID-19 di Kota Depok perhari terus meningkat, hingga tanggal 10 May 2020 terkonfirmasi mencapai 426 kasus dan kematian mencapai 24 jiwa. Penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional dengan jumlah responden dalam penelitian yaitu 107 sampel. Metode pegambilan data menggunakan kuesioner melalui sebaran angket dalam bentuk google form. Hasil Penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden yaitu 52,3% memiliki persepsi bahwa implementasi pengendalian teknis di pelayanan kesehatan sudah sesuai, sebagian besar responden, yaitu 63,6% memiliki persespi bahwa implementasi pengendalian administratif di pelayanan kesehatan sudah sesuai, dan 55,1% memiliki persepsi sudah sesuai terhadap implementasi APD di pelayanan kesehatan. Bagi pelayanan kesehatan diharapkan dapat melaksanakan program pencegahan dan pengendalian infeksi secara konsisten sesuai dengan pedoman dan dilakukan evaluasi secara berkelanjutan.
ANALISIS FAKTOR RESIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN FLUOR ALBUS PADA SISWI DI SMPN DI WILAYAH KECAMATAN TELUK BETUNG BARAT KOTA BANDAR LAMPUNG TAHUN 2013 Ana Mariza; Marsal Usman; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.398

Abstract

Sepanjang kehidupan kesehatan seorang wanita terdapat beberapa keluhanpenyakit, salah satu keluhan yang amat mengganggu itu adalah fluor albus (keputihan).Kasus kanker leher rahim 90% ditandai dengan keputihan. Data penelitian tentangkesehatan reproduksi wanita menunjukkan 75% wanita di dunia pasti menderitakeputihan paling tidak sekali seumur hidup dan 45% diantaranya bisa mengalaminyasebanyak dua kali atau lebih. Hasil survey Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES)Universitas Indonesia bekerja sama dengan Sentra Kawula Muda (SKALA) dan WorldPopulation Foundation (WPF) Indonesia diketahui bahwa remaja putri pada tahun 2011sebanyak 65% pernah mengalami keputihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuifaktor resiko yang berhubungan dengan kejadian fluor albus pada siswi di SMPN diWilayah Kecamatan Teluk Betung Barat Kota Bandar Lampung Tahun 2013.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional.Populasi berjumlah 795 siswi. Dilakukan teknik proportional stratified random samplingdidapatkan sampel sejumlah 259 siswi. Pengambilan data secara langsung denganmetode wawancara menggunakan kuisioner. Analisa bivariat menggunakan uji chi-squaredan analisis multivariate dengan uji regresi logistik ganda.Hasil penelitian pada analisa bivariat menunjukkan bahwa ada hubunganpenggunaan celana dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=14,960), kebersihanorgan kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0,002, OR=13,490), penggunaansabun pembersih kewanitaan dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=22,000),penggunaan toilet umum dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=18,242),penggunaan pembalut dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=15,547), penggunaanpantyliner dengan kejadian fluor albus (p=0,000, OR=(12,364). Dari analisis multivariatfaktor yang paling berhubungan dengan kejadian fluor albus adalah penggunaan sabunpembersih kewanitaan dengan OR= 21,044. Saran yang diberikan adalah para siswidianjurkan tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan karena akan merusak floranormal vagina.Kata kunci : Fluor albus, faktor yang berhubungan
Perbandingan toksisitas dari Ekstrak Kulit Jeruk Manis dan Jeruk Bali pada Larva Aedes aegypti Fahrul Islam; Fajar Akbar
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.1939

Abstract

Penyakit demam berdarah ini adalah penyakit virus yang berbahaya karena dapat menyebabkan penderita meninggal dalam waktu yang sangat pendek/beberapa hari. Saat ini pemberantasan demam berdarah dengue sudah dilakukan dengan pemberantasan nyamuk salah satunya menggunakan insektisida namun sangat tidak aman sehingga diperlukan larvasida alami. Oleh karena itu, penelitian akan dilakukan untuk membandingkan efektivitas kulit jeruk manis (Citrus sinensis) dan jeruk bali ((Citrus maxima) sebagai biolarvasida Aedes aegypti. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Poltekkes Kemenkes Mamuju pada Maret – Agustus 2018. Objek penelitian ini adalah ekstrak Kulit Jeruk Manis (Citrus sinensis) dan jeruk bali (Citrus maxima)yang akan dipaparkan pada larva Aedes aegypti instar III dan IV. Penelitian ini termasuk jenis eksperimen dengan desain rancangan acak lengkap. Data primer yang diperoleh dari hasil perhitungan jumlah kematian larva Aedes aegypti. Pengamatan dilakukan selama 24 jam yang diamati tiga waktu pengamatan yaitu 8, 16 dan 24 jam. Hasil menunjukkan bahwa jumlah kematian larva yang dipaparkan pada ekstrak kulit jeruk manis (Citrus sinensis) lebih tinggi daripada ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima) dengan mortality rate masing-masing sebesar 48% dan 2.7%. Ekstrak kulit jeruk manis hampir mematikan dari 50% larva Aedes aegypti. Kesimpulan yaitu ekstrak kulit jeruk bali (Citrus maxima) dan jeruk manis (Citrus sinensis) tidak efektif membunuh larva aedes aegypty > 50%.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU HIGI ENIS REMAJA PUTRI PADA SAAT MENSTRUASI DI MTS AL-KHAIRIY AH KANGKUNG KECAMATAN BUMI WARAS BANDAR LAMPUNG TAHUN 2012 Dina Dwi Nuryani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.366

Abstract

Remaja harus dipersiapkan baik pengetahuan, sikap dan perilakunya kearahpencapaian reproduksi yang sehat, terutama untuk remaja puteri yang nantinya menjadiseorang wanita yang bertanggung jawab terhadap keturunannya. Kelompok remajamenjadi perhatian karena jumlah mereka yang besar dan rentan serta mempunyai risikogangguan terhadap kesehatan reproduksi (Santrock, 2008).Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan jenis penelitian kuantitatif,dengan desaincross sectional.Penelitian dilakukan di MTs Al-Khairiyah KecamatanBumiWaras Bandar Lampung pada tanggal 11-12 Desember 2012. Populasi dalam penelitianini adalah remaja puteri yang sedang menempuh pendidikan di MTs Al-KhairiyahKecamatan Bumi Waras Bandar Lampung yang berjumlah77 orang, sedangkan sampeldalam penelitian ini adalah 75 orang dikarenakan ada 2 orang remaja puteri yang belummenstruasi. Variabel terikat pada penelitian ini adalah perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah faktor-faktor yangberhubungan dengan perilaku higienis remaja puteripada saat menstruasi yaitu:pengetahuan tentang higiene menstruasi, sikap terhadap higiene menstruasi,kepercayaan terhadap mitos, KIE tentang higiene menstruasi, sumber informasi, saranakebersihan dan kesehatan sekolah.Analisis data dilakukan menggunakan distribusifrekuensi presentase univariat, analisa bivariat dengan ujiChi-Square,dan analisamultivariat.Hasil ujichi-squarediperolehp-value=0,014 (p < 0,05), maka dapat disimpulkanbahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang higiene menstruasidengan perilaku remaja puteri pada saat menstruasi,dengan nilai OR 0,250.Hasil ujistatistik chi-square diperoleh p-value =0,041 (p <0,05), maka dapat disimpulkan bahwaada hubungan yang signifikan antara sikap terhadaphigiene menstruasi dengan perilakuhigienis remaja puteri pada saat menstruasi. NilaiOR 4,8 yang berarti bahwa respondenyang mempunyai sikap terhadap higiene menstruasi positif mempunyai peluang 4,8 kalilebih besar untuk berperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yangsikap terhadap higiene menstruasi negatif. Hasil analisis chi-square menunjukkan tidakada hubungan kepercayaan terhadap mitos dengan perilaku higienis remaja puteri padasaat menstruasi diperoleh p-value 0,633 yang berarti (p > 0,05). Hasil uji statistik chi-square diperoleh p-value = 0,001 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara KIE dengan perilaku higienis remaja puteri pada saatmenstruasi. Nilai OR 6,77 yang berarti bahwa responden yang mendapatkan KIEmempunyai peluang 6,77 kali lebih besar untuk berperilaku higienis pada saatmenstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkan KIE. Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value= 0,041 (p < 0,05), maka dapat disimpulkan bahwa adahubungan yang signifikan antara sumber informasi dengan perilaku higienis remajaputeri pada saat menstruasi. Nilai OR 1,41 yang berarti bahwa responden yangmendapatkan sumber informasi mempunyai peluang 1,41kali lebih besar untukberperilaku higienis pada saat menstruasi dibandingkan dengan yang tidak mendapatkansumber informasi.Hasil uji statistikchi-square diperolehp-value0,170 (p > 0,05), makadapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara sarana kebersihandan kesehatan dengan perilaku higienis remaja puteri pada saat menstruasi, dengan nilaiOR 0,27.Kata kunci : Perilaku, Higiene menstruasi, faktor-faktor yang berhubungan
PERBEDAAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PENCEGAHAN GIZI KURANG ANTARA METODE KONSELING DENGAN LEFLET DI PUSKESMAS BENGKUNAT, KABUPATEN PESISIR BARAT Vera Yulyani; Fitri Eka Sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v6i3.494

Abstract

Masalah gizi di negara berkembang merupakan masalah utama yang disebabkan oleh kemiskinan. Balita merupakan kelompok masyarakat yang rentan terhadap permasalahan gizi. Kabupaten Pesisir Barat pada 2016 memiliki 6 kasus gizi buruk, dengan sebaran terbanyak berada di wilayah kerja Puskesmas Bengkunat (3 kasus). Intervensi untuk mengatasi kurang gizi seringkali terbatas pada upaya-upaya kuratif jangka-pendek, padahal permasalahan gizi merupakan permasalahan yang sangat mudah untuk dicegah dan ditanggulangi. Intervensi yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini salah satunya dengan meningkatkan pengetahuan pada ibu karena ibu merupakan faktor utama yang mempengaruhi gizi balita. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dapat dilakukan melalui penyuluhan dengan metode konseling atau hanya memberikan pemberian leaflet. Tujuan penelitian diketahui perbedaan pengetahuan ibu mengenai gizi kurang, melalui penyuluhan dengan metode konseling dan pemberian leaflet di Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat 2017. Metode penelitian kuasi eksperimen dengan pendekatan pre-post test with two group design. Populasi penelitian adalah semua ibu yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat sejumlah 934 orang, dengan sampel 40 responden. Analisis data yang digunakan yaitu uji t-independen. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan yan signifikan sebelum dan setelah penyuluhan menggunakan metode konseling (p value = <0.001), dan dengan metode leaflet (p value = <0.001). Terdapat perbedaan pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi kurang pada balita antara metode konseling gizi dan metode pemberian leaflet di Wilayah Kerja Puskesmas Bengkunat Kabupaten Pesisir Barat 2017, dengan nilai p value 0,024. Kesimpulan penyuluhan dengan metode konseling lebih baik dibandingkan dengan metode pemberian leflet dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan gizi kurang. Disarankan petugas kesehatan dalam melakukan penyuluhan hendaknya menggungkan metode konseling. Para peneliti dapat memperluas metode perlakuan dengan metode lain, seperti focus group discussion

Filter by Year

2016 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Volume 15 Nomor 1 Vol 14, No 4 (2025): Volume 14 Nomor 4 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14 Nomor 3 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14 Nomor 2 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14 Nomor 1 Vol 13, No 4 (2024): Volume 13 Nomor 4 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 4 (2023): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 4 (2022): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 3 (2021): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2020): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9 Nomor 2 Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8 Nomor 1 Vol 8, No 2 (2019): Volume 8 Nomor 2 Vol 7, No 4 (2018): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2018): Volume 7 Nomor 3 Vol 6, No 4 (2017): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2017): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2017): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2016): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2015): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2014): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2014): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2012): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2012): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1 Nomor 1 More Issue